" /> Mahesa Jenar: November 2005 Archives

« October 2005 | Depan | December 2005 »

November 29, 2005

Kediri Tour

Rencana ke Kediri sudah beberapa hari yang lalu, namun baru dapat terlaksana hari minggu kemaren. Itupun dengan keadaan mendadak, karena bangun kesiangan ^_^

Singkatnya, aku bersama rombongan (Nia dan Pithes) sekitar jam 11 siang, berangkat dengan 2 motor menuju Kediri. Nothing specials on this journey. Kita cuma mampir sekali di Warung Mbak Ida, warung pinggir sungai di kawasan sebelum Ngantang, sekitar jam 12-an. Kita sarapan pecel.

Setelah kehujanan sekali di Kandangan, kita sampai dengan selamat di Kota Kediri, sekitar jam 2-an.
Kemudian karena bingung bentuk kota Kediri yang kotak-kotak, kita telpon si Yuyun untuk datang menyelamatkan. Bersama guide gondrong ini selanjutnya kita mencari rumah Mbak Kiki, saudara sepupu Nia.
Dengan alamat yang membingungkan, akhirnya sampai juga di rumah kontrakan mbak Kiki. Kebetulan Mas Hudi juga baru nyampe situ, setelah jauh-jauh datang dari Banyuwangi.

Malamnya kita jalan-jalan cari makanan khas Kediri.

Soto Bok Ijo jadi sasaran pertama. Makan 2 mangkuk di situ serasa baru setengah mangkuk. Wuih.
Di situ aku ditelp sama si Penyu, mau ngajak makan-makan, whehehe... enak aja.

Makanan berikutnya adalah nasi goreng pake arang (apinya gak pake kompor gas, tapi pake arang). Aku makan nasi goreng, juga mie godok. Lumayan enak ^^

Setelah nginap di rumah Yuyun, besoknya kita ngopi di warung pagi, lalu makan pecel (lagi). Aku habis 2 bungkus.

Acara hari itu adalah nyari helm G-Force buat Nia, tapi gak ketemu, akhirnya kita ngunduh mangganya si Yuyun. Dapat satu tas ransel, lumayan.

Kita lalu pulang ke Malang, dengan kondisi yang kecapekan, panas, ngantuk, dan buru-buru, karena sorenya aku harus masuk kerja lagi.

Jam 3 masih sempat makan di Payung. Mau lihat lokasi tewasnya DR Azahari gak sempat, karena selain jauh, juga belum tau pasti lokasinya.

No Expression Kecapean dalam perjalanan, kita istirahat di tepi jalan, di tepi hutan. Antara Pujon dan Ngantang.

Me & Nia
Nampang bersama Nia. Diliatin para pengendara, cuek aja.


November 26, 2005

Merubah Status Yahoo! Messenger 2

Bagi yang sering memanfaatkan IM (Instant Messenger) ini, kemungkinan besar sering memanfaatkan fasilitas ini.

Status YM (Yahoo! Messenger) menunjukkan keadaan kita saat ini, sehingga dapat terlihat oleh para chatter lainnya. Biasanya kita melakukan perubahan status tersebut melalui menu yang telah disediakan oleh YM sendiri. Bisa dengan memilih status yang telah disediakan, atau mengisikan sendiri status tersebut.

Beberapa aplikasi dapat melakukan perubahan status di YM secara eksternal, misalnya saja plug-in WinAmp yang bernama YM Status Changer, yang akan merubah status di YM sesuai dengan lagu yang sedang dimainkan pada WinAmp.

Berikut ini akan dibahas cara merubah status di YM menggunakan aplikasi Visual Basic. Contoh yang digunakan adalah mirip dengan YM Status Changer, yaitu merubah status YM, dengan mengambil lagu yang sedang dimainkan di WinAmp. Dari contoh tersebut, tentu dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sendiri.

Cara mengambil lagu yang dimainkan oleh WinAmp, kita menggunakan caption pada windownya:

  • Dengan Windows API, kita mencari handle window dengan class Winamp v1.x

    WinAmpHnd = FindWindow("Winamp 1.x", vbNullString)
     
  • Ambil caption pada handle tersebut dengan fungsi GetWindowText

    wname = Space(260)
    GetWindowText WinAmpHnd, wname, 260
    wname = Left(wname, InStr(wname, Chr(0)) - 1)

     

Sedangkan cara melakukan perubahan status di YM adalah sebagai berikut:

  • Dari registry YM, ambil nama user yang sedang login (aktif) saat ini

    UserAktif = Regs.GetStringValue("HKEY_CURRENT_USER\Software\Yahoo\pager", "Yahoo! User ID")
     
  • Dengan nama tersebut, tentukan lokasi path Profile user aktif

    ProfilePath = "HKEY_CURRENT_USER\Software\Yahoo\pager\profiles\" & UserAktif & "\Custom Msgs"
     
  • Rubah Custom Message (status) sesuai dengan caption dari WinAmp

    Regs.SetStringValue ProfilePath, "5", wname
     
  • Rubah status user visibility juga

    Regs.SetDWORDValue ProfilePath, "5_DND", 0
     
  • Dengan Windows API, cari handle window yang menggunakan class YahooBuddyMain (class-nya YM)

    YMWnd = FindWindow("YahooBuddyMain", vbNullString)
     
  • Berikan pesan (PostMessage) pada handle tersebut untuk merubah statusnya

    PostMessage YMWnd, &H111, &H188, 0
     

Nilai status yang baru, diletakkan pada entri 5 agar dianggap sebagai entri baru oleh YM, sehingga status saat ini (sebelum dirubah), akan bergeser ke nomor 4. Sedangkan entri nomor 4 akan pindah ke nomor 3, dan seterusnya. Entri 1 akan hilang. Total adalah 5 status yang disimpan oleh YM.

Untuk visibility digunakan nilai 0 untuk visible, dan 1 untuk invisible.

Pada contoh source-code, atau aplikasi jadinya, aplikasi ini akan merefresh status secara terus menerus (interval 3 detik), untuk mengecek status di WinAmp dan menerapkannya di YM.
Hal ini berbeda dengan YM Status Changer yang karena keberadaannya sebagai plug-in dari WinAmp, sehingga dia dapat melakukan perubahan status hanya jika ada perubahan lagu.

Fungsi tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal lain yang mungkin saja lebih berguna :)

November 24, 2005

Neptu Jawa

Bagi kalangan masyarakat jawa (asli), nama pasaran tidaklah asing lagi. Mereka punya perhitungan sendiri dalam penamaan hari, semisal Senin Pahing, Selasa Pon, Rabu Wage, etc.

Perhitungan hari tersebut sudah ada sejak lama sekali. Untuk lebih jelasnya, baca artikel ini.

Yang akan saya bahas adalah, tentang fanatisme pada perhitungan jawa. Dari nama-nama hari, dapat dihitung nilai-nilai tertentu, yang disebut dengan NEPTU.
Nah, dari nilai NEPTU inilah, dapat ditentukan apa-apa saja yang boleh/tidak, bagaimana berbuat, etc.
Misalnya mau pergi mencari rejeki, mencari obat, termasuk juga adalah tentang perjodohan!

Misalnya anda lahir hari Senin Kliwon, neptunya adalah Senin (4) + Kliwon (8) = 12
Pasangan anda misalnya Rabu Pon, neptunya Rabu (7) + Pon (7) = 14

Untuk menikah, kedua neptu disatukan, dalam hal ini 12 + 14 = 26

Anda dapat menghitung sendiri di situs ini.

Kemudian, dari nilai yang didapatkan tersebut, dapat dilihat, apakah pasangan tersebut diperbolehkan atau tidak untuk melanjutkan niatnya. Kalaupun boleh, apa saja pantangannya, syarat-syarat dan kewajibannya.

Dalam primbon jawa, sudah ada list yang memuat tentang hal tersebut.

Untuk hasil 26, istilahnya adalah Satrio Penantang, atau Beddu, atau ... (banyak istilahnya), yang menyatakan bahwa apapun alasannya, pernikahan dengan jumlah neptu 26 adalah TIDAK BOLEH.

Resiko yang ditanggung akan berat sekali.

Tapi stop, ... itu adalah perhitungan jawa.
Bagaimana dengan pertimbangan secara Islami? apakah hal tersebut memang tidak boleh?

Inilah kontroversialnya.

Ada yang mengatakan, bahwa itu termasuk bid'ah, jangan percaya, tidak ada ajaran seperti itu dalam Islam.

Bagi yang fanatik, tentu saja menolak itu dikatakan bid'ah. Itu semua ada perhitungannya, yang didapatkan secara turun-temurun, dan sudah terbukti kebenarannya.
Mereka selalu berargumen, sesuatu yang tidak pernah didapatkan dari Al-Qur'an dan Hadits, bukan berarti tidak ada di dunia nyata.
Analoginya, ilmu ndaud (memindah tanaman padi) tidak ada dalam Al-Qur'an dan Hadits, tapi tetap dibutuhkan kalo petani ingin menanam padi. Tidak berarti ilmu itu muspro (sia-sia).

Lha kemudian, kalo anda dan pasangan divonis untuk tidak boleh melanjutkan hubungan anda ke jenjang pernikahan, apa yang mesti dilakukan?

November 23, 2005

Nasrudin: Relativitas Keju

Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira,

"Aku punya sepotong keju untukmu," kata istrinya.

"Alhamdulillah," puji Nasrudin, "Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut."

Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga.

"Adakah keju untukku ?" tanya Nasrudin.

"Tidak ada lagi," kata istrinya.

Kata Nasrudin, "Yah, tidak apa-apa. Lagipula keju itu tidak baik bagi kesehatan gigi."

"Jadi mana yang benar ?" kata istri Nasrudin bertanya-tanya, "Keju itu baik untuk perut atau tidak baik untuk gigi ?"

"Itu tergantung," sambut Nasrudin, "Tergantung apakah kejunya ada atau tidak."


So simple, tapi banyak dari kita sering terjebak pada kesederhanaan itu.
Merasa enggan dengan suatu makanan, hanya karena bosan, dan memilih merasakan lapar sampai mendapat makanan yang diinginkannya. Menyiksa diri...

Pesantren, Jihad, Teror

Ketika disebutkan kata Jihad, yang terbayang adalah gambaran kaum muslimin yang memegang pedang, samurai, senapan, bahkan bom.
Pemberitaan media yang salah dan pengertian Jihad yang keliru adalah salah satu penyebabnya.

Jihad selalu diambil sebagai kata utuh, dianggap sebagai ajaran Islam, yang pada akhirnya dapat merusak citra Islam itu sendiri.
Padahal seharusnya, Jihad adalah di jalan Allah (fi sabilillah), dengan ketentuan yang mendatangkan rahmat, bukan kehancuran.

Berikut ini adalah artikel dari milis fismaba2004 (milis para alumni pesantrenku):

Senin, 21 Nov 2005,
Pesantren, Jihad, Teror
Oleh: A. Mustofa Bisri

SEBAGAI orang yang dibesarkan di pesantren, sama sekali
saya tidak kaget mendengar pesantren dikait-kaitkan oleh
pejabat tinggi negeri ini dengan teroris. Kita maklum
belaka atas kebiasaan berpikir lugu kebanyakan petinggi
kita yang gampang mengait-ngaitkan masalah dan suka dengan
spontan menunjuk-nunjuk pihak lain. Inilah cara yang
paling sederhana untuk menghindar dari dan sekaligus
menunjukkan tanggung jawab. Bahkan, saya tidak kaget kalau
spontanitas sederhana pejabat tinggi itu kemudian menjadi
semacam kebijaksanaan yang diikuti membabi-buta oleh
bawahan-bawahannya. Saya juga tidak kaget kalau pada
gilirannya pers meramai-kembangkan hal itu.

Boleh jadi petinggi yang bersangkutan memang mendengar
pengakuan salah satu atau beberapa pelaku teror yang
tertangkap, atau melihat dokumen yang ditemukan yang
menunjukkan bahwa ada tersangka teroris yang mengaku
jebolan pesantren. Apalagi, bila pejabat tinggi itu
termasuk yang termakan opini bahwa sumber teror adalah
dari pemahaman ajaran Islam. Maka, pesantren yang
diketahui merupakan tempat pendidikan agama Islam akan
tampak logis dijadikan kambing hitam.

Saya yakin semua orang tahu bahwa saat ini jenis pesantren
banyak sekali. Bahkan, -seiring banyaknya kiai tiban (kiai
instan, Red)- banyak pula pesantren tiban. Dan, pesantren
yang disebut salaf -katakanlah pesantren yang ’asli’- baik
yang kemudian menamakan diri sebagai pesantren modern atau
yang disebut orang tradisional, sudah memiliki jati diri
sendiri yang tidak mudah dikagetkan oleh kepanikan orang
-termasuk pejabat yang panikan.

Sejak mula pesantren ’salaf’ meyakini suatu akidah
pemikiran ahlussunnah wal jamaah yang bercirikan tawassuth
wal i’tidaal, tengah-tengah dan jejeg, dengan misi
melanjutkan misi Rasulullah SAW rahmatan lil ’aalamiin,
menebar kasih sayang ke semesta alam. Pesantren yang masih
merupakan mayoritas ini masih dipimpin dan diasuh oleh
kiai-kiai -dengan sedikit pengecualian- yang yanzhuruuna
ilal ummah bi ’ainirrahmah, yang memandang umat dengan
mata kasih sayang. Bersikap lemah lembut kepada sesama
seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Ajarannya juga masih tetap Addiinu annashiihah lillahi
walikitaabihi walirasuulihi waliaimmatil muslimiin
wa’aammatihim, berlaku baik terhadap Allah dengan
membenarkan keyakinan dan ikhlas beribadah kepada-Nya;
berlaku baik terhadap kitab-Nya dengan mempercayai dan
mengamalkan isinya; berlaku baik terhadap rasul-Nya dengan
mempercayai risalahnya dan mengikuti ajaran dan
perintahnya; berlaku baik terhadap para pemimpin dengan
menaati mereka dalam kebenaran dan menasihati mereka bila
nyeleweng; berlaku baik terhadap umumnya umat dengan
menunjukkan kebaikan kepada mereka dalam urusan dunia
maupun akhirat.

Namun, kalangan pesantren -termasuk organisasinya seperti
RMI dan NU- bisa mengambil hikmah dari dikait-kaitkannya
pesantren dengan terorisme ini. Minimal hal ini dapat
menyadarkan mereka bahwa ketika dunia dikuasai
’ideologi-ideologi’ ekstrem seperti sekarang, ’ideologi’
mereka yang tawassuth wal i’tidaal berasaskan kasih sayang
sangat dibutuhkan. Pada gilirannya ini mendorong mereka
untuk lebih menampilkan jati diri mereka sebagai pelopor
pemikiran dan sikap jejeg dan tengah-tengah, menebarkan
rahmatan lil’aalamiin; serta lebih aktif menjelaskan
pemahaman yang benar tentang ajaran Rasulullah SAW melalui
lisan, tulisan, maupun tindakan, tidak saja kepada pihak
luar, tapi juga kepada kalangan sendiri yang masih belum
benar-benar bisa memahami samhatal Islam, kelapangan
Islam.

Kalangan pesantren mesti mengkaji ulang dan memperbaiki
cara mereka mulang dan memberi pengajian. Karena ternyata
belakangan banyak konsep keliru yang laris manis justru
karena dikemas dan diajarkan dengan cara yang canggih.
Soal ’jihad’ misalnya. Ternyata istilah yang sudah
ma’lumun bidhdharurah di kalangan pesantren ini, kini
masih ada yang mempersoalkan atau dipersoalkan lagi akibat
adanya pemahaman baru yang bukan saja merusak maknanya,
tapi juga merusak citra Islam itu sendiri.

Bukan saja jihad diartikan hanya sebagai qitaal, perang,
tapi jihad dan qitaal itu sendiri sudah tercerabut dari
gandengannya yang tidak boleh dipisahkan: fii sabiilillah.
Qitaal -fii sabiilillah sekalipun- yang tidak mengikuti
jalan Allah, sama saja dengan teror! Sama dengan amar
makruf nahi mungkar yang seharusnya dilakukan secara
makruf, kini sudah ada yang melakukannya dengan cara yang
mungkar. Demikian juga jihad sudah ada yang melucuti
sabiilillah-nya. Berjuang di jalan Allah tanpa
mengindahkan jalan Allah. Jihad dengan Quran -sebagaimana
difirmankan Allah "Wajaahidhum bihi jihaadan kabiiran"
"Berjuanglah terhadap mereka dengannya (Quran) dengan
jihad yang besar" (Q. 25: 52)- yang menebarkan rahmat dan
kehidupan, kini kalah populer oleh ’jihad’ dengan bom yang
menebarkan laknat dan kematian.

Waba’du; akan halnya teror itu sendiri yang menjadi biang
masalah, saya pernah menulis dan mengatakan antara lain
bahwa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teror berarti:
1. perbuatan (pemerintahan dsb) yang sewenang-wenang
(kejam, bengis, dsb); 2. usaha menciptakan ketakutan,
kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan.

Jadi apakah itu pemerintah, perorangan, atau golongan bisa
melakukan teror. Pemerintah kolonialis Belanda dan Jepang
yang melakukan teror terhadap rakyat Indonesia kemudian
ditiru pemerintah Orde Baru, terutama di awal-awal
kekuasaannya. (Anda masih ingat menjelang pemilu 1971?
Pemerintah yang didukung ABRI waktu itu melakukan teror
yang luar biasa kejam kepada rakyatnya sendiri.
Penculikan, penyiksaan, penindasan, dan hal-hal lain yang
mengerikan dilakukan aparat pemerintah. Masih ingat
lembaga atau apa yang bernama Babinsa -bersama koramil-
yang pada 70-an menjadi momok di daerah-daerah karena
kebengisannya?).

Di luar Indonesia, sampai saat ini pemerintah Amerika
masih terus meneror dunia dengan tindakan-tindakannya
terhadap ’negara-negara kecil’ seperti Afghanistan, Iraq,
Iran, Syria yang dianggapnya tidak manut kepada negara adi
daya itu. Pemerintah Israel meneror Yasser Arafat dan
rakyat Palestina. Dan, kebetulan negara-negara sasaran itu
dikenal sebagai negara-negara kaum muslimin. Dua
pemerintahan yang saling mendukung itulah antara lain yang
-dengan ketidakadilan alias kezaliman mereka- melahirkan
’teroris-teroris gelandangan’ di mana-mana. Pihak kecil
yang geregetan dan frustrasi terhadap kezaliman pihak yang
kuat sering kalap dan menjadi zalim pula.

Kezaliman melahirkan kezaliman dan kedua-duanya melahirkan
kegelapan. Khusus di republik yang tertatih-tatih oleh
timbunan utang, koruptor, dan seabrek masalah ini,
merekrut ’pejuang teror’ kiranya jauh lebih mudah daripada
menangkap teroris. Di sini orang kecil atau rakyat yang
bodoh dan melarat banyak, orang besar atau pemimpin yang
korup dan tak bertanggung jawab juga banyak. Di sini untuk
beberapa ribu rupiah, akal bisa hilang dan nyawa bisa
melayang. Bayangkan bila ada doktrin yang bisa meyakinkan
kepada orang yang sudah sedemikian sumpeknya terhadap
kehidupan dunia ini, bahwa bila dia mau mengorbankan
nyawanya, dia bukan sekadar akan mendapat beberapa ribu
rupiah, tapi akan mendapatkan kehidupan yang sesungguhnya,
kehidupan yang berbahagia tanpa rasa takut dan susah.
Sorga.

Menurut saya, teroris akan mudah -bahkan mungkin hanya
bisa- dikikis oleh sikap adil penguasa. Saya yakin Amerika
akan bisa tidur tenang bila mereka tidak memilih pemimpin
zalim semacam Bush. Dan di sini, di negeri ini, doktrin
teroris macam Noordin M. Top tidak akan laku bila
pemerintah lebih serius memikirkan kesejahteraan rakyatnya
dan para pemimpin agama serius membimbing ke arah
penguatan dan pengayaan batin mereka.

Wallahu a’lam.

Budaya Malu

Rendah hati bukan berarti rendah diri
Mau dihargai harus mau menghargai
dan bisa menghargai diri sendiri

Aku sering gemes, kalo liat orang memanfaatkan segala kesempatan, demi kesenangan diri sendiri. Kesel, mangkel...
Kesel kalo liat orang nyerobot antrian di SPBU, bayar telpon, listrik...
Mangkel kalo liat di jalanan, orang maen seruduk sana-sini, langgar lampu merah (kok ini terus yang jadi contoh ya?)...
Muak kalo liat cowok-cewek berpelukan erat di pinggir jalan (bahkan pernah aku liat waktu bulan puasa kemaren)...

Gak banyak yang bisa aku perbuat, karena itu adalah masalah kepribadian.

Gak mungkin aku negur, karena selain tidak punya hak, belum tentu aku lebih baik dari mereka, dalam hal yang lain.
Paling-paling aku berani (dan harus) negur untuk orang terdekat, misalnya pacar ^_^

Mungkin sedikit langkah yang dapat kita lakukan adalah, membuat masyarakat kita berkaca pada kesalahannya sendiri. Salah satunya dengan mempublishkan kesalahan ke khalayak ramai, dengan tetap melindungi identitas orang itu tentunya.

Aku nemu situs ini, Malu Dong. Di sini kita bisa berpartisipasi mengirimkan gambar kejadian/pelanggaran yang menunjukkan rusaknya rasa malu. Dengan disertai keterangan singkat, nantinya gambar tersebut diedit untuk melindungi identitas si pelaku. Hal ini selain untuk mengingatkan si pelaku (yang mungkin tidak akan pernah melihat gambarnya ini) juga untuk mengingatkan kita semua.

maludong.jpg

Aku rasa ini langkah bagus, dan butuh partisipasi banyak pihak, dan tentu saja manajemen koleksi yang handal.
Di situs ini masih didominasi pada ketidaktaumaluan masyarakat kita dalam berkendara, mungkin karena sponsornya bergerak dalam bidang Otomotif?
Semoga ke depannya nanti, banyak yang dapat dikembangkan.

Satu langkah awal pasti dibutuhkan untuk mencapai tujuan sejauh apapun.

Bravo for us!!!

Advanced Technology: Map

Begitu simple: peta

Tapi begitu luas jabarannya, kalo emang mau diperluas.

Selama ini, pengertian peta adalah penampilan suatu area / daerah dalam bentuk gambar 2 dimensi. Dalam pengertian ini saja, peta sudah merupakan kebutuhan vital.
Orang mau memahami suatu daerah, melakukan suatu perjalanan, membangun area, butuh peta.

Kalau diperluas, peta bukan saja bersifat ruang, tapi juga waktu.

Ketika bicara tentang peta waktu, kita bisa memetakannya dalam skala-skala tertentu, memilah dan mengalokasikan untuk kebutuhan tertentu. Hampir mirip dengan peta ruang.
Yang membedakan adalah, peta ruang selalu berjalan, tidak bisa diulang. Selalu akan habis terpakai, baik sudah atau belum dimanfaatkan.

Itu pembahasan sok serius ^_^

Anyway, aku baru saja tertarik dengan teknologi yang ditawarkan oleh raksasa pabrik software dunia: Microsoft dan Google.
Microsoft dengan MapPoint, Google dengan Google Local.

Setelah menyerah dengan teknologi Google Map, aku mencoba Virtual Earth. Sama-sama pusing. Belum nemu intisarinya.
Aku yakin di kedua teknologi itu masih banyak yang dapat digali untuk dimanfaatkan, tapi masih banyak yang mesti dilakukan.

Untuk menghibur hati, aku mencoba menampilkan peta blogger yang disediakan oleh FeedMap.
Sebelumnya, aku pernah mencoba, dan selalu gagal... selalu ditolak.
Aku yakin itu adalah kesalahan script (programmer feeling), karena error statementnya murni dari compiler.
Setelah browsing, keluar masuk forum diskusi, aku mencoba-coba cara untuk submit.
Buat yang masih gagal, jangan pernah menyerah, never give-up!
Kadang errornya karena yang disubmit adalah Atom (kasusku), ada juga yang error kalo yang disubmit adalah RSS.
Jadi coba-coba salah satunya.
Kemudian, coba hilangkan www. di depan nama domain, seperti punyaku, cukup http://mahesajenar.com

Oke, hasilnya dapat dilihat pada sidebar sebelah kanan blog ini ^_^

Thanks...

November 22, 2005

Suasana Kantor

Jika lagi 'jeda', suasana kuburan dapat berubah menjadi suasana mall.

Ini salah satu rekaman suasana kantor. Gak semua penghuni kantor dapat dimunculkkan di sini, karena alasan property dan demi hukum :p

Ngelu
Para designer yang sedang dikejar dateline. Was-was kalo Pak Tedy datang dan tanya 'sudah rif?'


Gerombolan Si Berat
Penyu dan Fitra, pasangan si berat yang bergumul di pojok ruangan ^_^


Nadhir
Gambar ini sengaja dikaburkan...


Agung
Kayaknya cakep ya?


Pooh
Whuaaaaa... awas, pegang celana masing-masing... :p~

Diklat SCeN

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya aku dapat juga foto dokumentasi diklat SCeN 2005. Buanyak fotonya, 220 lebih!
Makasih Yan!

Berikut ini cuma ditampilkan beberapa saja, sebagai preview aja.

Sharing
Pengurus cangkruk dengan peserta diklat, untuk mengurangi kesenjangan antar generasi.


Kepak Elang
Para pendukung acara diklat ini. Inilah bentuk simbiosis mutualisme yang diharap-harapkan. Bravo Kepak Elang. Bravo SCeN.


Pijatan Massal
Kekompakan dan solidaritas adalah tujuan dari pelaksanaan diklat tahunan ini.


Game Trust Fall
Menggali kepercayaan antar person dalam tim. Ga mungkin kan tim berjalan dengan saling curiga?


Pembantaian
Bagi yang tidak bisa menyebutkan nama kecil Bill Gates, dipenggal anunya.

November 21, 2005

Cinta, Cinta Sejati, Soulmate

Ketika kamu punya perhatian lebih, ketertarikan lebih, kesenangan yang lebih, terhadap sesuatu, itulah cinta... dalam konteks apapun.

Ketika cinta itu satu, tak tergoyahkan oleh benturan dan waktu, terjaga cintamu padanya meski hidupmu bersama cinta yang lain... itulah cinta sejati.

Dalam satu putaran hidup, hanya satu belahan jiwa. Jika kamu mendapatkannya dalam cinta sejati... hufff, ikut dong... ^_^

Emane... Sang Jagoan Kedinginan

azahari.jpg
Kenapa DR Azahari sampe tertangkap?
Bukankah selama ini, dalam pelariannya, posisinya saja tercium pun tidak, oleh para BIN. Kok tiba-tiba, nggelethek ketembak di Batu, Jatim. Malah mati.

Is it true?

Ada rasa eman di dada ini, ketika terbukti bahwa mayat itu adalah DR Azahari.
Masih gak percaya, ketika diduga kuat jenazah itu dikenali sebagai DR Azahari, lewat sidik jarinya.
Baru yakin, setelah adiknya yang dari Malaysia mengenali, dan yakin bahwa itu DR Azahari.
Ternyata...

Aku bukan eman pada tindakan anarkisnya, menggunakan Islam sebagai benteng idealismenya. Aku lebih eman pada semangat juangnya, yang jelas-jelas meletakkan kepentingan pribadinya, jauh di bawah kepentingan ideologinya, apapun itu.
Kepentingan pribadi seperti keluarga, kekayaan, sampai nyawa, dia pertaruhkan semua demi ideologinya.
Stop pikiran anda!
Apakah yakin bahwa anda bisa demikian?

Jangan berdalih tentang kejahatan DR Azahari... tapi mampukah anda membela suatu idealisme yang anda yakini bahwa itu benar, dengan pertaruhan nyawa?!!!

Lihatlah diri anda...
LIhatlah orang di sekitar anda...

Bahkan untuk membela yang menurut anda sangat benar... apa itu... entahlah, anda sendiri yang tau...

...

Ok, itu yang serius...

Kekuatiranku, jangan-jangan ilmu DR Azahari menurun drastis, karena dia kedinginan di Batu!!!

Gak percaya?

Ada beberapa kesaktian yang tidak tahan dingin... mangkanya ada jagoan yang jarang mandi, kecuali kehujanan...
seperti aku ^_^

November 19, 2005

Hantu Cekik... Percaya Nggak Percaya

Kemaren sempat ramai di media, tentang adanya Hantu Cekik yang meresahkan warga Demak, Jawa Tengah.

Orang Demak menyebutnya sebagai Tekek. Susah nulis istilah itu, karena ada juga hewan dengan nama Tekek, dan ada teman yang namanya juga Tekek. Kalo dibahasa Indonesiakan, artinya Cekik.

Karena hal tersebut bersifat klenik, maka seperti biasa akhirnya menimbulkan kontroversial. Ada yang percaya dan yakin, dan banyak yang meremehkannya. Yang tidak percaya, otomatis menganggap dirinya lebih 'bersih', 'pintar', dan 'sadar'.

Oke lah, itu masalah persepsi.

Aku sebagai bagian dari warga Demak, meyakini bahwa keresahan itu memang ada. Pasti.
Tapi tentang definisi gangguan itu adalah berupa hantu, cahaya, dll, etc... nanti dulu.

Selama aku masih tinggal di Demak, sampai sekitar tahun 1992-an, isu itu selalu muncul tiap tahun. Biasanya mendekati bulan Suro (Muharram), dan pada masa kemarau, paceklik. Kebetulan daerahku sering mengalami paceklik.

Ketika musim Tekek itu berlangsung, warga selalu dihantui dengan ketakutan.
Dalam satu hari, hampir pasti ada satu atau lebih orang meninggal, dengan menyisakan bekas cekikan.
Yang pasti, setahuku hantu itu (sementara kita sebut hantu), menyerang orang yang sedang tidur, dan sendirian. Ketika dicekik, dia mengeluarkan suara igauan, dan erangan. Kalo tidak segera dibangunkan, maka bisa saja dia meninggal.
Demi berjaga dari hal seperti itulah, biasanya kita berkumpul di halaman, di perempatan jalan, atau di tempat 'aman' lainnya, bersama dengan para tetangga.

Ada satu hal menarik, yaitu adanya pertanda bagi rumah yang nanti malam akan diserang. Misalnya ada goresan kapur di pagar rumahnya, atau hal-hal tidak wajar lainnya, yang tidak disadari oleh penghuninya.

Berbagai cara juga dilakukan oleh warga, mulai dari cara yang 'benar' sampai dengan yang 'salah'. Misalnya dengan menuliskan rajah atau ayat-ayat Al-Qur'an di pintu rumah, agar hantunya tidak berani masuk.
Ada yang menggambar gambar hantu di rumahnya, dengan tujuan supaya hantu Tekek kalo mau masuk, dia lihat sudah ada hantu di situ, sehingga tidak jadi masuk. Aneh gak?

Memang benar kata aparat, bahwa isu itu semakin melebar karena adanya 'information sharing' antar penduduk desa. Sehingga ketakutan desa yang satu, menjadi ketakutan di desa lainnya, meski tidak pernah terjadi. Biasanya informasi itu mengalir lewat para pedagang yang keluar masuk desa-desa.

Opiniku tentang fenomena ini adalah:
Ketika musim paceklik tiba, ada sebagian warga masyarakat, yang menjalankan 'laku' atau sesembahan, dengan menganut ajaran sesat. Ini memang berbau klenik, tapi memang ada. Dalam Islam sendiri selalu dilarang manusia bekerja sama dengan Jin. Tapi dengan goyahan bayangan materi yang akan/sudah didapat, sebagian manusia bisa tergelincir untuk mengikuti petunjuk setan.
Sedikit meluruskan, kata 'setan' di sini, tidak harus berupa mahluk halus. Bisa juga seorang dukun, kiai, pak lurah, pak rt, atau siapapun yang mengajak manusia untuk menentang jalan menuju Allah.

Salah satu laku tersebut, mensyaratkan orang tadi untuk melakukan pembunuhan, dalam jumlah tertentu, dan dengan imbalan tertentu.
Hebatnya, si orang tadi dibekali setan dengan suatu 'ilmu', misalnya kebal, bisa hilang, berubah wujud, dan lainnya.
Dia bisa berubah menjadi binatang, sehingga mudah menyusup.
Tapi bagaimanapun perubahannya, pasti ada hal yang janggal pada perubahannya. Misalnya kucing dengan warna 'aneh', ayam dengan betuk 'aneh', dan sebagainya.

Biasanya orang tadi mengincar desa tetangga.

Karena itu, setiap musim Tekek seperti itu, ada yang menyisir daerah perbatasan desa, meronda. Sering ditemukan orang asing yang sedang melakukan persiapan aksinya. Biasanya selalu dalam keadaan telanjang! baik itu laki-laki atau perempuan.
Kalau tertangkap, dia bisa berubah menjadi gila. Ingat kasus Ninja di daerah Tapal Kuda Jatim?
Dia gila untuk menutupi rahasianya. Mirip Kamikazenya Jepang ya?

So, anda mau percaya atau tidak, begitulah keadaannya.

Itu adalah gambaran keadaan beberapa tahun yang lalu, sampai saat ini. Semoga semakin lama kejadian itu semakin hilang.

Kalo menurut aparat, bahwa fenomena ini adalah komoditas politik, karena sebentar lagi Demak akan mengadakan PILKADA, adalah salah.
Tapi kalau dimanfaatkan untuk itu, mungkin saja benar. Karena fenomena (bukan lagi isu) itu sudah ada jauh sebelum ada PILKADA. Masyarakat harus waspada pada pihak yang akan menggunakan fenomena ini sebagai lahan mencari suara.

Yang lebih parah, kalo kejadian ini dimanfaatkan pihak masyarakat itu sendiri.
Masyarakat saling curiga, yang menyebabkan ketidaktenangan mereka sendiri. Ada pula kasus seperti ini.

Akhir kata, ... sebagaimana kata ulama yang peduli dengan keadaan itu, bahwa fenomena itu adalah untuk menjauhkan masyarakat dari agama. Karena itu, semakin mendekatlah pada Allah.
Segala ilmu setan tadi tidak akan mempan terhadap benteng Allah.

Wallahu 'alam...

November 18, 2005

Finally... Connected

Dimulai beberapa hari yang lalu, aku ga bisa tidur nyenyak gara-gara mikir HP-ku ga bisa konek ke laptop :(

Seakan-akan semua perangkat itu menertawaiku...

IRDA yang selama ini nurut, tiba-tiba ngadat, minta driver.
Driver yang selalu tersedia, tiba-tiba ngilang.
CD yang biasane ada di box, juga ngilang.
Tanya Nia, dibilang ga ada... besoknya CD baru ketemu (kemaren)...

Aplikasi IRDA yang kudonlut, MA-660 ga support CX65 :((
Aplikasi MPM (Mobil Phone Manager) dari Siemens yang untuk CX65, ga bisa pake IRDA... minta USB Cable...

Bete ga sih...?!!!

Berbagai cara, berbagai gaya... sampe nginstal Windows XP lagi. Tetep ga bisa.

Google.com yang biasanya membantu, sekarang seakan menyembunyikan informasi gratisnya.

Terus... tadi search di forumponsel.com... nemu sedikit petunjuk... mencoba pake Virtual Port (http://www.ircomm2k.de).

virtualir.jpg

Oleh Virtual Port ini, IRDA dianggap sebagai Port Serial, sehingga MPM-nya Siemens dapat mendetek HP-ku...

Alhamdulillah... ^_^

Sekarang ini aku online, posting blog ini dengan Siemens GPRS... thanks Mens...

November 15, 2005

New Comer

Setelah penasaran mau ganti HP, akhirnya jatuh pilihan pada Siemens CX65...

CX65_front_big.jpgPertimbangannya adalah: dana yang tersedia cuma cukup buat beli itu ^_^

Harganya 1.200, beli di Malang Plasa, setelah muter-muter ke seluruh counter HP di Malang...

Alhasil, sekarang aku mengkoleksi 4 HP, ... padahal yang dipake cuma 3, aku pake 1 dan Nia 2...

Sekarang lagi berusaha menjual 3 HP yang lawas, supaya bisa digabung dan jadi HP yang lebih uptodate, whehehe... ada yang mau nambahi?

Merasa Muda Kembali

Tadi sempat jenuh... iseng maen-maen di Google.com, lha terus nemu link ke lagu-lagu India masa lalu...

http://desisong.net/more_films.php?catID=4&fromat=audio&total_songs=1&total_albums=1

Butuh perjuangan untuk bisa mendengarkan lagu-lagu itu... selain mesti nginstall RealPlayer sebagai PlugIn di IE, juga harus nutup aplikasi yang ga perlu. Selain untuk menghemat resource, juga menghemat bandwidth. Yahoo Messenger aja mesti aku tutup, soale dia bolak-balik melakukan 'Illegal Operation'. Makanya malam ini aku ga online sama sekali di YM ^_^

Dengerkan lagu itu, ... wuahhh... seger deh otak... nostalgia ke masa SMU duluu...
Ingat kembali waktu dengerin lagu-lagu itu pake walkman, tengah malam, di bawah tandon air pesantrenku, gelap-gelapan, cuma pake lilin... sambil belajar QuickBasic :p

Aku nemu banyak sekali lagu di film-film yang hit taun 1994 - 1997, yang belum pernah aku temukan di website lain. Thanks DesiSong.net :)

November 11, 2005

Idul Fitri Tours

Selamat Idul Fitri 1426 H


Agak telat?
emang, soale selama liburan ini, ga pernah online... tapi touring.

Ya, setelah hari pertama (H+0) kuhabiskan di Demak, silaturahmi sama keluarga di sana, maka H+1 aku sudah cabut dari Demak.

Dengan modal nekat, karena ga bawa SIM, aku nyetir sendiri, menuju target pertama, Tuban, ke rumah Nia.
Gak ada istimewa di perjalanan itu, karena suasana masih sepi (dari mobil seperti biasanya) tapi rame (banyak sepeda motor seliweran) ...

Setelah dari tempat Nia, jam 6 sore aku menuju Kediri menuju tempatnya Yuyun. Setelah melewati hutan jati, antara Babat dan Kabuh yang gelap dan sepi, aku sampe di Jombang. Sempat muter-muter di kota itu sambil nostalgia masa SMU. Mau cari makan di Pesantren, malah tutup semua... libur.

Jam 10-an aku sampe di Kediri, langsung telp Yuyun. Dijemput di tempat parkir toko emas. Setelah makan sebentar, kita ke rumahnya. Jam 11-an kita berangkat ke Malang, Yuyun yang nyetir, aku yang nyanyi :p

Besoknya (H+2), aku berusaha merekrut anggota baru untuk kuajak touring. Pertama si Pesek, ternyata dia ga bisa, karena mesti nungguin wartelnya.
Lalu ke Pithes di Singosari. Kalo ini ga usah nanya bisa atau tidak, langsung dibawa ke Malang saja.
Mau menjemput si Ndoweh, gak bisa karena dia lagi silaturahmi sama istrinya. Kita lupa kalo dia udah nikah :(
Pergi ke rumah Bondet, juga pergi sama istrinya...

Malamnya kita bertiga pergi ke Gresik, ke rumah Yuyus. Sempat eyel-eyelan tentang jalan keluar dari Tol Gresik, akhirnya kita terdampar di ujung Tol.
Setelah dijemput sama Yuyus, kita jalan-jalan, makan, dan jalan-jalan lagi, ke pelabuhan Gresik. Asyik.
Malam itu kita menginap di rumah Yuyus.

Besoknya lagi kita menuju ke Lamongan, ke tempat Tekek. Yuyus ga bisa ikut karena mesti membantu ibunya jualan.

Sampe di sana, ga ada hal istimewa, karena tempat wisata WBL (Wisata Bahari Lamongan) sudah tutup. Karena sudah kadung di nyampe sana, kita foto-foto saja di depan WBL. Ini salah satu hasilnya:

Malamnya kita menginap di rumah Tekek.

Esoknya, kita jalan-jalan di gua Maharani... dan main-main di taman bermainnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Tuban, ke rumah Nia lagi. Sorenya ke rumah Lisa, dan mengantar Tini ke Bulu.
Setelah malamnya menginap di Tuban, perjalanan dilanjutkan ke Pasuruan, ke tempatnya Mina.

Makan-makan dan tiduran di Mina, sorenya kita pulang ke Malang. Sempat mampir ke rumah Jeprek, tapi dia ga ada, jadi cuma ketemu istrinya, si Paul.

Setelah ngantarkan Mina ke rumah Budhenya, kita balik ke Joyogrand.

Sudah.

Capek, ... menghabiskan 2 kaset rekaman perjalanan, pake HandyCamnya Nia...

Kapan-kapan ditransfer ke VCD... di mana ya tempat transfer?

November 1, 2005

Kartu ATM Ndlesep

Setelah itung-itungan kebutuhan hidup bersama Penyu di warung STMJ, diputuskan untuk mengambil uang sekian milyar juta dari ATM BCA, untuk lebaran besok.

bca.gif Dengan langkah tegap, aku menuju ke ATM BCA Blimbing. Setelah parkir Tiger dengan rapi, lalu pamit pada satpam, aku menuju ruang ATM.

Seperti biasa, aku masukin kartu ke mesin, dan bersiap menekan tombol PIN... tapi... dia diam aja... mesinnya heng... komputernya ngadat!!

Lapor satpam, disuruh menghadap CSO besok, sambil bawa KTP, buku rekening, dll... busyet deh.

Aku tau itu gak bakal nyelesaikan masalah, karena masalahnya bukan untuk mengambil kartu, melainkan ngambil uang!

Kartunya jelas ga bisa diambil, olehku, tapi harus oleh pemilik rekening, yaitu masku... ya udah, hanguskan aja tuh kartu.

Lalu pagi-pagi, telpon Kendari, minta mas Tanto kirimkan uang dari rekeningnya, ke rekening Penyu. Pagi-pagi kutelp penyu, dia udah low power... dasar...

Agak siang, kupaksa dia bangun, dan kuajak ke ATM Sarinah. Ambil duit buat mudik, buat bayar kontrakan, buat ini itu... Lega deh, Alhamdulillah.

Herannya, kan yang salah mesin ATMnya, kok jadi kita yang repot?


Pencarian

Komentar Terbaru

October 2025

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi