Cara Makan Cabe
Baru ingat, ternyata sudah lama tidak posting di blog ini, karena ide untuk ngeblog selalu "dicuri" oleh Facebook maupun Twitter :(
Untuk sekedar mengupdate content, kali ini posting sesuatu yang tidak penting banget.
Cabe, atau cabai, atau lombok, hampir dapat dipastikan selalu ada di setiap dapur orang Indonesia pada umumnya, dan orang Jawa pada khususnya. Dan lebih khusus lagi adalah orang Padang. Sayur yang banyak mengandung vitamin A dan C ini begitu menyatu dengan kehidupan masyarakat kita, sehingga rasanya sulit untuk memasak tanpa adanya cabe.
Selain menambah selera makan, cabe juga dipercaya memiliki zat anti oksidan dan mengendalikan penyakit kanker.
Namun demikian, begi penderita penyakit tipes dan gangguan maag, memakan cabe dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Mereka harus meminimalkan konsumsi cabe. Hal ini sungguh tidak nyaman bagi penggemar cabe, seperti saya misalnya.
Berangkat dari hal tersebut, saya menemukan cara jitu agar tetap dapat merasakan pedesnya cabe, namun dengan tingkat konsumsi yang sedikit.
Bila kita perhatikan, ketika seseorang memakan cabe, misalnya sambil makan gorengan atau nasi goreng, mereka berusaha menyembunyikan pedasnya cabe di balik makanan yang dimakan. Cabe diselipkan dalam gorengan, atau dalam nasi goreng, baru kemudian dikunyah.
Hal tersebut dapat meredam pedasnya cabe.
Benar. Tapi hal tersebut juga berimbas pada banyaknya cabe yang dikonsumsi ke dalam perut. Bisa jadi 3 cabe, 4, atau bahkan lebih, tanpa kepedesan.
Pertanyaannya menjadi: apa yang sebenarnya dibutuhkan? banyaknya cabe yang dimakan, atau pedasnya cabe?
Konsep awalnya tentu bukan banyaknya cabe yang dimakan, tapi merasakan pedasya cabe.
Nah, untuk hal tersebut, ketika memakan sesuatu yang dibarengi cabe, cobalah memakan 1 batang cabe dulu, dihabiskan. Baru kemudian makan gorengan atau nasi gorengnya. Ketika pedasnya mereda, ulangi lagi makan 1 batang cabe.
Rasa pedasnya akan lebih menyengat, bahkan untuk 1 bungkus nasi goreng cukup dengan 2 atau 3 batang cabe saja, pedesnya lebih berasa dibandingkan 5 cabe yang disembunyikan di dalam gorengan atau nasi goreng.
Dengan cara ini, meskipun rasa pedas lebih terasa, tapi jumlah cabe yang dikonsumsi perut akan lebih sedikit, sehingga lebih aman untuk kesehatan kita.
Demikian posting tidak penting kali ini.

Komentar Terbaru