" /> Mahesa Jenar: February 2007 Archives

« January 2007 | Depan | March 2007 »

February 25, 2007

Hypercube

HypercubeSetelah nonton film ini, Cube 2: Hypercube, jangan harap mendapatkan kepuasan di endingnya. Nggantung, dan gak percaya kalo filmnya sudah selesai.

Tapi itu terjadi jika nontonnya hanya berdasarkan alur, atau berdasarkan pola pikir sinetron, bahwa yang benar pasti menang, dan jagoan pasti selamat.

Di film ini semua pemain utama akhirnya mati *spoiler*
Intinya adalah meloloskan diri dari dalam Hypercube atau Tesseract.

Film ini masuk kategori horror dan sekaligus fiksi ilmiah. Aku sih lebih melihat sisi ilmiahnya, karena film ini sama sekali tidak membangkitkan adrenalinku. Yang ada hanya pikiranku selalu berputar, mencoba memahami konsep dari Hypercube yang diangkat pada film ini.

Hypercube termasuk ilmu geometri dalam matematika. Dan karena matematikaku lemah, agak sulit bagiku memahaminya.

Lazimnya otak manusia hanya mampu menggambarkan obyek ruang, atau 3 dimensi (panjang x lebar x tinggi). Mungkin hanya orang tertentu, dengan kelebihan kepintaran, yang dapat merambah ke dimensi lebih tinggi lagi.

Dalam teorinya, Hypercube termasuk obyek 4 dimensi. Bagi yang pinter matematika dapat melihatnya di MathWorld.

Dalam film, digambarkan bahwa Hypercube adalah penjara dengan ruang paralel yang sebenarnya adalah satu, namun dalam dimensi waktu yang berbeda, dan memiliki gravitasi serta percepatan waktu yang beda. Nah loh.

Ruangan dalam Hypercube selalu bergerak, sehingga menyebabkan terjadinya dinamisme waktu di dalamnya. Dalam beberapa kesempatan, satu orang pemain dapat bertemu dirinya sendiri di ruangan lain. Bahkan bisa mati dan dimakan berkali-kali.

Hypercube BergerakSalah satu pemain (hmm, atau 2 ya?) yang mati karena dinamisme itu, tergencet di tembok dimensi yang saling melewati. Kalo diperhatikan pada gambar Hypercube, memang ruangan paralel ini akan saling melewati jika bergerak. Silakan lihat gambar di samping kanan ini.

Meskipun terkesan mengada-ada, namun pernahkah terbersit di pikiran kita, bahwa kita saat ini juga hidup di dunia paralel? Bahwa ada 'kita' yang lain di dimensi yang berbeda? 

Beranilah untuk menjawabnya. 

 

Sumber gambar:

Poster Film
Animasi Hypercube

February 23, 2007

Doa dan Tujuan

Saat itu aku masih tinggal di lingkungan pesantren (tinggal lho ya, belum tentu nyantri), selama masa SMU. Dan sebagai warga yang baik, aku juga ikut terbawa tabiat dan kelakuan yang terjadi di pesantren itu.

Salah satu kebiasaan yang umum terjadi adalah mengumpulkan doa. Mulai dari yang 'simple' seperti kalo melihat ular, melihat petir, saat mau mulai belajar, sampe pada yang 'nyeleneh' seperti tahan lapar, tahan kenyang, naik bis gak bayar(?), menghadirkan seseorang di mimpi, etc. Yep, dulu aku hapalin banyak hal seperti itu. Kalo sekarang sih udah luntur semua.

Pengalaman menarik dari hal itu adalah ketika aku kehilangan celana panjang, seragam sekolah. Warna cokelat, seragam untuk hari Rabu dan Kamis.

Aku sudah yakin mengubek-ubek semua kamar di seluruh lantai (2 lantai), ke jemuran, ke musholla, etc. Dan gak segera ketemu, padahal itu celana cokelatku satu-satunya. Sedangkan siangnya ada kegiatan yang sangat penting. Lupa acara apa, yang jelas saat itu aku sedih banget. Hiks.

Oh iya, saat itu sekolahku masuk siang, jadi kejadiannya sebelum dhuhur. 

Nyerah mencari, akhirnya aku ingat pada satu amalan, yang mana kalo diamalkan bisa mengembalikan barang yang hilang, yakni baca surah Yasiin 7 kali berturut-turut. 

Segera aku wudlu, masuk ke musholla dan sholat sunnah, lalu membaca Yasiin 7 kali. Hmm, saat itu aku masih hapal surahnya, jadi lancar, cuman butuh waktu beberapa puluh menit. Kalo sekarang sih semoga masih :)

Selesai membaca, aku keluar musholla, hendak menuju kamarku lagi.

Sebelum aku sampe ke kamar, dari arah berlawanan ada temenku menuju ke arahku, dan sampe di depan kamarku dia menaruh sesuatu di pagar. Diam saja lalu dia balik badan kemudian pergi.

Aku lihat ke pagar, ternyata dia menaruh celanaku di situ. Alhamdulillah.

Ya, memang tidak pada tempatnya menggunakan Al-Qur'an sebagai 'alat' untuk memenuhi kebutuhan kita. Tapi jika landasannya adalah untuk mendekatkan diri pada Alloh, memohon kepadaNya, sedangkan amalan hanya sebagai penguat maksud, aku rasa tidak ada salahnya demikian. 

Beda halnya jika tujuan awal sudah salah, dimana kebutuhan itu sebagai tujuan, maka sangat tidak etis jika melibatkan Al-Qur'an. 

Wallahu'alam. 

February 16, 2007

Kotak sabun, Pensil dan Cermin

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Kasus 1

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

Kasus 2

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai
dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Kasus 3

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

-

Aku dapet artikel motivasi ini dari Irene, tapi dia gak tau dapet dari mana.

*kirim ginko biloba ke Irene*

 

February 13, 2007

Bandwidth Limit Exceeded

Dear all,

Sekali lagi website http://www.bengkelprogram.com/ (BP) tewas karena kehabisan jatah bandwidth (6 GB). Seperti bulan-bulan sebelumnya, bahkan kali ini lebih parah, baru tanggal 13. Artinya 16 hari lagi (tanggal 1 bulan depan) jatah bandwidth website ini baru kembali normal.

Hal ini tidak dapat digunakan sebagai parameter bahwa website ini ramai dikunjungi, karena penyebab habisnya bandwidth ini ternyata adanya seseorang yang sengaja mendownload content website BP secara massal, menggunakan aplikasi FDM (Free Download Manager). Karena downloadnya dalam jumlah besar, menguras seluruh jatah bandwidth.

Entah apa maksud dari si pendownload. Mungkin tertarik dengan desain web BP? *uhuk*, tertarik dengan content web BP? atau penasaran dengan interface AJAX di BP sehingga didownload untuk dipelajari di rumah, ataukah memang sengaja ingin menghabiskan jatah bandwidth BP?

Entahlah, hanya dia dan Tuhan yang tau.

Tapi apapun itu, hasilnya adalah hilangnya kesempatan bagi pengunjung lain untuk membuka web BP. Tega.

Pernah terpikir untuk menolak setiap rekues dari program FDM yang digunakan, tapi mungkin tidak akan optimal, karena FDM bisa 'menyamarkan' dirinya sebagai browser lain.

Ada ide lain, atau dibiarkan saja?

Terimakasih,

Aryo Sanjaya 

February 12, 2007

Saridin

Saat era Wali Songo, di suatu daerah di pesisir utara pulau Jawa, tepatnya di daerah Pati, tersebutlah seorang pemuda desa yang lugu dan bersahaja, bernama Saridin. *duh, kalimate panjang*

Nama Saridin mungkin tidak begitu tenar secara nasional, tapi sudah melegenda secara regional. Region itu adalah wilayah Demak Kudus Pati Juwono Rembang, atau yang sering dilafadzkan sebagai Anak Wedus Mati Ketiban Pedang.

Saridin seorang sakti, namun lugunya tidak ketulungan, sehingga (seakan) tidak menyadari kesaktiannya.

Dia pernah membunuh kakak iparnya, karena sang kakak sering mencuri durian miliknya. Saat itu kakaknya menyamar menggunakan pakaian harimau, sehingga Saridin tidak mengenali. Dengan sekali tombak, matilah sang ipar.
Saat ditanya oleh petugas, Saridin mengaku tidak membunuh kakaknya, melainkan membunuh harimau yang mencuri duriannya. Meskipun jika pakaian harimau dibuka, Saridin tau bahwa itu kakak iparnya.
Kalo secara hukum, Saridin tidak bersalah, karena membela miliknya, dan tidak menyadari kalo harimau itu adalah kakaknya.

Namun demikian, Saridin tetap harus dipenjara.

Untuk memasukkan ke penjara bukan hal mudah, karena Saridin ngotot tidak bersalah. Akhirnya Adipati Jayakusuma, pemimpin pengadilan, menggunakan kalimat lain, bahwa Saridin tidak dipenjara, melainkan diberi hadiah sebuah rumah besar, diberi banyak penjaga, makan disediakan, mandi diantarkan. Akhirnya Saridin bersedia.

Sebelum dipenjara, Saridin bertanya apakah boleh pulang kalo kangen anak dan istrinya. Petugas menjawab: "boleh, asal bisa"
Dan terbukti beberapa kali Saridin bisa pulang, keluar dari penjara di malam hari dan kembali lagi esok harinya.

Karena Adipati jengkel, Saridin dikenai hukuman gantung. Tapi saat digantung para petugas tidak mampu menarik talinya karena terlalu berat. Saridin menawarkan ikut membantu, dijawab oleh Adipati: "boleh, asal bisa". Dan karena ijin itu Saridin lepas dari talinya, lalu ikut menarik tali gantungan.

Adipati semakin murka, dan menyuruh membunuh Saridin saat itu juga. Sebuah tindakan putus asa seorang penguasa.

Saridin melarikan diri sampai ke Kudus, yang lalu berguru pada Sunan Kudus. Di sini Saridin tidak berhenti menunjukkan kesaktiannya, malah semakin menonjol.

Saat disuruh bersyahadat oleh Sunan Kudus, para santri lain memandang remeh pada Saridin, apa mungkin Saridin bisa mengucapkannya dengan benar.

Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan semua orang. Saridin justru lari, memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi, dan tanpa ragu terjun dari atasnya. Sampai di tanah, dia tidak apa-apa. Semua pada heran pada apa yang terjadi.

Sunan Kudus menjelaskan, bahwa Saridin bukan cuma mengucapkan syahadat, tapi seluruh dirinya bersyahadat, menyerahkan seluruh keselamatan dirinya pada kekuasaan tertinggi. Kalo sekedar mengucapkan kalimat syahadat, anak kecil juga bisa.

Namun Saridin masih tetap dilecehkan oleh para santri. Saat ada kegiatan mengisi bak air untuk wudlu, Saridin bukannya diberi ember, malah diberi keranjang. Tapi dengan keranjang itu pula Saridin bisa mengisi penuh bak air.

Saat Saridin mengatakan bahwa semua air ada ikannya, tidak ada yang percaya. Akhirnya dibuktikan, mulai dari comberan, air kendi sampai air kelapa, ketika semua ditunjukkan di depan Saridin, semua ada ikannya.

Akhirnya Saridin diusir oleh Sunan Kudus, harus keluar dari tanah Kudus.

Singkat cerita (susunannya agak lupa), Saridin yang ternyata murid dari Sunan Kalijaga ini bertemu lagi dengan gurunya. Saridin diperintahkan untuk bertapa di lautan, dengan hanya dibekali 2 buah kelapa sebagai pelampung. Tidak boleh makan kalo tidak ada makanan yang datang, dan tidak boleh minum kalo tidak ada air yang turun.

Ceritanya terputus sampe di sini saja, ini sudah lebih dari 1 kaset :D

Pada akhirnya, Saridin dikenal sebagai Syeh Jangkung, yang tinggal di desa Landoh, Kayen, Pati.

Kebenaran kisah di atas aku masih belum yakin 100%, karena cerita tersebut (sebagai mana cerita yang lain) mengalir lewat cerita-cerita saat melekan (begadang) bersama orang-orang tua waktu di desa dulu, atau dari cerita kethoprak, yang sering kena bumbu di sana-sini. Misalnya kemampuan Saridin menghidupkan orang mati dengan bantuan gamping, lalu menyembuhkan putri Raja Blambangan, etc.

Juga mengenai kerbau milik Saridin, yang semula sudah mati, tapi karena (konon) Saridin memberikan sebagian umurnya pada kerbau itu, jadinya kerbau itu hidup lagi. Pada saat Saridin meninggal, kerbau itu juga mati. Lulang (kulit) kerbau tersebut diyakini memiliki kekuatan magis. Barang siapa membawanya, maka tidak akan mempan senjata. Sampai saat ini para kolektor benda antik masih banyak yang memburu kulit ini, yang bernama Lulang Kebo Landoh.

Terlepas dari kisah mistis yang terjadi, satu hal yang dapat aku tarik dari kisah Saridin, keluguan justru menghasilkan pandangan yang tulus dan murni. Tidak seperti Adipati Jayakusuma dan Sunan Kudus, yang setiap keputusannya dibarengi dengan banyak kepentingan.

Sumber lain:

February 7, 2007

Anonymity

Anonymous (bukan si onanymouse yang sering muncul di blog ini :D), adalah suatu keadaan dimana identitas seseorang disembunyikan dari orang lain dalam komunitas tertentu. Misalnya di suatu forum diskusi, mailing-list, blog, dsb.

Biasanya penyembunyian identitas itu dilakukan secara sengaja, namun dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang tidak ingin diketahui identitas aslinya karena ingin dia dianggap sebagai anggota biasa, misalnya jika ketahuan bahwa Pak SBY juga ikut komen di blog ini, tentu akan rame, makanya beliau pake nama tertentu untuk komen di sini. *mbel*

Atau juga penyembunyian identitas karena ingin forum tersebut hanya memandang diskusinya, bukan siapa yang menulisnya. Banyak forum/milis yang mengijinkan anggotanya tidak diketahui identitasnya, selama kontribusinya memang positif. Misalnya di forum SlashDot.

Namun ada pula forum yang menentang keras anggota yang tidak jelas asal-usulnya. Salah satunya adalah Kampung Gajah. Selama belum diketahui identitas aslinya, yaitu melalui prosesi Nungging atau perkenalan, maka akan dikenai status Troll. Dan selama itu pula dia akan diabaikan di milis tersebut. Sakit hati.

Pro-Kontra penggunaan identintas anonymous juga menjadi perhatian beberapa negara, misalnya China dan beberapa negara lainnya. (URL-nya ilang :( )

Beruntung pemerintah kita belum mencampuri urusan identitas ini.

Kalo menurutku, ada baiknya penggunaan status Anonymous di dunia internet, karena ada yang ingin memisahkan kehidupan nyata dan dunia cyber. 

Namun masalahnya, ada banyak sekali masyarakat kita yang memanfaatkan status anonymous ini untuk hal yang tidak bertanggung jawab. Misalnya marah-marah, atau komentar provokatip di suatu blog atau website dengan tidak menyertakan identitasnya. Ok lah bukan identitas asli, tapi setidaknya memberikan kesempatan pada pemilik blog, atau orang lain untuk memberi tanggapan.

Kalau si anonymous dengan emosinya ingin memberikan masukan, seharusnya dia juga berani mendapatkan masukan. Kalo tidak, maka itu berarti dia tidak menghargai masukannya sendiri.

-yang sering kena marah dari anonymous ciken

February 2, 2007

Walk of Fame

Walk Of Fame

Ada yang mau minta tanda tangan?

http://www.imagechef.com/

 

February 1, 2007

Layanan YM Mengecewakan!

Uh, judulnya mirip pengaduan di Surat Pembaca di koran-koran ;))

Iya, Yahoo! Messenger semakin aneh dan mengkuatirkan. 

Ketika sedang chatting, sering tiba-tiba terjadi diskonek, langsung logout. Dan herannya, dia diskonek SELALU saat aku sedang ngobrol hal yang penting. Aneh deh. Jadinya aku gelagapan segera konek lagi.

Yang lebih parah dan membahayakan, adalah ketika YM diskonek secara rahasia.

Jadi aku melihat statusku masih online, dan para kontak di Contact List juga masih terlihat online. Tapi ndak ada pesan atau Buzz yang masuk. Yeah, aku pikir sih emang aku lagi gak dibutuhkan.

Namun ternyata tidak. Begitu aku diskonek dan pulang, dan sampai di rumah aku login lagi ke YM, banyak pesan masuk, terutama pada jam saat aku masih online di kantor. Isi pesan kebanyakan marah-marah karena merasa dicuekin, sedangkan mereka melihat aku online.

Ya aku memang online, tapi ndak ada pesan yang masuk. Bukan salahku kan? *pake aan* 

Maka sekarang kalo beberapa saat ndak ada pesan masuk, aku sengaja diskonek, lalu login lagi, untuk memastikan bahwa aku bener-bener konek. 

Kejadian ini hampir terjadi setiap hari, mulai dari beberapa minggu kemaren. Aku kira hanya tren sesaat™ karena adanya gangguan link ke backbone internasional. Tapi ternyata sampe sekarang masih saja terjadi.

Aku yakin bukan karena jeleknya koneksi, karena ini terjadi di kantor maupun di rumahku, sedangkan aku yakin dengan kecepatan keduanya. 

Ada yang tertimpa kejadian ini juga? 

Berikut ini contoh tampilan, saat online tapi tidak ada pesan yang masuk:

YM 

 

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi