September 22, 2005

Spiritualisme di TV

Kian hari, stasiun TV banyak menayangkan acara yang bersifat agamis. Dan masih sama dengan yang pernah rame kemarin, yang menayangkan hal-hal mistis (PnP/Uji Nyali/dll), sasaran dari acara-acara ini adalah umat muslim.

Secara teori, semua acara di TV adalah untuk menaikkan rating, yang berimbas pada keuntungan dari iklan. Namun dengan muatan agamis seperti itu, tentu dampaknya tidak berhenti pada pendapatan iklan saja.

Mungkin aku gak bisa komentar banyak tentang acara TV dengan jenis ini, karena sudah lama sekali aku gak nonton TV dengan menghadap. Selama ini aku cuma melirik TV yang ada di belakangku.

Dari beberapa acara jenis ini yang aku tahu, antara lain adalah Rahasia Ilahi (IndoSIAR), Kuasa Ilahi (SCTV), Insyaf (TransTV), dan ....
Tayangan agamis ini beragam pemaketannya, dan muatannya, namun secara garis besar adalah untuk tujuan syiar, dan menarik perhatian penonton.

Tayangan ini menurutku bisa jadi pisau bermata dua, bagi masyarakat. Jika pengemasannya tidak melalui langkah yang bener-bener valid, justru malah melenceng dari tujuan semula.
Misalnya, demi membuat acara menjadi sangat menarik, pada akhirnya ditampilkan nilai mistis/keajaiban yang tidak proporsional, meski gak terkesan dibuat-buat.

Proporsional di sini, maksudnya adalah, jangan sampai umat Islam yang belum paham benar dengan dasar agama, menjadi salah pemahaman, karena terpengaruh dengan tayangan tersebut.
Contohnya, penggunaan jimat penolak syetan, wirid dan amalan-amalan kesaktian, yang perlu penjelasan lebih mendalam untuk menggunakannya, tidak cukup hanya dari tayangan itu saja.

Dari yang pernah aku tonton dari awal sampai akhir, tayangan Rahasia Ilahi menurutku menampilkan tayangan yang proporsional, dan apa adanya. Dan yang membuat aku kerasan nonton acara ini adalah efek-efek serta screen playing yang udah profesional, dan bagus banget. Ular berkepala manusia, manusia berkepala srigala, dll, yang meski masih agak kikuk, tapi lebih bagus dari efek grafik di Tuyul dan Mbak Yul.

Gitu aja, met nonton, semoga anda diberkati. Amin...

Look at me, ... i'm jazzer... II

Seorang Jazzer berkata padaku: 'sebutkan satu musik jazz yang kamu tau?'

(kalimatnya udah di-translate ke bahasa Indonesia)

Aku bilang: banyak, sampai gak hapal (emange lagi kuis?)

Paling-paling nama artisnya, seperti Louis Amstrong, ... Norah Jones... hmm... Queen?

Sama juga, kalo aku ditanya musik R&B yang aku tau, ... banyak, tapi gak apal...

Kalo musik Rock juga banyak, dan kebetulan aku pake kaos Helloween, jadi aku ingat Helloween, lagunya Forever And One, Secret Alibi, dan Power...
Linkin Park: My December ... , Crawling, ...

Musik Campursari, hm, aku ingat si Didi Kempot dengan Sewu Kuto, Terminal Tirtonadi, Tanjungmas, ... Nurhana dengan Bojo Loro, Ojo Lamis, dll...

SWGTL!

Sama dengan posting versi sebelumnya, semua musik sama, dan gak ada yang membuat lebih hebat jika mendengarkan salah satunya, gitu loh...

Open your eyes, your mind, and your heart
(Nescafe)

Menembus Tantangan

Kebiasaan yang hampir jadi keharusan bagiku adalah, tidak berhenti naik motor untuk ngiyup, jika dalam perjalananku ketemu hujan.

Aku udah lupa sejak kapan hal itu dimulai, ... sejak punya motor, mungkin...

Kalo ada yang nanya, kenapa kok begitu, biasane aku menjawab (tapi tidak mengena): aku merasa ditantang oleh hujan, apakah berani terus atau tidak...

Untuk jangka pendek, biasane cuma basah dikit-dikit... tapi kalo udah jarak jauuhh, seperti dulu waktu kerja di Gondanglegi, aku kehujanan sampe basah kuyup, sak CD-ku pisan...

Itu dulu... teman...

Mulai hari ini, ehm, tepatnya tadi jam 3-an sore, aku beli mantel hujan, di swalayan Sardo.

Bukan, bukan karena aku nyerah dengan prinsipku... karena mantel ini bukan untukku... tapi untuk laptopku. Dia udah 2 kali kehujanan... hm, 3 kali ding... satunya gak sengaja.

Jadi kupikir, kalo beli mantel buat laptopku, terus nanti aku pakainya gimana? masak cuma laptopnya aja yang pake mantel?

Target & Bugs

Hari ini ditegur sama bos, karena banyak sekali bugs yang ditemukan dalam script buatan kami :(

Untuk bugs yang bersifat 'beda maksud' dengan pihak editor, mungkin masih bisa dimaklumi, karena memang terjadi perbedaan pandangan.

Yang paling parah, adalah untuk bugs yang terjadi, yang karena script belum dicoba!!!
Kok bisa?
Endak begitu... uwes dicoba, cuma waktu nyoba, gak ditemukan error...

mbuh...

Sementara itu kita terkesan mengejar speed. For what?

What should i do?

September 20, 2005

Penyesalan dan Tanggungjawab

Seseorang mengirimkan link ini padaku:

http://www.aborsi.org/

Setelah menelusuri keseluruhan halaman dalam website itu, aku jadi tau bahwa aborsi adalah tindakan bangsat!!!

Bukan berarti sebelum membaca penjelasan itu, aku setuju dengan aborsi.

Sebelumnya, aku memandang aborsi dari sisi sebab-akibat. Bahwa orang melakukan aborsi adalah bentuk orang yang tidak mau menanggung akibat, yang jelas-jelas telah dilakukannya.
Tidak hanya dalam hal aborsi, tapi dalam hal apapun. Berbuat sesuatu tapi tidak mau menanggung akibatnya.
Dari sudut pandang ini saja, jenis orang yang melakukan aborsi, adalah jenis yang bangsat!

Lalu ditambah dengan kejadian saat aborsi, yang begitu kejammm... masih pantaskah orang seperti ini disebut sebagai khalifah di muka bumi?

Dee, thanks for this link :)

Halaman: « 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 [84] 85 86 87 88 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

November 2018

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi