Perjalanan Hidup Mahesa Jenar
Beberapa kali teman-teman tanya padaku, siapa itu Mahesa Jenar, yang dengan bangganya aku memakai namanya sebagai nama domainku.
Bisa saja aku menjawab tentang siapa itu Mahesa Jenar, meski satu persatu ke mereka. Tapi yang dapat aku jawab, hanyalah sebagian kecil dari yang seharusnya tersampaikan, kalau ingin mengetahui Mahesa Jenar secara kaffah (utuh).
Lebih sulit lagi, karena cerita tentang Mahesa Jenar, diliputi dengan keragaman corak budaya, agama/kepercayaan, sehingga menjadikannya kabur, antara sejarah (fakta) dan legenda (cerita). Yang pasti bukanlah mitos (dongeng) belaka.
Ditambah lagi, adanya tayangan film di tivi swasta, yang melenceng dari sejarah yang sebenarnya, makin mengaburkan sejarah.
Meski tidak menceritakan secara langsung tentang Mahesa Jenar, tapi film-film yang mengangkat cerita yang bersinggungan dengan Mahesa Jenar (Jaka Tingkir, Walisanga), semakin membuat orang bingung (bagi yang mikir) dan tidak paham (bagi yang ga mau tau).
Okelah kita maklum, bahwa tayangan monster/siluman di film itu hanya sebagai pemanis, agar film jadi menarik, adalah untuk menarik penonton, karena sejaka zaman dahulu kala, di Jawa belum pernah ditemukan adanya siluman kelabang, siluman ular, dll. Kita tidak mempersalahkan itu.
Tapi bagaimana dengan cerita Jaka Tingkir yang bersahabat dengan Dadung Awuk? yang dalam sejarah diceritakan bahwa Dadung Awuk adalah musuh Jaka Tingkir.
Berangkat dari hal tersebut, di sini aku tampilkan cerita perjalanan Mahesa Jenar, yang diambil dari http://www.gajahsora.com.
Cerita ini aku ambil dari situs tersebut, lalu aku kumpulkan menjadi bentuk CHM. Silakan download di sini, atau melalui panel The Story di halaman depan.
Terima kasih kepada Bapak Mimbar Saputro, yang telah memberikan ijin pada saya untuk menampilkan cerita tersebut di sini.
Terlepas dari kebenaran yang diberikan oleh cerita tersebut, tokoh Mahesa Jenar merupakan teladan yang semakin jarang ditemui di negara ini. Jadi, meski tidak dapat meniru secara keseluruhan, semoga bisa dijadikan acuan untuk mengarahkan langkah kita.
Keep survive...
28 Komentar
Hebat, hebat..
Mudah-mudahan bertahan lama sehingga kalau ada yang butuh cerita tinggal saya sambungkan kemari...
Mimbar
Balas Komentar IniSiippp, makasih banget buat mas aryo, aku mo download .chm nya, soalnya kalau baca lewat web, mataku sampai sakit dan ngganggu kerjaan kantor.
Thanks a lot!!
Balas Komentar IniTerima kasih Pak Mimbar, semoga memang demikian adanya.
Insya Allah blog ini akan tetap saya pertahankan, sebagaimana situs tempat blog ini bernaung
Buat Venus:
Balas Komentar IniKayaknya kerjaan di kantor juga selalu diisi dengan baca-baca isi situs laen kan
ker aku njaluk chm'e mahesa jenar, soale kok ra isoh tak donlod iki
matur nuuuuwuuuun
Balas Komentar IniAlo ker...
Lek arep ngopi, mrene ae...
Ora iso download opo'o? dibaleni maneh coba...
Balas Komentar Iniwow..gue tertarik soal Mahesa Jenar gara-gara mimpi, gue coba tanya teman gue, dia bilang gue suruh baca babat tanah jawa atau sejarah tentang nogososro dan sabuk inten..thanks banget, akhirnya gue bisa download juga ceritanya, mudah2an sesuatu yang baik bisa gue pelajari dari seorang Mahesa Jenar..tapi kenapa ada di mimpi gue yah?
Balas Komentar Ini#deli:
Mimpi itu ada 4 jenis: titioni, gondoyoni, puspotajem, dan satunya lagi lupa.
Kalo gak yakin dengan arti mimpinya, ya tetep saja anggap itu sebagai rahasia Ilahi. Kita cukup jalani terbaik yang kita bisa.
Balas Komentar IniSudah saya menggemari novel silat Naga Sasra Sabuk Inten saat ini saya masih mencari dalam bentuk .lit nya supaya saya bisa simpan dalam pda saya. Mungkin barangkali bisa bantu saya.
Selain itu saya berharap ada yg bantu saya untuk mencarikan lanjutan dari Naga Sasra Sabuk Inten dalam bentuk .lit nya
Thanks
Aryo: Silakan Anda download .CHM di bagian kanan blog ini. Di situ sudah sampai tamat kok.
Balas Komentar IniSaya masih sering membacanya lewat PDA.
bos mahesa jenar, mohon bantuannya donk, tetang informasi sejarah yang sesungguhnya dari jagoan kita MJ, ayah ibunya siapa lahir di mana pokoknya gitu deh bos, trimakasih bos sebelumnya
Aryo: Sesuai pengakuan dari pengarangnya (SH Mintardja), bahwa Mahesa Jenar adalah tokoh rekaannya.
Balas Komentar IniKita boleh mengagumi Mahesa Jenar, tapi tidak harus sampai mendalami kehidupannya.
Memang ada beberapa kejadian unik, misalnya ditemukannya makam Endang Widuri di sekitar pemakaman Keluarga Kebo Kanigara, tapi belum pasti kebenarannya.
Fiktif atau nyata,sosok mahesa jenar layak dilestarikan keberadaannya,tanpa berlebih menanggapi sepak terjang m.jenar,tp Begitulah ukuran perjuangan dalam budaya Jawa saat itu. Pakem dan tanpa kontroversi,berisi tanpa sensasi.
Aryo: Setuju pak!Mengagumi dan meresapi, tanpa perlu mengikuti dan menyamai
Balas Komentar Inisaya sangat senang dengan cerita mahesa jenar.tolong kasih cerita tentang sejarah jawa alias babad tanah jawa yang komplet dong
Aryo: Babad Jawa ada banyak sekali, mulai dari Aji Saka sampai Mataram II bahkan sampai sekarang. Kalo mencari di internet, bakal nemu banyak sekali, salah satunya ini: http://www.jawapalace.org/babad.html
Balas Komentar Inicerita yang berhubungan dengan sejarah memang sarat pertanyaan bukan? tetapi yang ditakutkan adalah kalau cerita itu justru membalikkan fakta sejarah. sehingga generasi kita yang akan datang tidak lagi mengenal sejarahnya atau malah kesasar dan bingung.
saya membaca novel ini saat masih SD. dan tokoh mahesa jenar tersebut masih melekat dalam benak saya. kebetulan sekitar satu minggu yang lalu saya sempat sms om saya dan menanyakan tentang siapa sebenarnya mahesa jenar. sama seperti yang dikatakan mas aryo, mahesa jenar hanyalah tokoh fiktif. mahesa jenar adalah gambaran seorang tokoh yang memang patut diteladani.khususnya pada masyarakat Jawa..
dan saat ini sepertinya baru SH. Mintarja saja yang bisa menciptakannya.
jika ada info lebih jauh tentang mahesa jenar, saya akan sangat senang sekali...
Aryo: Ya, fanatisme orang Jawa memang bisa memunculkan hal-hal yang irasional. Ini mungkin terkait dengan sifat orang Jawa yang suka 'othak-athik-gathuk'. Kalo sampean punya info tambahan mengenai Mahesa Jenar, silakan berbagi dengan saya juga ya
Balas Komentar Inibos, makasih atas kesediaanya memuat hal-hal yang berbau tentang mahesa jenar, bagi saya pribadi mahesa jenar itu ada keberadaannya,beliau adalah salah satu prajurit pilihan yang bertugas mengawal raja "paspampres" nya kerajaan demak gituuuu..., dan beliau sudah menjadi manusia kembali atas ijin tuhan (re-ingkarnasi, berkeluarga mempunyai 2 orang anak yang baik baik, si "mahesa jenar " sendiri blum memahami siapa dia sesungguhnya, tapi dia selalu berusaha tuk mencari "sukma sejatinya", karna penjelasan tersebut dia dapat dari seorang yang memang sepuh bahwa dia adalah (dulunya) mahesa jenar.
Balas Komentar Inisekali lagi bos, trimakasih bangettt yaaaa, banyak informasi yang saya daptkan dari crita mahesa jenar yang bos muat dalam CHM ini, semoga tuhan selalu memberikan kasih dan sayang nya kepada kita semua.amin
Wah2...gara2 teman saya...akhirnya saya menemukannya juga....
penggila cerita nagasasra sabuk inten...
awalnya,, saya diperkenalkan oleh ayah saya,, dan sekarang...saya jatuh hati pada budaya jawa...,,semua karena cerita itu...hwehehe
wassalam..
Balas Komentar Inipunten..
Balas Komentar Iniada ngga cerita nagasasra dan sabuk inten yang ke 2. soale yang pertama udah baca ampe abis.
mahesa jenar is the best hero in java...
ngomong 2 punya cerita api di bukit menoreh nggak?atau alamtnya mungkin? please
Balas Komentar IniMas Moderator.
Beberapa hari yang lalu saya download cerita Nagasasra & Sabukinten. ada problem di episode 96 dan 97 ngga bisa dibuka.
Apakah kiranya semua yg download mengalami hal yang sama dengan saya. n kalo ada yg punya filenya komplit bisa dibuka semua mohon kiranya bisa i email ke email saya aris_kn@yahoo.com
Terima kasih
Balas Komentar Inikok susah banget sih downloadnya,
haaaaaaaaaaaalpme,
aku lgi butuh dan sangat ingint tahu tentang sejarah mahea jenar itu.
pleas ya
makasih
Balas Komentar Iniwah mantap ceritane mugo-mugo tetep tahan suwe, manawi gambar sabuk inten nogososro wonten nopo mboten nggih???
Aryo:
Balas Komentar Ininah niku, lek gadah gambare kulo tak nyuwun
kulo penasaran kaleipun ceritane karebet
lek ngadah ceritane maskarebet sampek dadi rojo demak tolong di publikasihkan, karo asal usule mahesa jenar matur nuwun sanget
Aryo:
kalo karebet ada di kisah tersendiri, di mahesajenar cuma bagian kecilnya.
Balas Komentar Ini
aku suka sama cerita dari mba mahesa....
Balas Komentar Inigue punya seri naga sasra dan sabuk inten versi .lit (MsReader)ngebundel sendiri, ada yang berminat silakan email gue, gratis lho...
Balas Komentar Inigue punya seri naga sasra dan sabuk inten versi .lit (MsReader)ngebundel sendiri, ada yang berminat silakan email gue (daniel.dsns@gmail.com), gratis lho...
Balas Komentar Inikatanya mahesa jenar itu tokoh rekaaan... tapi kok Ronggo Toh Joyo masuk daftar senopati demak bintoro???? lebih jauh kok masuk silsilah keluarga??? jelasnya gimana ya????
Aryo:
sama seperti kerajaan Demak, adalah nyata namun juga dimasukkan ke dalam cerita. jadi, novel ini menurutku adalah cerita rekaan namun mengambil background kenyataan di zaman itu.
Balas Komentar Ini
Weh...akeh kancane jebule...mas urun rembug yaaa...tentang tokoh mahesa jenar karangan sh mintarja,mungkin dari dunia seni bisa disebut sebagai tokoh fiktif. Tp di kalangan masyarakat jawa yang terbuka dalam interprestasi nilai spiritual ketokohan, dan kapasitas sang pengarang (Sh Mintarja) yang sepertinya juga memahami dalam kehidupan spiritual itu, bisa jadi mahesa jenar adalah tokoh sejarah yang dulu benar-benar ada, kemudian secara sprit Roh sang tokoh ini, menuntun pak Sh mintarja untuk menyajikan sejarahnya. Dengan memberi ilham dan inspirasi secara berkala setiap beliau menuliskan kisahnya. Hanya saja karena sumber ini didapat dari proses inspirasi meditatif, beliau mungkin tidak berani mengklaim sebagai fakta sejarah, tapi hanya sebagai rekaan belaka. Tetapi untuk mengungkapnya sebagai tokoh fiksi sepenuhnya juga tidak, maka ada upaya mengkaitkan dengan tokoh nyata yang secara akademis sudah diaku sejarahnya. Dengan menguangkapkan secara halus kalau nama lain maheso jenar adalah Manahan. Maka bisa jadi, sebagai pendiri dinasti Mataram, Ki ageng pemanahan secara spiritual hendak menuturkan sisi sejarah yang mungkin belum bisa terungkap dimasa lalu secara gamblang mengingat kedudukan dan situasi sosial politk yang ada dijaman itu. Untuk itu Kiageng pemanahan mrepegi Sh Mintarja untuk menjadi medium penyampai sejarah kepada anak cucunya saat ini.
Itu mas sekedar pendapat saya, ya..namanya pendapat bisa benar dan bisa salah, tapi saya hanya sekedar mencoba memberi analiasa dari sisi yang lainnya, dalam mensikapi kontroversi interprestasi ketokohan mahesa jenar ini. Kalau ada salahnya ya mohon dimaafkan saja nggih...saderenge nyuwun gunging pangaksami.... ceritanya...Nuwun
Aryo: Wew, pandangan yang bermanfaat sekali, jembatan antara fiksi dan fakta
Balas Komentar IniMatur nuwun pakde Sulis.
Sekedar nyambung mas....pendekatan dalam mengungkap sejarah secara akademis, saat ini banyak menggunakan standard dan peralatan atau berbagai teknologi yang bersifat material.Sehingga runtuttan sejarah kadang disambung ceritanya dari berbagai bentuk peninggalan prasasti2, fosil-fosil,usia unsur carbon dalam tanah dan berbagai ukuran material yang mampu ditemukan. Sedang isinya cerita yang sesungguhnya dari sejarah tentu tidak mudah dirangkai secara tepat bila tidak dari sumber tokoh yang mengalaminya. Sedang dalam jiwa manusia yang bersifat non material sering kali terjadi pemahaman bahwa, `segalanya akan menjadi fiksi bila kita belum cukup kemampuan untuk mengalaminya. Tapi akan menjadi fakta bila kita bisa mengalaminya.`Sebagai contoh Bagi manusia thn 1920-an, bisa ngobrol lewat mesin ketik dengan orang di luar negeri, adalah cerita fiksi. Tapi bagi kita saat ini di tahun 2008 chating lewat internet didepan mesin ketik digital (komputer) adalah fakta.Di era dimana sesuatu dianggap sebagai fakta bila ada bukti nyata dalam bentuk materi, maka kemampuan mencari dan mengungkap otentiknya data dan fakta sejarah masa lalu secara meditatif, adalah fiksi bila kita belum mampu mengalaminya. Nah ilmuwan-ilmuwan barat banyak mendominasi metodalogi standard akademis kita.Sedang ilmuwan-ilmuwan timur ( para pujangga, seperti Rangga warsito, Jaya boyo, empu walmiki, dan tokoh-tokoh sakti (Orang pinter=ilmuwan to...??!
lainnya sebenarnya sudah dari dulu mampu mengungkap banyak hal yang metode barat belum mampu. Hanya saja kemampuan mereka saat ini tidak amsuk dalam standar akademis kita, sehingga metoda itu seolah tidak bisa dijadikan landasan ilmilah untuk mengungkap realita. Jadi ya maklum saja... maka tersenyumlah Indonesia, banggalah pada ilmuwan-ilmuwanmu yang sudah mampu menembus ruang dan waktu.
Balas Komentar Inimas aku sudah lama ingin bincangbincang secara langsung dengan jenar namun tidak mengetahui media contact yang dapat menghubungkan perbincangan tersebut, bisakah anda membantu saya ? media contact saya 08128701945 atas bantuannya diucapkan terimakasih.
Balas Komentar IniMatur nuwon gos! kalau bisa kasi sejarah tokoh2 yg lain yo, mari jangan sampai kita lupakan sejarah OK.
Balas Komentar Ini