" /> Mahesa Jenar: January 2009 Archives

« December 2008 | Depan | February 2009 »

January 29, 2009

Berburu Dokter Kandungan

Dalam masa-masa sekarang ini, salah satu agenda kegiatan adalah mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya mengenai dokter kandungan di Malang Kota. Meskipun tindakan ini seharusnya dilakukan pada awal-awal kehamilan, namun saat itu sudah kadung 'manut' sama referensi dari seorang teman untuk ke dokter kandungan X.

Memang secara kedokteran, pelayanan kedokteran yang sekarang sudah sangat baik. Namun sebagai pemula, kami membutuhkan lebih daripada itu. Interaktif, mungkin itu yang kurang. Sehingga biasanya kami datang, ditanya ada keluhan atau tidak. Tidak ada, lalu USG, dicetak, selesai, pulang. Selalu seperti itu.

Karenanya perlu dipertimbangkan referensi dari lebih banyak lagi sumber. Terutama jika berhubungan dengan pre, pasca, dan proses kelahiran, mesti selektif dalam memilih dokter kandungan (dan impactnya adalah tempat bersalin). Dan semakin dikumpulkan menjadi semakin banyak, sehingga aku share di sini agar bisa dimanfaatkan oleh yang lain, atau mungkin ada yang bisa ikut menambahkan koleksi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di bawah ini.

Note:
- Peta lokasi adalah peta pada wikimapia.org yang mungkin saja belum update gambarnya, mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu, sehingga bisa jadi gambarnya agak berbeda dengan saat ini.
- Rumah yang dimaksud ada di sekitar tanda + dalam peta.

1. Dokter Imam Wahyudi, Kawasan Jalan Ijen, Jl. Puncak 3, buka tiap hari Senin, Selasa, Kamis, Jum'at, jam 18 - 20, peta lokasi.

2. Dokter Siti Chandra, Kawasan Soekarno Hatta, buka tiap hari kerja, jam 18 - selesai, peta lokasi.

3. Dokter Sardjana, Kawasan Sawojajar, JL. Danau Toba E VI/15, buka tiap hari kerja, jam 18 - selesai, peta lokasi.

4. Dokter Laksmi Himawan, Kawasan Dieng Plaza, peta lokasi.

5. Dokter Samodra S, Rumah Sakit Lavalette atau di Jl. Garbis 14.

6. Dokter I Wayan Arsana, Jl. Ciliwung 43.

7. Dokter Anastasia Tyas R, Jl. Candi Trowulan 36.

Segitu yang dapat dikumpulkan. Urutan 1 - 7 bukan berarti pilihan, karena tidak bermaksud mengurutkan :)
Terutama karena belum semuanya dikunjungi.

Beberapa kriteria yang mungkin dipegang:

  • Teliti (tidak sembrono)
  • Orientasi kemanusiaan (bukan komersil yang mengada-adakan yang seharusnya tidak perlu)
  • Pengalaman (yakin dengan aksinya, bukan coba-coba)

Silakan ditambahkan jika memiliki referensi lainnya. Terimakasih dihaturkan.

January 6, 2009

Asmaul Husna

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Hanya milik Alloh asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan", (Al-A'raaf: 180)

Asmaul Husna merupakan 99 sebutan Alloh, sehingga tidak termasuk 'Alloh' itu sendiri.

Ketika masa kecil dulu, di pengajian kita diwajibkan menghafalnya. Bukan hal yang sulit, karena toh hampir setiap hari kita mendengarnya, baik itu melalui pengajian, puji-pujian, lagu-lagu, atau dari sampul bagian dalamnya Al-Qur'an.

Beberapa waktu yang lalu, ketika berjalan-jalan di dunia maia, aku nemu images Asmaul Husna di sini: Situs Keluarga ilma95, dan setelah meminta ijin pada Mas Erman selaku webmasternya, maka gambar tersebut aku buat menjadi widget random Asmaul Husna, seperti tampil di bawah ini:
Asmaul Husna

Untuk menggunakannya beserta parameter lengkapnya, dapat diambil di Widget Center bagian Asmaul Husna.

Ucapan terimakasih pada Mas Erman dan keluarga atas ijinnya, semoga mendapat balasan terbaik dari Alloh SWT. Aamiin.

Dan semoga widget ini dapat menambah pengetahuan tentang asma-asma Alloh.

January 3, 2009

Mensyukuri Nikmat

Sewaktu mengikuti pengajian tingkat RT, sang ustadz menceritakan sebuah kisah yang nampaknya diambil dari sebuah Hadits. Berikut ini kisahnya yang ditulis ulang sedekat mungkin dengan inti kisahnya.

Diceritakan tentang seorang ahli ibadah, yang demi menjaga ibadahnya dia mengasingkan diri ke sebuah bukit, sepi, sendiri. Di sana dia khususkan hidupnya hanya untuk beribadah selama 500 tahun.

Saat perhitungan amal di yaumul hisab, dia dengan bangga dan yakin bahwa dia akan masuk surga karena amalannya yang sangat wah. Dia berkata, "Ya Alloh, masukkan aku ke surga karena aku telah beribadah kepadamu selama 500 tahun"

Alloh berfirman kepada malaikat: "Wahai malaikat, masukkan orang ini ke neraka"

Si ahli ibadah terkejut, dan memprotes: "Bagaimana mungkin ya Alloh, aku telah mengkhususkan hidupku untuk beribadah, tidak pernah sekalipun aku berbuat maksiat, tidak sekalipun aku memakan makanan haram selain buah-buahan yang tersedia di bukit, tetapi kenapa Engkau masukkan aku ke dalam neraka?"

"Wahai malaikat, ambil satu biji mata orang itu", perintah Alloh, "dan timbanglah dengan amalan 500 tahunnya. Manakah yang lebih berat antara pahala ibadahnya dibandingkan dengan nikmat mata yang Aku berikan?"

Dan ternyata lebih berat nikmat satu biji mata.

Ahli ibadah bisa menjalankan ibadahnya di puncak bukit itu karena mendapat nikmat mata. Belum lagi nikmat pendengaran, nikmat pernafasan, nikmat jantung, dan banyak lagi yang takkan mungkin terhitung.

Kita takkan bisa hidup tanpa bernafas beberapa menit saja. Namun seberapa sering kita mensyukuri nikmat itu?

Apakah sebanding segala nikmat itu dengan amal ibadah yang kita lakukan?
Apalagi jika kita jarang beribadah.

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi