« Balada Klepon | Depan | Remote Control »

Half Truth

Half truth, secara harfiah berarti kebenaran separuh, tetapi hakikatnya lebih dekat kepada setengah bohong daripada setengah jujur. Dan justru lebih berbahaya dibandingkan langsung berbohong, karena jika diteliti memang tidak berbohong namun dampaknya sama saja dengan berbohong. Si "pembohong" ini merasa aman dari hukum dan syariat maka lebih bersemangat. 

Half truth memang tidak bohong,  ada kebenaran di dalamnya. Atau memang benar semua, tetapi ada yang tidak disampaikan, sehingga menimbulkan bias bagi penerima informasinya. Dan itu disengaja.

Mereka yang cenderung menelan apa saja yang lewat, atau istilah jaman sekarang adalah tidak berpikir kritis, sangat mudah terkena jabakan half truth ini. 

Contoh half truth yang fenomenal adalah ketika Nabi Ibrahim ditanya oleh kaumnya siapa  yang menghancurkan tuhan mereka (Al-Anbiya 62-63)

Secara tata bahasa dan body language Nabi Ibrahim tidak berbohong, namun kesan yang ditimbulkan adalah patung besarlah yang menghancurkan tuhan-tuhan mereka. Dari jawaban half truth ini, meskipun Nabi Ibrahim adalah bapaknya para Nabi, tapi tidak bersedia memberikan syafaat di akhirat kelak. Gara-gara pernah melakukan half truth. 


Sayangnya, half truth justru banyak dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang membawa bendera "agama". Karena bagi yang sudah memiliki branding sebagai pengusung kebaikan, menggunakan domain berlabel islam, dan (harusnya) terpercaya, merasa lebih aman bermain half truth daripada jujur apa adanya. Juga tidak mau berbohong karena terlalu frontal, menyebabkan tidak lagi dipercaya dan juga bohong termasuk dosa besar. 

Karena Indonesia masyarakatnya ramah dan tidak suka suudzon, males mikir dan mudah melupakan, maka menjadi ladang segar bagi pencari keuntungan dengan memanfaatkan keluguan masyarakat kita. 

Hari ini menyebabkan kekacauan dengan berita half truth, minggu depan sudah dilupakan dan kembali dijadikan rujukan orang. 

Lemparkan umpan, dan biarkan masyarakat memaknai sendiri sesuai kepentingan yang digulirkan. Biarkan itu menjadi bibit yang menggerakkan opini masyarakat dari dalam. 

Dan lagi-lagi kita terjatuh di lubang yang sama: menjadi pembenci, pengumpat, dan pelanggar aturan-aturan Allah karena terpengaruh alunan half truth. 

Tabayyun, waspada, pergunakan akal pikiran yang diamanahkan kepada setiap dari kita. Jangan korbankan akhirat kita demi mengikuti kepentingan sesaat para pencari keuntungan dunia yang mengatasnamakan islam dalam bentuk politik dan ekonomi sesat. 

Jangan pula ikut larut dengan mereka yang gagah perkasa berani memberi nafkah kepada anak istrinya dari rejeki hasil menebar fitnah yang dibungkus half truth, meski di belakangnya berkibar bendera dakwah. 

Semoga Allah melindungi kita. Aamiin. 



Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi