Utama

March 27, 2008

Kapur Tulis


Saat ini, kebanyakan papan tulis menggunakan whiteboard, dengan alat tulisnya adalah spidol.

Baik itu di ruang kuliah, ruang sekolah, ruang kursus, ruang presentasi, sampai di ruang belajar anak (jadi berasa udah punya anak), alat oret-oretnya menggunakan whiteboard.

Kapur tulis sudah tergeser oleh spidol, karena spidol dipandang lebih rapi, efisien, modern, dan (katanya) lebih sehat.
Sedangkan kapur tulis dipandang lebih kuno, belepotan di tangan, berdebu, dan terutama mengganggu kesehatan pernafasan.

Padahal menurut penelitian di laboratorium ITB, barusan di Trans7: Asal Usul, dibuktikan bahwa kandungan dalam kapur tulis tidak membahayakan pernafasan.
(maaf tidak bisa copy-paste siaran TV di sini)

Hanya mungkin butiran kapur tulis kadang menyebabkan sedikit rasa panas di kulit (untuk beberapa orang). Tapi karena debu kapur tulis tergolong ukuran besar, butirannya tertahan oleh filter udara pertama dalam tubuh, sehingga tidak sempat masuk ke dalam paru-paru.

Justru bahan kimia pelarut dalam spidol yang terhisap tubuh, dapat mengganggu kesehatan, karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih berbahaya.

Jadi, sebaiknya dibudayakan kembali penggunaan kapur tulis, toh jika diperlukan, kapurnya dapat dipotong dan dilemparkan ke siswa yang ngantuk.


March 3, 2008

Meski Baru Niat


Saat ditanya kapan menikah, banyak yang berpikir:
Nanti deh kalau sudah punya cukup uang untuk nikah. Nabung dulu.

Padahal sudah sering dikatakan "menikah membuka pintu rejeki".

Dan banyak lagi keajaiban lainnya dalam dunia nikah. Salah satunya:
Jangankan setelah menikah, sedangkan baru berniat melakukannya saja, rejeki datang sendiri untuk itu.*

Sebuah website mendadak terjual, project mandeg akhirnya kelar, bahkan dana macet setelah sekian lama, akhirnya cair juga. Alhamdulillah.

Itu adalah kisah nyata, just try it yourself ;)


*syarat dan ketentuan berlaku


January 10, 2008

Vandalisme Wikimapia


Akhirnya, kampung halamanku, tanah kelahiranku, tampil dengan cukup jelas di Wikimapia, setelah sekian lama hanya tampil buram saja:

wikimapia_demak.png

Lokasi

Tim dari Google Map tentu bekerja keras untuk menampilkan keseluruhan gambar permukaan bumi melalui satelit.

Sejak Mei 2006, Wikimapia sampai sekarang telah menampung banyak data-data nama tempat, yang diisikan sendiri oleh pengunjung, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh pengunjung lainnya.

Prinsipnya, semakin banyak pengunjung, semakin banyak data yang dimasukkan, akan semakin bagus fungsi Wikimapia. Dari FAQ-nya:

The more people who know about WikiMapia the better it will be - information will be fresher and more accurate!

Tapi dari yang terjadi, banyak sekali isian yang tidak pada tempatnya, dan tidak bermanfaat bagi orang lain.

Lanjutkan membaca "Vandalisme Wikimapia" »

December 28, 2007

Kebiasaan Menutup Jalan

Siang ini, saat mentari tak punya nyali menampakkan diri, dan jam di tangan yang tanpa henti meneriakkan aku bakal terlambat ngantor lagi, aku menyusuri jalanan senti demi senti.

Entah cuma di kota Malang, atau mungkin juga di kota lain, yang punya kebiasaan menutup jalan secara sepihak dengan dalih 'acara warga'
Warga memang mempunyai hak atas jalan di wilayahnya, tapi pengguna yang membayar pajak melalui STNK juga punya hak untuk melintasi jalan tersebut.

  • Saat musim nikah (setahun bisa beberapa kali), jalanan ditutup untuk acara resepsi.
  • Saat musim 17 agustusan, jalanan ditutup untuk acara lomba atau penyerahan hadiah (setahun sekali, tapi menutup banyak jalur)
  • Saat tidak musim apa-apa, jalanan ditutup untuk kegiatan yang kok ada saja.

Bagi pengguna jalan yang tempat tinggalnya berada di sudut kota seperti aku, sangat repot kalau ada penutupan jalan, karena harus jalan memutar, mencari jalur lain.

Jika musim 'acara warga' berlangsung, bukan cuma 1 jalan saja yang ditutup, tapi beberapa jalan sekaligus. Hasilnya, aku pernah hampir 1 jam berputar-putar mencari jalan pulang menuju Joyogrand, yang biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja.

Lanjutkan membaca "Kebiasaan Menutup Jalan" »

December 20, 2007

Teori Relativitas

Ini mungkin ada hubungan dengan teori relativitasnya Einstein atau Galilean, tapi mungkin juga tidak :p *gak jelas*

Salah satu analogi teori relativitas yang dulu sering aku dengar adalah: duduk 1 jam menunggu kuliah selesai terasa lama sekali, tapi duduk 1 jam di cafe bersama gebetan baru terasa singkat sekali.

Yang aku perhatikan, teori seperti itu mirip dengan masalah keuanganku. Saat awal bulan memiliki uang 1 juta di kantong, membeli barang seharga 50 ribu terasa murah.
Namun saat tongpes di akhir bulan, hanya ada uang 10 ribu, harga 50 ribu terasa mahal sekali.

Dari situ bisa muncul dampak buruk:
  1. Tidak dapat menilai harga barang secara obyektif
    Beli nasi goreng seharga 10 ribu terasa murah saja, kalo saat itu sedang bawa uang banyak, tanpa melihat apa yang didapat dari nasi goreng 10 ribu di perempatan PBI itu.
    Dulu aku sering heran kalo sedang belanja dengan Bapak, yang menawar harga habis-habisan kalo harganya masih dirasa mahal. Misalnya beli baju, Bapak tau berapa seharusnya harga baju itu, dan selama belum cocok ya tidak dibeli. Saat itu aku pikir, harga segitu cukup kecil bagi Bapak, kok ndak dibeli saja sih.
    Berikutnya baru aku sadar bahwa pola pikirku yang salah.
  2. Boros
    Tentu saja, dari poin #1 efeknya adalah boros. Selama di saldo ada sejumlah uang, dan pegang ATM, bawaannya pingin belanja something yang sebenarnya belum dibutuhkan. Malah kadang aku pikir, uangku lebih awet kalo dipinjamkan. *maaf ini bukan penawaran, tapi dari beberapa kejadian memang seperti itu*
  3. Tidak bisa menabung
    Efek dari poin #2, tidak perlu dibahas.
Pola pikir relatif seperti itu memang bisa merugikan. Karena itu ada baiknya dikembangkan pola pikir kebalikannya, yakni teori absolut (ada gak ya? ngarang to the max). Saat membeli barang, pandanglah harga barang secara obyektif, tidak perduli berapapun uang di kantong.

Duduk 1 jam entah itu kuliah ataupun kencan, ya dihitung sama, toh sama-sama bisa menimbulkan DVT.

Korupsi berapapun jumlahnya tetaplah korupsi, dan yang terkait harus ada hukuman meski dia seorang capres sekalipun :-"

December 13, 2007

Assholihatu Lissholihin

Sudah beberapa lama aku menggunakan judul itu sebagai status di Yahoo! Messenger, di GTalk, di signature email, maupun di shoutout-nya Friendster. Hasilnya..., banyak sekali yang penasaran dengan artinya. Hehehe.

Karena cukup merepotkan menjawab satu per satu *ehm, kayak apa aja* maka aku tuliskan penjelasannya di sini saja, semoga bisa memperjelas apa yang belum jelas.

Assholihatu Lissholihina, "wanita sholehah adalah untuk laki-laki sholeh juga"

Tidak pernah dengar?

Mosok sih? kurang gaul kale :D

Sebenarnya aku tidak yakin dengan struktur kalimat arabnya yang sebenarnya, maklum, ilmu Nahwu dan Shorof-ku dapat nilai D.
Kalimat itu sendiri aku rangkai dari komentar oleh Vonk di Istri Sholehah, dan aku gabung dengan beberapa pengertian yang aku dapatkan sebelumnya.

Tentu saja banyak yang tidak setuju dan tidak sepaham dengan 'konsep' itu. Beberapa komentar yang masuk:

  • "Kalo wanita sholehah hanya untuk pria sholeh, tidak adil dong karena tidak ada pemerataan"
  • "Tidak setuju! sama saja mengatakan wanita cantik hanya untuk pria ganteng"
  • "Kalo suaminya maling gimana, apakah istrinya termasuk maling juga?"
  • ...
Dan banyak lagi komentar nyeleneh dan gak nyambung lainnya, hihihi.

Ok, namanya saja buah pikiran manusia, jika berangkat dari landasan yang berbeda, persepsi yang berbeda, kemungkinan besar kesimpulannya juga berbeda.

Kalau buat aku, pengertian yang aku ambil adalah: "jadikan dirimu sholeh terlebih dahulu, sebelum ngotot berusaha untuk mendapatkan wanita sholehah"

Makanya aku bahas di sini, selain untuk share, juga sebagai usaha untuk mendapatkan masukan dari dunia luas :)

Dalam Al-Quran juga ada mirip seperti itu, meski tidak sama persis:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)" (An-Nur: 26)

 

December 11, 2007

Driver Tales

Sebagai sopir carteran jarak jauh, trayek Malang - Surabaya - Demak - Jogja PP, ada beberapa hal yang dapat aku pelajari dalam perjalanan, misalnya etika dan aturan yang tidak tertulis di dalam kehidupan di atas roda itu.

Berikut ini adalah ringkasan yang dapat aku catat:

A. Jika sedang berada di belakang mobil lain dan dia memberikan tanda berupa:

  • Lampu Sein Kiri Berkedip:
    1. mau berbelok kiri (udah pada tau tanda ini)
    2. mau berhenti (cukup banyak yang tau)
    3. silakan salip gue (jarang yang tau)
  • Lampu Sein Kanan Berkedip:
    1. mau belok kanan (ya, banyak yang tau)
    2. jangan salip gue, ada samting wrong dari depan. lu nyalip gua ga nanggung.
  • Kedua Lampu Sein Berkedip:
    1. sedang dalam suatu rombongan (konvoi)
    2. akan terpaksa berhenti, ganti ban atau ganti sopir. 

B. Jika akan berpapasan dengan mobil lain, kemudian dia member tanda:

  • Lampu Beam (jarak jauh) dinyalakan:
    1. lampu beam kita masih nyala dan menyilaukan dia. mohon dimatikan.
    2. cuma buat ngecek kondisi di belakang kita, biasanya malam hari dan belakang kita gelap gulita.
    3. buat menyapa, mungkin kita dikira sodaranya.
    4. dia pamer lampunya lebih terang. mungkin baru pasang sorenya.
  • Sopir memberi gerakan tangan berputar:
    1. jalan buntu, balik saja
    2. ada razia polisi di depan :p 

Lanjutkan membaca "Driver Tales" »

December 4, 2007

Formalitas Ruwet

Dua bulan yang lalu, tepatnya Rabu, 19 September 2007, aku dimintai tolong membuatkan software SMS autorespon oleh sebuah perusahaan rokok terkenal di kota Malang.

Kondisi saat itu adalah kebutuhan mereka sangat mendesak, karena proyek itu sudah diprogram sejak lama tapi belum selesai juga, sedangkan dalam waktu dekat harus segera berfungsi.

Sore, sepulang kantor aku ke sana, dan sekitar jam 9 malam program sudah siap pakai. Divisi IT perusahaan tersebut selamat, sebab kemoloran sebelumnya sempat menggeser salah satu orang IT ke posisi yang lebih rendah, yang akhirnya keluar dari perusahaan itu.

Aku bisa cepet selesai karena sudah memiliki librarynya, jadi tinggal menyesuaikan dengan kasusnya saja.

Keluar dari pabrik itu, aku diajak temenku untuk makan malam. Dalam perjalanan ke warung, dia bertanya prosesnya. Aku ceritakan apa adanya.

Lha ternyata dia malah menyalahkan aku, mestinya programnya jangan dulu diselesaikan tanpa ada uang muka, at least, jangan dikomplitkan.

Lanjutkan membaca "Formalitas Ruwet" »

November 23, 2007

Profesionalisme KPU

Agak-agak menyangkut politik sedikit, meski aku babar blas ndak mudeng tentang hal itu.

Pilkada untuk pemilihan Gubernur di provinsi Maluku Utara (Malut) baru saja selesai, dan dipaksakan selesai, karena masih menyisakan banyak perseteruan dan ~katanya~ ketidakadilan. Adalah hal baru di sejarah Pilkada Indonesia, bahwa keputusan hasil perhitungan suara di tingkat provinsi (KPUD), di-overwrite dengan keputusan perhitungan ulang di pusat (KPU), yang mengakibatkan berubahnya pemenang pemilihan.

Di tingkat KPUD pemenangnya adalah pasangan Thaib Armaiyn dan Abdul Gani, sedangkan ketika dihitung ulang di KPU pusat, pemenangnya adalah Abdul Ghafur dan Abdurrahim Fabanyo, yang akhirnya terpilih sebagai pasangan Gubernur.

Entah mana yang benar, tentu saja aku tidak tau :p

Lalu untuk apa dibahas?

Wait, ternyata aku sempat terkait dengan kasus ini.


Lanjutkan membaca "Profesionalisme KPU" »

November 19, 2007

Konsultasi Nyasar dan Disasarkan

Dear Mbak, saya mahasiswi, umur 21 tahun. Saat ini saya sedang kebingungan, butuh bantuan saran dari Mbak.
2 minggu yang lalu saya putus sama pacar saya, namanya T, dia 3 tahun lebih tua dari saya. Masalahnya dia itu cemburuan banget Mbak, overprotektif kalo menurut saya, karena teman-teman saya kebanyakannya cowok. Karena sudah gak tahan, dia akhirnya putusin saya.
Kemudian ada cowok yang PDKT sama saya, namanya D, orangnya baik dan lebih mapan dari pacar saya sebelumnya. Tapi dia sudah bertunangan, kurang beberapa bulan lagi mau menikah. Sebelumnya saya juga pernah dikenalin dengan tunangannya itu Mbak, tunangannya baik juga ke saya.
Dan beberapa hari yang lalu, saya dengar kabar kalo tunangan mereka dibatalkan. D bilang kalo putusnya itu karena sebab lain, dan bukan karena saya. Saya sih gak begitu percaya Mbak, apalagi waktu dia bilang mau saya yang jadi istrinya. Dia juga sudah dekat dengan papa dan mama saya, dan serius banget mau melamar saya. Saya gak mau dikira merebut tunangan orang Mbak.
Sekarang T juga mulai sering menghubungi saya, dia minta balikan lagi, dan dia janji mau mengerti keadaan saya untuk tidak cemburuan.
Papa dan mama menyerahkan sepenuhnya pilihan pada saya, mau pilih yang mana terserah asal saya yakin.
Saya bingung Mbak, saya mesti pilih yang mana? Mohon kasih saran ya Mbak.

-Dian, somewhere-


Lanjutkan membaca "Konsultasi Nyasar dan Disasarkan" »

Panderman Hills

Gunung Panderman, atau lebih tepatnya bukit Panderman, hmm... atau lebih tepatnya lagi adalah perbukitan Panderman, terletak di kawasan kota Batu, Jawa Timur.
Konon nama itu diambil dari petinggi Belanda (Van Der Mann) yang dulu tinggal di kawasan Batu.

Sekarang Panderman dikenal sebagai tempat pendakian serta perkemahan. Medannya yang tidak terlalu sulit (dibandingkan Semeru) serta jaraknya yang relatif dekat dengan pemukiman penduduk, tempat ini cocok untuk sekedar merasakan hawa gunung, refreshing, atau pemanasan untuk persiapan pendakian ke yang lebih 'serius' lagi (baca: Semeru)

Kemarin ini adalah kali ketiga aku ke Panderman, dengan 3 variasi tempat.

Pendakian pertama (9 Jan 2005) hanya sampai ke Latar Ombo, yang merupakan puncak pertama Panderman. Hal ini karena aku sudah teler di situ, sehingga tidak dapat melanjutkan ke yang lebih tinggi lagi.
Pendaki: Yudhi, Aris, Aryo, Irfan, Iir, Nia, Lisa, Dian dan Yenny.

Yang kedua (3 Nov 2007) berhenti di daerah X, karena salah jalan, sehingga kita mendirikan kemah di pinggir kebun. Foto Picasa
Pendaki: Yudhi, Aryo, Irfan, Venus, Ambar dan Rita.

Ketiga kalinya (17 Nov 2007) berhasil mencapai Watu Gede, satu tingkat di atas Latar Ombo, tapi masih belum sampai puncak, masih kurang sedikit lagi. Mungkin di pendakian ke-4 baru sampai puncak. Aamiin.
Foto Pendakian Kemarin
Pendaki: Yudhi, Aryo, Irfan, Venus, Ambar dan Rita.








November 2, 2007

Pump My Ride

Itu yang di"pump" adalah dongkraknya, dalam rangka perbaikan dan penggantian beberapa bagian body si taft.

Tentu berbeda jauh dengan acara Pimp My Ride, sebuah acara televisi yang melakukan pemretelan kendaraan bobrok untuk disulap menjadi kendaraan keren dan mbois.

Acara yang dibawakan oleh Xzibit ini disiarkan di GlobalTV setiap jam 11-an malam, serasa menjadi acara pengantar tidur. Apakah maksudnya agar para penonton yang tertidur setelah menonton acara ini, bermimpi didatangi tim Pimp My Ride?

Ah, berandai-andai itu perlu, asal tidak terhanyut di dalamnya.

Yang jelas untuk memperbaiki kondisi taft ini, tidak cukup hanya berandai-andai.

Menurut kabar dari seorang teman yang juga pengguna jeep, pemeliharaan jeep sulit sekali untuk tuntas kelar, karena akan selalu ada saja yang harus diperbaiki. Selesai yang ini, muncul kemudian yang itu. Kecuali ada dana besar dan perbaikan total seperti di Pimp My Ride.

Dan memang, semenjak mendapatkan taft ini sampai sekarang, ada saja yang harus diperbaiki. Kalo dilist berdasarkan kronologi:
  1. Ganti 4 ban, urgent karena ukurannya sudah tidak seimbang. Ini 4 x 650 ribu.
  2. Perbaiki AC karena saat itu musim hujan. Kalo kaca ditutup saat kehujanan dan tidak menggunakan AC, kaca depan akan dipenuhi embun, gelap deh. Ini beberapa kali 300-500ribu.
  3. Pasang central-lock dan alarm. Lupa harganya.
  4. Ganti radiator, 750 ribuan.
  5. Ganti aki, 770 ribuan.
  6. Tambal tangki solar, 500 ribuan.
  7. Perbaiki beberapa hal, 775 ribuan.
Itu yang masih aku ingat saat menulis ini, tentu masih banyak yang terlewati karena sudah lewat lama, atau hal-hal kecil semisal lampu-lampu, window-tint, etc.

Dan ke depannya, masih ada AC (endless repairs), pelistrikan, dashboard, dan beberapa hal lagi yang menanti anggaran bulan depan.

Terus opo sing digawe rabi™?


October 21, 2007

Bicara Gratis

Sebagai salah satu pengguna setia produk Indosat (atau tepatnya pengguna kutukan karena dari dulu pakenya serba Indosat: IM3, Mentari, StarOne), aku juga mendapatkan fitur Bicara Gratis. Setiap penggunaan pulsa 5.000 rupiah akan mendapatkan bonus bicara gratis 5.000 rupiah pula. Hmm, gratis tapi harus mengeluarkan pulsa dulu :-? ... ok, kita anggap itu emang gratis deh.

Mungkin bagi sebagian pengguna yang lain, bonus gratis bicara ini menyenangkan. Tapi bagi aku justru malah menyebalkan™.

Sama seperti bonus Freetalk™ (gratis bicara mulai jam 00 sampe 05, yang setiap 5 menit diskonek), masalah yang sama juga aku temukan di Bicara Gratis ini.

Ketika masih menggunakan pulsa utama (sebelum dapat bonus), proses pemanggilan telepon terjadi dengan mudah, lancar, aman dan terkendali. Namun begitu sudah mendapatkan bonus Bicara Gratis, sulitnya minta ampun. Bisa 5 sampe 10 kali mengulang pemanggilan baru bisa nyambung ke nomor tujuan, padahal sesama Mentari. Bahkan kadang aku sampe nyerah, akhirnya cuma lewat SMS.

Okelah, gratis kok minta enak.

Tapi gimana kalo kita sangat perlu melakukan panggilan saat itu? sedangkan karena fitur bonus ini, pemanggilan menjadi SuSE (sulit sekali)?
Bukankah lebih baik fitur ini dihilangkan saja saat itu. Gak peduli tidak gratis, tapi bisa melakukan panggilan.
Daripada gratis, tapi tidak dapat melakukan panggilan. Ya emang sih gratis bicara, lha gak nyambung-nyambung.

Aku sudah mencoba menelepon 555, tapi terjadi looping dimana ada perintah menekan tombol 5 untuk bicara dengan CCO, tapi balik lagi ke menu utama.

Berdasarkan dari curhat dengan teman sesama pengguna Mentari, dia pernah bicara dengan CCO untuk mematikan fungsi Freetalk, karena dia lebih sulit melakukan panggilan, bahkan sering masuk ke mailbox (yang kena charge 800 rupiah). Kalo beberapa kali masuk mailbox, maka jatuhnya lebih mahal daripada melakukan panggilan normal.
Kebetulan dia kalo telpon pada malam hari (karena dia shift malam), dimana Freetalk berlaku.
Namun saat itu dikatakan oleh CCO bahwa fitur itu adalah otomatis berlaku, gak bisa dihilangkan. *sigh*

Mestinya di fitur ini ada fasilitas: klik kanan -> disable Bicara Gratis.

October 18, 2007

Oleh-oleh Mudik

Kembali ke kampung halaman setelah waktu yang lama justru seperti memasuki lingkungan baru. Terlebih lagi jika kampung halaman itu adalah sebuah ibu kota provinsi yang sedang bergerak maju, seperti halnya Kendari. Banyak bangunan baru, kabupaten baru, jalan baru, aturan baru, tetangga baru, dan yang serba baru tahu lainnya.

Saat aku masih tinggal di Kendari dulu, saat itu jumlah provinsi di Indonesia masih 27, Sulawesi Tenggara ada di urutan ke-26. Di bawahnya adalah Timor Timur. Ketika Timtim lepas, jadilah provinsi ini di urutan terakhir.

Saat itu jumlah kabupatennya hanya ada 4: Kendari, Kolaka, Bau-bau (pulau Buton) dan Raha (pulau Muna).
Sekarang sudah menjadi 8 kabupaten, dan sebentar lagi jadi 10 kabupaten.

Ok, cukup pembahasan tentang perubahan di Sultra (bukan Sulteng seperti banyak kesalahan yang masih sering aku temui di media).

Mumpung aku sedang berada di wilayah tengah Indonesia, wisata kuliner adalah salah satu kesempatan. Makanan khas Kendari menurutku tidak ada yang qualified, selain mente yang produksi terbesar memang dari Kendari.

Meskipun demikian, di Kendari berkumpul berbagai makanan khas dari daerah lain, terutama dari Makassar, diantaranya adalah Coto Makassar, Pisang Epek, Sinonggi, Sarabba, Pisang Hijau dan Konro.

Lanjutkan membaca "Oleh-oleh Mudik" »

October 14, 2007

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Ucapan seperti itu deras mengalir melalui jalur maya jaringan seluler Indonesia, terutama menjelang Ramadhan dan terlebih lagi di hari Idul Fitri dan sekitarnya.

Ada bagusnya tradisi ini dibudayakan (atau budaya ini ditradisikan?), meramaikan kemeriahan hari besar umat Islam sedunia, yang -idealnya- mencapai kemenangan melawan hawa nafsu sebulan penuh. Kembali suci dari dosa terhadap Alloh (dengan ibadah dan pendekatan diri selama Romadhon) dan suci dari dosa terhadap sesama manusia (dengan saling memaafkan kesalahan).

Pengiriman ucapan berupa SMS dapat menjalin ukhuwah dengan rekan dekat, atau menyapa rekan jauh yang bahkan mungkin kita sudah lupa kalo namanya masih ada dalam entri address book hape kita. Sangat positif tentu saja.

Namun ada 2 hal yang kadang salah kaprah dalam proses permintaan maaf tersebut:
1. Menganggap meminta maaf sebelum masuk bulan Romadhon itu adalah WAJIB, dan yang kedua,
2. Menganggap ucapan maaf dalam kalimat itu sudah mewakili permintaan maaf yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca "Mohon Maaf Lahir dan Bathin" »

October 13, 2007

Mudik Lebaran

1 Syawal 1428 H

Akhirnya... ngeblog lagi. Selama bulan Ramadhan ini kegiatan blogging mendadak terhenti, meski sebenernya gak ada maksud untuk itu, tapi entah mengapa nulis jadi kaku, ide jadi buntu, imajinasi jadi gak mutu, dan ... ga tau.

Karena kantor mulai meliburkan karyawannya tanggal 12 Oktober, ya tanggal itu pula aku baru bisa mudik. Meski sebagian besar warga kota Malang merayakan Idul Fitri tanggal 12, tidak begitu merisaukan bagiku, yang harus mendengar gema takbir di tanah rantau.
Yang merisaukanku justru orang yang kuatir adanya perpecahan dalam umat muslim karena perbedaan, tapi justru membesar-besarkan kekuatirannya itu, yang mana malah beresiko menimbulkan apa yang dikuatirkannya. Ruwet deh. Beda ya beda, no offense dong. Sudah sering terjadi di Indonesia, ummatnya rukun tapi justru pemimpinnya yang ruwet, yang lalu ummatnya jadi ikut 'perang' juga.

Yang nyeleneh, banyak kalangan yang sebenernya mantep lebaran tanggal 13, tapi punya keyakinan bahwa kalau sudah mendengar takbir maka tidak boleh puasa. Jadi mereka lebaran tanggal 13 tapi tanggal 12 sudah tidak berpuasa. Aneh dong.

Dalam hadits disebutkan, kalau di tanggal 29 belum melihat hilal, puasanya digenapkan 30 hari. Jadi kalo yakin lebaran tanggal 13, tanggal 12 harusnya tetep puasa. Terserah bagi yang meyakini puasa 29 hari itu bertakbir atau tidak, gak ngaruh harusnya. (confirmed by Side-A)

Yang lebih ngawur, dia yakin puasa itu 30 hari, tapi karena 29 sudah ada yang lebaran, dia memilih tidak berpuasa ke-30, dan berniat menggantinya di kemudian hari. Ini kan aneh, menjalankan keyakinan orang lain terhadap keyakinan sendiri.

Ah, cukup deh mbahas perbedaan :)

Tanggal 12 Oktober itu aku berniat mudik ke Kendari, yang entah sudah berapa tahun aku gak pulang kesana. Seingatku sejak bikin SIM B1 di tahun 1999, sudah gak pernah kesana lagi. Tapi kayaknya pernah sih beberapa kali setelahnya. *pikun, ga ada dokumentasi pula*

Lanjutkan membaca "Mudik Lebaran" »

September 10, 2007

Nomor Daur Ulang

Istilah lainnya adalah nomor recycle, reuse, turnaround, dan nama-nama sejenis lainnya. Intinya yaitu penggunaan kembali nomor-nomor ponsel (telepon seluler) yang sudah expire, hangus terbakar dan dianggap sudah dilupakan oleh sejarah, sehingga aman digunakan sebagai nomor baru. Dipack baru lagi, dan dijual di toko lagi.

Keuntungan dari metode ini adalah provider seluler dapat menghemat pembengkakan jumlah nomor yang dimilikinya, tidak harus menciptakan kombinasi nomor baru, tapi cukup mengais dari area kematian nomor-nomor ponsel.

Kelemahannya, jika jarak antara nomor mati dan dihidupkan kembali memiliki jangka waktu yang terlalu pendek, maka bisa terjadi kesalahpahaman antara pemilik baru nomor itu dengan penelepon yang berniat menghubungi pemilik lama.
Dan di Indonesia entah jangka waktu recycle yang terlalu pendek, atau memori pengguna ponselnya yang terlalu panjang, sehingga kasus salah paham seperti itu sering terjadi.

Kalau di luar negeri... gak tau berapa lama jangkanya.

Kalo kesalahpahaman antara 2 orang (atau lebih) tersebut segera terklarifikasi maka dapat meminimalkan dampak negatifnya. Tapi jika terus berlanjut, hubungi dokter akan terasa mengganggu sang pemilik baru, terutama jika si penelepon masih ada masalah dengan pemilik lama.

Tadi malam saja aku sudah dua kali mengalami kesalahan tersebut, dan baru menyadarinya tadi pagi.

Yang pertama, nomor IM3 area Malang milik temenku Dwi, ternyata sudah berganti pemilik dengan seorang cowok di Jakarta Selatan. Setelah sedikit eyel-eyelan bahwa ini nomornya temenku dan dia bersikukuh dia beli sendiri di toko, kita sepakat kalo ini salah sambung.

Kedua kalinya aku bermaksud menghubungi adik sepupuku lewat SMS, minta dijemput nanti kalo sampai Demak, tapi malah dibalas dengan sayang-sayangan dari seberang sana. Pingin tak tendang nih anak, pikirku.

Sewaktu ketemu dia tadi, dia gak paham dengan SMS yang aku bicarakan, karena gak merasa mendapat SMS dari aku.
Rupanya dia sudah ganti nomor, dan nomor yang lama sudah dia dipatah-patahkan. Tapi kok sudah aktif lagi dengan pemilik yang lain? padahal dia memusnahkan nomor lamanya baru beberapa bulan yang lalu.

Parah deh.

Nomor HP-ku yang hilang di Semarang juga sudah ada pemilik barunya, entah itu dia miliki secara fisik SIM cardku (dan HP-ku?) atau dia beli sebagai nomor recycle. Jaraknya gak ada 2 bulan.

Moral of the story: salah sambung itu wajar terjadi di perponselan Indonesia.

September 3, 2007

Nemu SIM Card

Hari kemaren setelah selesai memandikan si taft, sekalian aku bersih-bersih bagian dalamnya. Dari jok belakang sampe dashboard, di balik karpet, bawah kursi, tepian pintu, rupanya banyak sekali harta karun berupa tisue bekas, kertas berisi catatan entah apa aja, kantong plastik, dan macem-macem serpihan ini itu. "Kondisi dalam mobil mencerminkan kepribadian pemiliknya", jadi ingat quote itu dari sebuah iklan tipi jaman jadul dulu.

Setelah semuanya bersih dan taft jadi ringan, segera sampahnya aku buang. Namun karena ada beberapa catatan yang konfidensial, misalnya fotokopi katepe beserta panduan menggores tanda tanganku, semua catatan itu harus aku musnahkan dulu.

Setelah pinjam korek api dari Bunali yang sedang mengagumi rambutnya, kertas-kertas mulai aku bakar di dalam kotak sampah.

Ketika sedang membakar itulah, aku menemukan sekeping SIM card Simpati di dalam kotak sampah. Bersih dan masih mulus, kelihatannya belum lama dibuang.

Iseng aku ambil dan bersihkan dari noda yang melekat, lalu aku pasang di HP-ku. Nyalakan.

"Inactive SIM"

Walah, sudah kobong rupanya. Padahal tadi belum kena api kayaknya. Uh, pasti dibuang karena masa tenggangnya sudah habis.

Iseng v.2, aku buka SIM Contacts. Lah, cuman ada nomor-nomor servis Simpati. Gak menarik, lha wong aku Indosat minded.

Iseng v.3, aku buka Inbox SMS-nya. Jreng... berisi 4 Incoming SMS. Dari kalimatnya, rupanya semua itu SMS dari suami si pemilik SIM card.

Pesan yang tertulis dalam SMS menandakan mereka sedang tidak dalam satu daerah, saling kangen, dan membicarakan serta menyalurkan aktifitas cinta mereka melalui SMS. Private (dan norak) dan dewasa banget deh pokoknya, gak mungkin aku tulis di sini.

Segera setelah dibaca, SIM card aku keluarkan dan patahkan lalu aku buang lagi.

Moral of the story:
- musnahkan SIM card sebelum dibuang, meski sudah expired
- jangan merekam aktifitas private dalam SMS, kecuali untuk segera dihapus lagi, atau disimpan ke dalam PC

August 30, 2007

Touring Ke Paralayang

Informasi yang basbang dan tidak aptudet, karena mesti menunggu persetujuan (dan ketidaksetujuan) beberapa peserta untuk ditampilkan wajahnya di posting ini.

Anyway, sekali-kali posting berupa gambar, jadi tidak melulu berisi teks.




Album yang laen:

Arti Sebuah Maaf

Kami atas nama polisi Diraja Malaysia menyatakan permintaan maaf yang setulus-tulusnya kepada bangsa Indonesia pada umumnya, dan khususnya kepada Donald Luther Kolopita atas insiden yang terjadi sebelumnya, dan meyakinkan adanya proses hukum atas polisi yang terkait dengan insiden tersebut.
Maaf, kalimat itu karangan saya sendiri >:)

Mungkin seandainya kalimat yang mirip-mirip seperti itu diungkapkan oleh Malaysia kepada Indonesia, tidak perlu ada sweeping, demo dan permainan urat syaraf antar dua negara.

Tapi kenapa Malaysia enggan meminta maaf? apa susahnya?
Lalu kenapa Indonesia menuntut permintaan maaf? apa untungnya?

Sedangkan fakta kejadian belum sepenuhnya terungkap ke permukaan. Belum ada kejelasan kejadian dan latar belakang yang mendasarinya.

Kalau (misalnya) Malaysia meminta maaf, dan setelah ditelusuri TPF (tim pencari fakta) ternyata pak Donald yang salah, apa ndak malu sendiri Indonesia?

So, utamakan fakta. Maaf atau perang itu urusan nanti.

August 24, 2007

Menarik Nafas Panjang

Istilah lainnya adalah menarik nafas dalam-dalam, secara harfiah istilah ini menggambarkan kegiatan menghirup (inhale) udara dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan biasanya, untuk kemudian menghempaskan keluar (exhale) dengan lebih cepat. Istilah ini sering dijumpai pada novel atau cerita tulis lainnya.

Memang banyak kegiatan pernafasan yang melakukan penarikan nafas panjang, tapi bukan termasuk dalam istilah 'menarik nafas panjang' ini. Kegiatan yoga dan seni pernafasan juga melakukannya.

Dulu waktu belajar seni pernafasan, ada yang namanya pernafasan segi empat, yaitu tarik nafas perlahan sebanyak 8 hitungan, tahan selama 4 hitungan, keluarkan secara teratur sebanyak 8 hitungan, tahan lagi sampai 4 hitungan, baru kemudian tarik lagi sebanyak 8 hitungan. Begitu seterusnya secara teratur.

Komposisi tidak harus 8:4:8:4, boleh juga 6:3:6:3, atau 10:5:10:5, asalkan teratur. Satuannya adalah ketukan yang kalau aku biasanya kira-kira setengah detik, atau lebih cepat, asalkan teratur.
Perhitungannya dilakukan dalam otak, jadi harus terus berkonsentrasi bagi pemula.

Saking konsentrasinya, misalnya kalau malam tidak bisa tidur, lakukan olah pernafasan ini, dan karena berkonsentrasi menghitung periode ketukan, gak lama kemudian akan tertidur dengan sukses. Tapi itu dulu, masih culun dan beban pikiran belum seberat sekarang. *malih curhat*

Kembali ke istilah 'menarik nafas panjang', dalam novel biasanya digunakan untuk menggambarkan kegundahan suasana hati seseorang. Misalnya sedang mendapat masalah, maka menarik nafas panjang sudah dapat menggambarkannya.

Dalam kehidupan nyata, aku lihat memang seperti itu. Dan aku rasakan.

Bagi yang pernah mengalami beban perasaan, ketika ada ganjalan yang menyesak dalam dada, maka menarik nafas dalam lalu menyentakkannya dapat mengurangi himpitan beban itu. Hanya sementara, karena beberapa saat kemudian himpitan itu akan datang kembali.

Kenapa seperti itu?

Gak nemu artikelnya :(
 

August 22, 2007

Sepeda Motor Ndelosor

Bukan motorku :D

Ceritanya ketika sedang berkendara dengan nyaman, menikmati luapan asap truk, desingan klakson bus, manuver gerakan angkot, mendadak ada benturan yang mengenai knalpot tigerku. Lumayan keras karena roda belakangku sampai zig-zag sebentar. Alhamdulillah posisi sepeda masih bisa aku kendalikan.

Aku menoleh ke belakang, sebuah Yamaha (Jupiter?) masih nggobit (apa sih bahasa Indonesianya nggobit? = zig-zag dengan cepat dan tidak terkendali, mungkin oleng ya?), yang kemudian motor tersebut tersungkur di aspal, dengan pengendaranya ikut terkapar di tengah jalan.

Beruntung (untungnya) semua sepeda motor di belakangnya bisa langsung berhenti dengan sukses. Sedangkan semua yang di depannya langsung ngacir meninggalkan TKP, -mungkin- tidak mau terkena masalah. Lha gak nyampe 50 meter dari situ ada pos polisi.

Karena merasa berbenturan, aku berhenti untuk mencari tau apakah jatuhnya itu karena nabrak aku. Atau oleng dulu baru kemudian nabrak aku. Sekalian ikut menolong.

Beberapa orang yang berhenti ikut menolong mengangkat korban ke pinggir jalan, yang ternyata sudah tidak bisa bangun, hanya bisa mengerang 'aduh-aduh' dan 'kepala saya pusing', disambung 'aduh-aduh' lagi. Matanya merem terus, dan ketika helmnya dibuka, dari telinganya keluar darah yang cukup banyak. Berarti benturan di kepalanya cukup keras. Satu lagi bukti manfaat helm selain untuk mencegah tilang.

Aku dan satu orang pengendara lagi pergi ke toko terdekat untuk membeli air putih, tapi ketika kami kembali si korban sudah dinaikkan ke angkot yang dibawa oleh 2 orang polisi. Si korban tergeletak sendirian di lantai angkot, dengan sopirnya di depan, polisi membawa motor si korban, dan polisi satunya mengatur lalu lintas yang sempat macet. *detail banget sih*

Dari keterangan pengendara lain yang ada di belakang korban, tidak ada yang tau pasti penyebab jatuhnya korban. Mereka hanya melihat motor korban mendadak oleng dan jatuh. Aneh.

Dulu juga ada truk gandeng di kawasan situ yang mendadak nyemplung ke sungai di sebelahnya. Kejadian itu hanya selang beberapa menit ketika aku sampai di TKP. Posisi nyemplungnya pas melintang di sungai, tidak ada bekas menabrak pembatas jalan di sekitar situ, seperti ada kekuatan lain yang sengaja menjatuhkannya di situ. *mulai deh*

Tapi untuk kasus sepeda motor itu, kronologi menurut analisa sok tauku adalah:
- Korban hendak nyalip aku, sedangkan jalur kanan sedang padat.
- Sepeda motor di depanku jalannya melambat, aku juga ikut melambat.
- Korban karena terlanjur kenceng jadi bingung antara: ngerem, banting ke kanan, atau tabrak aku.
- Dia pilih ngerem tapi terlambat, sehingga motornya oleng, nyerempet aku, zig-zag dan jatuh.

Apapun itu, berdoa dan waspadalah dalam perjalanan.

*eh, tadi pagi aku sudah doa belum ya?*

بِسـمِ اللهِ الذي لا يَضُـرُّ مَعَ اسمِـهِ شَيءٌ في الأرْضِ وَلا في السّمـاءِ وَهـوَ السّمـيعُ العَلـيم

August 20, 2007

Merchandise Gajah Dari Oki

Baru bangun tidur sebelum makan pagi (berarti belum mandi, gosok gigi, dan lain sebagainya yang mendahului), datang sebuah paket kecil dari Oki melalui ekspedisi TIKI. Segera cari obeng dan tang untuk membongkar peti. Dan isinya adalah ini:



Mug dan pin Kampung Gajah.

Terimakasih Oki.

buat para homok Malang:
- mug cuman 1, kalahkan aku dulu dalam 10 jurus kalo mau ngambil itu
- datang dan ambil pin ke kantorku, jumlahnya lebih dari cukup kok buat kalean

August 16, 2007

Bendera Lusuh

Pagi ini aku baru masang bendera merah putih di depan rumah, satu hari menjelang ulang tahun negara ini. Amat sangat telat dibandingkan dengan masa kecilku dulu di desa, yang setiap rumah sudah (wajib) masang bendera satu minggu sebelum tanggal 17, dan diturunkan lagi satu minggu setelahnya. (kalo malam dimasukkan rumah sih)

Di desaku dulu ada petugas kelurahan yang keliling desa, ngecek benderanya sudah terpasang dengan baik dan benar atau tidak, dalam kondisi bersih apa tidak, cukup tinggi apa tidak, dan berbagai syarat lain. Kalo tidak sesuai, bendera beserta tiangnya akan dicabut dan dilempar ke dalam rumah. (ini terjadi pada tetanggaku).

Bukan cuma bendera dan tiangnya yang dipermasalahkan, tapi pagar harus sudah berwarna putih bersih, entah menggunakan cat bagi si kaya, atau dilaburi gamping bagi yang kurang mampu.

Masalahnya gak semua warga desa itu orang mampu, yang buat makan keseharian aja ngepas. Biasanya disiasati oleh yang bersangkutan dengan patungan bersama tetangga di belakang rumahnya. Kalo tidak punya tetangga, terpaksa meminjam (uang/bendera) dari yang punya.

Feodal sekali kayaknya, membuat warga seakan terjajah oleh aparat sendiri. Entah kalo sekarang, apakah masih seperti itu. Sudah lama tidak mudik dalam rangka 17 Agustusan.

Karena acara 17 Agustus selalu disambut dengan stressing seperti itu, menjadikan hari kemerdekaan seakan sesuatu yang sakral.

Dulu aku sering merinding kalo lagu kebangsaan Indonesia dikumandangkan dalam upacara, dan juga lagu 17 Agustus yang hanya terdengar setahun sekali itu.

Tapi itu dulu.

Sekarang nampaknya sudah tidak segegap gempita dulu. Apakah ini pertanda rasa nasionalisme yang menurun?

Meski definisi nasionalisme sendiri masih dipertanyakan bahkan oleh koh purba ini, namun ada sesuatu yang berbeda dengan masa lalu dalam menghadapi hari kemerdekaan.

Di diskusi radio yang aku dengarkan selama perjalanan pagi tadi, salah satu cara mengukur tingkat nasionalisme bangsa ini adalah ketika dihadapkan dengan bangsa lain. Misalnya saat pertandingan sepak bola piala asia kemaren, semangat nasionalisme dan perasaan cinta tanah air dari berbagai elemen bangsa akan muncul.

Atau saat ajang olimpiade biologi di Kanada, dimana tim Indonesia meraih medali emas. Di sana bendera merah putih dikibarkan, menandakan masih kuatnya nasionalisme tim itu membawa nama Indonesia.

Pada masa kemerdekaan dulu, semangat nasionalisme terlihat jelas karena ada bangsa lain yang sedang dihadapi dalam perang.

Kalo masa sekarang, hanya pada even tertentu saja.

Tapi gimana dengan hari kemerdekaan, namun masang bendera saja telat, benderanya lusuh karena sudah lama dicari dan ketemu di bawah jemuran, lalu diikat pada sebatang bambu kusam yang tidak seberapa tinggi, diikat dengan seutas kawat, nempel pada pagar besi. Seperti terlihat di bawah ini:



Anyway, Dirgahayu Republik Indonesia, aku bangga jadi wargamu.

August 10, 2007

Matikan HP Plis

Manusia adalah tempat salah dan lupa.
Tapi kalo salah terus, itu berarti sengaja.
Dan kalo lupa terus, itu berarti sengaja.

Sudah kesekian kalinya, hampir setiap sholat jum'at selalu ada HP yang bunyi.

Kenapa harus saat sholat? kok gak pas ketika masih khotbah aja?
Lebih ideal lagi kalo sebelum masuk masjid HP di-silent, atau lebih baik lagi di-turn-off, sediakan waktu buat Tuhan.

Sudah jelas tertulis di atas pintu masjid tulisan hitam di atas putih: "Matikan Handphone"

Kalo soal mengganggu, bagiku sih tidak mengganggu, aku masih bisa khusyuk kok, meskipun dengan jelas terdengar deringan ringtone berulang-ulang sampe kemudian mati dengan sendirinya. (lho, ngaku khusyuk tapi masih perhatikan bunyi HP).

Tapi bagi orang lain, bisa jadi bunyi yang berulang-ulang itu mengganggu konsentrasi sholat. Yang tadinya membayangkan siksa neraka malah mbayangkan ringtone itu bawaan HP apa ya, Nokia apa Siemens?

Masih untung selama ini ringtone yang bunyi standar semua, ndak ada yang pake Kucing Garong atau Atas Nama Cinta atau sejenisnya. Bisa keringat dingin tuh yang punya.

Lagian orang yang nelpon itu apa ndak mikir, bahwa yang ditelponnya sedang dalam masa jum'atan? Mbok ya dipikir.

*lagi sensi*

August 6, 2007

Ketika Media Hanya Kejar Berita

Belum lama ini ramai dibicarakan tentang penemuan menggemparkan yang dilakukan oleh KRMT Roy Suryo, mengenai ditemukannya rekaman video dan lirik asli lagu Indonesia Raya yang terdiri dari 3 stanza, yang katanya berhasil ditemukan di servernya negara Belanda sana.

Banyak media yang memblow-up berita ini sebagai sesuatu yang wuah, dan banyak pula masyarakat Indonesia yang berterimakasih kepada yang terhormat ahli telematika bapak KRMT Roy Suryo. Salah satunya ada di rubrik Opini kolom Gagasan Jawapos hari ini, Senin 6 Agustus 2007, halaman ke-4.

Tidak ada yang salah dengan semua ini, malah seakan mencharge kembali semangat patriotis kita dalam bela negara.

Tapi gerah rasanya, menyaksikan betapa masyarakat kita mudah dibodohi oleh media, dan para media yang hanya kejar berita, dan pakar telematika yang kejar pesona.

Sebelum penemuan ini diekspose oleh media (paling tidak aku sudah baca di 4 media besar: Detik, Jawapos, Media-Indonesia dan OkeZone) sudah jauh hari video yang katanya ditemukan di server Belanda itu, sudah bergentayangan di YouTube, dan tentu saja sudah ribuan masyarakat kita yang melihatnya.

Sedangkan mengenai lirik Indonesia Raya yang ada 3 stanza itu, banyak yang menyatakan sudah mengetahuinya sejak SD!

Tahun 2005 malah sudah pernah ditampilkan di blognya Jay, dan juga di milis ini.

Jadi apanya yang penemuan dan penelitian sampai ke Belanda?
Dan karena dalam statemennya ikut membawa nama Yayasan Air Putih, seakan penelitian ini hasil kerjasama dengan yayasan tersebut.

Link-link berikut ini sebagai pendukungnya:
- Rekaman Asli Lagu Indonesia Raya Ditemukan di Belanda
- Roy Suryo Temukan 3 Versi 'Indonesia Raya'
- Klip Indonesia Raya Versi Pertama Ada di YouTube
- Indonesia Raya
- Air Putih Akhirnya Buka Mulut

Jadi, biarkan saja sang pahlawan kesiangan (pinjam istilahnya CEO Capoeng) akan terus berkoar, asalkan media informasi di negara ini tidak hanya kejar berita, tapi juga berfungsi sebagai filter informasi, tentu kejadian seperti ini dapat diminimalkan.

Dirgayahu Indonesia. Merdeka.

August 3, 2007

Kehabisan Solar

Kemaren aku pulang kantor sudah telat, tapi akhirnya lebih telat lagi karena si Taft mogok kehabisan solar.

Ini adalah mogoknya yang pertama kali karena kehabisan solar. Kalo mogok yang karena sebab lain sih sudah sering :p

Sempat berhenti beberapa kali di tengah jalan, lha mesin mati mendadak. Tapi kalo dibiarkan beberapa menit, bisa distarter lagi, jalan lagi, terus dapet beberapa puluh meter ke depan, eh mati lagi.

Klakson dan tatapan tanda tanya orang-orang yang lewat aku abaikan aja. Emangnya gue egp.

Gak mungkin aku dorong sendirian kan, lha yang pegang setir terus siapa.

Sampai depan kampus Widya Gama, aku keluarin dirigen dari bawah kursi, berisi cadangan air radiator. Airnya aku buang di trotoar (ampun deh, jorok dan ngawur, tapi sepi orang kok, daripada dibuang di aspal), lalu aku naik angkot ke SPBU terdekat. Agak sulit mencari angkot ABG di malam hari, sehingga perjalanan pulang-pergi lebih banyak dipake buat nunggu angkotnya.

Setelah berjuang memasukkan solar dari dirigen ke tangki tanpa corong, masuklah solar seharga 20 ribu minus yang kececer di aspal.

Dengan keberuntungan yang berlimpah, begitu distarter Taft langsung nyala. Alhamdulillah.

Lazimnya untuk golongan diesel, tidak sebegitu mudahnya menghidupkan mesin yang mati kehabisan solar. Gak seperti mesin yang menggunakan bensin, yang begitu diisi langsung bisa distart.

Dalam dunia solar dikenal istilah 'masuk angin', dimana ada udara dalam ruang pembakaran yang menyebabkan proses kompresi menjadi terhalang. Perlu dilakukan kegiatan memompa untuk membuang angin yang berada di situ. Kegiatan memompa ini selain membutuhkan waktu, yang terpenting adalah butuh tenaga dan semangat.

Dan tadi malam tidak diperlukan langkah itu.

Begitu bisa jalan, aku bawa Taft ke SPBU tadi. Aku tadinya mau isi full-tank, tapi menginjak angka 150 ribu kok masih lancar aja. Dan begitu mendekati angka 200 ribu aku minta dipaskan 200 ribu aja deh.

Kata orang kekar ini, tangki Taft fullnya adalah 50 liter. Kalo harga solar adalah 4.300, maka fullnya adalah 4.300 x 50 = Rp. 215.000. Kalo 200 ribu berarti sudah masuk ke 46,51 liter, dan itu masih belum full.
Sedangkan sebelumnya sudah aku isi sekitar 4 liter. Jadi bisa dipastikan bahwa saat mogok, Taft berisikan solar < 1 liter.

Edan tenan.

Padahal untuk solar, seperempat tangki adalah batas bahaya, harus segera diisi kalo tidak ingin mogok karena masuk angin.

Dan kenapa aku sampai kehabisa solar sampe segitunya? padahal _seingatku_ baru kemarin aku isi 50 ribu.

Penyebab utama adalah karena indikator status solar di dashboard itu tidak berfungsi dengan benar, karena ada kerusakan pada PCB di dalam dashboard. Tanpa status solar ini, bisanya hanya main kira-kira, apakah solarnya masih cukup atau tidak.

Beli PCB ini di mana ya? karena ke toko Mini Motor yang di Kota Lama yang katanya paling lengkap juga tidak ada.

Mesti berburu ke Surabaya nih kayaknya.

July 20, 2007

Klub Tipes

Pada hari ini, Jum'at 20 Juli 2007, diresmikan klub baru di kantor sini, namanya Klub Tipes.

Struktur Organisasi
KetuaVenus
Wakil KetuaVenus
SekretarisEndah
BendaharaVenus
Ketua HarianAnton Bunali
AnggotaAryo Sanjaya

Bagi yang berminat mendaftar harap menghubungi pihak terkait.

Sekian,

Makan-makan™



Empat orang ini termasuk pengidap tipes, dan akan hidup dalam bayang-bayang tipes. Harah kono.

Menurut rekan yang kerja di Prodia Malang, Eni Cahyono (nama belakangnya ngawur) tipes disebabkan oleh bakteri yang hampir setiap hari masuk ke dalam tubuh. Sebagai orang Indonesia, nyaris tidak dapat menghindari hal itu, terutama di Jakarta. Jika kondisi badan sedang tidak fit, maka sistem kekebalan tubuh akan terganggu dengan bakteri tersebut. Jadilah tipes.

Dan orang yang sudah pernah kena tipes, akan lebih mudah terkena kembali dibandingkan jika belum pernah kena sama sekali. Maka dari itu, empat orang di atas itu harus lebih waspada, kalo tidak ingin kembali ke ranjang opname. (padahal cuman Endah yang sempat diopname)
Dan memang, keempatnya bukan cuma sekali terkena tipes.

Kalo dari aku sendiri, jangan sampai bertemu dengan masakan yang amat sangat pedes sekali seperti sedia kala. Karena menurut Eni, tipesku bakal kumat lagi kalo kena itu.

Dia juga mengomentari tentang hasil tes laboratorium tempat dimana aku diperiksa. Dalam surat keterangannya, dokter menyatakan aku positif tipes karena titer widal-ku mencapai 1/160. Padahal hal tersebut belum tentu positif tipes. Dan setelah aku cari-cari artikel, ketemulah artikel Sekali Lagi Mengenai Test Widal Untuk Tifus.

Kesimpulannya, aku memang dulunya kena tipes, tapi hasil tes widal itu masih banyak kemungkinannya, bisa tipes, DB, dsb.
Lah yang periksa di laboratorium saja belum pasti, apalagi yang cuma katanya-katanya.

Karena itu, pesan untuk ketua klub tipes dan para membernya, kalo mengalami gejala seakan-akan tipes, jangan main diagnosa sendiri, cari-cari obat sendiri. Emangnya tubuhmu bisa di-recovery from backup?

July 19, 2007

Grin Ti Bersemut

Teh hijau sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena bahan yang dikandungnya dipercayai mampu mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan, lebih awet muda, dan sejenisnya. Maka dari itu disarankan untuk rajin mengkonsumsi teh hijau ini.

Begitu juga aku, tapi minumnya yang botolan, yang instan banget. Gak yakin deh kalo kandungan zat-zat tadi masih bersemayam di situ.

Meski gak yakin, tetep aja enak diminum. Sosro green-t adalah minuman favoritku selain kadang Mizone yang setia menemani di sebelah meja kerja. Beli pagi habis sore.

Namun ada yang aneh dengan green-t hari ini, yaitu ada semut terkapar di bagian dalam tutup botolnya.

Ini bukan kali pertama terjadi. Dulu sewaktu ke Bali, di Uluwatu aku beli green-t untuk minum sambil liatin monyet-monyet. Pas botolnya aku buka, lha kok ada 2 semut di dalamnya, meninggal berdua di bagian dalam tutup botol. Tragis.

Waktu itu aku gak begitu mikir, paling juga karena aku manis makanya semutnya nguber aku, terus nyemplung di botol. Kasian.

Lha kejadian kok berulang hari ini, aku nemu 2 semut lagi di dalam botol. Apa-apaan.

Menurutku ada 2 kemungkinan:
  1. Semut masuk botol sebelum minuman dikemas. Ini artinya Quality Control pabriknya kurang, atau tempat pengemasannya kurang higienis.
  2. Semut masuk setelah keluar dari pabrik, entah itu di gudangnya atau di tokonya. Berarti segel dan pengaman botolnya tidak aman. Lha semut aja bisa masuk, apalagi bakteri dan para gengnya.
  3. Ini kemungkinan bonus, bahwa itu adalah peringatan bagiku untuk mengurangi minuman instan. Dicontohkan dengan kematian si semut.
Entahlah, berhati-hati saja.

Ini skrinsut mayat semut (2 titik hitam dalam tutup botol):

July 18, 2007

Fear Factor di Jalanan

Lagi-lagi soal jalanan, tempat yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, yang harus dilewati kalo ingin berpindah tempat, dan tempat yang tidak dapat ditempati untuk tempat tinggal.

Hampir tiada hariku tanpa melewati jalanan. Baik itu hanya sekedar beli galon akuwa di toko depan rumah, atau ketika ke masjid di belakang rumah.

Pergi pulang kerja, ngapel, belanja, de el el, selalu melewati jalanan. Maka tidak berlebihan kalo jalanan dikategorikan sebagai kebutuhan primer manusia. Makanan dan minuman datangnya juga lewat jalanan kan? Mosok mau makan singkong di kebun sendiri terus?

Meski jalanan sudah menjadi kebutuhan primer, namun pak SBY mengatakan resiko berkendara lebih besar daripada resiko menjadi tentara. Entah itu berlaku di seluruh dunia, atau hanya di Indonesia saja, atau di Malang saja?

Semakin lama aku perhatikan betapa semakin parah tingkat disiplin, etika dan kemampuan pengendara sepeda motor di jalanan. Plus jumlah kendaraan yang setiap waktu selalu bertambah.

Yang aku soroti dalam hal ini adalah perilaku pengendara sepeda motor, karena aku rider (atau biker? bingung dengan penjelasan Yudha NeoGats) jadi lebih sering bersinggungan dengan sepeda motor. Namun pengendara mobil juga tidak sedikit yang kurang ajar.

Lanjutkan membaca "Fear Factor di Jalanan" »

July 17, 2007

Perbarui Blog Engine

Sekian lama absen dari dunia blogging *weleh, belum juga ada 2 minggu* sudah banyak yang menanyakan kenapa blog ini gak pernah diupdate lagi. Jawabanku simple: lagi error

Syukur kalo yang aku jawab begitu menganggap yang error itu blognya, lha kalo dikiranya yang error itu aku? lak kasian aku.

Anyway, blog ini baru saja diperbarui engine-nya *bukan ganti engine*. Rencananya memang akan ganti ke Wordpress, tapi sayang desainer yang menjanjikan konversi desain mahesajenar.com ini menjadi themesnya Wordpress sedang sakit tipes, radang paru-paru dan menderita pikun, ninggalin motornya di parkiran dengan kunci masih nempel.

Lanjutkan membaca "Perbarui Blog Engine" »

July 5, 2007

Makan Siang Kantor

Sudah terhitung satu bulan lewat beberapa hari, sejak terakhir kali aku menggunakan fasilitas makan siang di kantor. Dan sejak saat itu selalu keluar cari makan di warung sekitar PBI, sampai kisaran terminal Arjosari.

Ada beberapa keuntungan dengan makan di luar kantor:

  • lebih banyak pilihan jenis makanan
  • lebih bebas mau makan berapa piring. sekalian piringnya kalo mau.
  • dapat sejenak berganti suasana, tidak melulu melihat orang-orang berwajah monitor
  • dapat kenalan baru, minimal tukang parkirnya

Di samping itu, ada juga kerugian:

  • saat sedang malas keluar, ya gak makan siang
  • mesti sediakan budget tambahan buat makan di warung

Sampai saat ini belum pernah ada yang menanyakan kenapa aku tidak pernah makan siang di kantor lagi. Ya ya, siapa juga yang mau peduli, hihihi. Atau pada sungkan kalo mau bertanya?

Alasanku hanya aku ceritakan dengan programmer satunya, si A, yang sudah lebih duluan tidak pernah makan di kantor. Dengan kata lain, semua programmer (meskipun cuman 2 orang) sekarang tidak ada yang makan di kantor.

Kalo si A, dia tidak tahan dengan ketidakbersihan lingkungan dapur dan juga pemasaknya.

Lanjutkan membaca "Makan Siang Kantor" »

June 29, 2007

Mawar Berbuah

Saat terbersit kata mawar, maka yang ada adalah gambaran tentang bunga merah yang merekah indah dan cerah. *berima euy*

Bunga mawar, bisa berwarna merah atau putih, pink, kuning atau kombinasinya. Kalo biru sih -katanya- hanya legenda, sebagai simbol kenangan.

Tapi baru kemarin aku tau, kalo mawar juga berbuah!

Awalnya sih hanya sekedar percaya, lha wong yang ngomong gitu -calon- sarjana pertanian Unibraw. Tapi kemudian aku jadi penasaran, gimana sih buahnya mawar?

Hasil aku googling, gak nemu info tentang buah mawar. *emang bukan dunianya kali ya*

Temenku itu, sebut saja namanya Ani (bukan nama sebenarnya, karena nama sebenarnya Winda), meyakinkan bahwa mawar bisa berbuah karena skripsinya adalah tentang pembuahan mawar. Eh, bukan, tapi karena mawar juga punya organ reproduksi.

Meskipun sekarang mawarnya dia belum berbuah, tapi dia yakin memang bisa. Bahkan buahnya bisa diekstrak untuk dijadikan minuman.

Dan sebelum mawarnya dia berbuah, dia gak bakalan lulus skripsinya.

Owalah Wind, kelulusan skripsi kok bergantung pada berbuahnya mawar. Lha gimana kalo mawar yang kamu pilih itu mandul?

Good luck deh.

*karena penasaran pada bentuknya, aku uploadkan foto -yang-mirip- buah mawar di depan rumahku*

*katanya temenku sih itu kelopak mawar yang kering, bukan buah :( *

*masih penasaran sama bentuk buah mawar yang asli*

 

 

June 23, 2007

Tipi USB dan Rekaman MotoGP

Karena aku gak punya tipi dan tidak ingin ketinggalan info kekerasan di negeri ini *duh* maka aku memutuskan beli tipi. Namun karena hidupku yang mobile dari sini ke sana, jam segini gak mesti di sini, maka akan sia-sia kalo beli tipi beneran.

Kapan lalu beli tipi USB Elgato eyeTV Hybrid, dari IndoWebStore.com. Dan karena aku adalah member id-mac, makanya mendapatkan potongan harga. Pokoknya 2.3 juta sudah sampai di tempat tujuan. Di web lain bisa nyampe 2.5 juta. Makasih Pak Iwan *wink*

Dengan tipi USB kecil ini (sebesar flashdisk jaman dulu), bisa nonton tipi melalui Macbook kapanpun dimanapun, asal ada sinyal tipi yang ketangkep sama antenanya yang juga mungil.

Bisa dengerin tipi di kantor (bukan nonton, soale monitornya buat kerja).

Bisa merekam acara menarik dan langsung burning ke VCD/DVD. (Harus pake Toast).

Salah satu efek dari punya tipi ini adalah, bisa merekam pertandingan MotoGP!

Meskipun sudah 3 kali kejadian, bahwa setiap kali tak rekam Rossi selalu kalah, tapi Rossi tetaplah rajanya MotoGP.

*bagi yang mau mengkopi rekaman MotoGP sesi Perancis, Italy dan Spanyol, datang ke tempatku bawa DVD blank dan kue donat.

June 15, 2007

Laporan ke Bali

Karena laporane sangat panjang dan membosankan *sadar diri*, maka sekalian saja aku bentuk menjadi format yang membosankan juga, yaitu berbentuk skripsi, hihihi.

 

Lanjutkan membaca "Laporan ke Bali" »

June 6, 2007

Plagiarisme (Lagi)

Doh, topik yang basbang. Tapi gak bisa nahan buat nggak nulis :D

Telah banyak kasus plagiarisme di pertelevisian Indonesia, mulai dari yang nyontek sampai dengan yang njiplak (emang beda?).

Yang dirasa paling heboh adalah plagiarisme sinetron Buku Harian Nayla oleh RCTI.

Kemaren saat nonton tipi di rumah Phi, dipaksa nonton sinetron (karena remotenya dipegang Phi cs). Baru sampai beberapa adegan, aku serasa kenal dengan skenarionya. Begitu juga dengan Phi, karena kita pernah nonton film aslinya. 

Sinetron yang di SCTV berjudul Romantika Remaja, bener-bener persis dengan jalan cerita film John Tucker Must Die. Silakan tonton keduanya, dan saksikan betapa persis jalan ceritanya, bahkan sampai ke detail-detailnya.

Udah gitu aja. *sigh*

 

 

johntuckermustdie.jpg

 

vs

 

romantikaremaja.jpg

 

May 31, 2007

100% Bebas Asap Rokok

Kepada: pengelola tempat-tempat umum

Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.

Tertanda,

Aryo Sanjaya

Sumber: priyadi.net 

 


Bukannya latah atau ikut-ikutan, bukannya gak ada bahan posting (minimal di folder draft masih ada), tapi emang aku prihatin banget, masih banyak yang 'tega' merokok di tempat umum, yang jelas mengganggu (baik disadari atau tidak) orang lain di tempat itu.

Asapmu bukan untukku! 

May 26, 2007

Kue Ultah Terkecil

di ultahku maksudnya, hihihi...

 

Makasih buat Phi. Semua kado itu dari dia, karena ultahku mulai dari tanggal 17 sampai 26 Mei ;))

May 25, 2007

Miskol Mbuh

Masih berhubungan dengan SMS Mbuh yang dulu, tapi sudah tidak berupa SMS lagi.

Mulai dari aku tidak mau membalas SMS dan mengangkat telponnya, sampai menit terakhir tadi, 'dia' rajin miskol.

Pagi 2 kali, siang 2 kali, sore, malam, dan yang pasti: tengah malam, sekitar jam 1 jam 2.

Awalnya memang niatnya baik, yaitu mengingatkan aku untuk sholat malam. Pernah telponnya tak angkat, tapi di sana hanya diam saja.

Ok, sampai saat ini aku memang tidak pernah meminta agar 'teror'nya ini dihentikan, karena aku memang tidak merasa terganggu. Hanya aneh saja, mosok dengan cara seperti itu dakwahnya? Aku rasa kalo orang lain setiap hari dimiskol seperti itu, akan terganggu juga.

Dan aku putuskan untuk mempublish nomornya, mungkin saja 'dia' bisa mendapatkan teman yang lebih banyak lagi untuk hari-harinya. 081615169369.  

May 15, 2007

The Log of The Journey

Note: ini sebenarnya bukan postingan blog, hanya catatan perjalanan perdana bersama si Taft, Malang - Demak PP. Daripada kasian postingan ini ada di folder draft sendirian selama beberapa hari, jadi tak posting aja ;))

Malang to Demak: 

  1. Berangkat jam 15:30 dari Malang, Rabu 9 Mei 2007, bersama Phi (Aprida), Penyu (Isdah) dan Pithes (Irfan). Ketiganya adalah Aries.
  2. Sesuai ritual, seperti biasanya isi bahan bakar dulu di SPBU Pendem, Junrejo, Batu.
  3. Jam 18:00 berhenti sebentar di Ngoro, Jombang, karena panel indikator suhu dan solar mendadak anjlok ketika lampu dinyalakan. Aneh deh. Tapi mesin dimatikan dan dinyalakan lagi, sudah kembali normal.
  4. Jam 17:30 berhenti di Rawon Iga Sapi, Perak, Jombang. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk makan dan pipis.
  5. Jam 19:00 sudah keluar Kertosono, mengalami gangguan di roda belakang sebelah kiri. Rupanya sekrup roda banyak yang kendor, nyaris lepas. Membahayakan!
  6. Di dalam kota Nganjuk, dikira dicegat polisi, tapi ternyata hanya dialihkan ke arah jalan lain karena ada Si Komo lewat. Sebagai info, sebelum berangkat, surat mutasi mobil masih belum jadi, dengan artian, perjalanan ini adalah tanpa STNK.
  7. Dengan berdebar melewati kawasan rawan di sepanjang hutan Caruban. Maksudnya rawan cegatan polisi.
  8. Jam 20:30 sampai di Madiun, mampir di SPBU untuk isi solar, dan baru diketahui bahwa radiator mengalami kebocoran hebat. Berhenti dulu untuk mengisi air radiator.
  9. Hampir keluar dari Jawa Timur, ketika mesin tiba-tiba mengalami overheat. Langsung parkir di pelataran rumah makan yang unknown, untuk memeriksa mesin. Radiator semakin parah bocornya, sampai kosong. Karena belum diketahui sumber masalahnya, kita hanya bisa isi air radiator sebanyak-banyaknya. Disinilah ada tragedi pembunuhan ikan mbolo (ikan kecil di air kolam), yang hampir ikut masuk ke dalam radiator. Isdah, kamu vandalis sejati!
  10. Nekat jalan, dan tepat di perbatasan Jatim-Jateng, air radiator habis lagi. Mulai dari jam 23 sampai 24 lebih sedikit kita sibuk ngurusi radiator bocor. Emm... yang sibuk sih Pithes dan Penyu, aku tidur dalam mobil.
  11. Setelah agak yakin, kita melanjutkan masuk Sragen.
  12. Pertama kali ketemu SPBU, kita cek lagi, dan benar, air kosong lagi. Tapi kali ini dapat diketahui penyebabnya, yaitu selang air ada yang kendor. Teknisi 3 (Isdah) dengan sigap segera pinjam obeng ke salah satu mobil yang juga berhenti di SPBU. Selang dibetulkan, penyakit radiator selesai.
  13. Setelah tidur beberapa menit, jam 02-an kita lanjutkan masuk kota Sragen. Kali ini Isdah yang nyetir mobil. Aku tidur.
  14. Bingung jalan menuju Purwodadi. Setelah tanya petugas SPBU yang kemudian disambung minta petunjuk ke tukang becak, kita kembali ke jalan yang benar. Setir kembali aku pegang. Isdah hibernate.
  15. Jam 03 lebih sekian, kita mulai masuk Purwodadi. Kendali mobil dibawa Isdah lagi, dengan gaya brutal melewati jalanan berombak di kawasan bukit Purwodadi. Ngantuk jadi hilang, tapi tetap bisa tidur.
  16. Jam 04 lebih, kita sudah meninggalkan Purwodadi, melewati Godong dan Dempet, lalu mendekati Demak.
  17. Jam 06 kurang, kita sudah sampai di kampung halamanku. Total 13 jam Malang Demak. New record.

Lanjutkan membaca "The Log of The Journey" »

May 2, 2007

Kopdar Perdana MPers Malang

Kopdar MPersHari Sabtu di-SMS sama Sin, ada kopdar MPers (pengguna Multiply.com) Malang, Senin 1 Mei jam 4 sore, di foodcourt Matos (Malang Town Square).

Padahal aku termasuk pengguna Multiply yang pasif. Punya account di sana cuman buat sharing MP3 dan foto-foto. Kadang aja iseng ngomentari blog-blog teman yang ID-nya masuk di Contact List-ku.

Namun atas dasar pertimbangan ekspansi komunitas, aku sanggupi untuk datang juga.

Senin sore, setelah pulang kantor langsung menuju Matos. Karena jalanan cukup macet, sekitar jam 5 baru nyampe di parkiran Matos. Sengaja parkir di lantai paling atas, biar bisa langsung masuk ke foodcourt. 

Karena aku nenteng tas ransel berisi laptop dan perlengkapannya, sewaktu masuk Matos aku dipanggil Satpam. Ah, sudah biasa, gak usah dibahas. Tasku dibuka dan diperiksa, baru kemudian dipersilakan masuk.

Sampai foodcourt belum tau mana MPers, lha belum pernah ketemu satupun dari mereka. Cuman pernah lihat fotonya Sin aja, itupun pose-nya miring semua ;)) *maap Sin, hihihi*

Pesan Es Teler, lalu duduk di meja kosong, kemudian SMS-an sama Sin, nanya di mana mereka ngumpul. Lha ternyata mereka duduknya deket dari mejaku, hehehe.

Setelah perkenalan kiri-kanan, gabung di komunitas itu. Liputan lengkapnya di blog Mbak Nina.

Pengguna Multiply di Malang sebenarnya banyak, namun belum ada wadah yang menghubungkan semuanya. So, MPers Malang, let's build the real community. 

April 25, 2007

Pendukung Mesin Pencari

SEO (Search Engine Optimization) adalah kegiatan yang berusaha menempatkan suatu website ke dalam posisi terbaik di hasil pencarian mesin pencari (search engine = SE) semisal Google, Yahoo, MSN, etc. Biasanya pelaku SEO adalah seorang webmaster, atau yang akhirnya menjadi webmaster karena SEO.

Sama halnya seperti loyer, kegiatan SEO juga 'kadang' menghalalkan segala cara untuk mencapai target. Maka kalau di dunia lawyer ada istilah Black Lawyer, di dunia SEO juga ada istilah Black Hat SEO.

Pada prinsipnya kegiatan SEO ini adalah hal yang bagus, bahkan wajib diperhitungkan oleh webmaster. Bagaimana cara mendapatkan posisi yang bagus di SE, tentu saja agar websitenya lebih sering ditemukan, diklik, dan pada akhirnya ramai dikunjungi.

Namun dalam prakteknya, banyak aktifitas SEO yang menyalahi aturan dari SE. Beberapa di antaranya:

  • Cloaking, membuat beberapa versi halaman website. Ada yang untuk search engine, ada yang untuk manusia. Jika website dibaca oleh crawler dari SE, content website dibuat semenarik mungkin, padahal kalau dibuka isinya kadang tidak berhubungan sama sekali.
  • Link Farm, membuat sekumpulan website yang kemudian saling me-link satu dengan yang lain, sehingga nampaknya website tersebut di-link oleh banyak website lain. Perlu diketahui bahwa semakin banyak website di-link (inlink), maka posisi website tersebut akan semaik baik di hasil SE. Tapi kalau menggunakan teknik ini kemudian diketahui oleh Google, maka seluruh groupnya akan dihapus dari SE.
  • Keyword Stuffing, menuliskan keyword sebanyak-banyaknya, yang tidak berhubungan dengan website itu sendiri. Atau menuliskan teks dengan warna yang sama dengan warna background, sehingga tidak terbaca oleh pengunjug, namun tetap diindex oleh SE. Hal ini yang sering membuat seorang pengguna SE menjadi kesasar.

Kegiatan SEO bahkan sudah menjadi usaha yang tetap, membantu suatu perusahaan dalam memperbaiki posisi website di hasil pencarian. Di Indonesia sendiri ada komunitas yang aktifitasnya berkisar mengenai hal ini, yaitu MasterSEO.

Menurutku ini adalah hal yang positif, karena untuk melakukan SEO diperlukan teknik dan pengalaman, sehingga kalau dibentuk menjadi komunitas, akan lebih mudah berbagi pengetahuan dalam SEO. 

Aku sendiri pernah mempelajari SEO, namun bukan dengan tujuan mendapatkan posisi terbaik di SE (meski dampaknya memang seperti itu). SE akan menempatkan website yang bagus ke posisi terbaik, maka dengan mengikuti aturan SEO, websiteku juga menjadi lebih bagus, dalam hal validasi Meta Keyword, Meta Description, Outbound/Inbound Links, Images, Heading, dan lain-lainnya.

Dari situ, websiteku sering menjadi nomor satu. Misalnya SMS dari PC.

Jadi kegiatan SEO menurutku tidak sesulit apa yang sering ditanyakan orang. Cukup buat website yang teratur, rapi, memiliki konten yang dibutuhkan orang, ramai dikunjungi kembali, berbagi link dengan website lain (yang natural, bukan dipaksakan), maka otomatis ranking di mesin pencari akan bagus.

Silakan baca Panduan bagi Webmaster

Namun jika menggunakan cara 'kiri', ini hal yang tidak baik. Perusahaan BMW Jerman pernah terkena getahnya karena menggunakan layanan ini. Data BMW sempat dihilangkan dari hasil pencarian Google.

Pertanyaan selanjutnya, kalau sudah ramai dikunjungi, tapi website yang dituju tidak ada isi yang menarik, lalu buat apa?

Apa ndak malu sendiri?

Kalau isinya bagus, berkualitas dan bermanfaat, bukankah otomatis akan ramai dikunjungi? 

Menurutku ini yang mendasari ketidaksamaan persepsi mengenai aktifitas SEO.

Semoga kegiatan ngadutrafik 2007 yang diselenggarakan oleh MasterSEO dapat diambil manfaatnya. Bukan malah menambah jumlah spammer dan junker baru, yang tidak tahu malu melakukan spamming ke email saudaranya setanah air, tidak punya malu memberikan komentar sampah ke blog atau bukutamu website orang lain, hanya demi menyebarkan link webnya.  

Referensi: SEO Menurut Google 

April 23, 2007

Checkpoint

Bukan sebagai target, hanya salah satu checkpoint kalo dalam istilah game.

Atau sebagai titik aman kalo dalam istilah Who Wants to Be a Millionaire

Spesifikasi:

  • Daihatsu Taft GT 4x4 1990 2.765cc 

 

Informasi selamatan ;))

 

April 16, 2007

Budi

Sebuah cerita fiksi:

---

Dalam sebuah kampung di pinggiran kota besar, tinggalah seorang pemuda bernama Budi (bukan nama sebenarnya, nama sebenarnya sih Toni).

Budi adalah perantau, sama dengan hampir seluruh warga kampung situ. Mereka semua memiliki pekerjaan yang beragam, mulai dari tukang becak, tukang ojeg, penjual bakso, pemulung, dsb, dan memiliki tingkat ekonomi bawah dari kalangan bawah. Budi sendiri bekerja di bengkel tetangganya. Penghasilan hanya habis untuk kebutuhan hidup.

Meski hidup dalam kondisi yang serba terbatas, namun warga kampung memiliki kekompakan yang tinggi, rukun dan saling membantu kalau ada yang mendapatkan kesulitan. Dan suasana itu sudah sejak lama terjalin.

Sampai pada suatu saat, kampung mereka mendapatkan bantuan pinjaman modal dari pemerintah, lewat kelurahan setempat. Modalnya tidak terlalu besar, namun cukup untuk memulai usaha baru, atau mengembangkan usaha mereka sekarang, dan yang terpenting adalah modal tersebut dapat dikembalikan tanpa bunga, dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Hampir semua warga mengambil pinjaman itu, termasuk si Budi.

Lanjutkan membaca "Budi" »