« Membuat Akte Lahir dari Nikah Siri | Depan | Cara Makan Cabe »

Pengendara Matic

Program KB oleh BKKBN sekarang sudah tidak segencar dulu lagi. Gaungnya sangat berbeda dengan tahun 80-an, yang hampir tiap gang di desa ada gapura dengan tulisan slogan-slogan KB. Padahal pertumbuhan penduduk yang eksponensial saat ini, memberikan sumbangan besar pada semakin sempitnya dunia.

"Untungnya" ada hal-hal lain yang ikut menekan laju pertumbungan tersebut. Selain melalui bencana, alam juga memiliki beberapa cara untuk mengurangi jumlah penduduk. Di antaranya adalah pengendara matic.

Menurut statistik, 80% penyumbang kecelakaan di jalan raya Indonesia adalah sepeda motor. Tentu tidak semuanya adalah matic, namun dari yang aku perhatikan di jalanan, yang paling sering terjadi kecelakaan adalah matic.

Dari analisa pribadi, menurutku hal itu disebabkan karena ketidaksiapan pengendara pada kemudahan yang ditawarkan oleh motor matic. Seorang pengendara pemula, cukup dengan memutar gas maka motor dapat melaju > 80kmpj.

Padahal ada beberapa hal yang memerlukan kematangan sebelum seseorang "layak" untuk ngebut:

  1. Siap untuk mengantisipasi kejadian mendadak saat ngebut, misalnya orang / motor / kucing yang tiba-tiba keluar dari gang.
  2. Sense untuk tau perubahan keadaan sekitar. Contohnya saat akan berpapasan dengan kendaraan lain, tau kendaraan tersebut akan belok, berhenti, atau lurus.
  3. Mampu mengerem dengan aman dan nyaman meskipun dengan mendadak.
  4. Sadar akan pentingnya disiplin mentaati rambu lalulintas, walaupun sedang terburu-buru.
  5. etc

Berbagai hal tersebut tidak dapat dikuasai secara instan, tetapi harus melalui tahapan dan pembiasaan berkendara. Dan nampaknya itu sulit didapatkan dari kendaraan matic yang identik dengan berkendara instan.

Menurut suatu sumber (tanpa URL), bahwa kendaraan bermotor lebih rentan kecelakaan saat dalam kecepatan rendah. Sebab saat kecepatan tinggi, pengendara motor cenderung untuk lebih siaga. Sayangnya hal tersebut tidak berlaku di matic, sebab meskipun kecepatan tinggi, tetap kurang siaga karena faktor kemudahannya.

Seringkali aku menjumpai cewek yang masih kikuk berkendara, tapi motornya melaju dengan kecepatan tinggi. Sangat menakutkan.

Jika diperhatikan pada berita-berita kecelakaan di TV, kebanyakan yang terjadi adalah jenis matic. Berapa kali kasus mobil lompat dari mall? Sebagian besar dari kasus tersebut adalah matic.

Masih ingat kasus motor yang ditabrak pesawat di landasan? Itu juga motor matic.

Beberapa waktu yang lalu mobil temenku diserempet oleh motor. Ya, itu juga motor matic.

Beberapa kali juga lihat pengendara motor sambil SMS-an, ya, itu juga pake matic.

Tentu tidak semua pengendara matic adalah pemula atau ignorant, tapi jumlah mereka yang ceroboh sudah cukup mengkhawatirkan.

Mungkin lebih aman jika saat dinyalakan, kendaraan matic memberikan suatu soal atau teka-teki, yang hanya mau menyala jika pertanyaan dapat dijawab dengan benar. Harapannya nanti orang dengan intelejensia rendah tidak dapat menggunakan kendaraan matic.

Let's save the world.

*hiperbolis*



Ada 9 komentar

eRQee pada October 12, 2010 2:55 PM menulis:

untuk menyelamatkan dunia, dihimbau bagi para cheerleader supaya dilarang pake matic. karena sebagaimana tagline sebuah TV Shows favorit (Heroes): save the cheerleader, save the world. hehehe... [just joke]

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 13, 2010 11:35 AM membalas eRQee:

Hehe, nyambung quote-ne ;))

Balas Komentar Ini
allie pada October 17, 2010 8:48 AM menulis:

Mgk krn nama atau istilahnya yg "sangar". Ganti aja istilah "matiC" dengan "hidupC".. hehehe..

Balas Komentar Ini
Wahyu Wijanarko pada October 20, 2010 8:16 AM menulis:

Wah, jadi matic mendukung adanya KB ya :)

Balas Komentar Ini
hafid junaidi pada November 14, 2010 6:08 AM menulis:

Matic emang instanisasi mobilisasi orang ben gampang

Balas Komentar Ini
nengbiker pada December 15, 2010 9:57 AM menulis:

postingan ini pasti terinspirasi by me

Balas Komentar Ini
Hafid Junaidi pada January 16, 2011 2:43 PM menulis:

Lha emang benar mas itu kejadiannya negbiker? he6 ^_^

Balas Komentar Ini
Riko Pambudi pada February 22, 2011 10:49 PM menulis:

masuk akal sh ..
haha :))

Balas Komentar Ini
rahman pada March 26, 2011 3:34 PM menulis:

Ya benar tuh mas, yang bawa motor matic gila-gila.. nggak cowok, nggak cewek sama aja... rata-rata kecepatannya di atas 60km/jam semua... Saya aja pake bebek kecepatan 60 udah terasa ngebut... itu di atas 60 kayak apa rasanya ya....?

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi