« Remote Control | Depan | Pernikahan Sesama Jenis »

Perumpamaan Adzan Dengan Telepon

Phone Ring
Sebagai panggilan untuk sholat, jika diumpamakan dengan kring pada panggilan telepon, kira-kira seperti ini reaksi sebagian dari kita terhadap adzan:

1. Kring pertama: "Allahu Akbar Allahu Akbar"

Di layar hati muncul "Incoming call from Allah"

Bagi yang sedari tadi menunggu panggilan itu, atau yang memang menganggap bahwa itu panggilan sangat penting, akan bergegas memenuhi panggilan itu.

Sedangkan bagi yang lainnya masih tenang-tenang saja.

2. Kring kedua: "Allahu Akbar Allahu Akbar"

Mereka yang di kring pertama tadi tidak begitu mendengar, di kring kedua ini mungkin akhirnya sadar dan bereaksi untuk bergegas.

Sisanya tetap tenang, mungkin nama pemanggilnya di layar hati tidak dikenali, mungkin kontak Allah di phonebook belum tersimpan sehingga yang muncul adalah Unknown Number.

3. Kring ketiga: "Asyhadu allaa ilaaha illallah"

Kring ketiga ini mengingatkan siapa yang sedang memanggil. Nama-Nya tercantum dalam syahadat yang dulu pernah terucap.

Sebagian akhirnya ingat. Sebagian lagi masih lupa, atau mungkin sedang loading contact dari phonebook.

4. Kring keempat: "Asyhadu allaa ilaaha illallah"

Bagi yang loading contactnya sudah selesai, dan dapat mengenali siapa yang memanggil, segera bangkit bergegas memenuhi panggilan ini.

Sebagian yang lain mungkin broken contact, karena lama tidak diload sehingga datanya jamuran, makanya tetap muncul Unknown Number.

5. Kring kelima: "Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah"

Bantuan untuk mengingatkan siapa yang sedang memanggil. Dengan mengingat manusia mulia ini siapa tau pendengarnya segera ingat kembali.

Sebagian mungkin teringat dengan harapan syafaat beliau, dan bergegas melakukan kewajiban seperti yang beliau contohkan.
Yang lain masih belum ngeh juga.

6. Kring keenam: "Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah"

Diingatkan kembali dengan ikrar syahadat. Kecil kemungkinan kalau masih lupa siapa yang memanggil.
Atau mungkin sudah tau pemanggilnya, tapi belum paham dipanggil ini kira-kira untuk apa sih.

7. Kring ketujuh: "Hayya 'alash shalaahh"

"Owalah, dipanggil untuk sholat toh". Sebagian orang segera paham dan berangkat.
Sebagian lagi masih kurang mendengarkan, mungkin karena pas itu ada motor lewat.

8. Kring kedelapan: "Hayya 'alash shalaahh"

Penjelas undangan diulangi lagi, supaya yang tadi kurang mendengar sekarang paham, kemudian segera bergegas memenuhi panggilan.

Yang lain masih sibuk.

"Iya, sudah tau siapa yang memanggil dan untuk apa dipanggil. Tapi nanti saja lah, masih ribet nih, bisa kacau kalau ditinggalkan"

9. Kring kesembilan: "Hayya 'alal falaaahh"

"Apa? Disuruh datang supaya bahagia?
Ini yang memanggil kan yang membuat langit dan bumi seisinya. Baiklah, Dia yang bilang lho, dan gak mungkin Dia bohong"

Bagi sebagian yang memiliki iman akan segera bergegas karena keruwetan dia dijanjikan akan diganti dengan kebahagiaan oleh yang memanggil.

Yang lain masih percaya dengan kemampuan diri sendiri, jadi tawaran kebahagiaan dari yang memanggil buat nanti saja. "Semangat, man"

10. Kring kesepuluh: "Hayya 'alal falaaahh"

"Jaah, masih saja ditawari itu. 'ngeyel' banget sih yang manggil"

*lalu pada sibuk meneruskan pekerjaan*

11. Kring kesebelas: "Allahu Akbar Allahu Akbar"

"Iya, tau"
*mulai berharap agar adzan segera selesai*

12. Kring keduabelas: "Laa ilaaha illallah"

*bersyukur karena akhirnya adzan yang berisik itu berlalu*

Lalu di layar hati muncul tulisan "1 missed call from Allah"

------------------
Disclaimer: Ini hanya ilustrasi, bukan tafsir ataupun arti adzan. Setiap orang bisa memiliki proses dan reaksi berbeda terhadap adzan. Bisa juga adzan itu "direject" sejak kring pertama.
------------------

Itu baru ilustrasi 1 panggilan. Bagaimana ketika 1 hari ada 5 kali panggilan? Sudah berapa hari terlewatkan?
Ada berapa banyak total misscall dalam hatimu?

Ingat, Iblis 1 kali menolak disuruh menyembah Adam, dia dikeluarkan dari Surga dan divonis neraka.

Kita berapa kali menolak disuruh menyembah Allah langsung (bukan menyembah Adam, lho)? Kira-kira apa hukumannya ya?

Entah, bisa jadi iblis tidak perlu lagi menggoda kita, sebab menurut Hadits, meskipun kita berbuat baik dan tidak berbuat dosa lainnya tapi jika sholatnya jeblok maka seluruh amalan ikut jeblok.

Coba buka menu Recent Calls dalam history panggilan hati Anda. Jika dalam smartphone ada missed call dari Jokowi kita kelabakan dan berusaha menelepon balik, bagaimana jika ada rentetan missed call dari pembuat langit dan bumi dan seisinya?


* sumber gambar: http://lifehacker.com/5878635/change-how-long-your-phone-rings-before-sending-calls-to-voicemail



Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

April 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi