" /> Mahesa Jenar: September 2010 Archives

« August 2010 | Depan | October 2010 »

September 20, 2010

Membuat Akte Lahir dari Nikah Siri

Nikah siri beserta kontroversinya sudah menjadi fenomena umum di masyarakat kita. Ada yang menjalaninya dengan sadar dan ikhlas, ada pula yang dengan terpaksa karena keadaan. Namun ada pula yang asal menjalani, bahkan ada yang tidak sesuai syariat sekalipun pokoknya sudah merasa nikah.

Apapun itu, seperti kata pepatah: penyesalan ada di belakang. Lebih parah lagi jika penyesalan ada di depan dan belakang.

Bagi yang berpegang teguh bahwa nikah siri sudah cukup, sudah halal menurut agama, jangan melupakan bahwa kita tinggal di suatu negara dengan segala peraturannya.

Jika sudah yakin bahwa selamanya tidak akan berurusan dengan negara, mungkin ok saja melakukan nikah siri dan lepas dari aturan negara.

Salah satu efek dari nikah siri adalah pernikahannya tidak tercatat oleh negara, padahal dari catatan itulah nantinya data kelahiran anak dimulai. Jika tanpa catatan pernikahan, (lazimnya) bagaimana ada catatan kelahiran.

Namun untungnya negara memfasilitasi kondisi ini, dimana jika warganya sudah terlanjur menikah siri, dan tidak mungkin melangsungkan nikah resmi (misalnya jika si suami sudah terlanjur pergi ke negeri antah berantah / hilang tanpa jejak), masih memungkinkan bagi anak untuk mendapatkan akte kelahiran.

Beberapa hari yang lalu aku kebagian tugas membantu mengurus akte lahir dari pembantu mertua, yang sudah gede-gede (lahir 1996 dan 2000) tapi belum memiliki akte lahir.

Bekal yang aku punya hanya surat keterangan kelahiran dari kelurahan. Untung saja ada ini, jika tidak, entah bagaimana membuktikan kelahiran 2 anak tadi.

Setelah mencari info sana-sini, maka yang harus disiapkan untuk dapat membuat akta lahir dari nikah siri adalah:

  1. KK asli orang tua (tentu saja cuma ada ibu), difotocopy 1 lembar
  2. KTP asli orang tua, fotocopy 1 lembar
  3. Surat keterangan kelahiran asli dari kelurahan
  4. Surat keterangan kelahiran dari bidan/RS. Karena pada kasus ini anaknya lahir ditangani dukun, maka harus membuat surat pernyataan bahwa anak tersebut lahir di rumah dengan ditangani dukun. Surat pernyataan ditandatangani dan disertai dengan 1 lembar meterai, dan dilegalkan oleh RT, RW dan kelurahan.
  5. Mengisi formulir pengajuan pembuatan akte terlambat yang dapat diambil di kantor pencatatan sipil, dan menyertakan 1 lembar meterai 6 ribu serta ditandatangani oleh kelurahan setempat

Demikian, pengajuan akte lahir akan segera diproses dan anak dapat memiliki akte lahir yang sah.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan akte lahir dari nikah siri dan nikah formal, yaitu anak tercatat sebagai anak dari ibu, tanpa nama bapak. Secara teknis mungkin tidak ada masalah, tapi jika tidak disikapi dengan bijak, dapat membawa dampak emosional pada mental anak.

Moral o the story: mari ikut aturan :)

September 15, 2010

Permak Nama Pada Buku Kontak

Di kalangan anak muda banget a.k.a ABG, tidak asing jika di phonebook mereka banyak (bahkan semua) nama teman-teman mereka tertulis dengan huruf aneh-aneh. Menggunakan karakter unicode, disusun dengan telaten sekali untuk membentuk tulisan nama yang katanya lebih cantik dan lebih gaul.

Malah bagi mereka akan berasa aneh jika suatu nama ditulis apa adanya tanpa permak. Terutama nama pacar, hampir pasti akan dibentuk serumit mungkin.

Beberapa contoh nama yang dipermak:

nama_permak.jpg

Sebenarnya fenomena ini sudah terjadi sejak lama sekali, dengan segala resikonya. Beberapa resiko yang dihadapi dengan melakukan permak nama kontak adalah:

  1. Susah dicari, terutama pada saat keadaan darurat. Hal ini dapat disiasati dengan tidak mengubah huruf pertama pada nama yang bersangkutan.
  2. Rusak jika dilakukan backup / restore ke komputer. Penyebabnya adalah charset yang berbeda tiap platform. Ketika nama dicopy ke komputer dengan charset berbeda, bisa dipastikan akan terjadi perubahan huruf pada nama tersebut. Dan ketika dicopy ulang ke HP, jelas akan berbeda dengan sebelumnya. Bahkan mungkin menjadi tidak terbaca.

Meskipun begitu, menurutku resiko permak nama pada HP lebih sedikit resikonya dibanding dengan permak nama pada BlackBerry (BB). Alasannya, permak nama yang dilakukan oleh pemilik HP, dilakukan sendiri, dengan style sendiri, sehingga ketika akan mencari suatu nama, dia tau seluk-beluk format penulisan karangannya sendiri.

Pada BB, permak nama dilakukan oleh pemilik nama, diluar kontrol pemilik buku kontak. Jika masih mengandung nama asli, masih bisa dilakukan 'search' nama yang bersangkutan. Tapi demi gaya dan gaul yang tanpa batas, kadang nama dipermak secara keterlaluan dan habis-habisan hingga tanpa makna.

Misalnya adalah:

Capture20_4_51.jpg

Keempat nama di atas tentu akan sulit dicari, karena sudah melenceng dari nama aslinya. Bayangkan jika sudah memiliki lebih dari 500 kontak dengan format begitu, mimpi buruk untuk mencari suatu nama.

Mana yang paling parah dari 4 nama tersebut di atas? Yang STMJ? Yang cuma titik? 2 sisanya juga sulit dicari melalui menu Search.

Jika hendak terlihat gaul yang wajar, bisa seperti ini:

Capture20_5_51.jpg

Tapi tetap sulit, karena dibutuhkan effort lebih untuk mengingat-ingat nama apa yang dipakai.

Yang lebih elegan dan tidak mempersulit, dengan penulisan nama seperti ini:

Capture20_5_21.jpg

Lebih nampak profesional dan tidak terkesan latah karena punya BB :)

NB: permohonan maaf buat nama-nama yang dijadikan korban contoh di atas tanpa ijin yang bersangkutan, hihihi. *kabur*


Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi