" /> Mahesa Jenar: May 2006 Archives

« April 2006 | Depan | June 2006 »

May 26, 2006

Rossi Ga Jadi Ke F1

Masih terlalu cepat menyimpulkan sih, karena belum ada pernyataan resmi dari Rossi dan Camel Yamaha Team.

Hanya statemen dari Rossi saat wawancara, bahwa dia masih ingin berkarir di sepeda, dan tidak berpikir untuk pindah ke Formula 1, paling tidak untuk saat ini. Nah lho.

Sumber

Emang mending Rossi di MotoGP aja. Kalo dia pindah ke F1, sama aja aku pindah karir jadi News Editor.

*taruhan jalan terus nih, sapa mau nantang taruhan ya?*


Setetes Embun, Kado Terindahku

Di titik nol rotasi tahun kehidupanku, sebuah sapaan damai kudapatkan dariNya.
Begitu lembut dan mendalam, yang lama tidak aku rasa, sejak ku menjauh dari Dia.

Gurun hatiku yang gersang, tersiram sejuknya butiran air yang diteteskan dari mata ini.
Yah, meski di mata inilah, bersarang kepicikan dan kelicikan, maksiat dan amarah.

Terima kasih Ya Rabb, benar dunia ini milikMu.
Sejauh apapun aku terdampar, Engkau masih melihatku.

May 23, 2006

Another New Comer

Permisi, numpang narsis...

Sebelum memilikinya, aku sempat baca-baca review tentang product O2 ini. Ternyata banyak sekali komentar jorok mengenai gadget yang satu ini.

Review CNet
Review CyberTech

Di antaranya:
- Proses booting (startup) yang lama
- Loading Camera yang lambat
- Camera sering bikin PDA crash
- Lampu Flash yang nyala dan ga mau mati, sampe nunggu direset
- Mesti mereset untuk setiap beberapa hari (MS Windows Style)

Menanggapi hal itu, aku cuma ngandandalin update Firmware dari si Vendor. Kalo banyak kritikan masuk, pasti deh mereka melakukan perbaikan.
Dan ternyata benar.

Dari situs mereka, sudah ada update terbaru, untuk menanggulangi permasalahan di XDA Atom ini.
Update terbaru

Aku lakukan langkah-langkah untuk melakukan update, sesuai petunjuk mereka. Dan setelah melalui proses yang menegangkan (sekitar 30 menit), untuk melakukan Rewrite ROM (Firmware), akhirnya XDA Atom kini memiliki fitur yang stabil dan cepat.

Mau pinjam?

May 21, 2006

Ketika Cinta Lintas Agama

Si cowok ga bisa pindah ke agama si cewek, dan adatnya menuntut si cewek untuk ikut agamanya!
Si cewek tetep pada pendiriannya -dan keluarganya-, ga mau pindah agama.

So, di mana peran Cinta?

*dikutip dari kisah nyata*

Rossi Bikin Miskin

Minggu kemaren, aku taruhan sama penggemar MotoGP yang lain, dia jagokan Pedrosa, aku tetep: Rossi

Peraturannya semua adalah permainan selisih: misal Rossi juara nomor 2 dan Pedrosa nomor 5, maka dia harus nraktir 3 kali!

Tapi dia terlalu takut, dan dia ga mau... kita pake taruhan Menang atau Kalah saja, Rossi vs Pedrosa.

Dan, Pedrosa juara 1, sedangkan Rossi tidak dapat finish, yang artinya dia NOMOR TERAKHIR. Bayangkan, mau nraktir sebanyak 25 kali :(

Yah, kalah deh.

Itu minggu lalu, MotoGP di Shanghai.

Sekarang, taruhan sudah dimulai lagi, dengan jagoan dan aturan yang sama.

Tapi, Pedrosa tetep di paling atas, sedangkan Rossi... ah, tak terkatakan deh. Lihat aja hasil kualifikasi ini:
Hasil Kualifikasi

Hiks... tapi itu kan cuma kualifikasi... kita lihat besok deh ;)

May 18, 2006

The Best Will Be Winner

Pulang kantor, yang biasanya ngebet segera pulang karena ingin blogging, kali ini ngebet pengin segera lihat tipi. Pertandingan final Liga Champions segera dimulai.

Catatan Penting sebelum meneruskan membaca:
Karena pertandingan ini tidak ada hubungannya dengan Milan, maka tanggalkan AAN, bagi kalian para Milanisti, ketika membaca ini.
Meski salah satu tim yang bertanding adalah Milan Defeater, tapi tetap tidak ada hubungannya sama sekali.
No offense please!

*uhuk*

Semula kita berencana ikut acara Nonton Bola Bersama, yang diadakan di kampus STIKI Malang, tapi tidak jadi, karena jaraknya yang cukup jauh. Juga dengan pertimbangan tidak ada suguhan kopi di sana.

Bersama Venus, berdua kita menuju Jalan Soekarno-Hatta, tempat diselenggarakannya Nonton Bersama oleh Mentari.

Berikut ini beberapa poin yang aku catat dari pertandingan Barca vs Gunners:

- Pertandingan yang sebenar-benarnya, diawali ketika Goalkeeper Arsenal, Lehmann, tangannya menyerempet kaki Samuel Eto'o. Mungkin Lehmann berniat menangkap bola ketika melambaikan tangannya itu, namun malah kena kaki Eto'o.
Eto'o jatuh, dan Lehmann mendapatkan kartu merah.
Bola memang sempat bersarang di gawang Arsenal, tapi dianggap tidak sah karena didahului dengan pelanggaran Lehmann.

- Sebenarnya ada dua pilihan, Lehmann kena kartu merah dan gol dibatalkan, atau Lehmann tidak melakukan pelanggaran tapi Arsenal kena 0-1. (analisa pribadi, dengan sedikit aan).
Ah, Arsenal yang Superdefensif lebih memilih skor 0-0.
Pemain Arsenal tinggal 10 orang. Goalkeeper digantikan Manuel Almunia, dengan menggantikan Robert Pires.

- Dengan bermain dalam jumlah sedikit, justru malah memacu Arsenal untuk bergerak optimal.
Thierry Henry sebagai tanduk Arsenal, nampak sekali memforsir seluruh kemampuan dan staminanya.
Goalkeeper pengganti, Almunia, malah beberapa kali menjadi Hero dengan ketangkasannya menangkap bola, memblokir tembakan, dan penempatan diri yang strategis. Sempat terpikir olehku, bahwa dialah Man of The Match.

- Seakan di atas angin, Barca justru nampak lengah.
Ronaldinho sebagai pilar Barca, beberapa kali melakukan kesalahan, dan menyia-nyiakan kesempatan yang cukup bagus. Sempat jengkel juga aku lihat si mrongos satu ini.
Carles Puyol, sang kapten Barca, juga berkali-kali melakukan kesalahan yang tidak perlu.

- Bahkan dengan kesalahan Puyol yang seharusnya tidak perlu dilakukan, yaitu menyerempet kaki Eboue yang tidak menguasai bola, menghasilkan hadiah tendangan bebas untuk Arsenal.
Dari tendangan bebas yang dilakukan oleh Henry, dimanfaatkan dengan manis oleh Campbell. Tandukannya melesakkan bola ke gawang Barca. 1-0 untuk Arsenal pada menit ke-37.

- Skor 1-0, forsir tenaga oleh Arsenal, dan kelalaian para pilar Barca, bertahan dan berlanjut sampai ke babak kedua.
Aku sudah ga semangat melihat ke layar lebar. Venus sudah menghilang entah kemana, setelah pamer senyum ejekannya.

- Menurutku, Barca sengaja membiarkan Arsenal agresif, dan bertahan sampai mereka kelelahan sendiri. Apalagi hujan semakin deras menguras stamina para pemain.
Henry yang berjuang jatuh bangun, sempat mendapatkan kartu kuning di menit ke-51. Di kamera ditampilkan betapa wajahnya sangat kelelahan. Ngos-ngosan.
Sudahlah Hen, ikuti saja kata Venus, pindah ke Milan :)

- Benar saja, pada menit ke-76, Samuel Eto'o berhasil menyusup ke belakang pertahanan lawan, dan melesakkan tendangan kilatnya, melewati tangan Almunia yang sudah kelelahan.
Eto'o ngegol

Tidak berselang lama, Juliano Belletti juga berhasil memasukkan bola ke gawang Arsenal, menembus tangkapan sang kiper yang tidak lagi tangkas.
Skor 2-1 untuk Barca.

- Sebelum pertandingan berakhir, si botak-tanpa-alasan ini meninggalkanku pulang tanpa pamit, menunjukkan betapa tinggi tingkat sporti... ah, sudahlah.

- Barca jadi juara Liga Champion, sedangkan...
Ah sudahlah.

May 17, 2006

Tanggal Lahir dan Hari Lahir

Bagi sebagian besar orang, tanggal lahir (birthdate) dan hari lahir (birthday) merujuk pada waktu yang sama, yaitu saat dimana orang itu dilahirkan untuk pertama kali (?)

Namun khusus untukku, hal tersebut adalah berbeda.

Menurut ibuku, aku lahir hari Jum'at Kliwon malam Sabtu Legi, jam 11-an malam, yang bagi penanggalan masyarakat Jawa, sudah dihitung hari Sabtu.
Ibuku merasa yakin, karena waktu siangnya kakekku sempat menjenguk setelah dari Sholat Jum'at.

Sedangkan menurut bapakku, aku dilahirkan tanggal 17 Mei 1979. Padahal tanggal tersebut menunjukkan hari Kamis Pahing.
Bapakku merasa sangat yakin dengan catatannya, dan tidak dapat dibantah lagi, meski saat ketika aku lahir, beliau sedang berada di pulau lain, dan saat itu belum ada komunikasi 'realtime', seperti telpon, sms, pager, etc.

Hal tersebut (perbedaan hari) baru terungkap ketika aku sudah SMU, waktu keranjingan main ramalan watak dan jodoh menggunakan komputer.
Seandainya aku geser tanggal lahirku ke tanggal yang berbeda, maka hari Sabtu Legi adalah tanggal 26 Mei 1979.

Tanggal dan Hari yang tidak singkron tersebut tetap berjalan sampai sekarang, karena sudah terlanjur tercatat di semua berkas penting, seperti di semua Ijazah, di Akta Lahir, KTP, etc.

Jadi meski hari ini, tanggal 17 Mei 2006 adalah tanggal lahirku, namun bukan hari lahirku. Kebanyakan teman sudah mengetahui hal ini, jadi tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun di hari ini. Kecuali para mesin, seperti forum diskusi CHIP, dan beberapa teman iseng, seperti rita rita.
Mereka bakal nunggu tanggal 26 Mei, sebagai hari ultahku.

Kalo dari keluarga tidak ada budaya ultah seperti itu, sehingga tidak pengaruh. Karena masih mengikuti tradisi Jawa, ibuku masih memperingati wetonku, yaitu selamatan di setiap Sabtu Legi untukku. Makacih mami.

Dari tanggal 26 Mei inilah, muncul berbagai hal, misalnya Elang526 (Elang=simbol favorit, 5=mei, 26=tanggal).
Dan kebetulan sekali, waktu kuliah NRP-ku adalah 97.111.526, hihihi.

Anyway, tanggal 26 itu adalah rekaanku sendiri.
Dan karena aku lebih yakin dengan argumen ibuku, jadi aku pastikan tanggal lahirku bukan 17 Mei 1979. Lalu, berapa dong?
Ada yang bisa ngasih saran, please?

May 12, 2006

Pindah Server

Setelah ganti koneksi internet dengan provider baru, koneksiku ke web BengkelProgram.com menjadi tersendat. Cepat sih, soale pake FO (Fiber Optic), tapi masalahnya adalah tidak stabil. Dalam 1 menit, bisa dipastikan ada koneksi yang gagal, koneksi terputus selama kira-kira 15 detik.

Menghadapi hal itu, aku tanya ke teman yang punya bisnis tentang perbandwidthan. Dari penjelasannya, terungkap bahwa itu dikarenakan provider internetku.

Katanya, provider koneksiku itu bermasalah untuk akses ke web hostingku yang lama. Jadi kalo pindah hosting, kemungkinan bisa lancar.

Ya udah, jadinya aku punya inisiatif pindah web hosting.

Menimbang sebagian besar visitor (lebih dari 80 persen) berasal dari Indonesia, maka aku memutuskan memindahkan web hostku ke jaringan IIX, dengan harapan akan lebih mudah diakses melalui Indonesia. Dengan warning dari seorang temen juga, bahwa webhost di Indonesia sangat sulit di akses dari luar negeri.

Hmm... kira-kira apa efeknya ya? Apakah mungkin Google jadi malas berkunjung ke situsku?

Kita lihat aja, just try and see...

May 9, 2006

Selamat Jalan Pak

Wawi Wiyono, adalah sosok camer yang akrab, namun terkesan dingin.

Dari parasnya yang tegas, tampan dan kebapakan, selalu dapat membuat tenang hati yang memandangnya. Meski terkesan dingin dan tak terjangkau, tapi aku menyadari itu karena kita (aku dan beliau) yang jarang ketemu (jauh men), dan juga peran (beliau sebagai calon mertua), yang mau tidak mau harus tetap terjaga sedemikian rupa.

Yah, profile tokoh Telkom di Divre V ini memang berbeda jauh dengan putra (Hendrik) dan putrinya (Eka).

Eka adalah pacarku yang kedua, dan sekarang sudah dikaruniai anak dari pernikahannya dengan tetangganya, sesama PNS.

Tadi pagi aku mendapat SMS dari Bunali, yang mengabarkan bapaknya Eka meninggal.

"Innalillahi Wa'inna Ilaihi Roji'un"

Musibah ini sedemikian dekat dengan rahmat yang telah diterima, yaitu kelahiran cucunya yang kedua dari Eka beberapa hari yang lalu, dan cucu yang pertama dari Hendrik beberapa hari sebelumnya.

Rahmat, Taufiq, Hidayah dan cobaan memang telah tergariskan, dan kita harus menjalani sesuai kodrat kita, dengan selalu berpegang pada jalan yang telah diberikan olehNya.

Selamat jalan pak, maaf kalo aku tidak bisa jadi calon menantu yang baik, hikss...

Simple: Flu

Setelah kasus laptop kemasukan air gara-gara kehujanan, aku juga kena imbasnya.

Dari Jum'at udah keliatan parah, dan nekat masuk kerja. Trus karena ga tahan, jam 8 malam (jam istirahat pertama) aku pamit pulang, hikss... idung meler.
(Dengan disertai perasaan bingung, karena dituduh memformat HP-nya si Venus. Emang bisa? ada-ada saja)

Pertarungan antara Flu dengan OBH Tropica belum juga menunjukkan hasil akhir, bahkan sampe berita ini ditulis.

Pertahanan aku perkuat dengan rujak Mak Parmi yang pedesnya tak berujung ^:)^
(Kata Ibu, kalo terasa gejala Flu, makan yang banyak, yang bikin seger, misalnya yang puedess, terus mandi dan tidur)

Daripada kerjaan tambah numpuk, plus dateline (atau deadline?) yang udah dekat, hari ini aku masuk dunia cyber lagi.

Halo semua...

May 3, 2006

Laptop Masuk Angin

Setelah kemaren nekat nembus ujan -seperti biasanya-, laptopku jadinya kebasahan. Tas laptop yang biasanya jadi pelindungnya, kini tidak lagi sanggup bertahan :(

Air masih bisa merembes ke dalam, dan akibatnya ada tiga tombol keyboard yang ga berfungsi, yaitu '(' tutup kurung, '.' titik, dan '>' lebih besar. (Ketiga karakter itu aku ketik di sini pake Character Map-nya Windows, melas ga sih).

Bisa dibayangkan gak sih, bikin script PHP tanpa ketiga karakter itu?

Bayangkan dulu gih.

Bahkan script sangat simple sekalipun, butuh ketiga karakter di atas.

Tadi pagi pulang kerja, sebelum tidur aku nyalakan laptop, dan kubiarkan nyala terus. Harapanku, dengan dipanaskan seperti ini, maka air di dalamnya akan menguap dan hilang. Sesuai salah satu sifat air: menguap bila dipanaskan.

Tapi ternyata perkiraanku salah, karena sore inipun ketiga karakter ini masih tewas.

Selain dikerokin, enaknya diapakan ya?

May 1, 2006

Jakarta Vacation: Trilogy III

Di hari terakhir, acara pagi adalah acara bebas, yang penting ngumpul kembali di hotel pukul 13:00, persiapan untuk check-out. Para ibu-ibu memanfaatkannya dengan belanja ke Pasar Pagi Mangga Dua, yang lain ke Mal Mangga Dua, Isdah janjian dengan temannya, sedangkan aku berkelana ke Plasa Semanggi, ketemu dengan teman milis, anak_bungsu.

Di Plasa Semanggi, karena ada hotspot gratis, aku sekalian mencoba Wi-Fi yang baru aku beli, dan ngecek email yang sudah 4 hari aku tinggalkan. Benar saja, banyak antrian email dari website BengkelProgram.com, dari kantor, dan dari milis. Tidak sempat membalas semua email, karena keburu battreynya habis.

Jam 12 siang, aku balik ke hotel, takut ketinggalan rombongan. Huh, ternyata bukan jam 13:00, tapi jam 14.

Tepat jam 2 siang, kita cabut dari hotel, menuju ke jalan tol, dan balik lagi ke hotel, karena tiket pesawat semua tertinggal di kamar hotel. Nah lho.

Setelah agak lama, kita sampai di Bandara Soekarno Hatta lagi, jam 4-an. Masalah muncul lagi, karena boarding baru dilakukan jam 19:25. Weks, 3 setengah jam lagi.

Tidur, muter-muter, makan, adalah pengisi waktu yang baik.

Sampai waktu yang dijadwalkan, muncul pemberitahuan dari loudspeaker bahwa pesawat mengalami keterlambatan sekitar 30 menit. Derr... Tidur lagi deh.

Jam 8:40 kita take-off dari Jakarta.

Agak serem, karena cuaca mendung. Mendekati Surabaya, malah kena hujan. Pesawat mengurangi ketinggian dengan drastis. Telingaku sampai berdengung mendeteksi ketinggian yang naik turun.

Alhamdulillah pesawat dapat landing dengan sempurna di Bandara Juanda.


Makasih Lion Air, meski tanpa snack dan sering terlambat,
tapi jasamu ...

Perjalanan ke Malang berjalan dengan lancar, padahal diisukan kalo di Purwosari ada kemacetan karena ada kecelakaan truk.

Tidak sempat SMS Yuyun untuk menjemput, karena pulsa habis.

Sampai di depan PBI, ada beberapa orang turun untuk naik taksi. Tapi ketika sudah sampai kantor, aku lihat ke kursi belakang (aku duduk di tengah), dengg... kosong.

Loh, kemana Venus, Isdah, dan yang lain? Sial, ternyata aku ditinggal.

Akhirnya aku pulang naik taksi ke Joyogrand.

Uh, akhir yang menyenangkan!

Jakarta Vacation: Trilogy II

Hari pertama yang dijadwalkan untuk jalan-jalan bersama ke ITC dan Mal Mangga Dua, tidak terlaksana, karena para peserta yang capek, dan mungkin juga butuh adaptasi dengan udara Jakarta. Isdah tidur dengan nyaman, aku kabur sendirian ke Harco dan Mal Mangga Dua, beli VCD Rossa dan USB Wi-Fi.

Malamnya, jadwal acara adalah keliling Jakarta. Tapi karena si Isdah sudah kadung janji dengan Gajah Jakarta, aku dijadikan bumper untuk minta ijin pada pimpinan rombongan (Pak Tedy), bahwa kita tidak bisa ikut rombongan.

Setelah diberikan ijin, kita dengan dipandu oleh Koh Fahmi lewat SMS dan Lea lewat telepon, akhirnya mengarungi samudra Jakarta. Pertama kita naik angkot 39 dari Mangga Dua menuju Stasiun Kota, disambung dengan Bus Way menuju Bendungan Hilir (Benhil).
Tidak ada masalah berarti dalam perjalanan kali ini, selain surprise pada ramainya trafik, dan bingung cara masuk ke halte Bus Way.

Meski kita tidak ikut rombongan, yang tujuannya adalah untuk mengenalkan Jakarta, tapi kita malah langsung masuk dan merasakan kehidupan Jakarta. Jadi tau bahwa Benhil adalah Bendungan Hilir.

Sampai di halte tujuan, kita sudah dijemput oleh Henny. Selanjutnya diantar menuju Pelangi di Plasa Semanggi lantai 5, ketemu para Gajah Jakarta, semisal Markum, Made, Holda, Nugi, Lea, Andri, etc.
Acara disambung dengan karaoke, dan pulang ke hotel jam 1.
(kopdar diceritakan pada posting lainnya).

Hari pertama sangat capek, sehingga nekat tidur satu ranjang dengan Isdah.

Esoknya (hari kedua), acara adalah ke Ancol dan Dufan.

Setelah sarapan, peserta rombongan diangkut ke Ancol. Sampai sana jam 11, dimana Dufan masih belum buka, makanya kita menghabiskan waktu di Ancol sambil nunggu waktu. Boring, yang ibu-ibu mengurusi anaknya, yang sedang bulan madu pada mojok, cewek-cewek pada belanja, yang cowok-cowok gak ada kegiatan. Sempat naik perahu layar sih, jadi agak terobati rindu kampung halaman di Sulawesi sana.


Nampang di Ancol
(Deny, Venus -lagi-, Aku, Fitra, Isdah, Arie, Arief)


Memfoto tukang foto yang memfoto tukang foto yang memfoto
(Fitra, Venus, Pak Tedy, Deny, Nadlir, Arief -ga keliatan-, Krisna)


Di perahu layar...


Boring, ketiduran di pasir...

Setelah selesai di Ancol, kita menuju Dunia Fantasi. Lokasinya gak begitu jauh dari situ.

Di dalam Dufan pun, kebosanan tidak juga hilang. Yah, meski ini adalah dunia yang penuh fantasi, yang mana para peserta lainnya sangat antusias dengan kesenangannya, tapi nampaknya ini bukan dunia kami (Aku, Isdah, Venus, Novendra). Mungkinkah dunia kami cuma cyber? Uhh...


Dari awal sampe akhir acara, aku cuma di sekitar warung ini.
Sempat sih naik wahana Bianglala sekali.

Setelah sukses dengan acara di Dufan, kita kembali ke hotel. Mbak Lina dan suaminya sempat ketinggalan bis, tapi akhirnya dia naik taksi ke hotel, dengan biaya ditanggung panitia. Huh, asisten pimpinan rombongan sok tau sih...

Malamnya, acara bebas.

Untuk mengisi acara, aku mendatangkan sobat lama, Makoto atau Eko Heri atau Kartolo, yang sudah lama berkelana di Jakarta, dan juga si Tosa Dilaksa Wisnu, yang nampaknya sudah survive di belantara Jakarta.

Kita (Aku, Venus, Isdah, Arie dan Bayu) diajak muter-muter Jakarta di waktu malam. Mulai dari warung pinggir jalan, makan nasi goreng kambing, sampai ke kawasan SCBD (masih ga tau kepanjangannya), main bilyard sampai lewat tengah malam.


Kau masih tetap seperti yang dulu, Lo!
(Makoto, Tosa, Aku, Isdah, Bayu, Arie)

Hari itu berakhir dengan capek banget.

Masuk ke hari ketiga, acara adalah ke Sea World, melihat siapa tau dapat merasakan ikan laut di situ. Bagus sih, banyak ikannya, baik yang lokal maupun dari negara lain. Tapi ternyata tidak sebesar yang kubayangkan, meskipun Sea World ini katanya adalah terbesar di Asia Tenggara. Huff, siapa yang mau membuktikan?


Ikan gabus (menurutku) dengan skala tangan Isdah yang memegang
uang kertas seribu rupiah.


Perhatiaann... Venus si aplen sadiss...

Hari itu harus segera pulang, karena malamnya dijadwalkan dinner dengan Mr Big Boss di restoran Bandar Djakarta, Ancol.

Makan malam memang jadi dilaksanakan, tapi Big Boss tidak bisa datang ke Jakarta karena suatu halangan.


Makan, makan...
(Isdah, Aku, Yuli, Elok)


Mungkin dulu ibunya ngidam kamera...

Selepas makan malam, kita diajak (dipaksa?) muter-muter Jakarta, sampe capek. Ada baiknya juga sih, jadi dapat lihat langsung apa yang sebelumnya cuma dilihat lewat tipi. Misalnya Monas, Istana Negara, Istiqlal, Mal Ciputra, Mal Semanggi, HardRock Cafe, Bunderan HI, etc...

Hari ketiga juga berakhir dengan capek.

Jakarta Vacation: Trilogy I

Kisah ini berawal dari kegiatan rutin kantor kami, untuk melaksanakan liburan (wisata) setiap satu tahun sekali, sebagai bentuk apresiasi serta rileksasi, setelah setiap hari berkutat dengan monitor dan keyboard.

Terima kasih kepada Big Boss untuk fasilitas ini.

Acara ini sempat beberapa kali tertunda, karena seharusnya dilaksanakan pada awal Januari, lalu tertunda menjadi pertengahan Februari. Tapi karena pada masa itu team website selebritis harus kerja lembur menghadapi Piala Oscar, acara ditunda lagi menjadi akhir April, dipastikan tanggal 27 April 2006.

Pagi itu (jam 6:30) kita berangkat dari C1 (kantor 1). Dengan diantar oleh Big Boss, kita berjumlah 38 orang naik bis Gunung Harta menuju Bandara Juanda Surabaya. Sebelumnya kita berencana berangkat dari Bandara Abdurahman Saleh Malang. Tapi karena kehabisan tiket pesawat untuk pulang-pergi, kita tidak tidak jadi merasakan bandara kota sendiri.


Tampang cerah ketika akan berangkat
(Nadlir, Deny, Arief, Venus, Isdah dan Fitra)

Sampai di Juanda sekitar jam 8:00, dan menunggu boarding sekitar jam 9:25, dengan pesawat JT875 milik Lion Air. Setelah take-off dengan lancar, kita terbang melintasi laut Jawa. Inilah jawabannya, kenapa tidak pernah ada pesawat komersil yang melintasi kotaku (Demak), padahal kalau ditarik garis lurus, jalur Surabaya-Semarang, dan Surabaya-Jakarta, seharusnya melewati Demak. Belum ada penjelasan resmi dari pihak maskapai, kenapa memilih jalur laut.

Bagi yang pertama kali naik pesawat, perjalanan ini mungkin menegangkan, karena cuaca yang sempat memburuk. Namun Alhamdulillah semuanya baik-baik saja.

Satu hal yang patut disayangkan, perjalanan itu tanpa makanan, cuma dapat aqua yang bukan Aqua. Aku makan roti yang dikasih Pak Daniel, dan biskuit coklat yang diberi Dian.

Perjalanan ini memakan waktu 1 jam 15 menit, ditambah waktu untuk landing dan antri keluar dari pesawat selama 15 menit, sehingga total menjadi 1 setengah jam.

Sampai di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, kita terikat dengan aturan no-smoking, simple sih, tapi terasa berat bagi yang sakau rokok kayak Venus dan Pak Tedy.
Ini adalah kali kedua aku menghirup udara Jakarta, setelah yang pertama aku terdampar karena kebablasan naik kereta api menuju Jogja. Ah, a long story.


Assiiiikkk..... Jakarta!!
(Bayu, Aku, Venus, Krisna)

Selanjutnya dijemput oleh bis White Horse, di antar menuju Hotel IBIS Mangga Dua.

Sampai hotel, kita kehabisan kamar. Nah Lho.
Bukan, bukan kehabisan, tapi penghuni sebelumnya masih belum check-out, jadi kita mesti menunggu mereka keluar, dan kamarnya disterilkan, baru kita boleh masuk.

Sambil menunggu waktu itu, kita masuk ke areal Mal Mangga Dua, dan makan siang di warung pinggir parkiran. Banyak yang gak nyangka kalo ada warung semurah itu di Jakarta. Aku makan masakan Padang dengan lauk memadai, dan minum Es Teh Manis (di sini beda antara Teh Manis dan Teh Tawar), cuma habis 6.000 rupiah. Pedagangnya sopan-sopan, gak kayak yang di tipi. Jakarta lebih kejam dari ibu tiri?

Jam 14:00 kita kembali ke hotel, check-in, mandi (Isdah) dan tidur (Aku).

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi