" /> Mahesa Jenar: September 2007 Archives

« August 2007 | Depan | October 2007 »

September 22, 2007

Sahur Bersama: Operasi 1


Para member milis **sensor** akhirnya jadi juga melaksanakan rencana sahur bersama saudara kita yang belum beruntung, yang tertidur di pinggir jalanan kota Malang, baik itu gelandangan, tukang becak, dan para homeles lainnya. Tepatnya sih bukan sahur bersama, melainkan membagikan makanan untuk bekal sahur mereka.

Berkumpul dari gathering point jam 11:30 malam pas, dan setelah mempersiapkan nasi bungkus ke dalam plastik kresek, jam 12 lebih sedikit kita bergerak menyusuri jalanan malam kota Malang.

Tim dibagi menjadi 4 mobil, dengan daerah operasi yang berbeda. Namun karena kita gak disiplin pada peraturan, dimana setiap bertemu orang tertidur pinggir jalan kita bangunkan dan diberi nasi, akhirnya saat sampai di daerah operasi, kita sudah kehabisan stok.

Untuk ke berikutnya, sebaiknya diprioritaskan di daerah tujuan, karena jumlah orangnya lebih banyak, yang kalau tidak cukup justru menjadikan suasana yang tidak mengenakkan.

Ok, ntar malam siap kelayapan lagi.
 
Tim Operasi 1:
  1. Aryo
  2. Ferdhie
  3. Yudhi
  4. Ambar
  5. Isdah
  6. Arief
  7. Teddy
  8. Rizal
  9. Ipang
  10. Hesti
  11. Boim
  12. Joko

Skrinsut:



Mbungkusi nasi ke dalam kresek





Briefing ;)

More pics: http://picasaweb.google.com/aryo.sanjaya/SahurBersama
Some pics are taken from: http://picasaweb.google.com/ariefbayu/AcaraSedekahSahurC167


September 14, 2007

Edisi Ramadhan - Apa isi kulkasmu

Why

Nerima panggilan dari Maru Ndoweh

Who

Yang baca blog ini

When

Pas ramadhan dong

What

Baca titlenya

How

  1. Ambil gambar isi kulkasmu/lemari makanan/meja makan
  2. Posting di blog/milis
  3. Pingback ke posting ini (cuman buat tracking aja, jadi saya bisa liat - optional)
  4. Summon temen mu untuk ngikut

Mine:

Memanggil: Joy, Rita, Aik, Doddie, Arief dan Endah.

September 10, 2007

Nomor Daur Ulang

Istilah lainnya adalah nomor recycle, reuse, turnaround, dan nama-nama sejenis lainnya. Intinya yaitu penggunaan kembali nomor-nomor ponsel (telepon seluler) yang sudah expire, hangus terbakar dan dianggap sudah dilupakan oleh sejarah, sehingga aman digunakan sebagai nomor baru. Dipack baru lagi, dan dijual di toko lagi.

Keuntungan dari metode ini adalah provider seluler dapat menghemat pembengkakan jumlah nomor yang dimilikinya, tidak harus menciptakan kombinasi nomor baru, tapi cukup mengais dari area kematian nomor-nomor ponsel.

Kelemahannya, jika jarak antara nomor mati dan dihidupkan kembali memiliki jangka waktu yang terlalu pendek, maka bisa terjadi kesalahpahaman antara pemilik baru nomor itu dengan penelepon yang berniat menghubungi pemilik lama.
Dan di Indonesia entah jangka waktu recycle yang terlalu pendek, atau memori pengguna ponselnya yang terlalu panjang, sehingga kasus salah paham seperti itu sering terjadi.

Kalau di luar negeri... gak tau berapa lama jangkanya.

Kalo kesalahpahaman antara 2 orang (atau lebih) tersebut segera terklarifikasi maka dapat meminimalkan dampak negatifnya. Tapi jika terus berlanjut, hubungi dokter akan terasa mengganggu sang pemilik baru, terutama jika si penelepon masih ada masalah dengan pemilik lama.

Tadi malam saja aku sudah dua kali mengalami kesalahan tersebut, dan baru menyadarinya tadi pagi.

Yang pertama, nomor IM3 area Malang milik temenku Dwi, ternyata sudah berganti pemilik dengan seorang cowok di Jakarta Selatan. Setelah sedikit eyel-eyelan bahwa ini nomornya temenku dan dia bersikukuh dia beli sendiri di toko, kita sepakat kalo ini salah sambung.

Kedua kalinya aku bermaksud menghubungi adik sepupuku lewat SMS, minta dijemput nanti kalo sampai Demak, tapi malah dibalas dengan sayang-sayangan dari seberang sana. Pingin tak tendang nih anak, pikirku.

Sewaktu ketemu dia tadi, dia gak paham dengan SMS yang aku bicarakan, karena gak merasa mendapat SMS dari aku.
Rupanya dia sudah ganti nomor, dan nomor yang lama sudah dia dipatah-patahkan. Tapi kok sudah aktif lagi dengan pemilik yang lain? padahal dia memusnahkan nomor lamanya baru beberapa bulan yang lalu.

Parah deh.

Nomor HP-ku yang hilang di Semarang juga sudah ada pemilik barunya, entah itu dia miliki secara fisik SIM cardku (dan HP-ku?) atau dia beli sebagai nomor recycle. Jaraknya gak ada 2 bulan.

Moral of the story: salah sambung itu wajar terjadi di perponselan Indonesia.

September 3, 2007

Nemu SIM Card

Hari kemaren setelah selesai memandikan si taft, sekalian aku bersih-bersih bagian dalamnya. Dari jok belakang sampe dashboard, di balik karpet, bawah kursi, tepian pintu, rupanya banyak sekali harta karun berupa tisue bekas, kertas berisi catatan entah apa aja, kantong plastik, dan macem-macem serpihan ini itu. "Kondisi dalam mobil mencerminkan kepribadian pemiliknya", jadi ingat quote itu dari sebuah iklan tipi jaman jadul dulu.

Setelah semuanya bersih dan taft jadi ringan, segera sampahnya aku buang. Namun karena ada beberapa catatan yang konfidensial, misalnya fotokopi katepe beserta panduan menggores tanda tanganku, semua catatan itu harus aku musnahkan dulu.

Setelah pinjam korek api dari Bunali yang sedang mengagumi rambutnya, kertas-kertas mulai aku bakar di dalam kotak sampah.

Ketika sedang membakar itulah, aku menemukan sekeping SIM card Simpati di dalam kotak sampah. Bersih dan masih mulus, kelihatannya belum lama dibuang.

Iseng aku ambil dan bersihkan dari noda yang melekat, lalu aku pasang di HP-ku. Nyalakan.

"Inactive SIM"

Walah, sudah kobong rupanya. Padahal tadi belum kena api kayaknya. Uh, pasti dibuang karena masa tenggangnya sudah habis.

Iseng v.2, aku buka SIM Contacts. Lah, cuman ada nomor-nomor servis Simpati. Gak menarik, lha wong aku Indosat minded.

Iseng v.3, aku buka Inbox SMS-nya. Jreng... berisi 4 Incoming SMS. Dari kalimatnya, rupanya semua itu SMS dari suami si pemilik SIM card.

Pesan yang tertulis dalam SMS menandakan mereka sedang tidak dalam satu daerah, saling kangen, dan membicarakan serta menyalurkan aktifitas cinta mereka melalui SMS. Private (dan norak) dan dewasa banget deh pokoknya, gak mungkin aku tulis di sini.

Segera setelah dibaca, SIM card aku keluarkan dan patahkan lalu aku buang lagi.

Moral of the story:
- musnahkan SIM card sebelum dibuang, meski sudah expired
- jangan merekam aktifitas private dalam SMS, kecuali untuk segera dihapus lagi, atau disimpan ke dalam PC

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi