August 11, 2006

Devisa Dan Legalitas

Akhir-akhir ini aku sering mendapatkan kalimat, yang kira-kira seperti ini:

Tahukah Anda puluhan triliun rupiah uang Indonesia akan berpindah ke luar negeri jika kita memutuskan untuk menggunakan software komersial sebagai pengganti software bajakan ?

Seruan itu sebenarnya ditujukan untuk mendukung gerakan Opensource, yaitu penggunaan software dengan lisensi GPL, yang saat ini yang paling kelihatan adalah Linux dan software di bawahnya.

Tapi dalam implementasinya, banyak yang menyalahgunakan seruan itu untuk 'mendukung' penggunaan software bajakan!
Bahkan ada beberapa rekan di Mailinglist yang menjadikan seruan itu sebagai Signaturnya.

Bangsa kita yang sudah terbiasa 'memilih enaknya', masih cukup sulit diajak untuk kembali ke jalan yang benar, meninggalkan software bajakan.
Salah satu hal yang menyuburkan pembajakan adalah kurangnya sosialisasi tentang pembajakan itu sendiri.

Aku sempat beberapa kali berdialog dengan mahasiswa di sini (Malang), yang ternyata ada yang belum tau kalo Windows itu mestinya beli lisensi, bukan cuma beli atau ngopy Windows Installer-nya saja.
Memprihatinkan.

Kembali pada topik, tentang seruan pengiritan devisa.

Mungkin secara jangka dekat, terlihat kalau kita akan mengirit devisa negara, dengan TIDAK membeli software Legal dari Microsoft (misalnya) yang harganya ratusan ribu perorang. Belum lagi software pendukungnya.

Jika budaya ini diteruskan, maka produsen software dalam negeri akan selalu kalah.

Pengalaman dari rekan programmer yang lain, saat ditanya tentang harga software untuk pembukuan. Ketika rekan tersebut menjawab sekian ratus ribu, si penanya malah berkomentar: "Mahal banget mas, sedangkan beli CD Excel di toko saja cuma 20 ribu".

Padahal kalo mau beli Excel dalam paketannya Microsoft Office, harganya mencapai jutaan rupiah.
Toh dengan software bikinan sendiri, bisa dipersonalisasi, disesuaikan dengan kebutuhan si pengguna.

Jadi, adanya keleluasaan pembajakan, menjadi salah satu faktor penyebab kurang berkembangnya programmer di negara ini. Sekian.

Artikel lain:
http://www.egovindonesia.com/content/view/285/26/
http://www.0208-online.net/?pilih=xhemat

Terminal Bungurasih

Terminal Bungurasih, kenangan pahit karena pernah mabuk darat dan teler di situ.

Terminal Purabaya


Aslinya terminal ini bernama Terminal Purabaya, namun karena lokasinya di Desa Bungur Asih kecamatan Waru, jadi lebih terkenal dengan sebutan terminal Mbungur.

Kebanyakan orang juga mengira bahwa terminal ini berada di Surabaya, padahal ternyata bukan. Terminal ini masih masuk wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Begitu juga dengan Bandara Juanda.

Meski berada di wilayah Pemkab Sidoarjo, tapi pengelolaan terminal dipegang oleh Pemkot Surabaya. Keuntungan dibagi dengan share 30% untuk Pemkab Sidoarjo.
Jumlah yang cuma 30% ini menjadikan polemik yang berkepanjangan antar dua wilayah.

Ah, kok jadi membahas ini sih :D

Sebagai penumpang yang hampir pasti melewati terminal ini ketika pulang dan pergi ke kampung halaman, aku merasa berkepentingan tentang kondisi terminal.

  • Tentang kebersihan dan kelengkapan aku rasa sudah cukup baik. Toilet yang terawat, dan harganya yang pasti (Rp. 500), adalah nilai plus dibandingkan dengan beberapa terminal lain yang pernah aku singgahi.
  • Warung makan dengan pilihan tingkat ekonomi, dari yang (relatif) murah sampe yang (cukup) elite tersedia di sana.
  • Toko majalah juga terhitung lengkap. Kemaren aku beli majalah SDA di sana, dan harganya gak terlalu beda dengan di tempat umum lainnya.

Namun yang aku jengkelkan sejak zaman dahulu kala, sampai saat ini adalah KEBERINGASAN para calo bis.

Lanjutkan membaca "Terminal Bungurasih" »

August 8, 2006

Tes Kebodohan

Berbeda dengan Tes Narsis yang aku buat, kalo yang ini -mungkin- beneran loh.

Gak kayak tes-tes yang lain, yang berupaya mencari seberapa 'pintar' Testee, tes kebodohan ini bertujuan menghindari kebodohan. Skornya menjadi terbalik, yaitu semakin banyak skor berarti semakin bodoh.

Aku sudah ikut tesnya, dapet skor 37% dengan status Fairly Smart.


The Stupid Quiz said I am "Fairly Smart!" How stupid are you? Click here to find out!

Ok, silakan kalo mau tau seberapa bodoh kamu. Hmm, tapi mesti bisa bahasa inggeris, hihihi.

August 5, 2006

Tes Narsis

Selama ini kita sering mendengar kata Narsis, bahkan tidak jarang kita ikut menggunakannya. Namun tahukan Anda, bahwa tidak semua orang yang menggunakannya sudah tau maksudnya?

Kalo sekedar maksud penggunaan kata itu, mungkin sudah banyak yang tau. Tapi alangkah baiknya kalo Anda tau sampe akar-akarnya.

Kata Narsis berasal dari cerita Yunani, tentang seorang pemuda bernama Narcissus. Dia sangat ganteng dan suka memuji dirinya sendiri, menolak cinta banyak gadis (dan janda?), tidak mudah tunduk pada rayuan beracun para wanita.
Sampai suatu saat dia menolak cinta Echo, yang menyebabkan Echo patah hati, dan Narcissus dikutuk sehingga jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air kolam.

Untuk kelanjutan ceritanya, silakan lihat URL Wikipedia di atas :D

Sekarang ini kata Narsis digunakan untuk menggambarkan orang yang Terlalu suka pada diri sendiri, Egosentris, PD gak ketulungan, dan sudah masuk dalam penyakit kejiwaan (yang sudah parah tentunya).

Setiap orang wajarnya punya sifat ini, namun dalam derajat yang berbeda. Jika Anda memiliki derajat Narsis yang cukup tinggi, siap-siap saja berobat ke psikolog.

Saya tidak ingin membahas ini dalam konteks psikologi, karena saya gak punya ilmu tentang psikologi sama sekali, dan juga, saya sering bermasalah dengan orang psikolog :D

Karena saya adalah programmer, berikut ini saya mencoba membuat skrip kecil untuk mengetes derajat Narsis Anda. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa tes ini tidak ada hubungannya dengan disiplin ilmu psikologi, jangan terlalu diambil serius.
Mengenai rumusnya, itu adalah rahasia blog ini :D

Ok, silakan dicoba menggunakan Tes Narsis ini:

Maaf, karena terlalu banyak yang 'tertipu' oleh permainan ini, maka dengan ini fitur Tes Narsis saya hilangkan. Mohon maaf untuk yang sudah jadi korban ^:)^

August 3, 2006

Bicara Sex

Eitss... bukan aku yang mau bicara tentang SEX, tapi ini:

http://dokteriwan.blogspot.com/

Daripada dipendam sendiri, dipikir sendiri, dikira-kira sendiri, mending tanyakan sama ahlinya.

Daripada salah omong, salah curhat, atau lebih parahnya salah tempat curhat (yang 68% menimbulkan masalah baru), lebih baik curhat ke yang ngerti bidangnya.

Hmm, kalo salah tempat curhat, misalnya seorang cewek curhat tentang keperawanannya ke cowok, bisa dimanfaatkan sama cowok tuh.
*no-offense plis*

Blog ini belum begitu lama berdiri, jadi masih semangat-semangatnya tuh dokter.
Salut kalo Beliau bisa konsisten mempertahankan misinya:


"Ingin rasanya memberikan pencerahan kepada masyarakat luas mengenai pendidikan seputar seks dan kesehatan reproduksi seksual secara benar. Apa yang tadinya sulit dilakukan, termasuk didalamnya penyebaran informasi secara luas telah terbantu dengan adanya teknologi internet. Jadi... bicara seks secara virtual, kenapa tidak?"

Semoga sukses Dok, membantu masyarakat luas dalam menjalani kehidupan sexnya.

Halaman: « 47 48 49 50 51 52 53 [54] 55 56 57 58 59 60 61 ... 88 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

January 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi