" /> Mahesa Jenar: April 2008 Archives

« March 2008 | Depan | May 2008 »

April 28, 2008

Partai-partai Politik


Sebagai orang yang awam politik, tidak mungkin aku dapat memilih mana partai terbaik untuk dipilih di pemilu 2009. Mau menilai berdasarkan program dan integritas partai mana yang terbaik, dibutuhkan data yang valid dan tidak memihak.

Mau golput?
No way. Golput sama saja dengan membiarkan partai 'jahat' memenangi pemilu.
Selagi dapat memberikan suara, selain berusaha memenangkan partai pilihan, juga untuk menghindari kemenangan oleh partai-partai yang tidak seharusnya menang.

Karena belum bisa menentukan mana yang harus dipilih, sementara ini aku menentukan partai mana yang seharusnya tidak aku pilih, dengan berbagai alasan:

- PPP: melindungi (atau terdiri dari?) orang seperti Al Amin Nur Nasution.
- PDIP: karena masih mempertahankan capres lama, ketua DPR-nya mempersulit langkah KPK, dst.
- PKB: ruwet sendiri, gimana mau membangkitkan bangsa?
- ... (akan bertambah sesuai perkembangan kebobrokan politisi)

Tentu saja itu adalah 'blacklist' pribadi. Anda dapat membuat versi anda sendiri :-" 


April 25, 2008

Oleh-oleh Legen


Kamis sore, sesaat sebelum persiapan pulang, HP bergetar di meja. Aku angkat, ternyata dari pak dosen. Dia mau bertemu untuk prosesi penyerahan oleh-oleh minuman khas Tuban, yaitu legen.

Kita sepakat bertemu di depan terminal Arjosari, karena kebetulan beliau baru memasuki kota Malang, jadi melewati terminal. Dan kebetulan pula kantorku ada di dekat situ.

Segera aku meluncur ke TKP, dan menemukan beliau sedang melanggar rambu lalu lintas:



Katanya sih rambu itu bukan dilarang parkir, jadi dia boleh parkir di situ.

Tak mengapa, yang penting oleh-oleh legen telah sampai dengan selamat widodo:






Makasih pak dosen.

Saat menulis ini, legen sudah menjadi tuak.

... hikz...


April 20, 2008

Kebanyakan Muatan


Persaingan provider seluler di Indonesia menurutku sudah semakin ngawur saja. Bukan masalah iklan yang saling serang (gak dewasa banget) dan harga yang semakin semrawut (selalu ada yang disembunyikan), namun yang lebih ngawur lagi adalah pada kesiapan infrastruktur mereka.

Dengan iklan yang berusaha menarik sebanyak mungkin pelanggan, namun tidak diimbangi dengan kesiapan jaringan. Ibarat kondektur bis yang menaikkan penumpang sebanyak-banyaknya, tidak perduli penumpang yang kejepit berdiri berdesakan di dalamnya. Parah.

Karena aku menggunakan produk Indosat dan Telkomsel, jadi hanya 2 provider itu yang aku bandingkan. Namun tidak menutup kemungkinan provider yang lain juga sama parahnya.

Mentari dan Im3, untuk melakukan dialing saja sulit todemax *hei, istilah ini sudah lama ndak muncul*
Saat dial selalu diawali error: Network busy. Dibutuhkan lebih dari 10 kali dial untuk melakukan panggilan. Bayangkan saat itu sedang berusaha menelepon dukun bayi.

Begitu juga saat menerima panggilan. Ibuku sering protes kenapa ditelpon sulit sekali, sedangkan menelepon ke operator lain mudah. Padahal kita sesama pengguna Mentari, dan aku selalu berada di wilayah dengan sinyal kuat Indosat.

Itu baru 2.

Yang ketiga adalah soal bonus pulsa 5000 setelah pemakaian 5000, seperti pernah aku bahas di sini. Akhir-akhir ini semakin sering mengganggu saja, it's annoying. Seringkali saat sedang berbicara penting, mendadak terputus. Diulangi lagi juga sulit.

3 itu aja dulu, sebenarnya masih ada yang lain lagi sih.

Untuk nomor Simpati, mestinya ada kelemahan juga, namun tidak aku jabarkan di sini karena sekarang sedang menunggu kedatangan kiriman kaos dari Telkomsel.

*berlalu*


April 14, 2008

Bekam


Bekam (hijamah / حجامة) merupakan salah satu teknik pengobatan lawas, yang telah dicontohkan oleh Rasululloh SAW, untuk mengeluarkan darah kotor, dengan tujuan mengurangi beban penyakit di dalam tubuh.

Meskipun teknik ini sudah populer sejak jaman dahulu kala, namun tidak semua orang tau, atau setuju dengan pengobatan melalui bekam. Kalo menurutku hal tersebut dikarenakan:

  • tidak tau apa itu bekam
  • salah pengertian, salah info, salah persepsi, salah pengalaman
  • takut sakit
  • ada kepentingan dengan teknik pengobatan lain
  • etc

Sedangkan di dalam bekam itu sendiri terdapat aturan yang ketat, siapa dan kondisi bagaimana bekam tersebut layak dan boleh dilakukan. Peralatan dan tata cara yang bagaimana sehingga bekam dapat membantu penyembuhan, bukan malah menambah penyakit.

Hari Sabtu kemarin aku mencoba bekam. Meskipun sudah lama tau mengenai ini, namun baru kemarin aku kesampaian untuk mencicipinya.

Kebetulan prosesnya dilakukan sendiri oleh teman, yang dulunya pernah sekamar dan sebantal sewaktu masih kuliah, sehingga bisa memberikan ancaman 'kalo sakit tak tendang kau' >:) 

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, dan terasa efek positif setelahnya (malam hari dan besoknya).

Khusus untuk pacarnya Rita yang sakit jarumphobia, bekam bisa menjadi terapi yang ampuh, karena bakalan terbiasa ditusuk jarum berkali-kali ;)) 

Berikut ini saat dilakukan pengekopan dari punggung:



Meskipun aku ganteng, tapi malu terlihat gak pake baju.

Jika anda adalah tipe orang yang tidak takut melihat darah, silakan lihat gambar lengkapnya di sini. You have been warned ;;) 


Lebih banyak tentang ini: Bekam (Al Hijamah)


April 11, 2008

Koleksi Diecast MotoGP


Diecast (tiruan model) motor-motor di MotoGP, kali ini khusus motornya Valentino Rossi.




Daftar sementara motor The Doctor:

  1. Honda NSR500 Nastro Azzurro (2001)
  2. Yamaha YZR-M1 Fiat (2007)
  3. Yamaha YZR-M1 Camel Team (2006)
  4. Yamaha YZR-M1 (2004)

April 8, 2008

Ancaman Santet


Ada beragam istilah untuk hal ini, misalnya teluh, tenung, guna-guna, pelet, pengasihan, dan beragam bentuk lainnya, namun semua itu tetap bersumber pada hal yang sama. Untuk lebih mudahnya kita gunakan istilah santet.

Santet lebih pada ilmu genre hitam yang umumnya digunakan untuk mengganggu kehidupan orang lain, meskipun dimungkinkan juga adanya maksud menolong atau melindungi orang tersebut dari 'santet' yang lainnya. Semuanya sama saja, negatif, menyebabkan orang yang terkena santet akan mengalami gangguan fisik ataupun psikis.

Tapi dalam prakteknya, lebih banyak orang sakit yang HANYA merasa terkena santet, dibandingkan yang terkena santet betulan. Ini yang masih salah kaprah sampai sekarang.


Misalnya karena mendadak terkena sakit lambung, sakit dada, atau sakit kepala, yang karena tau tentang santet, dan merasa curiga pada orang yang memusuhinya, akhirnya menyimpulkan bahwa dirinya terkena santet. Padahal penyebab sebenarnya adalah karena kemarin makan rujak pedas tapi lupa minum air.

Atau adanya bisikan dari saudara, teman, tetangga, yang merasa curiga adanya santet pada si korban, akhirnya memberitahukan bahwa si korban terkena santet.

Atau ketika mendatangi orang pintar -yang demi menggalang pasien- divonislah dirinya terkena santet oleh si orang pintar.

Tentu tidak semua orang pintar seperti itu, namun dari yang pernah aku tau, lebih banyak yang seperti itu dibandingkan yang murni membantu.

Sekarang ini sudah banyak terbongkar trik-trik sulap yang menyesatkan, yang digunakan untuk membuktikan adanya santet. Misalnya telur setelah digesekkan ke tubuh pasien, ketika dipecah ternyata berisikan jarum dan silet, atau gelas berisi muntahan darah, dsb. Toh trik sulap ini masih manjur untuk menipu pasiennya.

Sekali lagi, tidak semua orang pintar seperti itu, ada juga yang benar-benar 'asli'. Namun demi menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah, sebaiknya menghindarinya.

Belum tentu juga gangguan yang sedang dihadapi itu adalah santet. Pengobatan medis sangat disarankan.

Akan tetapi, jika toh kuatir tentang adanya gangguan santet, ada beberapa cara menangkal ancaman tersebut:

1. Mendekatkan diri pada Tuhan. Dia yang menciptakan dunia seisinya, meminta perlindungan padaNya jelas lebih ampuh ketimbang dukun manapun. Tidak diragukan lagi.
2. Positive Thinking. Ancaman santet biasanya datang pada saat seseorang sedang suntuk, emosi, marah, kecewa dan sejenisnya. Hadapi hidup dengan tawa dan blogging. Manusia mendapatkan jatah cobaan sesuai dengan porsinya. Bersedihlah sesuai dengan kodrat manusia. Tapi jangan sampai depresi, karena hal itu berarti meragukan kuasaNya.
3. Jangan terpancing untuk melawan santet dengan santet, biarkan si penyerang diurus olehNya.

Dan satu hal yang perlu diyakini, bahwa si pengirim santet (atau yang meminta bantuan si dukun santet) sebenarnya adalah orang yang pengecut, tidak bernyali untuk menyelesaikan masalah secara jantan dan sportif. Tidak berani bertatap muka untuk membahas masalahnya. Beraninya main serang lewat jalan belakang.

Ciken go to hell.


April 4, 2008

Pengurusan Di Samsat


Ya ya, aku tau pembahasan tentang Samsat sudah sering dilakukan. Di BloggerNgalam sendiri sudah ada 3 postingan tentang hal ini. Anggap saja yang ini sebagai personal eksperiens (ya iyalah).

Sebagaimana diketahui, Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap) menerapkan Operasi Citra Pelayanan Semeru 2008, dengan mottonya "Urus Sendiri, Hindari Calo". Hal ini merombak cara pelayanan publik, yang akhirnya berimbas pada perubahan cara pengurusannya.

Jaman dahulu kala (tahun kemaren) sudah menjadi kebiasaan untuk melakukan pengurusan SIM / STNK / BPKB melalui bantuan orang lain (di sini disebut calo), yang mana kita tinggal tau beres untuk membayar kerumitan pengurusan administrasi.
Kadang aku berpikir, apakah adanya calo itu untuk mempermudah pengurusan,
ataukah pengurusan dipersulit agar ada calo?

Whatever, dengan sistem yang ada sekarang, no more calo required.


Hari kemarin aku mengurus mutasi masuk, menjadikan si Tiger sebagai warga Malang dengan plat N. Setelah urusan pencabutan dari Samsat Surabaya selesai (dilakukan oleh saudara di sana), maka giliranku di sini untuk mengurusnya di Malang.

Ketika barusan datang ke Samsat, bingung.

Be creative, tanya ke bagian informasi. Dijelaskan untuk mutasi masuk hanya tinggal melakukan cek fisik, dan menyerahkan berkas dari Surabaya ke loket A. That's all.

Seperti semangat di Samsat, pengurusan mutasi masuk hanya butuh waktu 60 menit. Dan memang segitulah yang seharusnya terjadi. Pengurusan menjadi molor hampir 3 jam karena:

[1] memang satu atap, tapi loketnya ada beberapa tempat. bagi yang bingung akan tetap merasa dilempar kesana-sini.
padahal kalau sudah tau, sebenarnya semua berjalan straight.

[2] aku bingung berkas mana saja yang harus dipotokopi.
padahal serahkan saja semua ke tukang fotokopi, petugasnya sudah terlatih untuk itu.

[3] pengisian beberapa formulir yang berulang-ulang, terutama menulis nomor rangka dan nomor mesin yang njelimet.

[4] kebiasaan maen serobot antrian yang masih menjadi hobi beberapa orang.
grrr.

Moral of the story: Karena belum terbiasa, seakan mengurus sendiri adalah hal yang rumit dan melelahkan. Tapi untuk selanjutnya, diharapkan semuanya sudah lancar dan cepat.

Bravo Samsat.


(antri cek fisik)



(suasana dalam Samsat)


April 3, 2008

Tuduhan


Penuduh: "aku yakin kamu itu pemarah dan mudah tersinggung"

Tertuduh: "APAA?? AKU GAK SEPERTI ITU!! KURANG AJAR KAU!!" *plak plak*


Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi