February 23, 2006

GMail Chat

Seneng banget waktu liat fitur baru di GMail, bisa chat dalam window yang sama, atau bisa juga di Pop-Out.

Keren, terutama AJAX-nya, wuihh...

Tapi tunggu dulu, itu di account temenku (Venus dan Penyu). Sedangkan punyaku, ga ada!

Udah aku logout-login-logout-log...

Clear cache sampe restart komputer... tetep ga nongol :(

Aku kira GMail Chat yang error...

Lalu aku baca help. Di sana dikatakan kalo GMail Chat hanya bisa untuk IE, Firefox, dan satu lagi, language English US.

Aku pake IE 7, jelas sudah support, tapi language yang kupilih adalah English UK, jadi ga muncul. Ealah...

Terang aja punya mereka languagenya standar, ga pernah ngoprek setting sih. Kalo aku kan suka tuning-up, trus suka sama English yang original :))

February 17, 2006

Razia

Hari ini aku berangkat ke kantor diwarnai dengan aksi razia oleh pak Polantas, di kawasan Oro-oro dowo, sebelum pertigaan. Heran deh, kenapa kok sekarang jadi banyak cegatan ya, setelah aku perpanjang STNK, kok gak dari kemaren-kemaren aja, pas aku cuma bawa fotokopian STNK thok ;;)

Bagiku sih ga masalah adanya acara cegat-mencegat seperti ini. Tapi bagi kebanyakan masyarakat lain, mereka masih memandang sinis kegiatan pak polisi yang satu ini, dengan komentar yang beragam tentunya.
Bahkan tadi ada cewek di sebelahku yang langsung nangis begitu dicegat. Huff, kaciann... (ehm)

Sesuai pengalamanku, ketika ada razia di suatu daerah, maka para pengendara motor akan bekerja sama, saling memperingatkan antar sesama, bahwa di daerah situ ada razia. Misalnya dengan mengedip-ngedipkan lampu sepeda, atau dengan isyarat tangan, bahkan ada yang dengan vulgar berteriak "WOE, ono SIPUL"... !

Bagi yang -merasa- lengkap surat-suratnya, tentu enjoy aja jalan terus, dan bagi yang merasa kurang, segera putar arah.

Anyway, dengan berpandangan bahwa kelengkapan surat-surat kendaraan (SIM & STNK) adalah penting, maka razia bukanlah suatu masalah. Tidak sedikit kejadian, dimana motor yang sebelumnya dilaporkan hilang dicuri, dapat ditemukan kembali melalui proses razia. Bisa membayangkan betapa pentingnya kan?

Dengan adanya razia, maka akan selalu mengingatkan kita akan pentingnya kedua surat (kartu?) tersebut, dan memperhatikan kelengkapan kendaraan (spion, lampu-lampu, knalpot, tangki bensin, mesin :)) ).
Kata pak polisi: "setiap kecelakaan berawal dari pelanggaran".

Yang paling disebalkan orang adalah, seakan-akan polisi gak beda sama preman, yang main palak ke orang-orang di jalan. Bukankah uangnya akan masuk ke kantong sendiri, setelah dibagi-bagi maksudnya.
Hal ini yang sempat memperburuk citra lembaga, yang seharusnya terhormat itu. Yah, urusan duit sih. Yang repot lagi kalau ada polisi yang mencari-cari alasan, misalnya plat nomor yang kekecilan, lampu yang sudah buram, dsb.

Bagiku, pak polisi gak bakal menilang kita, kalo kita membawa surat-surat lengkap, dengan kondisi motor lengkap pula. Kalo ada yang gak lengkap, ya wajar aja dong ditilang. Terserah uang itu mau dimakan sendiri atau disetorkan ke atasan, atau ke kas negara, itu merupakan policy (kebijakan) kepolisian. Karena fungsi tilang yang sebenarnya adalah sebagai punishment (hukuman) bagi pelanggar aturan ini, agar kita kapok dan segera melengkapi surat-surat kendaraan. (Bahasaku kok jadi serius gini?)

Kalo misalnya ada polisi yang aneh-aneh, ajak debat saja. Aku waktu di Semarang, dulu pernah debat sampe lama sama pak polisi, karena plat nomorku yang terbuat dari cor-coran timah, jelas gak asli dari Samsat kan. Ditilang juga akhirnya sih, tapi lega dapat adu argumentasi sama pak polisi. No offense please :D

Seperti komentar Ki Dalang Enthus, dalam suatu acara wayang, beliau mengomentari pendapat masyarakat yang membenci perilaku polisi ini. Beliau mengatakan bahwa kalo ada polisi yang nilang, ya bayar aja, untuk sarapan.

Intinya, kita lakukan yang terbaik, dan tunjukkan kita adalah bangsa yang berbudaya ^_^

Akhir kata, seperti kampanye para pengendara Honda Tiger: 'Safety Riding'

February 16, 2006

Oleh-oleh Valentine

Meski agak tersendat satu hari, proses ritual valentine tetap berjalan lancar. Mungkin memang seharusnya tertunda ya :)

Karena ga ingin mengorbankan bunga yang seharusnya tetap di alamnya, aku memilih memberi hadiah coklat.
Kasian kan, bunga yang seharusnya masih bersama induknya, terputus dan layu karena terpisah dari lingkungannya, karena menjadi hadiah di valentin kemaren :D

Hehehe, just kidding.

Inilah dia coklatnya:

Coklat 1

Hmm... rasanya manisss... butuh perjuangan untuk mendapatkannya




Coklat 1

bagaimanapun itu tetep coklat, yang memang lazimnya untuk di makan. Be realistic please ;)


Happy valentine all

February 12, 2006

Mengapa Harus Inul?

Masyarakat kita dan para tokohnya sudah mencapai tahap kekalutannya, terutama dalam menyikapi fenomena pornografi dan pornoaksi.

Huff, omongan dewasa. Aku kan masih 16 tahun.

Setelah kontroversi definisi baku tentang 'porno', kini merambah ke arah pelakunya.

Kapan suatu hal dikatakan porno?

Ketika seorang cowok melihat cewek makan pisang di warung, yang menyebabkan si cowok horny, apakah si cewek telah melakukan tindakan pornoaksi?

Ok, itu terlalu mengada-ada. Tapi pernah aku lihat kasus pemerkosaan di TV, disebabkan karena si pelaku selalu terbayang film yang telah ditontonnya, yaitu film India. Nah lo.

Aku setuju banget, pornografi dan pornoaksi di berantas. Setuju banget sama tindakan pemerintah yang satu ini.
Tapi yang aku lihat sekarang ini, hal tersebut sudah ditumpangi kepentingan personal dan golongan. Uang dan KKN masih bicara di sini.

Di saat majalah Playboy dipertentangkan, sudah lama aku lihat tabloid dengan gambar porno di halaman depannya, dijual bebas di bis dan toko pinggir jalan. Kenapa masih belum dibredel?

Ketika Inul dituduh sebagai ujung tombak terjadinya pornoisme dangdut, sudah lama aku lihat goyangan dangdut di TV kecil-kecilan, melakukan goyangan yang sama sekali tidak nyambung dengan beat musiknya, melakukan gerakan yang diharapkan dapat dinikmati oleh penontonnya.
Terlalu memaksakan gerakan pantat... mengapa ini dibiarkan?

Mengapa harus Inul?

Karikatur Nabi

Ketika pertama dengar kabar tentang adanya karikatur Nabi Muhammad SAW, sudah terbersit reaksi tidak senang di dada ini. Tapi sesuai sifat gemini yang selalu mencari argumen pembanding, gelora emosiku segera menemui titik keseimbangan.

Begitu juga ketika seorang rekan di cyber mengirimkan kartun-kartun itu, aku melihat dan merasa yakin, bahwa kaum kafir di barat sana memang keparat!

Memang tidak semuanya keparat, tapi banyak yang keparat!

Ups... agak kasar sih, tapi mereka memang keparat!

~ ~ ~ ~ ~

Semua sudah sama-sama tau, bahwa mereka memang tidak senang dengan keyakinan kami, tidak senang dengan sistem ketuhanan dan kenabian kami, sama seperti kita juga tidak setuju dengan sistem ketuhanan mereka.

Namun segala ketidaksenangan dan pencemoohan, harus terjadi secara internal. Silakan mereka bicarakan kejelekan agama kami menurut versi mereka, tapi lakukanlah di lingkungan dan internal mereka.
Kami juga sering membicarakan kejelekan agama mereka di lingkungan kami.

Itulah seharusnya, karena keyakinan adalah urusan internal.

Kebebasan pers bukanlah segalanya... kalau mereka masih manusia.

Seharusnya ini tidak menjadi kontroversial, setelah terjadinya penghinaan ini, maka langkah tepat untuk mengakhirinya adalah menghukum para pelaku.
Hukuman yang sesuai dapat ditentukan, yang terpenting adalah pemastian bahwa mereka telah melakukan kesalahan.

Tapi kontroversi malah terjadi, karena pihak pers tidak menyadari kesalahannya (meski sudah minta maaf, abang-abang lambe), tapi tetap tidak mau dipersalahkan.
Ditambah lagi si dewa dunia Mr George W Bush, memberi dukungan pemerintah Denmark, bahwa Amerika ada di pihaknya. Justru ini yang sekarang menjadi ancaman keamanan, bagi seluruh pihak!

Oalah bush, bush...

Halaman: « 59 60 61 62 63 64 65 [66] 67 68 69 70 71 72 73 ... 87 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

September 2015

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi