" /> Mahesa Jenar: May 2008 Archives

« April 2008 | Depan | June 2008 »

May 20, 2008

Perawatan Gigi

Senyum yang baik adalah senyum yang tulus. Meskipun ada sisa cabe nyelip di gigi (minjem istilahnya Rivo), yang penting senyumnya tulus. Dibandingkan senyum berbayar milik pramugari, geser beberapa detik saja hilang senyumnya, hihihi.

Namun demikian, lebih bagus lagi senyum yang tulus dengan gigi yang sehat, tertawa bisa lebih nekat, makan jadi lebih nikmat, dan hidup jadi lebih ... (silakan isi sendiri).

Idealnya memang seperti itu. Tapi kenyataan kadang menyakitkan.

Bagi yang terlanjur memiliki gigi tidak sehat, ompong sana sini akibat dicabut atau terkikis sampai titik gusi penghabisan, tidak ada lagi harapan untuk memiliki gigi ideal... selain mengadopsi gigi palsu.

Kalau gigi tidak utuh, apalagi bolong, sebagian makanan enak menjadi tidak enak dimakan. Minimal setelah selesai makan, bakal sering melakukan operasi pengeluaran sisa makanan dari goa-goa gigi.

Kondisi gigi hancur berkeping seperti itu biasanya karena:

  1. sejak kecil tidak disiplin menggosok gigi

itu aja.

Keadaan itu diperparah dengan menumpuknya plak pada gigi, yang mana ketika disikat akan berdarah, menyebabkan kapok menggosok gigi, sehingga plak semakin menumpuk menjadi karang gigi. Begitu seterusnya sampai terjadi radang gusi.

Untuk memulihkan keadaan, disarankan yang bersangkutan dipaksa ke dokter gigi untuk dilakukan skeling, pembersihan, agar tidak membahayakan kesehatan mulut dan lingkungan.

Seperti pemaksaan yang aku alami kemarin malam, sebagaimana terlihat di foto ini:

gigi1.jpg

Daerah privat nomor 3-ku telah diobrak-abrik.

Dari hasil operasi tersebut, berhasil dikeluarkan cukup banyak karang gigi.

Dokter gigi yang cukup gaul ini, menyediakan timbangan badan di samping pintu keluar. Saat pertama kali masuk, dan saat keluar ruangan, pasien dapat menimbang badannya agar mengetahui berapa kilo karang gigi yang berhasil dikeluarkan.

gigi2.jpg

May 19, 2008

Piala Thomas dan Uber

Baru saja selesai, perhelatan terbesar dalam dunia bulutangkis dunia... (doh, boros kata dunia), pada kejuaraan dunia piala Thomas dan Uber 2008 di Jakarta.

Meskipun tim Thomas dan Uber Indonesia tidak berhasil mendapatkan pialanya, namun salut untuk semua pihak yang terkait, terutama untuk PBSI dan para pemainnya.

Juga untuk TransTV dan Trans7 yang telah berhasil menyedot perhatian banyak pemirsa Indonesia, menjadikan jalanan di perumahan serasa sepi saat pertandingan berlangsung, dan semangat kebangsaan mampu mengobati sedikit sesak akibat rencana kenaikan BBM awal Juni mendatang.

Piala Thomas dan Uber menjadi kejuaraan yang lebih ramai dibandingkan dengan kejuaraan All-England, kejuaraan BWF, dan bahkan dibandingkan bulutangkis di Olimpiade. Hal ini kemungkinan karena piala Thomas dan Uber lebih pada kejuaraan antar negara, bukan antar individu, sehingga lebih menarik perhatian pemirsa.

Kejuaraan yang berlangsung setiap 2 tahun sekali ini dipelopori oleh Sir George Alan Thomas dan Betty Uber.

Untuk piala Thomas, hanya ada 3 negara yang pernah meraihnya sampai sekarang. Peraih piala Thomas terbanyak adalah Indonesia (13 kali), China (7 kali) dan Malaysia (5 kali).

Sedangkan piala Uber diraih secara bergantian oleh 4 negara, yakni China (11 kali), Jepang (5 kali), Indonesia (3 kali) dan Amerika (3 kali).

Tim Thomas Indonesia yang dijagokan sampai ke final, ternyata gagal mencapai target, karena keburu dihajar oleh tim Korea di semi final.

Sebaliknya tim Uber Indonesia yang hanya mentarget sampai ke semi final, malah bisa sampai ke final, meskipun akhirnya takluk oleh tim Uber China yang memang lebih tangguh.

Bagaimanapun, salut untuk perjuangan tim Thomas dan Uber Indonesia.

Sampai ketemu di 2010.

Hai Firda ^^

May 18, 2008

Ayat-Ayat Fitna

Tidak bermaksud menanggapi film Fitna yang sempat menggemparkan Indonesia, karena film yang penuh dengan provokasi itu tidak patut diberi kehormatam dengan ditanggapi, juga tidak bermaksud mendompleng ketenaran film Ayat-Ayat Cinta, M. Quraish Shihab menerbitkan sebuah buku dengan judul "Ayat-Ayat Fitna: Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka".

Dalam buku ini dijabarkan mengenai ayat-ayat yang dikutip secara setengah-setengah (tidak diselesaikan kalimatnya), sehingga maknanya menjadi tidak relevan lagi, bahkan bertolak belakang.

Buku ini dibagikan secara gratis sebanyak 40 ribu eksemplar di Jakarta, tepatnya di Masjid Agung Sunda Kelapa (hei aku pernah ke sana), Masjid Agung Al Azhar, Masjid Raya Pondok Indah, Masjid At Tin, Masjid dan Pesantren At Taqwa, Masjid Imam Bonjol, Dewan Dakwah Indonesia dan Jakarta Islamic Center.

Juga dapat didownload secara gratis di situs Lentera Hati.

Karena langkah-langkah untuk mendownloadnya cukup panjang, juga ada teman yang selalu gagal mendownload, maka aku upload juga di blog ini. Silakan didownload.

Ketahui masalahnya, jangan asal demo dan merusak pagar kedutaan, serta membakar bendera negara lain. Islam adalah agama damai, justru citranya dirusak oleh 'oknum' yang katanya membela citra Islam.

May 15, 2008

Bantuan Langsung Tunai

Pagi ini aku bangun agak kesiangan, sudah hampir jam 8. Tadi pagi setelah sholat Shubuh memang aku berniat menambah tidur sedikit lagi, karena merasa masih capek setelah perjalanan jauh. Mungkin karena saking lamanya tidak tidur di kamarku yang nyaman ini, jadinya kebablasan. Kesiangan.

Keluar dari kamar disambut oleh sepi, entah pada kemana orang rumah.

Semalam sempat bertemu dengan Bapak, ketika baru saja aku turun dari ojek di depan rumah. Itu artinya Bapak sedang tidak bertugas keluar kota.

Kalo adik-adikku mungkin sekolah. Eh, tapi ini kan hari Minggu. Hmm.

Dari jendela depan kamarku yang menghadap ke jalanan, terlihat tidak ada sama sekali yang melintas. Padahal jalan terbesar di desaku itu adalah jalan utama, yang meskipun tidak seramai lalu lintas kota, tapi tidak biasanya sesepi itu.

Diawali dengan menguap, aku berjalan gontai menuju meja makan, mungkin ada rejeki di sana. Tudung aku buka, dan segelas susu kesukaanku sudah tersedia. Ah, Ibu belum juga lupa kegemaran anaknya.

Susu putih pada gelas yang sama sejak aku masih SMP, sejak termakan omongan guruku yang menekankan pentingnya susu, hingga kini ketika aku sudah hampir menjadi sarjana. Gelas hadiah, yang aku dapatkan dari sabun colek bergambar sayap ketika membelikannya untuk Ibu. Sampai sekarang gelas bumbung (istilah di desaku) itu masih terawat dengan baik. Tidak ada bintik-bintik hitam seperti gelas di kantin kampus.

Saat akan mengambil gelas susu, ada yang muncul dari pintu dapur. Ternyata Ibu.

"Jangan dulu diminum, itu baru Ibu bikin, masih panas."

Aku hanya nyengir, dan menutup kembali tudung di atas meja.

"Pada kemana, Bu?"

"Hari ini ada pembagian jatah bantuan di balai desa, semua pada kesana, Bapakmu juga," Ibu menjelaskan sambil membetulkan posisi kerudungnya.

"Ibu tadi sudah dari sana, tapi lupa matikan sanyo, terus bikin susu buat kamu."

"Emangnya Ibu datang ke sana ngapain?" Aku gak yakin kalo keluargaku juga mendapatkan jatah BLT, setelah Pak SBY tidak kuat menahan laju himpitan beban BBM pada APBN.

Ibu berjalan ke depan televisi, meraih tas di atasnya, mencari-cari sesuatu di dalamnya, "Ya kan disuruh Pakdemu. Nama Ibu sudah dicatatkan di sana."

"Tapi kan kita gak termasuk warga miskin, Bu," jawabku dengan ringan, walaupun keinginanku membeli handphone belum juga mereka kabulkan. Pakde itu kakaknya Ibu, yang menjadi kepala desa.

"Nama Ibu sudah ditulis di daftar penerima, berarti disetujui para pamong desa." Ibu mengeluarkan sekumpulan kunci, dan berusaha mengambil salah satunya. "Kalo tidak Ibu terima, nanti pasti diberikan ke saudaranya pamong yang lain."

Ibu menghampiriku sambil menyerahkan kunci pintu rumah.

"Sudahlah, lagian Bapakmu ikut jadi pengawas ketertiban pembagian, jadi anggap ini sebagai imbalan."

Aku tidak berminat mendebat Ibu.

"Lauknya ada di lemari. Ibu pergi dulu."

Setelah Ibu berlalu dari pintu depan, aku masih tidak habis pikir keluargaku ikut menerima dana BLT.

Ah, sudahlah, mungkin memang keluargaku termasuk jajaran keluarga miskin di desa ini. Aku menghibur diri.

Daripada kesepian, aku berjalan ke belakang rumah, di mana ada sungai besar, tempatku melamun di pinggirnya. Sebuah dipan bambu hasil karyaku bersama Bapak masih setia menungguku di sana. Biasanya tempat itu menjadi tempat nongkrong bersama para pemuda desa. Namun kali ini sepi.

Tidak beberapa lama duduk di situ, aku lihat Wak Tukiman melintas di depanku, sambil memanggul cangkul.

"Kemana, Wak?" basa-basiku, jelas-jelas dia mau ke sawah.

"Ke sawah, Ton," tanpa berhenti dia menjawab.

"Gak ikut pembagian dana bantuan, Wak?"

"Walah, Uwak masih mampu kok. Lagian nama Uwak tidak terdaftar."

Deg.

Aku tahu dengan jelas tingkat ekonomi Wak Tukiman. Meskipun memiliki sawah sendiri, namun kondisinya tidak dapat dikatakan berkecukupan. Sering Bapak menggunakan jasa Wak ini untuk membantu di sawah, atau sekedar memperbaiki rumah.

Tapi kenapa pamong desa tidak memasukkan namanya dalam daftar penerima dana BLT?


Tentu saja cerita di atas hanyalah fiktif belaka, meskipun kisah sejenis itu memang banyak terjadi di desaku.

BLT yang nilainya belum tentu mampu mengcover kebutuhan warga sejak kenaikan BBM yang belum naik, seringkali tidak sampai ke tangan yang seharusnya.

Belum lagi jika dana itu malah sebagian -besar- mengalir ke tempat lain, yang sengaja 'diamankan' oleh aparat desa dengan alasan untuk 'kas' desa.

Mari kita[1] awasi penyaluran BLT di desa masing-masing[2].

[1] bagi yang dari desa
[2] bagi yang pulang

May 13, 2008

BL (Bentoel Lagi)

======================================================

Update: klarifikasi dan penyelesaian masalah.
======================================================

Menyambung dari kejadian formalitas ruwet ini, rupanya isu 'cair' yang waktu itu sempat digulirkan, hanyalah omong kosong belaka. Terbukti sampai detik ini pembayaran belum juga dilakukan oleh pihak PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Saat itu (setelah 7 bulan telat membayar), mereka meminta kedatanganku ke kantor Bentoel, untuk menandatangani perubahan status kerjasama, dari sebelumnya adalah instansi, berubah menjadi personal. Katanya kalau secara personal akan lebih mudah dan cepat dibayar, namun harus dipotong PPN, dari 7.700.000 menjadi 7.000.000 saja. Ok deh.

Setelah tanda tangan perubahan status, aku juga disuruh membuat kwitansi tanda pelunasan, dengan meterai 6.000, dan tanda tangan di atasnya. Tanda bahwa uangnya sudah dibayar. Tapi belum, karena akan ditransfer lewat rekening BCA. Ok.

Kemudian pulang dengan dijanjikan akan segera dibayar.

Itu sudah 2 bulan yang lalu.

Sebenarnya sejak ada keruwetan pertama kali, aku sudah menawarkan untuk tidak usah ada pembayaran, meskipun aku tidak ikhlas (karena sudah terlanjur pontang-panting menghadapi keruwetan mereka), namun mereka bersikukuh akan tetap membayar, karena katanya dana sudah dialokasikan, bahkan sudah turun.

Lha dengan adanya 'harapan' seperti itu, justru malah semakin merugikan aku. Meskipun kecil, namun biaya untuk kertas (berkali-kali mencetak surat-surat formalitas), lalu bahan bakar untuk bolak-balik ke kantor Bentoel di pinggiran Malang yang melewati kemacetan Blimbing, dan terutama menyita waktu, seharusnya tidak ada kerugian semacam itu kalau sejak awal mereka legowo mengatakan "maaf, kami tidak mampu membayar uang 7 juta itu".

Dan jika masalahnya adalah karena harga diri yang tidak mau menggunakan produk tanpa membayar, sedangkan beneran tidak mampu membayar, tinggal hapus saja produk yang telah digunakan sejak September tahun lalu.
Lha ini masih tetap digunakan.

Aku sudah 2 kali menghubungi lewat email, seperti waktu-waktu yang dulu, namun tanpa ada balasan sama sekali. Entah tidak mau menjawab, atau terkena filter email.
Adalah ironis untuk perusahaan yang telah menyematkan kata Internasional dalam namanya, namun memiliki sistem (atau pegawai?) dengan tingkat integritas dan komitmen yang rendah.
*lagi sensi*



May 12, 2008

Virus Infrared

Beberapa waktu yang lalu, marak tersebar isu mengenai virus handphone, yang menyebabkan handphone memancarkan infrared dan membahayakan pemiliknya.

Selain isu tersebut menyebar di beberapa milis, juga ada yang mampir ke chattingan. Berikut ini contohnya:

evrioxxx: met malam pak.
evrioxxx: mau nanya virus HP apa iya bisa membunuh orang pak..?
evrioxxx: apabila kita menerima sms dgn ulisan merah pak.??
Aryo: bisa, kalo hp-nya trus dilempar ke orang pas lehernya
evrioxxx: tapi ada berita dari WHO bahwa virus infra merah pak.??
Aryo: WHO cabang riau ya?
evrioxxx: saya serius pak..
evrioxxx: di sini udah makan 4 orang korban meniggal pak..

Aryo: sebutkan 1 saja namanya
evrioxxx: pak, saya serius pak..
evrioxxx: sekarang ada yg kena pak.
evrioxxx: 08/05/08 Kamis, 8 Mei, 21:50nama nya ROKMALIANTI
evrioxxx: cewek usia 18 tahun.
Aryo: aku juga serius gak percaya sebelum ada buktinya
evrioxxx: mukanya merah, dia ketakutan sama orang..
evrioxxx: tapi masih hidup.
Aryo: ketumpahan cat kali
evrioxxx: 1 desa dgn saya pak.
evrioxxx: "Prof.Dr.Adi Mok" tlah menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan ilmu hitam. Tapi radiasi infra merah yg sengaja dipancarkan secara berlebihan ke HP no dituju, yg memang benar dapat menyebabkan penerima tewas beberapa saat setelah mendengar telpon. Walaupun tdk dijawab, hp yg terletak dekat jg berbahaya, dapat menimbulkan penyakit perlahan seperti kanker
evrioxxx: pak, itu saya dpt dari chat di mirh pak.
Aryo: berarti kamu chat di tempat penuh berita bohong
evrioxxx: bearti infra merah aman ya pak.??
evrioxxx: saya takut karna saya ol pakai modem HP..
Aryo: baca referensi sebelum percaya berita bohong: http://en.wikipedia.org/wiki/Infrared
Aryo: lihat efek radiasinya
evrioxxx: makasih pak..

*tanpa melalui proses editing, cuman menebalkan namaku saja :-" *

Aku yakin hal tersebut adalah Hoax (berita bohong) karena:

  1. aromanya memang hoax
  2. tidak ada dasar analisis ilmiah
  3. infrared itu cahaya, mana bisa dipancarkan melalui panggilan telepon
  4. bukan seperti itu sifat dari infra merah. Lha malah ada sauna yang memanfaatkan pancaran infra merah.

So, jadilah generasi Indonesia yang kebal terhadap Hoax, mau jadi apa negara kita kalau pemudanya mudah diombang-ambingkan berita bohong.

May 9, 2008

Kawos

Pada suatu masa di perkampungan yang penuh dengan junker dan joker, pernah terjadi wabah kawos yang sempat menghebohkan. Jiwa desainer dan vendor kawos yang bersemayam dalam diri warga kampung, seakan kompak bangkit bersama, bersatu padu mengejawantahkan desain kawos di Photoshop menjadi barang siap pakai.

Berikut ini skrinsut kawos yang nyampe pertama kali:

Dikirim oleh Bundhoot.

Dan tadi sore, telah sampe kawos yang berikutnya:

Dikirim oleh Mbak Mira, dari Telkomsel ;;)  Terimakasih Mbak.

Kiriman berikutnya nunggu dari Ronny dan Jeng Ayu.

Yang lain, kalo ada yang mau ngirimi kawos karyanya... japri aja ya, hihihi.


May 5, 2008

Melanggengkan Wudhu


Dulu, sewaktu masih tinggal di asrama, setiap hari Jum'at biasanya kita gunakan untuk jalan-jalan ke kota. Untuk belanja ke pasar, membeli kebutuhan sekolah, atau sekedar melihat-lihat dunia luar. Ya, hari libur sekolah kita adalah hari Jum'at. Itupun hanya pagi hari, karena siangnya sudah terkekang kembali dengan ketatnya penjagaan asrama.

Saat sedang di kota, dalam seliweran begitu banyak orang, biasanya kita dapat mengenali siapa saja yang berasal dari asrama, meskipun kita tidak saling mengenal. Bahkan meskipun dia berasal dari asrama yang lain di kabupaten itu. Ada semacam pembeda yang nampak jelas sekali.

Meskipun cara berpakaian dan perilaku sudah berbaur dengan orang lain, namun pancaran wajahnya terlihat beda.

Salah satu pendapat mengatakan, hal tersebut karena warga asrama lebih sering berwudhu dibandingkan dengan warga di luarnya.

Disklaimer: bukan dengan maksud mengatakan warga luar asrama jarang berwudhu, hanya saja secara generalisir, gebyah uyah[1], warga asrama secara frekwensi lebih banyak berwudhu dibandingkan warga luar asrama, karena kegiatan rutin dalam asrama mulai sebelum shubuh sampai dengan larut malam, hampir semuanya berhubungan dengan wajib wudhu.

Dengan berwudhu, wajah akan tampil cerah berseri meski tanpa memakai kosmetik. Meskipun sama-sama terkena basuhan air, akan berbeda efeknya antara berwudhu dan cuci muka biasa.




إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ

"Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu'." (HR. Al Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246) 


Selain itu, banyak di antara warga asrama yang melanggengkan wudhu (daaimul wudhu, sebuah amalan menyegerakan berwudhu kembali ketika batal), sehingga menambah kuat pengaruh wudhunya.

Tidak ada yang namanya jerawat melanda, ataupun wajah yang kusut. Meskipun sama-sama bersih, namun bersihnya wudhu nampak lebih bercahaya.

Just try it yourself.



[1] ya generalisir


May 2, 2008

Seminar SCeN


SCeN (STIKI Computer Networking) akan mengadakan Workshop IT yang bertema "Menjadi Tenaga Kerja Indonesia Secara Online", dengan tim narasumber dari Van De Nito dan Tim SCeN ( http://www.scen.or.id ) yaitu salah satu web development and multimedia stock di Indonesia

Workshop ini akan diselenggarakan pada :
Hari : Sabtu dan Minggu
Tanggal : 10 Mei 2008 - 11 Mei 2008
Pukul : 10.00 WIB - Selesai
Tempat : Laboratorium Kampus STIKI Malang

Materi yang disajikan adalah sebagai berikut :




Sabtu, 10 Mei 2008
1. Freelance Marketplace dan Online Business
2. Introduction Joomla
- Mengenal CMS dan Framework
- Mengenal Joomla(1.0.x dan1.5.x)
- Instalasi XAMPP Web Server
- Instalasi Joomla 1.0.x
- Mengenal system Back End dan system Front End
- Mengenal template Joomla Bag. 1( Module, Component, Mambot )
- Global configuration
- User Manager
- Section, Category, and Article Manager
- Media Manager
- Menu Manager
- Module Manager

Minggu, 11 Mei 2008
1. Template Development
- Mengenal template Joomla Bag. 2
- W3C dan Table - less Design
- Komponen Template
- Menggunakan CSS untuk membuat layout
- Module
- Menu
- Module Collapsible

2. oDesk "Project Auction"
- Freelance Marketplace dan oDesk
- Registrasi
- Melengkapi profile
- Berburu proyek
- Menghandle sebuah proyek
- Bekerja dengan oDesk
- Menerima Pembayaran

Informasi Pendaftaran :
Mahasiswa STIKI Rp. 50.000,-
Mahasiswa Umum dan Pelajar Rp. 60.000,-
Umum Rp. 75.000,-

Fasilitas Peserta :
1. Sertifikat
2. CD Tutorial
3. Modul
4. Snack

Pendaftaran Workshop : Mulai tanggal 14 April 2008 - 08 Mei 2008
Tempat Pendaftaran :
Jl. Tidar 100, Sekretariat SCeN (Lantai IIA Kampus STIKI Malang - Jawa Timur)


Contact Person:
Wahyu 0341- 8666014
Ari 085 648 769 500
Yosep 081 333 009 299

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi