Tabiat Saling Tunjuk
Salah satu isi materi ceramahku (huekkk... ceramah :-& ) pada saat menyambut maba (mahasiswa baru) di kampusku adalah mengenai kerjasama dan kepedulian.
Dalam kesempatan itu aku mengangkat satu cerita:
Pada sebuah kapal dengan banyak penumpang, ada seorang penumpang pria yang tercebur ke laut. Para penumpang lain yang melihatnya tentu saja histeris, berteriak minta tolong. Ada yang lari kesana-kemari sambil ngasih tau bahwa ada penumpang yang tercebur, dan yang lainnya berdiri di pinggir kapal, sambil menunjuk-nunjuk ke arah pria di laut yang sedang megap-megap di air dingin. Tapi ya cuma gitu aja aksi para penumpang, sampai si pria tadi akhirnya tenggelam, dan di-shutdown oleh yang Kuasa. Siapa yang salah?
Cerita di atas juga aku gunakan sebagai pembenar, bahwa panitia berhak menghukum satu kelas (kelompok) sekaligus, meski hanya ada satu peserta saja yang melanggar aturan.
(yeah, tergantung jenis pelanggarannya tentu saja).
Misalnya hari itu peserta disuruh membawa sapu ijuk dan botol kosong, bukan berarti seluruh peserta harus membawanya dari rumah masing-masing.
Bagi yang rumahnya dekat dengan toko sapu, bisa membeli beberapa sekaligus, untuk kemudian dibagi pada peserta lain yang rumahnya jauh dari toko sapu.
Inilah gunanya kerjasama.
Lalu jika ada peserta yang memang tidak bisa membelinya, peserta lain mbok ya mau berbagi pada yang ndak mampu. Ndak usah merasa bahwa karena dia yang membelinya maka cuma dia yang boleh menggunakannya.
Di sini yang dinamakan kepedulian.
Kalo misalnya ada kelompok yang gagal menerapkan aturan di atas, seluruh peserta di kelompok tadi kena hukuman. Nyanyi di depan kelompok lain.
(catatan: aturan itu dijelaskan setelah acara selesai)
Tidak adil bagi yang sudah mentati aturan? kena hukuman gara-gara orang lain yang tidak mampu mengikuti aturan?
Bisa jadi anda menganggap seperti itu.
Tapi bayangkan saat anda kelaparan, kedinginan, rumah anda hancur tertimbun tanah, anak anda yang sulung entah di mana, yang bungsu menggigil kelaparan dengan selimut basah, sedangkan orang lain dalam negara yang sama sedang melihat berita tentang kecamatan anda melalui televisi, sambil makan pop-mie hangat di atas kursi empuk, melihat nomor rekening BCA sumbangan bencana alam yang tertulis di news-ticker hanya sebagai pengganggu, karena memotong berita yang sedang dia baca tentang musibah bencana itu.
Seperti cuplikan lirik Iwan Fals:
Aku dengar jeritan dari sini… aku dengar Aku dengar tangismu dari sini… aku dengar Namun aku hanya bisa mendengar

Setelah nonton film ini,
Salah satu pemain (hmm, atau 2 ya?) yang mati karena dinamisme itu, tergencet di tembok dimensi yang saling melewati. Kalo diperhatikan pada gambar Hypercube, memang ruangan paralel ini akan saling melewati jika bergerak. Silakan lihat gambar di samping kanan ini.

Komentar Terbaru