October 1, 2005

BBM Naek

Hampir deh ga percaya, bensin seliter jadi 4.500 rupiah... ck ck ck...

Apapula yang menimpa negara ini...?

Tapi, sebagaimana keadaan masyarakat kita yang indon banget, maka tumpuan pertanyaan, ketidakpercayaan, kesinisian, kemarahan, semua tertuju pada satu titik: Presiden

Indon banget, ketika masalah muncul saat ini, maka yang disalahkan adalah pemerintah saat ini, tanpa mau, dan tanpa tau, kebenaran dan keharusan yang ada di baliknya.

BBM naik ga cuma pengaruh dalam negeri, tapi juga harga minyak mentah dunia yang memang lagi tinggi. Aku ga tau itung-itungan harga, tapi secara logika saja, kalo kita tidak menaikkan harga BBM, maka beban subsidi (selisih jual dan beli minyak internasional) akan berat sekali.

Sekilas hal ini dipandang sebagai langkah mudah pemerintah, untuk mencari solusi pengurangan subsidi. Kalo tentang hal ini, aku ga yakin, bahwa pemerintah telah memaksimalkan langkah lain untuk membantu beban subsidi BBM.
Dari satu sisi saja, banyaknya kasus pencurian kayu (illegal logging) telah merugikan negara triliunan rupiah (dari kuliah Pancasila). Kalo hal semacam ini bisa ditekan, bukankah dapat dialirkan menjadi bantuan subsidi?

Kemudian, hal klasik, korupsi yang berkepanjangan, seandainya semua dana yang bocor kepada para penjahat yang menjadi pejabat itu dapat dicegah, berapa banyak efisiensi dana yang dihemat, untuk kemudian disalurkan menjadi bantuan subsidi?

Bukan, bukan pertentangan tentang kenaikan BBM, tapi melihat masyarakat indon ini, kadang malu aku jadi orang sini.
Mereka yang berteriak berantas korupsi, tapi jadi koruptor saat punya kesempatan.
Mereka yang mencari tumpuan kesalahan, atas kekesalan mereka.
Mereka yang mengecam pemerintahan sekarang, padahal semua kebobrokan ini, adalah sisa dari pemerintahan dia sebelumnya. Wakeup bu.
Mereka yang menyerobot antrian di POM bensin.
Mereka yang menyerobot lampu merah.
Mereka yang menyerobot apa yang bukan haknya.
Mereka...

Lalu, bukankah aku adalah bagian dari mereka... ?

Dandanggula II

Memanising manungsa sejati,
sesantine mring laku utama,
lukita mesu budine,
meruhi hawa lan napsu,
mrih sampurna lair lan batin,
kanti atapa brata,
gegulang mrih hayu,
hayuningrat sak isinya,
rumantine rinakit budi pakarti,
tata gatining jalma

(not by me)

September 29, 2005

Complicated Day

Hari ini, aku flu (4 hari), sariawan (3 hari)

Ditelp sama emak, diingatkan tentang banyak hal. Hiks, banyak yang dah -sengaja- terlupakan.

Bengkerengan sama Nia. Huh, kumat lagi jiwa kekanak-kanakan...

Diberi hadiah sama bos, soale rajin masuk. Hmm, ... masak sih aku rajin.

Diajak chat sama dee-rahma-virly... bisa ngurangi ketegangan saraf di otakku satu-satunya.

September 27, 2005

Dua Sayap Putihku

Kuusap dua sayap putihku
lelah selepas arungi siang
Dahaga merasuk merajam sukma
ingatkan diriku siapa yang raja

Lemah kini dunia kutatap
Geram kulihat wajah pecundang
Berlindung pada takdir sia-sia
Sembunyi di balik aturan
yang mereka sebut agama

Banggakah Dia padamu
saat kau hatur sembah pada rajamu
sambil kau peluk Lawwamah bersamamu

Bukan tentang apa yang Dia mau
Bukan tentang apa yang kau mampu
hanya tentang
Sang pencatat amal bukanlah dirimu

Raja Sial


Selama karirnya di MotoGP, Sete Gibernau dikenal sebagai rival terberat Cak Val. Berkali-kali Sete mampu menyaingi dominasi Cak Val. Istilahnya, dia itu musuh bebuyutane Cak Val.

Dia sering berada di depan Cak Val, menghalangi, mendahului, pokoknya menandingi lah.

Tapi herannya, poin Sete sangat jauh di bawah Cak Val!

Jawabannya adalah, karena dia sering sial.

Dia pernah hampir jadi juara lomba, tapi karena serempetan dengan Cak Val, dia jadi nomor dua.

Dia pernah memimpin lomba selama beberapa lap, tapi karena jalan licin, dia jatuh. Buk.

Dia pernah mendominasi perlombaan, memimpin selama beberapa lap, tapi di lap terakhir dia disalip Cak Val, karena ban dia udah habis terkikis aspal.

Dia pernah memimpin lomba dengan kecepatan yang yahud, Cak Val cuma ada di nomor dua. Tapi lalu bensinnya habis (electronic fuel controllernya rusak, tepatnya), sehingga gak jadi menang. Cak Val nomor satu lagi.

Yang di Sepang kemarin, dia baru saja mau masuk lap kedua, malah jatuh tersungkur bersama Shinya Nakano. Poin nol lagi.

Duh, ada apa dengan Sete ya?

Halaman: « 74 75 76 77 78 79 80 [81] 82 83 84 85 86 87 88 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

November 2018

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi