" /> Mahesa Jenar: May 2007 Archives

« April 2007 | Depan | June 2007 »

May 31, 2007

id-bakso

Terinspirasi dari celetukan Om Steven mengenai perbandingan Programmer dan Tukang bakso, yang akhirnya membuat rentetan thread heboh di milis id-php, maka daripada keterusan OOT, aku buat milis khusus bakso ;))

Silakan bagi yang ingin curhat dan berbagi tips serta tempat beli bakso, join dan posting di milis id-bakso.

Met long weekend! 

100% Bebas Asap Rokok

Kepada: pengelola tempat-tempat umum

Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.

Tertanda,

Aryo Sanjaya

Sumber: priyadi.net 

 


Bukannya latah atau ikut-ikutan, bukannya gak ada bahan posting (minimal di folder draft masih ada), tapi emang aku prihatin banget, masih banyak yang 'tega' merokok di tempat umum, yang jelas mengganggu (baik disadari atau tidak) orang lain di tempat itu.

Asapmu bukan untukku! 

May 30, 2007

Tukang Ngadu

Setelah lama tidak membuka halaman MP-ku, aku dikabari sama mas Fajar, bahwa bukutamu-ku di MP kena hack. Segera aku meluncur ke TKP, dan benar, halaman MP-ku diwarnai dengan kotak hitam menutupi sebagian besar tampilan. Fiuh.

Kemudian aku login untuk menghapus entry hack itu. Lha ternyata ndak semudah di angan. Lha wong tampilane ketutup sama kotak hitam, gimana mau menghapus?

Pake hardway, aku viewsource halaman bukutamu, ketemu URL berisi script dan token untuk hapus entry hack. Kemudian aku jalankan, dan hilang deh kotak hitamnya.

Setelah aku lihat, ternyata yang ngisi adalah user ini. (sekarang udah gak ada usernya).

Di entri bukutamu, user iseng ini juga mengisikan URL MP-nya Enda, sang mantan Bapak Blog Indonesia. Mungkinkah si hackmepliz itu anak buahnya Enda, atau Enda lagi usil ? *tebar gosip*

Ketika aku masuk ke situs si hackmepliz, di sana isinya hanya umpatan cacian dari user yang pernah di-hack. SOKORR!™

Lha daripada mengumpat, aku mending laporkan user iseng ini ke Customer Service MP, dan hasilnya, user itu dihapus. Berikut ini email dari CS-nya:

Hi,

Thank you for reporting this user. The user account has been deleted.

Cyndi

Yeah, dengan dihapus akun MP si hackmepliz, tidak membuat sifat hacking dirinya jadi hilang, tapi minimal aku bisa balas dendam, hihihi.

Fenomena lapor-melapor seperti ini sempat bikin heboh blogsphere Indonesia, ketika Nenda dan Wadehel melaporkan 1 atau lebih situs yang ikut lomba ngadutrafik 2007. Bedanya, aku lapor ini karena aku dirugikan secara pribadi.

Duluuu sekali, waktu internet masih berdarah-darah (istilahnya pak Adi Prasaja), aku pernah melaporkan account di Geocities yang menampilkan gambar porno wanita berjilbab. Sempat menghebohkan juga saat itu (di suatu forum), dan banyak yang berusaha menghack halaman Geocities user tersebut. Tidak ada yang berhasil. Dan hanya beberapa saat setelah laporanku, account tersebut hilang dari jagad internet.

Banyak yang bilang, kenapa tidak dibiarkan saja, toh user itu tidak merugikan kita.

Ok, kerugian itu mungkin di pembahasan lain, tapi meskipun kita melaporkan puluhan kali, kalo misalnya user itu tidak melanggar aturan si penyedia (MP, Geocities, WP, dsb) pasti tidak akan dihapus oleh pengelolanya. 

So, bukan salah pelapor. 

*kenapa aku merasa bakal disalahkan?* ;))  

May 26, 2007

Kue Ultah Terkecil

di ultahku maksudnya, hihihi...

 

Makasih buat Phi. Semua kado itu dari dia, karena ultahku mulai dari tanggal 17 sampai 26 Mei ;))

May 25, 2007

Miskol Mbuh

Masih berhubungan dengan SMS Mbuh yang dulu, tapi sudah tidak berupa SMS lagi.

Mulai dari aku tidak mau membalas SMS dan mengangkat telponnya, sampai menit terakhir tadi, 'dia' rajin miskol.

Pagi 2 kali, siang 2 kali, sore, malam, dan yang pasti: tengah malam, sekitar jam 1 jam 2.

Awalnya memang niatnya baik, yaitu mengingatkan aku untuk sholat malam. Pernah telponnya tak angkat, tapi di sana hanya diam saja.

Ok, sampai saat ini aku memang tidak pernah meminta agar 'teror'nya ini dihentikan, karena aku memang tidak merasa terganggu. Hanya aneh saja, mosok dengan cara seperti itu dakwahnya? Aku rasa kalo orang lain setiap hari dimiskol seperti itu, akan terganggu juga.

Dan aku putuskan untuk mempublish nomornya, mungkin saja 'dia' bisa mendapatkan teman yang lebih banyak lagi untuk hari-harinya. 081615169369.  

May 15, 2007

The Log of The Journey

Note: ini sebenarnya bukan postingan blog, hanya catatan perjalanan perdana bersama si Taft, Malang - Demak PP. Daripada kasian postingan ini ada di folder draft sendirian selama beberapa hari, jadi tak posting aja ;))

Malang to Demak: 

  1. Berangkat jam 15:30 dari Malang, Rabu 9 Mei 2007, bersama Phi (Aprida), Penyu (Isdah) dan Pithes (Irfan). Ketiganya adalah Aries.
  2. Sesuai ritual, seperti biasanya isi bahan bakar dulu di SPBU Pendem, Junrejo, Batu.
  3. Jam 18:00 berhenti sebentar di Ngoro, Jombang, karena panel indikator suhu dan solar mendadak anjlok ketika lampu dinyalakan. Aneh deh. Tapi mesin dimatikan dan dinyalakan lagi, sudah kembali normal.
  4. Jam 17:30 berhenti di Rawon Iga Sapi, Perak, Jombang. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk makan dan pipis.
  5. Jam 19:00 sudah keluar Kertosono, mengalami gangguan di roda belakang sebelah kiri. Rupanya sekrup roda banyak yang kendor, nyaris lepas. Membahayakan!
  6. Di dalam kota Nganjuk, dikira dicegat polisi, tapi ternyata hanya dialihkan ke arah jalan lain karena ada Si Komo lewat. Sebagai info, sebelum berangkat, surat mutasi mobil masih belum jadi, dengan artian, perjalanan ini adalah tanpa STNK.
  7. Dengan berdebar melewati kawasan rawan di sepanjang hutan Caruban. Maksudnya rawan cegatan polisi.
  8. Jam 20:30 sampai di Madiun, mampir di SPBU untuk isi solar, dan baru diketahui bahwa radiator mengalami kebocoran hebat. Berhenti dulu untuk mengisi air radiator.
  9. Hampir keluar dari Jawa Timur, ketika mesin tiba-tiba mengalami overheat. Langsung parkir di pelataran rumah makan yang unknown, untuk memeriksa mesin. Radiator semakin parah bocornya, sampai kosong. Karena belum diketahui sumber masalahnya, kita hanya bisa isi air radiator sebanyak-banyaknya. Disinilah ada tragedi pembunuhan ikan mbolo (ikan kecil di air kolam), yang hampir ikut masuk ke dalam radiator. Isdah, kamu vandalis sejati!
  10. Nekat jalan, dan tepat di perbatasan Jatim-Jateng, air radiator habis lagi. Mulai dari jam 23 sampai 24 lebih sedikit kita sibuk ngurusi radiator bocor. Emm... yang sibuk sih Pithes dan Penyu, aku tidur dalam mobil.
  11. Setelah agak yakin, kita melanjutkan masuk Sragen.
  12. Pertama kali ketemu SPBU, kita cek lagi, dan benar, air kosong lagi. Tapi kali ini dapat diketahui penyebabnya, yaitu selang air ada yang kendor. Teknisi 3 (Isdah) dengan sigap segera pinjam obeng ke salah satu mobil yang juga berhenti di SPBU. Selang dibetulkan, penyakit radiator selesai.
  13. Setelah tidur beberapa menit, jam 02-an kita lanjutkan masuk kota Sragen. Kali ini Isdah yang nyetir mobil. Aku tidur.
  14. Bingung jalan menuju Purwodadi. Setelah tanya petugas SPBU yang kemudian disambung minta petunjuk ke tukang becak, kita kembali ke jalan yang benar. Setir kembali aku pegang. Isdah hibernate.
  15. Jam 03 lebih sekian, kita mulai masuk Purwodadi. Kendali mobil dibawa Isdah lagi, dengan gaya brutal melewati jalanan berombak di kawasan bukit Purwodadi. Ngantuk jadi hilang, tapi tetap bisa tidur.
  16. Jam 04 lebih, kita sudah meninggalkan Purwodadi, melewati Godong dan Dempet, lalu mendekati Demak.
  17. Jam 06 kurang, kita sudah sampai di kampung halamanku. Total 13 jam Malang Demak. New record.

Kegiatan di Demak:

  1. Jum'at, 11 Mei 2007, jam 10-an pagi kita berangkat menuju Semarang.
  2. Hampir keluar kabupaten Demak, ada cegatan mobil yang melewati jalur kiri. 2 mobil di depanku dihentikan, sedangkan aku dibiarkan jalan. Selamat. Padahal jelas-jelas plat nomorku mati.
  3. Sampai Semarang, para orang Malang (Penyu & Pithes) terkagum dengan banyaknya bangunan peninggalan Belanda. Lha Malang lak banyak peninggalan Belanda toh, termasuk si Penyu sendiri kan peninggalan wong londo. Bedanya, di Semarang lebih megah karena terawat dan masih digunakan.
  4. Jam 11-an kita sampai di Mall Ciputra. Makan di Es Teler 77, lantai 1.
  5. Jam 12-an, yang cowok pergi ke masjid jami simpang lima, sedangkan Phi menunggu di Fantasia.
  6. Setelah main di Semarang, jam 03-an kita kembali ke Demak. Sebelumnya, Pithes nyolong undangan di Mall. Ketularan sifat vandalisnya Isdah.
  7. Mampir ke bengkel untuk melengkapi mobil dengan dongkrak dan berbagai macam tools. Perlu diketahui bahwa saat berangkat, kita tidak bawa tools sama sekali, termasuk tanpa dongkrak. Nekat is fitur.
  8. Mengganti air radiator dengan cooler, dan menambal beberapa kebocoran di selang radiator.
  9. Jam 05-an sampai di rumah.

Demak to Malang:

  1. Jam 22-an, masih tanggal 11 Mei, keluar dari desaku. Rencananya lewat Pantura, karena waktu berangkatnya sudah lewat jalur selatan.
  2. Baru saja masuk jalan besar, ada ular hitam menyebrang jalan. Menurut katanya, itu adalah pertanda tidak baik, harus menunda perjalanan.
  3. Hanya selang beberapa detik setelah aku melewati (menginjak?) si ular, terdengar bunyi aneh di roda belakang bagian kiri.
  4. Setelah kita cek, rupanya bukan hanya baut yang kendor, tapi salah satu dari 5 besi tromol ada yang patah. Waw.
  5. Aku dan Pithes menyisir beberapa puluh meter ke belakang, siapa tau nemu potongan besi dan juga bautnya.
  6. Tapi tidak ketemu, termasuk bangkai ular juga gak ada. Weird.
  7. Sempat dilema, teruskan atau balik ke rumah dulu. Kalo hanya karena besi tromol yang patah, masih bisa diteruskan karena masih ada 4 besi lainnya. Asal jalannya perlahan. Kalaupun balik, jangan sampai itu karena ketakutan pada pertanda dari si ular hitam.
  8. Keputusan diambil, kita teruskan perjalanan meski dengan perlahan (dan nekat).
  9. Di SPBU sempat berhenti untuk meyakinkan bahwa rodanya dalam kondisi siap. Tambah parah, karena salah satu bautnya ada yang aus, sehingga tidak bisa rekat. Dengan kata lain, roda kiri belakang hanya diperkuat dengan 3 dari 5 baut. Supaya imbang, aku ambilkan satu baut dari roda kanan. Fiuh.
  10. Jam 12 lebih kita sudah melewati Kudus, berusaha mencari bengkel yang biasanya masih ada yang buka.
  11. Ada beberapa bengkel, tapi tidak ada yang punya stok besi tromol itu. Toko jelas pada tutup tengah malam gitu.
  12. Sampai kota Pati, sempat mati lampu dekatnya, jadi mesti pake lampu jauh. Ada aja.
  13. Jam 2-an kita sampai Rembang, setelah melewati Pati dan Juwono dengan tabah dan perlahan.
  14. Di alun-alun Rembang aku parkirkan mobil karena ngantuk banget. Si Penyu juga agak ngantuk, tapi si Pithes yang tadinya tidur, malah bangun dan makan, ditemani ulat yang entah darimana sudah di pangkuannya.
  15. Setelah terlelap beberapa puluh menit, sopir di pegang Isdah untuk meneruskan perjalanan.
  16. Sampai Kragan jam 06-an, aku dibangunkan Isdah, rupanya radiator bocor lagi. Salah satu selangnya terlihat retak.
  17. Aku potong sedikit selangnya, dan dengan bekal silicon dari bengkel kemarin, kita berhasil menambal kebocoran selang.
  18. Sopir aku pegang lagi, jam 7-an sampai di perbatasan Jateng-Jatim.
  19. Makan dan istirahat, perjalanan dilanjutkan memasuki kota Tuban.
  20. Belum sempat masuk kota, radiator bocor lagi, malah semakin parah. Kita belok ke SPBU sebelum kota Tuban.
  21. Agak lama berhenti di situ, karena selang satunya juga mengalami sobekan, bahkan kali ini lebih lebar. Air radiator benar-benar habis, mengucur dari bawah.
  22. Berusaha memotong sobekan dan menambal, tapi tidak berhasil karena selangnya sangat lembek, mudah sobek.
  23. Nekat mengendarai Taft dengan kondisi radiator mengucur airnya, kita cari bengkel terdekat.
  24. Dapat, dan agak lama di situ karena bengkel tidak punya persediaan selang, jadi mesti dibelikan dulu ke kota. Nunggu. Tuban panas.
  25. Setelah ganti selang dan mengganti baut kanan, kita melanjutkan perjalanan. Jam 11-an siang.
  26. Bunali sempat telepon, menanyakan keadaan. Aku jawab aja kita lagi enjoy makan-makan di pinggir pantai. Bohong itu dosa. Mau?
  27. Mampir sebentar untuk minum air legen, buat Isdah yang katanya belum pernah merasakan air legen. Juga beli terasi Tuban yang katanya the best of.
  28. Dengan tenang kita melewati kota Babat. Selain tenang karena masalah radiator selesai, baut yang mulai lengkap, dan kawasan rawan polisi sudah terlewati.
  29. Sampai alaska (alas Kabuh), radiator kumat lagi. Kali ini selang yang pendek. Kita tambal dengan silicon lagi. Thanks silicon.
  30. Kendali dipegang Penyu. Jam 2 lebih kita sudah masuk Jombang.
  31. Berhenti tepat di depan SMU Bahrul'Ulum Tambakberas, SMA-ku dulu, untuk makan ayam panggang. 
  32. Jam 3 sholat ashar di SPBU Tambakberas. (bagi yang sholat)
  33. Saat melewati kota, kita sempatkan mampir di bengkel untuk beli tambahan silicon. Tapi malah selang radiator kumat parah di situ. Jadinya sekalian kita ganti selang.
  34. Setelah melewati masa yang memuakkan (ada kontra dengan pemilik bengkel, F U), jam 5 lebih baru kita meninggalkan bengkel.
  35. Dengan mantap, perjalanan lancar melewati Ngoro, Kandangan dan Ngantang.
  36. Berhenti sebentar untuk beli duren dan lihat orang pacaran.
  37. Jam 7-an kita memasuki Batu, kemudian sampai di kota Malang. 19 jam Demak Malang. New record lagi.
  38. Alhamdulillah.


Para petualang di Es Teler 77 Mall Ciputra:

  1. Parjo
  2. Penyu
  3. Phi
  4. Pithes
  5. Pangsit

May 4, 2007

Din

"Din"

"Tit"

"Tot"

(entah gimana nuliskan bunyi klakson, apa perlu diuploadkan MP3-nya aja ya?)

Meskipun suaranya simple dan pendek, nada tunggal yang keluar dari perangkat elektronika pada kendaraan bermotor (mobil, sepeda motor, kap... eh, ndak ding) ini punya beragam makna, antara lain:

  • "Ayo cepat"
  • "Minggir kau"
  • "Silakan duluan"
  • "Makasih ya"
  • "Saya duluan ya"
  • "Eh..."
  • "Halo cewek/cowok"
  • "Bukakan pintu dong"
  • ...

Dalam kondisi yang berbeda, nada tunggal ini bisa memiliki arti yang berbeda. Namun sayang tidak semua pengguna klakson bisa mengendalikan tangannya dalam menekan klakson. Asal ada yang tidak sesuai dengan keinginannya di jalan, langsung aja main pencet klakson. Tidak perduli dengan perasaan orang yang jadi sasaran klakson.

Beberapa kali aku hampir mengalami insiden psikis di jalanan, gara-gara klakson. Ya, aku paling sensitif kalo diklakson tanpa alasan yang jelas.

Pernah hampir bentrok dengan bapaknya Hesti karena aku diklakson panjang saat dia akan nyalip aku. Tak balas dengan menaikkan gas (tak blayer, lha tak balas pakai klakson juga percuma, dia bawa mobil aku bawa motor). Dia bales mepet aku. Aku percepat motorku dan memposisikan motorku di depan mobil dia, lalu aku jalan perlahan. Kapok.

Ketika aku 'ngalah' dengan agak menepikan motor, dia nyalip aku, lalu jendela mobil dibuka, yang muncul malah wajahnya si Wendy, pacarnya Hesti. Lha.

Lalu hal-hal kecil di banyak kesempatan lain, kalo aku diklakson dengan ngawur, tak bales klakson balik, atau mblayer ke yang ngelakson, jadinya dia bete.

Memang tidak semua pengguna jalan seperti aku. Dan mungkin juga ada yang lebih parah sensitifnya. 

Bahkan kalau mau ngelamar masuk jadi sopir di agen travel dan sejenisnya, tesnya adalah nyopir dengan meminimalkan mencet klakson, atau tidak sama sekali. Menyamankan penumpang.

Hari ini aku ke kantor tanpa mencet klakson. Maklum, lulusan agen travel Surabaya-Demak PP ;))  

So guys, use your horn conservatively 

May 2, 2007

Kopdar Perdana MPers Malang

Kopdar MPersHari Sabtu di-SMS sama Sin, ada kopdar MPers (pengguna Multiply.com) Malang, Senin 1 Mei jam 4 sore, di foodcourt Matos (Malang Town Square).

Padahal aku termasuk pengguna Multiply yang pasif. Punya account di sana cuman buat sharing MP3 dan foto-foto. Kadang aja iseng ngomentari blog-blog teman yang ID-nya masuk di Contact List-ku.

Namun atas dasar pertimbangan ekspansi komunitas, aku sanggupi untuk datang juga.

Senin sore, setelah pulang kantor langsung menuju Matos. Karena jalanan cukup macet, sekitar jam 5 baru nyampe di parkiran Matos. Sengaja parkir di lantai paling atas, biar bisa langsung masuk ke foodcourt. 

Karena aku nenteng tas ransel berisi laptop dan perlengkapannya, sewaktu masuk Matos aku dipanggil Satpam. Ah, sudah biasa, gak usah dibahas. Tasku dibuka dan diperiksa, baru kemudian dipersilakan masuk.

Sampai foodcourt belum tau mana MPers, lha belum pernah ketemu satupun dari mereka. Cuman pernah lihat fotonya Sin aja, itupun pose-nya miring semua ;)) *maap Sin, hihihi*

Pesan Es Teler, lalu duduk di meja kosong, kemudian SMS-an sama Sin, nanya di mana mereka ngumpul. Lha ternyata mereka duduknya deket dari mejaku, hehehe.

Setelah perkenalan kiri-kanan, gabung di komunitas itu. Liputan lengkapnya di blog Mbak Nina.

Pengguna Multiply di Malang sebenarnya banyak, namun belum ada wadah yang menghubungkan semuanya. So, MPers Malang, let's build the real community. 

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi