« Plagiarisme (Lagi) | Depan | Tipi USB dan Rekaman MotoGP »

Laporan ke Bali

Karena laporane sangat panjang dan membosankan *sadar diri*, maka sekalian saja aku bentuk menjadi format yang membosankan juga, yaitu berbentuk skripsi, hihihi.

 

KATA PENGANTAR

Di era teknologi komputer yang semakin canggih ini, penggunaan komputer sebagai alat bantu kerja berperan sangat penting. Mulai dari sekedar untuk menghitung, menyimpan data, sampai dengan hal yang rumit seperti statistik, simulasi dan sejenisnya.

Meski demikian, penggunaan komputer juga membawa dampak yang merugikan, misalnya pancaran radiasi monitor yang dapat mengganggu kesehatan mata, serta dampak sosial yang menciptakan jarak antara orang yang satu dengan yang lainnya. Meskipun jaraknya berdekatan, tidak jarang beberapa orang malah berkomunikasi lewat Instant Messenger. Hal tersebut selain mengurangi interaksi sosial, juga menghilangkan beberapa kesempatan lain, yang seharusnya diperoleh jika berkomunikasi secara langsung.

Demi mengurangi gap antar pegawai, mengurangi kejenuhan menghadapi monitor setiap hari, dan memberikan oksigen dalam suasana kerja, maka perusahaan memberikan kesempatan berlibur bersama ke tempat wisata, yang diadakan setiap satu tahun sekali.

Untuk tahun ini (2007), acara diadakan ke pulau Bali, sama seperti tahun 2005. Sedangkan 2006 diadakan di Jakarta.

Berikut ini adalah catatan kegiatan wisata di Bali, mulai dari tanggal 7 Juni 2007, sampai dengan 11 Juni 2007. Meskipun penulis sudah berusaha sebisa mungkin untuk memaparkan, namun pasti ada hal yang terlewatkan atau salah ingat. Karena itu saran dan kritik yang membangun selalu terbuka untuk diberikan.

Malang, 12 Juni 2007

Penulis

 

 

HARI I

PENDAHULUAN

1.1 Data Perjalanan

Pelaksanaan wisata dimulai dari berkumpulnya semua pegawai di depan kantor C1, yang memiliki tempat cukup luas untuk parkiran bis. Acara yang sedianya dilaksanakan jam 05:00, terpaksa dimundurkan beberapa menit, karena menunggu bisnya datang menjemput.

Nama Agen Bis : Gunung Harta

Nomor Polisi : DK 7**2 BW

Warna : Hijau terang

Panjang : 10 meter

Kapasitas : 58 penumpang duduk dan 0 berdiri

Nama Sopir : Rofiq

Nama kondektur : Marli

Ketua Panitia : Krisna dan Yoel (2 ketua?)

Jumlah Peserta : 32 orang

Berangkat : 7 Juni 2007 jam 6:00 pagi

 

1.2 Pemberangkatan

Pemberangkatan disengaja sangat pagi, karena dikuatirkan adanya aksi demonstrasi yang terjadi di desa Alastlogo, Granti, Pasuruan, akibat kasus sengketa tanah warga dengan TNI-AL.

Namun karena tidak ada demo, perjalanan dalam status lancar terkendali, sehingga jam 7:25 kita sudah memasuki Probolinggo.

Meskipun masih terhitung pagi, panitia menyelenggarakan makan bersama, di depot Rawon Nguling Probolinggo. Seperti biasanya, aku menghabiskan 2 (dua) porsi piring di situ. Yang pertama gule kambing, yang kedua krengsengan. Minumnya es soda gembira. Maaf tidak ada foto untuk itu.

Saat kembali ke bis, terjadi insiden kecil. Karena mencoba tiduran di kursi, tangan ini menyenggol kotak kecil tempat menaruh minuman di depan setiap kursi. Entah karena bobot badan yang semakin berat, kotak itu pecah berserakan hanya karena tersenggol tangan. Karena kebetulan kotak itu ada di depan kursi Venus, gantian minuman dia ditaruh di kotak depan kursiku.

Perjalanan terus berlanjut, dan jam 13:30 kita sampai di Ketapang, Banyuwangi.

Sebelum menyeberang, panitia mengadakan makan siang, di Grafika. Tapi karena makan pagi baru beberapa jam sebelumnya, sehingga tidak semua ikut makan. Aku hanya makan udang goreng asam manis serta jus semangka.

Hanya setengah jam, perjalanan dilanjutkan kembali. Bis langsung menuju ke dermaga Ketapang, untuk masuk ke kapal feri penyeberangan.

Menurut kabar, bis yang dari Bali (plat DK) tidak perlu mengantri terlalu lama, karena sudah langganan. Dan bis Gunung Harta yang kita gunakan kebetulan dari Bali, sehingga ketika bis datang, langsung naik ke kapal.

Atau karena saat itu memang sedang tidak ada bis yang lain ya?

 

1.3 Penyeberangan

Tidak lama setelah bis masuk kapal, semua penumpang diharuskan turun dari bis, menuju ke ruangan yang sudah disediakan. Hal tersebut untuk menghidari jika terjadi sesuatu yang buruk terjadi, maka penumpang tidak terjebak dalam kendaraan.

Namun kita tidak masuk ke ruangan penumpang, melainkan ke buritan kapal yang terbuka di dek paling atas. Ada atraksi oleh anak-anak pantai. Mereka berenang di sekitar kapal, mengejar recehan yang dilemparkan penumpang ke air laut. Hal yang sepele dan mungkin menarik, tapi seingatku hal ini sudah dilarang pemerintah sejak lama, karena kita merendahkan bangsa kita sendiri dengan menciptakan pengemis terselubung. Berenang sambil menangkap uang receh di laut bukanlah hal yang sulit dan seharusnya tidak menarik, aku sudah membuktikan hal itu sejak lama. Dengan tidak melemparkan recehan, maka dengan sendirinya kegiatan anak-anak itu juga tidak akan ada.

Beberapa menit sebelum kapal bersandar di dermaga Gilimanuk, ada angin dan gerimis yang menyebabkan kapal bergoyang lebih kuat, dan sempat membuat kepalaku pusing, pertanda akan mabuk laut. Tapi untunglah hanya sebentar, karena kalau lebih lama lagi, bisa dipastikan aku segera teler.

Setelah kapal terikat di dermaga, semua penumpang masuk ke bis, lalu perjalanan dilanjutkan.

Bis hanya berhenti sebentar di gerbang pelabuhan, karena ada pemeriksaan KTP. Menurut isu yang beredar, semua penumpang akan diperiksa. Yang tidak bawa KTP pasti akan tertolak dari pulau Bali. Tapi kenapa tidak ada petugas yang memeriksa? Atau kita disuruh turun?

Apakah karena rombongan, maka bisa dibebaskan?

Entahlah.

Bis kemudian melaju menelusuri jalanan pulau Bali, menuju ke Kuta. Aku yang masih agak pusing, terlelap dengan manis di samping Venus.

Dua jam berlalu, namun bis belum juga sampai. Setelah bertanya ke teman yang sudah pernah ke Bali, katanya perjalanan ke Kuta memakan waktu 7 jam.

Jreng!

Tidur lagi.

 

1.4 Istirahat

Perjalanan ke Kuta memang memakan waktu sekitar 7 jam. Dan karena tidak menyangka jaraknya sejauh itu, sehingga tidak ada persiapan mental. Yang ada akhirnya badan terasa letih semua.

Ketika sampai di Kuta, bis tidak bisa langsung menuju ke hotel Ramayana, tempat kita menginap. Rupanya semua bis harus parkir di parkiran pusat, sedangkan semua penumpang akan diantar menggunakan mobil yang lebih kecil. Dengan kata lain, kita pindah kendaraan.

Menurut keterangan sopir selama perjalanan (kebetulan aku duduk di kursi depan), bis yang lebih panjang dari 7 meter tidak diperbolehkan memasuki kota, karena akan menyebabkan macet, sebab jalanan di dalam kota tidak memadai.

Yang aku pikirkan, betapa repotnya jika penumpangnya ada banyak, dengan barang bawaan yang banyak, jika harus berganti-ganti kendaraan untuk keluar masuk kota. Dan harus bayar lagi untuk kendaraan pengganti itu. Aturan yang aneh.

Setelah membagikan kunci kamar, setiap peserta memasuki kamar hotel dengan pasangan masing-masing. Kebetulan aku mendapatkan pasangan si Krisna. Karena dia masih sibuk mengurusi acara dan macam-macamnya, aku masuk kamar duluan. Mandi, nyalakan MacbookPro, lalu online Yahoo! Messenger, kirim kabar ke beberapa teman.

Tak lama, beberapa peserta mengajak pergi makan. Yang menjadi target adalah KFC, karena selain -katanya- harganya relatif stabil, juga yakin akan kehalalannya. Kemudian membeli beberapa snack, lalu kembali ke hotel untuk tidur.

 

 

HARI II

KEGIATAN PERTAMA

 

2.1 Uluwatu

Kegiatan di hari pertama adalah ke Uluwatu, sebuah pura di pinggir tebing.

Saat pemberangkatan, panitia berhasil me-lobby pihak hotel untuk meminta izin kepada Polsek setempat, agar bis kita diijinkan masuk sampai ke hotel. Dan setelah melewati beberapa tahap birokrasi, akhirnya izin dikeluarkan. Di kaca depan bis, ditempelkan surat rekomendasi dari Kapolsek, yang intinya mengizinkan bis memasuki kota, dengan ketentuan yang tercantum di surat rekomendasi tersebut.

Bis bisa parkir di depan hotel.

Ke Uluwatu tidak memakan waktu yang banyak, tidak sampai 1 jam.

Setelah membeli tiket, setiap peserta yang menggunakan rok atau celana pendek, wajib menutupinya dengan kain ungu yang sudah disediakan. Dan wajib bagi semua peserta untuk mengenakan selendang berwarna kuning, untuk diikatkan di pinggang. Sampai saat ini masih belum aku ketahui fungsi dari kedua hal di atas. Just follow the rule.

Dalam Uluwatu, terdapat banyak kera, dan pura, serta tempat pertunjukan tari kecak.

Tempatnya memanjang di pinggiran tebing, di sisi barat pulau bali bagian selatan.

Setelah berada di situ hampir 3 jam, kita melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.

 

2.2 Dreamland

Namanya mengingatkan aku pada dunia fantasi taman impian Jaya Ancol. Aku membayangkan adanya wahana-wahana permainan seperti di Ancol.

Tapi rupanya salah, karena yang ada hanyalah pantai cantik yang membentang panjang. Istilahnya adalah Kuta Baru, meski panjangnya masih kalah jauh dibandingkan pantai Kuta.

Kelebihan pantai ini adalah ombaknya yang lebih besar dan panjang, sehingga cocok untuk tempat Surfing.

Karena urutan acara berikutnya adalah ke GWK (Garuda Wisnu Kencana), maka tidak ada yang berani bermandi ria di pantai ini. Tidak ada yang membawa pakaian ganti. Salah kostum.

Di situ kita hanya bisa berfoto, dan memandang bule yang tiduran menyebar di mana-mana dengan busana di bawah 50%.

 

2.3 Garuda Wisnu Kencana

Dekat dengan Dreamland, kita menuju ke lokasi Garuda Wisnu Kencana, tempat adanya patung besar yang membentuk burung Garuda dan Wisnu. Konon patung ini belum jadi, yang nantinya akan digabungkan menjadi satu patung yang besar sekali, melebihi patung Liberty di Amerika.

Saat ini kedua patung itu masih terpisah, dan belum lengkap terbentuk. Entah karena kendala teknis atau dana, tapi suksesnya pembuatan patung itu sangatlah berarti bagi kita.

Setelah puas berfoto di depan patung, kita melanjutkan acara berikutnya, yaitu pulang.

 

2.4 Internetan

Seharusnya acara berikutnya adalah ke pantai Kuta, tapi karena jaraknya yang dekat dengan hotel (tidak lebih dari 50 meter), maka acara dibuat menjadi jam bebas. Bagi yang ingin ke Kuta dipersilakan, jalan kaki. Bagi yang ingin acara sendiri, dipersilakan.

Aku memilih untuk tetap di hotel. Menelpon Customer Service, meminta keterangan mengenai hotspot di hotel yang menggunakan broadband access-nya CBN.

Kemudian aku membeli kartu pra-bayarnya, harga Rp. 60.000 untuk 3 jam pemakaian.

Dengan membawa MacbookPro ke lokasi hotspot, aku bisa akses internet dengan kecepatan yang cukup cepat.

 

2.5 Kopdar

Saat berinternet, aku menghubungi salah satu teman di Bali, Putu Rini. Kebetulan dia sore itu ada waktu, maka dia bermaksud datang ke hotel Ramayana.

Sambil menunggu dia datang, aku bersama Krisna, Vendra dan Darmadi jalan-jalan ke pantai Kuta. Masih ramai orang meski di situ sudah gelap gulita. Ah, banyak orang nganggur di situ.

Tak lama, telpon berdering. Putu sudah sampai di hotel. Cepat juga.

Ketika bertemu di lobby hotel, ternyata Putu bersama temannya, seorang cewek Bali juga. Namanya aslinya kurang tau, tapi panggilannya Made Erlin. Cukup manis dan dewasa, jauh lebih matang daripada Putu.

Saat kita bertiga sedang ngobrol, datanglah Venus bergabung. Malam itu sebenarnya aku dan Venus ada janji dengan Gajahers Bali, untuk bertemu di Mall Discovery. Karena masih belum jam janjian, kita berempat meneruskan ngobrol.

Venus cepat akrab dengan Erlin, aku jadi gak enak.-skip-

Tepat jam 8 malam, kita berjalan menuju ke Mall Discovery. Tempatnya kurang lebih 100 meter ke arah selatan hotel Ramayana. Kita langsung mencari Black-Canyon Cafe, tempat yang dijanjikan.

Sampai di lokasi janjian, belum ada Gajahers Bali, jadi kita memutuskan jalan-jalan ke pantai, yang ternyata sudah di ambang belakang mall itu. Ebusyet™

Hampir satu jam kita ngobrol dan foto-foto, belum juga ada panggilan dari yang berjanji. Daripada kedinginan, kita memutuskan untuk ke kafe itu lebih dulu. Eh ternyata, di situ sudah ada beberapa Gajahers Bali, yakni Saylow, Rivo dan Yanuar sekeluarga. Tinggal Jeng Ayu yang belum muncul. Ditelpon dan diSMS tidak ada respon. Mungkin sedang dalam perjalanan, karena rumah Jeng Ayu terhitung sangat jauh dari Kuta, yakni di Ubud.

Tidak beberapa lama setelah kita pesan makanan dan minuman, muncullah Jeng Ayu a.k.a Dian Ina, sang penguasa pedang setan dan juga instruktur yoga ranjang. Rupanya Jeng Ayu lama karena mencarikan kue ulang tahun buat Venus, yang berulang tahun di hari sebelumnya. Wuah, itu kue ultah terkecil kedua setelah punyaku.

Sebelum jam 10, Putu dan Erlin pamit pulang duluan, tapi terlebih dulu kembali ke hotel untuk mengambil sepeda motor mereka yang diparkir di hotel, serta aku mengambil paket untuk Jeng Ayu dari ibunya.

Mendekati jam 11 malam, kita keluar dari mall. Rivo harus kembali ke rumah, karena harus ngemong 3 anaknya. Tersisa kita berenam.

Acara berikutnya adalah mencari makan malam, dan kita dibawa ke warung nasi pedas, yang kata Jeng Ayu, selain sambalnya, penjualnya juga galak.

Dan benar, pedasnya minta ampun. Aku yang terbiasa makan pedas di Malang, sempat teler terkena pedasnya. Untuk masih bisa aku sembunyikan.

Jam 12 kita dikembalikan ke hotel, sedangkan mereka meneruskan petualangannya.

Terimakasih buat para Gajahers Bali untuk sambutan dan nasi pedasnya. Awas kalo kalian ke Malang, hihihi. 

 

 

HARI III

BELANJA, BELANJA DAN BERENANG

 

3.1 Pasar Sukawati

Pagi hari itu jadwal acara adalah belanja oleh-oleh ke pasar Sukawati, yang jaraknya tidak begitu jauh dari Kuta. Menurut yang sudah pernah kesana, seharusnya bukan di pasar itu belanjanya, melainkan ke pasar satu lagi yang lebih lengkap dan besar, masih tetap di Sukawati. Tapi mungkin karena pertimbangan satu dan lain hal (parkiran misalnya), panitia menetapkan pasar itu sebagai pusat belanjanya.

Meskipun sudah dipasar, aku masih tidak ada ide mau membawa oleh-oleh apa, karena memang tidak terbiasa beli oleh-oleh. *tabiat buruk*

Dan setelah muter-muter dalam pasar, akhirnya aku putuskan membeli gantungan kunci dari kayu dengan bentuk burung. Jelek memang, tapi bagus juga, karena aku pasti kesulitan membuatnya.

Seperti kata orang-orang™, tawarlah separo dari harga yang ditawarkan. Ya aku coba, dan ternyata berhasil. Kata orang yang lain lagi, tawarlah sepertiganya. Ah telat.

Sekalian beli asbak, kalung, gelang dan ... eh, itu saja kayaknya.

 

3.2 Tanjung Benowa

Dalam perjalanan pulang dari pasar Sukawati, kita menuju ke pantai di Tanjung Benowa, tempat aktifitas parasailing, speedboat, flying fish?, dan beberapa olahraga air lainnya. Menarik untuk dicoba, tapi adrenalin sedang malas dipompa.

Bagi peserta yang tertarik, diajak ke pulau tempat penangkaran penyu. Dan bagi yang tidak, tetap tinggal di pantai itu. Salah satu yang tinggal adalah aku. Lagi pingin online.

Setelah duduk dan memesan makanan, aktifitas online pun berlanjut. Abaikan lingkungan sekitar.

Sekitar 1 jam di situ, acara kita sudahi.

 

3.3 Belanja

Sepulang dari Tanjung Benowa kita berencana ke pantai Kuta untuk surfing. Penasaran seperti apa sih rasanya. Tapi ketika mendekati hotel dan bisnya melewati kios Jogger, kita (aku dan Venus) berubah pikiran. Mending ke Jogger dulu baru ke pantai.

Begitu turun dari bis, belum sempat masuk kamar untuk menaruh barang, aku dan Venus, ditambah Bayu, bertiga berjalan ke kios Jogger. Lumayan jauh, butuh waktu 15-an menit jalan kaki.

Sampai di kiosnya, panjang sekali antrian pengunjungnya. Kebanyakan anak SMP.

Venus tidak suka keramaian seperti itu, akhirnya memutuskan untuk mencari ATM terlebih dahulu. Dan setelah sela beberapa lama kita kembali ke situ, masih juga ramai. Yah, terpaksa masuk deh, uyel-uyelan dengan anak abege.

Baru saja aku memilih beberapa kaos, Venus sudah tidak tahan dan memutuskan untuk keluar terlebih dahulu. Yah, selamat jalan deh.

Karena tidak konsentrasi milih, aku ambil dengan sedikit ngawur. Dapat 8 kaos, aku sudahi belanjanya.

Venus dan Bayu sudah menunggu di luar, mereka gak jadi belanja apa-apa. Huh, jadinya cuman ngantar aku saja.

 

3.4 Surfing

Dari Jogger langsung menuju ke pantai Kuta. Hanya belok sebentar ke halaman hotel, menunggu yang lain untuk bergabung: Krisna, Dimas, Koh Liem dan kakaknya. Perjalanan ke pantai hanya sekitar 5 menitan.

Sampai di pantai, hanya aku dan Venus yang berniat renang, sedangkan yang lain lebih suka nonton pertunjukan model di depan HardRock Cafe. Huh, dasar cowok.

Setelah membeli celana renang dan menyewa papan surfing, aku dan Venus mulai beraksi di terjangan ombak. Aku yang sebelumnya hendak belajar dari Venus yang sudah pernah sebelumnya, lha kok dia juga gak bisa naik ke papan surfing. Alasannya karena ombaknya pecah.

Lha kalo pecah mbok ya disambung lagi.

Kacamatanya dia hilang tertelan ombak. Lha surfing kok pake kacamata mall. Padahal kacamata itu belinya tepat sebelum nyewa papan surfing.

Karena berjuang menaiki ombak selama beberapa puluh menit tidak juga berhasil, akhirnya tenagaku habis. Nyerah.

Kembali ke daratan, dan papan surfing aku kembalikan, meski belum 1 jam.

Yeah, akhirnya sore itu hanya bisa menikmati sunset di Kuta.

 

 

HARI IV

KEGIATAN TERAKHIR DI BALI

 

4.1 Bedugul

Acara di hari terakhir, ke Bedugul dan Tanah Lot. Jarak keduanya cukup jauh dari Kuta, berkisar 1 jam lebih. Kita ke Bedugul dulu.

Di sana rupanya cukup dingin, hampir sama dengan suasana Batu, Malang. Meski matahari sudah tinggi, masih saja terasa dingin.

Di Bedugul yang ada adalah danau yang luas, dengan wisata speedboat di atasnya. Yeah.

Yang lain naik speedboat, aku menunggu saja di pinggir danau.

Karena lama, aku iseng membuat tato yang banyak tersedia di pinggir danau. Aku tanya harganya 'hanya' 15 ribu. Bandingkan dengan di Dreamland yang 50 ribu. Tanpa menawar aku minta dibuatkan di lengan kiri.

Karena simbol yang disediakan tidak ada yang menarik, aku pesan dibuatkan karakter matematika: phi. Karakter simpel, tapi jadi menarik setelah dipoles oleh pembuatnya, tapi juga menghilangkan sifat phi itu sendiri, jadi aneh gitu deh.

Tato itu akan hilang dalam 2 minggu katanya.

Kita di situ sampai beberapa jam, menghabiskan jatah waktu ke Tanah Lot. Dan memang, akhirnya rencana ke Tanah Lot dibatalkan.

Dari Bedugul langsung menuju ke hotel lagi.

 

4.2 MotoGP

Malam terakhir di Bali ditutup dengan acara makan bersama di Seafood di Jimbaran. Semuanya ikut, kecuali aku.

Dalam jam yang bersamaan, siaran langsung MotoGP lebih aku utamakan. Ya ya, meskipun Rossi hanya finish nomor dua, tapi ini adalah session paling menegangkan sepanjang musim 2007 ini.

Padahal aku nontonnya sambil merekam, yang seharusnya bisa otomatis ngerekam, dan aku pergi ikut makan bersama. Tapi mending gak asyik kalo gak melihat acara langsungnya.

Saat nonton sendiri di kamar, sempat ada kejadian horor. Padahal kamarnya dalam keadaan tertutup, di lantai 4, tapi ada... ah, sekip aja.

Bagi yang mau mengkopi rekaman MotoGP Spanyol 2007, silakan hubungi emailku.

 

 

HARI V

PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN

 

Perjalanan pulang tidaklah banyak kesan, tidur terus di sepanjang perjalanan. Setelah checkout, jam 9:00 kita sudah berangkat kembali ke Malang.

Bis berhenti sebentar untuk makan siang di rumah makan Grafika (lagi). Namun karena mereka kehabisan stok nasi, kita melanjutkan perjalanan, dan akhirnya makan siang di suatu rumah makan di Situbondo.

Sampai Malang jam 8 malam. Aku turun di C1, langsung dijemput Yuyun untuk berangkat ke Demak.

 

5.1 Kesimpulan

Dari keseluruhan acara wisata ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan, di antaranya adalah:

  1. Bali adalah tempat wisata yang menyenangkan, terutama bagi yang punya waktu dan uang, dan berniat menghabiskannya

  2. Kehidupan di Bali tidak begitu banyak menghabiskan uang, asal tidak memikirkan oleh-oleh dan mencoba hal-hal aneh. Jet Ski dan Parasailing adalah contoh yang terlihat

  3. Suasana di Bali sangat aman dan nyaman. Bahkan saat Putu dan Erlin meninggalkan motornya di parkiran hotel, hanya diparkir begitu saja dengan kunci standar. Kalo di Malang, jangan mencobanya ya.

  4. Dari cerita sopir angkutan ke hotel, di Bali semua warga saling mendukung kalau ada kejahatan copet, maling, begal dan sebagainya. Sehingga penjahat akan berpikir berulang kali kalau mau berbuat jahat, karena yang akan dihadapi adalah massa.

  5. Tidak melihat satupun pengemis dan anak jalanan, pengamen serta gelandangan. Kemana mereka?

  6. Sama sekali tidak melihat adanya masjid di sana. Atau aku yang dibutakan?

  7. Lebih enak datang ke Bali menggunakan pesawat. Ya, belum pernah mencoba sih, tapi capek juga lama-lama di bis menyusuri jalanan yang belok-belok antara Kuta dan Gilimanuk.

 

5.2 Saran

Meski hanya sekali ke sana, namun dari pengalaman kemarin, berikut ini beberapa hal yang dapat aku sarankan:

  1. Tawarlah harga barang sesuai perkiraan, jangan hanya berdasarkan harga yang ditawarkan

  2. Mandi di laut bawalah sunblock. Aku 30% lebih hitam sekarang

  3. Datanglah ke pantai Kuta untuk melihat sunset di senja hari, jangan di pagi hari. *jayus*

  4. Banyak sekali tempat wisata yang dapat dikunjungi. Jadi sediakan waktu yang cukup untuk menjangkau semua, atau siapkan alasan yang logis kalo tidak sempat mencoba semua.

  5. Jangan mengajak ngobrol turis yang sedang tidur lelap

  6. Silakan ditambahkan


 

 

LAMPIRAN

DAFTAR LINK 

 

Foto: Foto Bali on Picasa

PDF: Laporan Bali.pdf 

Venus: Fortress of Solitude

Jeng Ayu: Hakuna Matata!

Saylow: saylow's website

Yanuar: I Made Yanuarta DPY

 

 

LAMPIRAN

IMPLEMENTASI

 


Ada 29 komentar

DK pada June 15, 2007 3:57 PM menulis:

Pertamax, weleh kayak nulis proposal seminar tugas akhir aja nech.........wkkwkwkkwkwk.... mas aryo emang makin gila wkwkwkw

Aryo:
whuehehe

Balas Komentar Ini
isdah ahmad pada June 15, 2007 4:01 PM menulis:

*injek" aryo* nyindirnya kurang daleeeem...

Aryo:
lho, diberikan 'teman tidur'nya kok malah merasa kesindir ;))

Balas Komentar Ini
GuM pada June 15, 2007 4:02 PM menulis:

komen sek...
*kerjo maneh*

Aryo:
kerjaholic

Balas Komentar Ini
Onigiribanzaii pada June 15, 2007 4:03 PM menulis:

...zzz zzz zzz... *tertidur setelah baca paragraf pertama*

Aryo: KRIS, BANGUN, BISNYA DATANG!!!

;))

Balas Komentar Ini
rita pada June 15, 2007 4:13 PM menulis:

langsung liat fotonya..ilfil baca skripsi segini panjangnya

Aryo:
trauma skripsi, itu wajar...

Balas Komentar Ini
vnz pada June 15, 2007 5:14 PM menulis:

We'ik... postingan ini merupakan obat tidur yang mantab, lebih mantab dari CTM

Aryo:
dasar tukang tidur

Balas Komentar Ini
sandal pada June 15, 2007 5:33 PM menulis:

kang aryo kurang gawean ha.ha.
ndak sekalian dibuat file CHM trus bebas didonlot gitu mas? :p

Aryo:
daripada CHM yang kurang global, di lampiran itu sudah aku sertakan format PDF-nya, hihihi.

Balas Komentar Ini
GuM pada June 15, 2007 6:14 PM menulis:
Tidak melihat satupun pengemis dan anak jalanan, pengamen serta gelandangan. Kemana mereka?

pindah ke lampu merah kayutangan

Aryo:
o iya, akhirnya aku tau alasan kenapa kamu ada di Malang.

Balas Komentar Ini
arjuna pada June 15, 2007 10:19 PM menulis:

maaf, saya ga suka skripsi kamu
tolong direvisi
balik lagi 2 tahun lagi ya

Aryo:
maaf, saya juga ga suka skripsi saya
jadi bapak aja yang revisi deh
saya tunggu 36 jam ya

Balas Komentar Ini
bowo pada June 15, 2007 10:30 PM menulis:

coba laporan tugas akhir seperti ini...hueaheueahu
dah di revisi berapa kali nehh.....

Aryo:
tanpa revisi, langsung lulus, dosene disogok pake kaos jogger :p

Balas Komentar Ini
neng_biker pada June 15, 2007 10:40 PM menulis:

klo ada yg lihat belahan ******, silahken bwt nggesek kartu kredit anda.

ih, jorse...

Aryo:
dasar, yang diliatin cuman bagian itu mulu >:)

Balas Komentar Ini
Makoto pada June 16, 2007 12:54 PM menulis:

......
Untuk tahun ini (2007), acara diadakan ke pulau Bali, sama seperti tahun 2005. Sedangkan 2006 diadakan di Jakarta.
......
Ntar 2008 ke Gunung Kawi aja ya, jalan kaki aja biar SEHAT he he he...

Aryo:
jalan kaki di atas pesawat, boleh juga ;))

Balas Komentar Ini
M Fahmi Aulia pada June 16, 2007 1:23 PM menulis:

hmmm...fotonya kok kayanya pernah lihat yaa?? jangan2 terinspirasi dari sini..

Tidak kreatif ah... hihihi..

Aryo:
Gak kreatif kalo nyontek lebih dari 68% >:)

Balas Komentar Ini
Jauhari pada June 16, 2007 2:20 PM menulis:

Hmmm.. keliatannya Menarik...

Aryo:
kalo rasanya sih asyik B-)

Balas Komentar Ini
idiluam pada June 17, 2007 6:21 PM menulis:

"Menurut isu yang beredar, semua penumpang akan diperiksa. Yang tidak bawa KTP pasti akan tertolak dari pulau Bali"

asal bayar bisa masuk ke bali, walau g bawa KTP, lagian yang ngecek bukan petugas resmi tapi "orang kampung" sekitar pelabuhan ini akibat parnoid bom bali :D, biasanya yang berjanggut yang dicurigai *lirik aryo*

Balas Komentar Ini
gaussac pada June 18, 2007 11:47 AM menulis:

sama mas, saya juga baru travelling ke bali, juga tanggal hampir mendekati kok.

Balas Komentar Ini
sluman slumun slamet pada June 19, 2007 10:01 AM menulis:

cak ndelok segara wae adoh2 tekan mbali. ng TUBAN akeh!!!!

Balas Komentar Ini
toepay pada June 19, 2007 10:04 PM menulis:

Lho... kamu abis dari bali jo? kapan? kok gak ngomong-ngomong?

Balas Komentar Ini
andrew pada June 19, 2007 10:36 PM menulis:

wahh made Erlin koq muncul disini?

hiehieieh

Balas Komentar Ini
riorzky pada June 20, 2007 1:32 AM menulis:

2008 ke madura :D

Balas Komentar Ini
ferdhie pada June 20, 2007 4:17 PM menulis:

malang - bali - demak - malang: tour de java kang?

Balas Komentar Ini
iRene pada June 21, 2007 11:04 AM menulis:

Mana oleh2nya??
Mas aRyo curanggg.... :P

Balas Komentar Ini
caressa pada June 21, 2007 6:24 PM menulis:

waaaaaaa.... aku kmren dah coment loh tapi kok gagal terus ceh... ga nampil2 awas klo sampe pesan ini ga nampil purek aku [-(

Balas Komentar Ini
jessica alba pada June 23, 2007 1:27 PM menulis:

gantilah kata 'aku' dengan 'saya'.. semakin mantab model skripsi ini >:)

Balas Komentar Ini
saylow pada July 6, 2007 4:40 PM menulis:

hihihihi gambarnya lucu :P

Aryo:
lucuan mana sama saylow?
*kuchi kuchi kuchi*

Balas Komentar Ini
Mr. x pada July 26, 2007 1:25 PM menulis:

Mas..seneng2 boleh..tp jgn lupa sama Gusti Alloh...

Balas Komentar Ini
Bagi-Bagi T-Shirt pada January 22, 2010 10:04 AM menulis:

komplit deh.........:D

Balas Komentar Ini
esther pada June 30, 2010 7:43 PM menulis:

mau.............. donkkkk
ikutan kbaliiii
kek@ mengasikkkan

Balas Komentar Ini
Anyamadina pada September 27, 2012 3:09 PM menulis:

woh:) inibantu GW ABNGET !! :D

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

December 2019

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi