Diam
Haji
Puncak ibadah haji adalah Wukuf.
Wukuf di Arafah adalah berdiam diri di padang Arafah sejak matahari tergelincir pada tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah, baik dalam keadaan suci maupun tidak suci.
Haji tanpa wukuf tidak sah dan harus diulang lagi pada tahun berikutnya.
Diriwayatkan oleh Abdurrohman bin Ya'mur: Lalu (Rasulullah SAW) menyuruh seseorang berseru: "Haji adalah Arofah. barang siapa datang (di Arofah) di malam Muzdalifah sebelum terbit fajar maka ia memperoleh (wukuf)". (H R. Ahmad, Timidzi, Nasa-i, Abu Dawud da'l Ibnu Majah)
Wukuf = diam.
Puasa
Puncak ibadah puasa adalah I'tikaf.
I'tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr
"Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah SAW biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)
I'tikaf = diam.
Sholat
Puncak ibadah sholat adalah Tuma'ninah.
Tuma'ninah adalah diam dalam sholat. Tenang, rileks, diam, tidak terburu-buru melanjutkan gerakan sholat berikutnya.
Rasululloh SAW menjelaskan mengenai sholat dalam hadits, "Sampai kamu merasakan tuma'ninah." (HR Bukhari dan Muslim)
Tanpa tuma'ninah, dianggap masih belum sholat.
Tuma'ninah = diam.
Diam bukan melamun.
Diam bukan hampa melayang.
Namun diam menuju ke zero state of mind.
Mengantarkan "aku" ke puncak tertinggi.

Komentar Terbaru