Tentang Kontes Komodo
Analogi sederhana:
Ketika di suatu kampung datang orang tak dikenal, menawarkan kepada setiap warga kampung suatu kontes Keluarga Terbaik, dengan syarat setiap keluarga yang ikut kontes tersebut harus membayar sejumlah uang. Penyetor terbanyak adalah pemenang kontes Keluarga Terbaik.
Dana setoran dikumpulkan dari sumbangan setiap anggota keluarga, sebanyak-banyaknya melalui SMS premium.
Jika anda menjadi anggota keluarga yang ikut kontes, apa yang anda lakukan?
A. Ikut menyumbang
B. Menasehati anggota keluarga lain untuk tidak ikut kontes konyol ini
Dengan pola pikir "ah murah saja, toh kalo menang ikut bangga", besar kemungkinan anda pilih A.
Jika memilih B, bukan berarti tidak sayang keluarga. Justru sebaliknya, karena tidak rela melihat keluarga anda dibodohi. Meskipun murah, tetapi tetap saja itu bisnis pembodohan.
Penyelenggara kontes bukan siapa-siapa, hanya pribadi yang pede mengadakan kontes, dan kita tetap bisa menjadi keluarga yang baik tanpa ikut lomba konyol itu. Meskipun kontes tersebut didukung oleh mantan wakil ketua kampung.
Ketika ada anggota keluarga berusaha mengajak kembali ke pemikiran yang benar, tidak berarti mengundang keributan. Namun itu kembali ke level pemahaman masing-masing juga.
Sayang keluarga bukan dengan cara membiarkan keluarganya dibodohi.
Informasi lebih lengkap bisa dibaca di:
FAQ Tentang New7Wonders

Komentar Terbaru