Jalur Horor
Hari Minggu kemaren aku ngantar Phi ke Blitar. Dia harus menjemput pembantunya di Blitar, untuk kemudian berdua mereka ke Jakarta naik kereta Gajayana.
Dari Malang kita berangkat pagi menjelang siang. Sebelumnya aku ganti oli mesin Tiger-ku yang sudah nyaris expired. Sialnya oli yang aku cari tidak ada, terpaksa pake oli merk lain. Membayangkan perjalanan yang berat nih.
Dan benar saja, motorku gak bisa gesit. Bisa kenceng sih, tapi agak lama ngangkatnya.
Bahkan di daerah Wlingi, kalah laju sama Megapro, huh.
(Hmm, kalo pas itu sih faktor rider, soalnya cuaca gerimis, jalanan licin *trauma* )
Dalam perjalanan berangkat, semuanya baik-baik saja. Jalanan normal, tidak begitu ramai, tidak jadi hujan.
Sorenya, setelah menunggu kereta berangkat, aku mesti kembali ke Malang sendirian. Saat itu menjelang malam, jam 6-an.
Perjalanan keluar dari kota Blitar enjoy aja. Melewati daerah-daerah kecil (Garum, Wlingi, Nglegok, etc *summon Nunuz buat ngelengkapi*).
Sempat dicegat polisi dan diperiksa plat nomorku, lalu dilepas lagi. Nampaknya mereka lagi mencegat seseorang dengan motor Tiger juga.
Masalah mulai muncul ketika hampir keluar dari kabupaten Blitar, mendekati bendungan Karangkates, sekitar jam 7-an.


Komentar Terbaru