" /> Mahesa Jenar: September 2006 Archives

« August 2006 | Depan | October 2006 »

September 28, 2006

Ngabuburit Bersama Asongan

Ini bukan asongan si Anjal (anak jalanan), tetapi para penjual jalanan dadakan, yang muncul saat bulan Ramadhan saja, ketika mendekati waktu berbuka puasa.

Saat bulan Ramadhan tiba, di jalan-jalan tertentu kota Malang banyak dipenuhi para penjual takjil (makanan/minuman ringan untuk berbuka puasa). Jumlahnya bisa membludak tak terkontrol, memenuhi ruas jalan, menyebabkan jalanan macet.
Uniknya, sebagian besar dari mereka (atau seluruhnya) adalah para ABG cewek cowok. Dengan dandanan simple yang justru menambah kesan imut mereka.

Aku gak yakin kapan tepatnya fenomena ini mulai terjadi, karena seingatku 6 - 9 tahun yang lalu belum ada kejadian ini di Malang. Tempat diadakannya 'penjualan' inipun semakin meluas. Yang aku tau dulu adanya cuma di jalan Soekarno Hatta, yang memang sangat luas dan terjangkau dari mana-mana. Tapi sekarang lebih banyak tempat yang digunakan, misalnya di jalan Veteran.

Pembeli yang sengaja datang ke lokasi itu, membeli takjil mungkin cuma niatan sampingan, dan lebih pada niat melihat-lihat para penjualnya, yang menurutku 70% memiliki kualitas tampilan enak dipandang.

Si penjual juga bukanlah jualan demi mendapatkan untung, tapi cuma sekedar nampang dan rekreasi, cuci mata sambil menunggu waktu berbuka, dan dilihatin.

Yang kasihan ya pengguna jalan yang lain, yang tidak berhubungan dengan nampang. Jalan Soekarno Hatta yang biasanya menjadi jalan utama di luar jalan kota, menjadi macet total.
Salah satu korbannya adalah aku, karena aku pulang dan pergi melewati jalan ini.
Lewat tengah kota juga gak kalah macetnya.

Pak Polisi jadi bingung, orang-orang juga bingung.

Sebenernya pingin ngambil skrinsut fenomena yang sekarang. Tapi karena belum sempat, aku upload yang tahun lalu saja. Ngambil pake handycam, jadi kecil-kecil:

Ngabuburit
Ngabuburit
Ngabuburit
Ngabuburit
Ngabuburit
Ngabuburit

Ludruk Kartolo CS

Masih terlintas di kenangan, waktu aku masih kecil (1 meter-an) sering mendengarkan kaset milik pamanku, di antaranya adalah kisah tentang Mahesa Jenar dan ludruk lawakan Kartolo CS.
Selain dari kaset pamanku, juga dari berbagai acara, misalnya resepsi pernikahan, sunatan, dan dari radio AM.

Sebagai info, di daerahku kalo ada acara pernikahan atau sunatan, orang akan memasang 2 buah speaker dengan merk TOA, dipancang pada sebuah pohon bambu yang tinggi sekali, sehingga dapat terdengar di seantero desa.
Yang diperdengarkan adalah musik-musik ceria (dangdut/qasidah), pengajian (Zainuddin MZ), kethoprak dan ludruk.

Sekarang sih sudah gak ada kayak gitu, karena sudah pake 8 salon bertumpuk, yang suaranya lebih merdu meski jangkauannya tidak satu desa, dan setauku yang dimainkan cuma musik saja, gak seperti zaman aku kecil dulu.
Padahal dari acara seperti itu, aku jadi tau banyak tentang kethoprak, ludruk, pengajian, etc.

Cak Kartolo
Kembali ke Kartolo, yang merupakan seorang pelawak ludruk legendaris asal Surabaya, Jawa Timur. Beliau sudah lebih dari 40 tahun hidup dalam dunia seni ludruk.

Nama Kartolo dengan suaranya yang khas, dengan banyolan yang lugu dan cerdas, hampir pasti dikenal di seluruh Jawa Timur, bahkan di daerahku di pertengahan Jawa Tengah.

Bagi yang belum tau ludruk, ludruk adalah kesenian tradisional asal Jawa Timur, menampilkan dialog/monolog yang bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa. Ceritanya biasanya diambil dari kehidupan sehari-hari, dan menggunakan bahasa khas Surabaya, meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda.

Berbeda dengan kethoprak dari Jawa Tengah, yang ceritanya sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesan tertentu.

Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak, peronda, sopir angkotan, etc).
Yeah, meski menggunakan bahasa Jawa Timuran, yang memiliki beberapa kosa kata berbeda dengan daerahku, toh aku bisa mengerti, yang akhirnya menambah perbendaharaan kata.

Oh ya, dulu TVRI juga sering menayangkan ludruk Kartolo ini, jadi aku sudah pernah melihat tampang para pelawaknya.

Kartolo CS terdiri dari Kartolo, Basman, Sapari, Sokran, Blonthang, Tini (istri Kartolo), tergabung dalam kesenian karawitan Sawunggaling Surabaya. Masing-masing pemain punya karakter yang unik dan khas, dan punya semacam 'tata-bahasa' sendiri. Misalnya Kartolo yang menjadi paling cerdas, sehingga sering diceritakan 'ngakali' pemain lain, Basman yang punya suara besar dan omongan nyerocos, Sapari yang sering nakal tapi malah jadi korban, etc.
Satu hal yang aku yakini, mereka semua bakat jadi Junker.

Namun formasi emas ini tidak bertahan sampai sekarang. Yang tersisa adalah Kartolo, Tini dan Sapari. Basman, Sokran dan Blonthang sudah meninggal dunia.

Sampe sekarang Kartolo dan Sapari masih sering tampil di JTV (TV-nya Jawapos). Tapi aku cuma sempat beberapa kali nonton, lha aku nonton TV saja jarang.

Meski sudah tidak lengkap, namun album rekaman kelompok itu masih bertahan sampai sekarang. Hampir tiap malam lawakan mereka disiarkan di radio. Kalo di Malang, kalo gak salah di Pro3 FM. Hmm, lupa hari dan jam siarannya.
Dulu sering dengerin sewaktu masih aktif di UKM kampus, ketawa-ketawa sambil begadang di ruang sekretariat.

Kalo aku kebetulan jalan-jalan malam, sering ketemu para SATPAM yang sedang ditemani acara ini.

Sekarang, aku cuma bisa mengumpulkan beberapa albumnya, dalam bentuk MP3:


  1. Blonthang Ngedukno Lemah
  2. Basman Poseeng
  3. Marlena Ketemu Jodoh
  4. Basman Juragan Genthong
  5. Thenguk-thenguk Nemu Gethuk
  6. Prabu Basman Crongoan
  7. Kuro Kandas
  8. Kumpeni Gulung Tikar
  9. Kartolo Nyetrip
  10. Sragi Kecemplung Kalen
  11. Rabine Cacing Anil
  12. Ratu Amen
  13. Genthong Mengkurep
  14. Endoge Welut
  15. Makelar Losmen (tapi cuma side A. Ada yang punya side B?)
  16. Branjang Kabel
  17. Bolah Ruwet

Bagi yang mau ngopi, atau yang mau ngasih, kontak aku ya.
Aku sudah upload beberapa albumnya di sini:
http://aryosanjaya.multiply.com/music/item/9

Menurutku ini gak termasuk pembajakan, tapi pelestarian budaya bangsa. Toh lebih baik kalo ada yang mau beli versi originalnya (kalo nemu).

*gambar dan beberapa info diambil dari:
http://suluhpratita.multiply.com/journal/item/29

September 25, 2006

Pasar vs Supermarket

Judulnya gak konsisten, satu pake bahasa Indonesia dan satunya inggris.
Intinya, pasar tradisional vs pasar swalayan.

Hal ini sudah terlalu banyak dan terlalu sering dibahas, jadi agak-agak basbang gitulah.
Aku juga gak pingin membahas. Bukan karena aku tidak sensitif lingkungan, tapi karena ... ah, gak pingin aja. Sampai sekarang ini baru pingin. *ah, mbulet*

Kemaren aku pulang kampung ke Demak, untuk nyekar kakek nenek, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Menjelang puasa hari pertama, aku diminta mengantar ibu belanja ke pasar, yeah, sekalian aku rencana potong rambut, biar (tambah) cakep.

Pertama kita ke pasar tradisional, membeli bahan-bahan untuk kolak manis dan ikan tongkol untuk digoreng pedas. (wew, ngetik ini pas puasa, sama beratnya dengan membacanya pas puasa, xixixixi...).

Selanjutnya ibu mengajak aku ke pasar swalayan. Setauku dulu cuma ada satu swalayan di Demak. Tapi rupanya aku kurang info, karena ternyata ada beberapa lagi yang sudah beroperasi. Bank BCA aja gak bernyali untuk masuk (bahkan sekedar ATM BCA-pun gak ada), tapi swalayan sudah mendahuluinya.
Yah, gak begitu besar sih, tapi cukup signifikan untuk diperbandingkan dengan pasar tradisional.

Kecenderungan masyarakat untuk berbelanja di swalayan juga lebih tinggi, entah itu karena kelengkapan, kemudahan, kenyamanan, atau sekedar gengsi. Tetapi yang jelas bukan karena faktor harga, yang pastinya lebih mahal dari yang di pasar tradisional.

Kalo aku amati, berikut ini perbandingannya:

Pasar TradisionalPasar Swalayan
Bisa (dan harus) ada tawar menawarHarga fix
Bagi sebagian orang yang gak bisa (atau malas) melakukan penawaran (seperti aku), cenderung lebih memilih yang fix. Namun untuk sebagian yang lain (seperti kakakku), lebih memilih yang bisa ditawar.

Lingkungan cenderung buruk, panas, kotor, uyel-uyelan, rawan copetLebih nyaman, rapi, gak ada preman (belum pernah ketemu sih)
Meski harganya lebih mahal, tapi berbanding lurus dengan kenyamanan yang diperoleh

Harga relatif lebih murahHarga lebih mahal
Justru lebih mahal ini, memancing sifat gengsi masyarakat kita. Hmm, gak semua sih, tapi pasti ada kan?
Tapi ada juga kasus, di mana barang yang dibeli di swalayan harganya lebih murah dari yang di luar, bahkan dengan barang yang lebih bagus. Misalnya durian. *uh, pengalaman buruk*

Harga fluktuatifHarga relatif stabil
Misalnya ada kasus tertentu, contohnya lebaran, harga di swalayan lebih terkontrol, tidak urakan seperti di pasar tradisional, yang tahun kemaren ada barang yang mencapai kenaikan 100%

Biasanya alasan persaingan yang tidak sehat adalah yang menjadi jeritan para pedagang kecil di pasar tradisional. Karena para pengusaha swalayan mampu mengeluarkan modal lebih banyak untuk kenyamanan dan menekan harga, makanya mampu mengancam posisi pasar tradisional.

Tapi menurutku itu tidak sepenuhnya benar. Kalo misalnya orang bisa ber-rekreasi di swalayan, kenapa orang tidak bisa rekreasi di pasar tradisional?
Jadi buat supaya kondisi pasar itu nyaman.

Kalo pasar swalayan mampu menekan harga, bukankah pasar tradisional lebih mampu menekannya, karena sejak awal dia adalah penjual untuk kelas menengah ke bawah.
Jadi bikin agar harganya gak urakan.

Caranya gimana?
Entahlah, aku juga gak tau. Itu masalah yang komplek sekali. Banyak pihak terkait di dalamnya.

Berikut ini beberapa skrinsut:

Pasar tradisional

Pasar 1
Pasar 2


Pasar Swalayan

Supermarket 1
Supermarket 2

Salah Kawitan

Kawitan = permulaan, dalam bahasa jawa.

Istilah itu sering dipake untuk menyebut persoalan yang memang sudah salah sejak awalnya, tapi tetap dilanjutkan.

Salah satu contohnya adalah satuan Ons dan Pound.

Selama ini yang aku tau, 1 Ons = 100 gram, dan 1 Pound = 500 gram. Baik dari pelajaran sekolah maupun dari pengalaman hidup (dulu sering disuruh nimbang kalo ada pembeli di toko ortu).
Dan sampai sekarang, satuan itulah yang masih berlaku.

Pertama kali aku merasa ada hal yang aneh adalah ketika mau menjual logam titanium, seberat 9.8 ounce, sesuai tulisan di barangnya.
Kalo dikalkulasikan dengan rumus kita, 9.8 ons = 980 gram, nyaris 1 kilogram.

Tapi ternyata gak sampe segitu beratnya.

Waktu itu aku mengira memang ada perbedaan antara Ons dan Ounce. Okelah, yang penting penjualan selesai.

Sampai tadi pagi ada yang nanya ke aku tentang berat kandungannya, 240 ons.
Dia nanya itu berapa kilo.
Aku jawab 24 kilo. Wew! gak mungkin banget kan.

Aku search di web, dan nemu hal-hal ini:
http://www.mail-archive.com/kimia_ui@yahoogroups.com/msg00192.html
http://109high.blogspot.com/2006/06/1-ons-bukan-100-gram.html

Dan sempat download program ini:
http://joshmadison.net/software/convert/download.php

dan juga nyoba tools milik DHL ini:
http://www.dhl.co.id/publish/id/id/tools/conversion.high.html

Jelas di situ bahwa satuan Ons berbeda dengan satuan Ounce, tapi mengarah ke hal yang sama. Membingungkan.

Jadi, masih mau bertahan 1 Ons = 100 gram dan menganggap itu sebagai satuan internal di Indonesia? Dan kita bakukan bahwa Ons bukan Ounce? Nanti ada Ons dan Ounce, tetep membingungkan.

Atau kita rombak yang sudah ada, 1 Ons bukan lagi 100 gram, kita pake Ons = Ounce.
Dan karena dia pake koma, tidak satu kelipatan dengan gram, sulit untuk dihapalkan, sebaiknya kita singkirkan dari pemakaian sehari-hari.

Atau bikin istilah baru?

September 18, 2006

Kartu A Te Em Be Ce A Tertelan

Ini untuk kedua kalinya terjadi, kartu ATM-ku tidak dapat keluar dari mesinnya.

Kejadian pertama ada di kejadian ini.
Yang bisa mengambil kartu ATM dari bank haruslah si pemilik rekening itu sendiri, yaitu kakakku yang sedang ada di Sulawesi. Jadilah, kartu ATM itu dimusnahkan.
Kakakku terpaksa bikin lagi, dan dikirim ke aku lagi.

Dan kejadian yang kedua adalah tadi malam, sewaktu akan membayar upgrade paket hostingku di Capoeng.

Ketika aku memasukkan kartu, sebenernya sudah muncul tanda-tanda tidak baik. Respon si mesin lebih lambat dari biasanya.
Lalu ketika selesai memasukkan nomor PIN, dia diam agak lama, dan tiba-tiba layar ATM berubah jadi hitam, lalu muncul tulisan:
"Unrecoverable error on the swap file"

Aku hapal pesan errornya, karena dendam. *uppss... gak ding*

Ketika error itu muncul, aku cuma bisa melihat saja. Begitu juga ketika menyaksikan mesin itu restart sendiri, aku melihat bagaimana proses bootingnya, melihat dia ngitung RAM, loading OS, dan me-load sistem ATM-nya.
Aku baru puas ketika muncul layar biru, dengan tulisan "Maaf, untuk sementara mesin ini tidak dapat digunakan".

Sudah dapat aku tebak, aku tidak akan dapat mengambil kartu itu ke banknya. Yah, mungkin cuma bisa melaporkannya.
Dan siap-siap tidak pegang kartu ATM untuk beberapa lama, sampai kakakku bikin lagi, dan mengirimkannya ke aku lagi.

Sisi baiknya, aku bisa menghemat untuk tidak bolak-balik datang ke MATOS, atau belanja online.

Yeah, mungkin para teknisi BCA harus sering-sering melakukan scandisk pada hardisk di mesin ATM mereka.

Google Code Jam 2006

Code Jam Logo
Akhirnya dimulai juga, Google Code Jam 2006.

Ajang pertarungan para coder sedunia, mengadu kemampuan algoritma dan penguasaan bahasa pemrograman. Seru tapi tidak saru!
*membayangkan Miyabi*

Pemenang pertama mendapatkan hadiah $10.000, cash!
*membayangkan Avanza*

Bahasa pemrograman yang dilombakan adalah Java, C++, C#, VB.NET dan Python. Peserta bebas memilih mana yang paling disukai dan dikuasai. Dari sekian banyak pilihan itu, tidak ada yang setingkat PHP, ASP, CF, Delphi, VB. Padahal kelompok terakhir inilah yang paling banyak yang menguasai, terutama di Indonesia. Apakah itu berarti kita di sini salah memilih bahasa pemrograman?
Ah tidak juga, nyatanya banyak yang dapat uang dari PHP dan VB. *summon yang merasa*

Jadi penguasaan jenis bahasa pemrograman tidak bisa dijadikan sebagai parameter keunggulan penguasaan algoritma.

Aku sempat mendaftar, masuk ke arena kompetisi, melihat-lihat, kagum, bingung, pusing, cegat angkot lalu pulang. Hiih, membayangkan aja aku sulit :(

Kalo mau masuk arenanya, Competition Arena.

Pertanyaan yang diberikan gak begitu mudah, mengikis otak bagian terdalam. *istilah yang aneh*
Disampaikan dengan kalimat yang lugas dan jelas, dengan deskripsi dan contoh, ketentuan dan berbagai macam kemungkinannya. Yeah, pake bahasa inggris sih, kebetulan aku bisa *narsis*
Tapi tetep aja gak bisa memberikan jawaban, meski tau apa yang dimaksud.

Saat menulis ini, perlombaan sudah berlangsung pada ronde 1, dengan diikuti 1.000 peserta hasil kualifikasi sebelumnya. Untuk melihat siapa saja, lihat di sini: Daftar 1.000 orang.
Kebanyakan dari mereka menggunakan nama dari Rusia, Israel dan India. Nama-nama seperti Susanto, Rusono, Aryo, Ferdhie, Anton, Budi tidak nampak di sana ;)

Sekali lagi, keikutsertaan dalam kompetisi itu bukan parameter keunggulan penguasaan pemrograman. Bisa jadi para programmer Indonesia sedang sibuk ngerjakan proyek, atau sedang dikejar deadline dari kantornya, atau sedang ngerjakan skripsinya, atau parahnya lagi, sedang mabuk cinta dan sedang mengejar ceweknya yang juga programmer ;))

Apapun alasannya, kita mesti jujur kalo produk programmer dalam negeri masih kalah, namun itu bukan status final, karena secara mendasar, banyak bermunculan bibit programmer baru. Hanya saja, situasi saat ini masih belum begitu mendukung untuk perkembangan bibit ini. Misalnya banyak yang lebih seneng pada dunia hacking ketimbang programming. Iya sih, hal itu dapat menjadi 'pengalaman' tersendiri bagi mereka (seperti aku dulu, belajar programming dari hacking), tapi kalo kelamaan di situ, penguasaan algoritmanya gak begitu bagus. Dari pengalaman ngajar, proses pembelajaran semacam itu akan mengekang pola pikirnya menjadi 'yang penting jadi'. Sedangkan penyusunan program tidak hanya berorientasi target, namun juga cara, efek, optimasi dan beberapa pertimbangan lain.

Atau permasalahan pembajakan yang menjadi kendala kreatifitas, sehingga banyak yang 'eman' mengembangkan kreatifitasnya.
Dalam pikiran mereka:

Buat apa susah-susah bikin kalo nantinya dipake orang, atau diganti nama pembuatnya, atau dipake buat bisnis tapi pembuatnya gak dapet apa-apa. Ah.

Ok, gak ada keberhasilan tanpa perjuangan, apalagi cuma berkeluh kesah. Selamat berjuang dan terus berkarya, programmer Indonesia.

Malang, 18 September 2006

Aryo Sanjaya
(http://bengkelprogram.web.id)

*kok tiba-tiba jadi resmi?*

Berikut ini beberapa skrinsut yang aku dapat:
Login Screen  
Layar Lobby  
Layar Coding

September 14, 2006

Ngejunk From Home

Masih terbawa suasana ID-EN, jadi bahasanya agak campur-campur bahasa inggris ;))

Akhirnya, menyambung kejadian pemilihan akses internet, kali ini di rumahku sudah terpasang koneksi Wireless-LAN, dengan menggunakan provider GlobalXtreme.

Antennanya sudah dipasang sejak hari senin lalu, nongkrong dengan garang di atas genteng. *Maaf gak ada fotonya, tinggi sih*

Malamnya sudah bisa dibuat internetan, dengan speed yang WAW *censored*

Ya, speednya memang sengaja dibuat maksimal, karena dalam 3 hari ini adalah masa trial, masih gratis ;))
Untuk selanjutnya (dan seterusnya?) speednya adalah (minimal) 32kbps (up dan downlink). Tidak secepat di kantor sih, tapi cukuplah untuk cek email, cek blog dan cek web.

Biaya setupnya: Rp. 1.500.000, dan per bulannya adalah Rp. 350.000, dengan jatah traffic per bulan adalah 2GB. Jika terjadi overbyte dikenakan biaya Rp. 500 per MB.

Terima kasih buat Bapak Edhel Brengos untuk bantuannya, dan kemurahan hati untuk membantu memasang antenna TV yang jatuh karena kayunya patah, lalu memasangkannya di tiang antenna Wireless-LAN.

Dengan adanya koneksi permanen ini, apa yang akan terjadi berikutnya?

Entahlah. Apapun itu, aku harap dapat yang terbaik. *serius* :D

Update: Gambar antena


Learning English

In the Java language, it is mean: "sinau boso londo"

Well, I want to intoduce this (new) Mailing-List, or in other hands it is called Discussion Group.
This group was created by Fahmi Aulia, discussing about anything, either interesting topic or not. The special thing from this group is all messages must be written in english. Do not care about how bad your english is ;)

Another special thing, I am the second member of this group (after Fahmi himself, of course). You may take a look at the archive, the second message is from me :D

If you are interested to join, please visit this URL:
http://groups.google.com/group/id-en/

There are some notes you should be considered if want to join:


  • Use Gmail Account.
    Why?
    Since the traffic (messages posted) on this group is very high, it will be more difficult to handle if you are using other email service, like Yahoo.
    And, Gmail have the ability to group all messages that have same title into single thread, not to show all messages one by one like Yahoo (again).

  • Use Secondary Account.
    In other word, do not use your main email account. As I told before, the activity of this group is very high. If you use your main email (e.g: for work), it will disturbing you. At least, this situation was happen to me.

  • Introduce Yourself.
    For your information, this group was created by the one who come from Kampung Gajah, and then followed by many other members, thus most of the members are known each other.
    If you are entering the room for the first time, you should specify your name, how come you know the group, what is your activity, and something needed to know how you are.

  • Write In English.
    Ah, I tell you again, please use english for your post, no matter how bad your english quality. You will get many of corrections here, so do not be afraid to be wrong, and ... no heart feeling ;)

Ok, see you on the group ;)

September 12, 2006

Timbul dan Tenggelam

Tepat satu hari setelah server selesai diperbaiki, domain blog ini jatuh pada kondisi Expired.
Ya, tanggal habis domain mahesajenar.com adalah 7 September 2006, tapi gak tau kenapa baru tanggal 9 domain ini dimatikan sama providernya. Mungkin karena perbedaan waktu dan ada sedikit toleransi.

Sebenarnya bukan maksud hati untuk sengaja telat, karena dari jauh hari, beberapa bulan yang lalu aku sudah berusaha untuk mengisi 'Fund', biar kalo nanti waktunya habis akan otomatis di-Renew.

Akan tetapi, aku terhalang suatu kendala yang kedengarannya gak masuk akal: Aku lupa dulu beli domain ini di mana.

Aku sudah search di semua account emailku, tapi herannya tidak ada hal yang berhubungan dengan pembelian domain ini. Aneh kan?
Sedangkan aku punya beberapa domain (lebih dari 4), sampai dijuluki playboy domain sama cecunguk ini.
Untuk domain yang lain, ada arsip pembelian, jadi aku tau di mana kalo harus Renew.

Aku coba cek ke beberapa hosting provider yang pernah aku kunjungi, minta bantuan para pemilik hostingan (capoeng, ragaminfo, masterweb), dan hasilnya nihil.
Akhirnya aku mengikuti saran dari Sis, untuk menunggu sampai mendekati masa expired.

Tapi selama menunggu itu, tidak ada email notifikasi mengenai domain yang akan expired. Dan sampailah kemaren itu, blog ini tiba-tiba tidak dapat diakses. Tewas.

Dalam keadaan terjepit inilah, seluruh kemampuan aku kerahkan. Minta bantuan ke temen-temen, salah satunya adalah markum, yang ngasih link ke DomainTools, dengan bonus gambar cewek ;;)

Salah satu usulan dari masterweb adalah kirim email ke OnlineNIC. Tapi waktu aku buka webnya, di sana ada fitur Live Chat. Aku pilih fitur itu, dan masuk ke salah satu contact person mereka. Cakep loh. Fotonya aja sih.

Dari hasil ngobrol dengan mbaknya (namanya Leon, 'mas' ya?), aku dikasih tau kalo aku dulu belinya di WebIIHost.com.

Selanjutnya aku Renew domain ini di sana, untuk 2 tahun!

Ternyata dulu aku belinya tidak lewat jalan depan, sehingga tidak terdaftar dalam database mereka, yang akhirnya tidak pernah menerima email apapun. Oh gitu.

September 11, 2006

Air: Sumber Kehidupan

Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air, bahkan beberapa organ tubuh memiliki kandungan air yang tinggi, misalnya: otak 90% air dan darah 95% air.

Jika tubuh mengalami dehidrasi (kekurangan cairan atau ion tubuh) maka dapat mempengaruhi konsentrasi. *niru iklan*

Dr. James M. Rippe, kardiolog dari AS menyarankan untuk minum paling sedikit 1 l lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

sumber: http://www.indomedia.com/intisari/2001/Feb/air.htm

Bahkan manusia tercipta dari Air. Air di sini adalah air mani (sperma), sesuai ayat ini:
"Dia diciptakan dari air yang terpancar. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."
QS: At-Thaariq (6 - 7).

Yang aku bahas di sini adalah air putih, sebagai anjuran dokter untuk kelangsungan hidup sehat.
Definisi air putih kali ini adalah air murni yang tidak bercampur zat tambahan. Karena untuk beberapa kesempatan, aku yakin definisi air putih adalah air susu (sapi/ibu), sedangkan air murni itu adalah air bening.

Dalam kehidupan nyata, berikut ini pengalaman karena kurang air putih:

  • Jika aku sedang malas minum air putih, dalam 2 hari suhu dalam badan (perut) akan terasa panas, dan besoknya kena sariawan, bibir pecah-pecah. Panas dalam adalah penyakit bulanan yang hampir pasti menyerang. Saat menulis inipun aku sedang sariawan, padahal sudah agak rajin minum air putih.
  • Big Bossku beberapa saat yang lalu harus operasi kencing batu di Surabaya, karena kebanyakan duduk dan kurang minum air putih. Tabiat bosku itu gak jauh beda dengan aku. Jadi kalo aku gak mau dioperasi juga, harus rajin minum air putih.
  • Mbah Maryanto, salah satu kakak tingkatku waktu kuliah dulu, juga mengalami hal yang sama dengan Big Boss, akhirnya dia mengoceh tentang pentingnya olahraga dan air putih.
  • Aku sudah beli dispenser dengan fitur Hot & Cool, karena selama ini alasan malas minum air putih adalah repot, kalo mau minum harus menuangkan dari galon ke teko baru ke gelas. Yeah, agak mendingan, tiap pagi sebelum mandi aku sudah minum satu gelas kecil air putih.
  • Yang aku heran, setelah minum air putih kalo pagi, kok perut jadi mules ya?

September 10, 2006

Kembali Setelah Tenggelam

Beberapa hari yang lalu aku menerima pemberitahuan dari Hosting Providerku, yang menyatakan tanggal 7 - 8 September 2006 akan ada instalasi ulang server.

Yeah, wajarlah sebuah sistem mengalami proses maintenance, demi kestabilan dan peningkatan performance.

Tapi kok lama banget ya, sampai satu hari, dan bahkan lebih, karena baru tadi semua proses selesai secara tuntas. Tanggal 8 malam (tepatnya tanggal 9 dini hari), host server memang sudah online, tapi database masih belum direstore. Semua database masih kosong.

Yang mati ada 4 website, termasuk blog ini dan BengkelProgram, dan yang lebih urgent adalah emailku.
Meski semua emailku sudah Hosted di Google, tapi Name Server masih ikut Hosting Providerku, jadi kalo servernya mati, semua email tidak dapat diterima Google. Sehingga selama beberapa hari itu, semua email ke alamat webku gak tau nyampe di mana :(

Bukankah Name Server gak perlu diinstall ulang?
*maunya*

Aku membayangkan (dan membandingkan) dengan maintenance dari Google, yang jika melakukan proses perbaikan, muncul peringatan agar mencoba kembali dalam beberapa menit (sampai 15 menit kalo gak salah ingat). Tapi meskipun baru beberapa detik, atau tidak sampai 1 menit kita coba refresh ulang, sudah bisa berfungsi lagi.

Memang tidak bisa dibandingkan sih, tapi ... mungkin ada mekanisme agar proses maintenance dapat dipersingkat. Misalnya untuk install ulang server, bukankah server baru dapat diinstall di komputer lain, dan setelah proses install selesai, baru dilakukan swap.

Belum pernah mengalami, cuma membayangkan.

Ok, semoga semakin maju untuk Hosting Providerku. Eh, aku kapan bayarnya lagi? *lupa*

September 4, 2006

Masuk Pagi

Selamat pagi dunia! (status YM-ku saat ini)

Akhirnya mulai hari ini aku masuk kerja shift pagi. Segera aku akan keluar dari Dunia Kelelawar, unsubscribe dari id-insomnia, dan mengundurkan diri dari MidnightCoder (bye kum :-h ).

Dan semoga bisa melaksanakan beberapa rencana yang dapat aku lakukan jika masuk shift pagi: bersepeda ke kantor, kembali aktif fitness (pembentukan otot trisep belum tuntas), ikut jadi remaja masjid di belakang rumah (ga yakin deh), dan ... ah, kebanyakan rencana >:)

Kesan-kesan saat masuk shift pagi:


  • Udara pagi yang segar, oksigen masih banyak bertebaran, kabut masih terlihat di mana-mana.
    Padahal selama ini aku pulang kerja pagi pada jam yang sama, tapi kok hawanya beda ya?
    *karena pulang kerja kondisi ngantuk?*

  • Jalanan masih relatif lengang.
    Mungkin karena pagi cuma orang berangkat kerja, sedangkan sore ada orang pulang dan berangkat kerja, sehingga jalanan lebih penuh.
    Meskipun sepi, tapi pada ngebut :(
    Entah karena pada kedinginan, atau karena merasa jalanan sepi, atau karena takut telat?

  • Terpaksa mandi :(
    Aku memang penganut aliran -kerja-tanpa-mandi-, tetapi bukan pengikut -bangun-tidur-ku-terus-nampang-
    Justru mandi pagi itu sehat, memberi semangat hidup, dan sebagai terapi untuk tubuh.
    *ah, ini kan omongan di hari pertama. kita lihat saja kelanjutannya besok*

  • Kantor banyak ceweknya!
    Selama ini di jam kerjaku cuma ada satu cewek. Itupun tampangnya ganas, suka ngerampok manisan mangga yang aku beli di warung sebelah kantor.
    Kali ini ada sekitar 7 cewek. Yah, meskipun gak ada yang sesuai selera, dan semua sudah punya suami/pacar, tapi suasana agak berbeda. Minimal asap rokok berkurang drastis.

  • Banyak PM (Private Message) di YM.
    Memang kebanyakan pengunjung BengkelProgram.com datangnya siang (sesuai statistik Google Page Analytics), jadi ya, siap-siap ber-PM ria, hihihi

Ok, doakan aku sukses yah ^:)^

September 1, 2006

Tanggapan

Ada Band

Tak Bisa Lagi Menyayangimu

Lantunan kidung cinta mengalun sedih
Terlintas saat dulu kau sudahi aku
Bagai langit runtuh hancurnya jiwaku
Terhimpit kelutnya kepedihan batinku

Chorus:
Mengapa sekarang kau inginkan ku lagi
Akan kau toreh luka yang kedua kali
Tak mungkin kubisa lagi menyayangmu
Sementara sakitnya masih membayangi

Tiada puaskah kau campakkan diriku
Luluhkan segala makna sucinya hadirku
Bagai langit runtuh hancurnya jiwaku
Terhimpit kelutnya kepedihan batinku

Chorus

Bukan ku tak bisa maafkan dirimu
Namun hatiku tlah tertutup untukmu
dan perilakumu

Chorus

Kalo mau download lagunya, masuk ke Multiply
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Buat kamu yang mengirimkan lagu itu untuk aku:

I love you, still loving you, and you know I have done my best for you. Since I believe that this is our best choice, so I will never turn it back.

This is not the end of days, we do not know how our story will be ended.
Keep it simple, even though each of us has a sweetheart now.

And one thing, I never dump you.
We break apart because we have to.


Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi