'Ismat
Seringkali ketika kita memiliki suatu maksud, namun saat akan melakukannya mendadak adaaa saja yang menghalangi.
Misalnya: hendak ke pasar, mau naik motor tetapi bannya kempes, mau bawa mobil tapi sedang dipakai yang lain, mau naik angkot tidak ada sama sekali yang lewat, dan seterusnya, seakan-akan ada 'konspirasi' yang bermaksud membuat kita tidak jadi berangkat.
Atau yang lebih simple, saat hendak menuju suatu tempat, ke hotel misalnya, tapi ketika waktunya belok, kita lupa sama sekali kalo mau ke situ. Setelah beberapa lama baru ingat bahwa tempat tujuan sudah terlewati.
Dan banyak lagi hal-hal yang tidak kita sadari telah melakukan atau tidak jadi melakukan.
Menurut guruku, hal tersebut dinamakan 'ismat, adanya kuasa di luar kita yang melakukan intervensi, dalam rangka memberikan perlindungan dari hal yang tidak kita sadari.
Sebagaimana penggalan dalam doa sholat Dhuha:
... و العصمة عصمتك ...
... dan perlindungan itu adalah perlindunganMu...
Masalahnya, kadang persepsi kita yang salah menyikapi 'ismat ini.
Ketika mau ke hotel tapi terlewati dan harus memutar balik yang jauh banget, yang ada adalah kita uring-uringan, menganggap itu sebagai kesialan. Padahal kita tidak sadar, seandainya kita tidak 'disesatkan' olehNya, akan terjadi dampak yang lebih buruk. Misalnya tidak jadi belok ke hotel JW Marriot, ternyata setelah menjauh, terjadi ledakan bom di hotel tersebut. (kisah nyata dari teman guru).
Saya yakin, seandainya mau mengingat-ingat dan memahami, hampir semua orang pernah mengalami kejadian yang mirip seperti ini, baik dalam skala besar maupun kecil.
Dulu saya pernah nyaris disambar petir. Hanya beberapa detik setelah meninggalkan kebun, suara menggelegar dan 2 warna terang meledak di samping kanan, dan pohon pisang milik kakek bertumbangan.
Dan itu hanya sebagian kecil yang masih teringat. Belum lagi yang tidak saya sadari.
Kadang-kadang 'ismat juga dianggap sebagai kesialan, kalo tidak menyadari hakikat kejadian yang sesungguhnya. Lalu bagaimana membedakan mana kejadian 'ismat dan kesialan yang sesungguhnya?
Paling aman ya jangan pernah menganggap sesuatu hal sebagai kesialan, karena semua itu ada dalam desain dan skenario besarNya.
Wallahu 'alam.

Komentar Terbaru