October 18, 2005

Media Raja Dunia

Kata Media di sini maksudnya adalah media cetak atau elektronik yang menyampaikan berita tentang suatu peristiwa, opini, atau perkembangan sesuatu.

Sering dikatakan Media sebagai Raja Dunia, karena hampir seluruh perkembangan dunia, adalah akibat dari Media. Siapa yang dapat menguasai Media, maka dunia akan mendukungnya.

Masyarakat dapat mendukung atau menghujat suatu tokoh atau partai, hanya karena mendapat info dari Media. Bahkan meski masyarakat tidak tahu tentang faktanya.
Tidak heran, kalau dalam politik di Indonesia, banyak partai yang berlomba menguasai penyelenggara Media, baik itu TV ataupun koran. Mungkin gak terlalu kelihatan, karena jika terlihat suatu Media membela suatu pihak, maka hilanglah powernya.
Tapi kalau kamu mau meresapi, beberapa koran harian cenderung menyudutkan pihak-pihak yang menjadi 'musuh' politik, dari partai yang dibela oleh Media.

Ok, terlepas dari itu semua... aku melihat dari sisi duniaku, yaitu IT... Media adalah penyambung masa depan. So, apapun dampak positif dan negatifnya, kitalah The Man Behinds The Gun.

Di situs ini, aku tambahkan News Ticker, fitur dari IndoSiar.com untuk menampilkan berita terbaru. Kalo mau bikin juga di web kamu, masuk dan daftar aja di sini, gratis :)

Gegarane Wong Akrami

Gegarane Wong Akrami
dudu banda dudu rupa
amung ati pawitane
luput pisan kena pisan
yen gampang luwih gampang
yen angel-angel kelangkung
tan kena tinambok arta

The Secret of Marriage
is not fortune nor fame
it is the heart who leads the way
the way of marriage is measured to the extreme
it is either very smooth or very rough
and both can not be bought with any fortune

Javanese poem.-R.Ng.Yasadipura-

Taken from: Sacsha Blog

October 17, 2005

Petualangan Ke Pakis

Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un

Telah meninggal dunia, Ibunda Dedet, arek kelas D angkatan 97.

Kita (Aku dan Yuyun) dapat beritanya tadi malam, jam 11-an malam. Karena beritanya menjalar lewat pesan jempol (SMS), maka beritanya menjadi simpang siur.
Kita dapat kabar bahwa meninggalnya adalah tadi malam, jam 10-an, makanya kita langsung berangkat ke rumah Pesek di Bunul, untuk berangkat bareng, soale kita gak tau rumahnya Dedet.
Sampe sana, datang si Robert (Isom) yang tau rumahnya Dedet. Dia malah ngabari kalo meninggalnya udah kemaren, weks...

Apapun yang terjadi, tengah malam itu kita ke rumahnya Dedet, yang ternyata di Pakis, Tumpang.

Sampe sana, setelah menembus jalanan gelap dan hujan (thanks God), kita langsung ketemu Dedet, dan jelaslah, bahwa meninggalnya adalah kemarin siang (16 Oktober), dan sudah dimakamkan jam 16 sorenya.
Ya sudah, akhirnya kita cangkruk di teras rumahnya.

Karena dibarengi ketawa-ketiwi (gak ada suasana berkabung bagi arek2), gak terasa waktu udah menunjukkan jam tiga... waktunya sahur... sedangkan hujan masih belum berhenti... hiks...

Dalam masa menanti hujan itu, kita mendapat satu bonus kegiatan, yaitu amal kolektif.
Pas hujan itu, ada bapak-bapak yang kehabisan bensin, nuntun sepedanya. Pertama sih kita cuekin, soale mungkin saja rumahnya dekat situ. Ternyata beberapa saat kemudian, dia balik lagi... rupanya dia nyari penjual bensin tapi gak nemu. Iyalah, lha wong jam 3 pagi...

Sebagai orang baik-baik, kita tergerak menolong (sayang gak dishooting). Aku nyuruh si Robert memanggil orang itu, nanyakan apakah mau diberi bensin. Dia mau (tentu saja).
Setelah itu aku buka kunci bensinku, siap untuk diambil.
Dedet mencari tempat untuk menampung bensin... dapatnya malah tempat kuah sayur... gpp deh.
Yuyun bagian mengambil bensin, dengan caranya sendiri. Maklum, jurusan teknik mesin.
Pesek yang bertugas memasukkan bensin ke motor orang itu. Pintar juga, meski wadahnya cuma mangkok, tapi gak tumpah.

Setelah semua selesai, orang itu bilang 'berapa mas?', kita bilang 'gak usah pak'. Done.

Setelah sahur di rumah Dedet, dan nunggu adzan shubuh selesai, kita cabut pulang. Ngantuk...

Thanks Det, semoga Bundamu mendapat tempat yang mulia di sisiNya, dan keluargamu tabah melepas kepergiannya. Amin.

October 15, 2005

Internetan dengan HP

Sekian lama aku internetan pake HP, ternyata masih banyak temen2 yang belum pernah nyoba. Tentunya karena terbentur pada 'cara', yang masih belum semua orang tau.
Berawal dari situ, sebagai orang yang beriman, aku mau berbagi info untuk ber-internetan melalui HP.

Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan aktifitas ini:

  1. 1 unit PC lengkap dengan keyboard mouse, dan diinstall Windows XP (windows lain sama aja, tapi ruwet di driver HP-nya)
  2. Sebuah HP yang support GPRS, dan sudah bisa konek GPRS-nya. Kalo yang untuk kartu IM3, otomatis aktif saat kartunya diaktifkan. Untuk Simpati masih perlu register dulu, dan untuk nomor lain, SWGTL. Silakan konsultasi dengan Mbak CSO masing-masing.
  3. Perangkat koneksi, dari HP ke PC. Boleh pake kabel data, pake Bluetooth, atau IrDA (Infrared Data Adapter). Sekalian drivernya. Dan diinstall sekalian. Pokoknya sudah bisa kirim-kiriman antara PC dan HP.
  4. Itu aja dulu.

Setelah memiliki semua syarat di atas, berikut langkah-langkahnya:

Lanjutkan membaca "Internetan dengan HP" »

Laskar MotoGP

Gak terasa, aku sudah punya 4 miniatur MotoGP, jadi tinggal 16 lagiii... :)

Tadi sempat lihat Mudi bawa foto digital, jadi iseng aku minta dipotokan koleksiku itu:

Itu kujejer di atas CPU tersayangku, dengan dikawal oleh patung Elang, pemberian Adek.

Urut dari yang kuning, itu motor Rossi waktu taun ... 2002? gak hapal aku. Yang jelas waktu itu dia masih di Honda: Nastro Azzurro. Aku beli ini di Dieng Plasa, hargane Rp. 50.000, cash.

Trus sampingnya, merah. Itu bukan motornya Rossi, tapi punya'e Charlos Checa, Yamaha Fortuna. Itu beli sama Pithes di Matos, waktu njemput Nia. Harganya Rp. 50.000.

Yang biru itu, motor Rossi, Yamaha Gauloises, 2004. Belinya gak sengaja... waktu JJS sama Yuyun dan Ndoweh ke Matos, gara-gara kesepian di kos... Harganya paling mahal: Rp. 55.000.

Dan motor nomor 8 itu punya'e Melandri. Honda MoviStar. Hargane paling murah: Rp. 35.000.

Besok cari lagi aahh... dan kalo ada yang mau nyumbang, klik 0856-361-9400

Halaman: « 70 71 72 73 74 75 76 [77] 78 79 80 81 82 83 84 ... 88 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

October 2017

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi