" /> Mahesa Jenar: October 2009 Archives

« September 2009 | Depan | November 2009 »

October 23, 2009

Theme Song Mahesa Jenar

Saat bersih-bersih dan menata ulang ribuan folder yang malang melintang tak tentu arah, aku menemukan file MP3 yang menceritakan tentang sosok Mahesa Jenar. Aku rasa ini cukup aneh, karena koleksi MP3 bagian lagu jawa sudah lama sekali tidak diupdate, berarti sudah lama sekali aku punya file itu. Dan tidak menyadari bahwa itu adalah theme song Mahesa Jenar. Ini juga berarti aku tidak tau dari mana file itu aku dapat.

Lagu ini bergenre keroncong(?), penyanyi tidak diketahui, namun sekilas mirip suara Waljinah. Dan sudah aku upload di 4shared. Silakan kalo berkeinginan download.

Berikut ini syair dari lagu tersebut, yang dengan susah payah aku dengarkan karena menggunakan bahasa yang tidak sehari-hari digunakan. Mohon koreksi lirik dan artinya:

Kaloking ra pilih tanding, Maheso Jenar
Satriyo ing Pengging
Satriyo didgyo lelono
Ngupoyo sabuk inten nogo sosro

Tansah marbrenggo beboyo, Maheso Jenar
Bakti mring negoro
Mandap jurang nasak wono woso
Kayungyun hyuwanane roso

Poro kang ambeg angkoro memalangi sedyo utomo
Nanging pinasti lebur musno ketiban aji sosro birowo

Nora pamrih kalenggahan, Maheso Jenar
Wani kataniris
Ngeronce atine asmoro kelawan wong ayu dyah Roro Wilis

Terjemahan (xxx berarti aku tidak tau artinya :P )

xxx tidak pilih tanding, Mahesa Jenar
Ksatria dari Pengging
Ksatria sakti yang berpetualang
Mencari keris Naga Sasra dan keris Sabuk Inten

Selalu menemui mara bahaya, Mahesa Jenar
Berbakti kepada negara
Turun jurang dan menyisir hutan
xxx xxx rasa

Para penjahat berusaha menghalang-halangi langkahnya
Namun mati hancur terkena ajian Sosro Birowo

Tidak punya pamrih kedudukan, Mahesa Jenar
Berani xxx
xxx hatinya terkena asmara pada wanita cantik bernama Roro Wilis

Bagi siapapun penyanyi dan pencipta lagu ini, saya haturkan terimakasih.

Download Link

October 20, 2009

Heran dan Kaget

Menurut KBBI:

he·ran /héran/ a 1 merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; 2 aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar;

ka·get /kagét/ a terperanjat; terkejut (krn heran): Ibu sangat -- ketika mendengar berita tt kematian adiknya;
me·nga·get·kan v membuat (menyebabkan) kaget; mengejutkan; dng tiba-tiba datang (menyerang dsb): tembakan itu ~ penduduk;
ke·ka·get·an n perihal kaget


Menurut saya:
heran = ketidakmampuan memahami sesuatu dengan data yang dimiliki
kaget = ketidaksiapan menerima sesuatu hal yang terjadi

Heran dan Kaget adalah kondisi wajar setiap manusia. Hal ini karena terbatasnya kemampuan manusia untuk menyerap dan menyimpan informasi dari alam semesta yang begitu luas, dan kejadiannya yang begitu kompleks, sehingga akan selalu ada hal baru yang tidak dikenali otak.

Saat ada hal baru masuk ke otak, dia akan mencoba memahami sesuai data yang dimilikinya. Bagi sebagian orang, otak akan terhenti saat tidak dapat menemukan informasi tentang hal tersebut. Kondisi inilah yang disebut sebagai heran.

Namun bagi sebagian yang lain, yang selalu mengembalikan setiap kejadian kepada sang pemelihara alam, tidak ada kesempatan untuk heran. Ketika ada hal yang tidak dipahami, dia tau bahwa itu adalah hasil karyaNya. Itu sudah.

Itulah, bagi orang yang terpelihara, akan sulit untuk merasa heran, merasa kaget, menyesali suatu kejadian dan sejenisnya. Sebab dia selalu nyambung dengan Penciptanya.

Imam Ali a.s. mengatakan, "Andaikan hijab disingkapkan dari hadapanku maka keyakinanku tidak akan bertambah"

Maksudnya adalah seandainya semua rahasia alam ini dibuka dan diperlihatkan kepada beliau, iman beliau tidak akan bertambah. Hal tersebut dikarenakan beliau sudah yakin bahwa segala sesuatu adalah milikNya, sehingga meskipun dibukakan rahasia, tidak mempengaruhi keyakinan itu. Tidak ada kesempatan untuk heran.

Kata-kata yang terkenal dari bapak pembangunan HM Soeharto adalah "Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, Ojo Dumeh".

Orang yang selalu mawas diri, sadar bahwa setiap kejadian adalah atas kehendakNya, tentu akan sulit untuk kaget.

Orang yang selalu sadar bahwa segala sesuatu adalah karyaNya, akan sulit untuk Gumun (heran).

Orang yang selalu paham bahwa segala sesuatu adalah milikNya, akan sulit untuk Dumeh (mentang-mentang).

Menurut aku: heran = rendahnya tingkat kesadaran spiritual.


October 2, 2009

Telkomsel Keterlaluan

Sejak awal, citra Telkomsel sangatlah bagus. Bahkan bagiku, Telkomsel termasuk market leader provider seluler di Indonesia. Kalo bicara motor, Honda adalah nomor 1. Kalo soal search engine Google nomor 1, dan soal provider seluler, Telkomsel nomor 1.

Tapi sungguh tidak dapat dipercaya Telkomsel melakukan tindakan brengsek seperti ini.

Baiklah, secara hukum dan klausul kontrak, mereka berhak mengubah syarat dan ketentuan fair usage. Namun upaya penurunan fair usage Telkomsel Flash dari 2GB yang ada di awal kontrak menjadi 500MB adalah sangat keterlaluan.


Abusive User

Alasan yang dikatakan Telkomsel adalah bahwa langkah tersebut diambil karena banyak abusive user (penyalahgunaan bandwidth) sebanyak 3% (awalnya ngaku 10%).

Namun jika ditinjau, adanya abusive user adalah masalah internal Telkomsel. Itu ketidakbecusan mereka menjaga trafficnya dari abusive user. Kok pelanggan lain (semua pelanggan lain tepatnya) yang dikorbankan. Ini jelas alasan goblok.

Kenapa bukan abusive user itu saja yang diberantas?
Harusnya abusive user itu yang dicekik ketika sudah melewati batas fair usage.
Telkomsel tidak dapat mengetahui siapa saja yang melakukan abuse? Sekali lagi, itu ketidakmampuan mereka. Pakai tenaga ahli, pecat yang sekarang. Bukan malah pelanggan yang dikorbankan.

Simplenya, 3% abuse dan 97% lainnya ikut dihukum. Padahal kita tidak tau siapa yang 3% itu. Padahal kita bayar kontrak untuk 2GB.


Survei Aneh

Alasan bahwa survei menunjukkan rata-rata penggunaan quota per pelanggan per bulan sebanyak 500MB adalah aneh. Secara logika tidak masuk akal. Dapat dari mana statistik itu?

Kita hitung sekilas:

  1. Untuk buka Detik.com, per page kira-kira 150KB. 10 halaman sudah sekitar 1MB
  2. Facebook, halaman depan sudah lebih dari 500KB
  3. Gmail, buka pertama saja sudah sekitar 1MB

(#1 dan #2 dihitung menggunakan Firebug, #3 dengan metode save-as page)

Untuk aktifitas ngirit sekali, tidak termasuk download, seharian bisa mencapai 20MB. Per bulan sudah jelas terlihat > 500MB

Kalo rata-rata yang didapatkan Telkomsel adalah 500MB, secara statistik kasar berarti banyak pengguna Telkomsel menggunakan bandwidth jauh di bawah < 500MB (agar bisa mendapat rata-rata 500MB), bahkan mungkin harus ada yang 0MB per bulan. Pertanyaannya, siapakah mereka? Pantaskah mereka diperbandingkan dengan pengguna normal?

Baiklah, kita bisa menerima ungkapan yang terkenal: "mau murah kok minta cepat". Akan tetapi yang terjadi sekarang sangatlah keterlaluan.

Saat ini, jangankan menghabiskan 500MB, sedangkan untuk membuka Gmail saja kadang bisa dan terlalu sering tidak bisa. Dengan cara seperti ini, sangat mungkin statistik Telkomsel di atas akan terjadi, yakni tidak ada pelanggan yang bisa menghabiskan fair usage 500MB.

Sedangkan mendapat kecepatan 5KBps saja sudah mewah sekali.

Saya tidak katakan Presiden perlu menegur atau tidak. Tapi kalo saya jadi presiden, saya tendang Telkomsel. (inspired dari JPNN)


Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi