« Perumpamaan Adzan Dengan Telepon | Depan | Indonesia Beda »

Pernikahan Sesama Jenis

cacing-tanah.png
"Cinta nomor satu, jenis kelamin nomor dua", adalah candaan rekan-rekan di kampus dulu ketika ada teman sesama cowok bergandengan tangan. Dan dengan sahnya legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika, seakan melihat gurauan dulu itu kini menjadi kenyataan.

Memang keputusan seperti itu sudah berlaku di beberapa negara lain, misalnya Belanda dan Denmark, hanya saja karena ini Amerika, gemanya menjadi berbeda. Karena Amerika sebagai negara kiblat hedonisme, maka bagi para penyembah nafsu di negeri kita seakan mendapat backup dan pembenaran untuk bersuara lantang tentang kesetaraan hak pernikahan sesama jenis. Lagi-lagi hak asasi manusia menjadi landasannya.

LGBT (Lesbi, Gay, Bisex, dan Transgender) adalah penyakit. Umumnya yang namanya penyakit memang tidak diminta, tapi tidak berarti boleh bertindak sesuai kehendak sendiri. Bagi yang waras harusnya mengasihi dan merangkul yang sakit itu agar menuju kesembuhan, bukan malah membuatnya permanen.

Dari pandangan semua agama samawi sudah jelas: melarang pernikahan sesama jenis. Tapi karena bagi sebagian orang memandang agama hanya sebagai pelengkap hidup, yang bisa dipakai atau ditanggalkan kapan saja, maka membahas fenomena LGBT ini percuma jika berlandaskan agama.

Padahal memahami kehidupan tanpa agama hanya dapat melihat sejauh akalnya saja. Sedangkan dengan agama kita jadi tau jauh sebelum ada manusia, dan juga jadi tau jauh setelah kepunahan dunia. Tapi mereka yang soak imannya tidak bakal mau memahami hal ini.

Dari sudut pandang sosial, ada yang berpendapat pernikahan tidak selalu urusan sex. Ini memang benar, tapi keblinger.

Memang akan ada berbagai benefit yang didapat oleh pasangan sesama jenis yang menikah yang diakui negara, misalnya tentang hak waris, hak kunjungan, dan seterusnya yang diatur negaranya. Tapi satu hal yang membuat semuanya kacau adalah dilegalkannya hubungan sex sesama jenis.

Pernikahan memang tidak selalu urusan sex, tapi ketika tiba saatnya untuk melakukan sex, ya pernikahan itu wadahnya. Jadi jangan dipisah antara pernikahan sesama jenis dengan sex sesama jenis.

Baiklah, mungkin mereka yang sakit LGBT itu mendukung keputusan pernikahan sesama jenis, karena mereka sakit. Tapi bagi yang normal dan mendukung keputusan ini, adalah lebih sakit lagi.

Manusia diciptakan berpasang-pasangan, kalau mau nikah sesama jenis, jadilah cacing tanah.


Baru ada 1 komentar saja

ki surya pamungkas pada March 3, 2016 8:25 PM menulis:

hanya binatang babi yang kawin dgn sesama jenisnya...

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

April 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi