November 19, 2008

'Jalan Tol' Itu Kini Gratis

Kasus rebutan hak antara Pemkot Malang dan pihak Unibraw atas kepemilikan jalan tembus yang membelah area kampus Unibraw memang belum tuntas, namun ada satu hal yang sudah terlihat: pungutan 'retribusi' Rp 2.000 setiap kali lewat jalan tersebut sudah ditiadakan[1].

Jalan tembus tersebut memang strategis untuk dilewati menuju Jl. Veteran dari Jl. Soekarno Hatta, atau sebaliknya.

Saat ini jika pengendara akan bergerak antara 2 titik tersebut terdapat dua alternatif: lewat Dinoyo atau lewat Bethek. Keduanya adalah jalan memutar sehingga jaraknya beda jauh. Ditambah lagi 2 titik tersebut adalah 'jalur wajib' yang selalu ramai dilintasi pengguna jalan, kemacetan nyaris setiap saat terjadi di jalur itu.

Sebagai gambaran perbandingan kedua jalur, berikut ini capturan dari Google Earth, dari jembatan Soekarno Hatta menuju perempatan ITN:


Jalur 1

Jalur 1, memutar lewat Dinoyo: panjang 2.638 meter


Jalur 2

Jalur 2, memutar lewat Bethek: panjang 2.686 meter


Jalur 3

Jalur 3, menembus kampus: panjang 844 meter

Terlepas dari siapa pemilik jalan tersebut, mbok yao pastikan gimana baiknya. Bukan nanggung kayak sekarang ini.

Kalo memang untuk umum, buat agar kenyamanan dunia kampus tidak terganggu oleh traffic yang melintas. Dan gak usah bayar kalo lewat situ :)

Kalo memang bukan untuk jalan umum, pastikan yang boleh lewat situ hanya civitas kampus saja. Kalo dibiarkan, ya sama saja dengan jadi jalan umum. Lalu gimana cara memastikan yang lewat itu orang luar yang cuma mau lewat saja atau warga kampus? Ya itu silakan dipikirkan :)


[1] gak yakin, hanya kemarin pagi ketika aku lewat situ[2] sudah gak bayar
[2] nganter adik ke gedung UKM Unibraw

October 16, 2008

Tentang Ngidam

Sudah lama aku mempunyai pendapat tentang ngidam ini, namun baru kali ini merasa 'berhak' untuk membahasnya.

Ngidam memang tidak selalu berupa makanan, karena bisa berupa keinginan terhadap sesuatu atau melakukan suatu hal. Tapi demi kesamaan fokus, kita anggap ngidam adalah keinginan terhadap makanan tertentu.

Dengan berbagai definisi, anggapan dan kepercayaaan yang berbeda-beda di masyarakat, aku coba menyimpulkannya menjadi beberapa kelompok:


1. Ngidam adalah keinginan dari si bayi

Sebagai mahluk yang bersiap hadir di muka bumi, si bayi sedang iseng ingin mencicipi makanan tertentu di dunia ini. Lalu lewat kontak dengan ibunya, dia menyampaikan makanan apa yang hendak dimakan.

Dari makanan yang diinginkan, dapat dijadikan tanda-tanda jenis kelamin/sifat jabang bayi nantinya.

Berangkat dari situ muncul pendapat lanjutan bahwa kalau ngidam tidak dituruti, bakal menyebabkan bayinya nanti ngileran.

Lebih kejam lagi, kalau belum dituruti maka jabang bayi akan ogah untuk keluar saat waktunya lahir nanti. Harah.


Lanjutkan membaca "Tentang Ngidam" »

October 9, 2008

Bot dan Manusia


Pengertian bot dalam hal ini adalah sebuah script automator untuk melakukan aksi yang biasa dilakukan oleh manusia.

Dalam dunia internet pada khususnya, dunia komputer pada umumnya, teknologi bot sangat membantu dalam satu sisi dan mengganggu dalam sisi yang lainnya.

Membantu bagi yang merasa terbantu, dan mengganggu bagi yang merasa terganggu. As simple as is.

Dipersingkat pembahasan mengenai bot dalam dunia plurk. Bagi yang bukan plurker, mungkin tidak nyambung dengan isi postingan kali ini :)

Dalam dunia plurk bot cukup membantu/mengganggu.

Dikatakan 'membantu' karena sudah jelas, aksi-aksi yang biasa dilakukan secara rutin dan manual, dibantu oleh script bot ini.


Lanjutkan membaca "Bot dan Manusia" »

October 4, 2008

Ziarah Kubur

Megengan merupakan waktu sehari sebelum awal Ramadhan dan hari terakhir Ramadhan (CMIIW).
Di daerahku dulu banyak kegiatan dilakukan dalam rangka Megengan ini, di antaranya adalah membuat kue lapis, memasak masakan yang lebih mewah dari biasanya (daging ayam, kerbau, etc) untuk kemudian saling dikirimkan ke kerabat dan tetangga.

Namun saat ini kegiatan tersebut nyaris tidak terlihat lagi, entah apa penyebabnya. Yang tersisa adalah kegiatan nyekar ke makam leluhur (orang tua, kakek, buyut, dst).

Kegiatan nyekar ini bisa dikatakan wajib (dalam artian budaya, bukan secara agama) dalam rangka Megengan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga desa yang datang dari jauh untuk mudik pada saat Megengan, demi melakukan ritual nyekar ini. Bahkan yang merantau di luar Jawa sekalipun menyempatkan diri untuk hadir.


Lanjutkan membaca "Ziarah Kubur" »

Jadwal Sholat

Setelah Ramadhan berakhir, maka widget Jadwal Puasa sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Sebab data yang diambil hanya sebatas bulan Ramadhan saja.

Namun tidak sepenuhnya berakhir, karena ketika meminta ijin untuk mengambil data lagi, oleh si pemilik justru diberikan kode sumber untuk menghitung sendiri, bukan sekedar download data dari sana. Alhamdulillah.

Terimakasih kepada yang punya, Bapak Cahya, dengan projectnya yang mantap secara coding dan manfaat.

Berangkat dari project perhitungan tersebut, widget Jadwal Puasa sekarang menjelma menjadi Jadwal Adzan.

Untuk mendapatkan kode widget Jadwal Adzan, silakan pergunakan halaman ini:
Pusat Widget

Untuk ke depannya halaman tersebut akan menampung widget-widget yang lain. Namun karena sekarang masih di 'kampung', sehingga belum bisa update secara bebas.
 
Semoga bukan si widget saja yang rajin menampilkan jadwal sholat, tetapi dapat menjadi reminder yang selalu mengingatkan kewajiban sholat. Aamiin.

 
Halaman: « 8 9 10 11 12 13 14 [15] 16 17 18 19 20 21 22 ... 87 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

September 2015

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi