Ada beragam istilah untuk hal ini, misalnya teluh, tenung, guna-guna, pelet, pengasihan, dan beragam bentuk lainnya, namun semua itu tetap bersumber pada hal yang sama. Untuk lebih mudahnya kita gunakan istilah santet.
Santet lebih pada ilmu genre hitam yang umumnya digunakan untuk mengganggu kehidupan orang lain, meskipun dimungkinkan juga adanya maksud menolong atau melindungi orang tersebut dari 'santet' yang lainnya. Semuanya sama saja, negatif, menyebabkan orang yang terkena santet akan mengalami gangguan fisik ataupun psikis.
Tapi dalam prakteknya, lebih banyak orang sakit yang HANYA merasa terkena santet, dibandingkan yang terkena santet betulan. Ini yang masih salah kaprah sampai sekarang.
Misalnya karena mendadak terkena sakit lambung, sakit dada, atau sakit kepala, yang karena tau tentang santet, dan merasa curiga pada orang yang memusuhinya, akhirnya menyimpulkan bahwa dirinya terkena santet. Padahal penyebab sebenarnya adalah karena kemarin makan rujak pedas tapi lupa minum air.
Atau adanya bisikan dari saudara, teman, tetangga, yang merasa curiga adanya santet pada si korban, akhirnya memberitahukan bahwa si korban terkena santet.
Atau ketika mendatangi orang pintar -yang demi menggalang pasien- divonislah dirinya terkena santet oleh si orang pintar.
Tentu tidak semua orang pintar seperti itu, namun dari yang pernah aku tau, lebih banyak yang seperti itu dibandingkan yang murni membantu.
Sekarang ini sudah banyak terbongkar trik-trik sulap yang menyesatkan, yang digunakan untuk membuktikan adanya santet. Misalnya telur setelah digesekkan ke tubuh pasien, ketika dipecah ternyata berisikan jarum dan silet, atau gelas berisi muntahan darah, dsb. Toh trik sulap ini masih manjur untuk menipu pasiennya.
Sekali lagi, tidak semua orang pintar seperti itu, ada juga yang benar-benar 'asli'. Namun demi menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah, sebaiknya menghindarinya.
Belum tentu juga gangguan yang sedang dihadapi itu adalah santet. Pengobatan medis sangat disarankan.
Akan tetapi, jika toh kuatir tentang adanya gangguan santet, ada beberapa cara menangkal ancaman tersebut:
1. Mendekatkan diri pada Tuhan. Dia yang menciptakan dunia seisinya, meminta perlindungan padaNya jelas lebih ampuh ketimbang dukun manapun. Tidak diragukan lagi.
2. Positive Thinking. Ancaman santet biasanya datang pada saat seseorang sedang suntuk, emosi, marah, kecewa dan sejenisnya. Hadapi hidup dengan tawa dan blogging. Manusia mendapatkan jatah cobaan sesuai dengan porsinya. Bersedihlah sesuai dengan kodrat manusia. Tapi jangan sampai depresi, karena hal itu berarti meragukan kuasaNya.
3. Jangan terpancing untuk melawan santet dengan santet, biarkan si penyerang diurus olehNya.
Dan satu hal yang perlu diyakini, bahwa si pengirim santet (atau yang meminta bantuan si dukun santet) sebenarnya adalah orang yang pengecut, tidak bernyali untuk menyelesaikan masalah secara jantan dan sportif. Tidak berani bertatap muka untuk membahas masalahnya. Beraninya main serang lewat jalan belakang.
Ciken go to hell.
Komentar Terbaru