" /> Mahesa Jenar: February 2010 Archives

« January 2010 | Depan | June 2010 »

February 19, 2010

Grup Legendaris: Nasida Ria

Semakin terlindas zaman, mungkin itulah nasib musik qosidah. Berbagi ruang dengan aliran musik baru, baik dalam maupun luar negeri, membuat musik ini lebih jarang terdengar.

Itu dibanding dengan masa kecilku dulu, saat hampir tiap hari terdengar musik qosidah, baik di rumah-rumah, di acara-acara tertentu, maupun di surau dan musholla. Sebegitu seringnya, sampai ada beberapa lagu yang lirik dan nadanya masih terpatri di otak hingga saat ini. Salah satu lagu favoritku adalah Tahun 2000 dan Kota Santri, dan masih hafal liriknya dari awal hingga akhir, padahal sudah puluhan tahun (1990-2010) tidak pernah mendengarnya.

Baru saja saat browsing, aku nemu link koleksi lagu-lagu qosidah, dan kebetulan berisi grup Nasida Ria yang berasal dari Semarang. Segera saja aku download beberapa lagu tersebut, dan mengingat kembali masa-masa kejayaan lagu tersebut.

Berikut ini koleksi lagu Nasida Ria: http://downloadmp3indonesia.net/mp3-nasida-ria/

Lagu-lagu ini berisi nasehat yang tak lekang oleh zaman. Bahkan beberapa lagu diproduksi ulang oleh Radja (Perdamaian) dan Krisdayanti (Kota Santri).

Kenangan dari grup Nasida Ria adalah kedatangan salah satu vokalis andalannya, Muthoharoh, diundang dalam suatu acara di desa kami. Cewek cantik bersuara merdu tersebut diundang sebagai Qori'.

Kira-kira gimana tampangnya sekarang ya.


Berikut ini lirik Tahun 2000:



Tahun duaribu tahun harapan,
Yang penuh tantangan dan mencemaskan
Wahai pemuda dan para remaja,
Ayo siapkan dirimu
Siapkan dirimu, siap ilmu siap iman
Siap

Tahun duaribu kerja serba mesin,
Berjalan berlari menggunakan mesin
Manusia tidur berkawan mesin,
Makan dan minum dilayani mesin

Sungguh mengagumkan tahun duaribu
Namun demikian penuh tantangan

Penduduk makin banyak,
Sawah ladang menyempit
Mencari nafkah smakin sulit
Tenaga manusia banyak diganti mesin,
Pengangguran merajalela

Sawah ditanami gedung dan gudang,
Hutan ditebang jadi pemukiman
Langit suram udara panas akibat pencemaran

Wahai pemuda remaja sambutlah tahun 2000 penuh semangat
Dengan bekal ketrampilan, serta ilmu dan iman

Bekal ilmu dan iman


February 11, 2010

Bangsa Perekayasa

Jaman dahulu, masyarakat sering dengan mudahnya percaya dan manut saja apa kata penguasa. Yang tidak manut dihilangkan tanpa jejak. Atau dibuatkan skenario yang mana pada akhirnya masyarakat maklum dan ngikut saja apa kata sutradara ketika seseorang dieksekusi.

Namun di jaman ini, kecerdasan masyarakat sudah meningkat --sebanding dengan peningkatan jumlah kebodohan tentu saja. Tingkat kemampuan berpikir kritis sudah jauh lebih maju, didukung dengan pertukaran informasi yang sangat cepat. Skenario yang berusaha dibentuk oleh penguasa akan cepat ketahuan lobangnya.

Sayangnya hal tersebut kurang disadari oleh penguasa. Ato mungkin disadari, namun mau gimana lagi. Akhirnya skenario yang bobrok dan tambal sulam tetap dipaksakan. Rekayasa harus tetap jalan. Logika hukum dan kepatutan norma sudah tidak dipertimbangkan. Pokoknya™

Gambaran seperti Jaksa Urip Tri Gunawan, sudah tertangkap basah menerima suap, masih mengelak dengan alasan jual beli permata. Begitulah gambaran penguasa saat ini. Hal yang gamblang pun masih ditutup-tutupi.

Dalam kasus Antasari Azhar, jika dirunut dan di-zoomout, jelas sekali terlihat alur yang ditentukan. Setelah berhasil mengobrak-abrik kenyamanan para koruptor, mendadak beliau difitnah dan dinyatakan bersalah dalam persidangan yang tidak memberikan bukti kuat bahwa terdakwa bersalah. Jaksa yang tidak memiliki bukti kuat juga ngotot untuk hukuman mati. Secara logika sudah terlihat jelas adanya alur yang dipaksakan. Ada apa ini?

Dalam lampiran saya sertakan tindakan tegas Antasari Azhar terhadap para koruptor. Dari situ terbaca jelas kepentingan pemerintah beserta lembaganya untuk meniadakan Antasari, yang mengancam kenyamanan mereka. Jika dibiarkan, Antasari bisa membersihkan semua koruptor, termasuk membongkar kasus Bank Century dan korupsi IT KPU.

Dengan presiden yang terkesan bersih dan tidak ikut-ikutan dalam kekotoran, dengan kejagung yang pendendam, dengan DPR yang rajin memboroskan uang negara, dan dengan ketimpangan ekonomi, negara ini akan selalu rawan rekayasa.

Kenapa masyarakat harus peduli Antasari?
Karena Antasari berani menyerang koruptor, yang akhirnya dihukum dengan rekayasa konyol.

Kenapa masyarakat mesti memerangi koruptor?
Karena mereka mengambil uang negara yang sedianya untuk masyarakat.

Lalu apa tindakan yang seharusnya dilakukan?
Entahlah, saat ini saya hanya bisa menulis, sambil menyesali pilihan saat pemilu kemarin.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Lampiran:

Inilah Daftar Tersangka Kasus Korupsi Sejak Antasari Sebagai Ketua KPK

Oleh Arif Hidayat, Sumbawanews.com

Selasa, 12 Mei 2009 11:32 -

Berikut daftar tersangka kasus Korupsi Sejak Antasari Sebagai Ketua KPK:

  1. Mantan Kapolri Rusdihardjo. Ditahan sejak 16 Januari 2008 di Rutan Brimob Kelapa Dua. Terlibat kasus dugaan korupsi pada pungli pada pengurusan dokumen keimigrasian saat menjabat sebagai Duta Besar RI di Malaysia. Dugan kerugian negara yang diakibatkan Rusdihardjo sebesar 6.150.051 ringgit Malaysia atau sekitar Rp15 miliar. Rusdiharjo telah divonis pengadilan Tipikor selama 2 tahun.
  2. Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong dan mantan Kepala Biro BI Surabaya Rusli Simanjuntak. Ditahan KPK sejak 14 Februari 2008 Oey Hoey Tiong ditahan di Rutan Polda Metro Jaya Rusli Simanjuntak ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua. Kedua petinggi BI ini ditetapkan tersangka dalam penggunaan dana YPPI sebesar Rp 100 miliar. Mantan Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong dan mantan Kepala Biro BI Rusli Simanjuntak yang masing-masing empat tahun penjara.
  3. Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah. Ditahan sejak 10 April 2008 di Rutan Mabes Polri. Burhanuddin diduga telah menggunakan dana YPPI sebesar Rp 100 miliar. Burhanuddin sudah di vonis pengadilan tipikor lima tahun penjara.
  4. Aulia Pohan, besan Presiden SBY. Aulia Pohan ditahan sejak Kamis 27 November 2008. Dia bersama tersangka lain, Maman Sumantri mendekam di ruang tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sementara Bun Bunan Hutapea dan Aslim Tadjuddin dititipkan oleh KPK di tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Mereka diduga terlibat dalam pengucuran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar.
  5. Jaksa Urip Tri Gunawan dan Arthalita Suryani. Jaksa Urip dan Arthalita ditangkap pada 2 Maret 2008. Urip ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Arthalita ditahan di Rutan Pondok Bambu. Jaksa Urip tertangkap tangan menerima 610.000 dolar AS dari Arthalita Suryani di rumah obligor BLBI Syamsul Nursalim di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Urip divonis ditingkat pengadilan Tipikor dan diperkuat ditingkat kasasi di Mahkamah Agung selama 20 tahun penjara. Sedangkan Arthalita di vonis di Tipikor selama 5 tahun penjara.
  6. Pimpro Pengembangan Pelatihan dan Pengadaan alat pelatihan Depnakertrans Taswin Zein. Ditahan 12 Maret 2008 di Rutan Polda Metro Jaya. Taswin diduga terlibat dalam kasus penggelembungan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Depnakertrans tahun 2004 sebesar Rp 15 miliar dan Anggaran Daftar Isian sebesar Rp 35 miliar. Taswin telah di vonis Pengadilan Tipikor selama 4 tahun penjara.
  7. Mantan Gubernur Riau Saleh Djasit (1998-2004). Ditahan sejak 20 Maret 2008 di Rutan Polda Metro Jaya. Saleh yang juga anggota DPR RI (Partai Golkar) ditetapkan sebagai tersangka sejak November 2007 dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 20 unit mobil pemadam kebakaran senilai Rp 15 miliar. Saleh Djasit telah di vonis Pengadilan Tipikor selama 4 tahun penjara.
  8. Mantan gubernur Jawa Barat Danny Setiawan dan Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto Sindung Mawardi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Damkar. Danny Setiawan ditahan KPK pada 10 November 2008. Dia kini mendekam di rutan Bareskrim Mabes Polri. KPK juga menahan mantan Kepala Biro Pengendalian Program Pemprov Jabar Ijudin Budhyana dan mantan kepala perlengkapan Wahyu Kurnia. Ijudin saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Jabar. Selain itu KPK telah menahan Ismed Rusdani pada Rabu (12/12/08). Ismed yang menjabat staf biro keuangan di lingkungan Pemprov Kalimantan Timur ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Damkar juga menyeret Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok Yusuf juga ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 22 September 2008
  9. Anggota DPR RI (PPP) Al Amin Nur Nasution dan Sekda Kabupaten Bintan Azirwan. Ditangkap tanggal 9 April 2008, Al Amin ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Sekda Bintan Azirwan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Al Amin tertangkap tangan menerima suap dari Azirwan. Saat tertangkap ditemukan Rp 71juta dan 33.000 dolar Singapura. Mereka ditangkap bersama tiga orang lainnya di Hotel Ritz Carlton.
  10. Anggota DPR RI (Partai Golkar) Hamka Yamdhu dan mantan Anggota DPR RI (Partai Golkar) Anthony Zeidra Abidin. Ditahan pada 17 April 2008, Anthony Z Abidin yang juga menjabat Wakil Gubernur Jambi ditahan di Polres Jakarta Timur, Hamka Yamdhu ditahan di Rutan Polres Jakarta Barat. Hamda dan Anthony Z Abidin diduga menerima Rp 31,5 miliar dari Bank Indonesia.
  11. Bupati Lombok Barat Iskandar dan Dirut PT Varindo Lombok Inti Izzat Husein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tukar guling (ruilslag) bekas kantor lama bupati Lombok Barat. Iskandar divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor karena terdakwa diduga mengalami kelainan jiwa selama proses persidangan, sedangka Izzat di vonis 4 tahun penjara.
  12. Mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ranendra Dangin ditahan KPK pada Kamis, 8 Januari 2009 di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Rendra dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula pasir putih yang dilakukan atas kerja sama antara PT RNI dan Bulog.
  13. Proyek pengadaan Alkes senilai Rp 190 ,5 miliar di Depkes RI, KPK telah menetapkan dua tersangka rekanan Depkes yakni mantan Direktur Utama Kimia Farma Gunawan Pranoto dan Direktur PT Rifa Jaya Mulia Rifai Jusuf.

Tersangka lain setelah Antasari Ashar di Tahan di Mapolda Metro Jaya:

  1. KPK menetapkan satu tersangka pada Selasa (5/5/09) dalam kasus dugaan korupsi PLN Distribusi Jawa Timur. Tersangka itu HARYADI SADONO mantan General Manager PLN Distribusi Jawa Timur yang sekarang menjabat Direktur PLN Distribusi Luar Jawa, Madura, dan Bali.
  2. KPK menahan mantan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Syahrial Oesman, Senin (11/5/09) dalam kasus kasus korupsi proyek pelabuhan Tanjung Api-api, Sumsel. Syahrial ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.
Sumber: Internet

February 6, 2010

Memilih Dokter Anak

Ketika si kecil sakit, orang tua bukan hanya ikut merasakan sakitnya, namun lebih jauh lagi akan merasa kasihan, merasa ingin menggantikan sakitnya, dan yang lebih utama adalah merasa khawatir.
Tersiksa sendiri.

Dalam kondisi seperti itu, maka langkah apapun akan dilakukan, uang berapapun akan dikeluarkan, termasuk membawa anak ke dokter spesialis terbaik.

Namun bagaimana jika dokter yang diharapkan menjadi pahlawan, justru membelokkan harapan itu?

Pertama kali ke dokter anak adalah ke dokter W yang praktek dekat rumah. Saat itu Naza sedang sakit pilek dan sesak nafas. Oleh dokter, Naza hanya diperiksa sekilas, dan memberikan vonis bahwa Naza terkena asma.

Sebagai orang tua yang sedang kritis terhadap kondisi anak, feelingku mengatakan bahwa pemeriksaan itu terlalu instan. Benar memang aku tidak paham dunia medis, namun cara memeriksa seperti itu, rasanya kurang menyeluruh. Kita ingin dokter tampak lebih serius.

Dan benar, ketika tidak segera membaik, aku periksakan Naza ke dokter B di dekat Dieng Plaza, dan Naza dinyatakan tidak terkena asma. Hanya saat itu sedang musim pancaroba dan bayi merespon dengan seperti itu. Beberapa hari kemudian kondisinya sudah membaik dan kembali normal.

Dokter W tadi juga yang memvonis anaknya Rakhmat terkena autis, tetapi ketika diperiksakan ke dokter di Surabaya, ternyata bukan autis.

Kejadian kedua adalah kemarin lusa, saat Naza mengalami demam selama 3 hari. Saat dibawa ke dokter B, pemeriksaan dirasa terlalu sekilas, dan mengatakan Naza tidak apa-apa, hanya perlu obat penurun panas.

Malam harinya, Naza masih demam dan muntah saat diberikan obat dari dokter B. Tengah malam, karena sebelumnya obatnya dimuntahkan, kita coba beri obat itu lagi, namun dimuntahkan lagi setelah sempat beberapa saat di perutnya.

Besoknya kondisinya justru semakin parah, Naza tidak mau makan apapun, bahkan air susu ibunya juga ditolak. Yang mau dia telan hanyalah air putih.

Setelah seharian tidak mendapat makanan yang cukup, kondisinya makin lemah. Sorenya aku bawa dia ke dokter L yang berada di jalan TRIP.

Saat diperiksa secara seksama (lebih detail dibanding dokter sebelumnya), diketahui bahwa Naza mengalami panas dalam dan sariawan. Obat yang dari dokter B dihentikan kecuali penurun panasnya, dan diberi obat baru oleh dokter L.

Malamnya Naza sudah tidak terlalu demam, dan hari ini sudah ceria kembali.

Dari rentetan kejadian tersebut dapat disimpulkan kadang kala dokter yang menurut sebagian orang adalah sangat bagus, bahkan kita sendiri pernah membuktikannya, ternyata tidak selamanya begitu. Misalnya dokter B yang sebelumnya mendiagnosa Naza dengan benar, di kasus berikutnya ternyata salah diagnosa, yang efeknya adalah salah memberikan obat.

Ada juga dokter yang dipercaya sangat teliti oleh temanku T, ternyata salah memberikan dosis obat pada anaknya temanku yang lain, J, sehingga mengalami panas tinggi dan gangguan kulit.

Karenanya, slogan "buat anak kok coba-coba" rasanya memang pantas dilanggar demi mendapatkan dokter spesialis anak yang tepat.

February 5, 2010

Ada Yang Salah Di Negeri Ini

Jalanan macet dan penuh, tetapi lomba target penjualan kendaraan bermotor semakin merajalela. Pengurusan dan pengontrolan SIM sangat buruk sehingga mempercepat pertumbuhan driver dan rider bego di jalanan.

Pengadilan dan penjara sudah menjadi rahasia umum bukanlah suatu tempat untuk mendapatkan keadilan dan hukuman. Para pembela HAM dan pemberantas korupsi rawan berakhir dengan racun arsenik atau difitnah selingkuh dan terancam hukuman mati.

Masyarakat yakin beragama, tetapi murka saat diungkapkan bahwa dirinya melanggar aturan agama yang dianutnya. Ghibah jelas-jelas haram tapi berontak saat infotainment dinyatakan haram. Terbiasa bercinta dengan pacar namun merasa terhina saat berpelukan pada prewedding dilarang.

Orang kaya yang dengan mudahnya melempar ratusan ribu di mall tanpa terasa, namun sulit melempar recehan ke pengemis jalanan. Para pengemis yang masih segar bugar, lebih memilih duduk malas dan pasang wajah memelas daripada bekerja keras. Yang tidak pantas jadi pengemispun memilih menurunkan derajatnya sendiri dengan menyamar jadi penerima BLT dan SKTM, menggusur mereka yang layak menerimanya.

Sementara rakyat melihat wakilnya dengan sinis, para dewan justru duduk manis... no komen wis.

Ada yang salah di negeri ini. Harus kita perbaiki.

Dukung saya menjadi Presiden RI - 2012.

Presiden kiamat.


Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi