Siang ini aku lagi serius browsing, tiba-tiba ada panggilan masuk ke hapeku dari nomor yang tidak dikenal. Pake nomor IM3 rupanya.
"Halo...", sapanya.
"Halo juga"
"Selamat siang pak, kami dari PT Indosat Pusat Jakarta, ... bla...bla...", dan seterusnya, yang intinya mengabarkan bahwa tadi malam telah diadakan undian dalam rangka ulang tahun IM3 yang ke-10. Pengundiannya dilakukan di GlobalTV, dan nomorku terpilih sebagai penerima hadiah uang tunai 17 juta rupiah dan hadiah pulsa 1 juta rupiah.
Ah, klise.
"Saya Edi dari PT Indosat Pusat Jakarta (kenapa mesti Pusat Jakarta sih?), dengan bapak siapa ini?"
Nah lho, kalo dari pusat mestinya tau namaku, kan nomorku sudah terdaftar di 4444.
"Saya Rudi", jawabku ngasal aja.
"Begini pak Rudi, karena sekarang hari Minggu maka uangnya kami transfer lewat ATM saja"
Dodol deh, kenapa gak besok aja kalo gitu.
"Bapak punya ATM?"
"Ada, BCA"
"Kalau selain BCA ada tidak?"
(kok takut sama BCA? karena ada Markum?)
"Dulu ada BRI dan Danamon, tapi sekarang sudah tidak aktif lagi", jawabku jujur.
"Baiklah, kita gunakan yang BCA saja. Apakah itu atas nama bapak?"
"Bukan, itu pake nama istri saya", nah loh.
"Apakah bapak bawa kartu ATM-nya?"
"Ya, saya yang bawa"
"Bapak tau nomor rekeningnya?"
"Waduh, saya tidak hafal pak. Buku rekeningnya disimpan istri saya, dan dia sedang keluar sekarang"
"Kalau nomor di kartu ATM-nya pak, bisa dibacakan?"
Ah, mosok orang Indosat sampe mengurusi hal ginian? Tapi aku turuti aja. Aku buka dompet dan ambil kartu ATM BCA.
"Nomornya ada banyak nih, disebutkan semua?" aku tanya.
"Iya pak, ada 16 digit, silakan disebutkan", pintanya.
Aku sebutkan, "6019 0010 xxxx xxxx", tapi di antara xxxx itu aku salahkan 1 angka.
"Baik pak. Atas nama siapa rekeningnya?"
"Nama istri saya pak, Irene". JGLARRR!!!
(Ampun Irene, aku sewa namanya dulu ya. Bayar belakangan, hihihi)
"Baiklah, sekarang juga bapak pergi ke ATM BCA terdekat. Kalau sudah sampai sana, silakan miskol saya. Bilang saja sudah sampe di ruang ATM"
Pasti dia gak tau arti miskol, yang artinya panggilan tak tersambung.
"Berapa lama bapak sampai di tempat ATM?", tanyane.
"Wah, istri saya sedang keluar, jadi saya mesti mencari orang untuk menunggu rumah saya dulu"
"Iya, berapa lama pak?"
"Hm... mungkin 25 menit lagi"
"Baiklah, nanti hubungi saya kalau sudah sampai. Jelas pak?"
"Jelas sekali pak", jawabku mantap.
Setelah telpon ditutup, nomor hapenya aku masukkan ke daftar blacklist di hapeku: 08568536718
Sambil aku ngetik ini, telponnya masuk berulang-ulang, tapi otomatis didrop sama blacklist blocker.
Entah siapa lagi yang kena hari ini.
Komentar Terbaru