SEO (Search Engine Optimization) adalah kegiatan yang berusaha menempatkan suatu website ke dalam posisi terbaik di hasil pencarian mesin pencari (search engine = SE) semisal Google, Yahoo, MSN, etc. Biasanya pelaku SEO adalah seorang webmaster, atau yang akhirnya menjadi webmaster karena SEO.
Sama halnya seperti loyer, kegiatan SEO juga 'kadang' menghalalkan segala cara untuk mencapai target. Maka kalau di dunia lawyer ada istilah Black Lawyer, di dunia SEO juga ada istilah Black Hat SEO.
Pada prinsipnya kegiatan SEO ini adalah hal yang bagus, bahkan wajib diperhitungkan oleh webmaster. Bagaimana cara mendapatkan posisi yang bagus di SE, tentu saja agar websitenya lebih sering ditemukan, diklik, dan pada akhirnya ramai dikunjungi.
Namun dalam prakteknya, banyak aktifitas SEO yang menyalahi aturan dari SE. Beberapa di antaranya:
- Cloaking, membuat beberapa versi halaman website. Ada yang untuk search engine, ada yang untuk manusia. Jika website dibaca oleh crawler dari SE, content website dibuat semenarik mungkin, padahal kalau dibuka isinya kadang tidak berhubungan sama sekali.
- Link Farm, membuat sekumpulan website yang kemudian saling me-link satu dengan yang lain, sehingga nampaknya website tersebut di-link oleh banyak website lain. Perlu diketahui bahwa semakin banyak website di-link (inlink), maka posisi website tersebut akan semaik baik di hasil SE. Tapi kalau menggunakan teknik ini kemudian diketahui oleh Google, maka seluruh groupnya akan dihapus dari SE.
- Keyword Stuffing, menuliskan keyword sebanyak-banyaknya, yang tidak berhubungan dengan website itu sendiri. Atau menuliskan teks dengan warna yang sama dengan warna background, sehingga tidak terbaca oleh pengunjug, namun tetap diindex oleh SE. Hal ini yang sering membuat seorang pengguna SE menjadi kesasar.
Kegiatan SEO bahkan sudah menjadi usaha yang tetap, membantu suatu perusahaan dalam memperbaiki posisi website di hasil pencarian. Di Indonesia sendiri ada komunitas yang aktifitasnya berkisar mengenai hal ini, yaitu MasterSEO.
Menurutku ini adalah hal yang positif, karena untuk melakukan SEO diperlukan teknik dan pengalaman, sehingga kalau dibentuk menjadi komunitas, akan lebih mudah berbagi pengetahuan dalam SEO.
Aku sendiri pernah mempelajari SEO, namun bukan dengan tujuan mendapatkan posisi terbaik di SE (meski dampaknya memang seperti itu). SE akan menempatkan website yang bagus ke posisi terbaik, maka dengan mengikuti aturan SEO, websiteku juga menjadi lebih bagus, dalam hal validasi Meta Keyword, Meta Description, Outbound/Inbound Links, Images, Heading, dan lain-lainnya.
Dari situ, websiteku sering menjadi nomor satu. Misalnya SMS dari PC.
Jadi kegiatan SEO menurutku tidak sesulit apa yang sering ditanyakan orang. Cukup buat website yang teratur, rapi, memiliki konten yang dibutuhkan orang, ramai dikunjungi kembali, berbagi link dengan website lain (yang natural, bukan dipaksakan), maka otomatis ranking di mesin pencari akan bagus.
Silakan baca Panduan bagi Webmaster.
Namun jika menggunakan cara 'kiri', ini hal yang tidak baik. Perusahaan BMW Jerman pernah terkena getahnya karena menggunakan layanan ini. Data BMW sempat dihilangkan dari hasil pencarian Google.
Pertanyaan selanjutnya, kalau sudah ramai dikunjungi, tapi website yang dituju tidak ada isi yang menarik, lalu buat apa?
Apa ndak malu sendiri?
Kalau isinya bagus, berkualitas dan bermanfaat, bukankah otomatis akan ramai dikunjungi?
Menurutku ini yang mendasari ketidaksamaan persepsi mengenai aktifitas SEO.
Semoga kegiatan ngadutrafik 2007 yang diselenggarakan oleh MasterSEO dapat diambil manfaatnya. Bukan malah menambah jumlah spammer dan junker baru, yang tidak tahu malu melakukan spamming ke email saudaranya setanah air, tidak punya malu memberikan komentar sampah ke blog atau bukutamu website orang lain, hanya demi menyebarkan link webnya.
Referensi: SEO Menurut Google
Komentar Terbaru