<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<meta name='ICBM' content="-7.9437, 112.5948" />
	<meta name="geo.position" content="-7.9437; 112.5948" />
	<meta name="geo.region" content="ID-MLG" />
	<meta name="geo.placename" content="Malang" />
    <title>Mahesa Jenar</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/" />
    <link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.mahesajenar.com/atom.xml" />
   <id>tag:www.mahesajenar.com,2025://1</id>
    <link rel="service.post" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1" title="Mahesa Jenar" />
    <updated>2022-05-27T00:31:02Z</updated>
    <subtitle>Urip Iku Ngunduh Uwohing Pakarti</subtitle>
    <generator uri="http://www.sixapart.com/movabletype/">Movable Type 5.01</generator>
 

<entry>
    <title>Penipuan Online</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2019/12/penipuan_online_2.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=588" title="Penipuan Online" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2019://1.588</id>
    
    <published>2019-12-28T06:20:15Z</published>
    <updated>2022-05-27T00:31:02Z</updated>
    
    <summary><![CDATA[Belakangan ini semakin marak korban penipuan online.&nbsp;Oke, konteks kita saat ini bukan mereka yang tertipu oleh foto wajah yang dipalsu oleh kamera jahat kemudian diposting ke sosmed.Atau status palsu yang mengaku single padahal dobel, bahkan triple, untuk menipu para jomblo...]]></summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Nasehat" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<div>Belakangan ini semakin marak korban penipuan online.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Oke, konteks kita saat ini bukan mereka yang tertipu oleh foto wajah yang dipalsu oleh kamera jahat kemudian diposting ke sosmed.</div><div><br /></div><div>Atau status palsu yang mengaku single padahal dobel, bahkan triple, untuk menipu para jomblo galau.</div><div><br /></div><div>Bukan juga tentang janji palsu yang selalu menipu mereka yang bekerja di PT Mencari Cinta Sejati.</div><div><br /></div><div>Yang kita bahas ini adalah tentang penipuan (dengan) transaksi palsu. Yaitu jual-beli yang tidak seperti yang diharapkan pembelinya.</div><div><br /></div><div>Para korban penipuan online sekarang ini tidak lagi dimonopoli ibu-ibu tua yang gagal paham. Atau orang-orang pinggiran yang mungkin masih gagap teknologi.</div><div><br /></div><div>Tidak. Seringkali korban penipuan online justru sarjana yang hidup di kota.</div><div><br /></div> ]]>
        <![CDATA[<div>Modus:</div><div>Menawarkan barang kebutuhan sekunder dengan harga jauh di bawah harga pasaran.</div><div>Setelah dibayar, barang tidak dikirim, pembelinya malah diblokir.</div><div><br /></div><div>Sederhana. Mungkin begitu pikir Anda. Dan beranggapan mana mungkin Anda bisa tertipu dengan modus seperti itu.</div><div>Beberapa malah tega menganggap korban penipuan itu bodoh.</div><div><br /></div><div>Jika mengadu di grup Fesbuk, bukannya dapat simpati malah dikritik oleh anggota grup lain. Kok bisa sebodoh itu kena tipu.</div><div><br /></div><div>Nah, jangan salah, mereka yang tertipu juga awalnya berpikiran seperti itu. Ketika mereka masih sadar tentunya, memandang remeh trik penipuan itu.</div><div><br /></div><div>Triknya adalah, Anda akan dibuat seakan-akan tidak berada pada posisi tertipu. Anda dibuat merasa aman dan merasa pegang kendali. Bukan dengan magic ataupun gendam.</div><div><br /></div><div>Supaya nampak seakan-akan aman, beberapa trik yang sering digunakan antara lain:</div><div><br /></div><div>1. &nbsp;Ada foto barangnya dengan menyertakan nama penjual atau nama tokonya. Padahal mungkin sekali itu foto ngambil dari Google.</div><div><br /></div><div>2. Ada foto toko dengan mbak-mbak penjaganya. Kadang mbaknya berjilbab untuk memberi kesan solehah dan jauh dari unsur penipuan.</div><div>Padahal, sekali lagi, bisa jadi itu foto orang, nyomot dari sosmed atau web lain.</div><div><br /></div><div>3. Ada testimoni pembeli yang intinya mengatakan "saya awalnya ragu, ternyata beneran dikirim barangnya".</div><div>Jika Anda meluangkan waktu (saya sering) untuk baca semua testimoni, polanya rata-rata mirip begitu.</div><div><br /></div><div>4. Ada foto pembeli yang pegang barangnya. Biasanya terkait dengan nomor 3. Tapi bisa juga diposting terpisah untuk lebih meyakinkan. Ini juga bisa jadi foto ngambil punya orang lain.</div><div><br /></div><div>5. Ada foto struk transfer dari pembeli. Bisa editan, bisa ngambil dari Google, atau dari penjual lain. Atau bahkan bisa jadi struk transfer dari korban-korban sebelumnya.</div><div><br /></div><div>6. Ada foto resi pengiriman barang. Sama dengan nomor 5, kecuali bagian "dari korban sebelumnya". Karena penipu tidak akan mengirimkan barangnya. Ya kalaupun dikirim bisa besar kemungkinan isinya tidak sesuai harapan.</div><div><br /></div><div>Dan masih ada banyak hal lain yang disajikan untuk meyakinkan calon pembelinya. Eh, calon korbannya.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Dan membuat Anda merasa aman untuk transaksi, padahal sebelumnya Anda menganggap trik penipuan itu tidak akan mempan untuk Anda.</div><div><br /></div><div>Ketika akhirnya tertipu, yakini Anda bukan sedang kena gendam. Hanya kurang waspada saja.</div><div><br /></div><div>Satu lagi yang membuat orang berpendidikan merasa aman (dibanding orang awam):</div><div><br /></div><div>"Kan itu ada nomor rekeningnya, kalau sampai dia gak kirim barangnya akan aku laporkan sehingga diblokir rekeningnya dan dilacak pemiliknya"</div><div><br /></div><div>Tidak semudah itu, Jaka.</div><div><br /></div><div>Ketahuilah, nomor rekening yang digunakan itu sangat mungkin bukan milik penipu. Tapi milik korban lain yang dimanfaatkan oleh penipunya. Dengan cara berbeda. Ini penipuan combo.</div><div><br /></div><div>Sehingga ketika Anda dengan gagah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan, kemudian mendatangi bank untuk memblokir rekening yang Anda anggap milik penipu, Anda bisa mendapatkan zonk besar.</div><div><br /></div><div>Pemilik rekening tidak bisa banyak membantu, apalagi mengembalikan uang Anda. Karena dia juga korban. Seperti Anda.</div><div><br /></div><div>Kami di Virtualcash.id beberapa kali menjadi korban pencatutan nomor rekening ini.</div><div><br /></div><div>Dan pemilik rekening juga tidak dapat dituntut, karena dia tidak pernah menyuruh Anda mengirim uang ke rekening dia. Anda saja yang kepedean mengirim uang ke rekening orang yang Anda tidak ketahui siapa.</div><div><br /></div><div>Dari pengalaman di atas, bank juga akan berhati-hati jika ada laporan untuk pemblokiran rekening. Karena ada kemungkinan yang melaporkan justru berkomplot dengan penipu untuk menjebak pemilik rekening.</div><div><br /></div><div>Bank paling hanya berusaha menjadi mediator untuk menghubungkan korban dengan pemilik rekening. Begitu aja. Setelah itu bank melepaskan diri.</div><div><br /></div><div>Ribet. Makanya jangan sembarangan transfer.</div><div><br /></div><div>Pastikan validitas penjualnya, barangnya, rekeningnya, dan yang pasti transaksinya bukan tipu-tipu. Banyak caranya, misalnya dengan video call.</div><div><br /></div><div>Pahamilah, jika Anda menjadi korban penipuan online, bukan saja Anda merugi, tapi keuntungan dari Anda akan digunakan untuk modal penipuan lagi. Sehingga memberi energi lebih bagi penipu untuk mencari korban berikutnya.</div><div><br /></div><div>Selalu waspada. Ketika ragu, minta pertimbangan kepada orang yang Anda anggap lebih berwawasan. Lebih sadar dan waspada. Sehingga ketika akhirnya tertipu bisa saling menyalahkan. #ehh&nbsp;</div><div><br /></div><div>Dan jangan ragu melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan. Banyak calon korban yang batal kena tipu karena faktor yang tak disangka-sangka. Bahkan ketika tinggal satu kali klik.</div><div><br /></div><div>TL;DR</div><div><br /></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Mengenal Nomor Penerbangan</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2018/11/mengenal_nomor_penerbangan.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=585" title="Mengenal Nomor Penerbangan" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2018://1.585</id>
    
    <published>2018-11-07T01:01:05Z</published>
    <updated>2018-11-07T06:49:56Z</updated>
    
    <summary>Banyak masyarakat yang masih bingung dengan istilah Nomor Penerbangan, atau Flight Id, dari sebuah pesawat. Sebagian mengira bahwa nomor penerbangan melekat pada pesawat tersebut, yang terbang kemana-mana dengan nomor penerbangan itu.Seperti kasus jatuhnya JT610 milik maskapai Lion Air, dikira bahwa...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Blog" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Banyak masyarakat yang masih bingung dengan istilah Nomor Penerbangan, atau <b>Flight Id</b>, dari sebuah pesawat. Sebagian mengira bahwa nomor penerbangan melekat pada pesawat tersebut, yang terbang kemana-mana dengan nomor penerbangan itu.</span><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Seperti kasus jatuhnya JT610 milik maskapai Lion Air, dikira bahwa JT610 adalah pengenal pesawat. Padahal JT610 adalah nomor penerbangan. Sedangkan pengenal pesawat yang jatuh tersebut adalah <b>PK-LQP</b>.</span><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Nomor penerbangan selalu berubah-ubah antar rute, meskipun masih dengan pesawat yang sama. Dan besoknya nomor penerbangan yang sama bisa jadi digunakan oleh pesawat yang berbeda.</span><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Contohnya, pesawat Citilink dari bandara Halim menuju bandara Malang menggunakan nomor penerbangan QG160. Ketika pesawat tersebut terbang kembali ke Jakarta dia menggunakan nomor penerbangan QG161.</span><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;"><br /></div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Besoknya, dengan pesawat berbeda dan jalur yang sama maka nomor penerbangan yang digunakan juga sama, QG160 dan QG161 itu lagi.</div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;"><br /></div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Pertanyaan selanjutnya, apakah saat ini nomor penerbangan JT610 masih ada?</div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;">Iya, masih ada. Silakan mencoba terbang dengan jalur itu jika ingin merasakan sensasinya.</div><div style="color: rgb(32, 33, 36); font-family: Roboto, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-variant-ligatures: none; letter-spacing: 0.2px; white-space: pre-wrap;"><br /></div> ]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Pegang Kendali</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2017/05/pegang_kendali.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=579" title="Pegang Kendali" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2017://1.579</id>
    
    <published>2017-05-11T09:24:48Z</published>
    <updated>2017-05-11T09:31:54Z</updated>
    
    <summary>Beberapa hal yang terpikirkan selama memperhatikan seorang ibu menyusui bayinya (hmmm, sounds wrong?): 1. Setelah makan, seorang ibu tidak perlu (tepatnya tidak mampu) melakukan apapun untuk mengubah makanannya tadi menjadi ASI. Si ibu tinggal makan lalu meyakini itu nanti sebagian...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Beberapa hal yang terpikirkan selama memperhatikan seorang ibu menyusui bayinya (hmmm, sounds wrong?):</span></p><p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">1. Setelah makan, seorang ibu tidak perlu (tepatnya tidak mampu) melakukan apapun untuk mengubah makanannya tadi menjadi ASI. Si ibu tinggal makan lalu meyakini itu nanti sebagian akan menjadi ASI, gitu aja.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">2. Bayi yang sedang dalam gendongan ibunya, posisi mulutnya tepat berhadapan dengan pu**ting susu ibunya. Pas dengan posisi lengan ibunya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Dual mode: begitu juga dengan posisi saat menyusui sambil tiduran.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Kok bisa pas gitu ya desainnya? Gak perlu modifikasi apa-apa lagi.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">3. Meskipun bayi baru beberapa jam lahir di dunia, belum pernah mempergunakan mulutnya, tanpa baca tutorial atau quick start, tetapi mulut bayi bisa melakukan gerakan menyedot ASI secara berulang-ulang. Bayangkan kalo si ibu harus mengajarinya dulu.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Gerakan ini tidak mudah lho, silakan dicoba kalo tidak percaya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">4. ASI meskipun warnanya putih gitu aja, tapi itu hanyalah bentuk paketnya saja. Ketika ASI sudah di-unpack dalam perut bayi maka informasi makanan yang terkandung di dalamnya juga dikeluarkan.&nbsp;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Seandainya si ibu sebelumnya makan sayuran, meskipun ASI berwarna putih, feses bayi ikutan berwarna hijau.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Entah teknik kompresi macam apa yang digunakan ASI.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">5. ASI yang diminum kemudian mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Dan dari situ bayi akan tumbuh. Tanpa ibunya melakukan apa-apa supaya bayinya tambah tinggi (atau panjang?), menumbuhkan giginya, melebatkan rambutnya, menguatkan otot-ototnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Apa peran orang tua di situ? Gak ada. Semua terjadi secara otomatis.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Ada yang mengatakan itu sebagai proses alami yang wajar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Ada yang meyakini itu sebagai keajaiban.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Sebagian lagi meyakini semuanya sebagai kuasa Allah.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Yang dibahas ini baru (sebagian kecil) soal ASI, ternyata banyak yang di luar kendali manusia. Padahal masih buanyak organ tubuh lain yang juga di luar kendali kita.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Lalu manusia dengan pongahnya ingin pegang kendali kehidupannya?</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica;"><span style="font-size: 12pt;">Are you kidding me, kid?</span></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p>
<p style="margin-bottom: 0px; font-size: 12px; line-height: normal; font-family: Helvetica; min-height: 13.8px;"><span style="font-size: 12pt;"></span><br /></p> ]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Mau Jadi Bangsa Apa</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2016/07/mau_jadi_bangsa_apa.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=578" title="Mau Jadi Bangsa Apa" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2016://1.578</id>
    
    <published>2016-07-01T02:10:59Z</published>
    <updated>2016-07-01T03:43:01Z</updated>
    
    <summary>Tuhan sengaja menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (ref. Al-Hujurat:13) Artinya manusia, karena sebagai yang diciptakan, tidak dapat memilih ingin dilahirkan sebagai bangsa apa dan suku mana. Lahir ya ceprot keluar dari rahim ibunya, tidak tersedia baginya pilihan pintu lain,...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Basbang" />
    
        <category term="Iseng" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>Tuhan sengaja menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (ref. Al-Hujurat:13)</p>

<p>Artinya manusia, karena sebagai yang diciptakan, tidak dapat memilih ingin dilahirkan sebagai bangsa apa dan suku mana. Lahir ya ceprot keluar dari rahim ibunya, tidak tersedia baginya pilihan pintu lain, yang kemudian menjadi awal penentu kebangsaan dan suku dia.</p>

<p>Namun setelah dewasa, dia memiliki pilihan untuk menjalani hidup sebagai bangsa atau suku lain. Kalau dia mau.</p>

<p>Misalnya orang Jawa yang memiliki kekaguman lebih terhadap bangsa Arab, sah saja dia mengubah namanya menjadi kearaban, berbicara dengan diselipi bahasa Arab, dan makan minum sebagaimana makanan orang Arab.</p>

<p>Entah itu didasari atas alasan agamanya, atau hanya sekadar nostalgia pernah kerja di sana, atau karena cuma pingin saja. Dia berhak untuk itu semua, entah itu hak tinggi atau hak yang rendah saja.</p>

<p>Sekarang ini banyak meme beredar yang menggambarkan Gus Dur/Cak Emha/Bung Karno/KH Musthofa Bisri/dll yang mengkritik orang Islam hilang jawanya karena kearaban. Meskipun belum tentu para beliau tersebut yang berbicara seperti itu, namun apa yang disampaikan tersebut sebenarnya tidak salah juga.</p>

<p>Secara pribadi saya yakin para beliau tidak bermaksud menentang kearaban para penduduk lokal, tapi lebih pada menjawab pendapat golongan tertentu.<br />
Karena banyak orang yang terlalu fanatik pada suatu bentuk tertentu sehingga mendorong orang lain untuk berubah ke bentuk yang dimaksud. Demi menjawab dorongan itulah maka jadilah meme-meme tersebut.</p>

<p>Namun ketika jawaban para beliau itu kemudian terlalu dipaksakan ke semua orang, akhirnya mereka yang ingin mengekspresikan diri menjadi bangsa lain jadi ikut terkena dampaknya.<br />
Padahal, jadilah apa yang kamu inginkan, selama tidak melanggar syariat dan aturan. Kalau memang cinta Arab ya monggo saja.</p>

<p>Lalu siapa yang akan mempertahankan budaya dan kekhasan Jawa kalau semua dibiarkan menjadi bangsa lain?<br />
Ya terserah siapa saja yang mau. Kalau tidak mau ngapain dipaksa juga kan?</p>

<p>Biarlah yang mau-mau saja yang tetap menjadi Jawa, seperti saya.<br />
</p>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>LGBT</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2016/02/lgbt.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=577" title="LGBT" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2016://1.577</id>
    
    <published>2016-02-27T02:17:59Z</published>
    <updated>2016-02-27T04:54:11Z</updated>
    
    <summary><![CDATA[Cukup lama saya meredam pendapat tentang fenomena LGBT ini. Bukan karena apa-apa, hanya kepingin saja.&nbsp;Bayangkan, kecenderungan "menyimpang" ini sudah ada jauh sebelum kamu ada. Kamu bahkan buyutnya buyut kamu pun mengalami peradaban dengan kelakuan ini.Lalu apakah sekelumit pendapat ini akan...]]></summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Nasehat" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<div>Cukup lama saya meredam pendapat tentang fenomena LGBT ini. Bukan karena apa-apa, hanya kepingin saja.&nbsp;</div><div>Bayangkan, kecenderungan "menyimpang" ini sudah ada jauh sebelum kamu ada. Kamu bahkan buyutnya buyut kamu pun mengalami peradaban dengan kelakuan ini.</div><div><br /></div><div>Lalu apakah sekelumit pendapat ini akan mengubah keadaan itu? Tentu saja tidak. Tapi kita tidak akan pernah tau kan, bahkan setetes embun pun dapat menyelamatkan middle earth saat embun itu jatuh di mulut Aragorn yang sedang pingsan.</div><div><br /></div><div>Pendapat saya tentang LGBT: menyukai sesama jenis bukanlah perbuatan menyimpang. Memang benar apa kata para pakar psikologi.</div><div><br /></div><div>Jangankan ke sesama manusia, bahkan seseorang bisa saja jatuh cinta ke karakter anime. Ada juga yang terangsang dengan motor Yamaha YZR-M1, atau yang tidak dapat tidur karena memikirkan keseksian ROM MIUI 6. Sah saja.</div><div><br /></div><div>Jadi jika secara ilmu psikologi dikatakan bahwa cowok suka sama cowok itu normal, ya memang.</div> ]]>
        <![CDATA[<div>Masalahnya bukan rasa cinta sesama jenisnya, tapi seks sesama jenisnya. Titik.</div><div><br /></div><div>Meskipun dilakukan oleh mereka yang normal, yang karena merasa dipaksa oleh keadaan, seks sesama jenis tetap saja tidak boleh.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Karena pada kenyataannya seks sesama jenis memang bukan monopoli kaum LGBT. Dan perbuatan itulah yang layak untuk ditentang. Jangankan oleh ilmu pengetahuan paling modern saat ini, meskipun Einstein sebagai simbol pengetahuan bangkit dari kuburnya lalu mengatakan hubungan seks sesama jenis itu wajar saja, dengan senang hati saya akan membantu menguburnya kembali.</div><div><br /></div><div>Alan Turing (yang kata Ulil adalah penemu komputer) kurang cerdas apalagi coba, yang juga mengidap penyakit LGBT juga mengakui dirinya sebagai _tidak normal_. (Imitation Game, true story of Alan Turing)</div><div><br /></div><div>Kelainan orientasi seksual tidak dapat dijadikan pembenar hubungan sesama jenis. Meskipun itu bisa dijadikan alasan, tetapi tidak menjadikan aktivitas itu dianggap benar. Kondisi yang sering dijadikan alasan adalah ketika Penis tidak berdiri saat dihadapkan dengan Vagina, tapi malah berdiri saat dipertemukan dengan sesama Penis. So what? Karena ada juga Penis yang tidak lagi berdiri terhadap Vagina A (padahal sebelumnya berdiri) tapi berdiri tegak terhadap Vagina B. Apakah akan selalu dituruti?&nbsp;</div><div>Baiklah kalau mau dituruti, tapi akui bahwa itu penyimpangan, bukan baik-baik saja.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Jadi marilah kita objektif dan bersikap adil. Kita hormati hak kemanusiaan kaum LGBT. Mengerti dan memahami pilihan mereka, tapi bukan mendukung dan memberi wadah untuk melanjutkan aktivitas yang salah. Sama saja dengan melegitimasi mereka untuk terjerumus semakin parah.</div><div><br /></div><div>Ini masih belum masuk ke ranah agama, yang sudah pasti aktivitas seksual sesama jenis kelamin adalah salah. Percuma diajak ke pembahasan tentang agama karena pendukung LGBT pasti tidak berangkat dari situ.</div><div><br /></div><div>Tapi itulah pilihan, ada yang segala sesuatu selalu dihubungkan dengan apa kata agama, ada pula yang memandang agama sebagai plug-in yang bisa dilepaspakai kapan saja, hanya pakai logika dan perasaan saja.</div><div><br /></div><div>Permasalahan akan menjadi runyam saat yang memakai agama memaksakan yang tidak peduli dengan agama, dan yang memakai logika merasa heran dengan pola pikir yang memakai agama. Tidak akan dapat disejajarkan. Hanya dapat dipaksakan.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Sedangkan lingkup aktual dalam penanganan legalitas LGBT ada pada tingkat negara. Tinggal siapa yang menang dalam perebutan keputusan pemerintah, yang pro atau yang anti LGBT. Saya pro LGBT jika itu menjadi wadah pembinaan kelainan orientasi seksual, bukan menjadi ajang pelumrahan seks sesama jenis.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Kalau saya ditanya soal hubungan sesama jenis kelamin, saya jawabnya dengan agama dan fitrah manusia bahwa itu tidak boleh. Kalau Anda tidak setuju, ya tidak usah mencari pembenaran lewat agama. Akui saja bahwa itu demi nafsu belaka.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Kongklusi, ada yang hidup dengan menuruti nafsu ada yang menuruti agama. Itu sudah.</div><div><br /></div><div><br /></div><div><br /></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Indonesia Beda</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2015/07/indonesia_beda.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=576" title="Indonesia Beda" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2015://1.576</id>
    
    <published>2015-07-12T02:27:33Z</published>
    <updated>2015-07-12T02:43:46Z</updated>
    
    <summary><![CDATA[Mengikuti pendapat teman-teman yang prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, yang mudah sekali diadu domba, dan menjadi ladang yang nyaman untuk bermain takfir-takfiran.&nbsp;Puncak kekhawatiran mereka adalah Indonesia akan berubah menjadi Suriah berikutnya.Namun menurutku Indonesia berbeda dari bangsa lain, karena kita...]]></summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Mengikuti pendapat teman-teman yang prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, yang mudah sekali diadu domba, dan menjadi ladang yang nyaman untuk bermain takfir-takfiran.&nbsp;</span><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Puncak kekhawatiran mereka adalah Indonesia akan berubah menjadi Suriah berikutnya.</span><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Namun menurutku Indonesia berbeda dari bangsa lain, karena kita adalah bangsa yang unik.</div><div><br /></div> ]]>
        <![CDATA[<div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Contoh sederhananya, ketika malam hari orang Indonesia rapat kampung dan sepakat melakukan kerja bakti&nbsp;besok pagi, besok paginya yang hadir paling 20% dari yang ikut rapat.</div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Mungkin para "agen" sedang pusing untuk membuat Indonesia menjadi seperti Suriah, karena setelah diadu dan diobok-obok sedemikian rupa, tapi ketika saatnya 'eksekusi' malah mblendes gak ada yang bergerak.</div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Ujung-ujungnya para agen itu harus menyewa pasukan bayaran untuk melaksanakan huru-hara yang sudah terlanjur direncanakan. Makanya di setiap kejadian huru-hara para pelakunya adalah orang asing yang tidak dikenal di daerah situ. Karena mereka memang didatangkan. Hal ini berulang sejak jaman Majapahit, pemberontakan PKI, hingga kerusuhan Jakarta.</div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Ini tentu kontra produktif dengan rencana awal, karena tujuannya adalah membuat agar kerusuhan dilakukan oleh warga setempat, supaya sifatnya membumi sehingga kerusuhan dan chaos bisa bertahan lama, dan akhirnya mempengaruhi keamanan nasional.</div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Sejauh ini kita masih aman, meskipun sering bergejolak. Tapi bukan berarti kita aman terus, karena jika dikondisikan seperti ini secara berkesinambungan maka akan muncul generasi yang terlahir secara native memiliki jiwa perseteruan, yang tanpa dilatihpun akan memiliki bakat membuat konflik.</div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;"><br /></div><div style="color: rgba(0, 0, 0, 0.701961); font-family: UICTFontTextStyleBody; font-size: 17px; -webkit-composition-fill-color: rgba(130, 98, 83, 0.0980392); text-decoration: -webkit-letterpress;">Moral ceritanya, jangan mau diadu oleh mereka yang diuntungkan saat Indonesia kacau, dan didik anak-anak kita supaya memiliki rasa cinta perdamaian terhadap bumi Indonesia yang mengejawantahkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.</div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Pernikahan Sesama Jenis</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2015/06/pernikahan_sesama_jenis.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=575" title="Pernikahan Sesama Jenis" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2015://1.575</id>
    
    <published>2015-06-29T17:12:11Z</published>
    <updated>2015-06-30T13:58:56Z</updated>
    
    <summary> &quot;Cinta nomor satu, jenis kelamin nomor dua&quot;, adalah candaan rekan-rekan di kampus dulu ketika ada teman sesama cowok bergandengan tangan. Dan dengan sahnya legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika, seakan melihat gurauan dulu itu kini menjadi kenyataan. Memang keputusan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/06/cacing-tanah-76.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/06/cacing-tanah-76.html','popup','width=320,height=261,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/06/cacing-tanah-thumb-250x203-76.png" width="250" height="203" alt="cacing-tanah.png" class="mt-image-left" style="float: left; margin: 0 20px 20px 0;" /></a><br />
"Cinta nomor satu, jenis kelamin nomor dua", adalah candaan rekan-rekan di kampus dulu ketika ada teman sesama cowok bergandengan tangan. Dan dengan sahnya legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika, seakan melihat gurauan dulu itu kini menjadi kenyataan.</p>

<p>Memang keputusan seperti itu sudah berlaku di beberapa negara lain, misalnya Belanda dan Denmark, hanya saja karena ini Amerika, gemanya menjadi berbeda. Karena Amerika sebagai negara kiblat hedonisme, maka bagi para penyembah nafsu di negeri kita seakan mendapat backup dan pembenaran untuk bersuara lantang tentang kesetaraan hak pernikahan sesama jenis. Lagi-lagi hak asasi manusia menjadi landasannya.</p>

<p>LGBT (Lesbi, Gay, Bisex, dan Transgender) adalah penyakit. Umumnya yang namanya penyakit memang tidak diminta, tapi tidak berarti boleh bertindak sesuai kehendak sendiri. Bagi yang waras harusnya mengasihi dan merangkul yang sakit itu agar menuju kesembuhan, bukan malah membuatnya permanen.<br />
</p>]]>
        <![CDATA[<p>Dari pandangan semua agama samawi sudah jelas: melarang pernikahan sesama jenis. Tapi karena bagi sebagian orang memandang agama hanya sebagai pelengkap hidup, yang bisa dipakai atau ditanggalkan kapan saja, maka membahas fenomena LGBT ini percuma jika berlandaskan agama.</p>

<p>Padahal memahami kehidupan tanpa agama hanya dapat melihat sejauh akalnya saja. Sedangkan dengan agama kita jadi tau jauh sebelum ada manusia, dan juga jadi tau jauh setelah kepunahan dunia. Tapi mereka yang soak imannya tidak bakal mau memahami hal ini.</p>

<p>Dari sudut pandang sosial, ada yang berpendapat pernikahan tidak selalu urusan sex. Ini memang benar, tapi keblinger.</p>

<p>Memang akan ada berbagai benefit yang didapat oleh pasangan sesama jenis yang menikah yang diakui negara, misalnya tentang hak waris, hak kunjungan, dan seterusnya yang diatur negaranya. Tapi satu hal yang membuat semuanya kacau adalah dilegalkannya hubungan sex sesama jenis.</p>

<p>Pernikahan memang tidak selalu urusan sex, tapi ketika tiba saatnya untuk melakukan sex, ya pernikahan itu wadahnya. Jadi jangan dipisah antara pernikahan sesama jenis dengan sex sesama jenis.</p>

<p>Baiklah, mungkin mereka yang sakit LGBT itu mendukung keputusan pernikahan sesama jenis, karena mereka sakit. Tapi bagi yang normal dan mendukung keputusan ini, adalah lebih sakit lagi.</p>

<p>Manusia diciptakan berpasang-pasangan, kalau mau nikah sesama jenis, jadilah cacing tanah.<br />
</p>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Perumpamaan Adzan Dengan Telepon</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2015/05/perumpamaan_adzan_dengan_telep.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=574" title="Perumpamaan Adzan Dengan Telepon" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2015://1.574</id>
    
    <published>2015-05-24T15:08:07Z</published>
    <updated>2015-05-24T15:54:10Z</updated>
    
    <summary>Sebagai panggilan untuk sholat, jika diumpamakan dengan kring pada panggilan telepon, kira-kira seperti ini reaksi sebagian dari kita terhadap adzan:1. Kring pertama: &quot;Allahu Akbar Allahu Akbar&quot; Di layar hati muncul &quot;Incoming call from Allah&quot; Bagi yang sedari tadi menunggu panggilan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Nasehat" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<div><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/05/phonering-73.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/05/phonering-73.html','popup','width=636,height=358,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2015/05/phonering-thumb-200x112-73.jpg" width="200" height="112" alt="Phone Ring" class="mt-image-left" style="float: left; margin: 0 20px 20px 0;" /></a></div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sebagai panggilan untuk sholat, jika diumpamakan dengan kring pada panggilan telepon, kira-kira seperti ini reaksi sebagian dari kita terhadap adzan:</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">1. Kring pertama: "<b>Allahu Akbar Allahu Akbar</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Di layar hati muncul "<i>Incoming call from Allah</i>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Bagi yang sedari tadi menunggu panggilan itu, atau yang memang menganggap bahwa itu panggilan sangat penting, akan bergegas memenuhi panggilan itu. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sedangkan bagi yang lainnya masih tenang-tenang saja. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">2. Kring kedua: "<b>Allahu Akbar Allahu Akbar</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Mereka yang di kring pertama tadi tidak begitu mendengar, di kring kedua ini mungkin akhirnya sadar dan bereaksi untuk bergegas. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sisanya tetap tenang, mungkin nama pemanggilnya di layar hati tidak dikenali, mungkin kontak Allah di <i>phonebook</i> belum tersimpan sehingga yang muncul adalah <i>Unknown Number</i>. </span> ]]>
        <![CDATA[<div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">3. Kring ketiga: "<b>Asyhadu allaa ilaaha illallah</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Kring ketiga ini mengingatkan siapa yang sedang memanggil. Nama-Nya tercantum dalam syahadat yang dulu pernah terucap. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sebagian akhirnya ingat. Sebagian lagi masih lupa, atau mungkin sedang loading contact dari <i>phonebook</i>. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">4. Kring keempat: "<b>Asyhadu allaa ilaaha illallah</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Bagi yang loading contactnya sudah selesai, dan dapat mengenali siapa yang memanggil, segera bangkit bergegas memenuhi panggilan ini. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sebagian yang lain mungkin broken contact, karena lama tidak diload sehingga datanya jamuran, makanya tetap muncul <i>Unknown Number</i>. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">5. Kring kelima: "<b>Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Bantuan untuk mengingatkan siapa yang sedang memanggil. Dengan mengingat manusia mulia ini siapa tau pendengarnya segera ingat kembali. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sebagian mungkin teringat dengan harapan syafaat beliau, dan bergegas melakukan kewajiban seperti yang beliau contohkan.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Yang lain masih belum ngeh juga. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">6. Kring keenam: "<b>Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Diingatkan kembali dengan ikrar syahadat. Kecil kemungkinan kalau masih lupa siapa yang memanggil. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Atau mungkin sudah tau pemanggilnya, tapi belum paham dipanggil ini kira-kira untuk apa sih. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">7. Kring ketujuh: "<b>Hayya 'alash shalaahh</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">"Owalah, dipanggil untuk sholat toh". Sebagian orang segera paham dan berangkat. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sebagian lagi masih kurang mendengarkan, mungkin karena pas itu ada motor lewat. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">8. Kring kedelapan: "<b>Hayya 'alash shalaahh</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Penjelas undangan diulangi lagi, supaya yang tadi kurang mendengar sekarang paham, kemudian segera bergegas memenuhi panggilan. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Yang lain masih sibuk. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">"Iya, sudah tau siapa yang memanggil dan untuk apa dipanggil. Tapi nanti saja lah, masih ribet nih, bisa kacau kalau ditinggalkan"</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">9. Kring kesembilan: "<b>Hayya 'alal falaaahh</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">"Apa? Disuruh datang supaya bahagia? </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Ini yang memanggil kan yang membuat langit dan bumi seisinya. Baiklah, Dia yang bilang lho, dan gak mungkin Dia bohong"</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Bagi sebagian yang memiliki iman akan segera bergegas karena keruwetan dia dijanjikan akan diganti dengan kebahagiaan oleh yang memanggil. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Yang lain masih percaya dengan kemampuan diri sendiri, jadi tawaran kebahagiaan dari yang memanggil buat nanti saja. "Semangat, man"</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">10. Kring kesepuluh: "<b>Hayya 'alal falaaahh</b>"</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">"Jaah, masih saja ditawari itu. 'ngeyel' banget sih yang manggil" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">*lalu pada sibuk meneruskan pekerjaan*</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">11. Kring kesebelas: "<b>Allahu Akbar Allahu Akbar</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">"Iya, tau"</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">*mulai berharap agar adzan segera selesai*</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">12. Kring keduabelas: "<b>Laa ilaaha illallah</b>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">*bersyukur karena akhirnya adzan yang berisik itu berlalu*</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Lalu di layar hati muncul tulisan "<i>1 missed call from Allah</i>" </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">------------------</span><div><font color="rgba(0, 0, 0, 0.8)" face="Roboto Slab, Times New Roman, serif"><span style="font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Disclaimer: Ini hanya ilustrasi, bukan tafsir ataupun arti adzan. Setiap orang bisa memiliki proses dan reaksi berbeda terhadap adzan. Bisa juga adzan itu "direject" sejak kring pertama. <br /></span></font><div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">------------------</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Itu baru ilustrasi 1 panggilan. Bagaimana ketika 1 hari ada 5 kali panggilan? Sudah berapa hari terlewatkan? </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Ada berapa banyak total misscall dalam hatimu? </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Ingat, Iblis 1 kali menolak disuruh menyembah Adam, dia dikeluarkan dari Surga dan divonis neraka. </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Kita berapa kali menolak disuruh menyembah Allah langsung (bukan menyembah Adam, lho)? Kira-kira apa hukumannya ya? </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Entah, bisa jadi iblis tidak perlu lagi menggoda kita, sebab menurut Hadits, meskipun kita berbuat baik dan tidak berbuat dosa lainnya tapi jika sholatnya jeblok maka seluruh amalan ikut jeblok.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Coba buka menu <i>Recent Calls</i> dalam history panggilan hati Anda. Jika dalam <i>smartphone</i> ada <i>missed call</i> dari Jokowi kita kelabakan dan berusaha menelepon balik, bagaimana jika ada rentetan <i>missed call</i> dari pembuat langit dan bumi dan seisinya? </span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></div></div></div><div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></div><div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">* sumber gambar: </span>http://lifehacker.com/5878635/change-how-long-your-phone-rings-before-sending-calls-to-voicemail</div><div><br /></div><div><font color="rgba(0, 0, 0, 0.8)" face="Roboto Slab, Times New Roman, serif"><span style="font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></font></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Remote Control</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2015/05/remote_control.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=573" title="Remote Control" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2015://1.573</id>
    
    <published>2015-05-16T12:23:06Z</published>
    <updated>2015-05-16T12:50:22Z</updated>
    
    <summary>Remote control, sesuai artinya, remote=jarak jauh, control=pengendalian, berarti pengendalian jarak jauh.Mungkin maknanya kurang pas, karena ketika disebutkan kata &quot;remote control&quot; yang terbayang adalah remote televisi. Sedangkan televisinya ada di depan mata, tidak jauh kok.Namun coba Anda menonton televisi tanpa remote...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<div>Remote control, sesuai artinya, remote=jarak jauh, control=pengendalian, berarti pengendalian jarak jauh.</div><div><br /></div><div>Mungkin maknanya kurang pas, karena ketika disebutkan kata "remote control" yang terbayang adalah remote televisi. Sedangkan televisinya ada di depan mata, tidak jauh kok.</div><div><br /></div><div>Namun coba Anda menonton televisi tanpa remote control, maka Anda akan merasakan betapa jauhnya televisi dari jangkauan Anda, saat akan memindahkan tayangan ke channel-channel yang lain.</div><div><br /></div> ]]>
        <![CDATA[<div><span style="font-size: 13px;">Baiklah, cukup membahas tentang arti remote control. Berikutnya tentang penemuan remote control.&nbsp;</span></div><div>Remote control ditemukan oleh anak saya, kemarin di kasur. Mungkin ikut terbawa ke kamar sewaktu berangkat tidur.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Oke, cukup bercandanya, karena saya khawatir dianggap sedang meremote emosi Anda.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Ya, kadang tanpa sadar kita menyerahkan remote control emosi kita kepada orang lain, padahal kenal saja tidak.</div><div><br /></div><div>Misalnya saat malam minggu, sudah dandan cantik dan ganteng, bersama keluarga berencana makan malam di restoran terkenal. Berangkat dengan riang dan penuh canda tawa. Namun semua berubah saat negara api, dengan melalui pelayan restoran tersebut, meremote keluarga kita.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Karena pelayan yang judes dengan bibir monyongnya, berhasil memindahkan channel emosi istri ke tayangan BadMoodTV, sehingga menyulut status sang suami ke level reaktif. Anak-anak ikut berpindah channel ke BeteTV karena acara yang ditayangkan kemudian adalah Berpacu Dalam Emosi.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Hanya gara-gara remote control diserahkan ke bibir pelayan itu tadi.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Baiklah, kita tinggalkan keluarga yang sedang menikmati tayangan tadi, yang seharusnya mengabaikan saja sinyal bibir monyong pelayannya.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Ke ranah yang lebih luas dan lebih sensitif, terkait dengan remote control terhadap suatu negara, terutama negara kita tercinta.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Seringkali kita sebagai rakyat sangat predictable, seakan tinggal ditekan tombol remote nomor tertentu kita akan bereaksi sesuai keinginan yang pegang remote.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Diajak menonton acara cicak vs buaya ayo, diajak menayangkan seleb on sale oke saja, diajak melihat tayangan preman melawan pendekar sipit iya juga.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Sepertinya atmosfer kita sudah connected dengan program pengendali milik pihak tertentu, sehingga kita tidak memiliki opsi lain selain yang sudah diinstall di masyarakat kita.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Tidak ada masalah dengan tayangan-tayangan sejenis di atas, harus malah, untuk kita saksikan dan awasi.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Sayangnya, begitu mendekati akhir acara maka ada saja yang menekan tombol remote supaya pindah ke tayangan lain, menyembunyikan hasil akhir yang bisa jadi tidak sama dengan apa yang sebelumnya kita perkirakan.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Bagaimana nasib cicak sekarang? Kenapa di akhir skenario cicak dipaksa kalah padahal cicak sudah mempersiapkan serangan balik?&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Bagaimana kabar calon Kapolri yang batal dan masuk lewat pintu Wakapolri dan tinggal nunggu selangkah lagi?&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Itu semua karena keburu tayangan dipindah, dan kita ikut melupakannya demi mengikuti tayangan yang baru.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Sebenarnya kita bisa ikut berpindah tayangan tanpa melupakan tayangan sebelumnya, asal tidak terlalu lebay pada tayangan yang baru. Proporsional dan jangan mudah termakan isu dari agen-agen milik program remote control. Sehingga sesuai dengan kapasitas masing-masing kita akan mampu melihat lebih banyak tayangan acara di negara kita.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Dengan begitu kita tidak lagi predictable, meski tombol remote dipencet-pencet oleh yang berkepentingan untuk mengontrol masyarakat kita.&nbsp;</div><div><br /></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Half Truth</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2015/05/half_truth.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=570" title="Half Truth" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2015://1.570</id>
    
    <published>2015-05-09T07:53:27Z</published>
    <updated>2015-05-09T08:07:18Z</updated>
    
    <summary>Half truth, secara harfiah berarti kebenaran separuh, tetapi hakikatnya lebih dekat kepada setengah bohong daripada setengah jujur. Dan justru lebih berbahaya dibandingkan langsung berbohong, karena jika diteliti memang tidak berbohong namun dampaknya sama saja dengan berbohong. Si &quot;pembohong&quot; ini merasa...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Nasehat" />
    
        <category term="Rangga" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<div>Half truth, secara harfiah berarti kebenaran separuh, tetapi hakikatnya lebih dekat kepada setengah bohong daripada setengah jujur. Dan justru lebih berbahaya dibandingkan langsung berbohong, karena jika diteliti memang tidak berbohong namun dampaknya sama saja dengan berbohong. Si "pembohong" ini merasa aman dari hukum dan syariat maka lebih bersemangat.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Half truth memang tidak bohong, &nbsp;ada kebenaran di dalamnya. Atau memang benar semua, tetapi ada yang tidak disampaikan, sehingga menimbulkan bias bagi penerima informasinya. Dan itu disengaja.</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Mereka yang cenderung menelan apa saja yang lewat, atau istilah jaman sekarang adalah tidak berpikir kritis, sangat mudah terkena jabakan half truth ini.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Contoh half truth yang fenomenal adalah ketika Nabi Ibrahim ditanya oleh kaumnya siapa &nbsp;yang menghancurkan tuhan mereka (Al-Anbiya 62-63)</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div>Secara tata bahasa dan body language Nabi Ibrahim tidak berbohong, namun kesan yang ditimbulkan adalah patung besarlah yang menghancurkan tuhan-tuhan mereka. Dari jawaban half truth ini, meskipun Nabi Ibrahim adalah bapaknya para Nabi, tapi tidak bersedia memberikan syafaat di akhirat kelak. Gara-gara pernah melakukan half truth.&nbsp;</div><div><span style="font-size: 13px;"><br /></span></div><div><br /></div> ]]>
        <![CDATA[<div>Sayangnya, half truth justru banyak dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang membawa bendera "agama". Karena bagi yang sudah memiliki branding sebagai pengusung kebaikan, menggunakan domain berlabel islam, dan (harusnya) terpercaya, merasa lebih aman bermain half truth daripada jujur apa adanya. Juga tidak mau berbohong karena terlalu frontal, menyebabkan tidak lagi dipercaya dan juga bohong termasuk dosa besar.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Karena Indonesia masyarakatnya ramah dan tidak suka suudzon, males mikir dan mudah melupakan, maka menjadi ladang segar bagi pencari keuntungan dengan memanfaatkan keluguan masyarakat kita.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Hari ini menyebabkan kekacauan dengan berita half truth, minggu depan sudah dilupakan dan kembali dijadikan rujukan orang.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Lemparkan umpan, dan biarkan masyarakat memaknai sendiri sesuai kepentingan yang digulirkan. Biarkan itu menjadi bibit yang menggerakkan opini masyarakat dari dalam.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Dan lagi-lagi kita terjatuh di lubang yang sama: menjadi pembenci, pengumpat, dan pelanggar aturan-aturan Allah karena terpengaruh alunan half truth.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Tabayyun, waspada, pergunakan akal pikiran yang diamanahkan kepada setiap dari kita. Jangan korbankan akhirat kita demi mengikuti kepentingan sesaat para pencari keuntungan dunia yang mengatasnamakan islam dalam bentuk politik dan ekonomi sesat.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Jangan pula ikut larut dengan mereka yang gagah perkasa berani memberi nafkah kepada anak istrinya dari rejeki hasil menebar fitnah yang dibungkus half truth, meski di belakangnya berkibar bendera dakwah.&nbsp;</div><div><br /></div><div>Semoga Allah melindungi kita. Aamiin.&nbsp;</div><div><br /></div><div><br /></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Balada Klepon</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2014/11/balada_klepon.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=569" title="Balada Klepon" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2014://1.569</id>
    
    <published>2014-11-12T02:53:22Z</published>
    <updated>2014-11-12T03:12:08Z</updated>
    
    <summary>Alkisah, di negara kita yang subur makmur kaya sumber daya alam dan melimpahnya budaya asli hasil sejarah panjang kerajaan-kerajaan tuanya, memiliki karya unik yang disebut dengan klepon.Meskipun klepon bisa dibuat oleh banyak negara lain, namun karena olah seni dan bahan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Rangga" />
    
        <category term="Sensi" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Alkisah, di negara kita yang subur makmur kaya sumber daya alam dan melimpahnya budaya asli hasil sejarah panjang kerajaan-kerajaan tuanya, memiliki karya unik yang disebut dengan <b>klepon</b>.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Meskipun klepon bisa dibuat oleh banyak negara lain, namun karena olah seni dan bahan dasarnya yang melimpah di negara ini, serta jumlah pembuatnya yang banyak dan kompeten karena klepon memang asli sini, sehingga kualitas klepon yang dihasilkan negara ini jauh lebih baik.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><div><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /> </div>]]>
        <![CDATA[<span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Pada masa lalu, masyarakat bangga menggunakan klepon dalam berbagai acara, dengan berbagai jenis dan warna, dan penyesuaian bentuk klepon sesuai dengan kebutuhan. Begitu pentingnya keberadaan klepon sehingga terbentuklah simbol-simbol dan seni tingkat tinggi dalam pembuatan klepon.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Simbol-simbol tersebut antara lain, jika pada acara A maka harus menggunakan klepon A, tidak boleh menggunakan klepon B.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Lalu jika seorang anak berpamitan pergi merantau, maka orangtuanya akan membekali dengan klepon jenis tertentu. </span><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Bahkan jika dalam sebuah acara salah satu pihak berhalangan hadir, dapat diwakilkan dengan menghadirkan klepon miliknya saja.&nbsp;</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Menarik untuk dipelajari budaya adiluhung masa lalu itu. Jika tidak mempelajarinya bagaimana bisa mencintainya?</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Sampai pada tingkat kebablasan, di mana klepon dianggap memiliki tingkat kehormatan lebih tinggi dibandingkan manusia, disembah dan diberikan sesajen. Bahkan klepon menjadi benda yang selalu dianggap sebagai simbol mistis, bukan lagi karya seni dan kebudayaan. Orang memiliki atau membawa klepon akan ditanya apa keunggulan dan kehebatannya. Bisa terbang? Pemiliknya akan kaya? sakti?
Selalu seperti itu.
</span><div><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Melihat hal ini banyak pihak yang tidak menyukai jika akidah manusia Indonesia tergerus, sampai pada tingkat menyekutukan Allah azza wa jalla. Maka dibuatlah kampanye bahwa memiliki kepada klepon itu sesat, klenik, musyrik, sehingga harus dijauhi.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"></span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Ujungnya  adalah pengucilan terhadap karya seni tersebut, dengan dalih masih ada seni yang lain selain daripada keris, eh, klepon.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Padahal, terlalu berharga jika klepon, hmmm... keris, dihapuskan dari kebudayaan kita, hanya karena kemalasan para pendakwah untuk meluruskan akidah, sehingga memilih enaknya dengan menyudutkan status keris. Mari perbaiki akidah langsung pada sumbernya, sebab tidak hanya keris yang menjadi sumber mistis.</span><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><br style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;" /><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;">Iya, mungkin mereka tidak merasa keberatan dengan hilangnya budaya kita itu, tapi kita merasa keberatan.</span><div><font color="rgba(0, 0, 0, 0.8)" face="Roboto Slab, Times New Roman, serif"><span style="font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></font></div><div><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/11/IMG_20141112_083905-70.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/11/IMG_20141112_083905-70.html','popup','width=4160,height=3120,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/11/IMG_20141112_083905-thumb-430x322-70.jpg" width="430" height="322" alt="Klepon dan Keris" class="mt-image-none" /></a><font color="rgba(0, 0, 0, 0.8)" face="Roboto Slab, Times New Roman, serif"><span style="font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></font><div><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.8); font-family: 'Roboto Slab', 'Times New Roman', serif; font-size: 14px; line-height: 19px; white-space: pre-wrap;"><br /></span></div></div></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Biker Boyz</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2014/08/biker_boyz.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=568" title="Biker Boyz" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2014://1.568</id>
    
    <published>2014-08-23T06:29:39Z</published>
    <updated>2015-05-16T13:47:19Z</updated>
    
    <summary> Dalam film Biker Boyz (2003), pada akhir cerita setelah Smoke (sang ayah) berhasil memberikan motivasi yang tinggi kepada Kid (anaknya), kemudian harus melawan anaknya itu yang ingin merebut gelar &quot;King of Cali&quot; dengan balapan motor. Saat lomba hampir dimenangkan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Iseng" />
    
        <category term="Pemerintah" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[







<p class="p1">Dalam film Biker Boyz (2003), pada akhir cerita setelah Smoke (sang ayah) berhasil memberikan motivasi yang tinggi kepada Kid (anaknya), kemudian harus melawan anaknya itu yang ingin merebut gelar "King of Cali" dengan balapan motor.</p>
<p class="p2"><span style="font-size: 1em;">Saat lomba hampir dimenangkan oleh Smoke, dia sengaja mengendurkan gas motornya sehingga sedikit melambat, hasilnya Kid yang memenangkan perlombaan balap tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span style="font-size: 1em;">Pada pandangan mata umum, Kid meraih kemenangan itu dengan usaha keras, sampai bekerjasama dengan geng motor lain, sehingga gelar yang disandangnya lebih sah dibandingkan jika ayahnya, Smoke, memberikan gelar itu kepadanya begitu saja.</span></p><p class="p2"><span style="font-size: 1em;">Mengalah dengan tidak mudah demi satu tujuan.</span></p> ]]>
        <![CDATA[<p class="p2" style="font-size: 13px;"><span style="font-size: 1em;">Bisa jadi, memang sejak awal desain Prabowo adalah mengantarkan Jokowi menjadi RI 1, dan mengantar Ahok menjadi DKI 1. Dua posisi top dan strategis secara hierarki kenegaraan.</span></p><p class="p2" style="font-size: 13px;"><span style="font-size: 1em;">Namun jika diberikan begitu saja, maka akan melemahkan legitimasi Jokowi di kemudian hari. Karenanya Prabowo memberikan perlawanan yang maksimal, namun sedikit mengendorkan gasnya saat menjelang hampir memenangkan perlombaan.</span></p><p class="p2" style="font-size: 13px;"><span style="font-size: 1em;">Kemudian dengan upaya hukum Prabowo yang seakan tiada henti ini, semakin mengukuhkan legitimasi Jokowi di mata hukum dan konstitusi. Prabowo ingin menunjukkan bahwa tidak ada lagi celah untuk menjatuhkan Jokowi.</span></p><p class="p1">Seandainya Prabowo tidak maju ke MK, maka orang-orang masih akan nyinyir "coba Prabowo maju ke MK, pasti Jokowi kalah". Dari situ kemudian Prabowo menunjukkan bahwa celah lewat MK juga tertutup. Dan bisa jadi akan terus dikejar celah-celah yang lain agar semakin memperjelas tertutupnya semua kemungkinan.</p><p class="p2" style="font-size: 13px;"><span style="font-size: 1em;">Dan akhirnya, dengan posisi Jokowi dan Ahok yang telah kukuh tersebut, Prabowo tinggal memegang kendali pihak oposisi yang saat ini telah solid berada di tangannya dalam Koalisi Merah Putih, sehingga tidak ada lagi gangguan dari koalisi maupun dari oposisi.</span></p><p class="p2" style="font-size: 13px;"><span style="font-size: 1em;">Aman sudah.</span></p><p class="p2"><br /></p><p class="p2">* Disklaimer: ini hanya opini pribadi, otak-atik tanpa dasar fakta, sehingga tidak boleh dianggap sebagai pernyataan mengenai pihak-pihak terkait.</p><div><br /></div>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Bouyancy Control</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2014/03/bouyancy_control.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=567" title="Bouyancy Control" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2014://1.567</id>
    
    <published>2014-03-31T03:42:10Z</published>
    <updated>2014-03-31T04:05:07Z</updated>
    
    <summary> Dalam praktek diving, faktor penting yang harus dikuasai oleh penyelam adalah teknik bouyancy control, yaitu pengendalian daya apung untuk mencapai bouyance netral. Jika tidak dapat mengontrolnya, maka kemungkinan besar penyelam akan mengalami kesibukan di dalam air, karena harus melawan...</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
        <category term="Nasehat" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/03/Screen Shot 2014-03-31 at 10.41.35-thumb-430x322-65-66.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/03/Screen Shot 2014-03-31 at 10.41.35-thumb-430x322-65-66.html','popup','width=430,height=322,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/03/Screen Shot 2014-03-31 at 10.41.35-thumb-430x322-65-thumb-430x322-66.png" width="430" height="322" alt="Thumbnail image for Bouyancy Control" class="mt-image-none" /></a><div><br /></div><div>







<p class="p1">Dalam praktek diving, faktor penting yang harus dikuasai oleh penyelam adalah teknik bouyancy control, yaitu pengendalian daya apung untuk mencapai bouyance netral.</p>
<p class="p1">Jika tidak dapat mengontrolnya, maka kemungkinan besar penyelam akan mengalami kesibukan di dalam air, karena harus melawan dorongan dari air laut jika bouyance positif, atau harus sibuk melawan gravitasi jika bouyance negatif.&nbsp;</p>
<p class="p1">Tidak akan nyaman dalam menikmati keindahan diving sama sekali, juga stamina akan segera terkuras habis karena terlalu banyak kegiatan yang tidak perlu.</p>
<p class="p1">Ketika bouyance netral, berapapun kedalamannya, tubuh akan tenang berada di titik itu. Tidak tertarik untuk ke atas maupun ke bawah.</p><p class="p1"><br /></p></div>]]>
        <![CDATA[<p class="p1" style="font-size: 13px;">Begitu juga dalam dunia agama, kita seharusnya mampu mempertahankan bouyance untuk tetap netral.&nbsp;</p><p class="p1" style="font-size: 13px;">Jika negatif maka kita cenderung menuju kedalam kemaksiatan.&nbsp;</p><p class="p1" style="font-size: 13px;">Jika positif justru kita meninggalkan maqam kita yang seharusnya.</p><p class="p2" style="font-size: 13px;"><br /></p><p class="p1" style="font-size: 13px;">Kita tidak dituntut untuk menggapai posisi tertentu dalam ketaatan, tetapi <b>menjalani apa yang menjadi kewajiban pada posisi kita saat ini</b>.&nbsp;</p><p class="p1" style="font-size: 13px;">Karena seorang hamba memang tidak dapat menggapai posisi tertentu atas usahanya sendiri, itu semua adalah pemberian dariNya.</p><p class="p1" style="font-size: 13px;">Apabila hamba merasa pencapaian taat adalah hasil usahanya sendiri, itu merupakan bentuk kebodohan karena dibutakan oleh amalannya, sedangkan jelas dia tidak punya apa-apa untuk mencapai ketaatan tersebut.</p><p class="p1" style="font-size: 13px;">Tetaplah berada pada bouyance netral, apapun posisi kita, biarkan Dia yang menempatkan kita pada posisi yang terbaik menurutNya. Semoga kita akan lebih mudah menikmati kehidupan beragama, lebih ikhlas menerima pemberianNya, serta lebih mengenal siapa pemberi segalanya.&nbsp;</p><p class="p1" style="font-size: 13px;"><br /></p>]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Penyebar Berita</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2014/02/penyebar_berita.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=566" title="Penyebar Berita" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2014://1.566</id>
    
    <published>2014-02-16T07:16:27Z</published>
    <updated>2014-02-16T07:20:18Z</updated>
    
    <summary>&quot;Jangan BC/Share berita yang tidak tau kebenarannya&quot; Tidak hanya hari ini, kegemparan dan kepanikan sering datang disebabkan oleh mereka yang tidak mau berpikir dengan baik. Setiap kali ada bencana, selalu ada yang menambahi beban pikiran yang menyebabkan lebih banyak kekalutan....</summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p>"Jangan BC/Share berita yang tidak tau kebenarannya"</p>

<p>Tidak hanya hari ini, kegemparan dan kepanikan sering datang disebabkan oleh mereka yang tidak mau berpikir dengan baik. Setiap kali ada bencana, selalu ada yang menambahi beban pikiran yang menyebabkan lebih banyak kekalutan.</p>

<p>Contoh terdekat yang terjadi: <br />
"Warga Sempat Panik, Dandim Kediri: Tidak Benar Ada Gas Beracun"</p>

<p>http://news.detik.com/read/2014/02/15/171225/2498543/10/warga-sempat-panik-dandim-kediri-tidak-benar-ada-gas-beracun</p>

<p>Dengan alasan "niat baik", namun sayang tidak disertai akal sehat dan kemauan berpikir sedikit lebih panjang, tentang kebenaran isi berita, dan dampak yang ditimbulkan.</p>

<p>Alasan "untuk jaga-jaga dan waspada" juga tidak tepat karena dampak yang terjadi justru sebaliknya.</p>

<p>Alasan "hanya sekedar forward kok" juga tambah konyol, karena menyediakan dirinya sebagai media penyebar kabar bohong.</p>

<p>Alasan "gak ada ruginya juga" justru masuk kategori brengsek, karena menunjukkan ketidakedulian pada sesama yang terimbas berita tidak jelas kebenarannya itu.</p>

<p>Dan lebih parahnya, setiap kali penyebar berita ini diingatkan, seseorang yang tadinya "baik", bisa menjadi lebih "defensif" (bebal) dan cenderung menyerang balik dengan senjata "kalo gak senang ya hapus saja, gitu aja kok repot"</p>

<p>Jika mengaku orang beriman dan masih menganggap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, silakan buka Surah Al-Hujurat ayat 6:</p>

<p>"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."</p>

<p>Pakailah smartphone dengan lebih smart.<br />
</p>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Ciri-ciri &quot;Ibadur Rahman&quot;</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.mahesajenar.com/2014/01/ciri-ciri_ibadur_rahman.html" />
    <link rel="service.edit" type="application/atom+xml" href="https://mahesajenar.com/mt/mt-atom.cgi/weblog/blog_id=1/entry_id=565" title="Ciri-ciri &quot;Ibadur Rahman&quot;" />
    <id>tag:www.mahesajenar.com,2014://1.565</id>
    
    <published>2014-01-27T11:06:18Z</published>
    <updated>2014-01-27T11:20:29Z</updated>
    
    <summary><![CDATA[(Tulisan ini merupakan ringkasan dari&nbsp;Kajian Ahad Dhuha, yang diadakan di Masjid Al-Falah (MAN 3 Malang) didukung Yayasan Nurul Hayat cabang Malang, bersama Ustadz Mokhammad Yahya, Dosen UIN Malang)Ahad Dhuha, 26/01/2014----------------------------------------------------------------------------------------------Ciri-ciri "Ibadur Rahman"Ibad berarti hamba, yang merupakan pangkat tertinggi bagi siapapun...]]></summary>
    <author>
        <name>Aryo Sanjaya</name>
        <uri>https://www.mahesajenar.com</uri>
    </author>
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="https://www.mahesajenar.com/">
        <![CDATA[<p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">(Tulisan ini merupakan ringkasan dari<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><b>Kajian Ahad Dhuha</b>, yang diadakan di Masjid Al-Falah (<b>MAN 3 Malang</b>) didukung Yayasan Nurul Hayat cabang Malang, bersama Ustadz <b>Mokhammad Yahya</b>, Dosen UIN Malang)<br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><a href="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/01/1557446_10153801188770457_1315360969_n-62.html" onclick="window.open('http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/01/1557446_10153801188770457_1315360969_n-62.html','popup','width=960,height=540,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"><img src="http://www.mahesajenar.com/assets_c/2014/01/1557446_10153801188770457_1315360969_n-thumb-500x281-62.jpg" alt="1557446_10153801188770457_1315360969_n.jpg" class="mt-image-none" style="" width="450" height="281" /></a></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Ahad Dhuha, 26/01/2014</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">----------------------------------------------------------------------------------------------<br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>Ciri-ciri "Ibadur Rahman"</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Ibad berarti hamba, yang merupakan pangkat tertinggi bagi siapapun juga selain Allah.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Sedangkan Rahman merupakan sifat Allah yang paling tinggi cintanya<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><i>(excessive love</i>).</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Manusia boleh saja mengaku sebagai hamba Allah, tetapi tidak semuanya mendapat pengakuan stempel "Hambanya Sang Maha Penyayang" ini.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Pada Al-Qur'an Surah Al-Furqan (25) ayat 63 - 74 (<a href="http://quran.com/25/63-74" target="_blank" rel="nofollow" style="color: rgb(59, 89, 152); cursor: pointer; text-decoration: none;">http://quran.com/25/63-74</a>), ditunjukkan oleh Allah ciri-ciri hamba yang diakui-Nya sebagai Ibadur Rahman. Bisa jadi Anda termasuk salah satunya.</p><br />

]]>
        <![CDATA[<p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>1. Ayat 63</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang 
berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil 
menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) 
keselamatan."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">"Orang-orang
 jahil" di sini bukanlah orang bodoh, melainkan orang yang sedang tidak 
dapat menguasai akalnya karena sedang emosi. Misalnya pengendara stress,
 atasan stress, saudara stress, dan sejenisnya. Dan ketika berurusan 
dengan orang seperti itu, Ibadur Rahman akan memilih ucapan yang damai, 
atau menciptakan suasana yang aman. Tidak malah menantang dan 
menunjukkan kehebatan diri.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Intinya
 adalah tidak selalu "inilah gue", tidak melupakan bahwa orang lain itu 
juga ciptaan Allah, dan kejadian tersebut adalah skenario dari Allah 
juga. Jadi jika ada yang sombong dalam kondisi seperti itu, sangat 
mungkin sedang melupakan peran Allah dalam tiap kejadian. Dan itu bukan 
ciri Ibadur Rahman.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Banyak
 hadits Rasulullah sering dihadapkan dengan kejadian seperti ini, 
dibentak di hadapan para Shahabat, tetapi beliau tidak memilih show-off 
dengan power yang ada di tangannya meskipun bisa.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Mudah diucapkan, tetapi sulit dipraktekkan oleh orang kebanyakan.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>2. Ayat 64</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">As
 simple as that, tetapi berat bagi kebanyakan orang. Anda bisa mencoret 
ciri ini dari diri Anda jika tidak dapat selalu melalui sepertiga malam 
terakhir dengan sholat.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Seperti
 kita ketahui, meskipun seluruh dosanya sudah mendapat jaminan diampuni,
 Nabi Muhammad tidak pernah melewatkan malam tanpa sholat.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Jangankan
 sholat malam, sholat 5 waktu saja masih belum tertib. Tetapi marilah 
jangan putus asa, kita berusaha dan berdoa agar diberi kesempatan 
menjadi ciri kedua ini.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>3. Ayat 65 &amp; 66</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا<br />إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari 
kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal"."<br />"Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Nampaknya
 ini yang paling mudah, karena seakan hanya berdoa. Tetapi konsekuensi 
dari doa yang sungguh-sungguh adalah ketakutan yang sebenar-benarnya 
terhadap neraka.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Saat
 ini kita mengaku takut neraka hanya di bibir saja. Sedangkan di dalam 
hati kita lebih sering meremehkan. Entah karena yakin suatu saat masih 
sempat bertobat sebelum sekarat, atau karena yakin dengan dosa-dosa yang
 pernah dilakukan sehingga sudah pasti bakal masuk neraka<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><u>sementara</u>, kemudian dimasukkan surga. Ini adalah pemikiran yang keliru.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Jika
 benar-benar takut neraka, pastilah menjauhi segala hal yang dapat 
menyebabkan diri masuk ke neraka, meskipun hanya 1 detik. Sebab pada 
ayat keduanya di atas (ayat 66) disebutkan neraka itu sengsara sekali 
meskipun hanya sementara. Banyak ayat lain menjelaskan dahsyatnya neraka
 ini. Sayangnya kita sering merasa biasa saja.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Dan
 jika masih belum bisa meninggalkan maksiat, artinya belum masuk 
kategori yang ketiga ini karena masih tidak takut dengan neraka.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>4. Ayat 67</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak 
berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di 
tengah-tengah antara yang demikian."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Konsep
 ekonomi dasar, tetapi banyak yang gagal dalam menjalaninya. Seseorang 
bisa saja hidup irit saat pas-pasan, tetapi boros saat keuangan longgar.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Dalam
 arti lain adalah keseimbangan antara spend untuk dunia dan akhirat. 
Banyak dari kita yang ringan melepas banyak harta jika untuk kepentingan
 pribadi, tetapi sangat berat saat untuk urusan akhirat.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Melepas
 uang 100 ribu selama 1 jam nongkrong di E*celso, sangat ringan dan 
segera hilang dari ingatan, dibandingkan dengan melepas 100 ribu saat 
Jum'atan yang ternyata sangat berat, dan meskipun berhasil juga akan 
selalu terkenang bagi mereka yang belum bisa melihat kemanfaatan 
tabungan akhirat.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Jika belum dapat menyeimbangkan pengeluaran, maka belum termasuk ciri Ibadur Rahman pada ayat 67 ini.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>5. Ayat 68 - 71</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ
 لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ 
الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن 
يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا<br />يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا<br />إِلَّا
 مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ 
اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا<br />وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan 
tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan 
(alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang
 demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),"<br />"(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,"<br />"kecuali
 orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka 
itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah 
maha Pengampun lagi Maha Penyayang."<br />"Dan orang-orang yang bertaubat 
dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah
 dengan taubat yang sebenar-benarnya."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Bagi
 sebagian orang, untuk tidak menyembah selain Allah, untuk tidak 
membunuh orang (langsung ataupun tidak), untuk tidak berzina, mungkin 
kedengaran mudah. Tetapi untuk sebagian yang lain sangatlah sulit.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Tidak
 menyembah tuhan lain artinya tidak mengharapkan bantuan yang finalnya 
tertuju kepada Allah. Misalnya kepada makam, kepada dukun, kepada 
tasbih, dan kepada-kepada yang lain.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Untuk tidak berzina (termasuk zina mata, dst) juga lebih sulit untuk area tertentu, misalnya area perkotaan.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Dan bagi orang yang beriman (ayat 69) melakukan salah satu dari ketiga hal di atas hukumannya akan dilipatgandakan oleh Allah.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Dan
 bagi yang sudah pernah melakukan salah satu di antaranya, akan 
digantikan dengan kebajikan asal mau bertobat DAN melakukan amalan 
saleh.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Sayangnya kita kadang merasa sudah cukup dengan tobat saja, sehingga syarat "Amilan Amalan Sholihan" di atas tidak terlaksana.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Jika tidak dapat beramal saleh, ciri ini tidak termasuk dalam diri kita.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>6. Ayat 72</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka 
bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang 
tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Dalam sebuah komunitas, berbohong bisa menjadi hal yang lumrah. Baik itu dalam dunia politik, marketing, niaga, dan lainnya.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Dan
 saat ini juga hal lumrah untuk secara berkelompok melakukan hal-hal 
yang tidak berguna. Misalnya apa? Nongkrong mungkin (bisa jadi berfaedah
 untuk sebagian orang,<i>wasting time</i><span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>bagi sebagian yang lain).</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Saat itu terjadi Anda dapat menilai apakah perbuatan tersebut berfaedah atau tidak.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Sayangnya kita juga sering kehilangan pegangan saat diajak untuk hal yang tidak berfaedah ini.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Anda dapat menilai sendiri apakah termasuk dalam kategori ayat 72 ini.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>7. Ayat 73</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan 
mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan 
buta."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Mungkin
 tidak mudah dirasakan bahwa kita sering melakukannya. Saat khutbah 
Jum'at misalnya, kita "dimarahi" oleh Allah melalui Khatib tetapi cuek 
saja sambil update status Facebook atau<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><i>checkin<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span></i>Foursquare, kemudian lupa apa yang tadi didengarnya.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Atau saat dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an tetapi tidak menghiraukan sama sekali.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Ya gimana mau menghiraukan, artinya saja tidak ngerti.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Inilah
 tragedi ummat muslim saat ini. Pendidikan Al-Qur'an kurang mendapat 
perhatian dari orang tua. Asal bisa membaca tulisan Arab ya sudah. Nanti
 biar cari sendiri.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Padahal
 tahapnya masih panjang, setelah bisa membaca, harus bisa mengartikan, 
kemudian bisa mempelajari (tadabbur), dan akhirnya melaksanakan. Barulah
 Al-Qur'an berfungsi sebenar-benarnya sebagai cahaya Allah.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Jika
 tidak, kita jelas tidak termasuk kategori ayat 73 ini karena akan 
berlagak seperti orang tuli saat dibacakan peringatan dengan ayat-ayat 
Allah.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b>8. Ayat 74</b></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><b><br /></b></p><blockquote dir="rtl" class="_5wj-" style="text-align: right; border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">وَالَّذِينَ
 يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا 
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><blockquote style="border-left-width: 5px; border-left-style: solid; border-left-color: rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /><br />"Dan
 orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami 
isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan
 jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."</blockquote><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Hampir
 sama dengan kategori nomor tiga di atas, seakan mudah karena hanya 
berdoa. Padahal di dalamnya kita harus bertanggung jawab untuk 
menciptakan keluarga yang seperti kata Rasulullah "baiti jannati".</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Setelah
 bergulat dengan kehidupan luar yang panas, saat pulang kita ingin istri
 dan anak-anak kita menjadi "pendingin pandangan" dan membahagiakan. 
Bukan malah sebaliknya, di luar rumah berbahagia tetapi ketika masuk 
rumah galau melanda.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Selain
 itu kita juga harus berusaha menjadikan diri sebagai panutan bagi 
orang-orang setelah kita. Bagaimana bisa menjadi seperti itu jika tidak 
ada usaha meraihnya.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Itulah
 8 ciri orang-orang yang mendapat status Ibadur Rahman berdasarkan surah
 Al-Furqon, semoga kita termasuk salah satu atau keseluruhan ciri 
tersebut, sehingga mendapat balasan berupa 2 ayat kelanjutannya (75 
&amp; 76).</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Wallahu'alam.</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">----------------------------------------------------------------------------------------------<br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; ">Kegiatan Kajian ini rutin diadakan pada Ahad ke-4 setiap bulan, jam 8 pagi di Masjid Al-Falah,<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span><b>MAN 3</b><span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>Jl. Bandung Malang</p><p style="margin: 0px;  font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 20px; orphans: auto; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; "><br /></p>]]>
    </content>
</entry>

</feed> 

