« Kampanye Dengan Stiker | Depan | Kriwikan Dadi Grojokan »

Pentingnya ASI

Pentingnya ASI untuk bayi sudah tidak perlu diragukan lagi, banyak pendapat yang mendukung hal tersebut, baik secara ilmiah maupun secara agama. Silakan googling mengenai hal ini.

Namun herannya, dalam praktek di lapangan jumlah yang menerapkan penggunaan ASI masih relatif sedikit, terutama ASI ekslusif selama 6 bulan. Dengan berbagai alasan, mencoba mencari pembenar untuk menggunakan susu formula.

Kurangnya informasi kepada pasutri menyebabkan mereka menerima "bisikan" yang diterima dari luar seperti dari nenek si bayi, budhe, tetangga, dan bahkan suster/perawat di tempat bersalin.

Peran pemerintah sebagai fasilitator untuk penyampai informasi ini, masih kalah cepat dibandingkan dengan gerilya produsen susu formula melalui para perawat di rumah sakit atau klinik bersalin.

Secara default mereka akan memberi susu formula kepada bayi yang baru lahir, sampai pihak keluarga berhasil mencegahnya. Itupun kalau pihak keluarga tau (memergoki) _dan_ mau (nekat) mencegahnya. Saya harus sedikit bersitegang dengan pihak rumah sakit karena dipaksa membeli susu formula yang terlanjur diberi nama sang anak, padahal sebelumnya saya yang harus marah karena ada bekas susu formula di mulut anak saya tanpa sepengetahuan pihak keluarga.

Pemegang peranan yang paling penting dalam hal ini adalah suami dan istri, yang harus ekstra hati-hati dan bekerja sama dalam menghadang pengaruh dari luar.

Sekali lagi, alasan ilmiah dan agama mengenai pentingnya ASI dan ASI ekslusif dapat anda cari di google, di sini saya hanya menuliskan apa yang menjadi keuntungan dengan ASI:

  1. Murah. Sure, gak perlu beli. Gratis. Bayangkan harga susu formula 4 box perbulan. Kita tidak berniat pelit terhadap anak, tapi ASI yang gratis lebih bagus kualitasnya dibanding susu formula yang berusaha menyerupai ASI.
  2. Sehat. Untuk kondisi umum, bukan kondisi tertentu yang jarang terjadi.
  3. Ringkas. Mau jalan-jalan? tinggal bawa popok. Gak perlu bawa botol susu dan air panas.
  4. Tersedia kapan saja, gak seperti susu formula yang bisa kehabisan.
  5. Suhunya terjaga, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  6. Jumlahnya selalu pas, tidak ada istilah bayi kekenyangan ASI.
  7. Kalaupun harus diawetkan, ASI dapat bertahan hingga 3 sampai 6 bulan dalam freezer.
  8. Tidak menyebabkan hipertensi atau kegemukan.
  9. Mencegah timbulnya kanker payudara.
  10. Sebagai kontrasepsi alami bagi si ibu.
  11. Mendekatkan dan memberi rasa nyaman buat si bayi.
  12. dll

Perbandingan secara head-to-head, ASI jelas lebih unggul dibandingkan susu formula. Namun bahkan untuk keluarga berpendidikan sekalipun, kadang masih condong memilih sufor untuk bayinya. Dari hasil survei, alasan mereka antara lain:

  1. ASI ibu keluarnya sedikit, sehingga kasihan melihat bayinya kelaparan
    ASI ini keluar sesuai dengan kebutuhan (silakan cari artikelnya), semakin banyak dihisap, semakin banyak keluarnya. Semakin tidak dihisap, semakin sedikit keluarnya.
    Ketika ASI keluar sedikit kemudian bayi diberi sufor, lengkaplah, ASI semakin sedikit keluarnya.
  2. Repot karena si ibu bekerja.
    Banyak cara agar bayi bisa mendapatkan ASI yang diawetkan. Jika mau mencari informasinya, pasti ada cara tersebut. Istri dulu selama mengikuti senam hamil, mendapat informasi cara mengawetkan ASI ini.
    Yang penting adalah kemauan memberi ASI.
  3. Hal-hal lain yang dijadikan alasan adalah kejadian yang dialami ibu lain, yang belum tentu terjadi pada ibu yang bersangkutan, misalnya ASI gak keluar, dsb.

Mengulang poin terakhir di atas, yang terpenting adalah kemauan orang tua memberikan IMD (inisiasi menyusui dini), ASI ekslusif, dan ASI selama 2 tahun.

Usia 2 tahun adalah termasuk golden age buat anak. Kenapa kita tidak memberikan yang terbaik untuknya?

Referensi:

Ada 2 komentar

i-tasik pada April 24, 2011 4:08 AM menulis:

artikelnya sangat memotivasi, tentunya bagi ibu-ibu yang memiliki balita untuk selalu memberikan ASI agar perkembangan si anak lebih baik, dibandingkan dengan pemberian susu produksi kemasan.

i-tasik

Balas Komentar Ini
heri muhtar pada September 28, 2013 12:53 PM menulis:

untuk 1 april 1990 jodohnya gimana yaa

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi