« Kiamat 2012 | Depan | Petruk Jadi Dukun »

Alasan Tidak Sholat

Ada seorang teman, masih muda, belum nikah meski sudah waktunya, dan belum memiliki pekerjaan tetap.

Beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol sama dia, dan tiba pada pertanyaan: "kenapa tidak pernah sholat?" Padahal menurutku keluarganya cukup agamis.

Dia menjawab bahwa dia kecewa pada Tuhan, pada suatu hal yang bikin dia marah, dan memutuskan untuk menolak sholat.

Bagi sebagian orang alasan temenku itu tentu sangat debatable. Namun aku tidak tertarik untuk mendebat atau menasehatinya, hanya menanggapi dengan cerita mengenai indahnya sholat.

Menurutku dia masih ada kemungkinan untuk sholat pada suatu saat nanti, setelah dia menemukan "jawaban" atas kemarahannya pada Tuhan.

Yang aku anggap lebih parah justru mereka yang tidak ada kemarahan pada Tuhan, orang yang yakin dan selalu setuju bahwa sholat itu wajib dilakukan, namun tidak tau mengapa dia tidak juga sholat.

Mereka yang ditanya apakah sholat itu wajib, mantap menjawab: iya. Tapi tidak sholat.

Dan setauku, orang jenis ini yang justru lebih banyak beredar.


Ada 55 komentar

ragila pada November 28, 2009 5:53 PM menulis:

maybe yes... maybe no. yang jelas gak memvonis orang kan...?

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 29, 2009 9:25 AM membalas ragila:

benar, vonis bukan urusan kita. yang dapat kita jangkau hanya mengajak saudara kita kembali ke rel syariat.

Balas Komentar Ini
Fatih pada November 28, 2009 10:57 PM menulis:

SETUJU OM.....
salam kenal

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 29, 2009 9:57 AM membalas Fatih:

salam kenal juga Fatih

Balas Komentar Ini
cakrabhumi pada November 29, 2009 3:40 AM menulis:

assallamualaikum para kadang .


mengenai sholat saya ingin bertanya apakah para kadang sudah merasa baik & benar sholatnya..?

yang para kadang kerjakan jasadnya saja & apakah raga para kadang sudah sholat.......?

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 29, 2009 9:46 AM membalas cakrabhumi:

alaiksalam.

saya rasa belajar tidak ada habisnya. karenanya saya ikut Pelatihan Sholat :)

Balas Komentar Ini
ragila pada November 29, 2009 8:32 AM menulis:

apa sih makna sholat itu? kenapa kita sholat?

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 29, 2009 9:39 AM membalas ragila:

sholat adalah mi'rajnya orang mukmin.
kita sholat karena sang aku ingin bertemu denganNya.

Balas Komentar Ini
ragila pada November 29, 2009 10:13 AM menulis:

bagaimana kita bisa mengetahui orang yang sudah/ terbiasa sholat?

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 29, 2009 10:34 AM membalas ragila:

dengan sms.

jadi setiap kali dia selesai sholat, dia harus kirim sms ke kita, sehingga kita tau bahwa dia terbiasa sholat. hihihi.

tentu saja sulit untuk mengetahui sholat seseorang, karena menurut Nabi, banyak orang sholat tapi hakekatnya dia belum sholat. itu urusan dia dengan Tuhannya.

ada sih 10 ciri-ciri tidak diterimanya sholat, tapi itu hanya ciri-ciri, bukan penentu.

yang dapat dilihat adalah efek dari sholatnya. orang yang terbiasa sholat tentu segala tindakannya adalah 'Islam'.

Balas Komentar Ini
syaifur pada December 27, 2009 7:17 PM membalas ragila:

dari tingkah lakunya,kan "sesungguhnya solat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar".kalau tingkah lakunya masih melenceng,patut di pertanyakan solatnya.

Balas Komentar Ini
ragila pada November 29, 2009 11:14 AM menulis:

heee... nilai 80 deh buat u... klo boleh saya tambahkan,
1. makna sholat (secara fisik dapat dilihat dengan adzan, iqomah, wudhu, sholat, sampai salam dan dzikir) untuk mengingat dan mendekatkan kita atas keseimbangan Tuhan dan mahluk (kata orang arab hablum minallah dst...). jadi sholat bukan cuma punya orang mukmin, mengingat islam itu agama pelengkap dari agama sebelumnya, sama seperti hacker juga bukan cuma punya orang IT. bukan juga cuma rutinitas ragawi yang hanya dilihat kasat mata (no heart feeling for sariat, or fpi think..gegege.

2. kenapa? kita gak ada yang sempurna, manungsa nggendong lali lan kliru. juga butuh ama yang namanya Tuhan, Allah, Gusti ato apalah namanya. Jadi bukan berharap harta, kedudukan, surga ato lainnya, tapi cuma mohon ampun atas kesalahan kita.,.. ora ono pamrih ning dedonga..

3. orang yang terbiasa "sholat" dapat dilihat dari tingkah laku perbuatan sehari hari.. patrape ning donya iso ngajeni marang makhluk liyo (termasuk demit koyo awakmu yo diajeni heee...)

gusti ngapunten marang sedaya kalepatan kuloo...

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 29, 2009 11:25 AM membalas ragila:

baiklah, nomor 2 dan 3 aku rasa inti jawabannya sama, hanya jawabanku lebih 'compact'

untuk nomor 1 aku sebutkan mukmin, bukan muslim. sudah tau bedanya kan :)

Balas Komentar Ini
Mr, Kem pada December 7, 2009 12:25 PM membalas ragila:

Waah..dalem banget neh maknanya. Mantap cak..

kalo saya belum bisa bicara banyak, karena masih harus banyak belajar. Sementara hanya niat tulus ikhlas yang bisa dilakukan ketika sholat. Hanya Allah yang tau apakah sholat saya / sampean diterima atau tidak.

Memang benar, sebagai sesama muslim harus saling mengingatkan..bkan karena sok tau atau bahkan sok menggurui. Dan semua harus dimulai dari diri kita sendiri..Allahu Akbar !!!

Balas Komentar Ini
syaifur pada December 27, 2009 7:54 PM membalas Mr, Kem:

subhanallah.... ;))

Balas Komentar Ini
ferdhie pada December 1, 2009 2:40 PM menulis:

hehehe, justru yg bikin sebel adalah klo biasanya ga pernah sholat, trs tiba2 sholat. Prasangka orang2 sekitar malah nganeh2 i *curhat*

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 2, 2009 1:41 PM membalas ferdhie:

itu yang kamu lakukan tiap kali liat aku di masjid: "tumben kesini"

*keplak*

Balas Komentar Ini
Zawa pada December 3, 2009 3:46 PM menulis:

Thats right mas... :)

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 8, 2009 3:18 PM membalas Zawa:

ok, jadi kapan lamarane Wa?

Balas Komentar Ini
Jauhari pada December 7, 2009 9:22 AM menulis:

Jadi kenapam tidak sholat?

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 8, 2009 3:18 PM membalas Jauhari:

Karena satu dan lain hal ;))

Balas Komentar Ini
SobeRio pada December 14, 2009 2:28 AM menulis:

Setiap individu perlu memperbaiki kekurangan dan kesalahan, mencapai kesana tentu banyak jalan dan tikungan berbeda dari prinsip orang lain dengan tujuan yang sama 'ibadah'.
sebagai contoh:
apa orang yang terharu tidak boleh 'menangis' untuk melepaskan emosi, dengan tujuan ketentraman hati.

apa orang naik haji harus naik pesawat?.
komentar diatas sy juga setuju, kalo kita memberi alternatif dan mengarahkan solusiya yang lebih baik dengan tujuan utama.
Courtesy: yuuk tuk..

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 14, 2009 11:23 AM membalas SobeRio:

Untuk yang pergi haji itu memang benar, tidak harus naik pesawat.

Namun untuk sholat, secara eksplisit disebutkan di Al-Quran: Sholat itu wajib bagi kaum Mukmin yang ditentukan waktunya.
Jadi selain sudah jelas wajib dilakukan, waktunya juga sudah ditentukan. Tidak bisa menentukan sendiri waktunya.

Mengenai caranya, sudah jelas pula disebutkan di Hadits: Sholatlah sebagaimana kalian melihatku sholat.
Sehingga cara sholat ya seperti yang selama ini kita lihat, dari dulu hingga akhir zaman, tidak ada cara lain.

Patrapnya orang Islam ya sholat. Mau tidak mau, suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas, tetap harus dilakukan.

Kata Ustadz Abu Sangkan: sama-sama harus dilakukan, daripada tidak ikhlas atau tidak benar caranya, sekalian saja ikhlas dan benar caranya.

Kenapa sebegitu diwajibkannya sholat? Itu urusan sang Pencipta manusia, kita takkan bisa menjawabnya secara tuntas.

Yang dapat kita telaah, banyak sekali manfaat positif dari sholat. Itupun terbatas pada kemampuan pengertian kita.

That's it :)

Balas Komentar Ini
Imam pada December 24, 2009 9:22 PM menulis:

MAz'Gmn Sich Caranya'bIar Kita Slalu Bisa Menjalankan Ibadah Sholat'Tanpa ada PerasaaN males....

Balas Komentar Ini
ronif87 pada February 20, 2010 6:37 PM membalas Imam:

mas imam ,caranya agar tidak malas sholat ,harus merasa dirinya berdosa,sebab sholat adalah wajib setiap mumin/muslim.

Balas Komentar Ini
teh inda pada March 1, 2010 11:16 PM membalas Imam:

MAz'Gmn Sich Caranya'bIar Kita Slalu Bisa Menjalankan Ibadah Sholat'Tanpa ada PerasaaN males....
@imam : berdo'a aja sama Allah setiap sampeyan selesai sholat... Ya Allah yang membolak-balikkan hati... tsabit qolbi 'ala diinika... Amiin.
yang awal adalah, jangan dulu tinggalkan sholat sekalipun malas... supaya jangan sampai hati yang tadinya malas malah jadi tertutup... Wah serem tuh.. ^:)^

Balas Komentar Ini
dewa petir pada December 25, 2009 7:43 PM menulis:

kebanyakan sih orang mempunyai keyakinan yang emang orang lain tidak mengerti. tp mreka jg pnya alasan mengapa mreka tidak sholat. tp yg penting mreka punya keyakinan pada tuhan. krn sbenarnya urusan manusia pada saatnya yang tau hanya tuhan

Balas Komentar Ini
syaifur pada December 27, 2009 7:57 PM membalas dewa petir:

tapi,klo dia islam....dlm keadaan apapun & bagaimanapun klo sudah masuk wktu solat,maka segeralah solat.

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 28, 2009 6:22 PM membalas syaifur:

Betul, mas Syaifur.

Kalo soal keyakinan, pada dasarnya memang terserah.

Namun ketika sudah memilih Islam, maka yang dilakukan haruslah sesuai dengan syariat Islam. Dan Sholat adalah termasuk rukun Islam, yang waktu dan tatacaranya sudah ditentukan dengan pasti, sehingga tidak bisa mengarang sendiri.


Balas Komentar Ini
soenar pada March 2, 2012 12:38 AM membalas Aryo Sanjaya:


Mungkin kita harus memperdalam arti sholat sebenarnya yang dimaksud nabi muhammad saw.
ada beberapa cuplikan
1. man arofa nafsahu faqod arofa robahu
kenalilah dirimu maka kmu akan kenal dng Tuhanmu

2. kejadian manusia " Aku tiupkan rohku kedalam dirimu "

3. "Dimana kamu menghadap disitu wajahKu"

4. "Aku lebih dekat dari pada urat nadimu "

5. "Siapa yang mencari Tuhan(Allah SWT) diluar dirinya adalah "Kufur"
(hadist)

pertanyaanya:
1. bagaimana caranya sholat (cara menyembah dan disembah) " jika Tuhannya(Allah SWT) selalu bersama kita
2. pada prakteknya orang sholat pada umumnya melihat/mencari tuhan (Allah SWT) diluar dirinya entah anta brantah tanpa ada jawaban yang pasti, layaknya "berjudi" padahal dia selalu berbicara, melihat dan tidak tuli

3. sangat lucu kalo Tuhan (Allah SWT) terikat oleh waktu, Padahal Dia sangat Kuasa akan waktu dan Esa SEGALANYA

mohon direnungkan. salam

Balas Komentar Ini
Pribadi Setiawan pada January 1, 2010 12:22 AM menulis:

Saya sangat senang membaca artikel ini.....karena memberi pencerahan yang positif bagi saya....

Terima kasih atas pencerahaannya =D>

Balas Komentar Ini
Elsie pada January 5, 2010 10:49 PM menulis:

Apakah syaithan lebih banyak daripada manusia yah ...? makanya shalat kadang jadi suka bolongĀ² karena tergoda "tanggung lagi banyak kerjaan", "ngantuk", "kesiangan" de el es be ... MMMhhh, mesti gmn donk supaya badan ini mau kompromi buat shalat terussss tanpa bolongĀ² terutama isya n shubuh yach???? ~X(

Balas Komentar Ini
KELLY SUHARYANTO pada January 10, 2010 10:32 AM menulis:

sesungguhnya kita g bisa mendirikan sholat sebelum kita tahu siapa yang kita sembah. dalam syahadat ada kata bersaksi sedangkan makna bersaksi itu melihat keadaan yang sebenarnya. katanya SHOLAT mencegah perbuatan keji dan mungkar tp kenyataannya banyak orang sholat secara zhohirnya tapi batinnya kemana-mana.........

Balas Komentar Ini
AHMAD SAROJI pada January 18, 2010 1:31 AM menulis:

ya teman sampean saat ini belum perrlu solat nanti kalau suda merasa perlu pasti sholat

KARNA SHOLAT MERUPAKAN KEBUTUHAN ROCHANI KITA

Balas Komentar Ini
teh inda pada March 1, 2010 11:50 PM membalas AHMAD SAROJI:

kalimatnya sih terdengar INDAH karena sepertinya filosofis banget bahwa : SHolat adalah kebutuhan rohani kita... wesss .
Ngomong2 soal kebutuhan boleh lah tengok kembali ayat ini...:Al Baqarah:216
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
pada salahsatu hadits diceritakan sepulang dari suatu perang Rasulullah menerangkan ada perang lain yg lebih berat yaitu perang melawan hawa nafsu (tanpa menafikan adanya perintah perang/qital).
Hikmah yang bisa kita ambil adalah bahwa agama ini bukan diawali dari arah maunya/karepnya/perasaan kita... tapi dari memahami posisi kita sebagai hamba adalah mengakui bahwa Allah adalah yang patut disembah, patut dipatuhi dan dengannya Allah menurunkan tenteram, bahagia (di dunia&akhirat). Sekalipun dalam hadits qudsi disebutkan bahwa Allah ga butuh atas segala tindak penyembahan kita, tapi sholat kita kepada Allah itu adalah perintah. Setelah perintah ini dipatuhi maka bisa jadi timbul kesadaran, penghambaan, perasaan butuh, dll sebagai anugrah dari Allah--> ini adalah efek.. karena dalam ayat lain disebutkan bahwa hikmah itu adalah buah dari ilmu. Jadi dari mengetahui menjadi memahami/memetik hikmah.. Yaitu Al-baqarah:269.
"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). "
Jd kalau sudah begitu kita bisa ambil dari ayat lain bahwa keimanan itu bisa dilihat dari seberapa kita sami'na wa ato'na pada perintah Allah, rela tidak rela...seperti di Surat Ali Imran (3:83) "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan."

Bagaimana gan? ;)

Balas Komentar Ini
Ant_ok pada February 5, 2010 5:49 AM menulis:

Shalat itu kebutuhan... Bukan kewajiban...!
tapi bagi Alloh, shalat yang diwajibkan atas kita umat islam ini yaitu untuk menjaga keseimbangan baik dalam jiwa manusia itu sendiri dan umumnya bagi alam raya.. Karena Alloh maha tahu kita dan alam butuh shalat. Kejeron gak rek galiane...Hehehe...

Balas Komentar Ini
Ant_ok pada February 5, 2010 5:49 AM menulis:

Shalat itu kebutuhan... Bukan kewajiban...!
tapi bagi Alloh, shalat yang diwajibkan atas kita umat islam ini yaitu untuk menjaga keseimbangan baik dalam jiwa manusia itu sendiri dan umumnya bagi alam raya.. Karena Alloh maha tahu kita dan alam butuh shalat. Kejeron gak rek galiane...Hehehe...

Balas Komentar Ini
teh inda pada March 2, 2010 12:00 AM membalas Ant_ok:

Serius nih....
Jadi kalo manusianya pas ga merasa butuh, ga sholat donk....?
karena butuh itu perasaan-relatif seorang manusia. Kadang merasa butuh kadang nggak..
Yang satu level dengan ini adalah makan.
Sekalipun dah dibilang kebutuhan paling pokok, kita ga akan merasa butuh makan saat kenyang. Ga peduli kenyang krupuk, kenyang batu... pokoknya kenyang.
Tapi kalau di dalam meyakini agama, maka makan adalah wajib untuk menegakkan tulang belakang supaya badan bisa digunakan sebagai penopang ibadah, maka syarat makan dalam Islam itu halal dan thoyib.
Jadi butuh ga butuh syarat makanan muslim itu harus halal dan thoyib.
Begitu juga sholat, karena kita muslim, butuh ga butuh maka sholat.
Tapi kalo ga merasa butuh ya.. pas aja kebangetannya awak ga bisa mikir bahwa banyak sekali barang gratis ditumplek ke kita he he,....
Hayoo hitung.... nafas, penglihatan, pendengaran, detak jantung.... Dan ga pernah beli nyawa kan...?

Bgmn gan ? ;)

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada March 2, 2010 11:19 AM membalas teh inda:

100% setuju gan,

yang selalu aku bilang di beberapa artikel, bahwa mau tidak mau, setuju tidak setuju, ikhlas tidak ikhlas, terpaksa atau tidak, tetap harus sholat.

Balas Komentar Ini
hardi pada August 3, 2010 9:52 AM membalas Ant_ok:

Shalat itu kebutuhan JUGA kewajiban. walaupun ada juga shalat yang tidak wajib utk dikerjakan.
bukan cuma kebutuhan aja atau cuma kewajiban aja, tapi dua-duanya HARUS :) krn kl ga shalat, akan disiksa.
Meninggalkan shalat adalah dosa besar, bahkan dosa besar seorang pezina masih kalah besar dosanya dari dosa meninggalkan shalat. dan tidak diketahui apakah dosa tersebut akan diampuni atau tidak. hanya Allah yang tau. :(

Balas Komentar Ini
deva pada February 7, 2010 10:14 AM menulis:

Tuhan nggak butuh disembah nggak butuh dipuji nggak butuh apapun dari kita. kita yang butuh pada tuhan. sekarang tinggal solat yang mana dulu. menyembah hawa nafsu,pikiran,atau tuhan. sedangkan tuhan sendiri kita tidak tau. hanya pada ajaran-ajaran kita sendiri binggung menyembah tuhan yang mana. semuanya kan serba katanya tuhan maha ini maha itu. maka carilah tuhan yang sejati dengan laku

Balas Komentar Ini
soib pada April 5, 2010 3:54 PM membalas deva:

betul boz! ak sangat setuju dengan komentar peno. sebelum kita berangkat. harus tau tujuanya dulu. sama dengan sholat, gak langsung jungkar jungkir tok. anak tk ja bsa =D>

Balas Komentar Ini
sumarjo pada March 5, 2010 10:50 AM menulis:

Mana cerita indahnya sholat? aq tunggu je!
Alhamdulillah scr pribadi saya itu sudah selalu pingin sholat... pingin sholat...lagi dan lagi. So saya berharap saya sll mendapat bimbingan dr Allah pada setiap ucapan saya, pemikiran saya, tindakan saya, keputusan2 saya etc. Thank You Allah ^:)^

Balas Komentar Ini
arul mohamad pada April 6, 2010 12:52 PM menulis:

ASSLM.....Ada lagi pertanyaan Salah siapa kita sholat...?????

sholat setau yang saya dapatkan dalam pembelajaran...adalah terbagi dua.. 1,sholat makrifat...2,sholat nakirah...
Maksud dari Sholat Makrifat disini adalah SUJUD,TINDUK,PATUH,TAAT,PADA HUKUM-HUKUM NYA ALLAH SWT sekarang Bentuk nya AL QURAN,dan Al hadist yang di bawa oleh RASSUL...karna isinya Al hadist ya Perilaku yang ada di ALQURAN yang dipakai oleh RASSUL,..perbuatan,perilaku,ucapan...
Maksud dari Sholat Nakirah disini adalah Sholat Lima waktu /sholat sewaktu-waktu...jadi tidak sempurna Sholatnya apa bila hanya memakai Makrifatnya saya begitu juga jikalau hanya memakai Sholat Nakirah nya saja....Jadi Benar lah adanya Bahwa sholat itu adalah Tiang Agama Islam...Sebelum ada tiang harus lah mempunyai PONDASI..apakah PONDASI dari ISLAM....??? Tanpa PONDASI tidak akan berdirilah Tiang tersebut...PONDASI ISLAM adalah SYAHADAT..Asshadualla illa haillallah wa ashaduana Muhammad Rassullullah...jadi terbuktilah kebenaran Islam yang disebar luaskan oleh Rassul... karna yang dibawa dan disebarkan adalah RAHMATAN LIL ALLAMIN.....
trimakasih pada semua untuk menambah ilmu,mari sama-sama berbagi untuk saling selamat-menyelamatkan..amiin...WSSLM.....
:)

Balas Komentar Ini
arul mohamad pada April 6, 2010 12:56 PM menulis:

ASSLM.....Ada lagi pertanyaan Salah siapa kita sholat...?????

sholat setau yang saya dapatkan dalam pembelajaran...adalah terbagi dua.. 1,sholat makrifat...2,sholat nakirah...
Maksud dari Sholat Makrifat disini adalah SUJUD,TINDUK,PATUH,TAAT,PADA HUKUM-HUKUM NYA ALLAH SWT sekarang Bentuk nya AL QURAN,dan Al hadist yang di bawa oleh RASSUL...karna isinya Al hadist ya Perilaku yang ada di ALQURAN yang dipakai oleh RASSUL,..perbuatan,perilaku,ucapan...
Maksud dari Sholat Nakirah disini adalah Sholat Lima waktu /sholat sewaktu-waktu...jadi tidak sempurna Sholatnya apa bila hanya memakai Makrifatnya saya begitu juga jikalau hanya memakai Sholat Nakirah nya saja....Jadi Benar lah adanya Bahwa sholat itu adalah Tiang Agama Islam...Sebelum ada tiang harus lah mempunyai PONDASI..apakah PONDASI dari ISLAM....??? Tanpa PONDASI tidak akan berdirilah Tiang tersebut...PONDASI ISLAM adalah SYAHADAT..Asshadualla illa haillallah wa ashaduana Muhammad Rassullullah...jadi terbuktilah kebenaran Islam yang disebar luaskan oleh Rassul... karna yang dibawa dan disebarkan adalah RAHMATAN LIL ALLAMIN.....
trimakasih pada semua untuk menambah ilmu,mari sama-sama berbagi untuk saling selamat-menyelamatkan..amiin...WSSLM.....
:)

Balas Komentar Ini
ratudanhyang pada August 23, 2010 12:53 PM menulis:

Sholat atau tidak itu hak pribadi masing2 orang, mengapa anda mempermasalahkan orang tidak sholat. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan sholat?
Orang Jawa menganggap sholat itu hanya perlu (perlu itu serapan dari fardhu (bahasa Arab) dalam bahasa jawa tengahan diucapkan parlan, sama dengan kata bismilah, di jaman itu orang jawa menyebut semilah atau af'al sering disebut afngal). Apakah perlu itu wajib? Renungkan sendiri.
Tatacara sholatpun tidak ada di Alqur'an. Oleh sebab itu jangan heran, gerakan sholat setiap orang berbeda-beda bergantung darimana orang itu belajar sholat. Kalau Anda sholat seperti yang Anda kerjakan itu, apakah Anda merasa sudah sholat? Jangan hanya merasa sudah sholat, padahal Anda belum sholat. Di dunia ini terlalu banyak orang yang merasa sudah sholat tetapi belum sholat.
Mudah2an tidak termasuk orang yang demikian.

Ada yang menggolong-golongkan sholat itu ke dalam sholat syariat, tarikat, hakikat, dan ma;rifat. Ada juga yang menggolong-golongkan sholat itu ke dalam
sholat raga, nyawa, jiwa (sukma), atau entah apalagi istilahnya. Semua itu hanya penafsiran orang. Anda juga boleh membuat penafsiran, jangan hanya katanya.

Ratudanhyang

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada August 23, 2010 1:04 PM membalas ratudanhyang:

Kalau anda pernah baca Al-Qur'an, pastinya pernah baca bahwa Sholat itu diwajibkan. Jika tidak pernah baca ayat itu, coba lebih sering membaca Al-Qur'an.

Masalah yang diwajibkan itu juga diperlukan, itu nilai plus. Bukan berarti kalau sudah perlu maka sisi wajibnya diabaikan.

Mengenai tata cara sholat, jika anda pernah membaca hadits, pasti pernah baca tentang tata cara sholat oleh Rasulullah.
Di Al-Qur'an memang tidak ada tata cara sholat, tapi pegangan kita selain Al-Qur'an juga ada hadits.

Jadi ini memang katanya, tapi kata Al-Qur'an dan hadits.

Balas Komentar Ini
ratudanhyang pada August 23, 2010 12:57 PM menulis:

1. APAKAH DI ALQUR'AN ADA TATACARA SHOLAT
2. APAKAH ALQUR'AN MENYEBUT SECARA EKSPLIT SHOLAT HARUS LIMA WAKTU. SETAHU SAYA, HANYA ADA TIGA WAKTU SHOLAT, DAN YANG PALI UTAMA ITU SHOLAT WUSTHO. MENGAPA?

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada August 23, 2010 1:06 PM membalas ratudanhyang:

1. Selain Al-Qur'an, pelajari juga hadits

2. Selain Al-Qur'an, pelajari juga hadits

3. Belajarlah menulis dengan etika

Balas Komentar Ini
pepek pada September 8, 2010 12:55 PM membalas Aryo Sanjaya:

aryo sanjaya: setuju dengan aryo sanjaya (jawaban anda sudah mewakili jawaban saya).

untuk ratudanhyang: tolong jangan tolol dan naif ya. kan rasulullah bilang "solatlah kalian spt aku sholat". nah sekarang kau liat hadis pasti pertanyaan2 tolol kau itu terjawab

Balas Komentar Ini
pepek pada September 8, 2010 12:49 PM menulis:

kasian.. kok marah ama tuhan ya? kalo mo marah ama setan aja

Balas Komentar Ini
adi permadi pada May 16, 2011 7:35 PM menulis:

jangan buru buru memvonis segala sesuatu tanpa mengetahui ilmunya!!!yang penting ingat syariat, khusus, dan bilkhusus!!. akan tetapi semua cara ibadah yang dilakukan kembali kesyariat. 0_"

Balas Komentar Ini
smooth_ijo pada June 1, 2011 12:25 AM menulis:

Syari'at, torikot, hakikat, ma'rifat.. Dmnakah kita?"
ngisor yo menduwur..nek ws nduwur jo lali medun maning.
Hikmah " innasholata tanha anil fakhsya iwal munkar " just it..

Balas Komentar Ini
soenar pada March 2, 2012 12:42 AM menulis:

Mungkin kita harus memperdalam arti sholat sebenarnya yang dimaksud nabi muhammad saw.
ada beberapa cuplikan
1. man arofa nafsahu faqod arofa robahu
kenalilah dirimu maka kmu akan kenal dng Tuhanmu

2. kejadian manusia " Aku tiupkan rohku kedalam dirimu "

3. "Dimana kamu menghadap disitu wajahKu"

4. "Aku lebih dekat dari pada urat nadimu "

5. "Siapa yang mencari Tuhan(Allah SWT) diluar dirinya adalah "Kufur"
(hadist)

pertanyaanya:
1. bagaimana caranya sholat (cara menyembah dan disembah) " jika Tuhannya(Allah SWT) selalu bersama kita
2. pada prakteknya orang sholat pada umumnya melihat/mencari tuhan (Allah SWT) diluar dirinya entah anta brantah tanpa ada jawaban yang pasti, layaknya "berjudi" padahal dia selalu berbicara, melihat dan tidak tuli

3. sangat lucu kalo Tuhan (Allah SWT) terikat oleh waktu, Padahal Dia sangat Kuasa akan waktu dan Esa SEGALANYA

mohon direnungkan. salam

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi