" /> Mahesa Jenar: March 2009 Archives

« February 2009 | Depan | April 2009 »

March 20, 2009

Patuh Pada Guru

Dongeng lagi ^^

Kisah tentang kepatuhan Bima (Werkudara) pada perintah gurunya, Resi Dorna. Kalau dalam pewayangan adalah kisah Dewa Ruci.

Suatu saat, Kurawa bermaksud menyingkirkan Bima, sebagai yang terkuat di antara para Pendawa lainnya. Untuk itu mereka memanfaatkan Resi Dorna yang juga merupakan guru dari Pendawa.

Resi Dorna memberikan perintah pada Bima untuk mencari Sarang Angin, yang terletak di Gunung Candramuka, gunung angker penuh bahaya. Tujuannya adalah agar Bima terbunuh di gunung tersebut.

Bima yang terkenal kuat, jujur, dan patuh pada gurunya, mengikuti perintah gurunya tanpa curiga sedikitpun, meski sudah diperingatkan oleh para sodaranya.

Sampai di gunung itu, Bima bertemu dengan 2 raksasa, Rukmuka dan Rukmakala. Terjadi pertempuran sengit yang akhirnya dimenangkan oleh Bima. Raksasa yang mati kemudian berubah menjadi Bathara Indra dan Bathara Bayu. Bahkan kemudian Bima diberi sebuah cincin sakti bernama Sesotya Mustika Manik Candrama. Dan oleh dewa tersebut dikatakan sebenarnya Dorna telah berdusta, Sarang Angin tidak ada di Candramuka. Bima disuruh kembali ke Dorna.

Segera Bima kembali ke Resi Dorna, namun Dorna berkilah bahwa itu hanya tahap awal ujian yang harus ditempuh Bima.

Tugas berikutnya adalah mencari Air Suci, yang letaknya di Gua Sigrangga di hutan Palasara. Kembali Bima dicegah oleh sodara-sodaranya, namun tetap berangkat ke hutan angker tersebut.

Dalam gua Bima bertemu ular yang sangat besar, dan terjadi pertempuran sengit. Sekali lagi Bima menang. Ular berubah menjadi Dewi Maheswari, yang memberitahu tidak ada Air Suci di tempat itu.

Kembali Bima menghadap Dorna. Sekali lagi dikatakan bahwa itu hanyalah ujian.

Yang terakhir, Dorna menyuruh mengambil Air Suci tersebut di tengah Laut Selatan. Bima segera berangkat.

Sampai di Wana (hutan) Sunyapringga, Bima dicegat oleh 4 bersaudara, yakni Hanuman (putih), Jajagwreko (merah), Setubandha (hijau), Maenaka (hitam). Mereka mencoba menghalangi Bima karena Laut Selatan sangat berbahaya.

Akhir proses terjadi duel Bima melawan keempatnya, dan lagi-lagi menang, karena tekat Bima yang sangat kuat.

Perjalanan dilanjutkan ke tengah Samudra. Di sana bertemu ular Nabatnawa. Singkat cerita Bima berhasil mengalahkan ular besar itu, yang lalu menumpahkan darah sehingga membuat lautan berwarna merah.

Meskipun menang, namun tenaga Bima sudah habis. Dia terombang-ambing di lautan, terhempas mengenai karang-karang. Dia merasa sudah akan menemui ajalnya.

Bima dan Dewa RuciLalu muncullah Dewa Ruci, yang persis menyerupai Bima namun lebih kecil. Dewa Ruci meminta Bima untuk masuk ke dalam dirinya melalui telinga kiri. Di dalamnya Bima menemui tempat yang amat sangat nyaman, luas tak bertepi, tidak ada atas dan bawah. Begitu nikmat, tenang dan nyaman sehingga Bima enggan untuk kembali ke dunianya.

Namun karena dunia masih membutuhkan bantuannya, Bima akhirnya kembali ke dunia nyata untuk menegakkan kebenaran.

Demikian dongeng kali ini. *lho, udah pada tidur*

----------------------

Cerita ini pada dasarnya adalah cerita sufistik tentang pencarian jati diri, mengenali komponen diri, melawan nafsu sendiri, dan akhirnya mencapai ma'rifat diri. Man Arafa Nafsahu, Arafa Rabbahu, barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.

Banyak obyek simbol yang bermakna dalam sekali di cerita tersebut, yang belum waktunya aku dapat bercerita :D
Misalnya Sarang Angin, Air Suci, Dewa Ruci, 4 bersaudara, 2 raksasa, dsb, panjang sekali penjelasannya.

Namun moral of the story lainnya adalah: kepatuhan atau tawaddu pada guru/ustadz/kyai adalah hal yang wajib.

Dalam cerita di atas, ilmu Bima menjadi lebih tinggi karena berhasil mengikuti perintah gurunya, bahkan lebih tinggi daripada Dorna sendiri, karena Dorna hanya sekedar tau teori Air Suci, sedangkan Bima mengalaminya sendiri.

Sama seperti penghormatan Mahesa Jenar saat berlatih dalam gua ditunggui oleh patung gurunya, yang akhirnya bahkan ilmu kedigjayaan Mahesa Jenar melebihi gurunya sendiri.

Patuh di sini bukan karena manusianya, tapi karena posisi mereka. Tentu dengan catatan selama ajaran tersebut tidak melanggar syariat Islam, karena semakin tinggi suatu ajaran, justru semakin memperkuat syariatnya.

Wallahua'alam.



March 7, 2009

Cewek atau Cowok?

Ketika terjadi dialog bersama ibu hamil, peringkat teratas adalah pertanyaan tentang "bayinya cewek apa cowok?", dengan sebelumnya didahului pertanyaan pembuka "sudah berapa bulan?".

Pertanyaan tersebut wajar saja, sebab itulah sebagian kecil dari misteri alam rahim yang dapat diketahui oleh manusia, meskipun hanya berdasarkan kira-kira. Sebagaimana firmanNya:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. (Luqman: 34)

Al Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Beliau bersabda (yang artinya) "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada illah selain Dia, sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta, maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya." (HR. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643, shahih)

Sementara di masyarakat berkembang "ahli nujum" instant, menebak jenis kelamin dengan berbagai cara:

  • Dengan melihat bentuk perut ibunya, kalo bulet berarti cewek, kalo lonjong berarti cowok. Padahal tergantung sudut pandang, kalo dari samping ya lonjong, kalo dari depan ya bulet.
  • Dengan ayahnya membelah degan, kalo lurus berarti cowok, kalo miring berarti cewek. Lha kalo aku yang gak biasa mbelah degan, bisa gak karuan bentuknya.
  • Dengan melihat kebiasaan ibunya, kalo males dandan berarti cowok, kalo jadi rajin dandan berarti cewek. Lah gimana kalo sejak awal ibunya males dandan? Mosok anaknya cowok terus?

Dan berbagai macam cara lain. Yang paling ilmiah (dan alami) adalah dengan USG, melihat bentuknya secara langsung.

Tapi meskipun sudah terlihat, belum menjamin bahwa yang terlihat itu adalah yang benar. Dalam bulan Februari kemarin 3 temenku baru saja melahirkan:

  1. Trias, anak pertama, USG terakhir menyatakan anaknya adalah cowok, tapi saat lahir ternyata cewek.
  2. Arief, anak kedua, USG terakhir meyakinkan dia bahwa anaknya adalah cewek. Sudah mempersiapkan nama dan pakaian pinky. Ndilalah yang lahir adalah cowok. (moment tertangkap kamera)
  3. Amien, anak ketiga, USG terakhir meyakinkan anaknya adalah cewek, beberapa hari kemudian yang lahir adalah cowok.

Bukan berarti setiap USG adalah salah, namun informasi jenis kelamin janin sebaiknya dijadikan sebagai ancer-ancer saja, bukan dijadikan sebagai kepastian.

Lagian, kalau sudah yakin akan satu jenis kelamin tertentu, malah menghilangkan excite dan rasa penasaran, malah akan berhenti sampai di situ. Justru lebih asyik kalo penasarannya lebih diperpanjang lagi.

Tadi malam hasil USG sudah memberikan gambaran jenis kelaminnya, tapi demi menjaga rasa penasaran anda semua, makanya tidak aku tulis di sini.

Demikian.

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi