<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Mahesa Jenar</title>
      <link>http://www.mahesajenar.com/</link>
      <description>Urip Iku Ngunduh Uwohing Pakarti</description>
      <language>en</language>
	<meta name='ICBM' content="-7.9437, 112.5948" />
	<meta name="geo.position" content="-7.9437; 112.5948" />
	<meta name="geo.region" content="ID-MLG" />
	<meta name="geo.placename" content="Malang" />
      <copyright>Copyright 2010</copyright>
      <lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2010 14:25:44 +0700</lastBuildDate>
      <generator>http://www.sixapart.com/movabletype/?v=4.23-en</generator>
      <docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs> 

      
      <item>
         <title>Grup Legendaris: Nasida Ria</title>
         <description><![CDATA[<p>Semakin terlindas zaman, mungkin itulah nasib musik qosidah. Berbagi ruang dengan aliran musik baru, baik dalam maupun luar negeri, membuat musik ini lebih jarang terdengar.</p>
<p>Itu dibanding dengan masa kecilku dulu, saat hampir tiap hari terdengar musik qosidah, baik di rumah-rumah, di acara-acara tertentu, maupun di surau dan musholla. Sebegitu seringnya, sampai ada beberapa lagu yang lirik dan nadanya masih terpatri di otak hingga saat ini. Salah satu lagu favoritku adalah Tahun 2000 dan Kota Santri, dan masih hafal liriknya dari awal hingga akhir, padahal sudah puluhan tahun (1990-2010) tidak pernah mendengarnya.</p>]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2010/02/grup_legendaris_nasida_ria.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2010/02/grup_legendaris_nasida_ria.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Fri, 19 Feb 2010 14:25:44 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Bangsa Perekayasa</title>
         <description><![CDATA[<p>Jaman dahulu, masyarakat sering dengan mudahnya percaya dan manut saja apa kata penguasa. Yang tidak manut dihilangkan tanpa jejak. Atau dibuatkan skenario yang mana pada akhirnya masyarakat maklum dan ngikut saja apa kata sutradara ketika seseorang dieksekusi.</p>
<p>Namun di jaman ini, kecerdasan masyarakat sudah meningkat --sebanding dengan peningkatan jumlah kebodohan tentu saja. Tingkat kemampuan berpikir kritis sudah jauh lebih maju, didukung dengan pertukaran informasi yang sangat cepat. Skenario yang berusaha dibentuk oleh penguasa akan cepat ketahuan lobangnya.</p>
<p>Sayangnya hal tersebut kurang disadari oleh penguasa. Ato mungkin disadari, namun mau gimana lagi. Akhirnya skenario yang bobrok dan tambal sulam tetap dipaksakan. Rekayasa harus tetap jalan. Logika hukum dan kepatutan norma sudah tidak dipertimbangkan. Pokoknya™</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2010/02/bangsa_perekayasa.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2010/02/bangsa_perekayasa.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 20:04:40 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Memilih Dokter Anak</title>
         <description><![CDATA[<p>Ketika si kecil sakit, orang tua bukan hanya ikut merasakan sakitnya, namun lebih jauh lagi akan merasa kasihan, merasa ingin menggantikan sakitnya, dan yang lebih utama adalah merasa khawatir.<br/>Tersiksa sendiri.</p>
<p>Dalam kondisi seperti itu, maka langkah apapun akan dilakukan, uang berapapun akan dikeluarkan, termasuk membawa anak ke dokter spesialis terbaik.</p>
<p>Namun bagaimana jika dokter yang diharapkan menjadi pahlawan, justru membelokkan harapan itu?</p>
<p>
Pertama kali ke dokter anak adalah ke dokter W yang praktek dekat rumah. Saat itu Naza sedang sakit pilek dan sesak nafas. Oleh dokter, Naza hanya diperiksa sekilas, dan memberikan vonis bahwa Naza terkena asma.</p>]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2010/02/memilih_dokter_anak.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2010/02/memilih_dokter_anak.html</guid>
         <category>Parent</category>
         <pubDate>Sat, 06 Feb 2010 14:08:11 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Ada Yang Salah Di Negeri Ini</title>
         <description><![CDATA[<p>Jalanan macet dan penuh, tetapi lomba target penjualan kendaraan bermotor semakin merajalela. Pengurusan dan pengontrolan SIM sangat buruk sehingga mempercepat pertumbuhan driver dan rider bego di jalanan.</p>
<p>Pengadilan dan penjara sudah menjadi rahasia umum bukanlah suatu tempat untuk mendapatkan keadilan dan hukuman. Para pembela HAM dan pemberantas korupsi rawan berakhir dengan racun arsenik atau difitnah selingkuh dan terancam hukuman mati.</p>]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2010/02/ada_yang_salah_di_negeri_ini.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2010/02/ada_yang_salah_di_negeri_ini.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Fri, 05 Feb 2010 17:06:57 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Sunan Kalijaga dan Gus Dur</title>
         <description><![CDATA[<p>Dari sekian banyak para Wali yang dikenal di Tanah Jawa, mungkin Sunan Kalijaga adalah yang paling masyhur. Selain karena beliau adalah Wali asli dari Tanah Jawa (Tuban), kemasyhuran tersebut tidak lepas dari kedekatan beliau dengan rakyat jelata. Sunan Kalijaga tidak membuat sekat tersendiri berupa pesantren atau sejenisnya seperti Sunan yang lain. Bagi beliau, hamparan kehidupan ini adalah pesantren, dan masyarakat adalah santri yang harus dibimbing.</p>
<p>Di samping itu, beliau membidangi (dalam lembaga Walisongo) hal yang digemari masyarakat Jawa saat itu, yakni dunia mistis.</p>
<p>Banyak peninggalan beliau yang masih lekat dengan dunia mistis, misalnya Wayang Kulit, <a href="http://www.mahesajenar.com/2005/09/kidung_purwajati.html" title="Kidung Purwajati">Kidung Purwajati</a>, Gamelan, dan seterusnya, yang masih hidup di masyarakat Jawa hingga kini. Juga beberapa 'lagu' tenar semacam lagu Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.</p>
<p>Sebagai orang Demak, tempat beliau akhirnya bersemayam, banyak sekali aku dengar cerita mengenai beliau, baik yang dapat dipertanggungjawabkan maupun yang nganeh-nganehi, bahkan ada yang meyakini bahwa sampai saat ini Sunan Kalijaga masih sugeng, tentunya dalam alam berbeda, dan masih sering menemui orang yang ingin ditemuinya.</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2010/01/sunan_kalijaga_dan_gus_dur.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2010/01/sunan_kalijaga_dan_gus_dur.html</guid>
         <category>Rangga</category>
         <pubDate>Tue, 05 Jan 2010 13:30:47 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Naite: HP Imut Nan Kaya Fitur</title>
         <description><![CDATA[<p>
<img src="http://www.sonyericsson.com/cws/file/1.657873.1253092734!translation/image/Sony-Ericsson-Naite.jpg" align="left" alt="Naite" hspace="8" vspace="8" />
Sudah genap seminggu ini aku menggunakan HP <a href="http://www.sonyericsson.com/cws/products/mobilephones/overview/naite?cc=id&amp;lc=id">SonyEricsson Naite</a>™ GreenHeart™, hadiah dari 2 cewek tercinta, yang diam-diam membelikan HP ini dan membuat seakan-akan itu paket datang dari seseorang. Setelah paket dibuka, ternyata berisi HP hadiah dari mereka berdua.</p>
<p>Ternyata mereka kasian melihat HP-ku yang butut karena sudah terlalu lama untuk usia HP. Memang sengaja aku pertahankan <a href="http://www.mahesajenar.com/2006/03/the_replacer_k750i.html">HP lama ini</a>, karena meskipun sudah butut, namun tidak pernah rusak. Meskipun kondisi fisiknya hancur karena sering salto di aspal, sampai harus beberapa kali ganti casing+keypad, tetapi teknologi di dalamnya masih mampu mengikuti trend saat ini. Facebook, Twitter, Email, semua dapat diatasi dengan <a href="http://www.opera.com/mini/">Opera Mini™</a>.</p>
<p>Tapi mungkin alasan yang sebenarnya kenapa belum ganti HP adalah karena tidak tersedia anggaran untuk itu, hihihi.</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/12/naite_hp_imut_nan_kaya_fitur.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/12/naite_hp_imut_nan_kaya_fitur.html</guid>
         <category>Narsis</category>
         <pubDate>Mon, 21 Dec 2009 16:41:28 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Petruk Jadi Dukun</title>
         <description><![CDATA[<p>Sudah lama tidak mendongeng di blog, jadi inilah saatnya mendongeng. Diceritakan ulang dari lakon wayang kulit berjudul Petruk Dukun.</p>
<p>------------------------------------------<br /></p>
<p>Alkisah, suatu ketika semua senjata di kerajaan Amarta, tempatnya para Pandawa, mendadak raib tanpa bekas. Sudah dicari kemana-mana tidak juga ditemukan. Sampai akhirnya mereka meminta bantuan kepada saudara mereka, yakni para Kurawa.</p>
<p>Kurawa, atas pengaruh Durna, bukannya membantu malah menganggap keadaan ini sebagai kesempatan untuk menyerang Pandawa. Maka disusunlah rencana penyerangan. Meskipun Pandawa menjadi sakti karena persenjataan yang dimiliki, namun banyak pula ksatria Amarta yang sakti meski tanpa senjata, misalnya Antasena dan Antareja dengan kekuatannya. Karenanya perlu dipersiapkan kekuatan secara fisik untuk menghadapi Pandawa.</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/12/petruk_jadi_dukun.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/12/petruk_jadi_dukun.html</guid>
         <category>Cerpen</category>
         <pubDate>Mon, 07 Dec 2009 11:13:11 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Alasan Tidak Sholat</title>
         <description><![CDATA[<p>Ada seorang teman, masih muda, belum nikah meski sudah waktunya, dan belum memiliki pekerjaan tetap.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol sama dia, dan tiba pada pertanyaan: "kenapa tidak pernah sholat?" Padahal menurutku keluarganya cukup agamis.</p>
<p>Dia menjawab bahwa dia kecewa pada Tuhan, pada suatu hal yang bikin dia marah, dan memutuskan untuk menolak sholat.</p>
<p>Bagi sebagian orang alasan temenku itu tentu sangat debatable. Namun aku tidak tertarik untuk mendebat atau menasehatinya, hanya menanggapi dengan cerita mengenai indahnya sholat.</p>
<p>Menurutku dia masih ada kemungkinan untuk sholat pada suatu saat nanti, setelah dia menemukan "jawaban" atas kemarahannya pada Tuhan.</p>
<p>Yang aku anggap lebih parah justru mereka yang tidak ada kemarahan pada Tuhan, orang yang yakin dan selalu setuju bahwa sholat itu wajib dilakukan, namun tidak tau mengapa dia tidak juga sholat.</p>
<p>Mereka yang ditanya apakah sholat itu wajib, mantap menjawab: iya. Tapi tidak sholat.</p>
<p>Dan setauku, orang jenis ini yang justru lebih banyak beredar.</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/11/alasan_tidak_sholat.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/11/alasan_tidak_sholat.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:33:45 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Kiamat 2012</title>
         <description><![CDATA[<p>Q: Bagaimana jika kiamat benar datang tahun 2012?</p>
<p>A: Maka waktu kita tinggal <span id="div_sisawaktu"></span>
</p>

<script type="text/javascript">
setTimeout("cekDetik()", 1000);

function cekDetik()
{
	var time = new Date();
					
	var sisadetik = 1355936400000 - time.getTime();
        var remains = "";	
	var tahun = Math.floor(sisadetik / 31536000000);
	sisadetik %= 31536000000;
	var bulan = Math.floor(sisadetik / 2592000000);
	sisadetik %= 2592000000;
	var hari = Math.floor(sisadetik / 86400000);
	sisadetik %= 86400000;
	var jam = Math.floor(sisadetik / 3600000);
	sisadetik %= 3600000;
	var menit = Math.floor(sisadetik / 60000);
	sisadetik %= 60000;
	var detik = Math.floor(sisadetik / 1000);
	if (tahun > 0) remains += tahun + " tahun ";
	if (bulan > 0) remains += bulan + " bulan ";
	if (hari > 0) remains += hari + " hari ";
	if (jam > 0) remains += jam + " jam ";
	if (menit > 0) remains += menit + " menit ";
	if (detik > 0) remains += detik + " detik ";

    document.getElementById("div_sisawaktu").innerHTML = remains;
    setTimeout("cekDetik()", 1000);
}
</script>]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/11/kiamat_2012.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/11/kiamat_2012.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Sat, 14 Nov 2009 18:21:40 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Theme Song Mahesa Jenar</title>
         <description><![CDATA[<p>Saat bersih-bersih dan menata ulang ribuan folder yang malang melintang tak tentu arah, aku menemukan file MP3 yang menceritakan tentang sosok Mahesa Jenar. Aku rasa ini cukup aneh, karena koleksi MP3 bagian lagu jawa sudah lama sekali tidak diupdate, berarti sudah lama sekali aku punya file itu. Dan tidak menyadari bahwa itu adalah <i>theme song</i> Mahesa Jenar. Ini juga berarti aku tidak tau dari mana file itu aku dapat.</p>
<p>Lagu ini bergenre keroncong(?), penyanyi tidak diketahui, namun sekilas mirip suara Waljinah. Dan sudah aku <a href="http://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.htmlhttp://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.htmlhttp://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.html" title="Mahesa Jenar">upload di 4shared</a>. Silakan kalo berkeinginan download.</p>
<p>Berikut ini syair dari lagu tersebut, yang dengan susah payah aku dengarkan karena menggunakan bahasa yang tidak sehari-hari digunakan. Mohon koreksi lirik dan artinya:</p>
<blockquote>
<p>Kaloking ra pilih tanding, Maheso Jenar<br />
Satriyo ing Pengging<br />
Satriyo didgyo lelono<br />
Ngupoyo sabuk inten nogo sosro</p>
<p>Tansah marbrenggo beboyo, Maheso Jenar<br />
Bakti mring negoro<br />
Mandap jurang nasak wono woso<br />
Kayungyun hyuwanane roso</p>
<p>Poro kang ambeg angkoro memalangi sedyo utomo<br />
Nanging pinasti lebur musno ketiban aji sosro birowo</p>
<p>Nora pamrih kalenggahan, Maheso Jenar<br />
Wani kataniris<br />
Ngeronce atine asmoro kelawan wong ayu dyah Roro Wilis</p>
</blockquote>
<p>Terjemahan (xxx berarti aku tidak tau artinya :P )</p>
<blockquote>
<p>xxx tidak pilih tanding, Mahesa Jenar<br />
Ksatria dari Pengging<br />
Ksatria sakti yang berpetualang<br />
Mencari keris Naga Sasra dan keris Sabuk Inten</p>
<p>Selalu menemui mara bahaya, Mahesa Jenar<br />
Berbakti kepada negara<br />
Turun jurang dan menyisir hutan<br />
xxx xxx rasa</p>
<p>Para penjahat berusaha menghalang-halangi langkahnya<br />
Namun mati hancur terkena ajian Sosro Birowo</p>
<p>Tidak punya pamrih kedudukan, Mahesa Jenar<br />
Berani xxx<br />
xxx hatinya terkena asmara pada wanita cantik bernama Roro Wilis</p>
</blockquote>
<p>Bagi siapapun penyanyi dan pencipta lagu ini, saya haturkan terimakasih.</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.html" title="Download Mahesa Jenar">Download Link</a></p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/10/theme_song_mahesa_jenar.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/10/theme_song_mahesa_jenar.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Fri, 23 Oct 2009 18:29:18 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Heran dan Kaget</title>
         <description><![CDATA[<p>Menurut <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/" title="Kamus Besar Bahasa Indonesia">KBBI</a>:</p>
<table border="1" width="100%">
  <tbody>
    <tr>
      <td>
        <p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"><b>he·ran</b> /héran/ <i>a</i> <b>1</b> merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: <i>saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah;</i> <b>2</b> aneh; ajaib: -- <i>, dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar;</i></p>

        <p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"><i><b>ka·get</b> /kagét/</i> a terperanjat; terkejut (krn heran): <i>Ibu sangat -- ketika mendengar berita tt kematian adiknya</i>;<br />
        <b>me·nga·get·kan</b> <i>v</i> membuat (menyebabkan) kaget; mengejutkan; dng tiba-tiba datang (menyerang dsb): <i>tembakan itu ~ penduduk</i>;<br />
        <b>ke·ka·get·an</b> <i>n</i> perihal kaget<br /></p>
      </td>
    </tr>
  </tbody>
</table><br />
<p>Menurut saya:<br />
heran = ketidakmampuan memahami sesuatu dengan data yang dimiliki<br />
kaget = ketidaksiapan menerima sesuatu hal yang terjadi</p>
<p>Heran dan Kaget adalah kondisi wajar setiap manusia. Hal ini karena terbatasnya kemampuan manusia untuk menyerap dan menyimpan informasi dari alam semesta yang begitu luas, dan kejadiannya yang begitu kompleks, sehingga akan selalu ada hal baru yang tidak dikenali otak.</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/10/heran_dan_kaget.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/10/heran_dan_kaget.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Tue, 20 Oct 2009 18:03:36 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Telkomsel Keterlaluan</title>
         <description><![CDATA[<p>Sejak awal, citra Telkomsel sangatlah bagus. Bahkan bagiku, Telkomsel termasuk market leader provider seluler di Indonesia. Kalo bicara motor, Honda adalah nomor 1. Kalo soal search engine Google nomor 1, dan soal provider seluler, Telkomsel nomor 1.</p>
<p>Tapi sungguh tidak dapat dipercaya Telkomsel melakukan tindakan brengsek seperti ini.</p>
<p>Baiklah, secara hukum dan klausul kontrak, mereka berhak mengubah syarat dan ketentuan fair usage. Namun upaya <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/09/16/071538/1204437/328/alasan-telkomsel-sunat-kuota-bandwidth">penurunan fair usage Telkomsel Flash</a> dari 2GB yang ada di awal kontrak menjadi 500MB adalah sangat keterlaluan.</p>
<p><b><br /></b></p>
<p><b>Abusive User</b></p>
<p>Alasan yang dikatakan Telkomsel adalah bahwa langkah tersebut diambil karena banyak <a href="http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id138405.html">abusive user</a> (penyalahgunaan bandwidth) sebanyak 3% (<a href="http://www.detikinet.com/read/2009/09/16/071538/1204437/328/alasan-telkomsel--sunat--kuota-bandwidth">awalnya ngaku 10%</a>).</p>
<p>Namun jika ditinjau, adanya abusive user adalah masalah internal Telkomsel. Itu ketidakbecusan mereka menjaga trafficnya dari abusive user. Kok pelanggan lain (semua pelanggan lain tepatnya) yang dikorbankan. Ini jelas alasan goblok.</p>
<p>Kenapa bukan abusive user itu saja yang diberantas?<br />
Harusnya abusive user itu yang dicekik ketika sudah melewati batas fair usage.<br />
Telkomsel tidak dapat mengetahui siapa saja yang melakukan abuse? Sekali lagi, itu ketidakmampuan mereka. Pakai tenaga ahli, pecat yang sekarang. Bukan malah pelanggan yang dikorbankan.</p>
<p>Simplenya, 3% abuse dan 97% lainnya ikut dihukum. Padahal kita tidak tau siapa yang 3% itu. Padahal kita bayar kontrak untuk 2GB.</p>
<p><b><br /></b></p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/10/telkomsel_keterlaluan.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/10/telkomsel_keterlaluan.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Fri, 02 Oct 2009 20:05:17 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Learning or Doing</title>
         <description><![CDATA[<p>Seringkali, seseorang bermaksud menguasai ilmu tertentu, namun akhirnya terhenti di <span style="text-decoration: underline;">hanya mempelajari saja</span>. Meskipun sudah mengumpulkan banyak buku, download artikel-artikel, tanya kesana-sini dan menjalin hubungan dengan ahlinya, kadang itu semua tidak membantu.</p>
<p>Misalnya ingin jadi seorang Kaligrafer. Sudah membeli alat tulis yang mahal, beli buku-buku kaligrafi, ikut komunitas kaligrafer, namun di tengah jalan mendadak hilang begitu saja semangatnya. Ini pengalaman pribadi jaman jadul dulu.</p>
<p>Contoh yang lebih dekat, tidak sedikit rekan-rekan yang ingin bisa pemrograman. Sudah download berbagai artikel pemrograman, beli buku-buku programming, juga sudah kursus, tapi akhirnya ilmu itu tidak berarti apa-apa, menguap dan hilang.</p>
<p>Ya, secara teknis dan teoritis memang mereka mengerti, tetapi what next?</p>
<p>Menurutku, hal ini karena mereka hanya terhenti pada <span style="text-decoration: underline;">learning programming</span>, belum <span style="text-decoration: underline;">doing programming</span>.</p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/09/learning_or_doing.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/09/learning_or_doing.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Wed, 30 Sep 2009 19:45:10 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Windows Mobile 6.5</title>
         <description><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, sambil menunggu sahur saya iseng mengupgrade OS PDA ke Windows Mobile 6.5, yang terbaru saat ini. Sementara mengabaikan olokan teman yang mengatakan "OS-nya gonta-ganti tapi PDA-nya gak ganti-ganti"</p>
<p>Ya, <a href="http://www.mahesajenar.com/2006/05/another_new_comer.html">OS Atom punya saya ini</a> sudah 3 tahun lebih, namun fiturnya masih cukup uptodate untuk kebutuhan saat ini, kecuali kurang fitur HSDPA :)</p>
<p>Setelah browsing, saya menemukan koleksi ROM di <a href="http://forum.xda-developers.com/forumdisplay.php?f=388">forum XDA Developers</a>. Baca-baca review sebentar, kemudian download yang paling baru, dan ekstrak.</p>
<p>Namun berbeda dengan cara update sebelumnya, yang tinggal jalankan .exe-nya dan menunggu proses selesai. Sempat mencoba cara tersebut, dan ternyata hasil update adalah OS yang lama.</p>
<p>Bingung, dan setelah googling akhirnya menemukan cara yang benar. Setelah diekstrak, semua file hasil ekstrak selain .exe harus dicopy ke C:\Windows\Temp, baru setelah itu jalankan .exe-nya.</p>
<p>Dan alhamdulillah sukses, meskipun jadi berasa lebih lambat. Mungkin karena faktor prosesor yang kurang mendukung :D</p>
<p>Berikut ini beberapa skrinsut hasil update.</p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/Rc4SIXDDfMA0Vz5MCNNu7Q?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_yucealEzTmA/Sp_zzJIFttI/AAAAAAAAGxE/ORiKM2mFrK4/s800/home.jpg" /></a>&nbsp;&nbsp;<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/BnqAAt8KLtP5KlcZSYvE9A?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_yucealEzTmA/Sp_1FBOVCwI/AAAAAAAAGx4/D83DK-kGtZc/s800/weather.jpg" /></a>&nbsp;&nbsp;<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/Xl9UtrO_tHqidvnYbUY87w?feat=embedwebsite"><img src="http://lh6.ggpht.com/_yucealEzTmA/Sp_0yWL18OI/AAAAAAAAGxo/bC1S2gv4FDQ/s800/programs.jpg" /></a>&nbsp;&nbsp;<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/eFbbhmY9Y7BdYPefi1Tc_w?feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_yucealEzTmA/Sp_0yOyEdQI/AAAAAAAAGxc/wjUpGn3MFVY/s800/music.jpg" /></a><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/eFbbhmY9Y7BdYPefi1Tc_w?feat=embedwebsite"></a><br />
<a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/WindowsMobile65">More screenshoot on Windows Mobile 6.5</a><br />
<br />
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/09/windows_mobile_65.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/09/windows_mobile_65.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Fri, 04 Sep 2009 11:36:47 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Diam</title>
         <description><![CDATA[<p><b>Haji</b></p>
<p>Puncak ibadah haji adalah Wukuf.</p>
<p>Wukuf di Arafah adalah berdiam diri di padang Arafah sejak matahari tergelincir pada tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah, baik dalam keadaan suci maupun tidak suci.<br /></p>
<p>Haji tanpa wukuf tidak sah dan harus diulang lagi pada tahun berikutnya.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Abdurrohman bin Ya'mur: Lalu (Rasulullah SAW) menyuruh seseorang berseru: "<i>Haji adalah Arofah. barang siapa datang (di Arofah) di malam Muzdalifah sebelum terbit fajar maka ia memperoleh (wukuf)"</i>. (H R. Ahmad, Timidzi, Nasa-i, Abu Dawud da'l Ibnu Majah)</p>
<p>Wukuf = diam.</p>
<p><b>Puasa</b></p>
<p>Puncak ibadah puasa adalah I'tikaf.</p>
<p>I'tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr<br /></p>
<p>"Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, <i>Rasulullah SAW biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan</i>." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)<br /></p>
<p>I'tikaf = diam.</p>
<p><b>Sholat</b></p>
<p>Puncak ibadah sholat adalah Tuma'ninah.</p>
<p>Tuma'ninah adalah diam dalam sholat. Tenang, rileks, diam, tidak terburu-buru melanjutkan gerakan sholat berikutnya.</p>
<p>Rasululloh SAW menjelaskan mengenai sholat dalam hadits, <em>"Sampai kamu merasakan tuma'ninah."</em> (HR Bukhari dan Muslim)<br /></p>
<p>Tanpa tuma'ninah, dianggap masih belum sholat.</p>
<p>Tuma'ninah = diam.</p>
<p>
<blockquote><br/>Diam bukan melamun.<br />
Diam bukan hampa melayang.<br />
Namun diam menuju ke <i>zero state of mind</i>.<br />
Mengantarkan "aku" ke puncak tertinggi.</blockquote></p>
]]></description>
         <link>http://www.mahesajenar.com/2009/08/diam.html</link>
         <guid>http://www.mahesajenar.com/2009/08/diam.html</guid>
         <category>Rangga</category>
         <pubDate>Thu, 13 Aug 2009 17:08:14 +0700</pubDate>
      </item>
      
   </channel>
</rss>
