« Status di Yahoo Messenger | Depan | Laskar MotoGP »

Jilbab II

Gadis itu berjilbab
putih rapi menutupi aurat
di suatu siang yang menyengat
akhlakul karimah pun terpancar kuat

Bukan, bukan karena jilbabnya
lebih karena pengertian dan keridhaannya
bahwa itu memang seharusnya

Saat ini, semakin banyak yang berjilbab

Mahasiswi berjilbab
Mahasiswa menuntutnya berjilbab

Remaja putri berjilbab
Masyarakat menuntutnya berjilbab

Pemudi berjilbab, dalam pelukan pemuda

Cewek seksi berjilbab, bertebaran di sudut-sudut mall

Koruptor berjilbab, menyusun biaya tanpa anggaran

Terpidana ekstasi berjilbab, meski di Australi tidak pernah menyentuh jilbab

Film porno memakai jilbab, mengejang dan mendesah dalam kurungan jilbab

Berapa harga jilbab?



Ada 9 komentar

ucit pada October 16, 2005 8:57 PM menulis:

ehehehehe jilbab, sing elek-elek insyallah duduk aku.

lah piye... aku pernah dengar tentang 2 ce nakal yang pertama ga berjilbab dan yang kedua berjilbab. nah yho... ce pertama jelas punya dua kesalahan yaitu telah nakal dan tidak berjilbab. sedang yang terakhir mencatat satu kesalahan yaitu nakal thok, piye... yah...

yang jelas jilbab adalah hak dan kewajiban, dan setiap warga ce berhak dan wajib dalam rangka penyelenggaraan jilbabnya. koyok pembelaan negara wa'e...


Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 16, 2005 10:37 PM menulis:

Setuju, tentang penyelenggaraan berjilbab... tapi dengan segala aturan dan konsekuensinya.
Kalo jilbab dijadikan komoditi 'display', bukankah akan merusak citra jilbab itu sendiri?

Menanggapi cerita ucit tentang 2 orang cewek, aku rasa hal itu gak bisa dibuat hitungan matematis, tentang 1 salah dan 2 salah.
Misale gini, aku nyolong sepeda di tetangga sebelah kanan, terus aku berikan kepada tetangga sebelah kiri, apakah hal tersebut berarti aku impas? karena aku telah berbuat 1 kejahatan dan 1 kebaikan...

Anyway, aku sadar bahwa masih banyak cewek berjilbab, yang masih butuh informasi, dan bukannya dikritisi, setuju?

Balas Komentar Ini
ucit pada October 17, 2005 11:20 AM menulis:

lehhhh.. iki bukan masalah impas dan ga impas, khan bukan hutang...

Balas Komentar Ini
biasa pada December 25, 2005 12:57 AM menulis:

Berapa harga jilbab? kalo ga salah ada yang harganya 5 ribuan di pasar gede sam :D

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada January 3, 2006 1:10 AM menulis:

lah, mosok semono se... ga iso kurang tah?
lek oleh kurang aku njupuk 4, sing pink 2, putih 1, karo biru 3 :))

Balas Komentar Ini
boy pada April 13, 2006 4:13 PM menulis:

Belajar Islam dulu, bagaimana mengenai hukum Jilbab, baru ngomong.

iyo opo ora........

Balas Komentar Ini
shenny pada January 31, 2007 5:36 PM menulis:

ya itu lah fenomena yg skrg ini sedang terjadi. makanya mari qta susun kembali mental bangsa dan masyarakat. mulai lah dari diri sendiri. jangan hanya mengatakan ini salah, itu benar. tp liatlah diri sendiri, apakah Anda sudah melaksanakannya?

Aryo: Kata AA Gym:
- mulailah dari yang terkecil
- mulailah dari diri sendiri
- mulailah dari sekarang
*ah, aku juga cuman bisa bilang apa kata AA Gym, duh*

Balas Komentar Ini
cepideden pada August 29, 2007 2:01 PM menulis:

naon maksudna ieu teh? serasa gitu loh
ilmu belon seberapa tapi ya begitulah, lieur dewek ngabandungan nu kieu mah

Aryo:
maksudnya ilmu belon seberapa tapi sudah komen... ah, sudahlah.

Balas Komentar Ini
Mizt pada March 10, 2009 7:53 AM menulis:

kNp kLo cwe asrama biasaX kLo mau keluar buka jilbab??????

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

December 2019

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi