« Hari Pertama Ngantor | Depan | Sehat Itu Enak »

Raja-Raja Jawa

Semua Raja adalah keturunan Raja

Kalimat itu aku dapatkan dari temenku yang seorang dalang. Hmm, tepatnya mantan dalang, secara dia jadi mandor di perusahaan jamu sekarang :D 

Setiap raja di Jawa, yang meskipun sebelumnya dikisahkan hanyalah seorang gembala atau pengembara, namun jika ditelusuri garis keturunannya, maka akan didapatkan bahwa dia juga keturunan raja.

Jaka Tingkir atau Mas Karebet adalah raja Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya, tapi kalo di tipi Indonesia dikisahkan kayak orang mbambung, kesana-kemari kerjanya tawuran dan rebutan cewek. Karebet sebenarnya adalah putra Kebo Kenanga, cucu dari Ratu Pambayun, keturunan dari Kertabumi sang raja Majapahit.

Ken Arok, raja Singhasari pertama, sampai saat ini aku masih belum menemukan silsilahnya. Hanya dapat referensi bahwa Ken Arok adalah putra dari Pendeta Bhatara Brahmana yang bernama Gajah Para. Lha kalo bukan keturunan raja, berarti statemen temenku itu salah dong :(

Raja Jawa kalahnya dengan perang saudara

atau istilah temenku itu: "wong jowo kalahe karo wong jowo"

Dari berbagai sejarah, kehancuran suatu kerajaan di Jawa disebabkan oleh perpecahan secara internal. Meski kerajaan itu sangat berjaya, bisa mengalahkan dan mempeluas daerah kekuasaannya, tapi akhirnya hancur sendiri dari dalam.

Kerajaan Kahuripan yang sempat memperluas wilayahnya, harus dipecah menjadi Jenggala dan Kediri, yang akhirnya keduanya musnah karena perang saudara.

Majapahit yang wilayahnya mencakup melebihi nusantara, juga hancur karena perang saudara, yang dikenal sebagai perang Paregreg.

Demak juga hancur karena perang saudara, antara keturunan Sultan Trenggana dan Sekar Seda Lepen.

Mataram baru juga hancur karena perpecahan. Pada tanggal 13 Februari 1755, dibuat perjanjian Gianti yang memecah Mataram menjadi 2, yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

Jadi, beware dengan perang saudara.

*dari berbagai sumber*

- http://www.jawapalace.org/subkasunanan.html

- http://id.wikipedia.org/wiki/Erlangga

- http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Ken_Angrok

 


Ada 70 komentar

vnuz pada January 13, 2007 12:23 AM menulis:

Perang saudara.. kalau di amrik namanya Civil War *gak nyambung*

Kalau sekarang indonesia bisa perang saudara apa gag ya? Secara Militer sudah dikuasai satu poros. Masa militer perang ama Sipil?

Aryo: Perang di zaman ini bukan dalam bentuk tawur. Tapi penindasan, pemanfaatan, penipuan antar saudara sendiri (baik saudara secara garis darah, atau secara suku bangsa).
Korupsi jelas memakan uang rakyat, tapi tetap dilakukan. Illegal logging jelas merusak devisa dan alam Indonesia, tapi masih belum berhenti. Duh, banyak deh, kelakuan bejat demi keuntungan pribadi, meski sadar sesadar-sadarnya bahwa perbuatan itu akan merugikan saudaranya sendiri.

Balas Komentar Ini
GuM pada January 13, 2007 12:43 PM menulis:

perang saudara gak harus melibatkan militer kan. urusan politik dan ideologi yang ga ada hubungannya sama militer juga bisa jadi akar perang sodara. banyak kok contoh kejadiannya di indonesia.

sampit, poso, banyuwangi, ambon, papua, hanya beberapa dari sekian banyak kasus perang sodara di indonesia yang sempat sama2 kita nikmati beritanya di media.

nggak usah masalah besar (seperti politik dan agama), rebutan lahan parkir aja udah bisa bikin berantem. itu kan udah perang sodara namanya.

dengan segala pluralitasnya, bisa dibilang indonesia adalah gudangnya perang sodara. well, diakui atau tidak.

Aryo: Iki Ambar tah?
Mbar, kesurupan tah, kok tumben iso pinter >:)
Itulah maksudku. Persaudaraan mestinya konstruktif, bukan malah sebaliknya.
Saling curiga, akhirnya saling defensif, dan ketika salah satu mulai ofensif, jadinya destruktif.
*opo artine kuwi?*

Balas Komentar Ini
GuM pada January 13, 2007 5:00 PM menulis:

jiasik.. :D

Aryo: Ji=2, asik=enak.
2 keenakan?
Kamu poligami? Sama Satrio dan Rahmat?

Balas Komentar Ini
ferdhie pada January 13, 2007 9:37 PM menulis:

bondhet yo, mandor jamu
btw,nek ngga perang saudara paling yo suwi2 ajur, diedhel2 VOC :))

Aryo: Mungkin benar (karena emang seperti itu kejadiane), tapi seandainya ndak ada masalah internal, belum tentu VOC sukses. Kerajaan Demak pernah memukul mundur Belanda kan? Kalo ndak salah di perairan Malaka.

Balas Komentar Ini
sandal pada January 15, 2007 1:36 PM menulis:

kyknya emang bener sih Om, trus setiap habis perang pasti dihancurin semuanya baru dibangun bangunan baru lagi.

ga ada yg namanya mempertahankan sistem/bangunan yg udah jalan.

kayak sekarang, tiap ganti kabinet selalu saja ganti kebijakan. gak pernah ada pembangunan berkelanjutan.

Aryo: Yeah, kalo misalnya kebijakan itu lebih berpihak pada kepentingan bersama, menurutku kok ndak bakalan sering dirombak. Lha kalo setiap kebijakan sepihak diganti dengan kebijakan sepihak yang lain, ya sampai kapanpun akan seperti itu :(

Balas Komentar Ini
ROPERTO SAIMIMA pada May 12, 2010 1:16 PM membalas sandal:

Makanya kalo menurut beta,sistem yang dibangun era orde baru dengan REPELITA, PELITA DAN G B H N nya masih lebih baik dari sistem sekarang yang katanya sudah direformasi. kalabor paskali !!

Balas Komentar Ini
iRene pada January 15, 2007 5:10 PM menulis:

eMmm ini teh dongeng sebelum tidur yah :P

Aryo: Ini bukan teh Ren ;))

Balas Komentar Ini
wahyu pada December 23, 2009 9:55 AM membalas iRene:

itu bukan cerita doang tapi sejarah leluhur wong ayu

Balas Komentar Ini
Jauhari pada January 18, 2007 4:51 PM menulis:

Ra dong blas aku

Aryo: Yo didong-dongno toh kang

Balas Komentar Ini
bebek pada January 19, 2007 8:32 AM menulis:

intine mahesa jenar itu keturunan raja dan dia sendiri raja.... lah kalo panjenengan raja mana mas'e?? :D

Aryo: Hehehe, udah dikoreksi bahwa yang dimaksud itu belum tentu Mahesa Jenar (juga belum tentu bukan, masih mencari info).
Kalo aku gak cuma bakal jadi raja, tapi WALI.
Wali murid... :p

Balas Komentar Ini
jokonet pada January 19, 2007 7:22 PM menulis:

Wah ngliat topic ini jadi ingat kampung halaman, "Selamat datang di kota wali"

Aryo: *** Selamat Datang di Blog Warga Kota Wali ***

Balas Komentar Ini
Rama pada January 20, 2007 7:07 AM menulis:

Wah salah itu mas.... Tolong dibca lagi cerita Nogososro-sabuk inten-nya. Ki Ageng ngenis dalam cerita itu adalah teman bermainnya Mahesa jenar. Lagian Ki Ageng Pemanahan itu usianya kira2 sebaya dengan Mas Karebetkaren ia memang saudara seperguruannya. Sementara Mahesa jenar, masih menurut cerita itu usianya sepantaran dengan Kebo kenongo yg nota bene adalah bapaknya karebet, karena ia memang suadara seperguruan Kebo Kenongo.

Aryo: Ya, Mahesa Jenar memang sebaya dengan Sela Muda.
Kesimpulan yang aku tarik itu dari rangkaian beberapa cerita yang lain juga, namun belum bisa mematahkan teori bahwa Mahesa Jenar bukan saudara seperguruan Jaka Tingkir.
Makasih koreksinya, dan kalo ada info yang lain, dengan senang hati dipersilahkan memberitahukan :)
Postingan udah dikoreksi.

Balas Komentar Ini
Cicit Mas Karebet pada January 23, 2007 10:08 AM menulis:

Waktu kecil saya pernah lihat di rumah Kakek silsilah dari Raja Majapahit, Mas Karebet, sampai dg Kakek. Dari silsilah tsb saya jadi keturunan Mas Karebet ke-13, tapi dah gak mungkin jadi raja. Jadi raja tingkat RT aja gak pernah. Sayangnya setelah Kakek meninggal gak ada yang ngurusin silsilah tsb, jadi hanya itu yang bisa saya ingat.

Aryo: Iya, semakin sedikit orang yang peduli dengan silsilah :(

Balas Komentar Ini
dee pada April 5, 2010 2:25 PM membalas Cicit Mas Karebet:

saya juga cicit dari brawijaya juga ada silsilahnya dengan stempel dgn tulisan jawa (sudah di translate) tapi kalo saya turunan ke 15 dari raden mangunmihardjo.

Balas Komentar Ini
tebu pada January 31, 2007 2:53 PM menulis:

emmmm....begini
saya kok kurang percaya untuk masalah kalo turunan raja bakal jadi raja, lah wong saya ini jelas-jelas keturunan raja mataram (senopati ing alogo) tapi kok nasipnya mblasak begini, gimana coba?? malah saudara saya yang sekarang menjabat sebagai raja mataram aja gk pedulu sama saya. tolong donk jadikan aq raja. tapi jangan raja singa ya....

Aryo: Hmm, gimana kalo jadi raja pulsa? ;))
Tapi, logika anda di atas terbalik. Bukan keturunan raja bakal jadi raja, tapi setiap raja adalah keturunan dari raja.
Btw, darah anda biru ya? *penasaran* :D

Balas Komentar Ini
lam yaim pada February 9, 2007 12:14 AM menulis:

kadang kita nggak nyadari bahwa kita ini menonjol dikelompok kecil atau besar. misal dalam kelompok kalangan tukang ojek pasti ada satu yang paling menonjol. saya yakin dia itu pasti keturunan pemimpin. karena pemimpin itu faktor dominannya adalah gen

Aryo: Lha repotnya saya kok merasa kurang dalam hal leadership ya. Apa ada tipsnya?

Balas Komentar Ini
tsujhanna pada February 28, 2007 5:44 PM menulis:

keren amat si blog na....

Aryo:
Makasih :">

Balas Komentar Ini
endah pada April 12, 2007 9:01 PM menulis:

Aku sendiri suka sejarah Indonesia, banyak cerita laksana dongeng yang absurd, bagus untuk temen tidur. Sayang ya Nagasasra sabuk inten gak dibikin sinetron kaya Jaka Tingkir yang cuma kuat di otot tapi tak menonjol jiwa pemimpinnya, tapi pasti aneh jika Mahesa Jenar diperanin cowok bule, gak Indonesia. Itu satu point yang kau suka dari sinetron Jaka Tingkir, wajah Indonesia asli B-)

Aryo: Hmm, ada yang mengusik: kenapa Mahesa Jenar musti diperanin cowok bule? Dari cerita Nagasasra Sabuk Inten belum pernah disinggung mengenai hal itu kayaknya.

Balas Komentar Ini
Sudarpa pada April 25, 2007 3:36 PM menulis:

Di samping Nogososro dan Sabukinten, ada satu lagi Sangkelat. Jika anda punya ketiganya pasti jadi (paling tidak) gubernur ya setidak-tidaknya bupati / walikota di tanah jawa.

Aryo:
Wah, satu aja saya belum punya. Di mana bisa dapetin itu pak? ;;)

Balas Komentar Ini
endah pada May 2, 2007 7:37 PM menulis:

SAngkelat harusnya ada pada keturunan Benowo, gak mungkin Adiwijaya memberikan warisannya pada anak angkatnya, Sutawijaya. Tapi Benowo juga anak dari selir, Waktu baca Api di Bukit Menoreh kenapa Kyai Sengkeat gak dipakai oleh Benowo ya? Ada yang tahu gak istri Jaka Tingkir itu berapa, selain Ratu Mas Cempa dan dua pelayan Ratu Kalinyamat

Aryo:
*garug-garug*
belum mudeng

Balas Komentar Ini
endah pada July 20, 2007 3:56 PM menulis:

Mas'aryo. kenpaa ya waktu aku denger Indonesia Raya di pebukaan Indonesia vs Korsel jadi nagis terharu. Sudah lama sih gak denger lagu itu. Kapan ya cita-cita Indonesia yang Raya bisa tercapai termasuk kebahagiaan dan kedamaian yang diimpikan Mahesa Jenar? Apa sih aasan utama Mahesa Jenar mencari Nagasasra Sabuk Inten? Aku juga ingin ucapakan terimasih banyak, maturnuwun untuk file Nagasasra Sabuk Intennya. Enak juga bacanya, uadh lama sih :) ;;)

Balas Komentar Ini
karebet pada August 7, 2007 11:45 AM menulis:


Jakarta, Sabtu 07-07-2007

LELUHUR PARA RAJA MENGGUGAT

Adanya fenomena berita spiritual media massa Indonesia ( Tabloid Misteri )saat ini dan sebagai kelanjutannya menanggapi Media tersebut, maka dinyatakan bahwa memang sudah saatnya SANG PUTERA FAJAR MENCAPAI MATAHARI BERSINAR ( sudah saatnya muncul bersinar tidak hanya berada di ufuk Fajar).
Dan perlu diketahui bahwa Tuhan selalu menciptakan dari awal :
1.Bayangan 2.Wujud 3.Bukti 4.Nyata 5.Yang Berhak

Dengan demikian pada umumnya semua itu benar hanya penempatannya saja dan kedudukan nya di SARENGAT,TAREKAT,HAKEKAT,MAKRIFAT DAN KODRAT.

Sudah jelas petunjuk bagi bangsa Indonesia , petunjuk jelas bahwa Kuasa Allah (Allah ,Allah SWT ataupun Sang Hyang Widie ), bahwa Alam itu ada (AA= A 2,ada Awal ada Akhir tetapi masih ada yang ketiga yaitu Abadi
(Karma ) menjadi AAA= A3 ,jadi ada Awal ,Akhir dan Abadi.

Hali ini membuktikan bahwa tuntutan jaman agar ciptaan yang sempurna ( manusia )melaksanakan kesadaran dengan diturunkannya Nabi Allaihi Sallam, Rassul SAW dan Allah Sang Pencipta.Dengan demikian turunnya sebelum ada Nur Rassullullah, sudah ada Nurrun alla Nuriin dan ada AGAMA,METAFISIKA DAN ILMU EKSAKTA DAN PARA WALI di bumi tanah air kita.
Awal tahun ini identik dengan muncul Uang SERI 177777 di uang sah gambar Otto Iskandardinata Rp.20.000.-berarti sudah saatnya menyatu kepada Sang Pencipta .( kalau disangkut pautkan dengan jatuhnya pesawat terbang ADAM AIR BOING 737,yakni Adam ( Adanya Manusia ), AIR adanya ( Allah,Iman dan Roh/Ruh ). Yang pesawatnya hilang entah tidak diketahui rimbanya sebagaimana gambaran Jati diri ORANG_ORANG di Indonesia saat ini banyak yang belum menjadi MANUSIA .Wujud Manusia yang seutuhnya adalah secara Jasmani dan Rohani menyatu adalah Manungso = Manunggal Rasa ).
Berati sudah saatnya manusia untuk menyatu kepada Sang Pencipta,maka sebab itulah serahkan segala kekuatiran manusia itu kembali kepada Sang Penciptanya ( Pasrah dan berusaha menyatu denganNYa) sebab akan muncul di dirinya masing-masing dengan pancaran MATAHARI BERSINAR A5 adalah nama benua :
1.Amerika 2.Antartika 3.Afrika 4.Australia 5.Aerosia ( Eropa dan Asia ) yang bersemayam di hati Anak Bangsa ( Bangkit Bersama ) Indonesia.

Dengan demikian sesuai himbuan ke tiga Gusti yakni :
1.Gusti Ratu Adil Gumilang Sari ( Gusti Ratu Kidul )
2.Gusti Paduka Yang Mulia Ir.Soekarno (Putera Sang Fajar )
3.Gusti Sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX ( Mataram I )

Untuk itu menghimbau kepada semua manusia dimanapun berada , baik berada Dalam Negeri maupun Luar Negeri A5 :
1.AMERIKA
2.ANTARTIKA
3.AFRIKA
4.AUSTRALIA
S.EROPA DAN ASIA

“BAGI YANG MERASA TELAH MENGGUNAKAN DANA ,HARTA BENDA ,KEKAYAAN DAN LAIN-LAIN TERUTAMA ASSET PRIBADINYA ATAU APA SAJA KE TIGA GUSTI TERSEBUT DIATAS .
DIMOHON AGAR DENGAN SEGERA MENGEMBALIKAN KEPADA YANG BERHAK ( PEMILIK ) DAN BAGI YANG MERASA KETITIPAN ASSET KE TIGA GUSTI TERSEBUT DIATAS” yang ketiganya merupakan sebagai perwakilan dari TUHAN dengan dasar mewakili :
1.Gusti Ratu Adil Keluhuran ( Leluhur )
2.Pra Sejarah
3.Sesepuh Kerajaan
Untuk itu sesegera mungkin mengembalikannya Ihlkas secara Lahir Batin, Namun apabila tidak mengembalikan “AKAN DIAMBIL SEMUA KEKUASAAN DAN KEMULIAAN YANG ADA PADANYA”

Dan siapa saja yang menyatakan dirinya ,dan sanggup muncul sebagai PAHLAWAN SEJATI hendaklah BERSATULAH Anak Bangsa BANGKITLAH BERSAMA dalam keluhuran pribadi Indonesia yang murni manusia sejati dan seutuhnya .
Marilah hendaknya saling bergandengan tangan sedapat mungkin JANGAN SALING MENYAKITI.

Untuk itu tanyakan pada HATI NURANI DIRI masing-masing jawabnya.
PILIHAN HATINYA ITULAH YANG DAPAT MENYELAMATKAN BAIK DI DUNIA AKHERAT DAN SEPANJANG HIDUPNYA.

ttd
Pasukan Merah Putih

Balas Komentar Ini
sukirno pada February 7, 2010 4:25 PM membalas karebet:

ya udah kedengeran ayo luluhur dah berkumpul.mohon doa restu.atas nama bangsa indonesia

ttd
satrio pengayom

Balas Komentar Ini
sukirno pada February 7, 2010 4:25 PM membalas karebet:

ya udah kedengeran ayo luluhur dah berkumpul.mohon doa restu.atas nama bangsa indonesia

ttd
satrio pengayom

Balas Komentar Ini
slamet heryanto pada July 28, 2010 12:33 PM membalas karebet:

Kebo Kenanga atau Ki ageng pengging bukan cucu Pangeran Handayaningrat atau Raden Joko Sengoro tapi dia adalah sebagai anak, dari perkawinannya dengan Putri Retno Pembayun anak Brawijaya V. Saudara kandungnya bernama Kebo Kanigoro. Menurut cerita Kebo Kenanga lahir pada th.1472 M, dalam usia 31 tahun Kebo Kenanga sudah meninggal dunia dalam konflik politik dengan Penguasa Demak (. R. Patah ).

Balas Komentar Ini
RB R Martha yuditama pada January 30, 2008 6:11 PM menulis:

kalo Raden bagus itu keturunan dari mana ya....?

Balas Komentar Ini
andika pada April 2, 2008 5:41 PM menulis:

alo mas salam knal,,,,
mmmmm saya banyak mengerti saipa saya dan leluhur saya,,, memang benar kehancuran dinasty jawa akibat dari perang saudara,,satu lagi yang bikin saya kecewa knapa seorang guru dalam hal ini waliallah menyuruh muridnya secara tdk lgsg untuk menguasai kursi penguasa,,seharusnya bsa memberikan wejangan aplg beliau adalah salah sati waliallah di tanah jawa,,satu hal lg lowo ijo tdklah jaht seperti yang digambarkan seperti seorang buto,,karena beliau menurunkan keturunan yang cantik-cantik,,,kisah maesa jenar sya suka karena beliau senopati yg tangguh dan salah satu intel yang handal di masanya,,

Balas Komentar Ini
andika pada April 3, 2008 10:30 AM menulis:

alow mz aryo,,,mz aryo kok tw tentang crita2 jawa, jgan2,,,,??
oh iya mz,kira2 tw g siapa saja istri dari panembahan senapati. trz ibu dari ratu pembayun tu sapa,,,apa dari selir ato dari permaisuri,,mz klo tw kirim email yaw..squid_throw@yahoo.com
thx,, ya mz

Balas Komentar Ini
andika pada April 11, 2008 11:06 AM menulis:

alow maz,,,
mz kok g ada tanggapan se,,,saya tanya soalnya sya di ceritakan oleh bapak saya,dmana eyang canggah saya merupakan turun dari selir ke-4 PANEMBAHAN SENOPATI serta turun dari KI AGENG MAGIR DAN RATU PEMBAYUN,,,karena sesuatu hal eyang melarikan diri dari keraton,,,,saya hanya pengen tau siapa beliau2 ini,,sblumnya thx y maz,,dan bgi yg msh turun dari KI AGENG MANGER tolong kirim email,squid_throw@yahoo.com

Aryo:
mungkin ada rekan lain yang lebih tau ;;)

Balas Komentar Ini
nick prasodjo pada April 23, 2008 9:47 PM menulis:

wah, sayang sekali ya sejarah hanya sekedar dibacakan dan di kaji. mengapa para petinggi bangsa ini nggak ngeh ama lembaran sejarah yang belum kering tintanya. cobalah pendekatan kenegaraan berorientasi pada kesejahteraan kawulo cilik alias golongan akar rumput... semoga pengalaman sejarah ini bukan sekedar kenangan manis tapi lebih menjadi peta dalam penyusuran jati diri bangsa

Balas Komentar Ini
radityo pada May 23, 2008 3:38 PM menulis:

saya hanya ingin tahu silsilah dari para raja2 jawa ini yang menurunkan aria adipati ditanah jawa dimana bisa saya dapatkan ini........
misal sultan hb3 ini mempunyai anak berapa dan istri dan selirnya
terima kasih sebelumnya

Balas Komentar Ini
radityo pada May 23, 2008 3:39 PM menulis:

saya hanya ingin tahu silsilah dari para raja2 jawa ini yang menurunkan aria adipati ditanah jawa dimana bisa saya dapatkan ini........
misal sultan hb3 ini mempunyai anak berapa dan istri dan selirnya
terima kasih sebelumnya

Balas Komentar Ini
farida pada July 20, 2008 9:49 PM menulis:

Papa punya tanda lair di telinga,bagian telinga yang nempel sm pipi(susah gambarinnya) orang lain cuman punya satu. Di jari manis tangan kiri papa,garisnya da tiga,orang lain cuman dua. Klo aku cmn pnya tnd di jari manis garisnya tiga. Papa bilang tu tnd keturunan raja brawijaya.

Balas Komentar Ini
farida pada July 20, 2008 9:51 PM menulis:

Papa punya tanda lair di telinga,bagian telinga yang nempel sm pipi(susah gambarinnya) orang lain cuman punya satu. Di jari manis tangan kiri papa,garisnya da tiga,orang lain cuman dua. Klo aku cmn pnya tnd di jari manis garisnya tiga. Papa bilang tu tnd keturunan raja brawijaya.

Balas Komentar Ini
Pak Harsono pada August 25, 2008 1:17 PM menulis:

mantabbb....

Balas Komentar Ini
Pak Harsono pada August 25, 2008 1:17 PM menulis:

mantabbb....

Balas Komentar Ini
lintangjohar pada September 3, 2008 1:28 PM menulis:

lam knl,hmm klw aq seh cuman ktrunan orang kcil,bpk aq cumn buruh tani,aq cuman pengembala kmbing.!

Balas Komentar Ini
Tha.. pada September 26, 2008 3:47 PM menulis:

Ngmungn siLsiLah..
Be2rp th lalu stl eyang kakung meninggal,aq menemukan catatan silsilah keluarga yg ternyata adl ket. Selir dr Panembahan senapati.Keturunan 1 pangeran Khunang bayat,ke-2 R.Dhadhaptulis,ke-3 R.Tosari,ke-4 R.Jogo wedono,ke-5 R.Kertomanten,ke-6 R.Mentodono,dst sampai ket ke-15,yaitu saya sendiri.Kmrn saya ziarah ke makam eyang ke-4,R.Jogo Wedono.T'nyta asyk jg menelusuri silsilah..
Yuk qt telusuri silsilah qt..
Bagi yg 1 leluhur dg saya,mari qt telusuri silsilah b'sama2 :D

Balas Komentar Ini
rahma n mief pada November 1, 2008 2:09 PM menulis:

owwwwwwww gt toh critax. la maz ndri kturunanx raja mana????????? njlalah........ kturunanx pamannya buliknya tetangganya pembantunya abdi kerajaan ya mas??????? waduh banyak amat..he22 :))

Balas Komentar Ini
raden patah pada November 27, 2008 2:38 PM menulis:

saya adalah raden patah. silsilahmu belum apa-apa dibandingkan silsilah saya.

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 27, 2008 3:47 PM membalas raden patah:

mau show tanggal berapa pak?

Balas Komentar Ini
vanjava pada January 9, 2009 12:03 AM menulis:

wah salam kenal kemawon nggih ???

Balas Komentar Ini
setiawanuki pada March 17, 2009 3:21 PM menulis:

Biar turunaan raja ato rakyat biasa yang penting kan akhlaknya

Balas Komentar Ini
rahasia mbah pada March 18, 2009 5:36 AM menulis:

salam kenal ae mbah..
aku emboh turunane sopo tapi sing jelas turunane manungso (manunggaling roso).hehe..
klo boleh usul, tlong dong cariin silsilah keturunan prabu brawijaya dengan selir putri campa. yang menurunkan batoro katong ponorogo,raja demak dll(sampe mentok sa ngertine pean).cek ayem rasaning ati...tengkyu. :-*

Balas Komentar Ini
Weteng Buono pada April 6, 2009 1:05 AM menulis:

Lho mas, yg nyata2 aja luaahh... Cari harta yua pake mata, bukan cuma berkata.. salam dari WETENG BUONO

Balas Komentar Ini
arsyad pada May 8, 2009 11:51 AM menulis:

baguslah cari data leluhur.

Balas Komentar Ini
arsyad pada May 8, 2009 1:52 PM menulis:

Mas Aryo mungkin Mahesa Jenar seperguruan dg bapaknya Jaka Tingkir/Mas Karebet.

Balas Komentar Ini
izzara pada May 9, 2009 9:15 PM menulis:

salam kenal, mas yang ada kaitannya dengan A2, A3, A5, serta penjelasan adam air itu panjenengan sndiri yang menyimpulkan atao memang ada dassarnya?

Balas Komentar Ini
ofiq pada June 22, 2009 11:03 PM menulis:

tolong donk yang punya info....saya punya silsilah raja majapahit hingga keturunan yang sekarang................salah satunya saya.......cuman bisa gak ya kasih tau saya, siapa raja majapahit yang pertama sekali.....

Balas Komentar Ini
gojis pada July 25, 2009 8:13 AM menulis:

SAYA JAWA MALAYSIA INGIN MENCARI SESIAPA YANG TAU TENTANG JALUR PRABU JOKO NINGRAT YG SAYA SANDANG PULUHAN TAHUN. SIAPA IA DAN APA KESUDAHANNYA. APAKAH SAYA PERLU KEJAWA UNTUK MENYUDAHKAN PENCARIAN INI. JUGA 7 BERSADARA DAN BEBERAPA NAMA YANG SAYA SANDANG TAPI SAYA TIDAK TAU APA ERTINYA DAN BAGAIMANA MAU TAU DAN KESUDAHANNYA. BOLIH KATA BANYAK ORANG TUA YG SAYA TANYA SEBALIKNYA SAYA PULA YG DITANYA. SEDIKIT YG SAYA FAHAM INI BERSANGKUT DGN KERAJAAN LAMA SEBELUM MAJAPAHIT SEHINGGA DEMAK DAN SEKARANGNYA. HUBNGI SAYA PADA SESIAPA YG TAU PON SAYA 012-7654067.

Balas Komentar Ini
Surya Fajar pada August 2, 2009 6:11 PM menulis:

mas kalo Ratu Pembayun yang nikah nya sama Ki Ageng mangir, trus punya anak Ki Maduseno itu sama apa beda si,?? (coba anda lihat di sejarah kebumen ada kata ratu pembayun juga)


kalo sama berarti ki maduseno itu=kebokenanga tapi kok di kebumen ya, hehehe ngapak ngapak donk

Balas Komentar Ini
CahGemblung pada August 14, 2009 5:17 AM menulis:

Klo gw se msh ada turunan dg dinasty Qing di daratan tiongkok.He he he truz nyasar dech k Indonesia.

Balas Komentar Ini
muhammad iqbal pada October 15, 2009 11:43 AM menulis:

cari silsilah keturunan RT honggowongso

Balas Komentar Ini
Buto Cak Kiel pada October 26, 2009 2:33 AM menulis:

salam kenal mas,bagus bgt blog ini.ternyata temen2 diatas byk yg pgn tau silsilah keluarganya,mkn mas bisa ngasih solusi sumber info buat silsilah keturunan raja2 jawa yg komplit biar mrk search sendiri n bisa sharing d blog ini n sapa tau ada yg nemuin hub sodara disini.btw nurut saya keturunan seorang raja bisa dilihat auranya lsg bs ketahuan dy keturunan priyayi ato bkn,salam sedulur...

Balas Komentar Ini
bowo pada November 23, 2009 11:00 AM menulis:

ken arok adalah keturunan tunggul ametung dengan dyah endok....akibat sumpah mpu gandring maka keris itu membunuh tunggul ametung dan keturunannya

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada November 23, 2009 12:36 PM membalas bowo:

sip, berarti ken arok yang katanya penggembala itu juga anak raja kan

Balas Komentar Ini
intarto pada November 28, 2009 8:14 AM menulis:

Yen ngono carane ngalah utowo menang kudu nganggo kaluwihan, yen antarane Jowo podho Jowo lan sportif sing menang dadipemimpin lan sing oramenang dadi bawahane.

Balas Komentar Ini
jacko pada February 3, 2010 1:46 PM menulis:

cukup untuk saya menambah wawasan
:D

Balas Komentar Ini
UNANG ARYA WIJAYA pada February 13, 2010 11:42 PM menulis:

saya senang cerita2 kawan2 semuanya menambah wawasan saya sedikit tahu sejarah MAJAPAHIT karena saya sendiri masih ada keturunan dari penggagas berdirinya majapahit ialah R.ARYA BANYAK WIDE / R.ARYA WIRARAJA raja SUMENEP MADURA yang tidak lain adalah ayah dari patih NAMBI jadi masalah silsilah dari raja MAJAPAHIT saya kurang tahu tapi kalo silsilah dari keluarga saya raja MADURA ARYA WIRARAJA ada dan disimpan disetiap anggota keturunannya tp menurut saya jaman sekarang apalah guna titel keturunan raja toh kalo gak kerja ya gak punya duit jadi keturunan raja tidak mesti akan jadi raja juga apalagi di jaman sekarang ini yang serba modern dan orangnya aneh2 suka melahap uang orang lain

Balas Komentar Ini
febri pratama pada June 7, 2010 2:06 PM membalas UNANG ARYA WIJAYA:

kata eyang kakung saya yang bernama MAS.SANUSI HESMUDONO juga q punya keturunan ningrat dari keraton madura ini rahasia keluarga

Balas Komentar Ini
kumis pada March 8, 2010 10:17 AM menulis:

ada yang tau kelanjutan dari silsilah ini gak ya?
ki ageng mangir+pembayun->madusena->brodonolo....
anak ki brodonolo sapa aja?
tenkyu...

Balas Komentar Ini
Mas FiBri Wignyosumarto pada May 23, 2010 10:20 AM menulis:

Susah2 banget sich jadi orang, pake ngomongin keturunan raja lah, keturunan darah biru lah. Padahal yang penting adalah apa yang bisa kita lakukan sekarang, ingat sayidina umar pernah berkata: "bukanlah seorang pemuda yang berkata 'inilah ayahku (ngebanggakan keturunan?silsilah), tapi seorang pemuda adalah yang berkata 'inilah dadaku' (menunjukkan kemampuan dan kapabilitasnya). Memang keturunan tidak bisa tidak turut mempengaruhi perjalanan hidup kita, tapi tidak selayaknya membuat terlena. Inget sedulur2 ini bukan jamannya damar wulan, dimana seorang penggembala bisa jadi raja. Tapi sekarang erannya globalisasi dan liberalisme. Aku pun juga ada sedikit darah 'biru' dari nenek yang masih keturunan kraton solo. Tapi q ga' menganggap itu kebanggaan, seseorang adalah penguasa bagi takdirnya sendiri. Avant Garde berjaya! L-)

Balas Komentar Ini
andika pada May 25, 2010 1:46 PM menulis:

alo maz pa kbr,,,yang sya tau dri ayah bahwa mahesa jenar adalah telik sandi ayao klo sekarang INTEL,,beliau di tugaskan untuk mencari keris naga sasra sabuk inten,,itu sih kta bapak sya,,oh iya maz satu lagi sejarah bilang bahwa Pangeran Jolang atao Pangeran seda Krapyak meninggal waktu berburu karena kecelakaan,yg pzti dri seklumit crita ortu saya pageran jolang meninggal karena dibunuh oleh Eyang Buyut saya waktu berburu di hutan Krapyak, karena dia balaz dendam karena ayah dan keluarga dibunuh semuanya,,padahal ayah eyang buyut saya adalah anak dari panembahan senopati dari garwo selir ke-4,,ayah eyang buyut saya diberi tanah perdikan di Bayat (KLATEN)dan satu lagi sebagai bukti bahwa di keraton kurang satu pusaka,,berupa Tombak,,Tombak itu yang digunakan untuk membunuh pangeran Jolang,,thx ya maz

Balas Komentar Ini
dhea pada June 28, 2010 9:16 AM menulis:

mas aryo, saya dikasih tau kakak saya, de kita ini masih keturunan raja majapahit loh, tapi saya ga tau keturunan berapanya?, saya tanya sama kaka saya tau dari mana? katanya ada orang yg menunjukan sekumpulan foto2, orang itu menunjuk 1 foto kpd kaka saya, " ini foto siapa?" kaka saya sempet kaget foto yang ditunjuk adalah foto alm. kakek saya, orang itu bilang kumpulan foto2 itu adalah keturunan2 dari raja majapahit, termasuk kakak saya, saya, adik dan keturunan kami nantinya,terus terang saya kurang percaya, tp kakak saya percaya sekali n dia bilang nanti indonesia akan mengalami kejayaan kembali seperti saat jayanya kerajaan majapahit,ya kalo bener sih Alhamdullilah,

Balas Komentar Ini
masdandy pada June 29, 2010 12:49 PM menulis:

sip blog nich....klu bisa lbh bnyk artikelx yang bisa di download....

Balas Komentar Ini
sahroni pada July 14, 2010 10:26 PM menulis:

katanya saya masih ada garis keturunan /leluhur ke jaka tingkir apa ada yg bisa menunjukan urut-urutan silsilah tersebut adapu kakeku baernama kaslawi ayah kaslawi tersebut dari magelang namanya aku ga tau.

Balas Komentar Ini
slamet heryanto pada July 28, 2010 12:27 PM menulis:

Kebo Kenanga atau Ki ageng pengging bukan cucu Pangeran Handayaningrat atau Raden Joko Sengoro tapi dia adalah sebagai anak, dari perkawinannya dengan Putri Retno Pembayun anak Brawijaya V. Saudara kandungnya bernama Kebo Kanigoro. Menurut cerita Kebo Kenanga lahir pada th.1472 M, dalam usia 31 tahun Kebo Kenanga sudah meninggal dunia dalam konflik politik dengan Penguasa Demak (. R. Patah ).

Balas Komentar Ini
slamet heryanto pada July 28, 2010 12:30 PM menulis:

Kebo Kenanga atau Ki ageng pengging bukan cucu Pangeran Handayaningrat atau Raden Joko Sengoro tapi dia adalah sebagai anak, dari perkawinannya dengan Putri Retno Pembayun anak Brawijaya V. Saudara kandungnya bernama Kebo Kanigoro. Menurut cerita Kebo Kenanga lahir pada th.1472 M, dalam usia 31 tahun Kebo Kenanga sudah meninggal dunia dalam konflik politik dengan Penguasa Demak (. R. Patah ).

Balas Komentar Ini
Rb. Sunarno pada August 26, 2010 9:04 AM menulis:

Selamat kpd sdr2 yg ternyata keturunan raja2 jawa. Perlu dikatahui, dulu kala tlh berkali2 raja jawa mempersatukan raja2 nusantara sejak jaman medang (mataram kuno), kahuripan, singasari, sampai majapahit, ttp tdak pernah sempurna. ketika persatuan nusantara itu dilakukan dengan perjuangan bersama maka berhasillah kita mewujudkan negara persatuan yaitu : indonesia . Berbahagialah kita menjadi keturunan raja-raja seluruh nusantara.

Balas Komentar Ini
Rb. Sunarno pada August 26, 2010 9:05 AM menulis:

Selamat kpd sdr2 yg ternyata keturunan raja2 jawa. Perlu dikatahui, dulu kala tlh berkali2 raja jawa mempersatukan raja2 nusantara sejak jaman medang (mataram kuno), kahuripan, singasari, sampai majapahit, ttp tdak pernah sempurna. ketika persatuan nusantara itu dilakukan dengan perjuangan bersama maka berhasillah kita mewujudkan negara persatuan yaitu : indonesia . Berbahagialah kita menjadi keturunan raja-raja seluruh nusantara.

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

August 2010

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01

BengkelProgram.com
Aryo Sanjaya

Sindikasi