Saridin
Saat era Wali Songo, di suatu daerah di pesisir utara pulau Jawa, tepatnya di daerah Pati, tersebutlah seorang pemuda desa yang lugu dan bersahaja, bernama Saridin. *duh, kalimate panjang*
Nama Saridin mungkin tidak begitu tenar secara nasional, tapi sudah melegenda secara regional. Region itu adalah wilayah Demak Kudus Pati Juwono Rembang, atau yang sering dilafadzkan sebagai Anak Wedus Mati Ketiban Pedang.
Saridin seorang sakti, namun lugunya tidak ketulungan, sehingga (seakan) tidak menyadari kesaktiannya.
Dia pernah membunuh kakak iparnya, karena sang kakak sering mencuri durian miliknya. Saat itu kakaknya menyamar menggunakan pakaian harimau, sehingga Saridin tidak mengenali. Dengan sekali tombak, matilah sang ipar.
Saat ditanya oleh petugas, Saridin mengaku tidak membunuh kakaknya, melainkan membunuh harimau yang mencuri duriannya. Meskipun jika pakaian harimau dibuka, Saridin tau bahwa itu kakak iparnya.
Kalo secara hukum, Saridin tidak bersalah, karena membela miliknya, dan tidak menyadari kalo harimau itu adalah kakaknya.
Namun demikian, Saridin tetap harus dipenjara.
Untuk memasukkan ke penjara bukan hal mudah, karena Saridin ngotot tidak bersalah. Akhirnya Adipati Jayakusuma, pemimpin pengadilan, menggunakan kalimat lain, bahwa Saridin tidak dipenjara, melainkan diberi hadiah sebuah rumah besar, diberi banyak penjaga, makan disediakan, mandi diantarkan. Akhirnya Saridin bersedia.
Sebelum dipenjara, Saridin bertanya apakah boleh pulang kalo kangen anak dan istrinya. Petugas menjawab: "boleh, asal bisa"
Dan terbukti beberapa kali Saridin bisa pulang, keluar dari penjara di malam hari dan kembali lagi esok harinya.
Karena Adipati jengkel, Saridin dikenai hukuman gantung. Tapi saat digantung para petugas tidak mampu menarik talinya karena terlalu berat. Saridin menawarkan ikut membantu, dijawab oleh Adipati: "boleh, asal bisa". Dan karena ijin itu Saridin lepas dari talinya, lalu ikut menarik tali gantungan.
Adipati semakin murka, dan menyuruh membunuh Saridin saat itu juga. Sebuah tindakan putus asa seorang penguasa.
Saridin melarikan diri sampai ke Kudus, yang lalu berguru pada Sunan Kudus. Di sini Saridin tidak berhenti menunjukkan kesaktiannya, malah semakin menonjol.
Saat disuruh bersyahadat oleh Sunan Kudus, para santri lain memandang remeh pada Saridin, apa mungkin Saridin bisa mengucapkannya dengan benar.
Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan semua orang. Saridin justru lari, memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi, dan tanpa ragu terjun dari atasnya. Sampai di tanah, dia tidak apa-apa. Semua pada heran pada apa yang terjadi.
Sunan Kudus menjelaskan, bahwa Saridin bukan cuma mengucapkan syahadat, tapi seluruh dirinya bersyahadat, menyerahkan seluruh keselamatan dirinya pada kekuasaan tertinggi. Kalo sekedar mengucapkan kalimat syahadat, anak kecil juga bisa.
Namun Saridin masih tetap dilecehkan oleh para santri. Saat ada kegiatan mengisi bak air untuk wudlu, Saridin bukannya diberi ember, malah diberi keranjang. Tapi dengan keranjang itu pula Saridin bisa mengisi penuh bak air.
Saat Saridin mengatakan bahwa semua air ada ikannya, tidak ada yang percaya. Akhirnya dibuktikan, mulai dari comberan, air kendi sampai air kelapa, ketika semua ditunjukkan di depan Saridin, semua ada ikannya.
Akhirnya Saridin diusir oleh Sunan Kudus, harus keluar dari tanah Kudus.
Singkat cerita (susunannya agak lupa), Saridin yang ternyata murid dari Sunan Kalijaga ini bertemu lagi dengan gurunya. Saridin diperintahkan untuk bertapa di lautan, dengan hanya dibekali 2 buah kelapa sebagai pelampung. Tidak boleh makan kalo tidak ada makanan yang datang, dan tidak boleh minum kalo tidak ada air yang turun.
Ceritanya terputus sampe di sini saja, ini sudah lebih dari 1 kaset :D
Pada akhirnya, Saridin dikenal sebagai Syeh Jangkung, yang tinggal di desa Landoh, Kayen, Pati.
Kebenaran kisah di atas aku masih belum yakin 100%, karena cerita tersebut (sebagai mana cerita yang lain) mengalir lewat cerita-cerita saat melekan (begadang) bersama orang-orang tua waktu di desa dulu, atau dari cerita kethoprak, yang sering kena bumbu di sana-sini. Misalnya kemampuan Saridin menghidupkan orang mati dengan bantuan gamping, lalu menyembuhkan putri Raja Blambangan, etc.
Juga mengenai kerbau milik Saridin, yang semula sudah mati, tapi karena (konon) Saridin memberikan sebagian umurnya pada kerbau itu, jadinya kerbau itu hidup lagi. Pada saat Saridin meninggal, kerbau itu juga mati. Lulang (kulit) kerbau tersebut diyakini memiliki kekuatan magis. Barang siapa membawanya, maka tidak akan mempan senjata. Sampai saat ini para kolektor benda antik masih banyak yang memburu kulit ini, yang bernama Lulang Kebo Landoh.
Terlepas dari kisah mistis yang terjadi, satu hal yang dapat aku tarik dari kisah Saridin, keluguan justru menghasilkan pandangan yang tulus dan murni. Tidak seperti Adipati Jayakusuma dan Sunan Kudus, yang setiap keputusannya dibarengi dengan banyak kepentingan.
Sumber lain:


Ada 82 komentar
oo, Lulang Landoh tu dari legenda Saridin yo mas?
ketika mendengar nama Saridin, teringat masa kecil pas ndengerin kethoprak liwat pengeras suara merek TOA pas ada orang nikahan
klo Ki Ageng Selo, masuk blog ini kapan kang?
Aryo: Ya, kebo dari Landoh. Mahal tuh lulangnya. Kamu punya Mbak?
Balas Komentar IniEmang sebagian besar cerita itu aku taunya ya dari TOA.
Ki Ageng Selo? temen Mahesa Jenar ya. InsyaAllah suatu saat deh
Legenda Saridin tidak sesingkat itu. Tolong paparkan yang lainnya. Saya juga penggemar legenda tersebut.
Balas Komentar Inikang ono crito sambungan saridin ra??
Balas Komentar Inisakjane ono seh, cuman mending dibuatkan posting tersendiri nanti
Balas Komentar IniAmit mass... arek lugu numpang lewat
Aryo: Lek awakmu sih lugu = lucu tur guateli
Balas Komentar IniBanyak-banyak lah bercerita soal jawa karena telah banyak lahir orang jawa yang mengaku jawa tapi tak lagi jawa
laen kali boleh las mas menambahkan peta jawa, sehingga orang jawa akan tahu banyak tentang jawa dan sehingga mereka akan segera tersadar bahwasanya mereka adalah orang jawa
terima kasih
Aryo: Ya ya, banyak memang, orang yang (seakan) memandang budaya dengan cara yang lebih luas dan modern, tapi akhirnya terjebak pada kehilangan identitas diri. Misalnya lebih prefer pada budaya barat, tapi hanya meniru luarnya saja. Akhirnya jawa bukan, barat juga bukan.
Balas Komentar Iniceritanya kok sedikit ,kurang banyak ding
Aryo: Nanti kebanyakan malah malas baca
Balas Komentar IniBtw, di atas itu ada link-link yang dapat dilihat untuk melengkapi ceritaku ini.
Kalo di kampung simbah ada yang namanya Sarindi... itu wong rapati ganep. Kalo ada yang lewat di depannya diidoni.
Tentang semua air ada ikannya itu ikan apa kang? Apa yang akhirnya disebut ikan Saridin (Sarden) itu?
Aryo: Entahlah Mbah, saya juga ndak dong dengan jenis ikannya. Kalo sarden itu di kaleng, lha ikannya Saridin ini dalam kelapa, lebih alami
Balas Komentar IniBtw, banyak pendapat bahwa cerita-cerita itu hanyalah simbolis belaka, jadi ada pesan yang dapat diserap. Cerita yang ngedap-ngedapi itu hanya sisi dongengnya saja.
Wah yo cerito2X sing koyok ngene iki Mas sing tak golek'i.
Piye Mas, kados pundi kabaripun? Tepang aken pengunjung enggal.
Kadosipun njenengan meniko penggemaripun Nogo Inten nggih? Kulo nggih seneng lho, sedoyo buku karangan SH Mintarja kulo seneng, malah Nogo Inten kulo nggadah ceritane sampek pungkasane (tamat).
Ditenggo cerito lintunipun.
Nyuwun pamit nggih Mas (Mahesa ?)
Aryo:
Balas Komentar IniInggih kang, tepangaken nami kulo sanes Mahesa, tapi Aryo.
Kulo nggadahi bukunipun SH Mintardja nggih namung Nogo Sosro Sabuk Inten niki, tesih madosi lintunipun.
Matur nuwun sampun sambang wonten mriki.
Sekilas kukira yang dimaksud Saridin ini yang biasanya 'dipentaskan' dengan iringan teriakan "Saridin pergi ke pasaaaaarrrr..."
Maaph ya, biznya ga ngerti sih soal cerita-cerita Jawa *maklum bukan orang Jawa*
Gimana kalo kita peace ajah
Aryo:
Balas Komentar IniGak konsisten. Kadang kalo ngomongin soal Balikpapan ngakunya orang Jawa. Kalo sekarang ngaku bukan Jawa.
*kirim ulang santet kemaren*
Wah mas...aq tas ngerti nek kebo landoh ono hubungane karo saridin....maklum weroh-e cuman nogososro sabuk inten...heheh...
Tapi yo crito2 ngene iki sing tak golek-i...enak di woco karo iso di bayangno...hehe
nek moco silat cino susah gak iso mbayangno...gak tau nang cino soale..heheh...opomaneh koboik...heheh
Mas yen golek bukune babad tanah jowo nangdi yo? opo sampean ngerti website-e?
Balas Komentar Inisaya punya temen yang dia bisa komunikasi dengan syeh jangkung dan dengan syeh jangkung udah ada janji mau menolong di bidang agama,tiap hari dia bisa komuniksai dengan syeh jangkung, dia juga pernah ambil buah kelapa dan didalamnya ada ikan, sapu tangan tulisan kalimat lailahaillah dan keris, orang pati dan sekarang tinggal di jakarta. trims
Aryo:
Balas Komentar Inihati-hati, iblis bisa menipu pandangan
MBah Din pancen tuladha kanggo kita sedaya, sederhana, rendah hati tapi berilmu tinggi.
Wong Landoh, Kayen.
Balas Komentar Iniadik saya dapat lulang kebo landoh, apa sampean bisa lihat itu asli apa tidak mas? sekarang ada di dsn Tiban, Sendang Mulyo, Minggir,Sleman DIY, matur nuwun, bisa hubungi langsung saya di 085645669587
Balas Komentar Inisaridin, ingat sama bukunya cak Emha A Nadjib; Mati Ketawa Ala Saridin. ada gak hubungannya saridin versi sampean sama dengan versi saridinnya Cak Nun? bahkan cerita saridin versi cak Nun juga menceritakan bahwa saridin juga pernah berguru kepada syech sunan Kudus dan diminta bersyhadat seperti di ceritakan diatas.
Aryo:
bagian bersyahadat itu memang aku dapatkan dari bukunya Cak Nun
Balas Komentar Ini
dasar aneh. saridi tu tetanggaku
Balas Komentar Inisaridin adalah salah satu tokoh paporot saya. ada ga' cerita dari dia awal sampai saridin mendapat gelar Syehk JAngkung..??? nek ada cerita saridin dalam bentuk buku tolong saya dikasih tahu. atau nek bermurah hati saya dkirimi.....
Balas Komentar IniApa bisa dapatkan kasetnya saridin ?
Balas Komentar IniDulu yang merekam adalah Lokananta ( kalau tidak salah )
Kalo orang Sunda punya Kabayan, kita orang Pati bangga dong punya Saridin. Tokoh kontroverial yang lucu, versi cerita kethopraknya. Yok, kita angkat Mbah Dien ke pentas nasional! Tolong dong Mas, ceritanya dibuat dalam bentuk komik biar tambah siip! Thank U.
Balas Komentar IniMas aryo, ada cerita kaitannya dengan Syeh Jangkung yaitu ondo rande dari parenggan. Dan masih ada lagi ketika saridin di kejar oleh pasukan Adipati Joyokusuma dimana ada desa petilasan yang dilalui oleh saridin dan dinamai sesuai dengan keadaan saat itu.
Balas Komentar Inijadi inget pas kecil, waktu ada yang punya gawe pasti saridin yg diputer...ada videonya ga ya... kalo mas tau link download videonya, baik saridin atao yg lainnya boleh dong...thank
Balas Komentar Inimas,tlg dong desa landoh di liatin semua lewat internet
Balas Komentar IniO'yo omong2 nami saridin meniko kulo imut tasih isih alit, remen meriksani ketoprak lakon saridin.pripun carane angsal CD ketoprak lakon saridin meniko.
Balas Komentar IniCobi panjenengan saged mampir blog kula
Balas Komentar Iniwonten ling ingkang saged donlot (ngunduh) serial ketoprak saridin. mangga
mas tolong donk kasih info ke saya mengenai desa landoh, yang konon katanya saridin punya petilasan di desa landoh...(skg nama desanya jatimulyo tepatnya di kecamatan wedarijaksa kab. pati)....trus konon katanya orang sana tidak boleh nikah sama orang kudus, (tidak boleh berhubungan dengan rang/kota kudus dalam hal berbisnis maupun yang lainnya dsb...)..please mas ak butuh banget informasi itu...mas bisa kirim ke mail saya myhomesosro@yahoo.com...terimakasih,,,n saya tunggu jawabannya ya....
Aryo:
lah, malah lebih tau situ daripada saya
Balas Komentar Ini
loh bener mas gak tau,...kata orang sesepuh desa nglandoh/jatimulyo emang da mitos gak boleh nikah ama orang kudus...kira2 kalo mau tau info itu musti tanya kesiapa ya mas....tolong di bantu ya...
terima kasih...
Aryo:
mungkin cerita itu ndak nyampe ke Demak
Balas Komentar Ini
Nepangaken, kula tiyang enggal wonten mriki. Kula sampun ngunduh (download???) file Nagasasra saking www.gajahsora.net. Komplit mulai MJ wonten Gunung Ijo dumugi Karebet katampi malih dening Sultan Trenggana. Lumayan dadi obat kangen. Kala rumiyin (thn 80-an)Bapak langganan Nagasasra cetakan II, terbit sewulan sepisan 160 lembar.
Katur para kadhang sedaya mbok menawi wonten informasi bab karyanipun SH Mintarja lintunipun saged "bagi-bagi" informasi-nipun.
Nyuwun gunging pangapunten menawi wonten kalepatan.
Nuwun
NB.
Balas Komentar IniAduh susah 'men. Basa Jawaku wis acak-acakan. Kesuwen ana tanah sebrang.
temen yang ada di comen ini sudah pernah zarah kemakam embah syeh jangkung (sariden) ??
Balas Komentar Inikalao mau zarah dan tidak tau alamatnya hubungin saya saja.aku asli anak daerah makam sariden dan rumahku deken makam itu.terima kasih salam tuk semuanya
Juk sorry ya? Boleh tau panjang makamnya syeh jangkung ndak? kira2 berapa meter ya???
Balas Komentar Initemen yang ada di comen ini sudah pernah zarah kemakam embah syeh jangkung (sariden) ??
Balas Komentar Inikalao mau zarah dan tidak tau alamatnya hubungin saya saja.aku asli anak daerah makam sariden dan rumahku deken makam itu.terima kasih salam tuk semuanya
Mas, tol. to cdnya saridin kalau punya biar saya bisa download .saya sangatlah senang dengan saridin
yus PATI
Balas Komentar Ininek cd ora ono nek kasete neng Toko Sumber Urip banyak
Balas Komentar IniPara kadang lan sedherek, naminipun ugi carios, nggih dereng temtu leresipun.
Ingkang paling utami saking sedoyo meniko,
kito kedah saged mundhut pesan (apa jowone yo???) saking carios2 meniko wau.
Bab kito sadoyo meniko sampun gesang wonten ing jaman nuklir, dados pitados dateng bab2 ingkang mboten logis eniko mboten relevan (iki meneh opo jowone???) malih.
ngapuntenipun, boso jowo kulo mpun dedhel dhuwel.
wassalam,
R.M Prasetyo
Balas Komentar IniSalawati Island, Papua
Njeh pak, sedoyo carios niku saget dipun pundut tuladanipun (niki menawi sing leres pak
), nanging umpami bab logis nopo mboten, niku tasik kedah dipun telusuri maleh. mergi logise menungso lak sak njerone sirahe mawon
Balas Komentar Iniinggih kog jawa ne ilalng ingkang wonten aksara meniko
Balas Komentar Iniinggih kog jawa ne ilalng ingkang wonten aksara meniko
Balas Komentar Inimas, minta mp3 ketopraknya kisah syeh jangkung donk.,susah ne carinya...
Balas Komentar Inisyeh jangkung to saridin smp skrng msh da,aku orang Pati yg tau smua petilasannya,kerbaunya msh ada di lapangan panggomroyom wedarijaksa itupun orang2 tertentu yg bs lht.momok adalah anak dr saridin,yg jg punya kemampuan kyk Bapaknya.keris nogososro sabuk inten cuma bisa di lihat n dipegang oleh bupati pati.
Balas Komentar Inikang minta info lebih lengkap dong tentang syeh jangkung.
Balas Komentar IniMas klo punya cdnya saridin boleh dong minta copyannya?
Balas Komentar IniLegenda saridin adalah suatu gambaran bahwa kita harus bbakti,apa pun kata guru kita harus taat(ta'limul muta'alim).karena kalo kita gak taat pada guru dan guru gak ridho maka kita akan hidup tlunta2,spt saridin santri yg mlawan gurunya. Mari sbg generasi muda gali makna cerita saridin dg akal fikir yg jernih.
Balas Komentar IniSekelumit tentang Kiageng selo ( RB Soghum ketika anak anak, Kiageng Selo Kertoboyo Jayeng Palugon ketika muda, Syeh Ngabdurahman nama tua nya) ,beliau putra dari RB Dhepok atawa biasa dikenal dg nama Kiageng Getaspendawa atawa Syeh Ngabdullah dgn istri putri Susuhunan ing Mojoagung.
Balas Komentar IniSekelumit tentang Kiageng selo ( RB Soghum ketika anak anak, Kiageng Selo Kertoboyo Jayeng Palugon ketika muda, Syeh Ngabdurahman nama tua nya) ,beliau putra dari RB Dhepok atawa biasa dikenal dg nama Kiageng Getaspendawa atawa Syeh Ngabdullah dgn istri putri Susuhunan ing Mojoagung.
Balas Komentar IniAnda orangn asli Pati apa man? kok tau sejarah saridin dan lain - lain . Aku asli Pati memang mengumpulkan cerita sejarah PAti dan sekitarnya
Salam kenal
Balas Komentar Inisaridin adalah icon seseorang yang sempurna
Balas Komentar Inimas aryo........ yg tanya bisa mendapatkan kaset, vcd, mp3 dll (audio atau video) saridin mbok segera dijawab. trus ceritanya bgm tentang saridin masuk peti mati ? pas di pati atau di kudus ?
Balas Komentar Inikemudian saridin juga ke arab hanya naik godong jati ? hebat ya keluguannya, apa masih ada orang yang sakti seperti saridin lepas percaya dak percaya pada era zaman sekarang ?
terakhir ceritanya kliatan masih buanyak yang belum tercover.
ditambahi laggi pak ???????
sukses wong pati !!!!!!!!!!!!!
Slm knl smuanya,ak nak ndari crt dr mulai kabupaten carang soko ¶ng garuda ak th semuanya bahkan sampai jd kabupaten pati asal muasal daerah ak th. Lha wong ak py bukunya babat pati.Begitchu coy
Balas Komentar IniSlm knl smuanya,ak nak ndari crt dr mulai kabupaten carang soko ¶ng garuda ak th semuanya bahkan sampai jd kabupaten pati asal muasal daerah ak th. Lha wong ak py bukunya babat pati.Begitchu coy
Balas Komentar Iniamit-amit mas numpang lewat
Balas Komentar Ininggeh monggo kemawon, angsal kemutan dalan wangsule..
Balas Komentar Inisae mas2 sedoyo, muanteb critane.. sami kaleh srito simbah2 kulo. suwun
Balas Komentar IniAssalamu'alaikum wr wb
Balas Komentar IniMas Aryo, maaf ni.. mo tanya, klo aku kpingin download mp3 saridin ada ndak ya? dulu aku pernah dengar di kaset2 pita. sekarang sudah susah nyarinya..
Tolong ya Mas Aryo... Matur Nuwun.
Wassalamu'alaikum wr wb
Asslm. Mas Hari, Mas Ubik, Mas Ton.. Kados pundi kabaripun. Mga2 selalu sehat. Aku kangen engkung wayah muharaman. Mas, nyuwun tlg manawi wonten tiyang tirakat dhateng makam,dipun sanjangi ampun tumindak syirik. Ampun dangu2 piyambakan ing makam, katah godaane. Smanten. Suwun
Balas Komentar IniPERCAYA GAK PRCAYA HARUS ....... pancen saridin hebat, smpai~2 wong kudus mangane serba daging kebo.Gak enthuk/boleh sembelih sapi kudu/harus kebo. kudus trkenal soto sate kebo dr zaman dulu mpai skrg msh dipercaya gara gara kisah saridin. Klo gak percaya cb cari orang kudus asli yang brani sembelih sapi. Krn dianggap keramat/ menjadi wadal........ salam gae bocah2 pelang margorejo dawe KUDUS.STM Nusantara lu2san 89/90
Balas Komentar Iniseng mesti saridin kuwi wong samin opo wong sekti kok disek crito seko bapakku saridin iku wong rodo samin dekne sekti iku kerono ucapane wali sing mandi
Balas Komentar Inigua sih maunya sowan ke maqomnya beliau.... tapi belum tau tempatnya.....
Balas Komentar Iniah kokg mau berkunjung nenek moyang mu aja gak kamu kunjungi malah orang yang gak ada trah kamu susah untuk pegi kesana. lau mau tau gak ini petanyaan yang harus kamu jawab'petanyaanku jenis kau apakah kayunya nabinuh??? hayo kalau mmau tau nanti aku jawab tapi kamu jangan marah,ntar kalau tau justru malah sadarkan diri
Balas Komentar IniKayu yang digunakan untuk bahtera nabi nuh insyaAllah kayu koka/kauka/kaokah. Gimana syech? Salah pa betul?
Balas Komentar IniAssalamualaikum saya anak kudus tapi bukan tepatnya kota kudus di desa dawe kalo konon malah asal muasl saridin itu dari tetangga desa saya karna nama2 desa yang pernah disinggahi saridin itu muasal ada kejadiannya dan tak lepas dari peran saridin dari semasa dia kecil sampai dewasa dan ahirnya dia menetap di pati dan konon orang kudus dg pati itu tdk cocok bukan semua orang kudus melainkan orang yang dekat dg kasunanan kudus tepatnya kalo org kudus bilang kudus kulon.
Balas Komentar Inidan dari semua peristiwa saridin itu adalah pelajaran bagi saya untuk mengasah batin jiwa raga karna ada makna arti yang terpendam dan lebih bnyk lg.... wassalamualaikum.
Asslm.
Balas Komentar IniSedulur tuwo lan sedulur nom
maqam saridin mang d pati t4ny d kec.kayen.
Konon saridin ktnx sakti mandraguna, itu tk lepas krn dia puny guru, n paling penting dia percy adny gaib, tp dia lbh prcy pd yg mencptkan gaib. Kata org sih dia jrg salat tp k' salat, itu rahsia yg slm ni msh jd pertnyaan pd benakq.
Klo mslh saridin tu samin krn mungkin aja dia g mengenal pendidikan cb anda byngkn klo bcr ama org yg krng berpddkn g nyambung to, pasti dia ugemi apa yg dia blng trsbt n g mo ngalah jdx
wslm
ada ga' cerita detail soal batok kura hisin
Balas Komentar Inidan cerita keturunannya tidak boleh makan ikan cucut dan sayap ayam
aq betul2 g nyangka kalo saridin punya kisah yang menarik untuk dipelajari,aq jadi bangga sendiri pas selesai baca artikel ini yah mungkin karena nama aq sama dengan jagoan ini bedanya aq ada ahmadnya di belakang
,tapi aq masih penasaran dengan kelanjutan cerita ini danjuga kesaktian lain yang dimiliki oleh saridin.
Balas Komentar IniSaridin wis ngejowantah nek ds. Jurangbahas Kec. Wangon kab. Banyumas jenenge genti dadi muhammad taubah he...3X
Balas Komentar Inimas kalo ondo rante itu siapa yaa apa masih ada sodara dengan sariden?saya denger di ketoprak wahyu budoyo waktu ada sedekah bumi di kampungku
Balas Komentar Inikalau boleh tahu, bagaimana sebenarnya cerita desa Landoh itu sendiri?
terima kasih.
Kalau punya waktu, mohon kirimkan ke email saya.
sekali lagi terima kasih...
Balas Komentar Inisenajan sak windu luwih hijrah soko tanah jawi, sejarah pati ora bakal lali, opo maneh aku asli pati, tepate desa triguno kec. pucakwangi,,,,,,,,,,, matur nuwun sanget yen ono crito liyane
Balas Komentar Iniaku siswa kelas VI SD Negeri 01 Kediri Lombok Barat,ayah bundaku dari Pati, Desa Pekalongan Kec. Winong Kab. Pati (timur pasar winong kidul), ayahku sering menceritakan cerita2 tentang sejarah Pati, seneng banget rasanya,,,,palagi nanti kalau pas pulang ke Pati bisa di ajak ke tempat2 yang punya sejarah dengan kota Pati sekarang, I Love yau Pati,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, lam kenal tuk kawan2ku, alamatku : dhilacahpati@yahoo.com
Balas Komentar IniAKU SISWA KELAS 6 SDN 1KEDIRI LOMBOK BARAT.SEKARANG USIA KU MASIH 10 TAHUN KARENA MASUK TK KECEPETAN.AYAH DAN IBUKU BERASAL DARI KAB.PATI KEC.WINONG JAWA TENGAH
ALAMAT EMAILKU dhilacahpati@yahoo.com
Balas Komentar IniNamaku : aulia riezky madhila
Halo teman teman..............................
Balas Komentar Inisaya bernama ihan dan saya sekolah di pagesangan saya suka sekolah di sana
Balas Komentar Inidulu waktu msh SD aku sempat dengerin kaser kethoprak saridin waktu mbunuh kakak iparnya itu. di tempat lek Parjo Parasi desa Pojok Pulokulon sekarang kasetnya entah masih apa ngak
Balas Komentar IniQ MAU TANYA MAS,,APA BENAR SARIDIN PERNAH MENIKAH DNGAN RATU YANG BERNAMA RETNO JINOLI?DAN KLO BOLEH TAU ADA BERAPAKAH ANAK DARI SARIDIN DAN NAMAYA SYPA JA?SELAIN MOMOK DA KAH YANG LAIN DARI ITU?
Balas Komentar IniMaaf saya tidak dapat menjawabnya, mungkin rekan yang lain ada yang bisa.
Balas Komentar IniMenurut kethoprak, kalo nggak salah ingat:
Memang Saridin pernah menikah dengan Retno Jinoli. RJ ini ceritanya kakaknya Sultan Agung, sampai tua nggak menikah2. Setiap menikah, suaminya pasti mati.
Suatu saat Saridin mengembara ke Mataram. Spt biasa, doi selalu bikin onar. Di tempat keramaian, ada orang adu jago, lha Saridin ini malah mengadu "kelabang" lawan jago. Akhirnya si Kelabang yg menang. Karena buat kerusuhan ini, Saridin di tangkap pasukan Metaram dan dihadapkan sultan Agung. Di hadapan Sultan Agung ini kayaknya Saridin bikin akrobat lagi, yg membuat Sultan Agung terpesona dengan kesaktiannya.
Akhirnya Saridin dimintain tolong, mengobati kenapa Retno Jinoli (adik SA), kalo punya suami selalu mati. Akhirnya Saridin dengan kesaktiannya menemukan, ternyata si RJ ini diikutin "JIN" penguasa alas Roban. Singkat cerita saridin ini berhasil mengalahkan si JIN dan akhirnya di kawinkan dengan RJ. Nggak sempat punya anak, akhirnya Saridin minta ijin pulang ke Kayen dengan surat sakti dari sultan agung, biar nggak ditangkap bupati Pati...
Begitu yg saya tahu dari kethoprak pak
Salam kenal
Balas Komentar IniMulyanto
salam kenal
bagi2 dunk
saya tertarik cerita ini.......
yng tau dari awalnya gimana ya sampai saridin jadi muridnya sunsn kalijaga...........
Balas Komentar Inithx
Karena bayinya Saridin, ditemu oleh Sunan Kalijaga di pinggir kali
Balas Komentar IniSalam kenal.
Balas Komentar IniAku Tri, saat ini bersama beberapa teman membuat komunitas pustaka di desa lendah Kulonprogo Yogya.Di desa itu ada Makam Kyai Landoh. Salah satu peninggalan beliau di desa Lendah itu adalah Masjid Al Furgon. Orang-orang sana menyebutknya juga Syeh Jangkung. Setelah baca dan search di internet, Makam Syeh Jangkung juga ada di Pati ya. Lha terus yang di Lendah itu siapa? Bisa dapat info lebih tentang syeh jangkung atau Saridin ini?
Aku dan teman-teman sedang menggali data tentang makam Kyai Landoh di Lendah tsb untuk koran desa.
Nuwun.
Salam Kenal..
Balas Komentar Iniaku pengen ngoleksi kaset ketoprak serial "Saridin/Syeh jangkung" yen ora salah Ketoprak Sri Kencono, Pati...Pemeran Saridin = Tumijantoro, mohon info seko sedulur2, toko kaset ngendi nek Pati sing isih adol kaset kuwi.Meh 15 tauh ono kalimantan, aku rindu karo serial Saridin. Matur Suwun.....Seko: Cah Karangwage
Salam Kenal..
Balas Komentar Iniaku pengen ngoleksi kaset ketoprak serial "Saridin/Syeh jangkung" yen ora salah Ketoprak Sri Kencono, Pati...Pemeran Saridin = Tumijantoro, mohon info seko sedulur2, toko kaset ngendi nek Pati sing isih adol kaset kuwi.Meh 15 tauh ono kalimantan, aku rindu karo serial Saridin. Matur Suwun.....Seko: Cah Karangwage
Menawi kerso monggo kulo aturi mendet MP3 Syeh Jangkung wonten blog meniko: http://apdnsemarang.wordpress.com/
Balas Komentar IniSugeng midangetaken
Mbah jangkung walaupun sudah meninggal tapi tetap menjadi panutan hususnya pada masyarakat pati. Semoga mendapat ridloNya, Amin.
Balas Komentar IniNyuwun sewu, numpang ngangsu kaweruh, saya asli PATI jawa Tengah menurut kulo saridin niku tiyang sing lugu tapi nggadahi ilmu laduni langsung saking kang moho agung amergo nduweni ati ingkang resik lan apik, monggo do tumut langkahe saridin ..HIDUP SARIDIN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Balas Komentar Ini