August 14, 2008

Berkibarlah Benderaku

Mari lupakan dulu idealisme bahwa nasionalisme harusnya ada setiap saat, bukan cuma saat peringatan proklamasi, atau saat kejuaraan antar negara saja.
Mari kita nikmati saja kegembiraan ultah bangsa ini bersama seluruh lapisan masyarakat.
Hmm... itu juga terlalu ideal sih, karena nampaknya banyak yang sedang tidak berbahagia dalam menyambut ultah ini, atau sedang berbahagia namun tidak menyadari adanya ultah kemerdekaan.

Zaman aku kecil dulu, terasa sekali kegembiraan, kebanggaan, antusiasme dalam memperingati 17 Agustus. Gempitanya terasa 2 minggu sebelum sampai sesudahnya. Hati bergetar saat mendengar lagu 17 Agustus 45.

Sebagai gambaran antusiasme, untuk membeli selembar bendera, tetanggaku sampai berhutang ke tetangganya. Lha buat makan saja sudah susah.

Di waktu yang lain, tetangga yang lain, bendera beserta tiangnya dicabut oleh perangkat desa kemudian dilemparkan ke dalam rumah, karena benderanya sudah terlalu lusuh.

Kibaran merah putih memang hanya simbol, namun demi simbol itu mereka berusaha memberikannya sebaik mungkin.

Itu mereka. Bagaimana dengan kita?

Kemarin bersama Phi keliling Dinoyo, mencari tiang bendera. Dapat sih, tapi sulit membawanya karena tidak muat di Taft. Pintu belakang tidak dapat ditutup, sehingga Phi terpaksa duduk di belakang sambil memegangi pintu. Sepanjang perjalanan berusaha agar tiang bendera tidak mengenai pengguna jalan yang lain, atau terkena polisi tidur.

Akhirnya...



Berkibarlah benderaku,
Dirgahayu Indonesiaku.


August 11, 2008

Penipuan Berkedok Kecelakaan

Siang itu aku sedang berada di kampus, tepatnya di ruang UKM SCeN, sedang klik-klik gambar-gambar chika diagram instalasi jaringan. Mendadak HP bergetar, dengan nama pemanggil adalah "Emak".

"Ha...", sapaku tertahan, suara riuh di seberang sana.

"Har, adekmu tabrakan... Gun..., ditabrak karo taksi... sikile putung... kowe ndek endi iki... bla bla bla..." (gak perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dan gak perlu dialog lengkap, soalnya sudah lupa kalimat lengkapnya).

Intinya ibuku mendapatkan kabar bahwa adikku mengalami kecelakaan di Jogja, dan sedang dirawat di rumah sakit. Si penelepon mengatakan harus segera dilakukan operasi untuk menolong jiwanya, dan membutuhkan sejumlah uang sebagai uang muka.

HP Gun tidak dapat dihubungi, dan tidak ada famili/kenalan di Jogja.

Segera aku tancap gas, tanpa persiapan apapun dari Malang aku meluncur ke Jogja.

Lanjutkan membaca "Penipuan Berkedok Kecelakaan" »

July 24, 2008

Golput

Dari hasil pelaksanaan Pilgub Jatim dan Pilwali Malang kemarin, terungkap jumlah golput yang membengkak drastis, mencapai 40% (sumber: internet).

Jika dikaitkan dengan raihan suara oleh 5 pasang kandidat gubernur, yang mana tidak ada satupun kandidat yang mencapai suara 30%, maka dapat dipastikan pemenang Pilgub kali ini dimenangkan oleh Golput!

Lanjutkan membaca "Golput" »

July 17, 2008

Beralih ke Speedy

Sebagai konsekwensi pindah rumah ke perumahan PMI, maka koneksi WiFi dari GlobalNet di rumah sebelumnya harus ditinggalkan. Meskipun sebenarnya langganan di GlobalNet tersebut dapat dilanjutkan, namun dengan berbagai pertimbangan kelebihan dan kekurangan di tempat baru, akhirnya kita putuskan menggunakan: Speedy.

Ya, produk Telkom lagi.

Melalui proses registrasi sejak hari Jum'at, akhirnya Rabu malam teknisi dari Speedy, yang kebetulan masuk kategori bolodewe, datang untuk memasang seperangkat alat konek.

Malam itu juga internet langsung aktif. Dari hasil tes menggunakan SpeedTest.net, didapatkan hasil yang cukup mengesankan, lebih cepat dari koneksi WiFi sebelumnya. Yeah, semoga kecepatan ini bukan pada malam pertama saja.

Here:


Aku mengambil paket Profesional, dengan quota 3GB per bulan. We'll see apakah ini cukup, kurang, atau malah mubazir.
Pengalaman dengan koneksi WiFi sebelumnya, jatah 2GB selalu berlebih, kecuali untuk kasus-kasus tertentu yang menyebabkan overquota.

Berikut ini salah satu momen yang tertangkap kamera saat pemasangan modem ADSL-nya:



kiri ke kanan: Jaylangkung si pemasang modem, aku, Phi lagi ngitung kartu nama, Henry pas nganter kartu nama.

Eh aku punya kartu nama, ada yang mau?
*mendadak berubah topik*

Ya wes, makasih buat Jay dan Henry.


July 10, 2008

Abdul Rahman

Orang Jawa mengatakan "asmo minongko jopo", yang artinya kurang lebih "nama merupakan doa". Pemberian nama kepada anak sebisa mungkin merupakan sebuah doa dan pengharapan terhadap anak tersebut.

Bagi yang menamakan anaknya dengan nama islami, biasanya menggunakan bahasa arab, yang maknanya merupakan doa itu sendiri.

Namun bagaimana jika bahasa arab yang digunakan tersebut salah kaprah?

Ambil contoh nama yang cukup populer: Abdul Rahman

Penulisan dalam bahasa arab adalah: عبدالرحمن

Lanjutkan membaca "Abdul Rahman" »

Halaman: « 11 12 13 14 15 16 17 [18] 19 20 21 22 23 24 25 ... 88 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

November 2018

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi