<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<meta name='ICBM' content="-7.9437, 112.5948" />
	<meta name="geo.position" content="-7.9437; 112.5948" />
	<meta name="geo.region" content="ID-MLG" />
	<meta name="geo.placename" content="Malang" />
    <title>Mahesa Jenar</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/" />
    <link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/atom.xml" />
   <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1</id>
    <link rel="service.post" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1" title="Mahesa Jenar" />
    <updated>2010-08-15T03:36:37Z</updated>
    <subtitle>Urip Iku Ngunduh Uwohing Pakarti</subtitle>
    <generator uri="http://www.sixapart.com/movabletype/">Movable Type 5.01</generator>
 

<entry>
    <title>Penyakit Ambeien</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/08/penyakit_ambeien.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=539" title="Penyakit Ambeien" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.539</id>
    
    <published>2010-08-15T03:34:26Z</published>
    <updated>2010-08-15T03:36:37Z</updated>
    
    <summary>Ambeien atau Wasir merupakan jenis penyakit yang tidak layak untuk dibicarakan di meja makan, sebab menyakut sesuatu yang berkebalikan dengan proses makan. Dalam masyarakat juga ada stigma yang kurang nyaman saat seseorang diketahui memiliki penyakit ini. Padahal bagi yang pernah...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Kesehatan" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Ambeien atau Wasir merupakan jenis penyakit yang tidak layak untuk dibicarakan di meja makan, sebab menyakut sesuatu yang berkebalikan dengan proses makan.</p>
<p>Dalam masyarakat juga ada stigma yang kurang nyaman saat seseorang diketahui memiliki penyakit ini. Padahal bagi yang pernah mengalami, tentu setuju bahwa sakitnya wasir melebihi sakit gigi. Aku masih bisa tidur saat sakit gigi, tapi pernah semalaman tidak tidur ketika sedang menghayati sakit wasir.</p>
<p>Sudah banyak artikel kesehatan yang membahas penyakit ini. Dan bukan bidangku untuk membahas hal medis mengenai wasir. Jadi posting ini hanya sedikit berbagi pengalaman saat bergulat dengan rasa sakitnya.</p>]]>
        <![CDATA[<p>Penyebab ambeien sendiri sudah banyak diketahui, tapi mana yang membuatku mendapatkannya masih berupa tanda tanya bagiku. Sebab menurutku aku tidak mengalami satupun dari penyebab-penyebab yang disebutkan.</p>
<p>Hanya saat itu mendadak merasakan tidak nyaman di bagian bawah, dan malamnya tidak dapat tidur karena menahan sakit yang amat sangat. Besoknya terdeteksi ada darah di lukanya.</p>
<p>Setelah periksa ke dokter di RS Lavalette, aku didiagnosa memiliki ambeien dengan grade 3, di mana penyembuhannya hanya bisa lewat operasi (kata beberapa artikel dan kata dokternya).</p>
<p>Aku dikasih waktu 2 hari untuk pengobatan, serta diberi surat rujukan ke dokter bedah setelah 2 hari tersebut.</p>
<p>Dalam masa 2 hari, berbagai masukan datang dari para rekan, yang intinya menolak operasi. Alasan mereka:</p>
<p>1. Operasi percuma, sebab nanti dapat tumbuh lagi<br />
2. Penyembuhan luka bekas operasinya lama, sebab lokasinya di area lembab</p>
<p>Itu kata mereka. Tapi kalo menurutku saat itu adalah: operasi itu mahal, antara 2-4 juta, belum termasuk biaya lain-lain.<br /></p>
<p>Beruntung teman-teman tidak pandai memprotes saja, namun juga memberikan solusi. Salah satunya adalah memberi daun obat yang biasanya dianggap tumbuhan liar di kebun-kebun tak terawat.</p>
<p>Berikut ini adalah gambar tumbuhan tersebut:</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/aryo/4870575523/" title="Daun Sirih Wasir by Aryo Sanjaya, on Flickr"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4116/4870575523_e86eec7452_t.jpg" width="100" height="75" alt="Daun Sirih Wasir" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/aryo/4870575083/" title="Sirih Wasir by Aryo Sanjaya, on Flickr"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4099/4870575083_289b0b1bf9_t.jpg" width="100" height="75" alt="Sirih Wasir" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/aryo/4870575941/" title="Sirih Wasir by Aryo Sanjaya, on Flickr"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4119/4870575941_105ae8a74d_t.jpg" width="100" height="75" alt="Sirih Wasir di taman" /></a></p>
<p>Temanku menganjurkan untuk merebus 7-9 lembar daun tersebut, lalu mencampur airnya dengan gula batu, dan meminumnya sehari 2 kali.</p>
<p>Hari pertama aku coba sekali saja. Tidak ada perubahan.</p>
<p>Hari kedua juga aku coba sekali juga, tidak ada perubahan.</p>
<p>Hari ketiga masih coba sekali. Kali ini tanpa gula batu, karena ternyata tidak pahit seperti kata dia. Malah tidak ada rasanya sama sekali.</p>
<p>Besoknya sudah tidak mencoba.</p>
<p>Dan beberapa hari kemudian aku rasakan benjolan misterius itu semakin mengecil. Semakin hari semakin kecil, dan kemudian hilang sama sekali.</p>
<p>Alhamdulillah.</p>
<p>Bahan renungan:</p>
<ol>
  <li><a href="http://www.blogdokter.net/tag/ambeien/">Blog Dokter</a></li>

  <li><a href="http://www.pitutur.net/ambeien-bin-wasir.jsp">Pitutur</a></li>

  <li><a href="http://health.detik.com/read/2009/08/12/112023/1181692/783/apakah-ambeien-harus-selalu-dioperasi">detikHealth</a></li>
</ol>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Sulitnya Beli Tiket Pesawat</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/07/sulitnya_beli_tiket_pesawat.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=538" title="Sulitnya Beli Tiket Pesawat" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.538</id>
    
    <published>2010-07-22T06:17:26Z</published>
    <updated>2010-07-22T06:24:05Z</updated>
    
    <summary>Bagi sebagian orang yang terbiasa membeli tiket pesawat, mungkin sudah tidak begitu heran dengan kesulitan yang ditemui saat booking tiket pesawat. Namun selalu ada pemula di dunia ini, jadi akan selalu ada yang bingung dengan beberapa hal terkait dengan pembelian...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Bagi sebagian orang yang terbiasa membeli tiket pesawat, mungkin sudah tidak begitu heran dengan kesulitan yang ditemui saat booking tiket pesawat. Namun selalu ada pemula di dunia ini, jadi akan selalu ada yang bingung dengan beberapa hal terkait dengan pembelian tiket pesawat.</p>
<p>Dari pengalaman selama ini, berikut adalah kasus yang sering aku temui:<br /></p>
<p>1. <b>Heran, harga di Agen A 500rb tapi di Agen B adalah 600rb untuk jadwal dan pesawat yang sama</b></p>
<p>Terlepas dengan adanya markup harga oleh Agen B, namun pada kenyataannya harga pesawat adalah progresif.</p>
<p>Tiket pesawat dijual per kelas, dengan masing-masing kelas memiliki harga berbeda dengan jumlah seat yang telah ditentukan. Semakin tinggi kelasnya, harganya semakin mahal.</p>
<p>Misalnya untuk Batavia Air, tiap kelas ada 7 kursi.</p>
<p>Setiap kali 1 seat terjual, lama kelamaan jatah 7 kursi di kelas tersebut akan habis. Dan setelah habis, otomatis sistem akan menjual seat di kelas atasnya, yang mana harganya lebih mahal.</p>
<p>Nah, misalnya saat pelanggan menelpon Agen A, ketika dicek Batavia Air kelas S (misalnya) masih ada 3 seat. Kemudian pelanggan iseng bertanya ke Agen B, dan ternyata kelas S sudah habis, ganti ke kelas T dengan harga yang lebih mahal.</p>
<p>Hal ini secara psikologi membuat pelanggan berpikir Agen B lebih mahal dari Agen A.</p>
<p>Sebagai agen, kita tentu hanya bisa pasrah menerima predikat lebih mahal atau murah. Tapi bagi pelanggan yang sudah ngerti, akan maklum bahwa fluktuasi harga seperti itu adalah wajar terjadi.</p>]]>
        <![CDATA[<p>2. <b>Tadi katanya ada, sekarang kok tidak ada?</b></p>
<p>Alasannya sama dengan kasus di atas, ini hanya variasi kasus saja. Saat pelanggan mengecek harga, kemudian pulang dan berpikir, lalu saat mau booking ternyata tiket tersebut sudah tidak ada, atau berganti harga.</p>
<p>Hal ini menimbulkan stigma negatif pada agen yang bersangkutan. Harga kok plin-plan.</p>
<p>Yang kadang tidak disadari pelanggan adalah bahwa penjualan tiket diambil langsung dari maskapai yang bersangkutan. Dijual secara online, dan diperebutkan oleh seluruh agen di Indonesia. Selisih beberapa menit saja peta ketersediaan seat bisa berubah.</p>
<p>Untuk menyiasati hal tersebut, agen sering menyarankan pelanggan agar segera booking ketika dapat harga yang bagus. Jika tidak, resikonya adalah seat tersebut diembat oleh agen yang lain.</p>
<p>3. <b>Agen A meskipun sudah mepet waktunya tapi tetap dapat yang murah</b></p>
<p>Ini lebih pada faktor keberuntungan saja.</p>
<p>Kadang meskipun semua kursi sudah dibooking, ada saat di mana pelanggan yang sudah booking lama sebelumnya, membatalkan pemesanan tersebut, sehingga seat yang digunakan akan dianggap kosong. Nah, saat ini terjadi, meskipun kelas-kelas mahal telah terjual, bisa saja kita mendapatkan seat pada kelas rendah dengan harga murah.</p>
<p>4. <b>Agen A batas waktu bookingnya cuman beberapa jam, sedangkan Agen B ngasih batas waktu bookingnya bisa 2 hari lebih</b></p>
<p>Yang menentukan batas waktu booking adalah maskapai, bukan agen. Semakin lama jangka waktu keberangkatan, semakin lama pula batas waktu bookingnya.</p>
<p>Jika kita pesan tiket untuk bulan depan, batas waktu sampai booking itu dihapus oleh maskapai bisa sampai 1 minggu ke depan. Tapi jika pesan untuk beberapa hari ke depan, batas waktunya hanya dalam hitungan jam.</p>
<p>Agen tiket biasanya mempercepat beberapa menit/jam dari limit waktunya maskapai, untuk memberi kesempatan pelanggan membayar dulu baru issued tiket.</p>
<p>5. <b>Saya biasanya bisa mengembalikan tiket dan mendapatkan lagi uang saya meskipun dipotong, kok yang ini tidak bisa</b></p>
<p>Mengembalikan tiket atau refund adalah dengan ketentuan dan syarat tertentu. Salah satunya adalah tiket tersebut bukanlah tiket promo.</p>
<p>Jika tiket promo, maka tidak dapat diuangkan kembali. Hal itu merupakan aturan dari maskapai, sebab refund adalah ke maskapai yang bersangkutan meskipun prosesnya lewat agen.</p>
<p>Mungkin masih banyak kejadian lain, tapi baru ini yang terpikirkan.</p>
<p>Happy traveling,</p>
<p><b>NayNay Travel &amp; Ticket</b></p>
<p>Terminologi:</p>
<p>- booking: memesan tiket sampai batas waktu tertentu sebelum dibeli/dibatalkan<br />
- seat: jumlah kursi dalam tiket pesawat<br />
- issued: mencetak tiket yang dibooking. biasanya setelah pelanggan membayar<br /></p>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Pahala dan Dosa</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/07/pahala_dan_dosa.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=537" title="Pahala dan Dosa" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.537</id>
    
    <published>2010-07-05T12:40:34Z</published>
    <updated>2010-07-05T12:45:44Z</updated>
    
    <summary>Secara tidak sadar, kadang kita merasa ibadah yang telah kita lakukan sudah cukup untuk mendapatkan surga. Atau lebih jauh lagi, ibadah yang telah kita lakukan cukup untuk membayar dosa-dosa yang pernah terjadi. Hal ini wajar, sebab selama ini kita selalu...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Secara tidak sadar, kadang kita merasa ibadah yang telah kita lakukan sudah cukup untuk mendapatkan surga. Atau lebih jauh lagi, ibadah yang telah kita lakukan cukup untuk membayar dosa-dosa yang pernah terjadi.</p>
<p>Hal ini wajar, sebab selama ini kita selalu mendapatkan gambaran mengenai timbangan amal (Al Mizan) antara pahala dan dosa. Sejak kecil kita sudah dibekali dengan cerita, bahwa di akhirat nanti akan ada timbangan yang mengukur jumlah pahala dan dosa. Jika lebih banyak pahala maka surga, jika lebih banyak dosa maka masuk neraka.</p>]]>
        <![CDATA[<p>Al Mizan memang harus diyakini ada (Al A'raaf: 8-9), dan tidak ada yang salah dengan penggambaran tersebut. Hanya saja kadang persepsi kita yang keliru menerapkannya, sehingga dampak yang terjadi adalah ketika melakukan suatu kebajikan, kita langsung membayangkan saldo pahala kita bertambah. Demikian pula saat melakukan dosa, saldo dosa ditambah.</p>
<p>Sejalan dengan itu, kita, yang tanpa membekali catatan diri berisi 'mutasi transaksi' pahala dan dosa, mengukur sendiri mana yang lebih banyak antara pahala dan dosa.</p>
<p>Mengukur diri sendiri memang harus, muhasabah diri, introspeksi. Jika benar-benar menelaah diri sendiri, pastilah didapat banyak kesalahan yang harus diperbaiki, dibandingkan membanggakan amalan yang telah dicapai.</p>
<p>Yang lebih parah adalah, ketika mengingat bahwa sudah lama tidak melakukan dosa, ditambah dengan sholat 5 kali sehari dikalikan jumlah hari selama hidup ke depan (padahal tidak tau kapan matinya), kadang menimbulkan pemikiran bahwa surga telah terbeli dengan ibadah tersebut.</p>
<p>Padahal surga bukan ditentukan oleh amalan kita, tapi 'hadiah' dari Alloh untuk hamba yang dikehendakiNya.</p>
<p>Seperti yang pernah <a href="http://www.mahesajenar.com/2009/01/mensyukuri_nikmat.html" title="Mensyukuri Nikmat">diceritakan di sini</a>, bahwa seseorang telah bangga dengan amalannya tapi tetap masuk neraka.</p>
<p>Kebingungan dimulai di sini, yakni ketika seseorang bertanya: "ya percuma dong kita ibadah, toh tetep aja ditentukan oleh kehendakNya"</p>
<p>Terinspirasi oleh ceramah Ustadz Abu Sangkan, dapat dicontohkan seperti ini:</p>
<p>Misalnya ada anak kecil, disuruh oleh orangtuanya untuk membersihkan rumah. Tentu orang tuanya tidak menentukan seluruh rumah harus bersih mengkilat, karena dia tau anak kecilnya tidak mungkin mampu melakukan itu.</p>
<p>Yang diminta oleh orang tuanya adalah anak kecil itu menjalankan perintahnya dengan patuh.</p>
<p>Bahkan misalnya ketika si kecil saat menyapu menyenggol gelas dan pecah, orang tua pasti akan maklum dan hanya tersenyum. (Mungkin hanya orang tua yang punya anak kecil yang bisa memahami perasaan ini)</p>
<p>Dan ketika tiba pemberian upah, yakin upah tersebut tidak ditentukan oleh hasil kerja si kecil, melainkan rasa senang orang tua karena anaknya mematuhinya.</p>
<p>Demikianlah, seandainya kita mendapatkan surga, yakin surga tersebut tidak ditentukan oleh ibadah kita, melainkan karena kepatuhan kita, sehingga mendapatkan rahmatNya berupa surga. Dan salah satu bentuk kepatuhan adalah dengan menjalankan segala perintahNya.</p>
<p>Mari kita berlomba menggapai rahmatNya.</p><br />]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Ghibah</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/06/ghibah.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=536" title="Ghibah" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.536</id>
    
    <published>2010-06-10T04:02:12Z</published>
    <updated>2010-06-10T04:07:06Z</updated>
    
    <summary>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ &quot;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk sangka...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p><font size="5"><span style="font-size: 18px;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ<br /></span></font></p>
<p style="line-height: 1.5em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;"></p>
<p style="line-height: 1.5em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;"><span style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, sans-serif; font-size: 11px; color: #2A2A2A;"><em>"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang</em> ." (<strong>QS. Hujuraat: 12</strong>)</span></p>
<br/>
<p>Sang Pembuat alam telah melarang kita untuk menggunjing, baik gunjingan itu benar maupun salah. Jika benar, hal itu adalah ghibah. Jika salah, hal itu adalah kebohongan dan berarti fitnah.</p>
<p>Hal itu juga termasuk pada saling mengcopykan video rekaman "mirip" Ariel dan LM / CT.</p>
<p>Malah dampak lainnya adalah semacam legalisasi berbagi pornografi. Banyak remaja yang belum siap melihat ini, apalagi anak-anak.</p>
<p>Sudah hentikan.</p>
<p><br /></p>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Grup Legendaris: Nasida Ria</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/02/grup_legendaris_nasida_ria.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=535" title="Grup Legendaris: Nasida Ria" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.535</id>
    
    <published>2010-02-19T07:25:44Z</published>
    <updated>2010-03-01T09:52:52Z</updated>
    
    <summary>Semakin terlindas zaman, mungkin itulah nasib musik qosidah. Berbagi ruang dengan aliran musik baru, baik dalam maupun luar negeri, membuat musik ini lebih jarang terdengar. Itu dibanding dengan masa kecilku dulu, saat hampir tiap hari terdengar musik qosidah, baik di...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Semakin terlindas zaman, mungkin itulah nasib musik qosidah. Berbagi ruang dengan aliran musik baru, baik dalam maupun luar negeri, membuat musik ini lebih jarang terdengar.</p>
<p>Itu dibanding dengan masa kecilku dulu, saat hampir tiap hari terdengar musik qosidah, baik di rumah-rumah, di acara-acara tertentu, maupun di surau dan musholla. Sebegitu seringnya, sampai ada beberapa lagu yang lirik dan nadanya masih terpatri di otak hingga saat ini. Salah satu lagu favoritku adalah Tahun 2000 dan Kota Santri, dan masih hafal liriknya dari awal hingga akhir, padahal sudah puluhan tahun (1990-2010) tidak pernah mendengarnya.</p>]]>
        <![CDATA[<p>Baru saja saat browsing, aku nemu link koleksi lagu-lagu qosidah, dan kebetulan berisi grup Nasida Ria yang berasal dari Semarang. Segera saja aku download beberapa lagu tersebut, dan mengingat kembali masa-masa kejayaan lagu tersebut.</p>
<p>Berikut ini koleksi lagu Nasida Ria: <a href="http://downloadmp3indonesia.net/mp3-nasida-ria/">http://downloadmp3indonesia.net/mp3-nasida-ria/</a></p>
<p>Lagu-lagu ini berisi nasehat yang tak lekang oleh zaman. Bahkan beberapa lagu diproduksi ulang oleh Radja (Perdamaian) dan Krisdayanti (Kota Santri).</p>
<p>Kenangan dari grup Nasida Ria adalah kedatangan salah satu vokalis andalannya, Muthoharoh, diundang dalam suatu acara di desa kami. Cewek cantik bersuara merdu tersebut diundang sebagai Qori'.</p>
<p>Kira-kira gimana tampangnya sekarang ya.</p><br />
<p>Berikut ini lirik Tahun 2000:</p>
<blockquote>
<br/>
<br/>
Tahun duaribu tahun harapan,<br/>
Yang penuh tantangan dan mencemaskan<br/>
Wahai pemuda dan para remaja,<br/> 
Ayo siapkan dirimu<br/>
Siapkan dirimu, siap ilmu siap iman<br/>
Siap<br/>
<br/>
Tahun duaribu kerja serba mesin, <br/>
Berjalan berlari menggunakan mesin<br/>
Manusia tidur berkawan mesin,<br/>
Makan dan minum dilayani mesin<br/>
<br/>
Sungguh mengagumkan tahun duaribu<br/>
Namun demikian penuh tantangan<br/>
<br/>
Penduduk makin banyak, <br/>
Sawah ladang menyempit<br/>
Mencari nafkah smakin sulit<br/>
Tenaga manusia banyak diganti mesin, <br/>
Pengangguran merajalela<br/>
<br/>
Sawah ditanami gedung dan gudang, <br/>
Hutan ditebang jadi pemukiman<br/>
Langit suram udara panas akibat pencemaran<br/>
<br/>
Wahai pemuda remaja sambutlah tahun 2000 penuh semangat<br/>
Dengan bekal ketrampilan, serta ilmu dan iman<br/>
<br/>
Bekal ilmu dan iman<br/>
<br/>
<br/>
</blockquote>
 ]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Bangsa Perekayasa</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/02/bangsa_perekayasa.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=534" title="Bangsa Perekayasa" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.534</id>
    
    <published>2010-02-11T13:04:40Z</published>
    <updated>2010-02-11T13:17:32Z</updated>
    
    <summary>Jaman dahulu, masyarakat sering dengan mudahnya percaya dan manut saja apa kata penguasa. Yang tidak manut dihilangkan tanpa jejak. Atau dibuatkan skenario yang mana pada akhirnya masyarakat maklum dan ngikut saja apa kata sutradara ketika seseorang dieksekusi. Namun di jaman...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
        <category term="Sensi" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Jaman dahulu, masyarakat sering dengan mudahnya percaya dan manut saja apa kata penguasa. Yang tidak manut dihilangkan tanpa jejak. Atau dibuatkan skenario yang mana pada akhirnya masyarakat maklum dan ngikut saja apa kata sutradara ketika seseorang dieksekusi.</p>
<p>Namun di jaman ini, kecerdasan masyarakat sudah meningkat --sebanding dengan peningkatan jumlah kebodohan tentu saja. Tingkat kemampuan berpikir kritis sudah jauh lebih maju, didukung dengan pertukaran informasi yang sangat cepat. Skenario yang berusaha dibentuk oleh penguasa akan cepat ketahuan lobangnya.</p>
<p>Sayangnya hal tersebut kurang disadari oleh penguasa. Ato mungkin disadari, namun mau gimana lagi. Akhirnya skenario yang bobrok dan tambal sulam tetap dipaksakan. Rekayasa harus tetap jalan. Logika hukum dan kepatutan norma sudah tidak dipertimbangkan. Pokoknya™</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Gambaran seperti Jaksa Urip Tri Gunawan, sudah tertangkap basah menerima suap, masih mengelak dengan alasan jual beli permata. Begitulah gambaran penguasa saat ini. Hal yang gamblang pun masih ditutup-tutupi.</p>
<p>Dalam kasus Antasari Azhar, jika dirunut dan di-zoomout, jelas sekali terlihat alur yang ditentukan. Setelah berhasil mengobrak-abrik kenyamanan para koruptor, mendadak beliau difitnah dan dinyatakan bersalah dalam persidangan yang tidak memberikan bukti kuat bahwa terdakwa bersalah. Jaksa yang tidak memiliki bukti kuat juga ngotot untuk hukuman mati. Secara logika sudah terlihat jelas adanya alur yang dipaksakan. Ada apa ini?</p>
<p>Dalam lampiran saya sertakan tindakan tegas Antasari Azhar terhadap para koruptor. Dari situ terbaca jelas kepentingan pemerintah beserta lembaganya untuk meniadakan Antasari, yang mengancam kenyamanan mereka. Jika dibiarkan, Antasari bisa membersihkan semua koruptor, termasuk membongkar kasus Bank Century dan korupsi IT KPU.</p>
<p>Dengan <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/10/113649/1296562/10/bambang-soesatyo-penerima-dana-century-sumbang-sby-boediono">presiden yang terkesan bersih dan tidak ikut-ikutan dalam kekotoran</a>, dengan <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/11/172614/1297834/10/kejagung-tetap-ingin-antasari-divonis-mati" title="Kejagung Tetap Ingin Antasari Divonis Mati">kejagung yang pendendam</a>, dengan <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/11/191132/1297914/10/anggaran-plesiran-dpr-untuk-2010-capai-rp-122-m?991101605" title="Anggaran Plesiran DPR untuk 2010 Capai Rp 122 M">DPR yang rajin memboroskan uang negara</a>, dan dengan <a href="http://www.surya.co.id/2009/06/08/ketimpangan-ekonomi-semakin-besar-rizal-ramli-solusinya-ketimpangan-ekonomi-semakin-besar-rizal-ramli-solusinya-ekonomi-konstitusi.html">ketimpangan ekonomi</a>, negara ini akan selalu rawan rekayasa.</p>
<p>Kenapa masyarakat harus peduli Antasari?<br />
Karena Antasari berani menyerang koruptor, yang akhirnya dihukum dengan rekayasa konyol.</p>
<p>Kenapa masyarakat mesti memerangi koruptor?<br />
Karena mereka mengambil <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/02/121536/70/13/Bank-Pemborosan-Daerah-">uang negara yang sedianya untuk masyarakat</a>.</p>
<p>Lalu apa tindakan yang seharusnya dilakukan?<br />
Entahlah, saat ini saya hanya bisa menulis, sambil menyesali pilihan saat pemilu kemarin.</p>
<p>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=<br /></p>
<p>Lampiran:</p>
<p>Inilah Daftar Tersangka Kasus Korupsi Sejak Antasari Sebagai Ketua KPK<br /></p>
<p>Oleh Arif Hidayat, Sumbawanews.com</p>
<p>Selasa, 12 Mei 2009 11:32 -</p>
<p>Berikut daftar tersangka kasus Korupsi Sejak Antasari Sebagai Ketua KPK:<br /></p>
<ol>
  <li>Mantan Kapolri Rusdihardjo. Ditahan sejak 16 Januari 2008 di Rutan Brimob Kelapa Dua. Terlibat kasus dugaan korupsi pada pungli pada pengurusan dokumen keimigrasian saat menjabat sebagai Duta Besar RI di Malaysia. Dugan kerugian negara yang diakibatkan Rusdihardjo sebesar 6.150.051 ringgit Malaysia atau sekitar Rp15 miliar. Rusdiharjo telah divonis pengadilan Tipikor selama 2 tahun.</li>

  <li>Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong dan mantan Kepala Biro BI Surabaya Rusli Simanjuntak. Ditahan KPK sejak 14 Februari 2008 Oey Hoey Tiong ditahan di Rutan Polda Metro Jaya Rusli Simanjuntak ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua. Kedua petinggi BI ini ditetapkan tersangka dalam penggunaan dana YPPI sebesar Rp 100 miliar. Mantan Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong dan mantan Kepala Biro BI Rusli Simanjuntak yang masing-masing empat tahun penjara.</li>

  <li>Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah. Ditahan sejak 10 April 2008 di Rutan Mabes Polri. Burhanuddin diduga telah menggunakan dana YPPI sebesar Rp 100 miliar. Burhanuddin sudah di vonis pengadilan tipikor lima tahun penjara.</li>

  <li>Aulia Pohan, besan Presiden SBY. Aulia Pohan ditahan sejak Kamis 27 November 2008. Dia bersama tersangka lain, Maman Sumantri mendekam di ruang tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sementara Bun Bunan Hutapea dan Aslim Tadjuddin dititipkan oleh KPK di tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Mereka diduga terlibat dalam pengucuran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar.</li>

  <li>Jaksa Urip Tri Gunawan dan Arthalita Suryani. Jaksa Urip dan Arthalita ditangkap pada 2 Maret 2008. Urip ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Arthalita ditahan di Rutan Pondok Bambu. Jaksa Urip tertangkap tangan menerima 610.000 dolar AS dari Arthalita Suryani di rumah obligor BLBI Syamsul Nursalim di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Urip divonis ditingkat pengadilan Tipikor dan diperkuat ditingkat kasasi di Mahkamah Agung selama 20 tahun penjara. Sedangkan Arthalita di vonis di Tipikor selama 5 tahun penjara.</li>

  <li>Pimpro Pengembangan Pelatihan dan Pengadaan alat pelatihan Depnakertrans Taswin Zein. Ditahan 12 Maret 2008 di Rutan Polda Metro Jaya. Taswin diduga terlibat dalam kasus penggelembungan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Depnakertrans tahun 2004 sebesar Rp 15 miliar dan Anggaran Daftar Isian sebesar Rp 35 miliar. Taswin telah di vonis Pengadilan Tipikor selama 4 tahun penjara.</li>

  <li>Mantan Gubernur Riau Saleh Djasit (1998-2004). Ditahan sejak 20 Maret 2008 di Rutan Polda Metro Jaya. Saleh yang juga anggota DPR RI (Partai Golkar) ditetapkan sebagai tersangka sejak November 2007 dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 20 unit mobil pemadam kebakaran senilai Rp 15 miliar. Saleh Djasit telah di vonis Pengadilan Tipikor selama 4 tahun penjara.</li>

  <li>Mantan gubernur Jawa Barat Danny Setiawan dan Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto Sindung Mawardi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Damkar. Danny Setiawan ditahan KPK pada 10 November 2008. Dia kini mendekam di rutan Bareskrim Mabes Polri. KPK juga menahan mantan Kepala Biro Pengendalian Program Pemprov Jabar Ijudin Budhyana dan mantan kepala perlengkapan Wahyu Kurnia. Ijudin saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Jabar. Selain itu KPK telah menahan Ismed Rusdani pada Rabu (12/12/08). Ismed yang menjabat staf biro keuangan di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Damkar juga menyeret Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok Yusuf juga ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 22 September 2008</li>

  <li>Anggota DPR RI (PPP) Al Amin Nur Nasution dan Sekda Kabupaten Bintan Azirwan. Ditangkap tanggal 9 April 2008, Al Amin ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Sekda Bintan Azirwan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Al Amin tertangkap tangan menerima suap dari Azirwan. Saat tertangkap ditemukan Rp 71juta dan 33.000 dolar Singapura. Mereka ditangkap bersama tiga orang lainnya di Hotel Ritz Carlton.</li>

  <li>Anggota DPR RI (Partai Golkar) Hamka Yamdhu dan mantan Anggota DPR RI (Partai Golkar) Anthony Zeidra Abidin. Ditahan pada 17 April 2008, Anthony Z Abidin yang juga menjabat Wakil Gubernur Jambi ditahan di Polres Jakarta Timur, Hamka Yamdhu ditahan di Rutan Polres Jakarta Barat. Hamda dan Anthony Z Abidin diduga menerima Rp 31,5 miliar dari Bank Indonesia.</li>

  <li>Bupati Lombok Barat Iskandar dan Dirut PT Varindo Lombok Inti Izzat Husein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tukar guling (ruilslag) bekas kantor lama bupati Lombok Barat. Iskandar divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor karena terdakwa diduga mengalami kelainan jiwa selama proses persidangan, sedangka Izzat di vonis 4 tahun penjara.</li>

  <li>Mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ranendra Dangin ditahan KPK pada Kamis, 8 Januari 2009 di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Rendra dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula pasir putih yang dilakukan atas kerja sama antara PT RNI dan Bulog.</li>

  <li>Proyek pengadaan Alkes senilai Rp 190 ,5 miliar di Depkes RI, KPK telah menetapkan dua tersangka rekanan Depkes yakni mantan Direktur Utama Kimia Farma Gunawan Pranoto dan Direktur PT Rifa Jaya Mulia Rifai Jusuf.</li>
</ol>
<p>Tersangka lain setelah Antasari Ashar di Tahan di Mapolda Metro Jaya:</p>
<ol>
  <li>KPK menetapkan satu tersangka pada Selasa (5/5/09) dalam kasus dugaan korupsi PLN Distribusi Jawa Timur. Tersangka itu HARYADI SADONO mantan General Manager PLN Distribusi Jawa Timur yang sekarang menjabat Direktur PLN Distribusi Luar Jawa, Madura, dan Bali.</li>

  <li>KPK menahan mantan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Syahrial Oesman, Senin (11/5/09) dalam kasus kasus korupsi proyek pelabuhan Tanjung Api-api, Sumsel. Syahrial ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.</li>
</ol>Sumber: Internet<br />
<br />
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Memilih Dokter Anak</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/02/memilih_dokter_anak.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=533" title="Memilih Dokter Anak" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.533</id>
    
    <published>2010-02-06T07:08:11Z</published>
    <updated>2010-02-06T07:14:48Z</updated>
    
    <summary>Ketika si kecil sakit, orang tua bukan hanya ikut merasakan sakitnya, namun lebih jauh lagi akan merasa kasihan, merasa ingin menggantikan sakitnya, dan yang lebih utama adalah merasa khawatir.Tersiksa sendiri. Dalam kondisi seperti itu, maka langkah apapun akan dilakukan, uang...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Parent" />
    
        <category term="Sensi" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Ketika si kecil sakit, orang tua bukan hanya ikut merasakan sakitnya, namun lebih jauh lagi akan merasa kasihan, merasa ingin menggantikan sakitnya, dan yang lebih utama adalah merasa khawatir.<br/>Tersiksa sendiri.</p>
<p>Dalam kondisi seperti itu, maka langkah apapun akan dilakukan, uang berapapun akan dikeluarkan, termasuk membawa anak ke dokter spesialis terbaik.</p>
<p>Namun bagaimana jika dokter yang diharapkan menjadi pahlawan, justru membelokkan harapan itu?</p>
<p>
Pertama kali ke dokter anak adalah ke dokter W yang praktek dekat rumah. Saat itu Naza sedang sakit pilek dan sesak nafas. Oleh dokter, Naza hanya diperiksa sekilas, dan memberikan vonis bahwa Naza terkena asma.</p>]]>
        <![CDATA[<p>Sebagai orang tua yang sedang kritis terhadap kondisi anak, feelingku mengatakan bahwa pemeriksaan itu terlalu instan. Benar memang aku tidak paham dunia medis, namun cara memeriksa seperti itu, rasanya kurang menyeluruh. Kita ingin dokter tampak lebih serius.</p><p>
Dan benar, ketika tidak segera membaik, aku periksakan Naza ke dokter B di dekat Dieng Plaza, dan Naza dinyatakan tidak terkena asma. Hanya saat itu sedang musim pancaroba dan bayi merespon dengan seperti itu. Beberapa hari kemudian kondisinya sudah membaik dan kembali normal.</p><p>
Dokter W tadi juga yang memvonis anaknya <a href="http://diluam.wordpress.com/" title="Rakhmat Maulidi">Rakhmat</a> terkena autis, tetapi ketika diperiksakan ke dokter di Surabaya, ternyata bukan autis.</p><p>
Kejadian kedua adalah kemarin lusa, saat Naza mengalami demam selama 3 hari. Saat dibawa ke dokter B, pemeriksaan dirasa terlalu sekilas, dan mengatakan Naza tidak apa-apa, hanya perlu obat penurun panas.</p><p>
Malam harinya, Naza masih demam dan muntah saat diberikan obat dari dokter B. Tengah malam, karena sebelumnya obatnya dimuntahkan, kita coba beri obat itu lagi, namun dimuntahkan lagi setelah sempat beberapa saat di perutnya.</p><p>
Besoknya kondisinya justru semakin parah, Naza tidak mau makan apapun, bahkan air susu ibunya juga ditolak. Yang mau dia telan hanyalah air putih.</p><p>
Setelah seharian tidak mendapat makanan yang cukup, kondisinya makin lemah. Sorenya aku bawa dia ke dokter L yang berada di jalan TRIP.</p><p>
Saat diperiksa secara seksama (lebih detail dibanding dokter sebelumnya), diketahui bahwa Naza mengalami panas dalam dan sariawan. Obat yang dari dokter B dihentikan kecuali penurun panasnya, dan diberi obat baru oleh dokter L.</p><p>
Malamnya Naza sudah tidak terlalu demam, dan hari ini sudah ceria kembali.</p><p>
Dari rentetan kejadian tersebut dapat disimpulkan kadang kala dokter yang menurut sebagian orang adalah sangat bagus, bahkan kita sendiri pernah membuktikannya, ternyata tidak selamanya begitu. Misalnya dokter B yang sebelumnya mendiagnosa Naza dengan benar, di kasus berikutnya ternyata salah diagnosa, yang efeknya adalah salah memberikan obat.</p><p>
Ada juga dokter yang dipercaya sangat teliti oleh temanku T, ternyata salah memberikan dosis obat pada anaknya temanku yang lain, J, sehingga mengalami panas tinggi dan gangguan kulit.</p><p>
Karenanya, slogan "buat anak kok coba-coba" rasanya memang pantas dilanggar demi mendapatkan dokter spesialis anak yang tepat.</p>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Ada Yang Salah Di Negeri Ini</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/02/ada_yang_salah_di_negeri_ini.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=532" title="Ada Yang Salah Di Negeri Ini" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.532</id>
    
    <published>2010-02-05T10:06:57Z</published>
    <updated>2010-02-05T10:09:03Z</updated>
    
    <summary>Jalanan macet dan penuh, tetapi lomba target penjualan kendaraan bermotor semakin merajalela. Pengurusan dan pengontrolan SIM sangat buruk sehingga mempercepat pertumbuhan driver dan rider bego di jalanan. Pengadilan dan penjara sudah menjadi rahasia umum bukanlah suatu tempat untuk mendapatkan keadilan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
        <category term="Sensi" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Jalanan macet dan penuh, tetapi lomba target penjualan kendaraan bermotor semakin merajalela. Pengurusan dan pengontrolan SIM sangat buruk sehingga mempercepat pertumbuhan driver dan rider bego di jalanan.</p>
<p>Pengadilan dan penjara sudah menjadi rahasia umum bukanlah suatu tempat untuk mendapatkan keadilan dan hukuman. Para pembela HAM dan pemberantas korupsi rawan berakhir dengan racun arsenik atau difitnah selingkuh dan terancam hukuman mati.</p>]]>
        <![CDATA[<p>Masyarakat yakin beragama, tetapi murka saat diungkapkan bahwa dirinya melanggar aturan agama yang dianutnya. Ghibah jelas-jelas haram tapi berontak saat infotainment dinyatakan haram. Terbiasa bercinta dengan pacar namun merasa terhina saat berpelukan pada prewedding dilarang.</p>
<p>Orang kaya yang dengan mudahnya melempar ratusan ribu di mall tanpa terasa, namun sulit melempar recehan ke pengemis jalanan. Para pengemis yang masih segar bugar, lebih memilih duduk malas dan pasang wajah memelas daripada bekerja keras. Yang tidak pantas jadi pengemispun memilih menurunkan derajatnya sendiri dengan menyamar jadi penerima BLT dan SKTM, menggusur mereka yang layak menerimanya.</p>
<p>Sementara rakyat melihat wakilnya dengan sinis, para dewan justru duduk manis... no komen wis.</p>
<p>Ada yang salah di negeri ini. Harus kita perbaiki.</p>
<p>Dukung saya menjadi Presiden RI - 2012.</p>
<p>Presiden kiamat.</p><br />]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Sunan Kalijaga dan Gus Dur</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2010/01/sunan_kalijaga_dan_gus_dur.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=531" title="Sunan Kalijaga dan Gus Dur" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2010://1.531</id>
    
    <published>2010-01-05T06:30:47Z</published>
    <updated>2010-01-05T06:51:11Z</updated>
    
    <summary>Dari sekian banyak para Wali yang dikenal di Tanah Jawa, mungkin Sunan Kalijaga adalah yang paling masyhur. Selain karena beliau adalah Wali asli dari Tanah Jawa (Tuban), kemasyhuran tersebut tidak lepas dari kedekatan beliau dengan rakyat jelata. Sunan Kalijaga tidak...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Dari sekian banyak para Wali yang dikenal di Tanah Jawa, mungkin Sunan Kalijaga adalah yang paling masyhur. Selain karena beliau adalah Wali asli dari Tanah Jawa (Tuban), kemasyhuran tersebut tidak lepas dari kedekatan beliau dengan rakyat jelata. Sunan Kalijaga tidak membuat sekat tersendiri berupa pesantren atau sejenisnya seperti Sunan yang lain. Bagi beliau, hamparan kehidupan ini adalah pesantren, dan masyarakat adalah santri yang harus dibimbing.</p>
<p>Di samping itu, beliau membidangi (dalam lembaga Walisongo) hal yang digemari masyarakat Jawa saat itu, yakni dunia mistis.</p>
<p>Banyak peninggalan beliau yang masih lekat dengan dunia mistis, misalnya Wayang Kulit, <a href="http://www.mahesajenar.com/2005/09/kidung_purwajati.html" title="Kidung Purwajati">Kidung Purwajati</a>, Gamelan, dan seterusnya, yang masih hidup di masyarakat Jawa hingga kini. Juga beberapa 'lagu' tenar semacam lagu Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.</p>
<p>Sebagai orang Demak, tempat beliau akhirnya bersemayam, banyak sekali aku dengar cerita mengenai beliau, baik yang dapat dipertanggungjawabkan maupun yang nganeh-nganehi, bahkan ada yang meyakini bahwa sampai saat ini Sunan Kalijaga masih sugeng, tentunya dalam alam berbeda, dan masih sering menemui orang yang ingin ditemuinya.</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Kisah mengenai Sunan Kalijaga sudah sedemikian terkenal, jadi kesannya akan 'nguyahi segoro' (mubazir) kalo aku juga bercerita kisah beliau di sini :)</p>
<p>Hanya mengungkit betapa besar jasa beliau, meski hanya ditilik dari warisan yang beliau tinggalkan tersebut di atas. Belum lagi mengenai peran penyebaran dan penjagaan yang beliau lakukan terhadap dakwah Islam saat itu.</p>
<p>Dan betapa luas pergaulan beliau. Memiliki murid mulai dari Raja Pajang hingga orang Samin macam Saridin (Syeh Jangkung), dan orang kaya raya seperti Sunan Pandanaran.</p>
<p>Namun demikian Sunan Kalijaga tetap tampil bersahaja dan sederhana. Berkelana tanpa menumpuk kekayaan.</p>
<p>Menurut Babad Tanah Jawa (hasil googling sih), nama-nama Sunan Kalijaga antara lain adalah Syeh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.</p>
<p>Menilik pada nama terakhir di atas, mengingatkan aku pada Presiden ke-4 kita yang baru saja mangkat, Abdurrahman Wahid a.k.a Gus Dur. Rasanya Gus Dur memiliki kemiripan pola (dalam logikaku) dengan Sunan Kalijaga, baik dalam peran dan jasa, maupun pembawaan.</p>
<p>Gus Dur memiliki andil besar dalam peletakan dasar demokrasi di negara ini, yang demikian tercengkeram oleh Orde Baru.</p>
<p>Penampilan yang sederhana, Gus Dur bisa masuk ke semua kalangan bahkan ke yang saling berseteru, dan Gus Dur diyakini oleh beberapa kalangan sebagai Wali.</p>
<p>Ok, aku juga tidak ingin menulis banyak tentang Gus Dur, dengan keterbatasan ilmu yang aku miliki, meskipun dulu kita menimba ilmu di pesantren yang sama.</p>
<p>Aku tidak ingin ikut-ikutan terjebak seperti media massa yang oportunis, yang membelokkan opini publik sehingga menampakkan kesan yang salah terhadap Gus Dur. Beberapa teman dekatku sering komentar miring tentang beliau bahkan di depanku, tanpa tau bahwa aku adalah pengagumnya.</p>
<p>Namun kebenaran sejati tidak akan tertutupi oleh kebenaran lainnya. Tidak untuk selamanya.</p>
<p>Selamat jalan Gus Dur, maaf aku tidak jadi menyambutmu kemarin.</p>
<p>*diposting untuk merespon <a href="http://apdnsemarang.wordpress.com/2009/12/30/gus-dur-satriya-pinandhita-itu-telah-pergi/">postingan panjang ini</a>.</p><br />
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Naite: HP Imut Nan Kaya Fitur</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2009/12/naite_hp_imut_nan_kaya_fitur.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=530" title="Naite: HP Imut Nan Kaya Fitur" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2009://1.530</id>
    
    <published>2009-12-21T09:41:28Z</published>
    <updated>2009-12-22T05:39:18Z</updated>
    
    <summary> Sudah genap seminggu ini aku menggunakan HP SonyEricsson Naite™ GreenHeart™, hadiah dari 2 cewek tercinta, yang diam-diam membelikan HP ini dan membuat seakan-akan itu paket datang dari seseorang. Setelah paket dibuka, ternyata berisi HP hadiah dari mereka berdua. Ternyata...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Narsis" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>
<img src="http://www.sonyericsson.com/cws/file/1.657873.1253092734!translation/image/Sony-Ericsson-Naite.jpg" align="left" alt="Naite" hspace="8" vspace="8" />
Sudah genap seminggu ini aku menggunakan HP <a href="http://www.sonyericsson.com/cws/products/mobilephones/overview/naite?cc=id&amp;lc=id">SonyEricsson Naite</a>™ GreenHeart™, hadiah dari 2 cewek tercinta, yang diam-diam membelikan HP ini dan membuat seakan-akan itu paket datang dari seseorang. Setelah paket dibuka, ternyata berisi HP hadiah dari mereka berdua.</p>
<p>Ternyata mereka kasian melihat HP-ku yang butut karena sudah terlalu lama untuk usia HP. Memang sengaja aku pertahankan <a href="http://www.mahesajenar.com/2006/03/the_replacer_k750i.html">HP lama ini</a>, karena meskipun sudah butut, namun tidak pernah rusak. Meskipun kondisi fisiknya hancur karena sering salto di aspal, sampai harus beberapa kali ganti casing+keypad, tetapi teknologi di dalamnya masih mampu mengikuti trend saat ini. Facebook, Twitter, Email, semua dapat diatasi dengan <a href="http://www.opera.com/mini/">Opera Mini™</a>.</p>
<p>Tapi mungkin alasan yang sebenarnya kenapa belum ganti HP adalah karena tidak tersedia anggaran untuk itu, hihihi.</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Dan setelah seminggu menggunakan HP yang dinobatkan sebagai HP ramah lingkungan ini, berikut beberapa kesan-kesan:</p>
<ol>
  <li>Tipis. HP paling tipis yang pernah aku punya.</li>

  <li>Tetap SonyEricsson. Dari HP pertama (Ericsson T10s) sampe sekarang.</li>

  <li>3G/HSDPA mempercepat koneksi HP saat di perjalanan.</li>

  <li>Google Latitude berfungsi dengan baik di HP ini, setelah sebelumnya selalu gagal di SonyEricsson K750i. Tadi malam pulang dari Probolinggo, selama perjalanan Google Latitude dapat menemukan posisiku dengan sangat tepat, seakan menggunakan GPS.</li>

  <li>Sinkronisasi kontak telpon dengan server SonyEricsson berjalan sukses, tidak takut kehilangan data kontak lagi.</li>

  <li>Setiap kali selesai ngecharge, muncul pemberitahuan untuk mencabut charger dari colokan listrik, demi hemat energi.</li>

  <li>Layar yang lebih lebar, mungkin karena font yang digunakan lebih kecil.</li>

  <li>Disediakan browser builtin, namun aku lebih cocok pake Opera Mini™.</li>

  <li>Memory menggunakan MicroSD, jadi gak pake MemoryStick seperti sebelumnya, sehingga gak bisa tuker-tukeran memory dengan kamera digital merk Sony juga.</li>

  <li>SMS bisa ditampilkan dalam bentuk kategori tertentu, jadi gak nyampur.</li>

  <li>Sudah terinstall beberapa aplikasi yang mendukung gerakan hemat energi, EcoMate dan GreenCalculator.</li>

  <li>Sudah terinstall aplikasi Google Latitude, Facebook, Twitter, AccuWeather, dan YouTube.</li>

  <li>Bisa VideoCall</li>

  <li>Bisa PushMail</li>

  <li>SMS bisa disimpan di kartu memori</li>

  <li>Mampu menyimpan 1000 kontak dengan 7000 nomor.</li>

  <li>dan seterusnya</li>
</ol>
<p>Beberapa kelemahan yang ada di Naite™:</p>
<ol>
  <li>Tidak memiliki flash light, atau blitz kamera, sehingga hasil foto kurang maksimal di tempat redup</li>
</ol>
<p>Sudah itu saja.</p>Dan sampai saat ini aku belum tau berapa harga HP ini ketika dibeli. Namun dari beberapa katalog di internet, harganya sekitar 1.4juta rupiah.<br />
<br />
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Petruk Jadi Dukun</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2009/12/petruk_jadi_dukun.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=529" title="Petruk Jadi Dukun" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2009://1.529</id>
    
    <published>2009-12-07T04:13:11Z</published>
    <updated>2009-12-07T04:21:44Z</updated>
    
    <summary>Sudah lama tidak mendongeng di blog, jadi inilah saatnya mendongeng. Diceritakan ulang dari lakon wayang kulit berjudul Petruk Dukun. ------------------------------------------ Alkisah, suatu ketika semua senjata di kerajaan Amarta, tempatnya para Pandawa, mendadak raib tanpa bekas. Sudah dicari kemana-mana tidak juga...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Cerpen" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Sudah lama tidak mendongeng di blog, jadi inilah saatnya mendongeng. Diceritakan ulang dari lakon wayang kulit berjudul Petruk Dukun.</p>
<p>------------------------------------------<br /></p>
<p>Alkisah, suatu ketika semua senjata di kerajaan Amarta, tempatnya para Pandawa, mendadak raib tanpa bekas. Sudah dicari kemana-mana tidak juga ditemukan. Sampai akhirnya mereka meminta bantuan kepada saudara mereka, yakni para Kurawa.</p>
<p>Kurawa, atas pengaruh Durna, bukannya membantu malah menganggap keadaan ini sebagai kesempatan untuk menyerang Pandawa. Maka disusunlah rencana penyerangan. Meskipun Pandawa menjadi sakti karena persenjataan yang dimiliki, namun banyak pula ksatria Amarta yang sakti meski tanpa senjata, misalnya Antasena dan Antareja dengan kekuatannya. Karenanya perlu dipersiapkan kekuatan secara fisik untuk menghadapi Pandawa.</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Di tengah persiapan penyerangan itu, di negara lain yang bernama Cundorante, sedang terjadi bencana penyakit parah. Berbagai cara telah dicari, dan akhirnya diketahui bahwa bencana tersebut dapat dihilangkan dengan penyerahan tumbal. Maka dikirimlah 2 jin, Pesatnyowo dan Sambernyowo, sebagai utusan untuk mencari tumbal yang dimaksud, yakni Durna dan Patih Sengkuni dari Astina.</p>
<p>Durna dan Sengkuni yang sedang menyiapkan pasukan Kurawa di hutan Kurumanggolo, berhasil diculik oleh 2 utusan Cundorante. Gegerlah Kurawa, karena tanpa kedua wayang itu mereka akan lemah.</p>
<p>Eswatama, anak dari Durna, meminta bantuan kepada Adipati Karna. Segera Adipati Karna berhasil mengejar kedua jin dan berhasil mendesak mereka. Karena hampir kalah, jin meminta bantuan ular besar bernama Nogorangsang, yang kemudian berhasil membuat buta kedua mata Adipati Karna.</p>
<p>Dalam keadaan buta, Adipati Karna ditolong oleh Baladewa dan dibawa ke Kresna untuk diobati. Mereka berjalan melewati lembah dan gunung untuk ke tempat Kresna.</p>
<p>Sementara Arjuna yang sedang bertapa dalam rangka mencari senjata Pandawa yang hilang, mendengar rintihan Sengkuni yang dibawa lari oleh jin Pesatnyowo. Segera dia gunakan minyak Jayengkaton pemberian ayahnya. Dengan mengoleskan minyak Jayengkaton ke matanya, dia dapat melihat segala mahluk halus di sekitarnya.</p>
<p>Petruk sempat melarang Arjuna yang hendak menolong Durna dan Sengkuni, karena dalam masa bertapa, wayang tidak boleh melakukan aksi apapun, sebab hal tersebut dapat membatalkan pertapaan.</p>
<p>Namun Arjuna menolak nasehat Petruk, dan nekat mencegat 2 jin tersebut. Maka terjadilah pertempuran sengit. Sayangnya Arjuna kalah dan mati.</p>
<p>Petruk sebagai abdi Arjuna, mencari cara untuk menyembuhkan tuannya. Dengan keprihatinan yang mendalam, Petruk akhirnya sampai di kerajaan para jin, di gua Seluman. Dengan tipu dayanya, Petruk berhasil membawa senjata bernama kembang Condro Urawan milik raja jin dan dibawanya untuk menyembuhkan Arjuna.</p>
<p>Setelah sembuh, Petruk berpesan kepada Arjuna agar tidak usah menolong Durna, tapi fokus saja mencari senjata Pandawa yang hilang. Arjuna setuju dan meminta maaf, lalu kembali melanjutkan pencarian senjata.</p>
<p>Namun mendadak muncul Eswatama, anaknya Durna. Eswatama menjanjikan Kurawa akan mengembalikan kerajaan Astina kepada Pandawa tanpa perang Baratayudha, jika Arjuna berhasil menyelamatkan Durna.</p>
<p>Mendengar janji itu, Arjuna segera mengejar 2 jin tadi, menyusul sampai ke Cundorante, perang lagi, dan Arjuna mati lagi.</p>
<p>Petruk yang jengkel akhirnya pulang, dan dengan senjata sakti milik raja jin, dia membuka praktek pengobatan yang manjur. Dia jadi dukun dan bertambah kaya.</p>
<p>Semar, Gareng dan Bagong yang bingung karena Arjuna mati lagi, segera memberi kabar ke Amarta untuk datang membantu. Bantuan datang, dan berhasil mengobrak-abrik kerajaan Cundorante, namun kedatangan ular Nogorangsang berhasil membunuh Gatutkoco, Setyaki, Werkudoro, dan ksatria lainnya.</p>
<p>Para ksatria Pandawa yang mati, ditambah dengan Adipati Karna yang dibawa oleh Baladewa, dibawa ke tempat Petruk. Satu per satu berhasil dihidupkan dan disembuhkan.</p>
<p>Selanjutnya Petruk didaulat sebagai senopati untuk memimpin penyerangan ke Cundorante, mengalahkan Nogorangsang, membebaskan Durna dan Sengkuni.</p>
<p>Setelah dikalahkan Petruk, Nogorangsang berubah menjadi senjata Cakra milik Kresna yang hilang.</p>
<p>Si kembar Pesatnyowo dan Sambernyowo yang berhasil dibunuh Petruk berubah menjadi senjata Pasopati. Dan para ksatria Cundorante yang lain juga banyak yang ternyata jelmaan senjata Pandawa.</p>
<p>Raja jin dari gua Seluman ternyata adalah Nakula dan Sadewa, yang ikut menghilang bersama hilangnya senjata Pandawa.</p>
<p>Dan senjata yang dipegang Petruk ternyata adalah senjata kembang Wijayakusuma milik Kresna.</p>
<p>Keadaan segera dipulihkan. Pandawa mendapatkan kembali semua senjata miliknya, dan Durna serta Sengkuni menyesali perbuatannya.</p>
<p>Demikian.</p>
<p>------------------------------------------<br /></p>
<p>Lakon wayang Petruk Dukun ini dipentaskan dengan jenaka dan runtut oleh Ki Hadi Sugito, dapat didownload di <a href="http://www.4shared.com/dir/12670273/6af62d38/Petruk_Dukun.html">4Shared ini</a>. Terdiri dari 16 file mp3 dengan masing-masing berdurasi sekitar 31 menit.</p>
<p>Banyak pesan moral yang disampaikan melalui lakon ini, namun sayang tidak dapat aku ungkapkan dalam dongeng kali ini, karena sewaktu mendengarkan wayang sambil main <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solitaire">Solitaire</a> dan kalah terus.</p>Selamat menikmati.<br />
<br />
<br />
]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Alasan Tidak Sholat</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2009/11/alasan_tidak_sholat.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=528" title="Alasan Tidak Sholat" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2009://1.528</id>
    
    <published>2009-11-26T09:33:45Z</published>
    <updated>2009-11-27T00:29:29Z</updated>
    
    <summary>Ada seorang teman, masih muda, belum nikah meski sudah waktunya, dan belum memiliki pekerjaan tetap. Beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol sama dia, dan tiba pada pertanyaan: &quot;kenapa tidak pernah sholat?&quot; Padahal menurutku keluarganya cukup agamis. Dia menjawab bahwa dia...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Ada seorang teman, masih muda, belum nikah meski sudah waktunya, dan belum memiliki pekerjaan tetap.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol sama dia, dan tiba pada pertanyaan: "kenapa tidak pernah sholat?" Padahal menurutku keluarganya cukup agamis.</p>
<p>Dia menjawab bahwa dia kecewa pada Tuhan, pada suatu hal yang bikin dia marah, dan memutuskan untuk menolak sholat.</p>
<p>Bagi sebagian orang alasan temenku itu tentu sangat debatable. Namun aku tidak tertarik untuk mendebat atau menasehatinya, hanya menanggapi dengan cerita mengenai indahnya sholat.</p>
<p>Menurutku dia masih ada kemungkinan untuk sholat pada suatu saat nanti, setelah dia menemukan "jawaban" atas kemarahannya pada Tuhan.</p>
<p>Yang aku anggap lebih parah justru mereka yang tidak ada kemarahan pada Tuhan, orang yang yakin dan selalu setuju bahwa sholat itu wajib dilakukan, namun tidak tau mengapa dia tidak juga sholat.</p>
<p>Mereka yang ditanya apakah sholat itu wajib, mantap menjawab: iya. Tapi tidak sholat.</p>
<p>Dan setauku, orang jenis ini yang justru lebih banyak beredar.</p>
]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Kiamat 2012</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2009/11/kiamat_2012.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=527" title="Kiamat 2012" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2009://1.527</id>
    
    <published>2009-11-14T11:21:40Z</published>
    <updated>2009-11-14T11:39:36Z</updated>
    
    <summary>Q: Bagaimana jika kiamat benar datang tahun 2012? A: Maka waktu kita tinggal setTimeout(&quot;cekDetik()&quot;, 1000); function cekDetik() { var time = new Date(); var sisadetik = 1355936400000 - time.getTime(); var remains = &quot;&quot;; var tahun = Math.floor(sisadetik / 31536000000); sisadetik...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Coder" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Q: Bagaimana jika kiamat benar datang tahun 2012?</p>
<p>A: Maka waktu kita tinggal <span id="div_sisawaktu"></span>
</p>

<script type="text/javascript">
setTimeout("cekDetik()", 1000);

function cekDetik()
{
	var time = new Date();
					
	var sisadetik = 1355936400000 - time.getTime();
        var remains = "";	
	var tahun = Math.floor(sisadetik / 31536000000);
	sisadetik %= 31536000000;
	var bulan = Math.floor(sisadetik / 2592000000);
	sisadetik %= 2592000000;
	var hari = Math.floor(sisadetik / 86400000);
	sisadetik %= 86400000;
	var jam = Math.floor(sisadetik / 3600000);
	sisadetik %= 3600000;
	var menit = Math.floor(sisadetik / 60000);
	sisadetik %= 60000;
	var detik = Math.floor(sisadetik / 1000);
	if (tahun > 0) remains += tahun + " tahun ";
	if (bulan > 0) remains += bulan + " bulan ";
	if (hari > 0) remains += hari + " hari ";
	if (jam > 0) remains += jam + " jam ";
	if (menit > 0) remains += menit + " menit ";
	if (detik > 0) remains += detik + " detik ";

    document.getElementById("div_sisawaktu").innerHTML = remains;
    setTimeout("cekDetik()", 1000);
}
</script>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Theme Song Mahesa Jenar</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2009/10/theme_song_mahesa_jenar.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=525" title="Theme Song Mahesa Jenar" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2009://1.525</id>
    
    <published>2009-10-23T11:29:18Z</published>
    <updated>2009-10-23T11:31:36Z</updated>
    
    <summary>Saat bersih-bersih dan menata ulang ribuan folder yang malang melintang tak tentu arah, aku menemukan file MP3 yang menceritakan tentang sosok Mahesa Jenar. Aku rasa ini cukup aneh, karena koleksi MP3 bagian lagu jawa sudah lama sekali tidak diupdate, berarti...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Blog" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Saat bersih-bersih dan menata ulang ribuan folder yang malang melintang tak tentu arah, aku menemukan file MP3 yang menceritakan tentang sosok Mahesa Jenar. Aku rasa ini cukup aneh, karena koleksi MP3 bagian lagu jawa sudah lama sekali tidak diupdate, berarti sudah lama sekali aku punya file itu. Dan tidak menyadari bahwa itu adalah <i>theme song</i> Mahesa Jenar. Ini juga berarti aku tidak tau dari mana file itu aku dapat.</p>
<p>Lagu ini bergenre keroncong(?), penyanyi tidak diketahui, namun sekilas mirip suara Waljinah. Dan sudah aku <a href="http://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.htmlhttp://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.htmlhttp://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.html" title="Mahesa Jenar">upload di 4shared</a>. Silakan kalo berkeinginan download.</p>
<p>Berikut ini syair dari lagu tersebut, yang dengan susah payah aku dengarkan karena menggunakan bahasa yang tidak sehari-hari digunakan. Mohon koreksi lirik dan artinya:</p>
<blockquote>
<p>Kaloking ra pilih tanding, Maheso Jenar<br />
Satriyo ing Pengging<br />
Satriyo didgyo lelono<br />
Ngupoyo sabuk inten nogo sosro</p>
<p>Tansah marbrenggo beboyo, Maheso Jenar<br />
Bakti mring negoro<br />
Mandap jurang nasak wono woso<br />
Kayungyun hyuwanane roso</p>
<p>Poro kang ambeg angkoro memalangi sedyo utomo<br />
Nanging pinasti lebur musno ketiban aji sosro birowo</p>
<p>Nora pamrih kalenggahan, Maheso Jenar<br />
Wani kataniris<br />
Ngeronce atine asmoro kelawan wong ayu dyah Roro Wilis</p>
</blockquote>
<p>Terjemahan (xxx berarti aku tidak tau artinya :P )</p>
<blockquote>
<p>xxx tidak pilih tanding, Mahesa Jenar<br />
Ksatria dari Pengging<br />
Ksatria sakti yang berpetualang<br />
Mencari keris Naga Sasra dan keris Sabuk Inten</p>
<p>Selalu menemui mara bahaya, Mahesa Jenar<br />
Berbakti kepada negara<br />
Turun jurang dan menyisir hutan<br />
xxx xxx rasa</p>
<p>Para penjahat berusaha menghalang-halangi langkahnya<br />
Namun mati hancur terkena ajian Sosro Birowo</p>
<p>Tidak punya pamrih kedudukan, Mahesa Jenar<br />
Berani xxx<br />
xxx hatinya terkena asmara pada wanita cantik bernama Roro Wilis</p>
</blockquote>
<p>Bagi siapapun penyanyi dan pencipta lagu ini, saya haturkan terimakasih.</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/142957426/7e2f22ea/Mahesa_Jenar.html" title="Download Mahesa Jenar">Download Link</a></p>
]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Heran dan Kaget</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.mahesajenar.com/2009/10/heran_dan_kaget.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="http://www.mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=524" title="Heran dan Kaget" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2009://1.524</id>
    
    <published>2009-10-20T11:03:36Z</published>
    <updated>2009-10-20T11:07:06Z</updated>
    
    <summary>Menurut KBBI: he·ran /héran/ a 1 merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; 2 aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>http://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en" xml:base="http://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Menurut <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/" title="Kamus Besar Bahasa Indonesia">KBBI</a>:</p>
<table border="1" width="100%">
  <tbody>
    <tr>
      <td>
        <p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"><b>he·ran</b> /héran/ <i>a</i> <b>1</b> merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: <i>saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah;</i> <b>2</b> aneh; ajaib: -- <i>, dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar;</i></p>

        <p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"><i><b>ka·get</b> /kagét/</i> a terperanjat; terkejut (krn heran): <i>Ibu sangat -- ketika mendengar berita tt kematian adiknya</i>;<br />
        <b>me·nga·get·kan</b> <i>v</i> membuat (menyebabkan) kaget; mengejutkan; dng tiba-tiba datang (menyerang dsb): <i>tembakan itu ~ penduduk</i>;<br />
        <b>ke·ka·get·an</b> <i>n</i> perihal kaget<br /></p>
      </td>
    </tr>
  </tbody>
</table><br />
<p>Menurut saya:<br />
heran = ketidakmampuan memahami sesuatu dengan data yang dimiliki<br />
kaget = ketidaksiapan menerima sesuatu hal yang terjadi</p>
<p>Heran dan Kaget adalah kondisi wajar setiap manusia. Hal ini karena terbatasnya kemampuan manusia untuk menyerap dan menyimpan informasi dari alam semesta yang begitu luas, dan kejadiannya yang begitu kompleks, sehingga akan selalu ada hal baru yang tidak dikenali otak.</p>
]]>
        <![CDATA[<p>Saat ada hal baru masuk ke otak, dia akan mencoba memahami sesuai data yang dimilikinya. Bagi sebagian orang, otak akan terhenti saat tidak dapat menemukan informasi tentang hal tersebut. Kondisi inilah yang disebut sebagai heran.</p>
<p>Namun bagi sebagian yang lain, yang selalu mengembalikan setiap kejadian kepada sang pemelihara alam, tidak ada kesempatan untuk heran. Ketika ada hal yang tidak dipahami, dia tau bahwa itu adalah hasil karyaNya. Itu sudah.</p>
<p>Itulah, bagi orang yang terpelihara, akan sulit untuk merasa heran, merasa kaget, menyesali suatu kejadian dan sejenisnya. Sebab dia selalu nyambung dengan Penciptanya.</p>
<p>Imam Ali a.s. mengatakan, "Andaikan hijab disingkapkan dari hadapanku maka keyakinanku tidak akan bertambah"</p>
<p>Maksudnya adalah seandainya semua rahasia alam ini dibuka dan diperlihatkan kepada beliau, iman beliau tidak akan bertambah. Hal tersebut dikarenakan beliau sudah yakin bahwa segala sesuatu adalah milikNya, sehingga meskipun dibukakan rahasia, tidak mempengaruhi keyakinan itu. Tidak ada kesempatan untuk heran.</p>
<p>Kata-kata yang terkenal dari bapak pembangunan HM Soeharto adalah "Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, Ojo Dumeh".</p>
<p>Orang yang selalu mawas diri, sadar bahwa setiap kejadian adalah atas kehendakNya, tentu akan sulit untuk kaget.</p>
<p>Orang yang selalu sadar bahwa segala sesuatu adalah karyaNya, akan sulit untuk Gumun (heran).</p>
<p>Orang yang selalu paham bahwa segala sesuatu adalah milikNya, akan sulit untuk Dumeh (mentang-mentang).</p>
<p>Menurut aku: heran = rendahnya tingkat kesadaran spiritual.</p><br />
]]>
    </content>
</entry>

</feed> 

