" /> Mahesa Jenar: October 2008 Archives

« September 2008 | Depan | November 2008 »

October 16, 2008

Tentang Ngidam

Sudah lama aku mempunyai pendapat tentang ngidam ini, namun baru kali ini merasa 'berhak' untuk membahasnya.

Ngidam memang tidak selalu berupa makanan, karena bisa berupa keinginan terhadap sesuatu atau melakukan suatu hal. Tapi demi kesamaan fokus, kita anggap ngidam adalah keinginan terhadap makanan tertentu.

Dengan berbagai definisi, anggapan dan kepercayaaan yang berbeda-beda di masyarakat, aku coba menyimpulkannya menjadi beberapa kelompok:


1. Ngidam adalah keinginan dari si bayi

Sebagai mahluk yang bersiap hadir di muka bumi, si bayi sedang iseng ingin mencicipi makanan tertentu di dunia ini. Lalu lewat kontak dengan ibunya, dia menyampaikan makanan apa yang hendak dimakan.

Dari makanan yang diinginkan, dapat dijadikan tanda-tanda jenis kelamin/sifat jabang bayi nantinya.

Berangkat dari situ muncul pendapat lanjutan bahwa kalau ngidam tidak dituruti, bakal menyebabkan bayinya nanti ngileran.

Lebih kejam lagi, kalau belum dituruti maka jabang bayi akan ogah untuk keluar saat waktunya lahir nanti. Harah.


2. Ngidam adalah kesempatan bermanja buat si ibu

Membayangkan bakal membawa beban di perutnya selama 9 bulan, lalu melewati proses menyakitkan di penghujung kehamilan, si ibu tidak mau penderitaan itu dialami sendirian olehnya. Untuk itu si ibu ingin mendapatkan 'service' berupa 'mbok yao dituruti keinginanku yang satu ini'.

Dan karena kesannya si Ayah tidak ikut merasakan sakit, maka harus rela dibebani tugas mencari apa-apa yang sedang sulit dicari.

Atau minimal mencari solusi lain kalau yang diingini ternyata mustahil didapatkan.


3. Ngidam adalah reaksi alami

Karena tubuh ibu hamil banyak menghasilkan zat xxx (silakan googling sendiri), maka ada ketidaknyamanan rasa di mulut si ibu. Oleh karenanya si ibu ingin memakan makanan yang dirasa mampu mengatasi ketidaknyamanan tersebut. Baik itu yang berasa pedas, kecut, atau makanan yang dianggapnya dapat mengatasi suasana itu.


Dan mungkin masih banyak kelompok definisi yang lain.

Bagi aku, meskipun itu ngidam atau tidak, selama memang keinginan istri dan wajar untuk dituruti, maka aku usahakan menurutinya. Jadi si ibu gak usah mengatasnamakan keinginan bayi kalo memang keinginan itu datang dari ibunya.

Tidak usah mengaitkan dengan mitos atau anggapan-anggapan yang bisa menjadikan salah kaprah, baik secara kesehatan maupun secara norma agama.

Pendidikan anak dimulai sejak sedini mungkin kan :)


October 9, 2008

Bot dan Manusia


Pengertian bot dalam hal ini adalah sebuah script automator untuk melakukan aksi yang biasa dilakukan oleh manusia.

Dalam dunia internet pada khususnya, dunia komputer pada umumnya, teknologi bot sangat membantu dalam satu sisi dan mengganggu dalam sisi yang lainnya.

Membantu bagi yang merasa terbantu, dan mengganggu bagi yang merasa terganggu. As simple as is.

Dipersingkat pembahasan mengenai bot dalam dunia plurk. Bagi yang bukan plurker, mungkin tidak nyambung dengan isi postingan kali ini :)

Dalam dunia plurk bot cukup membantu/mengganggu.

Dikatakan 'membantu' karena sudah jelas, aksi-aksi yang biasa dilakukan secara rutin dan manual, dibantu oleh script bot ini.


Namun, dikatakan 'mengganggu' ini yang tidak jelas. Argumen dan penolakan oleh mereka yang merasa terganggu sampai saat ini belum ada yang logis. Mereka hanya mengatakan 'matikan botnyaaaa', 'bot gilaaa', 'tendang bot', 'sepaammm', etc.

Meski demikian, mari coba ditelaah *weik* apa-apa yang menjadi alasan mereka yang berkeberatan:


1. Generalisir

Ada memang, bot yang kerjaannya cuma memforward URL yang diambil dari RSS, atau men-share gambar-gambar acak yang diambil dari suatu tempat. Jadi kesannya flooding, cuma kejar karma.

Tapi tentunya tidak semua bot seperti itu.

Meskipun bersifat automator, ada bot yang memposting secara elegan, memformat tulisan dengan ringkas, baik dan benar. Sehingga kalau tidak tau bahwa itu diposting oleh bot, tidak akan ada masalah yang terjadi.

Isi postingan tetap useful (minimal bagi aku), yang seandainya aku sendiri yang memposting manual, tetep seperti itu yang akan aku posting.

Saat respon sekalipun, ada intelejensia yang digunakan agar respon menjadi senyambung mungkin dengan isi postingan. Memang kadang ada respon yang 'miss', namun itu hanya masalah algoritma yang selalu diperbaiki.

So, dengan menyamaratakan semua bot, menjadikan alergi pada bot.


2. Tidak Punya

Dengan tidak memakai bot, maka bawaannya adalah sebel sama yang pake bot. Ini manusiawi. Wajar. Alami. Sah.

Jadi ingat saat Pemilu 1999. Waktu itu PDIP banyak mendirikan posko (pos komunikasi) di daerah-daerah, jumlahnya mencapai ribuan. Ditambah pula dengan poskonya PKB.

Partai lain tidak setuju dengan keberadaan posko-posko tersebut karena dirasa mengganggu. Salah seorang tokoh partai lain saat ditanya oleh wartawan apakah mereka iri dengan keberhasilan PDIP membangun posko, jawabannya: "tidaak, ngapain kita iri"

Mungkin seperti itu pula definisi 'mengganggu' oleh mereka yang tidak pake bot.


3. Merasa Bot Tidak Real

Define Real.

Kembali ke #1, asumsikan kalo itu adalah postingan oleh manusia, maka tidak akan jadi masalah. Jadi masalahnya lebih subyektif ke plurker, bukan ke botnya.


4. Menganggap Semua Pemasang Hanya Kejar Karma

Aku baru memasang bot saat karmaku sudah 77 lebih, sudah peringkat 80+ besar Indonesia. Sudah tidak mengejar karma.

Ini hanya automator untuk 'mini blog', semua postingan oleh botku sendiri tetep aku baca kok, di samping baca postingan plurker lain tentunya.

Sedangkan untuk bot respon, aku merasa lebih pada seni programming, seberapa bagus algoritma agar respon yang diberikan tetep nyambung.

Just info:

- bot ini bikinanku sendiri, jadi bukan nyomot dari plurker yang laen *ehem*

- botku hanya merespon pada plurker yang aku tentukan, jadi tidak ke sembarang respon ke plurker lain.


Jadi, give me a good reason why you're hate bot.


Tidak usah takut menghadapi Bot yang berpikir seperti Manusia.

Takutlah pada Manusia yang berpikir seperti Bot.

*lirik ruang CS*


October 4, 2008

Ziarah Kubur

Megengan merupakan waktu sehari sebelum awal Ramadhan dan hari terakhir Ramadhan (CMIIW).
Di daerahku dulu banyak kegiatan dilakukan dalam rangka Megengan ini, di antaranya adalah membuat kue lapis, memasak masakan yang lebih mewah dari biasanya (daging ayam, kerbau, etc) untuk kemudian saling dikirimkan ke kerabat dan tetangga.

Namun saat ini kegiatan tersebut nyaris tidak terlihat lagi, entah apa penyebabnya. Yang tersisa adalah kegiatan nyekar ke makam leluhur (orang tua, kakek, buyut, dst).

Kegiatan nyekar ini bisa dikatakan wajib (dalam artian budaya, bukan secara agama) dalam rangka Megengan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga desa yang datang dari jauh untuk mudik pada saat Megengan, demi melakukan ritual nyekar ini. Bahkan yang merantau di luar Jawa sekalipun menyempatkan diri untuk hadir.


Pembahasan mengenai nyekar adalah sensitif, mengundang pro dan kontra antara 2 pendapat besar (dan kuat) yang membolehkan dan melarang ziarah kubur. Aku punya beberapa sahabat yang memegang pendapat berbeda-beda tentang hal ini.

Keluar dari konteks perdebatan, aku tetap melakukan ziarah kubur karena:

1. Penghormatan kepada mendiang
Dulu aku selalu dilatih oleh Bapak agar rajin ziarah ke makam kakek setiap Kamis sore, dengan harapan supaya aku nantinya rajin juga ke makam Bapak.
Mungkin kita tidak pernah tau apakah ziarah kubur bagi mereka sekarang ini merupakan penghormatan atau tidak. Ada yang mau mencoba mati dulu untuk diziarahi? Belum pernah ada yang mati mengemukakan pendapatnya.
Paling tidak, ini salah satu bentuk penghormatanku kepada mereka.

2. Berusaha agar aman dari syirik
Banyak kekhawatiran ziarah kubur dapat menyebabkan syirik, dan memang rentan banget syirik ini terjadi pada saat ziarah kubur. Bentuk syirik antara lain:

- meminta kepada selain Alloh.
Biasanya saat ziarah, entah itu ke makam leluhur atau ke makam orang ternama/tokoh agama, ada terbersit keinginan untuk memohon 'kepada' yang diziarahi tersebut. Ini jelas salah besar.
Saat ziarah, aku hanya memohon perlindungan dan ampunanNya terhadap Bapak. Tidak lebih.

- menganggap kuburan adalah tempat sakral.
Kalo angker sih iya, karena memang dikondisikan seperti itu. Namun kalo sakral harusnya tidak. Kuburan sama seperti tempat yang lainnya (dengan etika yang berbeda tentunya), sehingga mendoakan mendiang tidaklah harus di kuburan. Di mana-mana juga bisa. Tetapi bukan berarti mendoakan di kuburan itu tidak boleh.

3. Refreshing
Saat ke kuburan, terlintas di benak mengenai seberapa lama lagi aku akan berada di bawah tanah. Kapan? 20 tahun lagi? 30 tahun? 5 bulan? atau bahkan lebih cepat dari yang aku sangka. Satu hal yang pasti, aku bakal mati. M a t i.
Eh, kamu juga lho.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati", (Aal-i-Imraan, 185)

Dari sekian alasan dan efek, positif dan negatif, manfaat dan mudharat, bagiku ziarah kubur itu perlu, namun dengan banyak catatan dan wanti-wanti agar tidak tergelincir pada kemusyrikan.

Wallahu 'alam.


Jadwal Sholat

Setelah Ramadhan berakhir, maka widget Jadwal Puasa sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Sebab data yang diambil hanya sebatas bulan Ramadhan saja.

Namun tidak sepenuhnya berakhir, karena ketika meminta ijin untuk mengambil data lagi, oleh si pemilik justru diberikan kode sumber untuk menghitung sendiri, bukan sekedar download data dari sana. Alhamdulillah.

Terimakasih kepada yang punya, Bapak Cahya, dengan projectnya yang mantap secara coding dan manfaat.

Berangkat dari project perhitungan tersebut, widget Jadwal Puasa sekarang menjelma menjadi Jadwal Adzan.

Untuk mendapatkan kode widget Jadwal Adzan, silakan pergunakan halaman ini:
Pusat Widget

Untuk ke depannya halaman tersebut akan menampung widget-widget yang lain. Namun karena sekarang masih di 'kampung', sehingga belum bisa update secara bebas.
 
Semoga bukan si widget saja yang rajin menampilkan jadwal sholat, tetapi dapat menjadi reminder yang selalu mengingatkan kewajiban sholat. Aamiin.

 

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi