December 25, 2008

TV Tidak Lagi Menarik


Kebiasaan nonton TV bareng istri, secara tidak sengaja telah membentuk jadwal tak tertulis untuk nonton TV. Pagi diawali dengan acara Insert Pagi (TransTV), lalu Selamat Pagi (Trans7). Malamnya giliran memantau berita di MetroTV, kemudian acara humor di Trans7, selanjutnya pilihan antara Bioskop TransTV atau film di GlobalTV, tergantung mana film yang bagus.

Di hari libur biasanya nonton kartun di GlobalTV dan acara fauna di Trans7.

Praktis, hanya 4 stasiun itu yang paling sering kami tonton. Stasiun lain biasanya hanya ditonton ketika gak sengaja kepencet atau pas menghindar dari iklan dan nemu acara bagus.

Lanjutkan membaca "TV Tidak Lagi Menarik" »

November 29, 2008

Sengketa


Salah satu kisah yang terkenal tentang Nabi Sulaiman adalah menyelesaikan sengketa 2 ibu-ibu yang memperebutkan 1 bayi.

Nabi Sulaiman menginvestigasi keduanya dengan cara berpura-pura akan membelah bayi tersebut menjadi 2, untuk dibagikan ke kedua ibu tersebut.

Ibu pertama keberatan dengan keputusan tersebut. Dia memutuskan rela tidak mendapatkan si bayi, daripada melihat bayinya terbelah dua.

Ibu kedua dengan senang hati menerima keputusan itu. Tidak peduli meski bayi terbelah 2.

Nabi Sulaiman akhirnya memutuskan bahwa bayi tersebut adalah milik ibu pertama.

Selesai.


Seandainya Nabi Sulaiman masih ada, mungkin taktik di atas tidak dapat diterapkan di Indonesia saat ini. Jika Nabi Sulaiman mengancam akan membelah bayi menjadi 2, mungkin kedua pihak akan setuju.

Kedua pihak rela meskipun yang diperebutkan mengalami sengsara.


November 26, 2008

Memilih Nama

Memilih nama untuk anak adalah perkara mudah namun sulit. Meskipun nama tersebut bisa kita rename setiap saat, namun betapa repotnya kalo tiap ganti nama anak kita harus menelepon teman-temannya: "hei, namaku ganti lagi, tolong update phonebook kamu ya"

Belum lagi efek legalitas, nama sebagai identitas di KTP, catatan sipil, Ijazah, nota hutang, keanggotaan di klub bilyard, dsb, yang pasti menjadi urusan panjang kalo ganti nama.

Intinya: mudah memilih tapi harus untuk selamanya.

Aku dulu sering berpikir. kenapa wanita hamil kok sampai memakan waktu 9 bulan 10 hari? Kalau Tuhan ingin efisien, bukankah bisa 1 hari saja. Jadi kemarin positif hamil, besoknya sudah melahirkan.

Salah satu jawabannya (menurutku) adalah agar orang tua punya waktu untuk mempersiapkan segalanya sebelum kelahiran si bayi, yang salah satunya adalah mempersiapkan nama untuk anaknya.

Lanjutkan membaca "Memilih Nama" »

November 21, 2008

Hal-hal Yang Mengganggu Programmer


Berikut ini hanya catatan kecil, yang mungkin lebih bisa dirasakan oleh mereka sesama programmer, terutama programmer yang menjadi amunisi sebuah perusahaan. Bukan yang freelancer atau yang berdiri sendiri.


1. Kebanyakan Interupsi

Saat sedang coding, penggunaan kedua otak kanan dan otak kiri benar-benar dioptimalkan. Berimajinasi dan berlogika.
Sejak awal coding banyak hal yang diingat, disimpan, direncanakan, dikira-kira, disiasati, menyusun secara dinamis flowchart program di otak (selain yang di kertas, kalau ada).
Seandainya di tengah proses coding ada interupsi dari menejer, bos, pacar, teman sebelah meja, bakso lewat, whatever, yang membutuhkan menghandle hal lain, maka nanti saat memulai coding programmer harus mulai menyusun lagi dan mengingat-ingat apa yang tadi telah tersusun. Repot.

Hal ini yang jarang diketahui oleh pihak lain. Kebanyakan menganggap coding itu seperti tukang bangunan yang menyusun batu bata (meskipun aku belum pernah jadi tukang batu), yang bisa dilanjutkan kapan saja dengan mudah. Mereka dengan mudah mengatakan 'pak, bisa kesini sebentar?', menyuruh melakukan hal yang lain, dan berharap saat kembali ke meja kita dapat kembali ke state yang tadi. Angel bos.

Lanjutkan membaca "Hal-hal Yang Mengganggu Programmer" »

November 19, 2008

'Jalan Tol' Itu Kini Gratis

Kasus rebutan hak antara Pemkot Malang dan pihak Unibraw atas kepemilikan jalan tembus yang membelah area kampus Unibraw memang belum tuntas, namun ada satu hal yang sudah terlihat: pungutan 'retribusi' Rp 2.000 setiap kali lewat jalan tersebut sudah ditiadakan[1].

Jalan tembus tersebut memang strategis untuk dilewati menuju Jl. Veteran dari Jl. Soekarno Hatta, atau sebaliknya.

Saat ini jika pengendara akan bergerak antara 2 titik tersebut terdapat dua alternatif: lewat Dinoyo atau lewat Bethek. Keduanya adalah jalan memutar sehingga jaraknya beda jauh. Ditambah lagi 2 titik tersebut adalah 'jalur wajib' yang selalu ramai dilintasi pengguna jalan, kemacetan nyaris setiap saat terjadi di jalur itu.

Sebagai gambaran perbandingan kedua jalur, berikut ini capturan dari Google Earth, dari jembatan Soekarno Hatta menuju perempatan ITN:


Jalur 1

Jalur 1, memutar lewat Dinoyo: panjang 2.638 meter


Jalur 2

Jalur 2, memutar lewat Bethek: panjang 2.686 meter


Jalur 3

Jalur 3, menembus kampus: panjang 844 meter

Terlepas dari siapa pemilik jalan tersebut, mbok yao pastikan gimana baiknya. Bukan nanggung kayak sekarang ini.

Kalo memang untuk umum, buat agar kenyamanan dunia kampus tidak terganggu oleh traffic yang melintas. Dan gak usah bayar kalo lewat situ :)

Kalo memang bukan untuk jalan umum, pastikan yang boleh lewat situ hanya civitas kampus saja. Kalo dibiarkan, ya sama saja dengan jadi jalan umum. Lalu gimana cara memastikan yang lewat itu orang luar yang cuma mau lewat saja atau warga kampus? Ya itu silakan dipikirkan :)


[1] gak yakin, hanya kemarin pagi ketika aku lewat situ[2] sudah gak bayar
[2] nganter adik ke gedung UKM Unibraw

Halaman: « 8 9 10 11 12 13 14 [15] 16 17 18 19 20 21 22 ... 88 »

[depan]

Pencarian

Komentar Terbaru

December 2018

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi