« Learning or Doing | Depan | Heran dan Kaget »

Telkomsel Keterlaluan

Sejak awal, citra Telkomsel sangatlah bagus. Bahkan bagiku, Telkomsel termasuk market leader provider seluler di Indonesia. Kalo bicara motor, Honda adalah nomor 1. Kalo soal search engine Google nomor 1, dan soal provider seluler, Telkomsel nomor 1.

Tapi sungguh tidak dapat dipercaya Telkomsel melakukan tindakan brengsek seperti ini.

Baiklah, secara hukum dan klausul kontrak, mereka berhak mengubah syarat dan ketentuan fair usage. Namun upaya penurunan fair usage Telkomsel Flash dari 2GB yang ada di awal kontrak menjadi 500MB adalah sangat keterlaluan.


Abusive User

Alasan yang dikatakan Telkomsel adalah bahwa langkah tersebut diambil karena banyak abusive user (penyalahgunaan bandwidth) sebanyak 3% (awalnya ngaku 10%).

Namun jika ditinjau, adanya abusive user adalah masalah internal Telkomsel. Itu ketidakbecusan mereka menjaga trafficnya dari abusive user. Kok pelanggan lain (semua pelanggan lain tepatnya) yang dikorbankan. Ini jelas alasan goblok.

Kenapa bukan abusive user itu saja yang diberantas?
Harusnya abusive user itu yang dicekik ketika sudah melewati batas fair usage.
Telkomsel tidak dapat mengetahui siapa saja yang melakukan abuse? Sekali lagi, itu ketidakmampuan mereka. Pakai tenaga ahli, pecat yang sekarang. Bukan malah pelanggan yang dikorbankan.

Simplenya, 3% abuse dan 97% lainnya ikut dihukum. Padahal kita tidak tau siapa yang 3% itu. Padahal kita bayar kontrak untuk 2GB.


Survei Aneh

Alasan bahwa survei menunjukkan rata-rata penggunaan quota per pelanggan per bulan sebanyak 500MB adalah aneh. Secara logika tidak masuk akal. Dapat dari mana statistik itu?

Kita hitung sekilas:

  1. Untuk buka Detik.com, per page kira-kira 150KB. 10 halaman sudah sekitar 1MB
  2. Facebook, halaman depan sudah lebih dari 500KB
  3. Gmail, buka pertama saja sudah sekitar 1MB

(#1 dan #2 dihitung menggunakan Firebug, #3 dengan metode save-as page)

Untuk aktifitas ngirit sekali, tidak termasuk download, seharian bisa mencapai 20MB. Per bulan sudah jelas terlihat > 500MB

Kalo rata-rata yang didapatkan Telkomsel adalah 500MB, secara statistik kasar berarti banyak pengguna Telkomsel menggunakan bandwidth jauh di bawah < 500MB (agar bisa mendapat rata-rata 500MB), bahkan mungkin harus ada yang 0MB per bulan. Pertanyaannya, siapakah mereka? Pantaskah mereka diperbandingkan dengan pengguna normal?

Baiklah, kita bisa menerima ungkapan yang terkenal: "mau murah kok minta cepat". Akan tetapi yang terjadi sekarang sangatlah keterlaluan.

Saat ini, jangankan menghabiskan 500MB, sedangkan untuk membuka Gmail saja kadang bisa dan terlalu sering tidak bisa. Dengan cara seperti ini, sangat mungkin statistik Telkomsel di atas akan terjadi, yakni tidak ada pelanggan yang bisa menghabiskan fair usage 500MB.

Sedangkan mendapat kecepatan 5KBps saja sudah mewah sekali.

Saya tidak katakan Presiden perlu menegur atau tidak. Tapi kalo saya jadi presiden, saya tendang Telkomsel. (inspired dari JPNN)



Ada 37 komentar

nengbiker pada October 2, 2009 8:43 PM menulis:

itu kata2nya jaksa agung,
kalo saya jadi presiden, saya pecat telkomsel

-- pemakai tsel flash yang mpot2an ga bisa panen farmville pada waktunya --

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 3, 2009 12:17 AM membalas nengbiker:

bukan jaksa agung, tapi ketua mk. itu ada link di belakang kalimatnya.

Balas Komentar Ini
okoj pada October 3, 2009 4:59 AM membalas nengbiker:

bukan jaksa agung kayaknya mahfud md, jaksa agung pak hendarman :)

Balas Komentar Ini
arief pada October 3, 2009 8:48 AM menulis:

jadi terinspirasi membentuk LBH Kampret (Lembaga Bantuan Hukum Korban Amarah Pengguna Reguler Telkomsel). *ijin lembaga kui ndaftar e ndek endi ya*

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 3, 2009 9:02 AM membalas arief:

ndaftar ke aku aja, ntar tak ijinkan deh.

BRTI masih belum keluar tanduknya. jangan-jangan remotenya dipegang Telkomsel.

Balas Komentar Ini
Diah pada October 3, 2009 9:13 PM menulis:

Siapa suruh pakai 2 GB bang..khan enakkan unlimited 137.500 ..Opsss :D

Sabar2 ...Wong sabar di sayang Istri lho


Salam dari
"Anggota abusive user 3 % "

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 3, 2009 9:54 PM membalas Diah:

*jitak*

paketnya memang unlimited, tapi fair usage kan 2gb.

hayo, coba baca lagi kontraknya.

Balas Komentar Ini
Electric Soul Patrol pada October 3, 2009 10:46 PM menulis:

yahhh susah memang mau nikmatin internet bagus di Indonesia, providernya kebanyakan bisnis meraup uang semua,,
Kita sebagai pengguna hanya bisa terima saja,,,

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 4, 2009 8:18 AM menulis:

mestinya pelanggan punya bargaining power. tapi di indonesia hal itu sudah dirusak kaum kapitalis. misalnya kita pindah provider, maka provider tujuan juga sama saja, oportunis.

Balas Komentar Ini
blog bisnis arton pada October 5, 2009 9:00 AM menulis:

wah.. untung baru ambil formulirnya, lom diajuin..thanks infonya, lam kenal mas..

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 8, 2009 8:07 AM membalas blog bisnis arton:

Justru silakan daftar aja, jadi ntar nambah pasukan yang dikecewakan Telkomsel :D

Balas Komentar Ini
galuh pada October 7, 2009 4:04 PM menulis:

Sareh......sareh..... Istigfar, kang istigfat....
Rasah nesu..... ben wae.... Becik ketitik, ala ketara. Wis kang, di trimak-trimakne, nyat Telkomsel kuwi ndladuk tenan!!!

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 8, 2009 8:20 AM membalas galuh:

Pancen wes ketoro kok kang, Telkomsel iki njaluk dijantur kupinge.

Balas Komentar Ini
kodin pada January 12, 2010 9:14 PM membalas galuh:

pancen setuju aku kang suwe suwe di tok nE malah angkrik angkrik wae....dancuk pancen telkomsel kuwi...jaringan wae soyo elek neng kene soyo larang maneh... :-w

Balas Komentar Ini
Bagas pada October 8, 2009 4:38 AM menulis:

wek ku wis tak lungsurne ning dulurku, arepe gawe provider liyane sik males.
Masih ingin menikmati hidup normal tanpa internet. :))

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 8, 2009 8:39 AM membalas Bagas:

Sudahlah, percuma, hidupmu tanpa internet itu gak normal.
*lirik bazzberry*

Balas Komentar Ini
ajir pada October 11, 2009 4:03 PM menulis:

telkomsel memang mengecewakan ..
salam kenal buat admin blog keren ini :D

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 12, 2009 12:45 PM membalas ajir:

*sisiran dulu biar tambah keren*

Balas Komentar Ini
Bahauddin pada October 12, 2009 5:40 AM menulis:

Dari dulu saya tidak pernah menggunakan jasa telkomsel...

Salam kenal...

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 12, 2009 12:46 PM membalas Bahauddin:

anda beruntung, pertahankan itu :D

Balas Komentar Ini
Sarimin pada October 14, 2009 5:19 AM menulis:

Xiaxaxaxax... apes...

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 17, 2009 12:17 PM membalas Sarimin:

ayo min, salurne koneksi raya dinoyo nang omahku

Balas Komentar Ini
Jauhari pada October 16, 2009 9:59 PM menulis:

Sekali KAM tetep PRET sekali PRET tetap KAM itulah KAPITALIS.... KAPITALIS di NEGERA yang berkembang dan entah berkembang ke arah mana...

KONSUMEN dijadikan BOLA... seperti komen saya disini dan melirik tulisan Mr. MotoGP saya rasa kita harus terima untuk tidak terima... satu satunya jalan teriak lewat media seperti ini. Karena kalau kita mencoba teriak lewat media cetak.. akan sulit terwujud... secara media cetak sudah dibeli sama PARA KAPITALIS itu.....

Jadi mari kita maki maki sambail berharap koneksi tetap sehat.... :D

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 17, 2009 2:17 PM membalas Jauhari:

sopo maneh iku Mr MotoGP? :P

jangan lupa, detik.com mengulas ini habis-habisan. semoga detik selalu diberi kekuatan untuk kritis pada penindasan operator yang sewenang-wenang.

Balas Komentar Ini
Johan Setiawan pada October 17, 2009 6:01 PM menulis:

telkomsel emang gak bener kerjanya.iklan di bagus kan,kualitas tai sapi.buat browsing aja harus tunggu lama.dah gitu jaringan putus putus.mana kualitasnya? percuma ikutan tsel unlimited kalo ternyata hasilnya kaya ini.

Balas Komentar Ini
rahman pada October 21, 2009 12:58 PM menulis:

yah begitulah indonesia..

Balas Komentar Ini
antin pada October 21, 2009 10:03 PM menulis:

contohlah aku.. T-flash lemot, yah pindah pake speedy, speedynya lemot.. pindah pake hp.. hp lemot juga.. pindah online di kantor.
kalo males ke kantor yah pinjem hp suami. gampang kan? :D

Balas Komentar Ini
pejoh joWo pada December 3, 2009 1:42 PM menulis:

gak ada yang sempurna coookkkk.... nek gak cocok, ganti provider ae... biasa warnet ae, nganggo tsel flash.. ngLoco ae cok =))

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 7, 2009 11:34 AM membalas pejoh joWo:

halah, kono yo cuman nggae sepidi ae loh, cik sombonge toh man, herman.

Balas Komentar Ini
biang rempoN pada December 3, 2009 1:51 PM menulis:

kagem jancok-jancok sedoyo, mpun mboten usah etrek-etrek reputasine perusahaan. iku ngono mbebayani awake peno dewe. Ngko malah dituntut, marakno nginep neng seL, pelimu puret.. prihatin dewe kan?? awak peyok kabeh gak oleh opo-opo. poko'e ati-ati mbarek COCOKmu. rasah misuh yo cok... salam taek!!!

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 3, 2009 2:00 PM membalas biang rempoN:

owalah, panganane taek toh, mangkane omongane ora nganggo otak. opo otake isine taek? sangat mungkin.

Balas Komentar Ini
ferdhie pada December 3, 2009 2:47 PM membalas biang rempoN:

mas, ndasmu pecah a? misuh2 ae...

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada December 7, 2009 4:45 PM membalas ferdhie:

Mbuh iku, keliru mangan sandal paling.

Balas Komentar Ini
yus pada December 21, 2009 4:15 PM menulis:

saya awalnya pelanggan telkomsel mengingat jangkuannya yang luas sehubungan dengan tugas yang jauh ke luar kota. Setelah tidak lagi pergi tugas jauh, maka untuk penghematan kas flow berhenti berlangganan. Hal yang aneh meski sdh berhenti dan ada tanda bukti bahwa nomor saya sudah ditutup, setaip bulan ke rumah masih datang tagihan abodemen. Tidak mengerti bagaimana prosedurnya, kok sudah berhenti masih saja di tagih, apa baiar berlangganan lagi ?

Balas Komentar Ini
gatholoco pada December 29, 2009 10:50 AM menulis:

weladhalah.......

ada yg misuh2...... ada yang ngasih saran...
ada juga yang ngamuk2,,,,, gara2 telkomsel.....
negaraKU indonesiaKU......... kenapa begini
perlindungan konsumen teramat sulit.............
pihak operator,,,,,, berdalih..... kosumen merasa dikecewakan.... oh,,,, perkembangan jaman dan technologi, ternyata membawa kesenangan sekaligus permusuhan....... sampai kapan negeri ini makmur dan damai,,,,,,,

Balas Komentar Ini
korban telkomsel pada January 1, 2010 8:03 AM menulis:

telkomsel memang keterlaluan maunya enak nya saja..g pas dgan omnganya...memang yapu...

Balas Komentar Ini
siti s pada January 12, 2010 12:13 PM menulis:

saya juga salah satu pelanggan yg dikecewakan oleh telkom. slogan yg digembar gemborkan ternyata tdk sesuai dg kenyataan. masalah saya adalah paket la ngganan telp rumah Rp 100 ribu/bulan kemudian karena suatu hal saya minta dicabut dan beralih ke normal saja. dari pihak telkom dijawab boleh dicabut setelah berlaku satu bulan. lega rasanya dapat jawaban seperti itu, tapi kenyataannya dari Mei 2009 sampai bulan Januari 2010 ini kami masih tercatat sbg pelanggan paket dan biaya yang saya pakai dg paket langganan ternyata jauh lebih mahal berlanggan paket. setelah complain dg berbagai alasan selalu saja ditunda2 penyelesaiannya. begitukah perusahaan milik negara cara memberikan pelayanan terhadap pelanggannya?sungguh menyedihkan.

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi