<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Mahesa Jenar</title>
      <link>https://www.mahesajenar.com/</link>
      <description>Urip Iku Ngunduh Uwohing Pakarti</description>
      <language>en-us</language>
	<meta name='ICBM' content="-7.9437, 112.5948" />
	<meta name="geo.position" content="-7.9437; 112.5948" />
	<meta name="geo.region" content="ID-MLG" />
	<meta name="geo.placename" content="Malang" />
      <copyright>Copyright 2025</copyright>
      <lastBuildDate>Sat, 28 Dec 2019 13:20:15 +0700</lastBuildDate>
      <generator>http://www.sixapart.com/movabletype/?v=5.01</generator>
      <docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs> 

      
      <item>
         <title>Penipuan Online</title>
         <description><![CDATA[<div>Belakangan ini semakin marak korban penipuan online.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Oke, konteks kita saat ini bukan mereka yang tertipu oleh foto wajah yang dipalsu oleh kamera jahat kemudian diposting ke sosmed.</div><div><br /></div><div>Atau status palsu yang mengaku single padahal dobel, bahkan triple, untuk menipu para jomblo galau.</div><div><br /></div><div>Bukan juga tentang janji palsu yang selalu menipu mereka yang bekerja di PT Mencari Cinta Sejati.</div><div><br /></div><div>Yang kita bahas ini adalah tentang penipuan (dengan) transaksi palsu. Yaitu jual-beli yang tidak seperti yang diharapkan pembelinya.</div><div><br /></div><div>Para korban penipuan online sekarang ini tidak lagi dimonopoli ibu-ibu tua yang gagal paham. Atau orang-orang pinggiran yang mungkin masih gagap teknologi.</div><div><br /></div><div>Tidak. Seringkali korban penipuan online justru sarjana yang hidup di kota.</div><div><br /></div> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2019/12/penipuan_online_2.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2019/12/penipuan_online_2.html</guid>
         <category>Nasehat</category>
         <pubDate>Sat, 28 Dec 2019 13:20:15 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Mengenal Nomor Penerbangan</title>
         <description><![CDATA[<span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Banyak masyarakat yang masih bingung dengan istilah Nomor Penerbangan, atau <b>Flight Id</b>, dari sebuah pesawat. Sebagian mengira bahwa nomor penerbangan melekat pada pesawat tersebut, yang terbang kemana-mana dengan nomor penerbangan itu.</span><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Seperti kasus jatuhnya JT610 milik maskapai Lion Air, dikira bahwa JT610 adalah pengenal pesawat. Padahal JT610 adalah nomor penerbangan. Sedangkan pengenal pesawat yang jatuh tersebut adalah <b>PK-LQP</b>.</span><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Nomor penerbangan selalu berubah-ubah antar rute, meskipun masih dengan pesawat yang sama. Dan besoknya nomor penerbangan yang sama bisa jadi digunakan oleh pesawat yang berbeda.</span><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Contohnya, pesawat Citilink dari bandara Halim menuju bandara Malang menggunakan nomor penerbangan QG160. Ketika pesawat tersebut terbang kembali ke Jakarta dia menggunakan nomor penerbangan QG161.</span><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;"><br /></div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Besoknya, dengan pesawat berbeda dan jalur yang sama maka nomor penerbangan yang digunakan juga sama, QG160 dan QG161 itu lagi.</div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;"><br /></div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Pertanyaan selanjutnya, apakah saat ini nomor penerbangan JT610 masih ada?</div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Iya, masih ada. Silakan mencoba terbang dengan jalur itu jika ingin merasakan sensasinya.</div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;"><br /></div> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2018/11/mengenal_nomor_penerbangan.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2018/11/mengenal_nomor_penerbangan.html</guid>
         <category>Blog</category>
         <pubDate>Wed, 07 Nov 2018 08:01:05 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Pegang Kendali</title>
         <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Beberapa hal yang terpikirkan selama memperhatikan seorang ibu menyusui bayinya (hmmm, sounds wrong?):</span></p><p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">1. Setelah makan, seorang ibu tidak perlu (tepatnya tidak mampu) melakukan apapun untuk mengubah makanannya tadi menjadi ASI. Si ibu tinggal makan lalu meyakini itu nanti sebagian akan menjadi ASI, gitu aja.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">2. Bayi yang sedang dalam gendongan ibunya, posisi mulutnya tepat berhadapan dengan pu**ting susu ibunya. Pas dengan posisi lengan ibunya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Dual mode: begitu juga dengan posisi saat menyusui sambil tiduran.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Kok bisa pas gitu ya desainnya? Gak perlu modifikasi apa-apa lagi.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">3. Meskipun bayi baru beberapa jam lahir di dunia, belum pernah mempergunakan mulutnya, tanpa baca tutorial atau quick start, tetapi mulut bayi bisa melakukan gerakan menyedot ASI secara berulang-ulang. Bayangkan kalo si ibu harus mengajarinya dulu.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Gerakan ini tidak mudah lho, silakan dicoba kalo tidak percaya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">4. ASI meskipun warnanya putih gitu aja, tapi itu hanyalah bentuk paketnya saja. Ketika ASI sudah di-unpack dalam perut bayi maka informasi makanan yang terkandung di dalamnya juga dikeluarkan.&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Seandainya si ibu sebelumnya makan sayuran, meskipun ASI berwarna putih, feses bayi ikutan berwarna hijau.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Entah teknik kompresi macam apa yang digunakan ASI.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">5. ASI yang diminum kemudian mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Dan dari situ bayi akan tumbuh. Tanpa ibunya melakukan apa-apa supaya bayinya tambah tinggi (atau panjang?), menumbuhkan giginya, melebatkan rambutnya, menguatkan otot-ototnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Apa peran orang tua di situ? Gak ada. Semua terjadi secara otomatis.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Ada yang mengatakan itu sebagai proses alami yang wajar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Ada yang meyakini itu sebagai keajaiban.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Sebagian lagi meyakini semuanya sebagai kuasa Allah.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Yang dibahas ini baru (sebagian kecil) soal ASI, ternyata banyak yang di luar kendali manusia. Padahal masih buanyak organ tubuh lain yang juga di luar kendali kita.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Lalu manusia dengan pongahnya ingin pegang kendali kehidupannya?</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Are you kidding me, kid?</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2017/05/pegang_kendali.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2017/05/pegang_kendali.html</guid>
         <category>Iseng</category>
         <pubDate>Thu, 11 May 2017 16:24:48 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Mau Jadi Bangsa Apa</title>
         <description><![CDATA[<p>Tuhan sengaja menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (ref. Al-Hujurat:13)</p>

<p>Artinya manusia, karena sebagai yang diciptakan, tidak dapat memilih ingin dilahirkan sebagai bangsa apa dan suku mana. Lahir ya ceprot keluar dari rahim ibunya, tidak tersedia baginya pilihan pintu lain, yang kemudian menjadi awal penentu kebangsaan dan suku dia.</p>

<p>Namun setelah dewasa, dia memiliki pilihan untuk menjalani hidup sebagai bangsa atau suku lain. Kalau dia mau.</p>

<p>Misalnya orang Jawa yang memiliki kekaguman lebih terhadap bangsa Arab, sah saja dia mengubah namanya menjadi kearaban, berbicara dengan diselipi bahasa Arab, dan makan minum sebagaimana makanan orang Arab.</p>

<p>Entah itu didasari atas alasan agamanya, atau hanya sekadar nostalgia pernah kerja di sana, atau karena cuma pingin saja. Dia berhak untuk itu semua, entah itu hak tinggi atau hak yang rendah saja.</p>

<p>Sekarang ini banyak meme beredar yang menggambarkan Gus Dur/Cak Emha/Bung Karno/KH Musthofa Bisri/dll yang mengkritik orang Islam hilang jawanya karena kearaban. Meskipun belum tentu para beliau tersebut yang berbicara seperti itu, namun apa yang disampaikan tersebut sebenarnya tidak salah juga.</p>

<p>Secara pribadi saya yakin para beliau tidak bermaksud menentang kearaban para penduduk lokal, tapi lebih pada menjawab pendapat golongan tertentu.<br />
Karena banyak orang yang terlalu fanatik pada suatu bentuk tertentu sehingga mendorong orang lain untuk berubah ke bentuk yang dimaksud. Demi menjawab dorongan itulah maka jadilah meme-meme tersebut.</p>

<p>Namun ketika jawaban para beliau itu kemudian terlalu dipaksakan ke semua orang, akhirnya mereka yang ingin mengekspresikan diri menjadi bangsa lain jadi ikut terkena dampaknya.<br />
Padahal, jadilah apa yang kamu inginkan, selama tidak melanggar syariat dan aturan. Kalau memang cinta Arab ya monggo saja.</p>

<p>Lalu siapa yang akan mempertahankan budaya dan kekhasan Jawa kalau semua dibiarkan menjadi bangsa lain?<br />
Ya terserah siapa saja yang mau. Kalau tidak mau ngapain dipaksa juga kan?</p>

<p>Biarlah yang mau-mau saja yang tetap menjadi Jawa, seperti saya.<br />
</p>]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2016/07/mau_jadi_bangsa_apa.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2016/07/mau_jadi_bangsa_apa.html</guid>
         <category>Basbang</category>
         <pubDate>Fri, 01 Jul 2016 09:10:59 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>LGBT</title>
         <description><![CDATA[<div>Cukup lama saya meredam pendapat tentang fenomena LGBT ini. Bukan karena apa-apa, hanya kepingin saja.&nbsp;</div><div>Bayangkan, kecenderungan "menyimpang" ini sudah ada jauh sebelum kamu ada. Kamu bahkan buyutnya buyut kamu pun mengalami peradaban dengan kelakuan ini.</div><div><br /></div><div>Lalu apakah sekelumit pendapat ini akan mengubah keadaan itu? Tentu saja tidak. Tapi kita tidak akan pernah tau kan, bahkan setetes embun pun dapat menyelamatkan middle earth saat embun itu jatuh di mulut Aragorn yang sedang pingsan.</div><div><br /></div><div>Pendapat saya tentang LGBT: menyukai sesama jenis bukanlah perbuatan menyimpang. Memang benar apa kata para pakar psikologi.</div><div><br /></div><div>Jangankan ke sesama manusia, bahkan seseorang bisa saja jatuh cinta ke karakter anime. Ada juga yang terangsang dengan motor Yamaha YZR-M1, atau yang tidak dapat tidur karena memikirkan keseksian ROM MIUI 6. Sah saja.</div><div><br /></div><div>Jadi jika secara ilmu psikologi dikatakan bahwa cowok suka sama cowok itu normal, ya memang.</div> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2016/02/lgbt.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2016/02/lgbt.html</guid>
         <category>Nasehat</category>
         <pubDate>Sat, 27 Feb 2016 09:17:59 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Indonesia Beda</title>
         <description><![CDATA[<span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Mengikuti pendapat teman-teman yang prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, yang mudah sekali diadu domba, dan menjadi ladang yang nyaman untuk bermain takfir-takfiran.&nbsp;</span><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Puncak kekhawatiran mereka adalah Indonesia akan berubah menjadi Suriah berikutnya.</span><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Namun menurutku Indonesia berbeda dari bangsa lain, karena kita adalah bangsa yang unik.</div><div><br /></div> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2015/07/indonesia_beda.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2015/07/indonesia_beda.html</guid>
         <category>Rangga</category>
         <pubDate>Sun, 12 Jul 2015 09:27:33 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Pernikahan Sesama Jenis</title>
         <description><![CDATA[<p><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/06/cacing-tanah-76.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/06/cacing-tanah-76.html','popup','width=320,height=261,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/06/cacing-tanah-thumb-250x203-76.png" width="250" height="203" alt="cacing-tanah.png" class="mt-image-left" style="float: left; margin: 0 20px 20px 0;" /></a><br />
"Cinta nomor satu, jenis kelamin nomor dua", adalah candaan rekan-rekan di kampus dulu ketika ada teman sesama cowok bergandengan tangan. Dan dengan sahnya legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika, seakan melihat gurauan dulu itu kini menjadi kenyataan.</p>

<p>Memang keputusan seperti itu sudah berlaku di beberapa negara lain, misalnya Belanda dan Denmark, hanya saja karena ini Amerika, gemanya menjadi berbeda. Karena Amerika sebagai negara kiblat hedonisme, maka bagi para penyembah nafsu di negeri kita seakan mendapat backup dan pembenaran untuk bersuara lantang tentang kesetaraan hak pernikahan sesama jenis. Lagi-lagi hak asasi manusia menjadi landasannya.</p>

<p>LGBT (Lesbi, Gay, Bisex, dan Transgender) adalah penyakit. Umumnya yang namanya penyakit memang tidak diminta, tapi tidak berarti boleh bertindak sesuai kehendak sendiri. Bagi yang waras harusnya mengasihi dan merangkul yang sakit itu agar menuju kesembuhan, bukan malah membuatnya permanen.<br />
</p>]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2015/06/pernikahan_sesama_jenis.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2015/06/pernikahan_sesama_jenis.html</guid>
         <category>Rangga</category>
         <pubDate>Tue, 30 Jun 2015 00:12:11 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Perumpamaan Adzan Dengan Telepon</title>
         <description><![CDATA[<div><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/05/phonering-73.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/05/phonering-73.html','popup','width=636,height=358,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/05/phonering-thumb-200x112-73.jpg" width="200" height="112" alt="Phone Ring" class="mt-image-left" style="float: left; margin: 0 20px 20px 0;" /></a></div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sebagai panggilan untuk sholat, jika diumpamakan dengan kring pada panggilan telepon, kira-kira seperti ini reaksi sebagian dari kita terhadap adzan:</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">1. Kring pertama: "<b>Allahu Akbar Allahu Akbar</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Di layar hati muncul "<i>Incoming call from Allah</i>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Bagi yang sedari tadi menunggu panggilan itu, atau yang memang menganggap bahwa itu panggilan sangat penting, akan bergegas memenuhi panggilan itu. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sedangkan bagi yang lainnya masih tenang-tenang saja. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">2. Kring kedua: "<b>Allahu Akbar Allahu Akbar</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Mereka yang di kring pertama tadi tidak begitu mendengar, di kring kedua ini mungkin akhirnya sadar dan bereaksi untuk bergegas. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sisanya tetap tenang, mungkin nama pemanggilnya di layar hati tidak dikenali, mungkin kontak Allah di <i>phonebook</i> belum tersimpan sehingga yang muncul adalah <i>Unknown Number</i>. </span> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2015/05/perumpamaan_adzan_dengan_telep.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2015/05/perumpamaan_adzan_dengan_telep.html</guid>
         <category>Nasehat</category>
         <pubDate>Sun, 24 May 2015 22:08:07 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Remote Control</title>
         <description><![CDATA[<div>Remote control, sesuai artinya, remote=jarak jauh, control=pengendalian, berarti pengendalian jarak jauh.</div><div><br /></div><div>Mungkin maknanya kurang pas, karena ketika disebutkan kata "remote control" yang terbayang adalah remote televisi. Sedangkan televisinya ada di depan mata, tidak jauh kok.</div><div><br /></div><div>Namun coba Anda menonton televisi tanpa remote control, maka Anda akan merasakan betapa jauhnya televisi dari jangkauan Anda, saat akan memindahkan tayangan ke channel-channel yang lain.</div><div><br /></div> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2015/05/remote_control.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2015/05/remote_control.html</guid>
         <category></category>
         <pubDate>Sat, 16 May 2015 19:23:06 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Half Truth</title>
         <description><![CDATA[<div>Half truth, secara harfiah berarti kebenaran separuh, tetapi hakikatnya lebih dekat kepada setengah bohong daripada setengah jujur. Dan justru lebih berbahaya dibandingkan langsung berbohong, karena jika diteliti memang tidak berbohong namun dampaknya sama saja dengan berbohong. Si "pembohong" ini merasa aman dari hukum dan syariat maka lebih bersemangat.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Half truth memang tidak bohong, &nbsp;ada kebenaran di dalamnya. Atau memang benar semua, tetapi ada yang tidak disampaikan, sehingga menimbulkan bias bagi penerima informasinya. Dan itu disengaja.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Mereka yang cenderung menelan apa saja yang lewat, atau istilah jaman sekarang adalah tidak berpikir kritis, sangat mudah terkena jabakan half truth ini.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Contoh half truth yang fenomenal adalah ketika Nabi Ibrahim ditanya oleh kaumnya siapa &nbsp;yang menghancurkan tuhan mereka (Al-Anbiya 62-63)</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Secara tata bahasa dan body language Nabi Ibrahim tidak berbohong, namun kesan yang ditimbulkan adalah patung besarlah yang menghancurkan tuhan-tuhan mereka. Dari jawaban half truth ini, meskipun Nabi Ibrahim adalah bapaknya para Nabi, tapi tidak bersedia memberikan syafaat di akhirat kelak. Gara-gara pernah melakukan half truth.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div><br /></div> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2015/05/half_truth.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2015/05/half_truth.html</guid>
         <category>Nasehat</category>
         <pubDate>Sat, 09 May 2015 14:53:27 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Balada Klepon</title>
         <description><![CDATA[<span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Alkisah, di negara kita yang subur makmur kaya sumber daya alam dan melimpahnya budaya asli hasil sejarah panjang kerajaan-kerajaan tuanya, memiliki karya unik yang disebut dengan <b>klepon</b>.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Meskipun klepon bisa dibuat oleh banyak negara lain, namun karena olah seni dan bahan dasarnya yang melimpah di negara ini, serta jumlah pembuatnya yang banyak dan kompeten karena klepon memang asli sini, sehingga kualitas klepon yang dihasilkan negara ini jauh lebih baik.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><div><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /> </div>]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2014/11/balada_klepon.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2014/11/balada_klepon.html</guid>
         <category>Sensi</category>
         <pubDate>Wed, 12 Nov 2014 09:53:22 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Biker Boyz</title>
         <description><![CDATA[







<p class="p1">Dalam film Biker Boyz (2003), pada akhir cerita setelah Smoke (sang ayah) berhasil memberikan motivasi yang tinggi kepada Kid (anaknya), kemudian harus melawan anaknya itu yang ingin merebut gelar "King of Cali" dengan balapan motor.</p>
<p class="p2"><span style="font-size: 1em;">Saat lomba hampir dimenangkan oleh Smoke, dia sengaja mengendurkan gas motornya sehingga sedikit melambat, hasilnya Kid yang memenangkan perlombaan balap tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span style="font-size: 1em;">Pada pandangan mata umum, Kid meraih kemenangan itu dengan usaha keras, sampai bekerjasama dengan geng motor lain, sehingga gelar yang disandangnya lebih sah dibandingkan jika ayahnya, Smoke, memberikan gelar itu kepadanya begitu saja.</span></p><p class="p2"><span style="font-size: 1em;">Mengalah dengan tidak mudah demi satu tujuan.</span></p> ]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2014/08/biker_boyz.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2014/08/biker_boyz.html</guid>
         <category>Iseng</category>
         <pubDate>Sat, 23 Aug 2014 13:29:39 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Bouyancy Control</title>
         <description><![CDATA[<a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/03/Screen Shot 2014-03-31 at 10.41.35-thumb-430x322-65-66.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/03/Screen Shot 2014-03-31 at 10.41.35-thumb-430x322-65-66.html','popup','width=430,height=322,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/03/Screen Shot 2014-03-31 at 10.41.35-thumb-430x322-65-thumb-430x322-66.png" width="430" height="322" alt="Thumbnail image for Bouyancy Control" class="mt-image-none" /></a><div><br /></div><div>







<p class="p1">Dalam praktek diving, faktor penting yang harus dikuasai oleh penyelam adalah teknik bouyancy control, yaitu pengendalian daya apung untuk mencapai bouyance netral.</p>
<p class="p1">Jika tidak dapat mengontrolnya, maka kemungkinan besar penyelam akan mengalami kesibukan di dalam air, karena harus melawan dorongan dari air laut jika bouyance positif, atau harus sibuk melawan gravitasi jika bouyance negatif.&nbsp;</p>
<p class="p1">Tidak akan nyaman dalam menikmati keindahan diving sama sekali, juga stamina akan segera terkuras habis karena terlalu banyak kegiatan yang tidak perlu.</p>
<p class="p1">Ketika bouyance netral, berapapun kedalamannya, tubuh akan tenang berada di titik itu. Tidak tertarik untuk ke atas maupun ke bawah.</p><p class="p1"><br /></p></div>]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2014/03/bouyancy_control.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2014/03/bouyancy_control.html</guid>
         <category>Nasehat</category>
         <pubDate>Mon, 31 Mar 2014 10:42:10 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Penyebar Berita</title>
         <description><![CDATA[<p>"Jangan BC/Share berita yang tidak tau kebenarannya"</p>

<p>Tidak hanya hari ini, kegemparan dan kepanikan sering datang disebabkan oleh mereka yang tidak mau berpikir dengan baik. Setiap kali ada bencana, selalu ada yang menambahi beban pikiran yang menyebabkan lebih banyak kekalutan.</p>

<p>Contoh terdekat yang terjadi: <br />
"Warga Sempat Panik, Dandim Kediri: Tidak Benar Ada Gas Beracun"</p>

<p>http://news.detik.com/read/2014/02/15/171225/2498543/10/warga-sempat-panik-dandim-kediri-tidak-benar-ada-gas-beracun</p>

<p>Dengan alasan "niat baik", namun sayang tidak disertai akal sehat dan kemauan berpikir sedikit lebih panjang, tentang kebenaran isi berita, dan dampak yang ditimbulkan.</p>

<p>Alasan "untuk jaga-jaga dan waspada" juga tidak tepat karena dampak yang terjadi justru sebaliknya.</p>

<p>Alasan "hanya sekedar forward kok" juga tambah konyol, karena menyediakan dirinya sebagai media penyebar kabar bohong.</p>

<p>Alasan "gak ada ruginya juga" justru masuk kategori brengsek, karena menunjukkan ketidakedulian pada sesama yang terimbas berita tidak jelas kebenarannya itu.</p>

<p>Dan lebih parahnya, setiap kali penyebar berita ini diingatkan, seseorang yang tadinya "baik", bisa menjadi lebih "defensif" (bebal) dan cenderung menyerang balik dengan senjata "kalo gak senang ya hapus saja, gitu aja kok repot"</p>

<p>Jika mengaku orang beriman dan masih menganggap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, silakan buka Surah Al-Hujurat ayat 6:</p>

<p>"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."</p>

<p>Pakailah smartphone dengan lebih smart.<br />
</p>]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2014/02/penyebar_berita.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2014/02/penyebar_berita.html</guid>
         <category></category>
         <pubDate>Sun, 16 Feb 2014 14:16:27 +0700</pubDate>
      </item>
      
      <item>
         <title>Ciri-ciri &quot;Ibadur Rahman&quot;</title>
         <description><![CDATA[<p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">(Tulisan ini merupakan ringkasan dari<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><b>Kajian Ahad Dhuha</b>, yang diadakan di Masjid Al-Falah (<b>MAN 3 Malang</b>) didukung Yayasan Nurul Hayat cabang Malang, bersama Ustadz <b>Mokhammad Yahya</b>, Dosen UIN Malang)<br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/01/1557446_10153801188770457_1315360969_n-62.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/01/1557446_10153801188770457_1315360969_n-62.html','popup','width=960,height=540,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/01/1557446_10153801188770457_1315360969_n-thumb-500x281-62.jpg" alt="1557446_10153801188770457_1315360969_n.jpg" class="mt-image-none" style="" width="450" height="281" /></a></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Ahad Dhuha, 26/01/2014</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">----------------------------------------------------------------------------------------------<br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>Ciri-ciri "Ibadur Rahman"</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Ibad berarti hamba, yang merupakan pangkat tertinggi bagi siapapun juga selain Allah.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Sedangkan Rahman merupakan sifat Allah yang paling tinggi cintanya<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><i>(excessive love</i>).</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Manusia boleh saja mengaku sebagai hamba Allah, tetapi tidak semuanya mendapat pengakuan stempel "Hambanya Sang Maha Penyayang" ini.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Pada Al-Qur'an Surah Al-Furqan (25) ayat 63 - 74 (<a href="http://quran.com/25/63-74" target="_blank" rel="nofollow" style="color: rgb(59, 89, 152); cursor: pointer; text-decoration: none;">http://quran.com/25/63-74</a>), ditunjukkan oleh Allah ciri-ciri hamba yang diakui-Nya sebagai Ibadur Rahman. Bisa jadi Anda termasuk salah satunya.</p><br />

]]></description>
         <link>https://www.mahesajenar.com/2014/01/ciri-ciri_ibadur_rahman.html</link>
         <guid>https://www.mahesajenar.com/2014/01/ciri-ciri_ibadur_rahman.html</guid>
         <category></category>
         <pubDate>Mon, 27 Jan 2014 18:06:18 +0700</pubDate>
      </item>
      
   </channel>
</rss>
