Utama

August 19, 2008

Ande-Ande Lumut

Ini hanya parodi dari sebuah tembang jawa legendaris yang dibawakan oleh Waldjinah, Ande-ande lumut.


Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.
Partaine ngger, kang akeh kiaine... partai ijo iku kang dadi asmane.

Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten mudun.
Senajan kiai, mboten rukun kaleh sedulur.


Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.
Partaine ngger, kang gede massa-ne... partai abang iku kang dadi asmane.

Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten mudun.
Senajan gede, mboten remen kaleh capres-e.


Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.
Partaine ngger, kang ganteng ketum-e ... partai biru iku kang dadi asmane.

Doh Ibu, kulo dereng purun. Adoh Ibu, kulo mboten mudun.
Senajan ganteng, ketum-e kathah ngiklan-e.


Putraku, si Andai-andai Lumut, tumuruno ono partai kang ngunggah-unggahi.
Partaine ngger, kang tuwo umur-e... partai kuning iku kang dadi asmane.

Doh Ibu, kulo inggih purun. Duh Ibu, kulo badhe mudun.
Senajan tuwo, kuning niku lambang makmur.


Untuk lagu versi aslinya, silakan dengar/download di Multiply.


August 14, 2008

Berkibarlah Benderaku

Mari lupakan dulu idealisme bahwa nasionalisme harusnya ada setiap saat, bukan cuma saat peringatan proklamasi, atau saat kejuaraan antar negara saja.
Mari kita nikmati saja kegembiraan ultah bangsa ini bersama seluruh lapisan masyarakat.
Hmm... itu juga terlalu ideal sih, karena nampaknya banyak yang sedang tidak berbahagia dalam menyambut ultah ini, atau sedang berbahagia namun tidak menyadari adanya ultah kemerdekaan.

Zaman aku kecil dulu, terasa sekali kegembiraan, kebanggaan, antusiasme dalam memperingati 17 Agustus. Gempitanya terasa 2 minggu sebelum sampai sesudahnya. Hati bergetar saat mendengar lagu 17 Agustus 45.

Sebagai gambaran antusiasme, untuk membeli selembar bendera, tetanggaku sampai berhutang ke tetangganya. Lha buat makan saja sudah susah.

Di waktu yang lain, tetangga yang lain, bendera beserta tiangnya dicabut oleh perangkat desa kemudian dilemparkan ke dalam rumah, karena benderanya sudah terlalu lusuh.

Kibaran merah putih memang hanya simbol, namun demi simbol itu mereka berusaha memberikannya sebaik mungkin.

Itu mereka. Bagaimana dengan kita?

Kemarin bersama Phi keliling Dinoyo, mencari tiang bendera. Dapat sih, tapi sulit membawanya karena tidak muat di Taft. Pintu belakang tidak dapat ditutup, sehingga Phi terpaksa duduk di belakang sambil memegangi pintu. Sepanjang perjalanan berusaha agar tiang bendera tidak mengenai pengguna jalan yang lain, atau terkena polisi tidur.

Akhirnya...



Berkibarlah benderaku,
Dirgahayu Indonesiaku.


August 11, 2008

Penipuan Berkedok Kecelakaan

Siang itu aku sedang berada di kampus, tepatnya di ruang UKM SCeN, sedang klik-klik gambar-gambar chika diagram instalasi jaringan. Mendadak HP bergetar, dengan nama pemanggil adalah "Emak".

"Ha...", sapaku tertahan, suara riuh di seberang sana.

"Har, adekmu tabrakan... Gun..., ditabrak karo taksi... sikile putung... kowe ndek endi iki... bla bla bla..." (gak perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dan gak perlu dialog lengkap, soalnya sudah lupa kalimat lengkapnya).

Intinya ibuku mendapatkan kabar bahwa adikku mengalami kecelakaan di Jogja, dan sedang dirawat di rumah sakit. Si penelepon mengatakan harus segera dilakukan operasi untuk menolong jiwanya, dan membutuhkan sejumlah uang sebagai uang muka.

HP Gun tidak dapat dihubungi, dan tidak ada famili/kenalan di Jogja.

Segera aku tancap gas, tanpa persiapan apapun dari Malang aku meluncur ke Jogja.

Lanjutkan membaca "Penipuan Berkedok Kecelakaan" »

July 9, 2008

Mengisi Waktu

Malam itu aku baru saja sampai di tempat pengajian, setelah berjalan beberapa kilometer dari pesantrenku. Di tempat ini, yang berjuluk Bumi Damai, setiap malam Selasa selalu diadakan pengajian kitab Al-Hikam oleh pengasuh pondok pesantren setempat. Peserta pengajian bukan hanya dari pesantren tersebut, namun juga dari pesantren lain, bahkan dari kota-kota lain, semisal Malang, Sidoarjo dan Mojokerto.

Aku biasanya pergi bersama teman-teman dari pesantrenku, paling tidak ada 5-6 santri yang mengikuti pengajian ini. Tapi entah pada kemana, sejak sholat Isya' tadi mereka tidak ada yang terlihat, sehingga aku putuskan untuk pergi sendiri karena pengajian diadakan sekitar jam 8 malam. Meskipun kadang juga molor karena sebelum pengajian dimulai, ada acara istighosah.

Lanjutkan membaca "Mengisi Waktu" »

June 16, 2008

Terimakasih

Satu fase hidup telah tercapai,
Harapan dan cita-cita mendekat untuk digapai.
Gegap gempita dan euforia telah mereda,
Letih dan penat pun telah tiada.

Sesuai adat Minang, mempelai pria diberikan gelar penghormatan. Dan oleh Datuk dari suku Jambak, Padang Panjang, aku diberikan gelar Mangkuto Ameh, atau Mahkota Emas.
Sehingga nama lengkapku kini adalah: Haryono Mangkuto Ameh.

Bersama dengan ini izinkan kami menghaturkan terimakasih kepada:
- Allah Tuhan semesta alam
- Muhammad sang khatamul anbiya
- Keempat orang tua kami
- Saudara-saudara kami
- Para guru kami

Yang terlibat dalam pelaksanaan acara:
- MC sekaligus pengarah acara: Uda Iwan dan Istri (Siti Nurbaya Wedding Organizer)
- Katering: Sonokembang Malang
- Dekorasi1: Siti Nurbaya Decoration Surabaya
- Dekorasi2: Riyadi Decoration Surabaya
- Rias1: Nurul Surabaya
- Rias2: Titik Malang
- Shooting Video: Vines (Hand Production)
- Dokumentasi: Donia Sawojajar
- Desain Undangan: Henry Rubiyanto
- Arek-arek Joyogrand: Yudi Setiawan, Aris Prasetyo.
- Pager Bagus: Asisil, Eko Heri S, Mahmudi, M. Irfan, Caesario P, Arief Rahman.
- Pager Ayu: Iim, Dian, Ika, Fika, Dina, Betty
- Penerima tamu: Ida, Lili, Fidya, Iga
- Sang comblang: Bunali. (sekali lagi hasil comblanganmu berhasil nikah. kini giliranmu comblangi diri sendiri ya...)

Juga terimakasih atas kehadirannya:
- Jampidum Abdul Hakim Ritonga
- Ketua KPK Antasari Azhar
- CEO KapanLagi.com
- Budi Risiyanto / Pak Erte, founder milis Kampung Gajah
- Kadwi Suharsono, Kaprodi SI Universitas Kanjuruhan Malang
- Donnie Kris, Direktur PT WinnerTech
- Para pegawai Celebrity Wonder Network
- Programmer dan Gamer dari DailyFreeGames.com
- Para warga KapanLagi.com
- Arek-arek milis c167
- Arek-arek Multiply Malang
- Para anggota BloggerNgalam
- Yudi dan Desi dari KlikPDPI.com
- Arie dari Jember
- Arek-arek Unlimited Community
- Para petugas SIP3 PLN Malang
- Adi Cahyono dari PLN Gondanglegi
- Ennie dari Prodia Malang
- Drg Dyah Nawang Palupi
- Dr Pandu (Dokternya kucing: Sally, Kyu, Myu, Ryu ; burung: Cuky)
- Bambang Priantono dari Wearnes Malang
- Rudi S dari SKOMTEK Malang
- Sugeng Widodo dan Teddy AK dari UNENUS Malang
- Zainal Abidin dari UIN Malang
- Bondhan Rio P dari PT Air Mancur Solo
- Wendy dari Bubble Cafe
- Joko Siswanto dari NoixIT.com
- Arek-arek Pecinta Alam Kepak Elang
- Yuan Ortega dari HIC
- Edi Munawan dari GlobalXtreme
- Rekan-rekan dari SCeN, SeikaNet, Raya DinoyoNet, DiengNet, CapoengNet.

Serta semua hadirin yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, dan yang berhalangan hadir namun doanya tetap terpanjatkan untuk kami.

Semoga apa yang telah dilaksanakan, tercatat sebagai amal kebaikan.

Aamiin.





May 18, 2008

Ayat-Ayat Fitna

Tidak bermaksud menanggapi film Fitna yang sempat menggemparkan Indonesia, karena film yang penuh dengan provokasi itu tidak patut diberi kehormatam dengan ditanggapi, juga tidak bermaksud mendompleng ketenaran film Ayat-Ayat Cinta, M. Quraish Shihab menerbitkan sebuah buku dengan judul "Ayat-Ayat Fitna: Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka".

Dalam buku ini dijabarkan mengenai ayat-ayat yang dikutip secara setengah-setengah (tidak diselesaikan kalimatnya), sehingga maknanya menjadi tidak relevan lagi, bahkan bertolak belakang.

Buku ini dibagikan secara gratis sebanyak 40 ribu eksemplar di Jakarta, tepatnya di Masjid Agung Sunda Kelapa (hei aku pernah ke sana), Masjid Agung Al Azhar, Masjid Raya Pondok Indah, Masjid At Tin, Masjid dan Pesantren At Taqwa, Masjid Imam Bonjol, Dewan Dakwah Indonesia dan Jakarta Islamic Center.

Juga dapat didownload secara gratis di situs Lentera Hati.

Karena langkah-langkah untuk mendownloadnya cukup panjang, juga ada teman yang selalu gagal mendownload, maka aku upload juga di blog ini. Silakan didownload.

Ketahui masalahnya, jangan asal demo dan merusak pagar kedutaan, serta membakar bendera negara lain. Islam adalah agama damai, justru citranya dirusak oleh 'oknum' yang katanya membela citra Islam.

May 5, 2008

Melanggengkan Wudhu


Dulu, sewaktu masih tinggal di asrama, setiap hari Jum'at biasanya kita gunakan untuk jalan-jalan ke kota. Untuk belanja ke pasar, membeli kebutuhan sekolah, atau sekedar melihat-lihat dunia luar. Ya, hari libur sekolah kita adalah hari Jum'at. Itupun hanya pagi hari, karena siangnya sudah terkekang kembali dengan ketatnya penjagaan asrama.

Saat sedang di kota, dalam seliweran begitu banyak orang, biasanya kita dapat mengenali siapa saja yang berasal dari asrama, meskipun kita tidak saling mengenal. Bahkan meskipun dia berasal dari asrama yang lain di kabupaten itu. Ada semacam pembeda yang nampak jelas sekali.

Meskipun cara berpakaian dan perilaku sudah berbaur dengan orang lain, namun pancaran wajahnya terlihat beda.

Lanjutkan membaca "Melanggengkan Wudhu" »

April 8, 2008

Ancaman Santet


Ada beragam istilah untuk hal ini, misalnya teluh, tenung, guna-guna, pelet, pengasihan, dan beragam bentuk lainnya, namun semua itu tetap bersumber pada hal yang sama. Untuk lebih mudahnya kita gunakan istilah santet.

Santet lebih pada ilmu genre hitam yang umumnya digunakan untuk mengganggu kehidupan orang lain, meskipun dimungkinkan juga adanya maksud menolong atau melindungi orang tersebut dari 'santet' yang lainnya. Semuanya sama saja, negatif, menyebabkan orang yang terkena santet akan mengalami gangguan fisik ataupun psikis.

Tapi dalam prakteknya, lebih banyak orang sakit yang HANYA merasa terkena santet, dibandingkan yang terkena santet betulan. Ini yang masih salah kaprah sampai sekarang.


Lanjutkan membaca "Ancaman Santet" »

April 3, 2008

Tuduhan


Penuduh: "aku yakin kamu itu pemarah dan mudah tersinggung"

Tertuduh: "APAA?? AKU GAK SEPERTI ITU!! KURANG AJAR KAU!!" *plak plak*


March 26, 2008

Taruhan

Pada sebuah kelas, Silbi dikenal sebagai siswa yang berprestasi, cerdas dan disiplin. Dia disayangi oleh semua teman-temannya, terutama lagi oleh wali kelasnya. Tidak heran kalau dirinya ditetapkan sebagai ketua kelas.

Sampai suatu ketika, wali kelas memperkenalkan siswa baru, yang katanya lebih pintar dari seluruh siswa di kelas itu. Dan memang ketika dibuktikan, siswa baru yang bernama Mada tersebut lebih cerdas dari semua siswa lain. Bahkan dengan mantap, wali kelas menetapkan Mada sebagai ketua kelas.

Silbi yang merasa diturunkan secara sepihak, menentang keputusan tersebut. Terjadilah debat panjang antara dirinya dan wali kelas, terlebih karena Silbi tidak terima kalau Mada disebut lebih cerdas darinya.

Akhirnya diambil kesepakatan untuk bertaruh:

Dengan tanpa melakukan intimidasi secara fisik, siapa yang paling banyak mendapatkan dukungan dari siswa sekelas, apakah wali kelas, ataukah Silbi?

Lanjutkan membaca "Taruhan" »

March 12, 2008

Menulis Honocoroko


Aksara Jawa tidak jarang menjadi hal asing bahkan di masyarakat Jawa itu sendiri. Semakin sedikit aku menemui wong Jowo yang mampu menulis dan membaca aksara Jawa, beda dengan zaman masih sekolah dasar dulu, di mana aksara Jawa masuk dalam salah satu pelajaran. Saat itu, dan sampai SMU, aksara Jawa masih sering aku gunakan untuk menulis sesuatu di saat melamun.

Saat itu masih hafal luar kepala.
Sekarang sudah gak ada di kepala.

Mungkin penyebab utamanya adalah karena kurangnya keperluan aksara ini dalam keseharian.
Buat apa sih menggunakan aksara Jawa untuk baca tulis, sedangkan ada aksara yang universal, yang lebih general dan lebih mudah digunakan, yang disebut alfabet.

Lanjutkan membaca "Menulis Honocoroko" »

March 3, 2008

Meski Baru Niat


Saat ditanya kapan menikah, banyak yang berpikir:
Nanti deh kalau sudah punya cukup uang untuk nikah. Nabung dulu.

Padahal sudah sering dikatakan "menikah membuka pintu rejeki".

Dan banyak lagi keajaiban lainnya dalam dunia nikah. Salah satunya:
Jangankan setelah menikah, sedangkan baru berniat melakukannya saja, rejeki datang sendiri untuk itu.*

Sebuah website mendadak terjual, project mandeg akhirnya kelar, bahkan dana macet setelah sekian lama, akhirnya cair juga. Alhamdulillah.

Itu adalah kisah nyata, just try it yourself ;)


*syarat dan ketentuan berlaku


February 19, 2008

Random Ayat


*** Update: 10 Juli 2008: Autorefresh sudah berfungsi kembali.
*** Autorefresh mengambil sejumlah ayat untuk ditampilkan secara bergantian.
*** Semakin banyak yang diambil, semakin banyak randomnya.
*** Contoh URL menentukan jumlah yang diambil:
*** http://www.mahesajenar.com/scripts/ayat.js?t=10&n=30
*** Mengambil 30 ayat acak untuk ditampilkan. Min=5, Max=100


Meyambung artikel tentang Random Ayat, rupanya banyak sekali pengguna yang tertarik memasang widget tersebut di blog mereka. Saya tidak tahu jumlah pasti penggunanya, tapi dulu sewaktu saya memasang logger pengaksesnya, jumlahnya membludak. Alhamdulillah kalau bisa dimanfaatkan.

Dari beberapa masukan, ada yang menginginkan agar ayat yang tampil bisa autorefresh. Ok, saya tambahkan fitur tersebut. Berikut tag yang harus dipasang:

<script type="text/javascript" src="http://www.mahesajenar.com/scripts/ayat.js?t=10"> </script>

Nilai t adalah jumlah berapa detik sekali ayat akan direfresh. t bisa disebutkan bisa juga tidak, yang artinya akan menjadi statis seperti sedia kala.

Kemudian untuk 'mengundang' kembali para user yang sudah terlanjur menggunakan widget ini, agar mengetahui adanya fitur tambahan, maka di setiap tampilan ayat akan saya tambahkan link ke entri ini dengan judul 'fitur baru'.

Untuk menghilangkan link tersebut, dan masih ingin menggunakan fitur yang lama, perlu tambahkan attribut f=1, misalnya:
 
<script type="text/javascript" src="http://www.mahesajenar.com/scripts/ayat.js?f=1"> </script>


Sedangkan untuk blog atau website yang tidak mengijinkan pemasangan Javascript (misalnya Wordpress dan Multiply) saya sediakan Random Ayat dalam bentuk image, yang bisa direfer dari blog masing-masing.

Berikut ini adalah codenya:

<img src="http://www.mahesajenar.com/scripts/ayatimg.php?
c=35&text=000000&bg=ffffff&border=000000&sc=000088">

(disambung jadi satu baris)


Keterangan:
  • c adalah lebar karakater maksimal, yang bisa juga berarti lebar gambar (autosize). Silakan disesuaikan dengan kebutuhan lebar masing-masing. Lebar minimal adalah 10 karakter. Jika tidak disebutkan maka nilainya adalah 30.
  • text adalah warna tulisan. Misalnya diisi FFFFFF untuk putih, FF0000 untuk merah, dan seterusnya. Silakan menggunakan FrontPage atau Dreamweaver untuk memilih code warna HTML tersebut.
  • bg adalah warna background. Sama seperti code text, harus menggunakan code warna HTML.
  • border adalah warna border, juga dalam code warna HTML.
  • sc adalah warna untuk nama Surah-nya. Jika tidak disebutkan maka akan menggunakan warna sama dengan warna tulisan.

Contoh hasil:




Demikian, semoga bisa dimanfaatkan ;)

Programmer Cacat Yang Inspiratif


Menurut katanya™ orang-orang:
manusia itu diibaratkan sesuatu yang utuh, yang jika memiliki kekurangan di suatu hal, maka memiliki kelebihan di hal yang lainnya

Banyak kisah nyata, dimana seorang penyandang cacat ternyata di beberapa bidang sangat terampil, lebih terampil daripada orang 'normal'.

Entah hal tersebut karena kondisi keterpaksaan, ataukah memang sesuai dengan katanya orang-orang di atas itu.

Lanjutkan membaca "Programmer Cacat Yang Inspiratif" »

February 18, 2008

Hijrah


Kata Hijrah (هِجْرَة) berarti Pindah.

Secara sejarah Islam, kata tersebut merefer pada peristiwa perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Yasrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah.
Peristiwa tersebut akhirnya menjadi tonggak dimulainya kalender Islam, yakni Hijriyah.

Perpindahan tersebut adalah demi perubahan yang lebih baik. Meskipun dipandang dari beberapa sisi, prosesi hijrah juga berarti meninggalkan kemapanan yang sudah dipegang, meninggalkan rumah dan harta kekayaan yang pernah dikumpulkan. Ditambah lagi di tempat tujuan tidak ada jaminan akan mendapatkan tempat penghidupan yang lebih layak.

Namun perubahan harus dilakukan. Sebagaimana firmanNya:

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (Ar Ra'd: 11)




Lanjutkan membaca "Hijrah" »

February 11, 2008

Surat Terbuka Kepada Kapolres


Kepada Yth,
Bapak Kapolres kota Mimpi

Maafkan atas kelancangan saya mengirimkan surat ini kepada anda, meskipun saya tahu betapa sibuk kegiatan anda saat ini.

Saya yakin anda sedang sibuk memimpin bawahan anda, jajaran kepolisian kota Mimpi, yang akhir-akhir ini semakin gencar membawa perubahan-perubahan positif.

Penangkapan 8 kawanan perampok yang selama ini menggegerkan kawasan kota Mimpi bagian selatan, adalah kado istimewa untuk kota Mimpi, seperti yang pernah anda janjikan.
Ditambah lagi semakin maraknya patroli di daerah-daerah rawan, membuat warga lemah seperti saya merasa lebih aman.

Meskipun untuk beberapa teman yang tidak mempunyai SIM selalu keberatan jika harus berpapasan dengan bawahan anda.

Lanjutkan membaca "Surat Terbuka Kepada Kapolres" »

January 21, 2008

Angkot Di Malang




Angkot atau angkutan perkotaan, seakan menjadi urat peredaran ekonomi di suatu kota. Meskipun terkesan hanya diperuntukkan bagi kalangan bawah ke bawah, angkot tetap menjadi bagian integral suatu perkotaan.

Dulu sewaktu pertama kali datang ke Malang (1997), saat mendaftar kuliah di kampus Elang, angkot yang saya tumpangi adalah GML (Gadang - Mergan - Landungsari), dari terminal Landungsari menuju jalan Tidar.

Saat itu suasana Malang masih asri, sejuk, jalanan masih sepi (terutama GML yang melewati jalanan sawah), dan pintu angkot masih harus dibuka tutup kalau ada penumpang yang naik atau turun. *bernostalgia*

Beberapa tahun pertama tinggal di Malang, saya kuliah dan bepergian selalu menggunakan angkot. Sejak ongkosnya masih 300 rupiah, jauh dekat sama saja.
Saat itu jumlah penumpang angkot hampir selalu penuh sesak. Angkot yang idealnya kiri 4 kanan 6, dipatok kiri 5 kanan 7. Sopir tidak peduli dengan kenyataan bahwa dimensi tubuh penumpang bervariasi, selama target belum terpenuhi dia akan terus ngetem.
Bahkan di tengah-tengah angkot, di antara 2 bangku yang sedemikian sempit, diberi bangku kecil untuk duduk 2 orang lagi, satunya hadap depan, satunya menghadap ke belakang, dengan feature dengkul berjejer di kiri kanannya.


Lanjutkan membaca "Angkot Di Malang" »

January 13, 2008

Saksi Sejarah


Sodara-sodara sebangsa dan setanah air,

Saat ini menjelang detik-detik meninggalnya penguasa sebuah tirani,
yang pernah mengendalikan bangsa ini 32 tahun lamanya.

Entah suatu masa nanti,
di tahun dua ribu ratus sekian, bahkan tahun tiga ribu sekian, hari ini masuk ke dalam catatan sejarah sebagai bagian dari dinamisme Indonesia.

Dan kita adalah saksinya.


* setelah ngobrol dengan mas Nono, bernostalgia tentang masa demo 1998 di Malang dan Surabaya.


December 13, 2007

Assholihatu Lissholihin

Sudah beberapa lama aku menggunakan judul itu sebagai status di Yahoo! Messenger, di GTalk, di signature email, maupun di shoutout-nya Friendster. Hasilnya..., banyak sekali yang penasaran dengan artinya. Hehehe.

Karena cukup merepotkan menjawab satu per satu *ehm, kayak apa aja* maka aku tuliskan penjelasannya di sini saja, semoga bisa memperjelas apa yang belum jelas.

Assholihatu Lissholihina, "wanita sholehah adalah untuk laki-laki sholeh juga"

Tidak pernah dengar?

Mosok sih? kurang gaul kale :D

Sebenarnya aku tidak yakin dengan struktur kalimat arabnya yang sebenarnya, maklum, ilmu Nahwu dan Shorof-ku dapat nilai D.
Kalimat itu sendiri aku rangkai dari komentar oleh Vonk di Istri Sholehah, dan aku gabung dengan beberapa pengertian yang aku dapatkan sebelumnya.

Tentu saja banyak yang tidak setuju dan tidak sepaham dengan 'konsep' itu. Beberapa komentar yang masuk:

  • "Kalo wanita sholehah hanya untuk pria sholeh, tidak adil dong karena tidak ada pemerataan"
  • "Tidak setuju! sama saja mengatakan wanita cantik hanya untuk pria ganteng"
  • "Kalo suaminya maling gimana, apakah istrinya termasuk maling juga?"
  • ...
Dan banyak lagi komentar nyeleneh dan gak nyambung lainnya, hihihi.

Ok, namanya saja buah pikiran manusia, jika berangkat dari landasan yang berbeda, persepsi yang berbeda, kemungkinan besar kesimpulannya juga berbeda.

Kalau buat aku, pengertian yang aku ambil adalah: "jadikan dirimu sholeh terlebih dahulu, sebelum ngotot berusaha untuk mendapatkan wanita sholehah"

Makanya aku bahas di sini, selain untuk share, juga sebagai usaha untuk mendapatkan masukan dari dunia luas :)

Dalam Al-Quran juga ada mirip seperti itu, meski tidak sama persis:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)" (An-Nur: 26)

 

October 28, 2007

Berdoalah


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Terjemahan:
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".

Surah Al-Ghafir / Al-Mu'min, ayat 60.


Kadang aku berdoa kalo sudah merasa kepepet, atau ketika menilai sesuatu sudah di luar kemampuanku.
Itu artinya di saat lain, aku tidak berdoa karena merasa sudah mampu menghadapi sendiri dengan kemampuanku.
Aku lupa bahwa kemampuanku adalah atas kehendakNya juga.

Saat berdoa, kadang aku tidak sepenuh hati, meminta sesuatu aku sesuaikan dengan logikaku.
Aku tidak pernah berdoa meminta untuk bisa berangkat haji, karena aku merasa hal itu terlalu muluk, jauh di luar jangkauanku, sehingga kecil kemungkinan untuk dikabulkan.
Padahal bumi langit dan isinya adalah atas kuasaNya.

Sering muncul ketidaksabaran dalam menantikan kapan doaku akan terjawab, sedangkan aku tidak sadar bahwa sebenar-benarnya jawaban sudah ada di depan mata, hanya tertutup oleh kesilapan dan nafsu sendiri.

Banyak doa yang aku anggap sebagai transaksi, aku berdoa lalu menghubungkan dengan permasalahanku untuk dikabulkanNya. Padahal doa adalah urusan ruhaniyyah, komunikasi antara hamba dan Penciptanya, yang idealnya dilakukan baik sedang dalam masalah atau tidak. Usaha dan doa mestinya terjadi secara simultan.

"Doa adalah pangkal dari ibadah", Al-Hadits.

October 14, 2007

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Ucapan seperti itu deras mengalir melalui jalur maya jaringan seluler Indonesia, terutama menjelang Ramadhan dan terlebih lagi di hari Idul Fitri dan sekitarnya.

Ada bagusnya tradisi ini dibudayakan (atau budaya ini ditradisikan?), meramaikan kemeriahan hari besar umat Islam sedunia, yang -idealnya- mencapai kemenangan melawan hawa nafsu sebulan penuh. Kembali suci dari dosa terhadap Alloh (dengan ibadah dan pendekatan diri selama Romadhon) dan suci dari dosa terhadap sesama manusia (dengan saling memaafkan kesalahan).

Pengiriman ucapan berupa SMS dapat menjalin ukhuwah dengan rekan dekat, atau menyapa rekan jauh yang bahkan mungkin kita sudah lupa kalo namanya masih ada dalam entri address book hape kita. Sangat positif tentu saja.

Namun ada 2 hal yang kadang salah kaprah dalam proses permintaan maaf tersebut:
1. Menganggap meminta maaf sebelum masuk bulan Romadhon itu adalah WAJIB, dan yang kedua,
2. Menganggap ucapan maaf dalam kalimat itu sudah mewakili permintaan maaf yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca "Mohon Maaf Lahir dan Bathin" »

October 13, 2007

Mudik Lebaran

1 Syawal 1428 H

Akhirnya... ngeblog lagi. Selama bulan Ramadhan ini kegiatan blogging mendadak terhenti, meski sebenernya gak ada maksud untuk itu, tapi entah mengapa nulis jadi kaku, ide jadi buntu, imajinasi jadi gak mutu, dan ... ga tau.

Karena kantor mulai meliburkan karyawannya tanggal 12 Oktober, ya tanggal itu pula aku baru bisa mudik. Meski sebagian besar warga kota Malang merayakan Idul Fitri tanggal 12, tidak begitu merisaukan bagiku, yang harus mendengar gema takbir di tanah rantau.
Yang merisaukanku justru orang yang kuatir adanya perpecahan dalam umat muslim karena perbedaan, tapi justru membesar-besarkan kekuatirannya itu, yang mana malah beresiko menimbulkan apa yang dikuatirkannya. Ruwet deh. Beda ya beda, no offense dong. Sudah sering terjadi di Indonesia, ummatnya rukun tapi justru pemimpinnya yang ruwet, yang lalu ummatnya jadi ikut 'perang' juga.

Yang nyeleneh, banyak kalangan yang sebenernya mantep lebaran tanggal 13, tapi punya keyakinan bahwa kalau sudah mendengar takbir maka tidak boleh puasa. Jadi mereka lebaran tanggal 13 tapi tanggal 12 sudah tidak berpuasa. Aneh dong.

Dalam hadits disebutkan, kalau di tanggal 29 belum melihat hilal, puasanya digenapkan 30 hari. Jadi kalo yakin lebaran tanggal 13, tanggal 12 harusnya tetep puasa. Terserah bagi yang meyakini puasa 29 hari itu bertakbir atau tidak, gak ngaruh harusnya. (confirmed by Side-A)

Yang lebih ngawur, dia yakin puasa itu 30 hari, tapi karena 29 sudah ada yang lebaran, dia memilih tidak berpuasa ke-30, dan berniat menggantinya di kemudian hari. Ini kan aneh, menjalankan keyakinan orang lain terhadap keyakinan sendiri.

Ah, cukup deh mbahas perbedaan :)

Tanggal 12 Oktober itu aku berniat mudik ke Kendari, yang entah sudah berapa tahun aku gak pulang kesana. Seingatku sejak bikin SIM B1 di tahun 1999, sudah gak pernah kesana lagi. Tapi kayaknya pernah sih beberapa kali setelahnya. *pikun, ga ada dokumentasi pula*

Lanjutkan membaca "Mudik Lebaran" »

August 22, 2007

Sepeda Motor Ndelosor

Bukan motorku :D

Ceritanya ketika sedang berkendara dengan nyaman, menikmati luapan asap truk, desingan klakson bus, manuver gerakan angkot, mendadak ada benturan yang mengenai knalpot tigerku. Lumayan keras karena roda belakangku sampai zig-zag sebentar. Alhamdulillah posisi sepeda masih bisa aku kendalikan.

Aku menoleh ke belakang, sebuah Yamaha (Jupiter?) masih nggobit (apa sih bahasa Indonesianya nggobit? = zig-zag dengan cepat dan tidak terkendali, mungkin oleng ya?), yang kemudian motor tersebut tersungkur di aspal, dengan pengendaranya ikut terkapar di tengah jalan.

Beruntung (untungnya) semua sepeda motor di belakangnya bisa langsung berhenti dengan sukses. Sedangkan semua yang di depannya langsung ngacir meninggalkan TKP, -mungkin- tidak mau terkena masalah. Lha gak nyampe 50 meter dari situ ada pos polisi.

Karena merasa berbenturan, aku berhenti untuk mencari tau apakah jatuhnya itu karena nabrak aku. Atau oleng dulu baru kemudian nabrak aku. Sekalian ikut menolong.

Beberapa orang yang berhenti ikut menolong mengangkat korban ke pinggir jalan, yang ternyata sudah tidak bisa bangun, hanya bisa mengerang 'aduh-aduh' dan 'kepala saya pusing', disambung 'aduh-aduh' lagi. Matanya merem terus, dan ketika helmnya dibuka, dari telinganya keluar darah yang cukup banyak. Berarti benturan di kepalanya cukup keras. Satu lagi bukti manfaat helm selain untuk mencegah tilang.

Aku dan satu orang pengendara lagi pergi ke toko terdekat untuk membeli air putih, tapi ketika kami kembali si korban sudah dinaikkan ke angkot yang dibawa oleh 2 orang polisi. Si korban tergeletak sendirian di lantai angkot, dengan sopirnya di depan, polisi membawa motor si korban, dan polisi satunya mengatur lalu lintas yang sempat macet. *detail banget sih*

Dari keterangan pengendara lain yang ada di belakang korban, tidak ada yang tau pasti penyebab jatuhnya korban. Mereka hanya melihat motor korban mendadak oleng dan jatuh. Aneh.

Dulu juga ada truk gandeng di kawasan situ yang mendadak nyemplung ke sungai di sebelahnya. Kejadian itu hanya selang beberapa menit ketika aku sampai di TKP. Posisi nyemplungnya pas melintang di sungai, tidak ada bekas menabrak pembatas jalan di sekitar situ, seperti ada kekuatan lain yang sengaja menjatuhkannya di situ. *mulai deh*

Tapi untuk kasus sepeda motor itu, kronologi menurut analisa sok tauku adalah:
- Korban hendak nyalip aku, sedangkan jalur kanan sedang padat.
- Sepeda motor di depanku jalannya melambat, aku juga ikut melambat.
- Korban karena terlanjur kenceng jadi bingung antara: ngerem, banting ke kanan, atau tabrak aku.
- Dia pilih ngerem tapi terlambat, sehingga motornya oleng, nyerempet aku, zig-zag dan jatuh.

Apapun itu, berdoa dan waspadalah dalam perjalanan.

*eh, tadi pagi aku sudah doa belum ya?*

بِسـمِ اللهِ الذي لا يَضُـرُّ مَعَ اسمِـهِ شَيءٌ في الأرْضِ وَلا في السّمـاءِ وَهـوَ السّمـيعُ العَلـيم

June 6, 2007

Plagiarisme (Lagi)

Doh, topik yang basbang. Tapi gak bisa nahan buat nggak nulis :D

Telah banyak kasus plagiarisme di pertelevisian Indonesia, mulai dari yang nyontek sampai dengan yang njiplak (emang beda?).

Yang dirasa paling heboh adalah plagiarisme sinetron Buku Harian Nayla oleh RCTI.

Kemaren saat nonton tipi di rumah Phi, dipaksa nonton sinetron (karena remotenya dipegang Phi cs). Baru sampai beberapa adegan, aku serasa kenal dengan skenarionya. Begitu juga dengan Phi, karena kita pernah nonton film aslinya. 

Sinetron yang di SCTV berjudul Romantika Remaja, bener-bener persis dengan jalan cerita film John Tucker Must Die. Silakan tonton keduanya, dan saksikan betapa persis jalan ceritanya, bahkan sampai ke detail-detailnya.

Udah gitu aja. *sigh*

 

 

johntuckermustdie.jpg

 

vs

 

romantikaremaja.jpg

 

February 23, 2007

Doa dan Tujuan

Saat itu aku masih tinggal di lingkungan pesantren (tinggal lho ya, belum tentu nyantri), selama masa SMU. Dan sebagai warga yang baik, aku juga ikut terbawa tabiat dan kelakuan yang terjadi di pesantren itu.

Salah satu kebiasaan yang umum terjadi adalah mengumpulkan doa. Mulai dari yang 'simple' seperti kalo melihat ular, melihat petir, saat mau mulai belajar, sampe pada yang 'nyeleneh' seperti tahan lapar, tahan kenyang, naik bis gak bayar(?), menghadirkan seseorang di mimpi, etc. Yep, dulu aku hapalin banyak hal seperti itu. Kalo sekarang sih udah luntur semua.

Pengalaman menarik dari hal itu adalah ketika aku kehilangan celana panjang, seragam sekolah. Warna cokelat, seragam untuk hari Rabu dan Kamis.

Aku sudah yakin mengubek-ubek semua kamar di seluruh lantai (2 lantai), ke jemuran, ke musholla, etc. Dan gak segera ketemu, padahal itu celana cokelatku satu-satunya. Sedangkan siangnya ada kegiatan yang sangat penting. Lupa acara apa, yang jelas saat itu aku sedih banget. Hiks.

Oh iya, saat itu sekolahku masuk siang, jadi kejadiannya sebelum dhuhur. 

Nyerah mencari, akhirnya aku ingat pada satu amalan, yang mana kalo diamalkan bisa mengembalikan barang yang hilang, yakni baca surah Yasiin 7 kali berturut-turut. 

Segera aku wudlu, masuk ke musholla dan sholat sunnah, lalu membaca Yasiin 7 kali. Hmm, saat itu aku masih hapal surahnya, jadi lancar, cuman butuh waktu beberapa puluh menit. Kalo sekarang sih semoga masih :)

Selesai membaca, aku keluar musholla, hendak menuju kamarku lagi.

Sebelum aku sampe ke kamar, dari arah berlawanan ada temenku menuju ke arahku, dan sampe di depan kamarku dia menaruh sesuatu di pagar. Diam saja lalu dia balik badan kemudian pergi.

Aku lihat ke pagar, ternyata dia menaruh celanaku di situ. Alhamdulillah.

Ya, memang tidak pada tempatnya menggunakan Al-Qur'an sebagai 'alat' untuk memenuhi kebutuhan kita. Tapi jika landasannya adalah untuk mendekatkan diri pada Alloh, memohon kepadaNya, sedangkan amalan hanya sebagai penguat maksud, aku rasa tidak ada salahnya demikian. 

Beda halnya jika tujuan awal sudah salah, dimana kebutuhan itu sebagai tujuan, maka sangat tidak etis jika melibatkan Al-Qur'an. 

Wallahu'alam. 

February 16, 2007

Kotak sabun, Pensil dan Cermin

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Kasus 1

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Lanjutkan membaca "Kotak sabun, Pensil dan Cermin" »

December 25, 2006

Belajar Dari Berbagai Sumber

Sudah akrab di telinga kita quote ini: "lihatlah apa yang dinasehatkan, jangan lihat siapa yang menasehati"

Quote itu sudah menjadi konsumsi publik, serta banyak pula yang meyakini kebenarannya. Didukung berbagai macam kisah menarik, salah satunya seperti yang diceritakan di postingan Getting The Point oleh Ryo Saeba, di mana Imam Ghozali mendapat masukan yang bijak dari seorang perampok.

Kisah Imam Ghozali itu memang ngetren di kalangan pesantren, sehingga secara tidak langsung quote itu juga sudah lama aku dengar.

Meskipun sudah banyak yang meyakini kebenaran quote di atas, dan merasa sudah menerapkannya, namun terkadang masih saja terselip ketidakcocokan, dimana kita lebih melihat orangnya ketimbang nasehatnya.

Ketika orang yang memberi nasehat itu cocok dengan feeling kita, nasehatnya kita ambil. Tapi begitu ada ketidakcocokan, nasehatnya kita abaikan. Padahal muatan, ilmu dan maksud nasehat tadi masih sama.

Ketika seorang dai sedang berdakwah kita mau meresapi setiap ucapannya, tapi begitu dia berpoligami maka tidak lagi kita mau mendengar dakwahnya. Jadi selama itu kita hanya melihat orangnya, bukan nasehatnya.

Contoh lain, kita sering tanpa sengaja memakan mentah omongan orang yang kesohor, dan mengabaikan sama sekali omongan orang yang di pinggiran.

Orang akan lebih memperhatikan petuah sang seleb, ketimbang ocehan si bondet.

Ya, tentu saja, nasehat sang seleb lebih berkualitas, ada dasarnya, tahu apa yang sedang dan akan diomongkan, sedangkan ocehan si bondet cuma asal njeplak, dilandasi pengalaman yang sempit.

Jangan salahkan sang seleb kalo blognya lebih rame orang berkomentar, dibandingkan blog si bondet yang cuma dikunjungi oleh Bot Crawlernya Google. 

Ya, wajar saja, sang seleb lebih terlihat dari banyak sudut, sedangkan si bondet terjepit di pojok.

Jika ditanyakan kepada tiap individu, apakah penganut ajaran "melihat yang dinasehatkan" atau "melihat siapa yang menasehati", rasanya kok banyak yang memilih ajaran yang pertama. Tapi dalam pelaksanaannya, apakah tetap seperti itu?

Memang bagi tiap individu itu, tidak ada salahnya lebih mendengarkan omongan sang seleb ketimbang si bondet. Tapi dengan menskip ocehan si bondet, berarti telah melewatkan informasi yang mungkin berharga di waktu yang tidak diketahui, dan untuk orang yang belum diketahui.

*sekedar mengingatkan diri sendiri, untuk belajar dari berbagai sumber* 

December 8, 2006

Membantu dan Dibantu

Hari ini aku pulang telat lagi, lebih telat dari hari sebelumnya. Biasanya mentok jam 8 malam udah keluar kantor, lah tadi ini kok molor sampe jam 10-an. Untung aku diusir dari kantor oleh bajigul satu ini.

Padahal gak ada lagi yang penting untuk dilakukan di kantor, karena pekerjaan merubah layout SuperiorPics sudah selesai, proses generate HTML juga sudah komplit semua. Tapi keinginan untuk ngeklik fitur-fitur di CMS MovableType blog ini tak kunjung reda. Malah sempat mbenahi beberapa layout yang jelek. Kalo anda perhatikan, ada yang berubah dari blog ini. Memang masih jelek, tapi tidak sejelek blog ini. *loh*

Dalam perjalanan pulang, aku sempatkan beli makan di warung Padang di depan Kampus Paska Sarjana UNIBRAW. Seperti biasa, nasi 1 lauk 2.

Ketika sudah nenteng sebungkus nasi dan nyalakan mesin Tiger, mendadak ada cowok yang mendekati aku. Rambutnya gondrong, pake jaket ketat, tapi wajahnya culun Sealed

Lanjutkan membaca "Membantu dan Dibantu" »

November 14, 2006

Meluruskan Sejarah

Saat ini, di kalangan masyarakat Jawa, terutama di daerahku (Demak) dan kawasan pantai utara lainnya, nama Mahesa Jenar dikenal sebagai seorang prajurit dari kerajaan Demak, yang melanglang buana mencari keris pusaka Naga Sasra dan Sabuk Inten yang hilang dari perbendaharaan kerajaan Demak.

Mahesa Jenar dianggap sebagai pendekar yang benar-benar ada, dan telah membantu proses transisi pemerintahan kerajaan dari Demak ke Pajang.

Mahesa JenarPadahal, Mahesa Jenar hanyalah tokoh rekaan (fiktif) dari penulis silat Singgih Hadi Mintardja, dalam cerita Naga Sasra dan Sabuk Inten. (rangkaian cerita dapat didownload di sini)

Meledaknya pemuatan cerita ini di radio, novel, TVRI, dan sebagi lakon dalam setiap pementasan kethoprak, menjadikan cerita ini begitu merasuk ke dalam masyarakat Jawa, sampai-sampai banyak yang yakin bahwa itu adalah cerita nyata.

Detail cerita yang meyakinkan, hubungan sejarah dan lokasi yang benar-benar ada, nama-nama tokoh yang terkenal, bahkan senjata dan aji-aji (ilmu kesaktian) yang benar-benar ada, membuat cerita ini diterima sejajar dengan cerita sejarah.

Aku sendiri sejak awal juga menganggap bahwa Mahesa Jenar itu benar ada, meskipun tidak begitu yakin. Silakan lihat di Perjalanan Hidup Mahesa Jenar.

Nama supporter sepak bola dari Semarang juga menamakan diri Mahesa Jenar, sedangkan nama stadion sepak bola di Solo menggunakan nama Manahan, nama samaran Mahesa Jenar saat sembunyi dari kejaran pasukan Lembu Sora.

Juga terkenal sebuah sumpah dari Mahesa Jenar: "Aku ora bali ing kraton Demak Bintoro kalamun durung biso nggowo keris Nogo Sosro lan Sabuk Inten" (Aku tidak kembali ke kerajaan Demak Bintoro kalau belum bisa membawa keris Naga Sasra dan Sabuk Inten)

Sumpah itu aku jadikan sebagai judul blog ini.

Posisi S.H. Mintardja sebagai pegawa negeri dalam bidang kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Yogyakarta, tidak mengherankan kalau beliau mengetahui banyak tentang sejarah kerajaan Demak dan yang terkait dengannya, misalnya Majapahit, Mataram dan Pajang.

Lalu, anggapan masyarakat bahwa Mahesa Jenar itu benar ada, memang tidak ada salahnya. Namun bisa saja hal tersebut suatu saat akan membingungkan sejarah.

Misalnya sudah beberapa kali orang menanyakan padaku: "Apa hubungannya Mahesa Jenar dengan Syeh Siti Jenar?"

Ya jelas gak ada hubungannya. Yang satu nyata dan satunya lagi fiktif Laughing

Aku mempergunakan nama Mahesa Jenar sebagai nama domain ini, karena itu adalah tokoh favoritku. Memiliki sifat dan pandangan hidup seperti yang sebagaimana aku inginkan.

Sumber:
KEMBALINYA MAHESA JENAR
SH Mintardja Telah Tiada

Gambar dari sini: http://www.otakudang.org/index.php?/categories/14-N-S

July 4, 2006

Puisi Rindu

bintang malam ........
katakan padanya
aku ingin melukis sinarmu di hatinya..........

embun pagi.......
katakan padanya
biar kudekap erat
waktu dingin membelenggunya

taukah engkau.....
wahai langit
aku ingin bertemu membelai wajahnya..
kan kupasang hiasan angkasa yang terindah
hanya untuk dirinya

puisi rindu ini
kuciptakan hanya untuk
bidadariku tercinta
walau hanya agak sederhana
izinkan kuungkap segenap rasa
dan kerinduanku.......

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ananto Pratikno
Mon, 24 Apr 2006 00:46:33 -0700

June 14, 2006

Istri Sholehah

Istri Saleha, Rhoma Irama

Intro:

Setiap keindahan perhiasan dunia
Hanya istri sholehah perhiasan terindah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setiap keindahan yang tampak oleh mata
Itulah perhiasan perhiasan dunia
Namun yang paling indah di antara semua
Hanya istri sholehah, istri yang sholehah

Setiap keindahan perhiasan dunia
Hanya istri sholehah perhiasan terindah

Hanya istri yang beriman bisa dijadikan teman dalam tiap kesusahan selalu jadi hiburan

Hanya istri yang sholehah
yang punya cinta sejati
yang akan tetap setia dari hidup sampai mati
bahkan sampai hidup lagi

Setiap keindahan yang tampak oleh mata
Itulah perhiasan perhiasan dunia
Namun yang paling indah di antara semua
Hanya istri sholehah, istri yang sholehah

Setiap keindahan perhiasan dunia
Hanya istri sholehah perhiasan terindah

May 26, 2006

Setetes Embun, Kado Terindahku

Di titik nol rotasi tahun kehidupanku, sebuah sapaan damai kudapatkan dariNya.
Begitu lembut dan mendalam, yang lama tidak aku rasa, sejak ku menjauh dari Dia.

Gurun hatiku yang gersang, tersiram sejuknya butiran air yang diteteskan dari mata ini.
Yah, meski di mata inilah, bersarang kepicikan dan kelicikan, maksiat dan amarah.

Terima kasih Ya Rabb, benar dunia ini milikMu.
Sejauh apapun aku terdampar, Engkau masih melihatku.

April 11, 2006

Kapan Berawal Di Mana

Agak berat aku membuka mata ini, samar-samar berusaha menatap jam digital di sebelah ranjangku. Hm, jam 14:23. Meski sudah tidur lebih dari 6 jam, namun kantuk ini rasanya belum hilang sepenuhnya. Suasana yang sedemikian sepi, ditambah rasa malas, adalah alasan untuk meneruskan tidurku. Saking sepinya, bahkan detak jam dinding di ruang tengah bisa terdengar dari sini. Beginilah suasana rumah kecilku yang terpencil, di sudut perumahan baru yang terpencil pula.

Kemana lagi Lina nih?
Segera kuraih K750 di sebelah bantalku. Weleh, battrenya sudah merah lagi, udah ngedrop rupanya. Padahal baru kemarin aku charge penuh. Hmm, enaknya ganti battre apa ganti HP ya? kan sudah 2 tahun belum pernah ganti HP.

Ada miscall 3 kali dari nomor Lina, jam 10 tadi. Huff, dodol banget, dia kan tau aku gak bakal bangun jam segitu. Teriakan mertua aja aku cuekin, apalagi cuman dering HP.
Kerja dengan giliran masuk malam, telah membalik pola tidurku. Jam 10 pagi bagaikan jam 1 malam bagiku. Entah sampai kapan aku jadi pesaing kelelawar kayak gini.

1 SMS dari Lina: "mas, aq k ibu dl, td bpk telp kl ibu panas lg. dah ada nsi+lauk di dapur"

Lanjutkan membaca "Kapan Berawal Di Mana" »

April 8, 2006

Selamat Jalan Guruku

"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'uun"

Sabtu, 8 April 2006, sekitar sore hari tadi, telah meninggal seorang uwak (pak de), yang juga merupakan tetangga, dan guru spiritual bagiku.

Wak Jayadi, adalah sosok 'pendekar' yang membuka wawasanku mengenai ilmu kejawen, ilmu islam, pewayangan dan implementasinya dalam kehidupan. Banyak sekali wejangan yang aku dapatkan dari beliau, yang secara langsung ataupun tidak, mempengaruhi perjalanan hidupku sampai sekarang.
FYI, Kidung Purwajati pertama kali aku dapatkan dari beliau, dengan segala pengantar dan wejangannya.

Wak Jayadi meninggalkan istrinya, wak Sulasi, dengan 4 putri dan 2 putra. Beliau telah sakit sekian lama, yang menurut diagnosa dokter adalah kencing manis (Diabetes)

Apapun penyakit yang menyebabkan 'kepergiannya', namun perjalanan ini adalah garis yang memang harus terjadi. Semoga segala amal dan kebajikan beliau mampu menjadi penerang dan pelindung dalam perjalanan kehidupan berikutnya.
Semoga keluarga beliau mendapat kekuatan untuk melihat ini sebagai ujian, bukan sebagai beban.

Selamat jalan wak, rasanya kau telah menyiapkan kepergianmu ini, saat berpamitan padaku kemaren.
Akan selalu aku ingat pesanmu, untuk memegang kalimat 'ojo dumeh'...

April 2, 2006

Terserahmu

Jika cinta ini yang kau inginkan, ambillah semaumu, aku sedia segalaku...

Tapi jika jadi beban perjalanan hidupmu,
biar aku rangkai cerita lain di luarmu

-fh-

February 23, 2006

Emak

Kau tanamkan dalam diriku, agar senang pada kebaikan
Kau tunjukkan padaku, jalan menuju kebaikan
Kau biarkan diriku, memilih jalan yang aku senangi

January 16, 2006

The way you look at me

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

- Christian Bautista

November 23, 2005

Nasrudin: Relativitas Keju

Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira,

"Aku punya sepotong keju untukmu," kata istrinya.

"Alhamdulillah," puji Nasrudin, "Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut."

Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga.

"Adakah keju untukku ?" tanya Nasrudin.

"Tidak ada lagi," kata istrinya.

Kata Nasrudin, "Yah, tidak apa-apa. Lagipula keju itu tidak baik bagi kesehatan gigi."

"Jadi mana yang benar ?" kata istri Nasrudin bertanya-tanya, "Keju itu baik untuk perut atau tidak baik untuk gigi ?"

"Itu tergantung," sambut Nasrudin, "Tergantung apakah kejunya ada atau tidak."


So simple, tapi banyak dari kita sering terjebak pada kesederhanaan itu.
Merasa enggan dengan suatu makanan, hanya karena bosan, dan memilih merasakan lapar sampai mendapat makanan yang diinginkannya. Menyiksa diri...

November 21, 2005

Cinta, Cinta Sejati, Soulmate

Ketika kamu punya perhatian lebih, ketertarikan lebih, kesenangan yang lebih, terhadap sesuatu, itulah cinta... dalam konteks apapun.

Ketika cinta itu satu, tak tergoyahkan oleh benturan dan waktu, terjaga cintamu padanya meski hidupmu bersama cinta yang lain... itulah cinta sejati.

Dalam satu putaran hidup, hanya satu belahan jiwa. Jika kamu mendapatkannya dalam cinta sejati... hufff, ikut dong... ^_^

October 28, 2005

God Is Not Best Programmer

Tak ada satupun yang tak terencana
Segala sesuatu tiada sia-sia

Penyusunan Event, Trigger, Error Handling, sangat sempurna
Polymorphism, Inheritance, dan Encapsulation yang bener-bener nyata.
Layout dan tampilan menggunakan warna true True Color!

Open source gak ya?

Tapi meski sedimikian maha hebatnya Tuhan, kita gak bisa mengatakan Dia adalah programmer terhebat. Kenapa?

Karena istilah Ter, adalah perbandingan... dan kita gak boleh membandingkan Tuhan dengan apapun, ingat!!!

October 19, 2005

Kembali Pada Allah


hasbunallah wanikmal wakil
nikmal maulana waanikman nashir

bila hati gelisah
tak tenang, tak tentram
bila hatimu goyah
terluka, merana

jauhkan hati ini dari Tuhan, dari Allah
hilangkan dalam hati dzikirku, imanku
hanya dengan Allah
hatimu akan menjadi tenang

dengan mengingat Allah
hilangkan semua kegelisahan
cukuplah hanya Allah
hati bergantung dan berserah diri

October 18, 2005

Gegarane Wong Akrami

Gegarane Wong Akrami
dudu banda dudu rupa
amung ati pawitane
luput pisan kena pisan
yen gampang luwih gampang
yen angel-angel kelangkung
tan kena tinambok arta

The Secret of Marriage
is not fortune nor fame
it is the heart who leads the way
the way of marriage is measured to the extreme
it is either very smooth or very rough
and both can not be bought with any fortune

Javanese poem.-R.Ng.Yasadipura-

Taken from: Sacsha Blog

October 15, 2005

Jilbab II

Gadis itu berjilbab
putih rapi menutupi aurat
di suatu siang yang menyengat
akhlakul karimah pun terpancar kuat

Bukan, bukan karena jilbabnya
lebih karena pengertian dan keridhaannya
bahwa itu memang seharusnya

Saat ini, semakin banyak yang berjilbab

Mahasiswi berjilbab
Mahasiswa menuntutnya berjilbab

Remaja putri berjilbab
Masyarakat menuntutnya berjilbab

Pemudi berjilbab, dalam pelukan pemuda

Cewek seksi berjilbab, bertebaran di sudut-sudut mall

Koruptor berjilbab, menyusun biaya tanpa anggaran

Terpidana ekstasi berjilbab, meski di Australi tidak pernah menyentuh jilbab

Film porno memakai jilbab, mengejang dan mendesah dalam kurungan jilbab

Berapa harga jilbab?


October 7, 2005

Keep On Your Mind

Setiap kali ia berhadapan dengan kebesaran alam, setiap kali ia menyebut nama Yang Maha Besar:
"Kalau ciptaan-Nya saja sedemikian agungnya, betapa Agung Yang Menciptakannya."

(Mahesa Jenar)

October 5, 2005

Berpuasa Dalam Ramadhan

Sudah sering aku dengar, lihat dan rasakan, betapa bulan puasa mampu menghambat perbuatan 'negatif' sehingga tidak terjadi. Dan juga, ketika puasa itu sudah lewat (sesudah buka), maka semua hambatan itu lewat sudah.

Sering kita dengar hal berikut ini:

"Wes mari buko, wes oleh ngapusi"

"Lek bengi gpp ngojob"

--- >o------

Emang pengetahuan agamaku masih kurang banget. Tapi dengan sedikit darah islam dalam diriku, aku bisa yakin kalo pendapat kaya gitu, adalah mutlak salah. Kenapa?

1. Kita berpuasa, dalam rangka pengekangan nafsu, memberi kesempatan hawa bejat untuk keluar dari jiwa ini. Kalau selepas buka puasa, kita juga memberi kesempatan pada hawa itu untuk masuk lagi, meskipun puasa setahun sekalipun, gak ada efek apa-apa, selain tambah langsing :)

2. Dalam satu bulan penuh, adalah program wajib bagi umat islam untuk memanfaatkannya. Bukan cuma untuk puasa, tapi juga apa-apa yang terkait dengan hal itu.
Ini cuma pemikiranku saja, tapi aku yakin, bahwa ketika kita berpuasa, menahan hawa nafsu dan lapar, maka jiwa akan lebih terkendali. Dari sini, egoisme dan kesombongan sebagai seorang hamba, pastilah menjadi lebih berkurang untuk mau mengakui kehambaannya.
Nah, dalam kondisi 'low' seperti itu, maka proses permohonan ampunan dalam masa Ramadhan akan menjadi lebih terarah.
Kalo setiap kali setelah berbuka kita mengumbar lagi nafsu itu, lhah kapan kita mau jadi 'low' ?

Gitu loh.

(Ustad Aryo)

October 1, 2005

Dandanggula II

Memanising manungsa sejati,
sesantine mring laku utama,
lukita mesu budine,
meruhi hawa lan napsu,
mrih sampurna lair lan batin,
kanti atapa brata,
gegulang mrih hayu,
hayuningrat sak isinya,
rumantine rinakit budi pakarti,
tata gatining jalma

(not by me)

September 27, 2005

Dua Sayap Putihku

Kuusap dua sayap putihku
lelah selepas arungi siang
Dahaga merasuk merajam sukma
ingatkan diriku siapa yang raja

Lemah kini dunia kutatap
Geram kulihat wajah pecundang
Berlindung pada takdir sia-sia
Sembunyi di balik aturan
yang mereka sebut agama

Banggakah Dia padamu
saat kau hatur sembah pada rajamu
sambil kau peluk Lawwamah bersamamu

Bukan tentang apa yang Dia mau
Bukan tentang apa yang kau mampu
hanya tentang
Sang pencatat amal bukanlah dirimu

Dunia Makin Pengap

Ketika aborsi jadi dilegalkan
Ketika ATM kondom mulai direalisasikan
Dan alasan pembenar itu semua unlimited disediakan
Akankah nafasmu masih selega saat ini?

Aduh, akankah aku masuk golongan orang sial,
yang menemui akhir zaman?

September 20, 2005

Penyesalan dan Tanggungjawab

Seseorang mengirimkan link ini padaku:

http://www.aborsi.org/

Setelah menelusuri keseluruhan halaman dalam website itu, aku jadi tau bahwa aborsi adalah tindakan bangsat!!!

Bukan berarti sebelum membaca penjelasan itu, aku setuju dengan aborsi.

Sebelumnya, aku memandang aborsi dari sisi sebab-akibat. Bahwa orang melakukan aborsi adalah bentuk orang yang tidak mau menanggung akibat, yang jelas-jelas telah dilakukannya.
Tidak hanya dalam hal aborsi, tapi dalam hal apapun. Berbuat sesuatu tapi tidak mau menanggung akibatnya.
Dari sudut pandang ini saja, jenis orang yang melakukan aborsi, adalah jenis yang bangsat!

Lalu ditambah dengan kejadian saat aborsi, yang begitu kejammm... masih pantaskah orang seperti ini disebut sebagai khalifah di muka bumi?

Dee, thanks for this link :)

September 15, 2005

Seni = Budaya = Agama ?

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Romo menyang solo
Leh olehe payung kutho
Tak gendher lho-lho lobah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip goleko duwit

---------------------------------

Bagi sebagian masyarakat Jawa, lagu kanak-kanak yang udah mulai kuno dan usang tersebut, masih dikenal sebagai lagu permainan (dinyanyikan saat bermain).
Sekilas, tidak ada kesan dan pesan yang terkandung dalam tiap bait lagu tersebut, karena tidak banyak yang tau tentang sejarah penciptaan lagu tersebut.
Konon (ga ada bukti dan pembuktian) bahwa lagu itu diciptakan oleh salah satu ulama, anggota Walisongo. Kalo bukan Sunan Kudus ya sunan Drajad, aku lupa ceritanya. Keduanya dikenal sebagai seniman pencipta lagu untuk syiar.
Mereka biasa membuat suatu kesenian, yang di dalamnya terkandung ajakan, sehingga masyarakat tertarik untuk mau memahami ajaran Islam, sehingga lebih mudah untuk menyebarkan ajaran ini.

Kesan yang 'ndeso' pada lagu tersebut, justru membuat lagu tersebut diterima kalangan bawah.

Tidak pasti apa arti makna lagu tersebut. Menurut cerita yang pernah aku dengar, lagu tersebut merupakan kiasan dari dzikir.

Benar atau salah, i'm not sure...

September 14, 2005

Jilbab

Andaipun tiada mentari di angkasa
hari ini sudah seterang do'a
silau putih jilbab mengikisi jiwa
yang pasti rapuh dan penuh dosa

September 9, 2005

Kidung Purwajati

1.Ana kidung rumeksa ing wengi,teguh ayu luputa ing lara,luputa bilahi kabeh,jin setan datan purun, paneluhan tan ana wani, miwah panggawe ala, gunane wong luput, geni anemahan tirta, maling adoh tan ana ngarah ing kami, guna duduk pan sirna.

2. Sakehin lara pan samja bali, sakehing ama sami miruda, welas asih pandulune, sakehing bradja luput, kadi kapuk tibanireki, sakehing wisa tawa, sato kuda tutut, kayu aeng lemah sangar songing landak, guwaning mong lemah miring, mjang pakiponing merak.

3. Pagupakaning warak sakalir, nadyan artja mjang sagara asat, satemah rahayu kabeh, dadi sarira aju, ingideran mring widhadari, rinekseng malaekat, sakatahing rusuh, pan dan sarira tunggal, ati Adam utekku Bagenda Esis, pangucapku ya Musa.

4. Napasingun Nabi Isa luwih, Nabi Yakub pamiyarsaningwang, Yusuf ing rupaku mangke, Nabi Dawud swaraku, Yang Suleman kasekten mami, Ibrahim nyawaningwang, Idris ing rambutku, Bagendali kulitingwang, Abu Bakar getih, daging Umar singgih, balung Bagenda Usman.

5. Sungsumingsun Fatimah Linuwih, Siti Aminah bajuning angga, Ayub minangka ususe, sakehing wulu tuwuh, ing sarira tunggal lan Nabi, Cahyaku ya Muhammad, panduluku Rasul, pinajungan Adam syara", sampun pepak sakatahing para nabi, dadi sarira tunggal.

6. Wiji sawiji mulane dadi, pan apencar dadiya sining jagad, kasamadan dening Dzate, kang maca kang angrungu, kang anurat ingkang nimpeni, rahayu ingkang badan, kinarya sesembur, winacaknaing toja, kinarya dus rara tuwa gelis laki, wong edan dadi waras.

7. Lamun arsa tulus nandur pari puwasaa sawengi sadina, iderana gelengane, wacanen kidung iki, sakeh ama tan ana wani, miwah yen ginawa prang wateken ing sekul, antuka tigang pulukan, mungsuhira lerep datan ana wani, teguh ayu pajudan.

8. Lamun ora bisa maca kaki, winawera kinarya ajimat, teguh ayu penemune, lamun ginawa nglurug, mungsuhira datan udani, luput senjata uwa, iku pamrihipun, sabarang pakaryanira, pan rineksa dening Yang Kang Maha Suci, sakarsane tineken.

9. Lamun ana wong kabanda kaki, lan kadenda kang kabotan utang, poma kidung iku bae, wacakna tengah dalu, ping salawe den banget mamrih, luwaring kang kabanda, kang dinenda wurung, dedosane ingapura, wong kang utang sinauran ing Yang Widdhi, kang dadi waras.

10. Sing sapa reke arsa nglakoni, amutiha amawa, patang puluh dina wae, lan tangi wektu subuh, lan den sabar sukur ing ati, Insya Allah tineken, sakarsanireku, njawabi nak - rakyatira, saking sawab ing ilmu pangiket mami, duk aneng Kalijaga. Kuwasaning Artadaya

11. Sapa kang wruh Artadaya iki, pan jumeneng sujanma utama, kang wruh namane Artate, masyrik magrib kawengku, sabdaning kang pandita luwih, prapteng sagara wetan angumbara iku, akekasih Sidanglana, Sidajati ingaranan Ki Artati, nyata jati sampurna.

12. Ana kidung reke Ki Artati, sapa wruha reke araning wang, duk ingsun ing ngare, miwah duk aneng gunung, Ki Artati lan Wisamatti, ngalih aran ping tiga, Artadaya tengsun araningsun duk jejaka, mangka aran Ismail Jatimalengis, aneng tengeahing jagad.

13. Sapa kang wruh kembang tepus kaki, sasat weruh reke Artadaya, tunggal pancer lan somahe, sing sapa wruh panu......sasat sugih pagere wesi, rineksa wong sajagad, ingkang....iku, lamun kinarya ngawula, bratanana pitung dina....gustimu asih marma

14. Kang cinipta katekan Yang Widhhi, kang..... madakan kena, tur rineksa Pangerane, nadyan..... lamun nedya muja samadi, sesandi ing nagara, .....dumadi sarira tunggal, tunggal jati swara, .....aran Sekar jempina

15. Somahira ingaran Panjari, milu urip lawan milu pejah, tan pisah ing saparane, paripurna satuhu, jen nirmala waluya jati, kena ing kene kana, ing wusananipun, ajejuluk Adimulya Cahya ening jumeneng aneng Artati, anom tan keneng tuwa

16. Tigalan kamulanireki, Nilehening arane duk gesang, duk mati Lajangsukmane, lan Suksma ngambareku, ing asmara mor raga jati, durung darbe peparab, duk rarene iku, awajah bisa dedolan, aranana Sang Tyasjati Sang Artati, jeku sang Artadaya

17. Dadi wisa mangka amartani, lamun marta temah amisaya, marma Artadaya rane, duk laga aneng gunung, ngalih aran Asmarajati, wajah tumekeng tuwa, eling ibunipun, linari lunga mangetan, Ki Artati nurut gigiring Marapi, wangsul ngancik Sundara

18. Wiwitane duk anemu candi, gegedongan reke kang winrangkan, sihing Yang kabesmi mangke, tan ana janma kang wruh, yen weruha purwane dadi

21. Sagara gunung myang bumi langit, lawan ingkang amengku buwana, kasor ing Artadajane, sagara sat lan gunung, guntur sirna guwa pesagi, sapa wruh Artadaya, dadya teguh timbul, dadi paliyasing aprang, yen lelungan kang kepapag wedi asih, sato galak suminggah.

22. Jin prayangan pada wedi asih, wedi asih sagunging drubigsa, rineksa siang-dalune, ingkang anempuh lumpuh, tan tumama mring awak mami, kang nedya tan raharja, sadaya linebur, sakehing kang nedya ala, larut sirna kang nedya becik basuki, kang sinedya waluya.

23. Gunung guntur penglebur guweki, sagara sat bengawan sjuh sirna, kang wruh Artadaya reke, pan dadi teguh timbul, kang jumeneng manusa jati, ngadeg bumi sampurna, Yang Suksma sih lulut, kang manusa tan asiha, Sang Yang Tunggal parandene wedi asih, Yang Asmara mong raga.

24. Sagara agung amengku bumi, surya lintang mjang wong sabuwana, wedi angidep sakehe, kang kuwasa anebut, dadya paliyasing prang dadi, paser panah sumimpang, tumbak bedil luput, liwat sakatahing braja, yen linakon adoh ing lara bilahi, yen dipun apalena.

25. Siang dalu rineksa Yang Widhhi, sasedyane tinekan Yang Suksma, kinedepan janma akeh, karan wikuning wiku wikan liring puja samadi, tinekan sedyanira, kang mangunah luhung, peparab Yang Tigalana, ingkang simpen kang tuwayuh jroning ati, adoh ingkang bebaya.

26. Sakehing wisa tan ana mandi, sakehing lenga datan tumama, lebur muspa ilang kabeh, duduk tenung pan ayu, taragnyana tan ana mandi, sambang dengan suminggah, samya lebur larut, ingkang sedya ora teka, ingkang teka ora nedya iku singgih lebur sakehing wisa.

27. Yen kinarya atunggu wong sakit, ejin setan datan wani ngambah, rinekseng malaekate, nabi wali angepung, sakeh ama pada sumingkir, ingkang sedya mitenah, miwah gawe dudu, rinu sak maring Pangeran, iblis na’nat sato mara mati, tumpes tapis sadaya.