« Tuduhan | Depan | Ancaman Santet »

Pengurusan Di Samsat


Ya ya, aku tau pembahasan tentang Samsat sudah sering dilakukan. Di BloggerNgalam sendiri sudah ada 3 postingan tentang hal ini. Anggap saja yang ini sebagai personal eksperiens (ya iyalah).

Sebagaimana diketahui, Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap) menerapkan Operasi Citra Pelayanan Semeru 2008, dengan mottonya "Urus Sendiri, Hindari Calo". Hal ini merombak cara pelayanan publik, yang akhirnya berimbas pada perubahan cara pengurusannya.

Jaman dahulu kala (tahun kemaren) sudah menjadi kebiasaan untuk melakukan pengurusan SIM / STNK / BPKB melalui bantuan orang lain (di sini disebut calo), yang mana kita tinggal tau beres untuk membayar kerumitan pengurusan administrasi.
Kadang aku berpikir, apakah adanya calo itu untuk mempermudah pengurusan,
ataukah pengurusan dipersulit agar ada calo?

Whatever, dengan sistem yang ada sekarang, no more calo required.


Hari kemarin aku mengurus mutasi masuk, menjadikan si Tiger sebagai warga Malang dengan plat N. Setelah urusan pencabutan dari Samsat Surabaya selesai (dilakukan oleh saudara di sana), maka giliranku di sini untuk mengurusnya di Malang.

Ketika barusan datang ke Samsat, bingung.

Be creative, tanya ke bagian informasi. Dijelaskan untuk mutasi masuk hanya tinggal melakukan cek fisik, dan menyerahkan berkas dari Surabaya ke loket A. That's all.

Seperti semangat di Samsat, pengurusan mutasi masuk hanya butuh waktu 60 menit. Dan memang segitulah yang seharusnya terjadi. Pengurusan menjadi molor hampir 3 jam karena:

[1] memang satu atap, tapi loketnya ada beberapa tempat. bagi yang bingung akan tetap merasa dilempar kesana-sini.
padahal kalau sudah tau, sebenarnya semua berjalan straight.

[2] aku bingung berkas mana saja yang harus dipotokopi.
padahal serahkan saja semua ke tukang fotokopi, petugasnya sudah terlatih untuk itu.

[3] pengisian beberapa formulir yang berulang-ulang, terutama menulis nomor rangka dan nomor mesin yang njelimet.

[4] kebiasaan maen serobot antrian yang masih menjadi hobi beberapa orang.
grrr.

Moral of the story: Karena belum terbiasa, seakan mengurus sendiri adalah hal yang rumit dan melelahkan. Tapi untuk selanjutnya, diharapkan semuanya sudah lancar dan cepat.

Bravo Samsat.


(antri cek fisik)



(suasana dalam Samsat)



Ada 10 komentar

nengbiker pada April 4, 2008 9:22 PM menulis:

emang dulu nomernya apa?
L kah? hohoho,, sering ngisengin tp ga ngliat motorna. untung ga salah motor. :D

Aryo: dulunya L 3511 AM, 35 = kambing, 11 = anjing ;))


Balas Komentar Ini
anton ashardi pada April 5, 2008 9:52 AM menulis:

bikinin flowchart buat ngurus SIM di samsat dunk, SIM dah mati nih, jadi nyampe sono gak binun2 amit :p

Aryo:
sudah ada kok di papan informasi, asal gak salah baca aja ;))


Balas Komentar Ini
sluman slumun slamet pada April 6, 2008 1:15 AM menulis:

trus para calo pada kemana?
eh takjajal tombok nomer kuwi, sopo ngerti tembus gawe tuku apel
:D

Aryo:
lek tembus 4 nomor, iso gae tuku apel sak kranjang. ojo lali eee diwarisne mrene.


Balas Komentar Ini
GuM pada April 6, 2008 7:59 AM menulis:

pengalaman bikin plat nomer, alasannya "plat habis".

jangan2 pas mutasi nanti mereka pake alasan "kertas habis"

Aryo: sudahlah, itu masalah amal ibadah *ngumpet*

Balas Komentar Ini
idiluam pada April 6, 2008 11:06 AM menulis:

kayaknya perlu biro jasa "Calo" Resmi nih ;))

Aryo:
mending mana sama jadi programmer SMS mat :-?


Balas Komentar Ini
isdah ahmad pada April 9, 2008 11:00 AM menulis:

waaah... klo ngurus di samsat cepet koq cuman butuh waktu 30 kalo hari kerja...

klo ngurus sim? err... ujiannya itu loh...

Aryo:
dasar gak fokus, nyetir aja ndak lulus terus


Balas Komentar Ini
isdah ahmad pada April 9, 2008 11:04 AM menulis:

loh koq ilang komenku? *tendang" MT*

Aryo:
*culek moto penyu*
baca yang bener


Balas Komentar Ini
3114 pada September 13, 2008 8:23 PM menulis:

Mending urus sdr, biar tau system pengurusan-nya. so, biar qt gak ketipu para calo. Ok gals :)>-

Balas Komentar Ini
Bus Malam pada October 21, 2008 11:28 PM menulis:

Saya mau ikutan cerita pengalaman saya. Hari ini saya mau perpanjang stnk spd motor di surabaya(samsat kedung cowek). Karena harus ganti plat maka saya datang ke samsat sesuai dengan wilayahnya. Setelah tanya sana-sini akhirnya saya ketemu tempatnya. Saya orang Blora jateng dan spd motor itu saya beli atas nama tetangga saya yang berdomisili di surabaya. Singkat cerita setelah sampai banyak calo berdatangan menawarkan jasa dan dengan lugas dan yakin mereka berkata "tidak akan bisa mengurus sendiri".Petugas loket tanya mana surat kuasa. Karena saya memang tidak minta dan hanya pinjam ktp dari tetangga saya maka sy di anjurkan minta jasa seseorang buat membikinkan "Surat Kuasa". Gila gak? Kok bisa? Gak juga, soalnya mungkin disemua samsat se Indonesia Raya tercinta ada orang2 yang seperti itu!! Dan pasti kalo bisa membuat surat kuasa pasti punya hubungan dengan orang dalam. Karena pertimbangan waktu daripada bikin surat kuasa dan minta tanda tangan tetangga saya kemudian harus balik lagi saya coba tanya harganya ke calo. Ternyata harganya Rp. 20.000,- untuk yang perpanjang surat saja dan Rp.65.000 yang cek fisik dan ganti plat. Akhirnya saya memilih akan membuat surat kuasa sendiri saja. Doakan semoga besok beres. Yang punya teman KPK atau wartawan tolong minta diliput seperti acara investigasi. Cari aja dikantor samsat manapun, kayaknya pasti masih ada calo.

Aryo: hehehe, memang mas, sudah menggurita hal kayak gitu. bisa diberantas asal bersama-sama (dari jajaran atas maupun masyarakat). bersama kita bisa *halah*

Balas Komentar Ini
niam pada April 20, 2011 9:38 PM menulis:

bagi donk . . info tentang UU tentang pajak motor buat SIM baru + perpanjang. Tq b4

Balas Komentar Ini

Pencarian

Komentar Terbaru

June 2014

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi