« Telkomsel Keterlaluan | Depan | Theme Song Mahesa Jenar »

Heran dan Kaget

Menurut KBBI:

he·ran /héran/ a 1 merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub: saya merasa -- , mengapa tingkah lakunya begitu berubah; 2 aneh; ajaib: -- , dng gaji sekecil itu, orang itu masih bisa hidup di kota besar;

ka·get /kagét/ a terperanjat; terkejut (krn heran): Ibu sangat -- ketika mendengar berita tt kematian adiknya;
me·nga·get·kan v membuat (menyebabkan) kaget; mengejutkan; dng tiba-tiba datang (menyerang dsb): tembakan itu ~ penduduk;
ke·ka·get·an n perihal kaget


Menurut saya:
heran = ketidakmampuan memahami sesuatu dengan data yang dimiliki
kaget = ketidaksiapan menerima sesuatu hal yang terjadi

Heran dan Kaget adalah kondisi wajar setiap manusia. Hal ini karena terbatasnya kemampuan manusia untuk menyerap dan menyimpan informasi dari alam semesta yang begitu luas, dan kejadiannya yang begitu kompleks, sehingga akan selalu ada hal baru yang tidak dikenali otak.

Saat ada hal baru masuk ke otak, dia akan mencoba memahami sesuai data yang dimilikinya. Bagi sebagian orang, otak akan terhenti saat tidak dapat menemukan informasi tentang hal tersebut. Kondisi inilah yang disebut sebagai heran.

Namun bagi sebagian yang lain, yang selalu mengembalikan setiap kejadian kepada sang pemelihara alam, tidak ada kesempatan untuk heran. Ketika ada hal yang tidak dipahami, dia tau bahwa itu adalah hasil karyaNya. Itu sudah.

Itulah, bagi orang yang terpelihara, akan sulit untuk merasa heran, merasa kaget, menyesali suatu kejadian dan sejenisnya. Sebab dia selalu nyambung dengan Penciptanya.

Imam Ali a.s. mengatakan, "Andaikan hijab disingkapkan dari hadapanku maka keyakinanku tidak akan bertambah"

Maksudnya adalah seandainya semua rahasia alam ini dibuka dan diperlihatkan kepada beliau, iman beliau tidak akan bertambah. Hal tersebut dikarenakan beliau sudah yakin bahwa segala sesuatu adalah milikNya, sehingga meskipun dibukakan rahasia, tidak mempengaruhi keyakinan itu. Tidak ada kesempatan untuk heran.

Kata-kata yang terkenal dari bapak pembangunan HM Soeharto adalah "Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, Ojo Dumeh".

Orang yang selalu mawas diri, sadar bahwa setiap kejadian adalah atas kehendakNya, tentu akan sulit untuk kaget.

Orang yang selalu sadar bahwa segala sesuatu adalah karyaNya, akan sulit untuk Gumun (heran).

Orang yang selalu paham bahwa segala sesuatu adalah milikNya, akan sulit untuk Dumeh (mentang-mentang).

Menurut aku: heran = rendahnya tingkat kesadaran spiritual.



Ada 4 komentar

Sarimin pada October 21, 2009 4:06 AM menulis:

...heran...kaget..., ternyata MahesaJenar.com masih ada penghuninya... 8->

Balas Komentar Ini
Aryo Sanjaya pada October 21, 2009 9:20 AM membalas Sarimin:

*keplak ben tambah kaget*

Balas Komentar Ini
Bisnis online pada October 29, 2009 7:32 PM menulis:

blog anda sangat unik dan menarik salam kenal dan thanks

Balas Komentar Ini
menambahtinggi badan pada November 14, 2009 11:40 AM menulis:

Sang pujangga dari jawa ..

wooooooooo... mas sekali kali mampir deh ke medan oke............

salam sehat dan tambah tinggi
bungbonafit

Balas Komentar Ini

Isi Komentar




  Isi Smiley


Pencarian

Komentar Terbaru

February 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29          

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi