<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<meta name='ICBM' content="-7.9437, 112.5948" />
	<meta name="geo.position" content="-7.9437; 112.5948" />
	<meta name="geo.region" content="ID-MLG" />
	<meta name="geo.placename" content="Malang" />
    <title>Mahesa Jenar</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/" />
    <link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/atom.xml" />
   <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1</id>
    <link rel="service.post" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1" title="Mahesa Jenar" />
    <updated>2008-08-19T10:37:58Z</updated>
    <subtitle>Ngupadi keris Nogo Sosro lan Sabuk Inten</subtitle>
    <generator uri="http://www.sixapart.com/movabletype/">Movable Type 4.1</generator>
 

<entry>
    <title>Ande-Ande Lumut</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/08/andeande_lumut.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=478" title="Ande-Ande Lumut" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.478</id>
    
    <published>2008-08-19T10:13:04Z</published>
    <updated>2008-08-19T10:37:58Z</updated>
    
    <summary>Ini hanya parodi dari sebuah tembang jawa legendaris yang dibawakan oleh Waldjinah, Ande-ande lumut.Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.Partaine ngger, kang akeh kiaine... partai ijo iku kang dadi asmane.Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Narsis" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Ini hanya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parodi">parodi</a> dari sebuah tembang jawa legendaris yang dibawakan oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waldjinah">Waldjinah</a>, Ande-ande lumut.<br /><br /><br /><blockquote>Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.<br />Partaine ngger, kang akeh kiaine... partai ijo iku kang dadi asmane.<br /><br />Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten mudun.<br />Senajan kiai, mboten rukun kaleh sedulur.<br /><br /><br />Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.<br />Partaine ngger, kang gede massa-ne... partai abang iku kang dadi asmane.<br /><br />Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten mudun.<br />
Senajan gede, mboten remen kaleh capres-e.<br /><br /><br />Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.<br />Partaine ngger, kang ganteng ketum-e ... partai biru iku kang dadi asmane.<br /><br />Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten mudun.<br />
Senajan ganteng, ketum-e kathah ngiklan-e.<br /><br /><br />Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.<br />Partaine ngger, kang tuwo umur-e... partai kuning iku kang dadi asmane.<br /><br />Doh Ibu, kulo inggih purun. Duh Ibu, kulo badhe mudun.<br />
Senajan tuwo, kuning niku lambang makmur.<br /></blockquote><br /><br />Untuk lagu versi aslinya, silakan dengar/download di <a href="http://aryosanjaya.multiply.com/music/item/1/Jawa">Multiply</a>.<br /><br /><br />]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Berkibarlah Benderaku</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/08/berkibarlah_benderaku.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=479" title="Berkibarlah Benderaku" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.479</id>
    
    <published>2008-08-14T13:37:48Z</published>
    <updated>2008-08-14T15:28:33Z</updated>
    
    <summary>Mari lupakan dulu idealisme bahwa nasionalisme harusnya ada setiap saat, bukan cuma saat peringatan proklamasi, atau saat kejuaraan antar negara saja.Mari kita nikmati saja kegembiraan ultah bangsa ini bersama seluruh lapisan masyarakat.Hmm... itu juga terlalu ideal sih, karena nampaknya banyak...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Narsis" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Mari lupakan dulu idealisme bahwa nasionalisme harusnya ada setiap saat, bukan cuma saat peringatan proklamasi, atau saat kejuaraan antar negara saja.<br />Mari kita nikmati saja kegembiraan ultah bangsa ini bersama seluruh lapisan masyarakat.<br />Hmm... itu juga terlalu ideal sih, karena nampaknya banyak yang sedang tidak berbahagia dalam menyambut ultah ini, atau sedang berbahagia namun tidak menyadari adanya ultah kemerdekaan.<br /><br />Zaman aku kecil dulu, terasa sekali kegembiraan, kebanggaan, antusiasme dalam memperingati 17 Agustus. Gempitanya terasa 2 minggu sebelum sampai sesudahnya. Hati bergetar saat mendengar lagu 17 Agustus 45.<br /><br />Sebagai gambaran antusiasme, untuk membeli selembar bendera, tetanggaku sampai berhutang ke tetangganya. Lha buat makan saja sudah susah.<br /><br />Di waktu yang lain, tetangga yang lain, bendera beserta tiangnya dicabut oleh perangkat desa kemudian dilemparkan ke dalam rumah, karena benderanya sudah terlalu lusuh.<br /><br />Kibaran merah putih memang hanya simbol, namun demi simbol itu mereka berusaha memberikannya sebaik mungkin.<br /><br />Itu mereka. Bagaimana dengan kita?<br /><br />Kemarin bersama Phi keliling Dinoyo, mencari tiang bendera. Dapat sih, tapi sulit membawanya karena tidak muat di Taft. Pintu belakang tidak dapat ditutup, sehingga Phi terpaksa duduk di belakang sambil memegangi pintu. Sepanjang perjalanan berusaha agar tiang bendera tidak mengenai pengguna jalan yang lain, atau terkena polisi tidur.<br /><br />Akhirnya...<br /><br /><a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Blog3/photo#5234366695058267346"><img src="http://lh4.ggpht.com/aryo.sanjaya/SKQ0xrsVXNI/AAAAAAAAEnc/2ESPvTE3gto/s400/DSC01398.JPG" /></a><br /><br />Berkibarlah benderaku,<br />Dirgahayu Indonesiaku.<br /><br /><br />]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Penipuan Berkedok Kecelakaan</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/08/penipuan_berkedok_kecelakaan.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=477" title="Penipuan Berkedok Kecelakaan" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.477</id>
    
    <published>2008-08-11T08:02:07Z</published>
    <updated>2008-08-11T09:44:51Z</updated>
    
    <summary>Siang itu aku sedang berada di kampus, tepatnya di ruang UKM SCeN, sedang klik-klik gambar-gambar chika diagram instalasi jaringan. Mendadak HP bergetar, dengan nama pemanggil adalah &quot;Emak&quot;.&quot;Ha...&quot;, sapaku tertahan, suara riuh di seberang sana.&quot;Har, adekmu tabrakan... Gun..., ditabrak karo taksi......</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="BeritaDuka" />
    
        <category term="Rangga" />
    
        <category term="Sensi" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Siang itu aku sedang berada di kampus, tepatnya di ruang <a href="http://scen.or.id/">UKM SCeN</a>, sedang klik-klik gambar-gambar <strike>chika</strike> diagram instalasi jaringan. Mendadak HP bergetar, dengan nama pemanggil adalah "Emak".<br /><br />"Ha...", sapaku tertahan, suara riuh di seberang sana.<br /><br />"Har, adekmu tabrakan... Gun..., ditabrak karo taksi... sikile putung... kowe ndek endi iki... bla bla bla..." (gak perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dan gak perlu dialog lengkap, soalnya sudah lupa kalimat lengkapnya).<br /><br />Intinya ibuku mendapatkan kabar bahwa adikku mengalami kecelakaan di Jogja, dan sedang dirawat di rumah sakit. Si penelepon mengatakan harus segera dilakukan operasi untuk menolong jiwanya, dan membutuhkan sejumlah uang sebagai uang muka.<br /><br />HP Gun tidak dapat dihubungi, dan tidak ada famili/kenalan di Jogja.<br /><br />Segera aku tancap gas, tanpa persiapan apapun dari Malang aku meluncur ke Jogja.<br /><br />]]>
        <![CDATA[Ibu yang sedang kalut (Bapak sedang di luar kota), segera menyuruh
pegawainya ke BRI untuk mengirim sejumlah uang sesuai permintaan si
penelepon. Mintanya 20 juta, tapi ibuku sanggup 15 juta dulu.<br />
<br />
Beruntung, atas bantuan teman Bapak di kepolisian, segera dilakukan
pengecekan ke seluruh pos polisi di Jogja, mencari informasi tentang
kecelakaan yang dilaporkan. Juga dicek ke beberapa UGD di sana.
Hasilnya nihil.<br />
<br />
Secepatnya dikirim orang untuk menyusul yang sedang ke bank tadi, agar membatalkan proses pengiriman uang.<br />
<i>Ndilalah</i>, tinggal 1 juta lagi penghitungan selesai dilakukan, pengiriman berhasil dibatalkan.<br />
<br />
Rupanya itu modus penipuan.<br />
<br />
HP Gun masih belum dapat dihubungi. Sedangkan aku kelelahan nyetir nonstop sendirian, ngantuk, lapar, plus kesasar di Solo.<br />
<br />
Akhirnya dengan perjuangan sok tau yang amat sangat seperti biasanya,
sampai juga aku di kontrakan Gun di Jogja. Tapi saat itu dia sudah
berhasil ditelpon oleh orang rumah.<br />
<br />
Rupanya HP dia sengaja dimatikan, atas perintah telpon gelap dari Jakarta (kode area 021),
mengaku sebagai intel yang sedang menyelidiki kasus narkoba. Kalau
tidak mau mematikan HP dalam 1 hari itu, dianggap mengganggu proses penyelidikan.<br />
<br />
Pertanyaannya:<br />
Darimana komplotan penipu itu tau nomor, kondisi dan posisi Gun?<br />
<br />
Jawabannya:<br />
Beberapa waktu sebelumnya, Bapak menerima telpon -yang ngakunya- dari
Telkom. Menawarkan potongan harga 50% bagi pelanggan yang memiliki anak
masih sekolah/kuliah. Untuk proses verifikasi, si orang tadi meminta
nomor anak yang masih sekolah untuk 'interview'.<br />
Diberikanlah nomor Gun.<br />
<br />
Demikianlah.<br />
<br />
Masih ada kisah lainnya yang mirip. Silakan tidur bagi yang sudah mengantuk dengan dongeng ini ;)) <br />
<br />
Sahabatku, Mina, yang tinggal di Pasuruan, juga pernah mengalami hal
yang serupa. Keluarganya di Pasuruan mendapat kabar bahwa adik Mina,
sebut saja namanya Mawar (nama aslinya Emil), yang sedang kuliah di
Malang mengalami kecelakaan, dan harus segera dioperasi di UGD.<br />
<br />
Orang tuanya yang tergolong kaya raya (punya kolam renang di rumahnya,
-parameter ngawur-), kontan kalang kabut dan berusaha menuruti kemauan si
penelepon.<br />
<br />
Beruntung, di sini Mina punya banyak sahabat. Waktu itu si Yuyun alias
Yudhi, atas permintaan Mina mengecek langsung ke kampus Emil... eh,
Mawar.<br />
<br />
Yuyun harus berbesar hati memberikan nasehat kepada ibundanya Mina,
untuk jangan dulu melakukan transfer uang, meskipun selalu dibalas dengan
'nasehat keras' seorang ibu yang sedang kalut anak bungsunya kecelakaan
di tempat jauh.<br />
<br />
Meskipun sebelumnya Yuyun tidak tau rupa si Mawar, namun cerita
diakhiri dengan si Mawar menelepon sendiri ke ibunya. Uang belum jadi
dikirim. Selamat.<br />
<br />
Itulah sekelumit cerita tentang kejahatan yang memanfaatkan perasaan
was-was seorang ibu akan keselamatan anaknya yang jauh di rantau.<br />
<br />
Bangsat tenan kok.<br />
<br />
Dan bangsat itu kemarin berhasil mereguk dana segar 19 juta rupiah,
hasil penipuan dengan modus yang sama. Seorang ibu di Malang, dikabari anaknya
yang kuliah di Bandung mengalami kecelakaan, dan berhasil mentransfer
uangnya. <a href="http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;rid=18712">Berita lengkapnya di Radar Malang</a>.<br />
<br />
Dan kita masih di sini hanya untuk mendengarkan cerita-cerita itu terjadi dan terjadi.<br />
<br />
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Golput</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/07/golput.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=476" title="Golput" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.476</id>
    
    <published>2008-07-24T04:55:18Z</published>
    <updated>2008-07-26T06:04:50Z</updated>
    
    <summary>Dari hasil pelaksanaan Pilgub Jatim dan Pilwali Malang kemarin, terungkap jumlah golput yang membengkak drastis, mencapai 40% (sumber: internet). Jika dikaitkan dengan raihan suara oleh 5 pasang kandidat gubernur, yang mana tidak ada satupun kandidat yang mencapai suara 30%, maka...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Dari hasil pelaksanaan Pilgub Jatim dan Pilwali Malang kemarin, terungkap jumlah golput yang membengkak drastis, mencapai 40% (sumber: internet).</p>

<p>Jika dikaitkan dengan raihan suara oleh 5 pasang kandidat gubernur, yang mana tidak ada satupun kandidat yang mencapai suara 30%, maka dapat dipastikan pemenang Pilgub kali ini dimenangkan oleh Golput!</p>]]>
        <![CDATA[<p>Dari pantauan ke orang-orang terdekat, dan juga (lagi-lagi) dari internet, ada beberapa faktor penyebab naiknya jumlah golput ini:</p>

<p>1. Kerja KPU yang belum maksimal (sosialisasi, validasi DPT, banyak warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih, dll)<br />
2. Semakin pintarnya (atau semakin bodohnya?) masyarakat terhadap dunia politik Indonesia. Muak dengan segala perilaku para politisi dan partai-partai.<br />
3. Ilfil dengan para kandidat Pilgub (atau partai pengusungnya), proses kampanye yang merusak pohon, <a href="http://ferdianto.com/2008/07/11/kampanye-lagi/">konvoi yang menjengkelkan</a>, dll.</p>

<p>Kesemuanya itu dapat menyebabkan golput.</p>

<p>Sedangkan perilaku golput sendiri dapat berupa:</p>

<p>1. Tidak datang ke TPS saat pencoblosan.<br />
2. Datang ke TPS tapi tidak mencoblos satupun.<br />
3. Mencoblos calon, tapi dicoblos semua.<br />
4. You name it.</p>

<p>Golput merupakan salah satu bentuk kekecewaan, ketidakpuasan akan dunia politik. Namun sebagai warga negara, tidak sepatutnya menjadi golput.</p>

<p>Bayangkan seandainya kita golput, lalu gara-gara aspirasi kita yang tidak tersalurkan, akhirnya yang terpilih adalah kandidat jahat/malas/gak kepebel/gak akseptabel, maka kita adalah bagian dari penentu terpilihnya kandidat tersebut.</p>

<p>Sebaiknya, usahakan mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang para kandidat, mencari yang terbaik dari (misalnya) semua yang jelek. Demi masa depan daerah/negara.</p>

<p>Kalaupun tetap bingung menentukan pilihan, ikuti saja pilihan mertua.</p>

<p>Berikut ini beberapa skrinsut pencoblosan yang tak ambil langsung. Buat para -yang ngaku- intelek, mbok ya malu melarikan diri dari tanggung jawab pencoblosan dengan bergolput.<br />
Mereka yang sulit datang (beberapa bahkan harus dinaikkan motor sampai ke depan bilik) tetap berusaha datang, lha yang sarjana kok malah cangkruk di warung kopi.</p>

<p><a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Coblosan/photo#5220105601007606946"><img src="http://lh6.ggpht.com/aryo.sanjaya/SHGKYwYV3KI/AAAAAAAAEhk/AJyWWWtdlds/s400/DSC01315.JPG" /></a></p>

<p><a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Coblosan/photo#5220105656564679698"><img src="http://lh4.ggpht.com/aryo.sanjaya/SHGKb_WLhBI/AAAAAAAAEho/71xeqKFGyVg/s400/DSC01316.JPG" /></a></p>

<p><a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Coblosan/photo#5220105710932154434"><img src="http://lh3.ggpht.com/aryo.sanjaya/SHGKfJ4ZWEI/AAAAAAAAEhs/ev8itzpT6c0/s400/DSC01323.JPG" /></a></p>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Beralih ke Speedy</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/07/beralih_ke_speedy.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=475" title="Beralih ke Speedy" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.475</id>
    
    <published>2008-07-17T06:11:09Z</published>
    <updated>2008-07-17T09:53:55Z</updated>
    
    <summary>Sebagai konsekwensi pindah rumah ke perumahan PMI, maka koneksi WiFi dari GlobalNet di rumah sebelumnya harus ditinggalkan. Meskipun sebenarnya langganan di GlobalNet tersebut dapat dilanjutkan, namun dengan berbagai pertimbangan kelebihan dan kekurangan di tempat baru, akhirnya kita putuskan menggunakan: Speedy.Ya,...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Narsis" />
    
        <category term="Woro-woro" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Sebagai konsekwensi pindah rumah ke perumahan PMI, maka koneksi WiFi dari GlobalNet di rumah sebelumnya harus ditinggalkan. Meskipun sebenarnya langganan di GlobalNet tersebut dapat dilanjutkan, namun dengan berbagai pertimbangan kelebihan dan kekurangan di tempat baru, akhirnya kita putuskan menggunakan: Speedy.<br /><br />Ya, produk Telkom lagi.<br /><br />Melalui proses registrasi sejak hari Jum'at, akhirnya Rabu malam teknisi dari Speedy, yang kebetulan masuk kategori <a href="http://jaylangkung.com/">bolodewe</a>, datang untuk memasang seperangkat alat konek.<br /><br />Malam itu juga internet langsung aktif. Dari hasil tes menggunakan <a href="http://speedtest.net/">SpeedTest.net</a>, didapatkan hasil yang cukup mengesankan, lebih cepat dari koneksi WiFi sebelumnya. Yeah, semoga kecepatan ini bukan pada malam pertama saja.<br /><br />Here:<br /><img src="http://www.speedtest.net/result/297242802.png" /><br /><br />Aku mengambil paket Profesional, dengan quota 3GB per bulan. We'll see apakah ini cukup, kurang, atau malah mubazir.<br />Pengalaman dengan koneksi WiFi sebelumnya, jatah 2GB selalu berlebih, kecuali untuk kasus-kasus tertentu yang menyebabkan overquota.<br /><br />Berikut ini salah satu momen yang tertangkap kamera saat pemasangan modem ADSL-nya:<br /><br />
<a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Blog3/photo#5223905873957594802"><img src="http://lh4.ggpht.com/aryo.sanjaya/SH8KtwVRprI/AAAAAAAAElI/PrpXeDFFfuQ/s400/DSCN3980.JPG" /></a>
<br /><br />kiri ke kanan: Jaylangkung si pemasang modem, aku, Phi lagi ngitung kartu nama, Henry pas nganter kartu nama.<br /><br />Eh aku punya kartu nama, ada yang mau?<br />*mendadak berubah topik*<br /><br />Ya wes, makasih buat <a href="http://jaylangkung.com/">Jay</a> dan Henry.<br /><br /><br />]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Abdul Rahman</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/07/abdul_rahman.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=470" title="Abdul Rahman" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.470</id>
    
    <published>2008-07-10T05:03:17Z</published>
    <updated>2008-07-10T05:03:14Z</updated>
    
    <summary>Orang Jawa mengatakan &quot;asmo minongko jopo&quot;, yang artinya kurang lebih &quot;nama merupakan doa&quot;. Pemberian nama kepada anak sebisa mungkin merupakan sebuah doa dan pengharapan terhadap anak tersebut.Bagi yang menamakan anaknya dengan nama islami, biasanya menggunakan bahasa arab, yang maknanya merupakan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Orang Jawa mengatakan "asmo minongko jopo", yang artinya kurang lebih "nama merupakan doa". Pemberian nama kepada anak sebisa mungkin merupakan sebuah doa dan pengharapan terhadap anak tersebut.<div><br /></div><div>Bagi yang menamakan anaknya dengan nama islami, biasanya menggunakan bahasa arab, yang maknanya merupakan doa itu sendiri.</div><div><br /></div><div>Namun bagaimana jika bahasa arab yang digunakan tersebut salah kaprah?</div><div><br /></div><div>Ambil contoh nama yang cukup populer: Abdul Rahman</div><div><br /></div><div>Penulisan dalam bahasa arab adalah: <span class="Apple-style-span" style="font-family: '-editor-proxy', size: 12pt;">عبدالرحمن</span></div><div><br /></div>]]>
        <![CDATA[<div>Sesuai aturan pembacaan, Lam Alif Ma'rifat (bacaan 'Al' pada awal kata, misalnya 'Al' pada kata 'Al Amin') dibaca berbeda tergantung huruf di belakangnya.</div><div><div><br /></div><div>Secara garis besar dibagi menjadi 2, yakni:</div><div><ol style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 1em; font-weight: normal; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.75em; margin-left: 20px; background-repeat: repeat-y; list-style-type: decimal; list-style-position: outside; list-style-image: initial; "><li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 1em; font-weight: normal; ">Idghaam Qomariyah, jika di belakang Lam Alif Ma'rifat adalah huruf: <span style="font-size: 12pt; "> ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م ه و ي </span></li><li style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 1em; font-weight: normal; ">Idghaam Syamsiah, jika di belakangnya adalah huruf:<span style="font-size: 12pt; "> ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن </span></li></ol><div><br /></div><div>Untuk Idghaam Qomariyah, Lam Alif Ma'rifat dibaca jelas, misalnya:<span style="font-size: 12pt; "> عبدالقهر</span></div><div>Dibaca Abdul Qohhar.</div><div>Huruf L pada Abdul didapatkan dari kata Abdu sambung dengan Al-Qohhar.</div><div><br /></div><div>Sedangkan pada Idghaam Syamsiah, Lam Alif Ma'rifat dihilangkan, dan digabung dengan huruf sesudahnya.</div><div>Kembali ke contoh kita:<span style="font-size: 12pt; "> عبدالرحمن</span></div><div>Dibaca Abdurrahman, bukan Abdul Rahman.</div><div><br /></div><div>Kalau dibaca Abdul Rahman, dari mana huruf L-nya? sebab huruf Ro adalah termasuk Idghaam Syamsiah yang mewajibkan Lam Alif dibaca lebur dengan huruf Ro (Ro menjadi ber-tasydid).</div><div><br /></div><div>Sama seperti di Bismillahirrahmanirrahiim, yang Lam Alif di depan Rahman dan Rahiim tidak dibaca.</div><div><br /></div><div>Lalu, apa nama Abdul Rahman menjadi tidak sah?</div><div><br /></div><div>Mengutip kata Shakespeare, "apalah arti sebuah nama".</div><div><br /></div><div>Dan menurut Abdurrahman Wahid, "gitu aja kok repot"</div><div><br /></div></div></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Mengisi Waktu</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/07/mengisi_waktu.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=473" title="Mengisi Waktu" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.473</id>
    
    <published>2008-07-09T09:58:38Z</published>
    <updated>2008-07-09T10:15:23Z</updated>
    
    <summary>Malam itu aku baru saja sampai di tempat pengajian, setelah berjalan beberapa kilometer dari pesantrenku. Di tempat ini, yang berjuluk Bumi Damai, setiap malam Selasa selalu diadakan pengajian kitab Al-Hikam oleh pengasuh pondok pesantren setempat. Peserta pengajian bukan hanya dari...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Cerpen" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<div>Malam itu aku baru saja sampai di tempat pengajian, setelah berjalan beberapa kilometer dari pesantrenku. Di tempat ini, yang berjuluk Bumi Damai, setiap malam Selasa selalu diadakan pengajian kitab Al-Hikam oleh pengasuh pondok pesantren setempat. Peserta pengajian bukan hanya dari pesantren tersebut, namun juga dari pesantren lain, bahkan dari kota-kota lain, semisal Malang, Sidoarjo dan Mojokerto.</div><div><br /></div><div>Aku biasanya pergi bersama teman-teman dari pesantrenku, paling tidak ada 5-6 santri yang mengikuti pengajian ini. Tapi entah pada kemana, sejak sholat Isya' tadi mereka tidak ada yang terlihat, sehingga aku putuskan untuk pergi sendiri karena pengajian diadakan sekitar jam 8 malam. Meskipun kadang juga molor karena sebelum pengajian dimulai, ada acara istighosah.</div><div><br /></div> ]]>
        <![CDATA[<div>Sambil menunggu pengajian dimulai, aku mampir ke sebuah warung di luar pesantren. Segelas teh hangat sangat menggoda untuk mengusir hawa dinginnya malam. Inilah Jombang, kalau siang panasnya luar biasa, kalau malam dinginnya menusuk tulang.</div><div><br /></div><div>Sembari menikmati teh, sekilas aku melihat penjual kacang tanah yang menggelar dagangannya tidak jauh dari tempatku duduk. Seorang bapak tua, berbaju putih kumal dengan topi bundar entah hitam entah cokelat, duduk bersandar di pagar pesantren. Setumpuk kacang tanah digelar pada lapak di depannya, diterangi sebuah lampu ublik.</div><div><br /></div><div>Sepintas tidak ada yang aneh, namun karena sedang menganggur, aku memperhatikan saja apa yang dilakukan bapak itu.</div><div><br /></div><div>Segenggam kacang tanah digenggam di tangan kirinya, satu persatu diambil dan dimasukkan ke dalam takaran kacang. Ketika takaran itu penuh, ditumpahkan isinya ke tumpukan kacang di depannya sehingga kosong. Sedangkan kalau kacang di tangan kirinya habis, dia mengambil lagi dari tumpukan. Begitu seterusnya.</div><div><br /></div><div>Penasaran, aku semakin memperhatikan. Dari jarak sekitar 2 meter, terlihat mulutnya berkomat-kamit, seperti... berdzikir?</div><div><br /></div><div>MasyaAlloh, dia menggunakan kacangnya untuk berdzikir, di kegelapan dan dingin malam, di pinggir lalu lalang orang berjalan, di bawah pagar.</div><div><br /></div><div>Seketika itu aku merasa berdebar, malu luar biasa. Menunggu pengajian dimulai saja aku masih memanjakan diri pergi ke warung, sedangkan bapak itu, menunggu rejeki dengan menyebut namaNya.</div><div><br /></div><div>Subhanalloh...</div><div><br /></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Bulan Madu</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/06/bulan_madu.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=472" title="Bulan Madu" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.472</id>
    
    <published>2008-06-25T05:34:08Z</published>
    <updated>2008-06-25T06:18:02Z</updated>
    
    <summary>Zaman dahulu kala, setiap selesai berlangsungnya acara pernikahan, biasanya pengantin bersama rombongan akan pergi mengunjungi sanak famili yang tidak dapat hadir di pernikahan tersebut.Namun tradisi turun temurun itu kini bergeser menjadi kesempatan berwisata bagi pasangan pengantin yang baru menikah, dan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Narsis" />
    
        <category term="Touring" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Zaman dahulu kala, setiap selesai berlangsungnya acara pernikahan, biasanya pengantin bersama rombongan akan pergi mengunjungi sanak famili yang tidak dapat hadir di pernikahan tersebut.<div>Namun tradisi turun temurun itu kini bergeser menjadi kesempatan berwisata bagi pasangan pengantin yang baru menikah, dan menjadi momen awal untuk dikenang.</div><div><br /></div><div>Asal kata <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honey_moon">Honeymoon</a> menurut suatu sumber adalah "bulan yang manis", dalam artian bulan pertama dalam pernikahan adalah yang paling manis.</div><div><br /></div><div>Aku kurang setuju dengan arti itu, karena secara tidak langsung mengatakan bulan-bulan selanjutnya, tahun-tahun berikutnya adalah 'kalah' manis dibanding bulan pertama.</div><div><br /></div><div>Menurutku hanya untuk euforia saja, maka wisata dilakukan di bulan pertama, atau bulan kedua, ketiga atau terserah.</div><div><br /></div><div>Kebalikannya, secara tradisi Jawa, biasanya 40 hari pertama setelah pernikahan pasangan pengantin dilarang pergi jauh-jauh dari rumah, dengan berbagai argumentasi. </div><div>Salah satu cerita rakyat yang terkait dengan ini adalah asal mula terjadinya air terjun Coban Rondo di Batu, yang terjadi gara-gara pengantin bepergian jauh sebelum 40 hari.</div><div>Silakan baca cerita lengkapnya <a href="http://bayupancoro.wordpress.com/2008/02/16/legenda-air-terjun-coban-rondo/">di sini</a>.</div><div><br /></div><div>Namun yang aku yakini, pelarangan bepergian itu lebih pada 'ngeman' (apa ya bahasa Indonesianya?) pasangan yang baru saja menikah.</div><div><br /></div><div>Seperti beli sepedamotor baru, pagi dicuci sore diserbeti dan malam diselimuti. Toh seandainya diperlakukan seperti biasa, tidak ada masalah.</div><div><br /></div><div>Alhamdulillah, kemarin kami baru pulang dari rangkaian acara tour yang disebut bulan madu tersebut. Oleh paket yang diambil, kami menginap 4 hari 3 malam di <a href="http://www.mayaubud.com/">Maya Ubud</a>.</div><div><br /></div><div>Cerita lengkap selain tidak boleh juga tidak mungkin dapat diceritakan semuanya di sini, hanya foto saja yang mungkin dapat kami hadirkan <a href="http://picasaweb.google.com/bagas.prawira/Hanimun">di gallery Picasa</a> :D </div><div><br /></div><div><br />
<a href="http://picasaweb.google.com/bagas.prawira/Hanimun/photo#5215630782443371810"><img src="http://lh3.ggpht.com/bagas.prawira/SGGkkCMhPSI/AAAAAAAAAKs/sKaz-KqruCk/s400/DSC01105.JPG" /></a></div><div><br /></div><div><br /></div>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Terimakasih</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/06/terimakasih.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=469" title="Terimakasih" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.469</id>
    
    <published>2008-06-16T01:30:14Z</published>
    <updated>2008-06-16T02:08:26Z</updated>
    
    <summary>Satu fase hidup telah tercapai,Harapan dan cita-cita mendekat untuk digapai.Gegap gempita dan euforia telah mereda,Letih dan penat pun telah tiada.Sesuai adat Minang, mempelai pria diberikan gelar penghormatan. Dan oleh Datuk dari suku Jambak, Padang Panjang, aku diberikan gelar Mangkuto Ameh,...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Narsis" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Satu fase hidup telah tercapai,<br />Harapan dan cita-cita mendekat untuk digapai.<br />Gegap gempita dan euforia telah mereda,<br />Letih dan penat pun telah tiada.<br /><br />Sesuai adat Minang, mempelai pria diberikan gelar penghormatan. Dan oleh Datuk dari suku Jambak, Padang Panjang, aku diberikan gelar Mangkuto Ameh, atau Mahkota Emas.<br />Sehingga nama lengkapku kini adalah: <b>Haryono Mangkuto Ameh</b>.<br /><br />Bersama dengan ini izinkan kami menghaturkan terimakasih kepada:<br />- Allah Tuhan semesta alam<br />- Muhammad sang khatamul anbiya<br />- Keempat orang tua kami<br />- Saudara-saudara kami<br />- Para guru kami<br /><br />Yang terlibat dalam pelaksanaan acara:<br />- MC sekaligus pengarah acara: Uda Iwan dan Istri (Siti Nurbaya Wedding Organizer)<br />- Katering: Sonokembang Malang<br />- Dekorasi1: Siti Nurbaya Decoration Surabaya<br />- Dekorasi2: Riyadi Decoration Surabaya<br />- Rias1: Nurul Surabaya<br />- Rias2: Titik Malang<br />- Shooting Video: Vines (Hand Production)<br />- Dokumentasi: Donia Sawojajar<br />- Desain Undangan: Henry Rubiyanto<br />- Arek-arek Joyogrand: Yudi Setiawan, Aris Prasetyo. <br />- Pager Bagus: Asisil, Eko Heri S, Mahmudi, M. Irfan, Caesario P, Arief Rahman.<br />- Pager Ayu: Iim, Dian, Ika, Fika, Dina, Betty<br />- Penerima tamu: Ida, Lili, Fidya, Iga <br />- Sang comblang: Bunali. (sekali lagi hasil comblanganmu berhasil nikah. kini giliranmu comblangi diri sendiri ya...)<br /><br />Juga terimakasih atas kehadirannya:<br />- Jampidum Abdul Hakim Ritonga<br />- Ketua KPK Antasari Azhar<br />- CEO KapanLagi.com<br />- Budi Risiyanto / Pak Erte, founder milis Kampung Gajah<br />- Kadwi Suharsono, Kaprodi SI Universitas Kanjuruhan Malang<br />- Donnie Kris, Direktur PT WinnerTech<br />- Para pegawai Celebrity Wonder Network<br />- Programmer dan Gamer dari DailyFreeGames.com<br />- Para warga KapanLagi.com<br />- Arek-arek milis c167<br />- Arek-arek Multiply Malang<br />- Para anggota BloggerNgalam<br />- Yudi dan Desi dari KlikPDPI.com<br />- Arie dari Jember<br />- Arek-arek Unlimited Community<br />- Para petugas SIP3 PLN Malang<br />- Adi Cahyono dari PLN Gondanglegi<br />- Ennie dari Prodia Malang<br />- Drg Dyah Nawang Palupi<br />- Dr Pandu (Dokternya kucing: Sally, Kyu, Myu, Ryu ; burung: Cuky) <br />- Bambang Priantono dari Wearnes Malang<br />- Rudi S dari SKOMTEK Malang<br />- Sugeng Widodo dan Teddy AK dari UNENUS Malang<br />- Zainal Abidin dari UIN Malang<br />- Bondhan Rio P dari PT Air Mancur Solo<br />- Wendy dari Bubble Cafe<br />- Joko Siswanto dari NoixIT.com<br />- Arek-arek Pecinta Alam Kepak Elang<br />- Yuan Ortega dari HIC<br />- Edi Munawan dari GlobalXtreme<br />- Rekan-rekan dari SCeN, SeikaNet, Raya DinoyoNet, DiengNet, CapoengNet.<br /><br />Serta semua hadirin yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, dan yang berhalangan hadir namun doanya tetap terpanjatkan untuk kami.<br /><br />Semoga apa yang telah dilaksanakan, tercatat sebagai amal kebaikan.<br /><br />Aamiin.<br /><br /><br />
<img src="http://www.mahesajenar.com/wed1.jpg" /><br /><br /><img src="http://www.mahesajenar.com/wed2.jpg" />
<br /> ]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Mohon Doa Restu</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/06/mohon_doa_restu.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=468" title="Mohon Doa Restu" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.468</id>
    
    <published>2008-06-13T05:43:17Z</published>
    <updated>2008-06-13T06:29:37Z</updated>
    
    <summary>Agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan akad serta resepsi pernikahan kami pada Sabtu, 14 Juni 2008....</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Woro-woro" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[Agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan akad serta resepsi pernikahan kami pada Sabtu, 14 Juni 2008.<div><br /></div><div><br />
<a href="http://www.mahesajenar.com/invitation.jpg" target="_blank"><img src="http://www.mahesajenar.com/invitation2.jpg" border="0"></a>
</div>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Klarifikasi dan Konklusi</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/06/klarifikasi_dan_konklusi.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=467" title="Klarifikasi dan Konklusi" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.467</id>
    
    <published>2008-06-06T09:32:44Z</published>
    <updated>2008-06-09T11:27:02Z</updated>
    
    <summary>  Follow up dari posting sebelumnya, aku mendapatkan undangan untuk datang ke PT Bentoel Prima, di kawasan Karanglo, untuk membahas permasalahan yang terjadi. Segera setelah selesai Jum&apos;atan, aku menjemput Arief di kantor barunya untuk menemani ke Bentoel. Sesampainya di Bentoel,...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Narsis" />
    
        <category term="Woro-woro" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p> </p>
<p>Follow up dari posting sebelumnya, aku mendapatkan undangan untuk datang ke <a href="http://www.bentoel.co.id/">PT Bentoel Prima</a>, di kawasan Karanglo, untuk membahas permasalahan yang terjadi. Segera setelah selesai Jum'atan, aku menjemput <a href="http://bayu.freelancer.web.id/">Arief</a> di kantor barunya untuk menemani ke Bentoel. </p>
<p>Sesampainya di Bentoel, setelah menyerahkan ID card dan mendapatkan Visitor Card, kita menunggu di ruang resepsionis untuk ditemui oleh pihak Bentoel.</p>
<p>Tidak sampai 1 jam kemudian, tim dari Bentoel datang dan kita memulai pembahasan.</p>
<p>Awal pembicaraan dimulai dari penelusuran dari sejak awal kejadian (9 September 2007), sampai dengan perkembangan terakhir yang mana sampai memunculkan <a href="http://www.mahesajenar.com/2008/05/bl_bentoel_lagi.html">posting tersebut</a>.</p>
<p> </p>]]>
        <![CDATA[<p>Dari hasil penelusuran, diketahui ada 2 hal penting yang 'miss' yang menyebabkan pembayaran menjadi molor.</p>
<p><strong>Miss Pertama:<br /></strong>Penghentian pembayaran pertama (sewaktu masih menggunakan CV Winner Tech), adalah karena miss <em>understanding</em>. </p>
<p>Kekeliruanku saat itu aku menolak menyelesaikan prosedur. Karena anggapanku, CV Winner Tech harus membayar pajak dulu sebelum pembayaran Bentoel dapat dilakukan. Padahal aku tidak ingin 'rugi' lebih banyak lagi.</p>
<p>Aku tidak menyadari bahwa seharusnya CV Winner Tech hanya menunjukkan faktur pajak, tidak harus membayarnya. Sebaliknya dari awal Bentoel sudah menyatakan sebagai pihak yang membayar pajak PPN.</p>
<p>Terhentilah pembayaran sesi pertama.</p>
<p><br /><strong>Miss Kedua:</strong><br />Saat pembayaran yang atas nama personal, menjadi molor karena adanya ketidaksinkronan antara aku dan pihak Bentoel, yang mana mereka menganggap angka 7 juta sebelum pajak yang akan dibayar dengan prosedur resmi, sedangkan dari aku taunya akan terima net 7 juta.<br />Padahal seandainya mereka tau aku mempersilakan dikenakan PPH, pembayaran dapat dilakukan secepatnya.</p>
<p>Molorlah pembayaran kedua.</p>
<p><br />Dari diskusi ini, akhirnya semua menjadi jelas. Pembayaran dapat dilakukan hari ini juga, segera setelah posting ini online.</p>
<p>Salah satu yang terungkap, bahwa sikap antibirokrasi yang aku miliki, dapat menghambat hal-hal tertentu yang mengharuskan adanya proses administrasi. Karena hal tersebut dapat menyebabkan miss seperti yang terjadi sekarang ini.</p>
<p>Dengan adanya kesalahpahaman seperti ini, malah dapat menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.</p>
<p>Adanya kesalahpahaman malah dapat merugikan kedua belah pihak, baik itu secara materi maupun moril.</p>
<p>Aku juga menyadari, bahwa ternyata setelah klarifikasi dan penyelesaian sore ini, personel Bentoel memiliki integritas dan sesuai dengan namanya yang pakai "International".</p>
<p>Solusi dari hasil pertemuan ini adalah aku menerima pembayaran 7 juta dipotong Rp350 ribu untuk pajak PPH 5%.</p>
<p>Makan-makan, anyone?</p>
<p> </p>
<p> <a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Blog3/photo#5208726858609263378"><img src="http://lh6.ggpht.com/aryo.sanjaya/SEkdextxAxI/AAAAAAAAEek/h6ndg_KGNEU/s400/DSC00777.JPG" /></a><br />Live Blogging</p><p><a href="http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/Blog3/photo#5208726814298104754"><img src="http://lh4.ggpht.com/aryo.sanjaya/SEkdcMpKY7I/AAAAAAAAEfQ/CmEd7etGqc4/s400/DSC00773.JPG" /></a><br />Visitor Card</p>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Perawatan Gigi</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/05/perawatan_gigi.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=466" title="Perawatan Gigi" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.466</id>
    
    <published>2008-05-20T15:41:44Z</published>
    <updated>2008-05-20T15:57:03Z</updated>
    
    <summary>Senyum yang baik adalah senyum yang tulus. Meskipun ada sisa cabe nyelip di gigi (minjem istilahnya Rivo), yang penting senyumnya tulus. Dibandingkan senyum berbayar milik pramugari, geser beberapa detik saja hilang senyumnya, hihihi. Namun demikian, lebih bagus lagi senyum yang...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Kesehatan" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Senyum yang baik adalah senyum yang tulus. Meskipun ada sisa cabe nyelip di gigi (minjem istilahnya <a href="http://www.pentaxphotogallery.com/rivoyubara" title="Rivo Yubara">Rivo</a>), yang penting senyumnya tulus. Dibandingkan senyum berbayar milik pramugari, geser beberapa detik saja hilang senyumnya, hihihi.</p>
<p>Namun demikian, lebih bagus lagi senyum yang tulus dengan gigi yang sehat, tertawa bisa lebih nekat, makan jadi lebih nikmat, dan hidup jadi lebih ... (silakan isi sendiri).</p>
<p>Idealnya memang seperti itu. Tapi kenyataan kadang menyakitkan.</p>
<p>Bagi yang terlanjur memiliki gigi tidak sehat, ompong sana sini akibat dicabut atau terkikis sampai titik gusi penghabisan, tidak ada lagi harapan untuk memiliki gigi ideal... selain mengadopsi gigi palsu.</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Kalau gigi tidak utuh, apalagi bolong, sebagian makanan enak menjadi tidak enak dimakan. Minimal setelah selesai makan, bakal sering melakukan operasi pengeluaran sisa makanan dari goa-goa gigi.</p>
<p>Kondisi gigi hancur berkeping seperti itu biasanya karena:</p>
<ol>
  <li>sejak kecil tidak disiplin menggosok gigi</li>
</ol>
<p>itu aja.</p>
<p>Keadaan itu diperparah dengan menumpuknya plak pada gigi, yang mana ketika disikat akan berdarah, menyebabkan kapok menggosok gigi, sehingga plak semakin menumpuk menjadi karang gigi. Begitu seterusnya sampai terjadi radang gusi.</p>
<p>Untuk memulihkan keadaan, disarankan yang bersangkutan dipaksa ke dokter gigi untuk dilakukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tooth_scaling" title="Skeling">skeling</a>, pembersihan, agar tidak membahayakan kesehatan mulut dan lingkungan.</p>
<p>Seperti pemaksaan yang aku alami kemarin malam, sebagaimana terlihat di foto ini:</p>
<p><a href="http://www.mahesajenar.com/gigi1.jpg"><img src="http://www.mahesajenar.com/gigi1-tm.jpg" width="450" height="337" alt="gigi1.jpg" /></a></p>
<p>Daerah privat nomor 3-ku telah diobrak-abrik.</p>
<p>Dari hasil operasi tersebut, berhasil dikeluarkan cukup banyak karang gigi.</p>
<p>Dokter gigi yang cukup gaul ini, menyediakan timbangan badan di samping pintu keluar. Saat pertama kali masuk, dan saat keluar ruangan, pasien dapat menimbang badannya agar mengetahui berapa kilo karang gigi yang berhasil dikeluarkan.</p>
<p><a href="http://www.mahesajenar.com/gigi2.jpg"><img src="http://www.mahesajenar.com/gigi2-tm.jpg" width="450" height="337" alt="gigi2.jpg" /></a></p>
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Piala Thomas dan Uber</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/05/piala_thomas_dan_uber.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=465" title="Piala Thomas dan Uber" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.465</id>
    
    <published>2008-05-19T07:58:23Z</published>
    <updated>2008-05-21T03:18:14Z</updated>
    
    <summary>Baru saja selesai, perhelatan terbesar dalam dunia bulutangkis dunia... (doh, boros kata dunia), pada kejuaraan dunia piala Thomas dan Uber 2008 di Jakarta. Meskipun tim Thomas dan Uber Indonesia tidak berhasil mendapatkan pialanya, namun salut untuk semua pihak yang terkait,...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Baru saja selesai, perhelatan terbesar dalam dunia bulutangkis dunia... (doh, boros kata dunia), pada kejuaraan dunia piala Thomas dan Uber 2008 di Jakarta.</p>
<p>Meskipun tim Thomas dan Uber Indonesia tidak berhasil mendapatkan pialanya, namun salut untuk semua pihak yang terkait, terutama untuk PBSI dan para pemainnya.</p>
<p>Juga untuk TransTV dan Trans7 yang telah berhasil menyedot perhatian banyak pemirsa Indonesia, menjadikan jalanan di perumahan serasa sepi saat pertandingan berlangsung, dan semangat kebangsaan mampu mengobati sedikit sesak akibat rencana kenaikan BBM awal Juni mendatang.</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Piala Thomas dan Uber menjadi kejuaraan yang lebih ramai dibandingkan dengan kejuaraan All-England, kejuaraan BWF, dan bahkan dibandingkan bulutangkis di Olimpiade. Hal ini kemungkinan karena piala Thomas dan Uber lebih pada kejuaraan antar negara, bukan antar individu, sehingga lebih menarik perhatian pemirsa.</p>
<p>Kejuaraan yang berlangsung setiap 2 tahun sekali ini dipelopori oleh Sir George Alan Thomas dan Betty Uber.</p>
<p>Untuk piala Thomas, hanya ada 3 negara yang pernah meraihnya sampai sekarang. Peraih piala Thomas terbanyak adalah Indonesia (13 kali), China (7 kali) dan Malaysia (5 kali).</p>
<p>Sedangkan piala Uber diraih secara bergantian oleh 4 negara, yakni China (11 kali), Jepang (5 kali), Indonesia (3 kali) dan Amerika (3 kali).</p>
<p>Tim Thomas Indonesia yang dijagokan sampai ke final, ternyata gagal mencapai target, karena keburu dihajar oleh tim Korea di semi final.</p>
<p>Sebaliknya tim Uber Indonesia yang hanya mentarget sampai ke semi final, malah bisa sampai ke final, meskipun akhirnya takluk oleh tim Uber China yang memang lebih tangguh.</p>
<p>Bagaimanapun, salut untuk perjuangan tim Thomas dan Uber Indonesia.</p>
<p>Sampai ketemu di 2010.</p>
<p>Hai Firda ^^</p>
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Ayat-Ayat Fitna</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/05/ayatayat_fitna.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=464" title="Ayat-Ayat Fitna" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.464</id>
    
    <published>2008-05-18T07:04:00Z</published>
    <updated>2008-05-21T03:47:01Z</updated>
    
    <summary>Tidak bermaksud menanggapi film Fitna yang sempat menggemparkan Indonesia, karena film yang penuh dengan provokasi itu tidak patut diberi kehormatam dengan ditanggapi, juga tidak bermaksud mendompleng ketenaran film Ayat-Ayat Cinta, M. Quraish Shihab menerbitkan sebuah buku dengan judul &quot;Ayat-Ayat Fitna:...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Gallery" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Tidak bermaksud menanggapi film Fitna yang sempat menggemparkan Indonesia, karena film yang penuh dengan provokasi itu tidak patut diberi kehormatam dengan ditanggapi, juga tidak bermaksud mendompleng ketenaran film Ayat-Ayat Cinta, M. Quraish Shihab menerbitkan sebuah buku dengan judul "Ayat-Ayat Fitna: Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka".</p>
<p>Dalam buku ini dijabarkan mengenai ayat-ayat yang dikutip secara setengah-setengah (tidak diselesaikan kalimatnya), sehingga maknanya menjadi tidak relevan lagi, bahkan bertolak belakang.</p>
<p>Buku ini dibagikan secara gratis sebanyak 40 ribu eksemplar di Jakarta, tepatnya di Masjid Agung Sunda Kelapa (hei aku pernah ke sana), Masjid Agung Al Azhar, Masjid Raya Pondok Indah, Masjid At Tin, Masjid dan Pesantren At Taqwa, Masjid Imam Bonjol, Dewan Dakwah Indonesia dan Jakarta Islamic Center.</p>
<p>Juga dapat didownload secara gratis di <a href="http://www.lentera-hati.com/katalog/product.php?productid=16168&amp;cat=0&amp;page=1&amp;featured" title="Ayat-Ayat Fitna">situs Lentera Hati</a>.</p>
<p>Karena langkah-langkah untuk mendownloadnya cukup panjang, juga ada teman yang selalu gagal mendownload, maka aku upload juga <a href="http://www.mahesajenar.com/Ayat_Ayat_Fitna_.pdf" title="Ayat-Ayat Fitna">di blog ini</a>. Silakan didownload.</p>
<p>Ketahui masalahnya, jangan asal demo dan merusak pagar kedutaan, serta membakar bendera negara lain. Islam adalah agama damai, justru citranya dirusak oleh 'oknum' yang katanya membela citra Islam.</p>
]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Bantuan Langsung Tunai</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2008/05/bantuan_langsung_tunai.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=463" title="Bantuan Langsung Tunai" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2008://1.463</id>
    
    <published>2008-05-15T06:34:20Z</published>
    <updated>2008-05-15T06:43:53Z</updated>
    
    <summary>Pagi ini aku bangun agak kesiangan, sudah hampir jam 8. Tadi pagi setelah sholat Shubuh memang aku berniat menambah tidur sedikit lagi, karena merasa masih capek setelah perjalanan jauh. Mungkin karena saking lamanya tidak tidur di kamarku yang nyaman ini,...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Cerpen" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Pagi ini aku bangun agak kesiangan, sudah hampir jam 8. Tadi pagi setelah sholat Shubuh memang aku berniat menambah tidur sedikit lagi, karena merasa masih capek setelah perjalanan jauh. Mungkin karena saking lamanya tidak tidur di kamarku yang nyaman ini, jadinya kebablasan. Kesiangan.</p>
<p>Keluar dari kamar disambut oleh sepi, entah pada kemana orang rumah.</p>
<p>Semalam sempat bertemu dengan Bapak, ketika baru saja aku turun dari ojek di depan rumah. Itu artinya Bapak sedang tidak bertugas keluar kota.</p>
<p>Kalo adik-adikku mungkin sekolah. Eh, tapi ini kan hari Minggu. Hmm.</p>]]>
        <![CDATA[<p>Dari jendela depan kamarku yang menghadap ke jalanan, terlihat tidak ada sama sekali yang melintas. Padahal jalan terbesar di desaku itu adalah jalan utama, yang meskipun tidak seramai lalu lintas kota, tapi tidak biasanya sesepi itu.</p>
<p>Diawali dengan menguap, aku berjalan gontai menuju meja makan, mungkin ada rejeki di sana. Tudung aku buka, dan segelas susu kesukaanku sudah tersedia. Ah, Ibu belum juga lupa kegemaran anaknya.</p>
<p>Susu putih pada gelas yang sama sejak aku masih SMP, sejak termakan omongan guruku yang menekankan pentingnya susu, hingga kini ketika aku sudah hampir menjadi sarjana. Gelas hadiah, yang aku dapatkan dari sabun colek bergambar sayap ketika membelikannya untuk Ibu. Sampai sekarang gelas bumbung (istilah di desaku) itu masih terawat dengan baik. Tidak ada bintik-bintik hitam seperti gelas di kantin kampus.</p>
<p>Saat akan mengambil gelas susu, ada yang muncul dari pintu dapur. Ternyata Ibu.</p>
<p>"Jangan dulu diminum, itu baru Ibu bikin, masih panas."</p>
<p>Aku hanya nyengir, dan menutup kembali tudung di atas meja.</p>
<p>"Pada kemana, Bu?"</p>
<p>"Hari ini ada pembagian jatah bantuan di balai desa, semua pada kesana, Bapakmu juga," Ibu menjelaskan sambil membetulkan posisi kerudungnya.</p>
<p>"Ibu tadi sudah dari sana, tapi lupa matikan sanyo, terus bikin susu buat kamu."</p>
<p>"Emangnya Ibu datang ke sana ngapain?" Aku gak yakin kalo keluargaku juga mendapatkan jatah BLT, setelah Pak SBY tidak kuat menahan laju himpitan beban BBM pada APBN.</p>
<p>Ibu berjalan ke depan televisi, meraih tas di atasnya, mencari-cari sesuatu di dalamnya, "Ya kan disuruh Pakdemu. Nama Ibu sudah dicatatkan di sana."</p>
<p>"Tapi kan kita gak termasuk warga miskin, Bu," jawabku dengan ringan, walaupun keinginanku membeli handphone belum juga mereka kabulkan. Pakde itu kakaknya Ibu, yang menjadi kepala desa.</p>
<p>"Nama Ibu sudah ditulis di daftar penerima, berarti disetujui para pamong desa." Ibu mengeluarkan sekumpulan kunci, dan berusaha mengambil salah satunya. "Kalo tidak Ibu terima, nanti pasti diberikan ke saudaranya pamong yang lain."</p>
<p>Ibu menghampiriku sambil menyerahkan kunci pintu rumah.</p>
<p>"Sudahlah, lagian Bapakmu ikut jadi pengawas ketertiban pembagian, jadi anggap ini sebagai imbalan."</p>
<p>Aku tidak berminat mendebat Ibu.</p>
<p>"Lauknya ada di lemari. Ibu pergi dulu."</p>
<p>Setelah Ibu berlalu dari pintu depan, aku masih tidak habis pikir keluargaku ikut menerima dana BLT.</p>
<p>Ah, sudahlah, mungkin memang keluargaku termasuk jajaran keluarga miskin di desa ini. Aku menghibur diri.</p>
<p>Daripada kesepian, aku berjalan ke belakang rumah, di mana ada sungai besar, tempatku melamun di pinggirnya. Sebuah dipan bambu hasil karyaku bersama Bapak masih setia menungguku di sana. Biasanya tempat itu menjadi tempat nongkrong bersama para pemuda desa. Namun kali ini sepi.</p>
<p>Tidak beberapa lama duduk di situ, aku lihat Wak Tukiman melintas di depanku, sambil memanggul cangkul.</p>
<p>"Kemana, Wak?" basa-basiku, jelas-jelas dia mau ke sawah.</p>
<p>"Ke sawah, Ton," tanpa berhenti dia menjawab.</p>
<p>"Gak ikut pembagian dana bantuan, Wak?"</p>
<p>"Walah, Uwak masih mampu kok. Lagian nama Uwak tidak terdaftar."</p>
<p>Deg.</p>
<p>Aku tahu dengan jelas tingkat ekonomi Wak Tukiman. Meskipun memiliki sawah sendiri, namun kondisinya tidak dapat dikatakan berkecukupan. Sering Bapak menggunakan jasa Wak ini untuk membantu di sawah, atau sekedar memperbaiki rumah.</p>
<p>Tapi kenapa pamong desa tidak memasukkan namanya dalam daftar penerima dana BLT?</p>
<hr />
<p>Tentu saja cerita di atas hanyalah fiktif belaka, meskipun kisah sejenis itu memang banyak terjadi di desaku.</p>
<p>BLT yang nilainya belum tentu mampu mengcover kebutuhan warga sejak kenaikan BBM yang belum naik, seringkali tidak sampai ke tangan yang seharusnya.</p>
<p>Belum lagi jika dana itu malah sebagian -besar- mengalir ke tempat lain, yang sengaja 'diamankan' oleh aparat desa dengan alasan untuk 'kas' desa.</p>
<p>Mari kita[1] awasi penyaluran BLT di desa masing-masing[2].</p>
<p>[1] bagi yang dari desa<br />
[2] bagi yang pulang</p>]]>
    </content>
</entry>

</feed> 

