September 15, 2005

Seni = Budaya = Agama ?

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Romo menyang solo
Leh olehe payung kutho
Tak gendher lho-lho lobah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip goleko duwit

---------------------------------

Bagi sebagian masyarakat Jawa, lagu kanak-kanak yang udah mulai kuno dan usang tersebut, masih dikenal sebagai lagu permainan (dinyanyikan saat bermain).
Sekilas, tidak ada kesan dan pesan yang terkandung dalam tiap bait lagu tersebut, karena tidak banyak yang tau tentang sejarah penciptaan lagu tersebut.
Konon (ga ada bukti dan pembuktian) bahwa lagu itu diciptakan oleh salah satu ulama, anggota Walisongo. Kalo bukan Sunan Kudus ya sunan Drajad, aku lupa ceritanya. Keduanya dikenal sebagai seniman pencipta lagu untuk syiar.
Mereka biasa membuat suatu kesenian, yang di dalamnya terkandung ajakan, sehingga masyarakat tertarik untuk mau memahami ajaran Islam, sehingga lebih mudah untuk menyebarkan ajaran ini.

Kesan yang 'ndeso' pada lagu tersebut, justru membuat lagu tersebut diterima kalangan bawah.

Tidak pasti apa arti makna lagu tersebut. Menurut cerita yang pernah aku dengar, lagu tersebut merupakan kiasan dari dzikir.

Benar atau salah, i'm not sure...

CodeHolic

Pagi-pagi, VB
Siang dikit, Access
Lebih siang dikit, ASP.NET
Siang banget, Delphi
Sorenya PHP
Menjelang malem, CFM
Malem sampe dini hari, HTML

Coder Juga Manusia

Belantara modul dan include kita telusuri
Berbagai event dan submit kita alami
Lebih 1000 looping kita lewati
Dengan tombol Run semua kita mulai

Meski harga minyak melambung tinggi
Coder tetap rendah hati
Sabar meniti baris per baris
Sekedar mencari titik koma
yang mestinya ada di luar tanda petik

Suram wajahmu
Kusut rambutmu
Menjelang jam setengah satu

Kopi dingin sebagai dopingan
Ngerjai teman meja sebelah sebagai hiburan
Nutup telinga sebagai perlindungan
Dari acara TV yang sok terkenal

Ingin kuteriakkan
Coder juga manusia

September 14, 2005

Jilbab

Andaipun tiada mentari di angkasa
hari ini sudah seterang do'a
silau putih jilbab mengikisi jiwa
yang pasti rapuh dan penuh dosa

September 13, 2005

Niru-niru

Emang kesannya niru, padahal emang iya...

Header blog ini sekarang menggunakan random image, mirip kayak di jar.xxx.net. Idenya memang bukan dari situ, dan caranya juga bukan, mangkanya gak niru-niru banget...

Kalo yang di jar.xxx.net menggunakan random style, sedangkan meski dengan nama script yang sama (random_image.php) tapi output dari script yang digunakan di sini adalah langsung image, bukan style.

Begini isinya:

$hereis = getcwd();

$listfile = array();

$rd = opendir($hereis);
while ($nf = readdir($rd))
{
if (substr($nf, 0, 4) == "bnr_")
$listfile[] = $nf;
}

shuffle($listfile);

if (count($listfile))
$img = LoadJpeg($listfile[0]);
else
$img = LoadJpeg("");

header("content-type: image/jpeg");
imagejpeg($img);

?>

Jadi kalo script ini dipanggil berulang-ulang, maka yang tampil adalah gambar yang berbeda-beda. Jangan protes, karena isinya baru dua banner :)

Halaman: « 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 [85] 86 87 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

March 2017

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi